Cara Membuat Ayam Panggang Paprika Mint

Cara Membuat Ayam Panggang Paprika-Mint ini resep jadi-jadian abis gegayaan menerapkan resep-resep ayam panggang ala “bule” hahaha.

Mereka kan masaknya simpel-simpel gitu ya ^^.

Resep Ayam Panggang Paprika Mint

Kalau Resep Cara Membuat Ayam Panggang ala-ala Indonesia agak berat soalnya kalau dimakan enggak pakai nasi :p. Ya kan, kan, kan? *ngelapIler*. Belum lagi bikinnya lebih gimana gitu alias ribet. Normal saja begitu matang bikin perut lapar membabi buta hahaha.

Nah, kalau lihat di tivi atau youtube kadang juga iseng baca-baca cara membuat ayam panggang dari ranah “western world” kok kayaknya lebih praktis. Demikian juga dengan kebab-kebab Timur Tengah. Cuma tabur-tabur bumbu, didiamkan sebentar (marinade) selama setengah jam terus panggang. Voila! Kelar.

Makanya penasaran pengin nyoba juga.

Selain pertimbangan lebih ringkas, waktunya juga lebih hemat, rasanya pun mayan lah ya kalau nyobain makan di restoran Turki di kota sini. Ya di Ireland apalagi kota kecil agak jarang-jarang resto halal hehe. Kalau suntuk ya makannya di situ lagi, di situ lagi, hehehe.

Masakan model begini juga anggap saja lebih sehat, yes? ;). Penggunaan minyak minim tanpa digoreng pula. Palingan pakai percikan atau lumuran minyak zaitun tipis-tipis, sih. 

Semasa di Jeddah sebenarnya sering juga nyobain kebab-kebab ala Tim Teng. Mau Turki ada, khas Arab apalagi, ala-ala non Saudi juga macam-macam. Ya begitulah, di Jeddah serba murce dan segala terjangkau baik jarak biaya dan waktu, jadi malas mau bikin-bikin sendiri :p. 

Ternyata, bikin menu gini-ginian jauh lebih mudah ketimbang resep cara membuat ayam panggang khas tanah air ;). Etapi ini asumsi saya ya. Saya memang enggak hobi masak sih? Lah ya terus kenapa bikin blog resep? Ya buat kenang-kenangaaaaaaaaaaan ^_^, plus ngejar SEO dan adsense! Hahaha :p.

Mumpung rajin masak, terus banyak aplikasi photo editor gratisan, enggak susah mau motret sendiri terus pasang di blog hihihi.

Balik ke topik Cara Membuat Ayam Panggang Paprika-Mint :D. 

Ini resep ala-ala saya saja ya. Karena saat itu lagi kelebihan bahan-bahan seperti paprika dan daun mint. Kalau orang bule sendiri sih, apa saja bisa dicemplungin. Daun Rosemary, daun basil dll, bisa dituangin semua.

Tapi karena bubuk Paprika yang dibawain suami dari Hungaria (mbok ya oleh-olehnya tas apa sepatu gitu lho Bang *nangis*) belum habis juga dan stok daun mint yang sudah dicincang juga masih banyak, jadi saya gunakan 2 bahan ini sebagai ingredient utama.

Hasilnya? Ya masa mau bilang masakan sendiri enggak enak sih? #eaaaaa :p.

(Baca Juga : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali)

Kenalan pertama kali dengan Daun Mint itu juga di Jeddah. Ternyata, ada ya beneran dalam bentuk daun dan rasanya benar-benar aroma mint. Norak lu! Embeeeer :p.

Jadi ingat pas naik haji, teman satu tenda ada yang kena flu. Terus saya dimintai tolong untuk mengambil daun mint yang dititipkan dari suaminya. Tenda laki dan perempuan kan dipisah. 

Setelah mengambilkan, si mbak-nya (asal Mesir) juga memberikan sedikit daunnya buat saya. Segar katanya kalau diminum pakai teh :). 

Engga ada pahit-pahitnya sama sekali. Seger beneran lho ^_^. 

