TK Auliya Bintaro : TK Islam Terpadu di Bintaro

Saya tidak pernah survey langsung ke  sekolah ini. Karena dari awal memang mencari sekolah yang lebih heterogen hehehehe. Tapi saya sertakan deh ya di blog ini. Karena kayaknya banyak banget yang maen ke blog ini dalam rangka nyari nyari sekolah anak di BIntaro.

So here we go.

TK Auliya ini letaknya lumayan strategis. Letaknya di Jalan Jombang Raya. Jalanannya gak gede gede amat sih, tapi kan yang penting gak nyempil. Karena banyak juga sekolah di Bintaro ini letaknya yang bikin stres karena di jalan kecil kecil hehehe. Jadi kalau soal lokasi TK Auliya BIntaro ini siiiiippp ;).

Alamat : Gedung Abu Bakar Ashiddiq, Jl Jombang Raya No. 39, Pondok Aren

TKIT : (021) 745 2897, Whatsapp :  08568523583, website : www.sekolahauliya.sch.id

Karena ini sekolah berbasis agama sepertinya murid murid yang diterima hanya murid yang beragama Islam saja. Tapiiiii, ada juga loh sekolah sekolah agama yang menerima murid yang beragama lain. Kayak sekolah Katolik kan kayaknya murid dari agama apa saja juga boleh.

Tapi kalau yang tipe sekolah Islam terpadu seperti TK AUliya ini kayaknya khusus untuk murid beragama Islam doang.

TK Islam Terpadu AULIYA kelasnya lumayan nyaman dan bersih. Anak temen saya ada nih yang TKnya di sini tapi pas SD lanjutnya di Mentari. Katanya enak sih buat belajar dan main-main di TK Auliya ini. Model belajarnya namanya model pembelajaran SENTRA. Seperti SENTRA Discovery yang menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.

Programnya tentu terintegrasi dengan nilai Islam. Seperti siswa diajarkan shalat, doa dan membaca Al-Qur’an dalam SENTRA Al-Qur’an dan ibadah. Tentu ada hafalan alquran juga sih. Guru-gurunya lumayan kreatif, gak galak.

Untuk info info pentingnya lainnya sebagai berikut :

  • Bahasa Pengantar : Bahasa Indonesia
  • Biaya Formulir : Tidak ada
  • Iuran bulanan : 1,35 juta rupiah
  • Biaya Masuk Sekolah (BMS) : 16,25 Juta rupiah
  • potongan Gel 2 berlaku dari 1 Jan – 26 Mar 2022 : 1,5 juta rupiah
  • Biaya observasi : 400 ribu
  • Iuran ISTIYA (Ikatan Silaturahim orangtua AULIYA : 250 ribu rupiah (dibayarkan setahun sekali)
  • Graduation : sekitar 300 – 350 ribu rupiah
  • Seragam 3 stel : sekitar 800 ribu rupiah
  • Tidak ada catering
  • Ada antar jemput

 

Protokol kesehatan cukup terjaga dan diawasi ketat di sekolah ini. Jadi gak usah khawatir kalau udah jelang tatap muka kayak sekarang ini. Kayaknya yang level TK ini yang ortunya lumayan was was ya. Soalnya anak TK masih agak susah diarahkan ya gak sih? Kelas 1 SD pun biasanya sama lah.

Nemu nih video tentang TK AUliya BIntaro ini terkait penerapan prokes untuk persiapan blended learning (masih mixed antara Offline dan ONline).Ini

 

Ini enggak ada endorse-endorse an ya di blog ini terkait sekolahan anak hehehehe. Murni ingin berbagi saja. Tadinya nulis sekadar pengalaman pribadi nyari sekolah buat anak-anak sendiri. Kok ya dapat banyak DM nanya nanya soal sekolahan di area Bintaro dan sekitar. Jadi deh, saya tulis saja sebanyak yang saya bisa hehehe.

Berdasar pengalaman pribadi kemarin kemarin kan juga seneng ya kalo banyak info yang bisa dibaca baca tanpa perlu keluyuran ke sana kemari. Minimal ada bayangan awal gitu loh ;).

