CRUELLA : “Bold, Brilliant, Born Bad, And A Little Mad”

Setelah Maleficent, Disney sepertinya masih terus me”manusia”kan tokoh-tokoh jahat (the villain) dalam film-film hitsnya. Yang baru saja lewat : CRUELLA, dari film ‘101 Dalmatians’.

Sebenarnya, awal dibuat dulu, tokoh-tokoh antagonis semacam Maleficent dan Cruella ini perannya sekadar buat pemantik cerita saja. Gak ada latar belakangnya. Khas film Disney jadul, si baik vs si jahat. Kenapa jahat? Ya emang jahat aja hahahaha.

Tapi Disney pun berusaha mengikuti perkembangan zaman. Berusaha menawarkan sesuatu yang baru. Misalnya saja, menghadirkan latar belakang tokoh-tokoh berperangai buruk macam Maleficent dan Cruella tadi.

Mudah-mudahan disusul dengan Ursula (Little Mermaid) dan si Evil Queen (Snow White). Paling saya nanti juga, si Ibu Tiri -nya Kak Cinderella hahahaha. Jangan tanggung-tanggung si Drunella dan Barbetta (sodara-sodara tiri nan ngeselin sekalian dah dibikinin pilem atu-atu :p).

Biar kisah-kisah Disney bisa terus mendapat tempat di era sekarang-sekarang ini ;).

Baca Juga : “Cinderella, Feminisme, dan Royal Wedding”

Mungkin juga daripada bikin cerita-cerita baru, mending ngembangin cerita yang sudah ada saja. Bosan juga kali bolak balik remake Cinderella dkk, jadi mending bikin film baru sekalian tapi pemeran utamanya yang “digeser”.

Film Maleficent buat saya cukup lumayan. Tapi CRUELLA … baguuuussss huhuhu. Pemilihan Emma Stone sebagai bintang utamanya super pas (y). Gak kebayang deh siapa lagi yang lebih cocok meranin si Cruella ini.

Agak bias nih, secara saya fansnya Emma Stone banget hahahaha. Ini kayaknya sudah film ketiga yang dibintangi Emma Stone yang saya review di blog ini :p.

Baca Juga : “La La Land : A Man We Need vs A Man We Love?”

Seperti Maleficent, kisah Cruella ini settingnya di masa lalu. Sebelum dese menjadi tokoh jahat di ‘101 Dalmatians’.

Namanya Estella. Dibesarkan oleh seorang ibu bernama Katherine. Katherine meninggal saat Estella masih berusia 12. Estella merasa bersalah, mengira dirinya merupakan penyebab meninggalnya sang ibu.

Estella pindah sendirian ke London dan kenalan dengan Jasper dan Horace, anak-anak jalanan yang belakangan menjadi sahabat, roommate, dan mereka bertiga kompak menjadi pencuri kecil-kecilan.

Hingga akhirnya Estella keterima bekerja di sebuah rumah mode. Cita-citanya menjadi desainer kandas karena ternyata Estella hanya diberi pekerjaan sebagai cleaning service.

Di suatu malam, Estella yang mabuk, mengubah dekorasi di etalase kaca fashion store tempatnya bekerja. Dari situlah, Estella bertemu Baroness van Hellman, sosialita super high-class yang juga pemilik butik ternama nan mewah. Baroness menawari Estella pekerjaan di butiknya.

Salah satu ciri khas Baroness adalah 3 ekor anjing dalmatian kesayangannya yang ngikut ke mana-mana. Estella punya pengalaman buruk dengan anjing dalmatian di masa kecilnya.

Ditawarin pekerjaan oleh pengusaha dan desainer papan atas, Estella hepi banget. Tapi suatu hari di ruangan pribadi si Baroness, Estella melihat suatu benda yang sangat dikenalinya. Benda apakah itu? Jeng, jeeengggg, nonton sendiri aaaaahhhhh :p.

Dari sinilah cerita mengalir lebih dinamis. Perubahan karakter Estella yang rada caur menjadi lebih fierce dan rada ‘sinting’. Dalam karakter alter-ego nya inilah, Estella mengubah nama menjadi Cruella. Kalok untuk orang Indonesia, panggilannya mah tetep Ella yak, hahaha.