Cara Membuat Ayam Panggang Paprika-Mint

Bahan :

  • 300 gr ayam fillet, potong seukuran yang diinginkan, cuci bersih
  • Jeruk nipis perasan
  • Garam secukupnya 
  • 1 sdt bawang putih bubuk
  • 1 sdt merica bubuk
  • 2 sdt bubuk paprika merah
  • 1-2 sdt daun mint, sesuai selera saja.  dalam bentuk setengah bubuk sudah dicincang halus). Di sini ada yang jual dalam bentuk botolan.
  • 1 sdm minyak zaitun 
 Cara Membuat Ayam Panggang

Cara Membuat : 

  • Lumuri ayam dengan jeruk nipis perasa + garam + merica + bubuk bawang putih. Aduk rata. Diamkan  minimal setengah jam sampai bumbu meresap.
  • Panaskan oven di suhu 180-200 dercel celcius.
  • Taruh potongan ayam dalam loyang datar. Saya lapisi dengan aluminium foil.
  • Beri taburan paprika merah dan daun mint serta minyak zaitun, aduk rata. Bintik-bintik gelapnya (hijau tua) dari daun mint. 
  • Setelah oven panas, masukkan loyang. Panggang sekitar 7-10 menit. 
  • Keluarkan sebentar lalu balik ayamnya. Masukkan lagi. Panggang lagi sekitar 5-8 menit. 
  • Beres deh. Segera hidangkan dengan potongan sayuran segar. 

Buat yang Food Combining, ingat-ingat lagi yaaaaa, kombinasi protein hewani dan karbohidrat itu BUKAN kombinasi serasi ;). Jadi Resep Ayam Panggang Paprika-Mint ini seharusnya disantap dengan segabruk-gabruk sayuran segar hehehe.

 Cara Membuat Ayam Panggang

Tapi jangan terlalu lebai mengkonsumsi protein hewaninya. Protein hewani merupakan salah satu jenis makanan yang sangat memberatkan sistem pencernaan. Untuk protein hewani, ikan adalah pilihan yang paling pas.

Takut kekurangan protein? Protein juga terdapat di protein nabati seperti tahu dan tempe ;). Tidak sedikit pula jenis sayuran yang juga mengandung protein. Walau tidak setinggi kadar protein hewani. Sayangnya, protein hewani ini sisi negatifnya tidak sedikit untuk sistem cerna kita.

Lagian kita jelas bukan carnivora kaaaaaaan :D. 

Btw, dari resep ini, hasil akhir terlihat daging ayam berbintik gelap kemerah-merahan. Rasanya sih sama sekali tidak pedas soalnya menggunakan bubuk paprika doang :D. Kalau pakai bubuk cabe, bisa pingsan duluan anak saya yang nomor 2 hahahaha :p.

Selamat mencoba ;). 

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak yang Pedas dan Enak

Resep Cara Membuat Tahu Kuah Pecak untuk menambah variasi protein non hewani nih. Cocok buat yang menjalankan pola makan Food Combining.

Baca juga : Cara Membuat Tahu Bumbu Bali

Soalnya buat lidah Indonesia kita, protein non hewani paling gampang itu ya kalau enggak tahu ya tempe :p. Tapi makannya jangan sampai lebay gitu, ya.

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak

Aturan sederhana, apa pun yang berlebihan ya pasti enggak bagus :D. Selang seling sama jamur-jamuran juga. Katanya sih, jamur juga tergolong sumber protein non hewani (y).

Resep Tahu Kuah Pecak adaptasi dari Resep Ikan Kuah Pecak dari blognya Mbak Endang yang hits itu. Eh, pada ngeh gak siapa Mbak Endang? Hehehe. Tapi kalau brand “Just Try and Taste” pada tahu dong, ya :p.

Nah Kuah Pecaknya mirip sama resep dari Mbak Endang. Ya paling menyesuaikan dikit dengan seada-adanya bumbu di sini.

Yang penting terasinya harus ekstra hihihi. Wah, sungkem dulu sama tetangga kalau ada bau aneh-aneh ya :p.

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak

Bahan :

  • 500 gr tahu putih, potong-potong kotak atau sesuai selera. Direndam dengan sedikit air, garam + gula secukupnya, lada bubuk, bawang putih (dihaluskan atau yang dalam bentuk bubuk). Sisihkan.

