Ciri Ciri Hamil Anak Laki Laki : Mitos atau Fakta? Pengalaman Membuktikan …

Postingan ciri ciri hamil anak laki laki ini dibuat berdasarkan pengalaman 3x melahirkan dan ternyata … lakik semua! Hahahaha. Uniknya, pas 3 kali hamil itu memang tanda-tanda hamil yang saya alami ya sama gitu.

Ciri ciri hamil anak laki laki

Hampir tidak ada perbedaan yang signifikan. Mual parah saat hamil muda IYA, perut cenderung condong ke depan IYA, wajah mulus gak pernah jerawatan sebiji pun IYA. Malah kebalik dengan mitos kalo hamil anak laki-laki wajah ibunya biasanya bruntusan hehehe.

Padahal pas hamil rada males pakek skincare. Bawaan hormon dan ya gitu … males aja :p. ALhamdulillah kulit kok ya aman sentosa pas hamil tiga-tiganya ituh ^_^. read more

Tips Mudah Bersalin : Melahirkan Normal Lancar Tanpa Menjerit Hehehe

Sebelum membahas Tips Mudah Bersalin ala persalinan normal ini, so that you know ini tidak berarti melahirkan via SC lebih buruk ya. Entah juga kenapa namanya persalinan normal kalau Vaginal-Birth ini hehehe. Kesannya kalau lahiran SC tidak normal? Nope, tidak begitu ya :).

Karena sudah melewati masa persalinan normal 3x dari 3 kehamilan saya, makanya saya lumayan pede bagi tips-tips sikit nih Gaeeesss hehehe.

Versi vlognya ada di sini ya :

Yok kita lanjutin lagi versi blognya hehe.

Soal apakah persalinan spontan (Vaginal Birth) vs persalinan via SC yang lebih baik, silakan berdiskusi dengan dokter kandungan/bidang masing-masing ^_^. read more

Perbedaan Antara Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli Menjelang Kelahiran

Terkait ciri2 akan melahirkan tuh tidak sedikit yang penasaran terhadap perbedaan antara kontraksi palsu dan kontraksi asli menjelang kelahiran terutama saat kehamilan pertama. Kan, kan, kan? Hehehe. Dari 3x hamil, pas hamil pertama memang yang paling jungkir balik. Ya namanya juga kehamilan pertama, ya :D.

Topik ini sebenarnya sudah pernah dibahas di tulisan lama, “Kontraksi Palsu di Kehamilan Trimester Ketiga”. Tapi gara-gara postingan itu, jadi banyak ditanya-tanya secara japri soal ini. Duile, kayak saya yang udah beranak ratusan kali aja :p. Berasa dokter kandungan ya, Ceu? hahaha.

Kontraksi palsu vs kontraksi asli perbedaannya ada di frekuensi, durasi, dan tingkat rasa sakitnya. Tapi wajar dong kalau hamil pertama masih bingung. Kan belum pernah merasakan kontraksi asli maupun palsu. Jadi pasti deh bawaannya googling mulu :p.
Baca juga :
Depresi Pasca Melahirkan, Apa dan Bagaimana?
Mengatasi Baby Blues Pasca Melahirkan
Tanda Kontraksi Palsu Hamil Tua
It’s oke ya ^_^. Masa googling aja kena judge sih? ;). Enggak apa-apa kan belajar dari pengalaman ibu-ibu yang lain. Karena kadang, teori tuh suka beda dengan praktik di lapangan. Sering juga membaca pengalaman lain bikin kita lebih siap. Walau harus diakui, ada juga pengalaman ibu-ibu lain yang justru bikin kita keder.

Btw, kenapa sih harus ada kontraksi-kontraksi palsu endebre-endebre begini? Duh hare geneee ya masih bahas KW-KW an. Jangan salah lho, kontraksi palsu justru ada for our own good ;).

ciri2 akan melahirkan
Gambar : thestorkmagazine.com

Kontraksi palsu saat jelang proses kelahiran bisa dianggap sebagai “latihan” untuk menghadapi kontraksi beneran nanti. Kontraksi asli pada dasarnya memang sakit. Sakitnya bisa dijabarkan secara ilmiah kok. Dan bukan berarti kita tidak bisa menahannya. Karena rata-rata tidak kuat sakit itu katanya lebih banyak ke beban psikologis. Komplikasi beda cerita lagi lho ya ;).