SEmoga informasi tentang TK Auliya BIntaro ini bisa membantu temen temen yang nyariin sekolah islam terpadu buat anak-anak untuk area Bintaro dan sekitar. Cuuusssss :D.

tara salvia bintaro review

Tara Salvia : Sekolah Idola di Bintaro

Tara Salvia ini memang sudah lama kedengeran sebagai salah satu sekolah idaman para orang tua di area Bintaro dan sekitar. Kalau anak-anaknya belom tau deh ya. Ada surveynya gak? Hehehehe. Soalnya kan yang nyari dan nentuin sekolah kan para ortu biasanya.

Kebetulan tetangga depan kompleks anaknya juga masuk Tara Salvia. Sebenernya mereka inginnya masukin anak ke Sekolah Cikal di BSD. Cuma jauuuuuhhhh huhuhu. Uang tol kalo dikaliin kan lumayan juga tuh.

Insert <!–Ads1–>

tara salvia bintaro review

Ambil Formulir pun Cukup Ketat

Poin pertama ini salah satu bukti nyata kalau sekolah ini termasuk incaran utama para orang tua di area sekitar.

Untuk ambil formulir pun persaingannya lumayan juga. Konon kudu dari subuh. Walau sistemnya online tetep rebutan. Saya tidak mencoba sih. Soalnya memang sejak awal saya mencari sekolah yang pengantarnya Bahasa Inggris. Terkait anak-anak baru pertama kali ini sekolah di Indonesia.

Waktu lari di BinLoop juga papasan dengan teman kuliah yang tinggal deket sini, dese pun cerita sempat mau masukin anak ke Tara Salvia tapi ya ngeri sama persaingannya hehehehe.

LOKASI

Alamat :  Jl. Menjangan Raya No.9, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15413

Ini dia salah satu faktor pendukung mengapa kami sama sekali enggak survey ke sana (selain masalah bahasa). Lokasinya relatif jauh dari kediaman kami. Tapi katanya sih jalan alternatif ke sana enggak macet kok.

Sudah terbiasa juga di Ireland cap cuuusss nyetir ke sekolah cuma 5 menit jadi bayangin ke sekolahan bisa makan waktu 30 menit aja udah gentar. Padahal kata teman teman di sini 30 menit lah oke oke aja, masih relatif wajar untuk ukuran Jabodetabek.

Akun Instagram Sekolah ada di sini, ya.

Biaya Sekolah

Langsung saja masuk ke salah satu poin penting ini hehehehe :p

Untuk tahun ajaran 2021 biaya sekolah sebagai berikut (catatan : mungkin di tahun-tahun ke depannya biasanya ada kenaikan) :

  1. Formulir  dikenakan biaya 750 ribu rupiah. Ada pilihan untuk pendidikan inklusi juga (sama seperti Sekolah Tunas Indonesia yang menyediakan kelas inklusi). Formulir inklusi 300 ribu rupiah.
  2. Deposit : 5 juta rupiah
  3. Development Fee : Rp.43,800,000 untuk yang mulai dari kelas 1 SD (sampai kelas 6 ini). Kalau masuk di tengah biasanya tidak sebesar ini, nanti ditanya aja langsung ke sekolah. Biasanya juga dipotong gak banyak-banyak sih. O ya, yang 5 juta sudah include dalam biaya ini.
  4. SPP bulanan : 2,25 juga rupiah/bulan
  5. Uang kegiatan : 3,5 juta rupiah (ini tahunan ya).
  6. Ada biaya seragam. Kalau gak salah di bawah satu juta kok ini uang seragamnya.

 

Kurikulum dan Bahasa Pengantar

Kurikulum yang digunakan Tara Salvia adalah kurikulum nasional. Bahasa pengantar full bahasa Indonesia. Kecuali mata pelajaran Bahasa Inggris yang tentunya menggunakan bahasa Inggris.

Penentuan nilainya sih katanya berimbang jadi tidak melulu nilai akademis saja. Nanti sistem penilaian ada yang berbentuk narasi. Mirip sama rapor anak-anak di Irlandia kayaknya ini. Tapi kalau di Ireland, rapornya pakai rate 1 sampai 5, gak ada angka A, B, C atau nilai 0-100 sih hehehehe.

Fokus ke pendidikan karakter katanya juga lebih terasa di pendidikan ala sekolah Tara Salvia ini. Banyak itu testimoni para orang tua yang menyekolahkan anak di sini. Coba digali-gali di forum-forum situs The Urban Mama atau Mommies Daily. Cuuussss digoogling :D.