Bahan Pecak (bumbu tidak perlu ditumbuk terlalu halus) :

  • 4 buah cabe merah besar 
  • 2 cabe rawit
  • 8 siung bawang merah, kalau saya pakai  bombay sih hehehe. Untuk bombay ukuran besar (sekepal tangan orang dewasa), pakai setengahnya saja.
  • 5 siung bawang putih
  • 2 ruas jahe
  • 2 sereh
  • 1/4 sdt kunyit bubuk
  • 1 sdm terasi bakar, atau 1.5 sdt terasi bakar

Bahan Pecak lainnya :

  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 3 lembar daun salam
  • 1 gelas belimbing air matang, sekitar 200 cc atau disesuaikan dengan tingkat kekentalan yang diinginkan.
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • Garam secukupnya
  • 1 sdm gula merah, disisir 
  • 2 sdm air asam jawa
  • 1 buah tomat diiris tipis
  • Minyak secukupnya untuk menumis
  • Kaldu bubuk secukupnya kalau mau. Ini dari resep aslinya pakai kaldu tapi sebenarnya enggak terlalu perlu sih. Tanpa penguat rasa juga sudah enak banget. Terasi gitu lho hihihihi :p. 

Cara Membuat :

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak

  • Goreng tahu yang sudah dibumbui dan didiamkan tadi. Sisihkan.
  • Tumis bumbu halus + lengkuas + daun jeruk + daun salam hingga harum.
  • Tambahkan air matang dan rebus sampai mendidih.
  • Masukkan merica, gula merah, air asam jawa, dan garam. Aduk rata. Masak sampai kuah mengental.
  • Tambahkan irisan tomat, aduk sebentar. Matikan api.
  • Tuangkan kuah pecak ke atas potongan-potongan tahu. Atau bisa juga tahu-tahunya yang dicemplungin yang ke kuah pecaknya lalu diaduk sampai tercampur rata bumbunya. 

Selesai, deh! ^_^

Relatif gampang lah ya. Karena tinggal tumis dan cemplung-cemplungin. Karena porsi terasinya agak banyak, buat yang doyan terasi (kayak saya! Hahaha) pasti makannya sampai nambah-nambah.

Bukan hanya Tahu yang bisa dibikin Kuah Pecak. Tempe juga bisa. Ayam kek atau apalah hihi. Tapi kalau tempe saya kurang doyan, kenapa ya. Kurang pas aja gitu.

Anak saya yang sulung tentu doyan hasil dari Resep Cara Membuat Tahu Kuah Pecak ini. Dese kan emang pedes-pedes mania. Yang nomor 2 ya so-so lah. Makannya sambil bete gitu hahaha.

Suami ya jangan ditanya hihihi. Pedes doyan sama terasi juga enggak anti :D. Ya pokoknya seisi rumah hepi lah *tepukTangan*.

Btw, tempo hari juga sempat masak Nasi Liwet. Pas lah disantap bareng dengan Tahu Kuah Pecak nya hehe. Nasi Liwetnya isinya enggak macam-macam kok. Hanya teri-terian seadanya saja.

Dulu saya sempat sotoy ngotot kalau Nasi Liwet harus ada santannya hahaha *getokKepalaSendiri* :p. Ternyata nasi liwet ya enggak pakai santan kayak nasi uduk. Tapi hasilnya enak jugaaaaaa ^_^.

Kapan-kapan share resepnya di sini juga, ya. Kalau resep lebih komplit ada di blog khusus dapur saya di Dapur Davincka :D. Monggo main-main ke sana juga ;).

Resep Nasi Liwet Ikan Teri -nya bisa diintip dimari. 

Resep Tahu Kuah Pecak

Selamat tahun baru ya, teman-teman semua.

Semoga di 2017 ini ada semangat baru, cita-cita baru yang enggak bakal bosan kita mengejarnya biar enggak mentok sampai sebatas mimpi saja ;).

Sambil mikirin resolusi tahun baru ya dipraktik -in Cara Membuat Tahu Kuah Pecak nya di rumah masing-masing. Emang apa hubungannya? Ya enggak ada sih hahaha.

Happy New Year, Everyone! ^_^

Resep Terong Balado tanpa digoreng

Resep Terong diCabein (Terong Balado) Tanpa Digoreng

Resep Terong dicabein alias Terong Balado (Tanpa Digoreng nih ceritanya) nunjukin betapa ribetnya kita untuk benar-benar move on dari bangsa goreng-gorengan hihi. Iya sih, terongnya enggak digoreng, tapi sambalnya tetap ditumis hihihi.