Pertanyaan penting kalau mereka ulang plot ‘101 Dalmatians’, bener gak sih Cruella ini benci banget dengan anjing jenis ini? Ya jawabannya ada di film. Yok, nonton, nontoooon.

Pilemnya asyik banget sih. Adegan, “Do you have a light?” itu aih, super! Bener-bener BOOOOMM gituh rasanya. Kereeeeennn ;).

Walo daku ini penggemar barang-barang preloved garis keras (hahaha) dan anaknya gak fashionable secara penampilan, tapi demen nonton film-film yang ada nuansa ala-ala Haute Couture begini :D.

Kakak saya memang ada yang perancang busana beneran lohhhh hehehe. Ini salah satu foto saya dengan baju tradisional rancangan kakak yang sudah dimodifikasi sana sini hehehe.

Baca Juga : “Baju Bodo Modern ala DadaGaya Collection”

baju bodo modern by dadagaya collection

Yah memang, manusia itu gak deh yang dilahirkan jahat dari sononya. Eh, ada deng! Kalo gak salah di pelajaran Biologi kelas 3 diterangkan soal kelainan genetik. Yang kelebihan gen Y itu loh. Memang cenderung kriminal karena bawaan genetik.

Maksudnya manusia biasa yang secara genetik tergolong “normal”. Pada umumnya jahatnya itu ya karena hasil didikan atau lingkungan. Ada pengaruh faktor eksternal.

Anak-anak jaman sekarang juga mungkin sudah lebih kreatif ya cara berpikirnya. Kita dulu rasanya kalok liat tokoh jahat ya udah udah, dia jahat gitu, kenapa gimananya ya emang kite pikirin ye kaaaannn hahahaha.

Gak papa sih, jadi menarik menurut saya. Dasar emang penggemar Disney hahahaha. Maleficent dan Cruella sama-sama punya gaung “girl-power” yang membahana ;).

Baca Juga : “…And We’ll Never be Royals”

8 out of 10 kalok menurut sayah ;). Emma Stone juara! <3, pas banget dengan karakter “Bold, Brilliant, Born Bad, and A Little Mad”.

Filmnya ada di Hotstar. Selamat menonton! ^_^

Tempat Penitipan Kucing Bintaro : Jongos Meong di Rempoa

Pertama kali diribetin urusan tempat penitipan kucing pas mau liburan nginep di luar rumah. Sebenernya saya paling gak demen sama pet-pet an. Ikan hias aja males rasanya mau miara hahahahaha :p.

Tapi suami saya nih, ya ampun, miara kucing dah kek miara anak dewe :p. Kebetulan pula dese kan memang pengin punya anak perempuan. Jadi kami punya 2 kucing betina : Saoirse (baca : Sher-sha) dan Estella (Ella).

Saoirse itu nama khas perempuan Irlandia hehehe. Makanya agak ribet pronounciationnya. Kenang-kenangan ya pernah tinggal di Ireland :D. Tau kan aktris Saoirse Ronan yang sempat beberapa kali dapat nominasi Oscar. Dese jelassss wong Ireland :p.

Baca Juga : “Tinggal di Irlandia : Biaya Hidup di Kota Athlone – Irlandia”

Kucing kami, Saoirse dan Ella, dua-duanya kucing lokal, kok hehehe. Kata vet-nya, Ella ini ada campurannya, tapi dikiiiittt. Makanya bulunya agak tebel dikiiiiittt. Kalau Saoirse bener-bener kucing kampung / lokal.

Mereka ini kucing liar yang tau-tau sering main depan rumah. Oleh suami dan anak-anak, rajin dikasih makan. Dan begitulah … akhirnya keduanya resmi jadi “anggota keluarga” :D.

Dibeliin kandang segala rupa bla bla bla. Tapi saya jarang megang sih. Suami dan anak-anak saja. Paling liat-liatin doang, mau megang males euy :p. Sampe sekarang belom tumbuh rasa sayang nih hihihi.