Sistem Belajar yang Lebih Menyenangkan

Kalau dari testimoni para orang tua, Tara Salvia ini sistem belajarnya cukup rileks buat anak-anak. Tugas- tugas kebanyakan dikerjakan bareng bareng di sekolah. Jadi PR individu itu kadang kadang saja. Tidak ada semacam PR reguler.

Juga yang sering disebut-sebut adalah soal keberagaman keyakinan. Tara Salvia punya komitmen lebih untuk meningkatkan toleransi dalam perbedaan keyakinan. Poin ini sangat cocok di saya ;). Saya memang menghindari memasukkan anak-anak ke sekolah yang cenderung “homogen”, terlebih dalam masalah keyakinan beragama.

Tapi tentunya masing-masing orang tua terkait hal ini punya pertimbangan sendiri-sendiri ya ^_^. Dan itu tidak masalah sama sekali :).

Daya Tampung Sekolah

Di tahun ajaran terbaru saat itu (2021/2022), Tara Salvia akan membuka 3 kelas untuk angkatan barunya. Soalnya beberapa tahun lalu cuma ada 2 kelas. Sekarang ditingkatkan jadi 3 kelas.

Jumlah siswa maksimal 24 orang per kelas dengan jumlah guru berimbang. Karena sekolah ini cukup mengutamakan kemampuan anak dalam berkelakuan baik secara sosial dan individu (gak hanya fokus pada nilai nilai akademis), tentunya guru harus lebih ekstra dalam urusan pengawasan.

Makanya SIKAP dan TINGKAH LAKU termasuk salah satu penilaian utama di sekolah.

Jam Sekolah

Soal jam sekolah kayaknya standar saja ya. Untuk yang offline class dimulai pukul 07.30 pagi sampai 13.00 siang (untuk kelas 1 dan 2). Untuk tingkat di atasnya sepertinya sampai jam 14.00 siang.

Untuk online class selama pandemi, kelas 1 dan 2 hanya belajar selama 2 jam. Screentimenya 30 menit. Entah gimana ini penerapannya maksudnya. Kalau gak screentime, bagaimana cara guru memantau anak-anak ini saya masih kurang paham. Atau mungkin standar saja ya, mengerahkan ortu masing-masing di rumah? Hihihihihi.

Segitu dulu informasi soal sekolah Tara Salvia. Semoga membantu buat para ortu yang lagi hunting sekolah anak. Memang harus detail dan sabar ya, Dads and Moms ^_^.

Lembang Park Zoo di Lembang-Bandung

Lembang Park Zoo mulai beroperasi pada Oktober 2019. Too bad, belum lama dibuka pandemi datang. Makanya kok baru denger ternyata memang tempat ini memang tergolong baru.

Pas anak anak udah mulai libur midterm bulan September kemarin, jadi deh ke Bandung buat liburan. Sempet maju mundur cuma ya udah exhausted banget. Gegara sekolah online yang bener bener menguras emosi, literally! Huhuhu.

Vlognya udah ada nih ya. Cuuuussss yang mau lihat langsung versi vlog :

Sebelum pergi, si Ella dan Saoirse kami titipkan di penitipan kucing dulu. Jadi sejak bulan Mei kemarin suami dan anak-anak punya peliharaan baru. Kesel banget sih soalnya saya paling enggak suka binatang peliharaan. Cuma kalok dilarang pun ya tetep dipiara jadi what’s the point ngomel-ngomel. Gak bakal didengerin jugak.

Baca juga : “Tempat Penitipan Kucing untuk Area Bintaro dan Sekitar : Jongos Meong Rempoa’

Berangkat jam 9 an ke Bandung, nyampe sana di jam makan siang. Hari pertama kami berkunjung ke Dago Dream Park. Tapi di dream park ini wahana yang boleh dikunjungi tuh sedikit banget. Males banget dah. Tempatnya cupu. Cuma yah, bingung mau ke mana lagi hehehe.

Ini nyelipin satu foto pas di Dago Dream Park itu (semacam dibuang sayang ya hahahaha, soalnya agak males mau bikin tulisan tentang Dago Dream Park -nya) :

Barulah di hari kedua diniatin ke Lembang Park & Zoo ini. Rekomendasi dari temen juga sih taunya. Tadinya gak tau sama sekali. Anak-anak saya masih seneng ke kebun binatang. Jadi cap cus ajalah.

Lembang Park & Zoo ini tempatnya lumayan luas. Perlu 3 jam penuh keliling keliling, ini pun masih ada area yang “coming soon”.