Bisa sih sambal katanya hanya direbus pakai air tanpa minyak. Tapi gimana gitu ya hahaha #belumIkhlas :p. 

 Resep Terong Balado tanpa digoreng

Tetap ngotot pengin makan yang pedes tapi tetap endes-endes, jadilah Terong Baladonya dimodifikasi dikit. Walau tetap judulnya terong dicabein, masih harus berurusan dengan minyak-minyak an :(.

Terong Balado ini idola saya dan suami. Ya kita berdua berdua memang hobi yang pedas-pedas. Mana-mana aja dibalado, deh, hahaha. Mulai dari telur, tempe, tahu, segala daging hewan, kacang-kacangan dan seterusnya :D.

Baca juga : Resep Gulai Tahu

Atau variasi masakan yang dicabein juga bisa menggunakan bumbu bali yang khas aroma terasinya itu ;). Misalnya : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali dan Resep Tahu Bumbu Bali :D.


Kebiasaan sehari-hari saya dan keluarga, termasuk anak-anak ;), adalah mengkonsumsi sayur dalam kondisi segar. Sayurnya hanya dicuci bersih dan dipotong-potong dan langsung cemplungin ke piring kemudian hap-hap-hap. Praktis, kan?

Lebih sehat tentunya ;).


Konsumsi sayuran dalam kondisi segar memungkinkan kita memperoleh manfaat gizi sayur seoptimal mungkin. Baik enzim, vitamin maupun mineralnya. Karena konon kalau sudah dipanaskan dalam suhu tertentu dalam waktu yang lama pula, banyak enzim dan zat gizi lainnya yang akan “hilang” :(. Sayang, euy ;).


Selain bisa optimal mendapatkan zat gizi terkandung, konsumsi sayuran dalam kondisi segar juga menghemat waktu  banget. Hemat tenaga, terus hemat listrik/gas dan ujung-ujungnya ya hemat duit lah yaow :p. Emak-emak mana suaranya hahaha :p.


Tapi ya balik lagi, untuk masakan terong nih, sudah terbiasa banget makan terong bareng sambelnya. Apalah arti hidup ini kalau harus makan terong tanpa dibalado? #eaaaa :p.


Ah ya, soal nama bulenya si terong ini. Ternyata, istilahnya bisa beda-beda juga, lho.

Di wilayah Eropa sini terong (yang biasanya berkulit ungu itu) dikenal dengan nama Aubergine. Sementara sebelumnya saya tahunya terong itu Eggplant :D.
Penampakan juga lumayan berbeda.


Di Irlandia sini, aubergine-nya semok-semok hehehe. Kalau di Indonesia kan memanjang dan langsing gitu ya. Gini kira-kira penampakan terong gendut itu hehe :

Resep terong dicabein
Gambar : whitmuirtheorganicplac.co.uk

Beda kan yaaaaaaa hehehe.

Untuk sambal baladonya ya terserah saja kalian terbiasanya pakai  bumbu apa. Yang dipake sehari-hari saja. Saya sendiri kadang pakai terasi kadang juga enggak.

 

Terong dicabein : Resep Terong Balado (Tanpa Digoreng)

Bahan :

  • 1 buah terong, potong-potong sesuai keinginan. Cuci bersih. 
  • 4-6 buah cabe merah besar. Di sini enggak ada cabe merah keriting. Sebenarnya enakan pakai cabe merah keriting kali, ya.
  • 1/2 butir bawang bombay. Biasanya sih bawang merah hehe. Tapi di sini adanya bombay. Enak juga ^_^.
  • 1 buah tomat, cincang kasar
  • 1 sendok makan air asam jawa
  • 1/4 sdt terasi
  • Garam gula secukupnya
  • 1-2 sdm minyak goreng untuk menumis



Cara Membuat :

  • Rendam potongan terong dalam air garam maksimal 1 menit lah ya. Tiriskan.
  • Haluskan cabe merah + bawang bombay + terasi
  • Tumis bumbu halus sampai wangi
  • Masukkan tomat + air asam jawa. Aduk rata. 
  • Masukkan garam dan gula. Aduk lagi. Koreksi rata
  • Kalau rasanya sudah oke, masukkan potongan terong. 
  • Aduk-aduk potongan terong sampai bumbu tercampur merata.
  • Selesai deh, matikan kompor ;).