Baca Juga : “Tempat Makan Duren Enak di Bintaro : DuriAnd Bintaro Graha Raya”

Pas mau ke Bandung minggu lalu (anak-anak liburan midterm), kami harus menginap 2 malam di luar kota, jadilah mulai hunting tempat penitipan kucing. Suami sih yang hunting hahahaha. Ini eike bagian sharingnya aja. Mana tau ada yang butuh ;).

tempat penitipan kucing bintaro jongos meong

Kenalin nih, JONGOS MEONG (namanya gini amat yak hahahaha), tempat penitipan kucing yang areanya di seputaran Bintaro. Tepatnya di Perumahan Unilever di daerah Rempoa. Masuk Jaksel sih ya. Ga papah, ngesot dikit udah ke Bintaro area Tangsel hehehe.

tempat penitipan kucing bintaro jongos meong

Ongkos tempat penitipan Kucing di JONGOS MEONG tergolong murah, loh. Cuma 30 ribu per hari. Itu tanpa makan dan pasir. Kalau mau tambah makan dan pasir, nambahnya 15 ribu per hari. Jadi total 45 ribu per hari sudah termasuk MAKAN dan PASIRnya.

Nah, kami kemarin karena makanan udah punya stok banyak, pasir juga gitu, jadi kami gotong aja sendiri hehehe. Jadi bayarnya 30 ribu per hari sajah. Total penitipan 3 hari, sabtu-minggu-senin.

Baca Juga : “Sewa Rumah Cluster di Bintaro Sektor 9.”

Lokasinya memang di jalan yang agak kecil. Tapi rumahnya luaaasss. Sayang ya pas kemaren gak rekam-rekam. Kandang-kandangnya keren dan luas. Bersih pula. Pokoknya nyaman, untuk ukuran manusia ya hihihi. Entah kalok kucing demennya tempat kek apah :p.

Nama pemiliknya Mas Ameth. Ramah banget. Itu kami mau nganter pagi-pagi jam 7 juga boleh. Walau jam buka tempatnya jam 9 pagi. Kenyataannya sih, kami tiba di sana jam setengah 9 hahahaha. Drama berangkat road trip pagi memang jarang sesuai schedule :p.

Terus pas ngambil udah malem juga ditungguin ampe jam 10. Thankfully, kami bisa tiba di sana senin malam sebelum jam 9. Pokoknya Mas Ameth ini orangnya cincay laaahhh.

Baca Juga : “Catering Harian di Bintaro yang Enak dan Murah”

Pas jemput juga dikasih tau Saoirse Ella ngapain aja. Anak-anak juga bebas berkeliaran di sana main-main dengan kucing lainnya. Ramah maksimal ;).

Saat dititipin pun, kami dikirimin foto dan video pas si anak gadis dua itu ngapain ajah. Padahal kami gak minta, sih. Mungkin kalau request minta foto/video per berapa jam juga dikasih deh sama pemiliknya.

Suami dan anak-anak saya demen banget soalnya sama kucing-kucing nih. Udah di hotel pun bolak balik ngerumpi berempat kira-kira si Ella ama Saoirse lagi ngapain aja :p. Hadeeeeehhhh hahaha.

Baca Juga : “Daftar Sekolah Internasional di Bintaro dan Sekitar (Review dll)”

Kekurangan tempat penitipan kucing Jongos Meong ini adalah perhitungan harinya. Jadi misalnya kita titip dari jam 9 pagi hari selasa sampai jam 9 pagi hari rabu, itu diitungnya 2 hari. Karena harinya dianggap beda. Padahal kan itu itungannya 24 jam kan ya.

Tapi dibanding dengan biaya yang harus dikeluarkan, pemilik (Mas Ameth) yang ramah, dan tempat yang luas-bersih-nyaman, gak papalah kekurangannya gak ada artinya.

Hadirnya tempat-tempat penitipan hewan peliharaan ini membuat pemilik hewan peliharaan bisa liburan dengan tenang, yes?

Oiya, walaupun kami menyediakan makanan sendiri, pemilik tempat penitipan kucing Jongos Meong ini juga ngasih-ngasih makanan juga ke Ella dan Saoirse. Jadi gak pelit gitu deh, Gaeeesss, hehehehe ;).

Semoga infonya membantu yaaaaa ^_^.

tempat makan duren enak di duriand bintaro

DuriAnd Bintaro : Tempat Makan Duren Enak dan Nyaman di Bintaro

Yuhuuuu, tempat makan duren yang saya tau, sebage mantan anak Jaksel :p, tentunya … Kalibata! Hihihihi. Tapi kurang suka makan di tempat kalau ke tempat makan duren di Kalibata, tuh.