Kami ke sana hari Senin, tiket masuk hanya 40 ribu rupiah per orang. Weekend 60 ribu rupiah per orang.

Lembang Park zoo

Hari senin menuju Lembang pun muaceeeettttt. Soalnya memang agak mepet jam makan siang. Mayan stres juga di jalan. Anak-anak bete, emaknya ikutan ngomel. Riweuh lah pokoknya hahahaha.

Untunglah setiba di sana, tempatnya kereeeen. Hewan hewannya buanyaaakkk, puas deh. Anak anak saya dari dulu ngefansnya sama reptil. Di Lembang Park Zoo juga ada istana reptil yang isinya binatang unik unik semua 😍.

Baca Juga : “Melva Balemong : Resort Cantik di Kaki Gunung Ungaran Jawa Tengah”

Salah satu highlight pas ke sana itu pas deket kandang singa. Singa harimaunya gede gede dan seger seger, gue takut beneran dong 🤣🤣😭. Padahal ada pintu kaca.

Anak-anak dan suami lagi demen demennya ama kucing, sayangnya “Rumah Kucing”nya lagi tutup.

Di tempat ini juga disediakan kafetaria yang lumayan gede. Nah di samping kafetaria itu ada kandang harimau. Entah gimana konsepnya dah kandang harimau sebelahan ama kantin. Lihat suasana kantin dan harga-harga makanan ada di vlog di link paling atas tuh ya, Gaeeesss :D.

Kalau enggak mau jalan kaki bisa menggunakan kursi listrik atau apa ya itu namanya hahahaha. Semacam kursi terus kita duduk nanti tinggal pencet pencet, kursinya bisa maju mundur sendiri. Saya lupa ngecek fasilitas ini bayar apa gratis. Kayaknya mah bayar ya, cmiiw.

Terus bisa naik kuda juga kalau mau. Sempet anak kedua minta naik kuda tapi abangnya gak mau, maunya jalan terus aja. Ya udah akhirnya terjadi drama ngambek ngambekan :p.

Tempatnya juga menyenangkan karena teduuuuhhh. Banyak pepohonan. Memang daerah Lembang masih lumayan lebih dingin daripada Jakarta dan sekitar. Siang pun gak terasa terlalu panas. Jadi nyaman keliling berjam jam.

Ah ya selain kafetaria gede yang terletak di area depan, di belakang-belakang juga banyak tempat makan. Ada yang menyediakan tempat duduk dan meja, ada juga yang berupa kios kios kecil jualan jajanan yang bisa dibawa-bawa. Sempet jajan kentang goreng gitu gitu sih.

Buat piknik juga menyenangkan. Tamannya bagus bagus. Buat usia lumayan dewasa kayaknya tetap menyenangkan deh ya jalan – jalan ke Lembang Zoo Park ini. Very recommended.

Pokoknya harus ke sana! 😁😁💯👌.

Pocari Sweat Run 2021 : Lari di Mana Aja (Virtual Run)

Life begins at 40 …. and run begins at 41 hahahaha.

Saya mulai belajar lari itu sekitar bulan Maret tahun ini. Gak kepikiran bakal rajin lari soalnya dari dulu kayaknya paling enggak bisa dah kalo disuruh lari :p.

Sebelum lanjuuuut, monggo disimak dulu versi vlognya 😀

Sempet sih rajin lelarian pas masih gadis. Kalau nge gym pasti nyobain treadmill, soalnya alat itu doang yang kayaknya paling familiar ya hahaha. Biasanya setengah jam lari-lari di atas treadmill. Bisa sampai pace 6, kadang sempet pace 5 beberapa menit.

Tapi ya udah gitu doang. Enggak ke mana-mana kemampuannya sampai akhirnya berhenti kerja dan berhenti nge-gym.

Belasan tahun kemudian mulai lari lagi. Dari awalnya lelarian 3 kilo an udah pengap, pace juga mentok 10. Padahal kalau jalan kaki pas di Ireland tuh, pace saya bisa 9,45 loh hahahaha.

Sempet berhenti lari setelah bulan Mei karena kehabisan motivasi. Terus diajakin temen ikutan race Pocari Sweat di bulan Oktober tanggal 24, barulah awal Oktober mulai lari-lari lagi.