Kalau saya paling doyan makan terong baladonya dengan masakan tempe atau tahu plus nasi panas dong tentunya. Satu lagi, dengan beberapa sayuran segar tambahan. Kalau terong doang kurang aja gitu rasanya hehehe.

Sebaiknya memang mengkonsumsi beberapa jenis sayur berbeda tiap satu kali waktu makan :).

 



Biasanya ditambahkan sayuran segar lainnya seperti potongan timun + tomat :D. Etapi di fotonya si tomat belum sempat ditambahkan. Sesuai selera masing-masing saja, ya. Sayuran kan banyak ragamnya. Usahakan mengkonsumsi ragam jenis variasi sayuran di waktu makan berbeda-beda ;).

Resep Terong Balado tanpa digoreng terong dicabein


Buat yang ngikutin pola makan ala Food Combining, kalau terongnya mau dimakan pakai protein hewani (ikan, ayam, sapi dll), nasi putihnya digeser dulu yaaaaaaa :D.


Dalam pola makan Food Combining, sebaiknya tidak mencampur karbohidrat dengan protein hewani. 


Rasanya tetap enak kok. Lebih juicy malah kalau menurut saya. Kalau digoreng terongnya malah jadi letoy gitu gak sih? Udah gak jelas lagi apanya yang mau dimakan hehehe.


Daripada dibayang-bayangin, praktik-in sendiri aja si terong dicabein atau Resep Terong Balado Tanpa Digoreng -nya, yes? ;). 

Di channel youtube saya juga ada beberapa vlog resep ya misalnya nih empal daging sapi. Bikinnya mudah dan empuuuukkk.

Resep Gulai Tahu

Resep Gulai Tahu yang Gurih dan Enak

Resep Gulai Tahu : “Kenapa malah rajin beli tahu-tempe kalau harga daging malah lebih murah? Bengngo pa…” Bengngo pa, bahasa Bugis, yang artinya kira-kira, “bego amat” hahaha :p.

Ini yang ngomong Mama saya tempo hari pas diutus nemenin saya lahiran di sini. Sebulan lebih di sini, Mama jadi tahu pola makan saya sekeluarga. Kata “bego amat” itu jangan dibikin baper yaaaa :D. Mama saya kan dibesarkan di kampung dan puluhan tahun menghabiskan hidup di Sulawesi Selatan.

Kami, orang Sulsel, memang kurang familiar dengan makanan tahu-tempe ini hehe. Orang Sulawesi mah makannya ikan dan aneka seafood lainnya :D. Sesekali makan daging ayam atau daging sapi/kambing. Kami di Sulawesi isunya memang bukan soal makanan, kok ;). Makanan sih insya Allah tercukupi banget.

Mungkin boleh dibaca di sini soal apa sebenarnya dilema Orang Indonesia Timur :D.

Back to urusan tahu tempe.

Yes, harga tahu dan tempe di Irlandia sudah pasti mahal karena jarang dan impor pula. Mungkin karena demand kurang wajar kalau produksi tidak digenjot. Harga ikan juga mahal. Yang murah ya daging ayam atau daging sapi/kambing.

Resep Gulai Tahu
Gulai Tahu

Saya saja, yang beli dagingnya so pasti di Toko Daging Halal ;), harga daging sapinya paling cuma 8-9 euro per kg. Kalau beli di daging non halal bisa lebih murah lagi :D. Ayam lebih sadis. Satu ekor ukuran kecil cuma 3.5 euro saja. Itu juga ukurannya udah gede menurut saya hehe.

Kalau beli di supermarket lokal, sayang enggak ada daging halalnya huhuhu, saya pernah lihat kalkun segede gaban harganya cuma 4 euro!

Tetap saja, saya tetap lebih prefer ikan-tahu-tempe. Suami dulu suka cemberut tapi masalahnya dia yang punya masalah dengan kolesterol jadi harusnya dia dong yang kudu sadar diri ;).

Baca Juga : Resep Tahu Bumbu Bali

Akhirnya manut, saya minta beliin ikan dan tahu dia gak ngeyel lagi hahaha. Kalau tempe  memang berat, karena di kota kami tidak ada. Adanya di Dublin atau Galway. Ya kali mau nyetir 1-2 jam buat beli tempe doang hahaha :p.