Untuk menghadapi kontraksi asli sendiri sudah banyak pilihan yang ditawarkan secara medis. Bisa pakai epidural, ILA, dsb. Tapi ingat, pastikan untuk menanyakan secara komplit kepada bidan/dokter/perawat mengenai resiko penggunaan masing-masing alat bantu ini.

Enggak usah gengsi minta epidural atau ILA kalau enggak kuat mah hehehe. Saya sendiri, 3x melahirkan, memilih cara normal spontan tanpa bantuan, karena memang sikonnya cocok dan dokter/bidan mengizinkan :).

Kalau kita mendadak kontraksi tanpa ada “peringatan” apa-apa sebelumnya kan bisa panik gitu ya hahaha. Tidak ada persiapan. Tidak kebayang rasanya kayak apa. Nah, kontraksi palsu yang mulai rutin menghampiri saat jelang kelahiran membantu kita untuk “membiasakan diri”, syukur-syukur melatih mental.

Uniknya, walau sudah merasakan di kehamilan pertama, pas hamil kedua pun saya tetap deg-degan sih hehehe. Tapi karena sudah ada pengalaman, tidak se’puzzling’ hamil pertama. Jadi, begitu kontraksi beneran datang, saya sudah tahu. Senang malah karena waktunya melahirkan sudah datang ^_^.

Hamil ketiga juga mirip. Tetap dag-dig-dug serrrrr. Tapi begitu kontraksi asli, lebih optimis jadinya.

Seperti disebut awal, perbedaan utama kontraksi palsu vs kontraksi asli ada di 3 hal utama :

Kenangan hamil anak ke-2 di Jeddah, tahun 2010-2011

1- Frekuensi. Kontraksi palsu datangnya sesekali. Tidak tentu frekuensinya. Sementara kalau kontraksi asli lebih “berurutan”. Misalnya 5 menit sekali dan seterusnya. Jadi kalau berasa perut kenceng dan mulas sakit, mulailah berhitung dalam hati ;).

2- Durasi. Kontraksi palsu biasanya tidak lama. Sudah gitu, kadang tidak berkelanjutan. Lanjut pun waktunya tidak tetap seperti yang dijelaskan di poin 1 di atas. Sementara kontraksi asli lebih teratur. Jadi seperti mulas selama 30 detik. Nanti berhenti kok. Santai saja. Kontraksi itu bukan proses sakit terus menerus. Ada jedanya ;).

Nah, kalau yang kontraksi asli ini, durasi 30 detik per 5 menit misalnya.

Btw, ini ada versi vlognya soal kontraksi saat hamil tua ;), monggo dilihat ^_^

Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya di sini ;).

3- Tingkat rasa sakitnya. Duh, apa ya istilah pasnya hahaha. Maksudnya kalau kontraksi palsu  itu biasanya menghilang atau mereda kalau kita berganti posisi. Kadang sakitnya sama ngerinya hahaha, tapi kalau kontraksi asli kita mau muter-muter kayak apa juga sakitnya tidak berkurang.

Tapi tidak berarti rasa sakti ini tidak bisa ditanggulangi ya ;). Bisa kok. Bisa! ^_^

[Intermezzo dulu nih, vlog terbaru seputar kehamilan dan proses melahirkan, tips mengatasi baby blues] :

Walau begitu, tetap harus diingat ya Buibu, tetap aktif berkomunikasi dan mengambil keputusan berdasarkan hasil diskusi dengan tim medis/perawat/bidan/dokter kandungan kita :). Saya tahu, yang gini-ginian kadang kejadiannya beda-beda di tiap ibu bahkan ibu yang sama di kehamilan berbeda juga pengalamannya suka beda.