Biasanya di Kalibata, beli terus bawa pulang, makan di rumah. Tempatnya kurang nyaman menurut saya. Tapi harganya muraaaaahhh :D. Rasanya ya udahlah, ada aneka rupa duren, jadi sudah pasti nyam nyam nyam :D.

Nah, di Bintaro, beberapa bulan kemaren lewat di Graha Bintaro, ngeliat ada gerai tempat makan duren. Tempatnya nampak luas dan nyaman. Dah diniatin mau ke sana.

Baca Juga : “TK di Bintaro : Daftar Alamat, Bahasa Pengantar Biaya Sekolah, dan Review”

Nama tempatnya DuriAnd Bintaro. Udah ada versi vlog tentunya. Gercep! Hahahhaha. Cuusss :

Tapi konon kalok weekend penuuuuuhhhh. Jumat-sabtu-minggu setelah ashar, stok durennya sudah menipis bahkan habis huhuhu.

Repot kan? Karena suami kerja dari pagi ampe sore. Lah kapan ke sananya kalo weekdays -_-. Anak-anak kayaknya gak terlalu doyan duren. Pengin ke sana berdua aja biar puaaassss :p.

Tapi terus diajak sama emak-emak BinLoop buat makan duren rame-rame ke sana hari jumat kemaren banget nih. Langsung cuuuussss.

ALamat lokasi DuriAnd Bintaro : Jl. Graha Raya Bintaro. Jembatan Parigi (dari arah Boulevard Bintaro) belok ke kiri. Tempatnya setelah parade toko-toko tanaman di Graha Raya situ. Sebelum tempat isi bensin Pertamina, ya.

Parkirannya juga lumayan luas. Lega pula.

Baca Juga : “Tempat Mancing di Tangerang : Wisata Pemancingan Lubana Sengkol”

Jam buka di DuriAnd Bintaro :

Senin – Kamis : 10.00 – 21.00 (dengan catatan stok duren di hari itu masih ada ya hihihi).

Jumat – Sabtu – Minggu : 09.00 – 21.00 (asal stok masih ada :p).

Kami kan ke sana jumat kemarin. Sengaja pengin datang sepagi mungkin. Karena Ani dan Nisa katanya ke sana pas sore terus ternyata stok durennya dah habis. Karena takut kehabisan lagi, jadilah niat jam 9 udah di sana.

Ternyata? BELUM BUKA! Astagah hahahaahha.

Baca Juga : “Catering Harian di Bintaro, Murah dan Enak”

Mana eike nyampe duluan di lokasi. Abis jemput Sis Iyut, langsung meluncur ke sana. Biasanya pan kalau mau bepergian satu geng (etdah, mamak-mamak masih maen geng geng an hahahaha), ngumpul di Emerald dulu.

Kemarin tuh berangkat sendiri-sendiri aja soalnya tempatnya dekat. Saya juga berusaha duluan biar gak ribet kalau mau parkir hahaha. Maklum newbie ini masih kagok kalok disuruh parkir parkir di lahan terbatas :p. Eh, ternyata parkirannya enak dan mayan gede.

tempat makan duren enak di duriand bintaro

Pas nyampe udah jam 9 lewat semenit kayaknya. Truk durennya baru dateng cobak hihihi. Terus pegawai masih sibuk bersih-bersih ruangan. Ya udahlah ngerumpi aja di mobil akhirnya.

Kayaknya jam 9.30 baru boleh turun dan duduk di dalam. Kursi dan mejanya banyaaaaak. Cek sendiri di vlog, yak. Versi foto-foto kemaren nih, tapi foto atas dan bawah itu pas nongkrong di kafe Emerald Tree, yak :D. Ceritanya di bawah hehehe.

Bareng Iyut, Ani, Nisa, Caca + baby eM hehehehe

Cek vlognya aja biar puaaassss, rekam LIVE, tuh, dari lokasi ;).

Tempatnya memang nyaman dan terbuka. Cocok buat ngumpul di masa pandemi. Kan kudu hati-hati berlama-lama rame rame dalam ruang tertutup. Prokes tetep dijaga, ya. Kalau lagi gak makan/minum sebaiknya tetap pakai masker.

Kirain bakal rame. Ternyata sepiiii. Iya yah, siapa deh yang makan duren pagi-pagi hahahaha. Tapi selain kami, ada 2 pelanggan lain kok yang dateng. Enak, gak antri ;).