Gaya beud, langsung ikutan yang 10K. Baru refresh lari lagi, paksain sampai 10 kilo. Setelah race tadi pagi kok ya kepikiran lucu juga kali ya nyobain marathon. Half marathon aja dulu kapan-kapan, someday next year? :D.

Hampir sama dengan semua hal di dunia ini, paling berat pas lari tuh MULAInya. Di awal-awal, kira-kira 1-2 kilometer pertama, kayaknya adaaaa aja yang berasa sakit hahaha. Tau-tau rasa pengin pipis lah, jempol kok rasanya nganu lah, lutut kok nyeri, napas juga masih dicari-cari iramanya yang pas.

Tapi begitu masuk kilometer ke-3 dan seterusnya sudah mulai nyaman.
Memang ada banyak sekali teknik-teknik berlari bertebaran di youtube. Mulai dari mengatur napas, postur tubuh, melatih pace, bla bla bla blu blu blu.

Tapi yang paling harus dikuasai itu melatih mental sendiri.
Berat banget melawan rasa pengin berhenti lari. Iya kaaan? Melawan pikiran sendiri. Because you can always find a million reasons why you should just stop :

“Ish, udah mau manula kok masih lari-lari aja. Masih banyak kerjaan lain lebih penting! Brenti aja!”

“Ngapain sih capek-capek lari. Pulang gih ngurus anak di rumah!”

“Duh, kayaknya mau pingsan deh ini. Udahan aja kali, ya.”

“Eh, kok kayaknya napas udah mau putus. Yuk, yuk, brenti aja, brenti!”

Perjuangan keras itu nanti terbayar lunas everytime mencapai finish dari jarak tempuh yang dicita-citakan. Setiap kali Garmin ngasih tahu, “Lap 10 sekian-sekian menit”, rasanya puaaasss banget. Bukan karena speed atau jauhnya tapi kebanggaan mengalahkan diri sendirinya itu loh, Gaaaeeesss <3.

Musuh terbesar itu ya diri sendiri :D.

“The real competition is against the little voice inside you that wants to quit.”— George A. Sheehan

Keseruan lari bareng temen-temen BinLoop-Girls tadi pagi nih. Pocari Sweat Run 2021, LARI di MANA AJA. Offlinenya berlangsung di KOta Bandung. Sementara virtual run boleh dari mana saja.

Dengan kecanggihan aplikasi ana unu, sampe pusing harus sinkronisasi aplikasi ini itu (hahaha), virtual run menjadi tren baru di era pandemi ini. Tetep bisa lelarian dalam race kitaaaahhh :D.

Bangun sebelum azan subuh biar bisa ngejar berangkat pagi. Pengin finish sebelum terik. Jadi gelap-gelap udah ribet pemanasan di teras hihihi, pukul 05.15 mulai lari muter-muter di BinLoop.

Finish sekitar jam 06.40, gagal mencapai pace 7 an nih huhuhu. Mentok di pace 8,39. Gak papalah tetap jadi personal best so far.

Ngumpul ama the girls setelah finish, karena kita startnya beda-beda titik dan beda-beda waktu. Somehow nyangkut sebentar haha hihi foto-foto :D. Setelah itu baru pulang dengan paha pegel-pegel :D.

Next, akankah mungkin daku berlari sejauh half marathon. Aminkan saja dulu, yes? Aamiiiiiiiiiinnnn ;).

Wearing Bra, Yay or Nay?

Lagi selowww, bahas BH aaaahhhh 😜😅🙏.

Sebenernya kontroversi menggunakan bra/BH ini bukan sekadar perkara kurang kerjaan ato enggak hehehe. Karena secara kesehatan, isu ini udah rameeeee diperdebatkan sejak kapan tauk 😅.

Persoalan penggunaan bra ini mencuat gegara ada fatwa-fatwaan dari kelompok agama tertentu. Jadi ruameeee dan meledak hahaha. Konon, down-nya IG-FB-WA gegara Om Mark kesel pada bahas bra melulu hahahaha.

Baca Juga : “To Educate A Woman”

Jadi dibahas dari segi medis pun, memang ada kontroversinya sejak dulu ☺️🙏. Secara medis, menggunakan bra yang enggak pas itu bisa punya pengaruh negatif terhadap otot dada dan pundak loh, Girls 🙈.

Justru tidak menggunakan bra secara medis pengaruhnya hampir tidak ada. Mungkin soal kenyamanan dan kebiasaan ajah. Walau ada juga yang mengklaim karena menggunakan bra bisa mencegah ini itu.