Kalau Tahu banyaaaaak di sini. Di Toko Asia bisa didapatkan dengan mudah, di supermarket dekat rumah saya juga stoknya selalu ada ;).

Saya sih tidak akan mengkompromikan urusan kesehatan dengan uang :). Kita toh sepakat bahwa kesehatan adalah salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Anggap saja investasi sejak dini ;). Uang bisa dicari, kalau jantung bermasalah, organ tubuh kena penyakit, mau dibeli pakai apa? Ganti pakai baterai bisa? :p.

Cuma untuk Mama yang sudah tua ya mau bilang apa. Orang tua kan sudah sulit kita ubah persepsinya. Mama memang kalau makan minimal pakai telur hehe. Pokoknya harus ada protein hewani :D. Kalau enggak ada kesannya gimanaaaaa gitu :D.  Ya udah, yang penting sudah usaha mengubah pola makan pas di sini. Sisanya cukup doanya saja buat kesehatan orang tua ya :).

 

Insya Allah sehat terus ya Mamaku sayang <3. Moga-moga tetap rajin makan buah dan sayuran segar hasil doktrin di sini selama hampir 2 bulan hihihi. Aamiin.

Terkait dengan polemik harga sapi yang melambung. Ya tiap bulan puasa memang harganya pasti gitu ya. Cuma tahun ini, Pak Presiden kakehan ngomong pakai target kalau daging sapi tidak bakal naik harganya hahaha. Yaela Pak, cebong garis keras pun cuma bisa pasrah dikau menjadi sasaran bully para hater karena blunder itu :p.

Semua juga tahu, pas bulan Ramadan, permintaan daging sapi ya so pasti melejit. Harga makin naik, omelan makin panjang, ya tetap saja pada ngantri di tukang daging :p.

Hukum ekonomi sederhana lah ya, demand naik ya harga pasti nukik ;). Kecuali pasokan banyak. Tapi menjaga pasokan ya pasti harus digempur pakai daging impor karena demand memang tinggi banget, produksi lokal tidak akan bisa mengatasi :).

Tapi, tapi, tapi kalau impor besar-besaran ya jadi bahan cemooh hater juga hahaha. Jadi, sabar ya Pakde :p. Keep doing your best ^_^. Ini saja keran impor akhirnya dibuka sudah mulai sinis. Maju kena mundur kena.

Pakde, tetap semangaaaaaaaat *nariHulaHulaCebong*

Sebenarnya sederhana, harga daging sapi naik ya jangan beli daging :p. Bulan puasa pula, harusnya asupan makanan dikurangi. Tapi ya begitulah :D. Tradisi sejak dulu, susah mengubahnya.

Sudah tahu sebenarnya di usia makin tua konsumsi daging hewani sudah kudu dikurangi, apalagi daging merah tuh ya. Tapi apa mau dikata. Walau sistem pencernaan jerit-jerit dihajar protein hewani melulu, urusan lidah tetap menang :D.

Pernah suami saya ngomel, “Ya aku kan sudah biasa makan masakan padang dari kecil. Ya namanya masakan padang ya gulai-gulaian atau rendang. Bumbunya itu lhoooo, sedep banget.”

Ya jangan ribet. Saya bikinkan saja Gulai Tahu ^_^. Tempe juga bisa digulai hihihi. Tempe direndang juga enak lho ;). Tahu belum pernah saya rendang :D.

Ini dia Resep Gulai Tahu -nya ;). Benar-benar adaptasi dari gulai hewan-hewanan hihihi.