Macam-macam jenis duren yang dijual di sana. Ada duren medan, duren montong, masing-masing bisa langsung makan dari buahnya (seperti kami, cek di vlog, yes? :p), atau udah dikupasin.

Yang dahsyat ada duren Musang King yang dibandrol seharga 550 ribu rupiah per kg (termasuk kulit!) WOOOWWW, duren sultan! Hahahaha.

Ngapain sih ya beli yang mahal-mahal, duren medan aja udah enak bangeeeeettt hehehe. Harganya 59 ribu per kg. Kami berlima kemarin makan 3 biji duren medan. Ukurannya ada yang sedang ada yang kecil. Lumayan puas.

Karena masih pagi, sama Nisa, kami ditraktir sate ayam juga biar gak kosong kosong amat perutnya hehehe. Maaci, Neng Nisaaaa *kecup*. Eh, itu warung satenya sebelahan sama DuriAnd Bintaro. Enaaaakkk. Satenya gede-gede, per porsi 27 ribu isi 10 tusuk.

Nama warung satenya : “Sate Inglo”, ada di GoFood juga kok ;).

Sekalian ngereview warung sate Inglo Bintaro jadinya hihihi. Biarin deh ya, soalnya memang kemaren nyate + nge duren :D. Nyam nyam nyam :D.

Kayaknya kemarin tuh nambah sebiji duren lagi masih pada kuat. Cuma ketolong ama sate, jadi perutnya keburu penuh :p.

Setelah itu, Sis Ani ngajakin ke Emerald Tree, kafe necis di perempatan Emerald yang baru buka. Tempatnya enak sih. Cuma memang saya bukan anak kafe, yak, jadi yaaaah, bingung mau review apa hahahaha.

Suka gak rela bayar mahal-mahal buat nge teh atau sekadar makan pisang goreng doang. Udahlah, pisang goreng madu Bu Nanik tuh udah yang paling enak sedunia :p. Cuma 60 rebu 10 bijik, titik! :p

Pokoknya kalau doyan duren dan pengin ngemil di tempat makan duren yang nyaman, harus nyobain nongkrong di DuriAnd Bintaro. Enak sih ini, dari rumah saya gak nyampe 5 menit naik mobil. Eh, bisa 10 menit kalok gue yang nyetir mah hahahahaha.

Mari makaaaaaannnn ^_^.

[Netflix] LUPIN

Masih inget final Piala Eropa tim Inggris vs Italia di final? Ramenya sahut-sahutan pendukung kedua tim. Hingga akhirnya Inggris kalah mengenaskan, via adu penalti!

Adu penalti tim Inggris gagal berturut-turut di 3 penendang terakhir. 3 eksekutor ini sama-sama memiliki darah Afrika. Kegagalan tersebut berbuah kekalahan Inggris yang sudah memimpi-mimpikan gelar ini sejak lama.

Baca Juga : “La Liga, Real Madrid, dan di Balik Gemerlapnya Dunia Selebriti Sepakbola”

Rame banget komen-komen rasis berhamburan di media sosial terhadap pemain di timnas Inggris yang berasal dari ras Afrika :(. Heran dah, padahal mereka juga yang ikut berjuang agar Inggris bisa tembus final pertama kalinya.

Diskriminasi warna kulit memang peer panjang di belahan dunia mana pun. Enggak di US, di Eropa, bahkan Timur Tengah, diskriminasi berdasar warna kulit masih terjadi, nyata di hadapan mata :(.

Serial LUPIN, dengan tokoh utama, Assene Diop (diperankan oleh Omar Sy , aktor Perancis, anak dari imigran asal Afrika Barat), juga mengangkat isu rasial di Eropa.

review lupin netflix

Ini bukan Professor Lupin dari serial Harry Potter loh ya hahahaha. I know, I know. Para Potter-head pasti sempet kecele dengan nama serial ini :p. Daku pun samaaaaaa *tutupMuka*.

Khas serial Netflix, kita dibawa menjelajahi cerita via alur maju mundur. Flashback dikit-dikit biar penasaran hehehe. Gebrakan scene awal mengenai pencurian berlian yang dimandori oleh Assene ternyata punya twist spektakuler.

Tidak hanya itu, latar belakang pencurian pun ternyata bukan nyari duit semata. Ada alasan sentimentil yang terkuak sedikit demi sedikit.