Soal SAGGY, kalau ukuran payudara di atas rata-rata itu hukum gravitasi sederhana. But remember jangan asal pakai bra. Karena kalo ukuran enggak pas, seperti diutarakan di awal, efek negatifnya jelas ada 🙏.

Saggy or not dipengaruhi oleh faktor lain. PERUBAHAN TUBUH SAAT HAMIL itu yang paling berefek ternyata.

KEHAMILAN loh ya, BUKAN KARENA MENYUSUI 😁. Jadi kalau sudah pernah hamil, whether you’re breasfeeding or not, tingkat ke-SAGGY-an pasti akan nambah ya buibuk 😆👌.

Baca Juga : “3 Kehamilan di 3 Negara”

Makin sering hamil yah makin besar pengaruhnya. Makanya ada juga yang berusaha mengontrol frekuensi kehamilan untuk mempertahankan bentuk tubuh bagian yang satu ini. Gak salah juga sih karena ternyata memang ada pengaruhnya.

Soal apakah itu etis apa enggak, ya balik lagi, your life your value your choice ;).

AFAIK, menyusui malah hampir gak ada pengaruhnya. Jadi jangan takut menyusui yah Moms ❤️.

Faktor selanjutnya… USIA! Makin berumur ya makin SAGGY 😆😅. Ini sih pengaruh standar untuk hampir semua bagian tubuh.

Baca Juga : “Getting Older? Remember That Change Can Be Beautiful”

Another thing, MEROKOK pun bisa meningkatkan keSAGGYan.

Sebenarnya menggunakan bra will be a little helpful. Tapiiiii, syaratnya memang harus pas. Dan berdasar pengalaman, bra standar yamg bener-bener nyaman biasanya dari brand-brand ternama yang muahaaaalll 🙈🤑.

Kesadaran soal menggunakan bra yang tepat ini kayaknya masih kurang banget. Karena kebiasaan dari kecil mungkin udah gitu, yang penting ketutup, yang penting pakek bra, titik.

Padahal banyak juga bra yang ngasal-ngasal. Cuttingnya enggak pas. Bahannya kualitas kurang baik dst dst.

Bra brand ternama pun kalau bahan utamanya masih seputar kawat-kawat serta bahan karet yang agak keras kalo digunakan kelamaan juga efeknya gak bagus. Makanya banyak saran untuk bra-less kalau lagi tidur malam. Biar bisa napas dikit yak kalau seandainya seharian pakainya bra yang asal ada aja.

Dan sebenernya sudah banyak pihak yang malah menyarankan tidak terlalu perlu pakai bra. Tapi mengubah kebiasaan dan alasan kenyamanan perlu dipertimbangkan.

Misalnya saya nih. Tidur aja susaaaaahhh banget gak pakek bra. Gimana gitu. Risih euy :p. Walau udah bolak balik baca artikel soal pentingnya melepaskan bra sesekali, misalnya saat tidur malam.

Salah satu solusinya mungkin bisa pakai sport bra. Sudah agak lama saya pakainya sport bra doang. Tadinya cuma pas olahraga doang. Tapi sekarang jadi bra sehari hari jugak.

Bra-bra “jadul” sudah saya hempaskan semua hihihi. Pagi ampe malam hanya pakek sport bra aja. Praktis juga sih. Pagi-pagi mau olahraga tinggal cuuussss, gak perlu ganti bra hihihi.

Postur tubuh juga sangat berpengaruh. Badan yang bungkuk, round shoulder, tentu membuat posisi dada lebih ‘turun’. Makanyah, olahraga itu penting bangeeeetttt ☺️.

Baca Juga : “Olahraga di Rumah? Youtube-in Ajah!”

Exercise efeknya ke mana mana, makanya harus jadi kebutuhan. Bukan cuma biar langsing semata.

Cara instan untuk “memperbaiki” bisa juga. Apa sih yang gak bisa dihandle oleh operasi plastik 😜😆.

Jadi jangan buru buru emosi ya, Ladies. Membahas soal penggunaan bra bukan karena kurang kerjaan aja kok 😅😂🙏.

Memang cukup kontroversial sejak lama. Monggo digoogling kalau ingin lebih detail. Lumayan penting untuk dijadikan perhatian bersama. Belum terlambat kalau ingin berubah dan diperbaiki, yes? ;).

Tim bra-yay ato bra-nay, neh? :p