Resep Gulai Tahu

Bahan utama :
400 gr tahu. Dipotong sesuai selera lalu dikukus. Tekstur tahu di sini kalau dikukus malah jadi lebih “kokoh” lho. Sama gak ya dengan tahu di tanah air? Kalau digoreng ya bisa juga. Tapi sebaiknya jangan lah. Sudahlah digulai, digoreng pulak. Dobel dah dosanya hahaha :p.
Resep Gulai Tahu
Bahan dihaluskan :
  • 2 buah cabe merah  besar
  • 6 siung bawang merah. Kalau pakai yang besar-besar atau bombay disesuaikan ya takarannya.
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sdt kunyit bubuk
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1/4 sdt Jintan bubuk. Ini  kira-kira sih ya, kayaknya pakai lebih sedikit. Jintan ini perlunya buat aromanya itu lho :D.
  • 1 cm jahe
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1/2 sdt merica bubuk
Bahan pelengkap :
  • 1/2 sdt lengkuas bubuk
  • 1 batang sereh, geprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • Gula merah secukupnya
  • Air asam jawa
  • 500 ml santan, pakai yang encer saja
  • Garam secukupnya
Cara Membuat :
  • Tumis bumbu halus bersama lengkuas, sereh, daun jeruk.
  • Masukkan tahu goreng/tahu kukus. Aduk sebentar hingga bumbu tercampur rata.
  • Masukkan santan dan sisa bumbu lain. Didihkan. Kalau dirasa kurang tambahkan air atau santan encer lagi secukupnya.
  • Koreksi rasa. Siap dihidangkan ^_^.

Soal rasa ya pasti bedalah Resep Gulai Tahu ini dengan Gulai Ayam atau Gulai Kambing hahaha. Tapi tetap enak lho menurut saya. Lumayan kan buat variasi masakan tahu.

Baca : Resep Semur Tahu Kacang Merah

Silakan dinikmati Resep Gulai Tahu -nya dengan sepiring nasi putih plus … sayuran segar pastinyaaaaaa hehehe. Makan pakai potongan timur + tahu segar juga mantap banget tuh ;).

Yang masih peer tuh gimana cara bikin Sup Tahu yang enak, ya. Yang dari tofu itu lho. Saya pernah makan, tepatnya ditraktir hahahaha, di sebuah rumah makan oriental gitu. Menunya Sup Tofu begitu-begitu deh. Menurut saya sih enggak enak hahaha. Harganya booo, kalau gak salah di atas 50 ribu satu mangkok isinya buat makan sendiri aja kali. Untung ditraktir ya :p.

Ya next time dicari-cari deh ramuan yang pas-nya. Atau mungkin lidah saya yang tidak terbiasa ya dengan tofu. Sukanya Tahu Bandung dan tahu-tahu khas Indonesia lainnya. Lidah kampong! -_-. Semoga Resep Gulai Tahu nya bisa jadi alternatif buat masak-masak di dapur ya ^_^.

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi

Susu Hewan dalam Pola Makan Food Combining

Manfaat susu vs pola makan food combining ini memang agak-agak terjal :p. Nah, tempo hari melihat video soal peternakan sapi di Selandia Baru. Baru ingat mau bahasnya sekarang hihihihi :p. Telat aje.

Soal susu sapi. Dalam pola makan FC yang saya tahu, susu sapi sebenarnya tidak dilarang penuh untuk dikonsumsi. Saya juga bingung kenapa ada yang segitu bencinya sama susu sapi hehehe.

apakah ada manfaat susu hewan dalam food combining
Sapi di Swiss :D, pics by : Dani Rosyadi

Alasan mengapa susu sapi (dan semua turunannya) tidak dianggap ideal karena kandungannya yang menempatkan karbohidrat dan protein yang hampir sama tingginya. Sementara dalam Food Combining kan makanan ideal bagi sistem cerna tubuh kita adalah yang mengandung dominan dari SALAH SATU unsur utama (karbohidrat. lemak, atau protein).

 

Kok gitu? Karena katanya lagi (based on FC’s theory ya, kalau gak setuju jangan bully ya Kaaaaaa :p), enzim pengolah karbohidrat dan enzim pengolah protein hewani sistem kerjanya saling bertolak belakang ;).

Karena ituuuu, karbohidrat tidak boleh dikonsumsi barengan dengan protein hewani ;). Nah, pahami teorinya ya jangan asal latah. Entar ujug-ujug nanya, “Ayam kan enggak boleh sama nasi. Tapi kalau ikan atau telur boleh gak makan pakai nasi?” –> kan kelihatan enggak paham teori hehehe. Amal tanpa ilmu kan katanya gimanaaaaa gitu :p.

Dulu saya pernah diterangkan sama bidan bahwa ASI itu beda karena kandungan karbohidratnya yang tinggi ^_^. Kandungan lainnya minoritas.

Ah, selama ini aman-aman saja tuh makan dicampur-campur? :D. Tentu tubuh kita punya toleransi dan tidak ujug-ujug ngadat. Masalahnya … sampai kapan tubuh kita kuat bertahan? ^_^.