Tokoh Assene dalam film berbahasa Perancis (tenaaaangg, ada subtitle bahasa Inggrisnya kok hehehe, ada substitle bahasa Indonesia juga sih harusnya, monggo dicek), mengadopsi “gaya” Arsene Lupin, tokoh kharismatik dalam komik Perancis yang populer.

Serial Lupin Netflix review

Kelihaian Assene menghadapi masalah, mencari jalan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, bener-bener bikin jantungan! Hahaha. Makanya auto-binge banget dah nonton serial Lupin, nih :D.

Tapi lama-lama kita jadi lebih rileks karena gimana ya, adaaaa aja cara Assene yang tak terduga. Makanya, tetep penasaran dan menanti-nanti kejutan apalagi yang akan muncul.

Kecuali mungkin pas bagian wawancara LIVE di stasiun televisi itu huhuhu. Duh, I didn’t see that coming :(. Apalagi scene setelahnya, really broke my heart :'(.

Soal kerapuhan institusi kepolisian juga dibahas. Ternyata tidak cuma di Negeri Berflower Plus Enak Dua hehehe. Ini menjadi problem di banyak wilayah lain di dunia.

Tidak main-main gurita kekuasaan mereka yang punya kedudukan kuat. Sampai-sampai pihak yang seharusnya menjadi penyebar informasi juga bisa “terjerat”.

Bukan persoalan karakter individu. Karena memang seringnya berat melawan SISTEM. Misalnya, kita nih pas baru masuk sebuah institusi punya idealisme dan integritas yang kokoh. Namun bisa tergerus dengan mudah saat harus melawan arus yang terlalu kuat.

It happens everywhere. Termasuk pada tokoh Gabriel Dumont, si petinggi kepolisian setempat yang bersinggungan dengan kasus besar yang berhubungan dengan Assene.

Banyak twist, deg-degan juga, tapi kisahnya menyenangkan, kok. Jadi cemas-cemas gemas gitu lah hahahaha. Tidak melulu soal yang serius. Juga ada tentang Claire, mantan istri Assene, Raoul (anak Assene), dan Benjamin, sahabat Assene dari jaman sekolahan yang masih setia hingga kini.

Kehadiran Guedira juga ikut mewarnai serunya petualangan Lupin ehhh… Assene :D.

Gimana ceritanya si Assene Diop yang anak keturunan ras Afrika di Perancis bisa punya kecerdasan selevel Lupin dst dst? Nonton sendiri dooooonnngg :D.

Sebenernya nonton LUPIN ini sebelum nonton Clickbait, loh. Dan ter binge binge jugak hehehe. Untunglah LUPIN ini pas weekend nontonnya.

Baca Juga : “[Netflix] Serial Clickbait”

LUPIN ini original series dari Netflix. Makin ke sini memang makin “wah” ya serial-serial keluaran Netflix. Ada sih yang B aja. Tapi yang bagus-bagus makin banyak.

Duh peer masih banyak nih hahahaha. Serial Sex Education Season 3 sudah 2 minggu yang lalu udah tayang. Masih stuck di episode 3 huhuhu. Pengin binge apa daya waktu memang gak ada *tsaaaahhh, sibuk sekaleee*.

Baca Juga : “[Netflix] Sex Life : Alternatif Baru dalam Kehidupan Pernikahan?”

Serial LUPIN ini masih akan ada kelanjutannya. Mari kita tunggu sama-sama. Selamat menonton! 😉

Jalan Jalan ke Historic Downtown McKinney, Texas (2017)

Texas memang bukan negara bagian yang ‘wow’ soal pemandangan alam, dibanding Colorado – Arizona (per gunung an dll) atau Florida California (per pantai an). Bukan juga kota-kota gemerlap macam NYC.

Baca Juga : “Jalan-jalan ke Rocky Mountain National Park, Colorado”

Kota Dallas malah relatif “old style”. Kalau ke Houston lumayan meriah lah :D. Ibukota Texas, Austin, lebih rapi. Tempat paling tepat buat liat banyak spot turis unik, pergilah ke San Antonio.

Masih sibuk ngobrak abrik hard-disk nyariin video video lama di San Antonio, banyak banget tempat bagus-bagus yang sempat saya video in pas ke sana.

Nah, kalau kota-kota lain sekitaran Dallas (misalnya McKinney), turis biasanya mengunjungi bagian Historic Downtown nya. Mirip lah dengan Grapevine (dulu dah pernah bikin vlognya).

Baca Juga : “Jejak Para Texas Rangers di Grapevine Historic Downtown, Texas”

https://www.youtube.com/watch?v=eW6u4H71R0E

Suasana ala kota-kota koboi jaman dulu yang sering kita liat di tipi-tipi era 70 dan 80 an hehehe. Segala rumah-rumah bahan dasarnya kayu, iklim yang nampakk panas. Koboi wara wiri naik kuda, pakai topi khas, nanti kudanya berderu mengibaskan debu *tsaaaahhh*.

Paling inget sama model bar yang pintunya gak full itu loh. Jadi masuk bisa langsung gebrak :D. Kayaknya dulu deg-degan banget kalo ada scene lagi ngumpul di bar, terus tahu-tahu ada sosok misterius muncul di pintu. Hadeeehh, tontonan jadul tahun 80 an hahaha.

Btw, ini vlog untuk McKinney Historic Downtown, cuuuusss :

McKinney Historic Downtown terletak di :

McKinney Performing Arts CenterAddress: 202 S Chestnut St, McKinney, TX 75069, United States

Jarak McKinney dari Dallas kira-kira setengah jam menyetir mobil. Emang gak terlalu jauh dari Dallas.

Buat muter-muter sekitaran Historic Downtown di McKinney ini paling sejam an cukup banget. Kami paling cuma keliling-keliling bentar, lihat-lihat toko-toko dari luar. Di sini banyak tempat makan juga. Selain toko-toko suvenir sana sini.

Enggak beli apa-apa hihihi. Masuk ke toko suvenir aja enggak. Memang cuma pengin strolling around santai-santai :D.

Memang garing banget compared to historic downtown di Eropa. Eropa itu banyak bangunan megah dengan arsitektur “rumit-rumit”. Terus iklim juga beda kan dengan Texas. Texas puanaaaassss :D.

Historic Downtown di Texas belahan utara ya gini-gini aja. Kebanyakan rumah-rumah kayu. Berbanding terbalik dengan oldtown Eropa yang rata-rata rumah batu yang gede-gede nan “tebel” hehehehe.

Baca Juga : “The Texas Weekender (Tinggal di Texas, 2017)

Perbedaan utama lainnya adalah soal iklim. Misalnya pas Januari nih di vlog ini, sudah bisa pake jaket tipis. Kalau di Ireland, jangan harap! Hahahhahaha.

Januari biasanya lagi dingin-dinginnya :D. Texas dingin pun, matahari masih nongol dan lebih sering kena salju. Ireland relatif stabil, artinya “hampir dingin dan mendung” sepanjang tahun hahahahaha.

Salju jarang turun di Irlandia tapi panas terik juga jaraaaang. Suhu di bawah NOL juga hampir gak pernah (kecuali tengah malam pas winter), tapi suhu maksimal seringnya di bawah 20 derajat. Adem sepanjang tahun.

Texas kalok winter ya dinginnya bisa minus juga tapi cuma bentaaaar. Begitu summer auto-mendidih :D.

Tapi inget Texas itu salah satu negara bagian paling tajir di US. Nomor 2 kalau gak salah. WIlayahnya juga paling gede nomor 2 dengan jumlah penduduk yang masih dikiiiiiit. Makanya gak sepadet California – NY – Florida.

Baca Juga : “The Place Where Summer Lasts 6 Months … Florida!”

Pasti kaget deh liat harga rumah di Texas, even di kota-kota industri semacam Plano dan Frisco di wilayah utara. Kalok kota industri biasanya mihil kan hehehe. Rumah segede bagong harganya jauuuuhhh di bawah harga properti di Jakarta dan sekitar.

Tapi materialnya kayu sih hihihihi.

Hukum alam normal, kalok peminat sedikit ya harga lebih murah ;). Jumlah penduduk di Texas compared to luas wilayah monggo di googling sendiri.

Begitu deh kisah jalan jalan ke McKinney Downtown Historic di Texas. Ngubek-ngubek memori lama. Duh, jadi kangen Texas lagih <3. Mudah-mudahan someday bisa balik ke sana lagi.