Sementara di era terkini, susu sapi lama-lama jadi makanan level dewa. Hayo ngaku, ibu-ibu yang sering bepikiran, “Ah, biarin makannya susah yang penting minum susunya lancar!” Don’t worry, saya juga dulu gitu hahahahahaha.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Bodohnya saya -_-. Sampai eike sendok-sendokin tuh susu ke mulut anak huhuhu *tutupMuka*. Makan anak susah? Bukannya cari solusi, saya malah lari ke susu *tutupMukaMakinDalem*. Sekarang? Iya sih yang sulung makannya belum yang rakus. Tapi alhamdulillah sejak saya kampanye HARUS MAKAN SAYUR (SEGAR tanpa diolah :D) buat suami dan anak-anak, nafsu makan mereka makin meningkat.

Memang unik. Sayur (katanya) dibenci anak-anak. Padahal di sayuran hijaulah banyak terdapat zat besi yang justru memicu nafsu makan anak. Tapi of course, kita kemakan iklan, bahwa SUSU lah dewa penyelamat bagi anak-anak yangn susah makan hihihihi :p.

Kayaknya, kalau enggak minum susu, perkembangan anak pasti kenapa-kenapa. Anjurannya pun, minimal 2x sehari. Enggak cuma bayi. Voila! Orang dewasa pun segala susu lengkap tersedia! Susu hamil lah, susu tulang lah, susu kanker lah, susu anu lah … pokoknya komplit.

Terus kenapa pada bingung nonton video kenapa bayi-bayi sapi ditangkap dan dipaksa berpisah dengan induknya? Ya itu karena susu induknya diburu-buru sama kalian bukan? Hahahaha :p.

manfaat susu tidak begitu pengaruh dalam food combining
Gambar : merdeka.com

Konsumsi susu hewan terutama sapi makin ke sini makin menjadi kebutuhan utama. Harus diminum tiap hari. Harus rutin. Alasannya … butuh kalsium tinggi. Pada punya google kan, coba cari tahu sendiri, kalsium itu adanya di bahan makanan mana saja? Banyaaaak sekali jenis sayuran yang ternyata mengandung kalsium yang tinggi ;).

Ada sayuran yang dihasilkan tumbuhan yang mungkin lebih banyak positifnya ketimbang kalian berkompetisi dengan anak sapi memperebutkan susu ibunya? :p.

Of course, minum susu sapi sih boleh-boleh saja. Tapi apa mesti tiap hari gitu? :D. Ingat ya, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.

Kalau kalian menuduh pola makan FC mendewa-dewakan sayur dan buah. Jangan lupa ya Kakaaaaa, JENIS BUAH DAN SAYUR itu banyaaaaaaakkkkk sekali ^_^. Dan FC menyarankan kalian MENGKONSUMSI sebanyak mungkin variasi buah dan sayur. Bukannya malah lebih banyak membunuh hewan dan memeras susu mereka buat makan sehari-hari kita :).

Ingat ya, dalam ekosistem, fungsi MANUSIA adalah PENGATUR dan PENGONTROL bagaimana agar keseimbangan alam tetap terjaga. Bukannya malah bersikap egois dan mengeksploitasi ekosistem HANYA untuk kepentingan kita :).

Oksigen sudah dikasih gratis sama Tuhan. Tahu tidak sih penghasil oksigen itu justru tumbuh-tumbuhan bukan ayam, sapi atau kambing, lho :p.

Buat yang muslim, familiar dengan hadis “Segala penyakit berasal dari perut”. For info, katanya hadis itu sahih lho ;).

Jangan lebay mengkonsumsi satu jenis species tertentu ;). Jangan berlebihan. Dan kombinasi tata cara makan ala Food Combining menurut saya sangat membantu kita untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan APA PUN. Ingat ya, buah-buahan dan sayur-sayuran itu BUKAN species. Spesies tuh misalnya : tomat bulat, wortel, timun, apel, jambu air, dsb. Nah, makan itu semua tiap hari sevariatif mungkin yang kalian bisa ^_^.

Protein hewani buat kita yang sudah berumur ini sebaiknya dibatasi :).

Susu sapinya makanan rekreasi saja :p *pelukBayiSapi*. I feel you, Babies *hormonIbuMenyusui* :’) .