Ingat, Google bukan segalanya hehehe. Hanya sebagai alternatif informasi saja :). Jangan lupa juga percayakan kepada kemampuan diri sendiri. Jangan juga terlalu gimanaaaa gitu. Sorry to say, itu fenomena terkini juga, kalau proses operasi itu mendatangkan keuntungan materi yang lebih kepada tim medis ;). No offense ya.

[Updated : di 2019 saya sudah bikin vlog untuk ngobrol proses melahirkan normal anak pertama, kedua, dan ketiga, nih. Semoga kisahnya membantu]

Pokoknya jangan keras kepala enggak jelas tapi tetap idealis jangan sampai terbawa arus “kapitalisasi” yang sayangnya juga sudah merambah ke dunia medis :(. Again, no offense ya ^_^ *sungkem*.

Santai sajalah. Ini baru melahirkan. Melahirkan itu bukan “akhir perjalanan” :p. Masih banyak kerumitan yang akan menunggu dan masih panjaaaaaang perjalanan hehehe ;).

“A grand adventure is about to begin.”
– Winnie the Pooh

Kehamilan ke-3 sempat melewati beberapa minggu di Swiss

Buah Anggur Untuk Ibu Hamil Saat Hamil Muda, Amankah?

Buah anggur untuk ibu hamil muda : Hamil ketiga kemarin memang mengundang banyak curhatan dah hahaha. Termasuk kekonyolan soal konsumsi buah anggur saat hamil muda aman apa enggak ini -_-.

Saya bilang konyol karena waktu curcol ke suster di sini mereka malah bengong, “Masa sih? Buah anggur pemicu keguguran? Baru dengar tuh. Kamu ini kebanyakan internetan deh, ah.” Hahaha.

buah anggur untuk ibu hamil muda
Gambar : pixabay.com

Jadi begini, di postingan tentang keluar darah saat hamil muda (yang juga terjadi di kehamilan ketiga), saya cerita soal trimester pertama yang rada-rada drama. Padahal sudah hamil ketiga pun :p.

Seperti biasa, drama hamil muda bikin mabok dan susah makan. Akhirnya saya lebih sering makan buah-buahan. Cari yang segar-segar. Setelah dicoba-coba, akhirnya cocok sama semangka dan buah anggur.
Baca juga :
Keluar Darah Saat Hamil Muda, Normalkah?
5 Tips Atasi Mual dan Muntah Saat Hamil Muda
Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit dengan Hypnobirthing
Saya menyetok buah anggur yang sudah dicuci bersih di mangkok kecil dekat tempat tidur. Waktu  hamil muda memang banyak berkeliaran dalam kamar saja :D.

Kalau hamil muda kan sebaiknya memang perut jangan kosong. Perut kosong memicu mual-mual. Tapi susah banget kan mau ngisi perut huhu. Salah satu solusi ya makan sedikit demi sedikit.

[Updated : 2019 –> saya udah bikin vlognya untuk tulisan yang ini, monggo kalau mau nonton versi vlog]

Nah, tengah malam pun kalau kebetulan bangun, saya comot lagi anggurnya. Pagi-siang-malam gitu deh. Tapi diselingi juga dengan bubur, buah lainnya seperti pisang-semangka, juga roti-rotian. Ya gimana lagi, hanya itu yang ‘nyaman’ di perut.

Terus datanglah insiden perut mulas itu. Karena mulas agak lama dengan intensitas lumayan itulah akhirnya kontrol ke dokter di rumah sakit, dapat rujukan dari klinik terlebih dahulu.

Keluar darah saat hamil muda
Gambar : pixabay.com

Karena di sini ribet pas mulai mules-mules intensif enggak bisa ujug-ujug ke dokter. Harus telepon bidan dulu. Sempat tuh 2x curhat ke bidan. Ibu bidannya sih menenangkan. Tapi ya namanya juga lagi hamil  muda memang suka banyakan drama ya hahaha.

Hamil  ke-3 ini juga ada drama “keluar darah” + mules, yang ini kita ngobrol lewat vlog ini aja hehehe :

Sempat 2 hari nunggu-nunggu di rumah berharap membaik. Nah, sementara nunggu-nunggu itu asyik curhat di forum sambil ceki-ceki via Google.
Baca juga :
Proses Melahirkan Normal Anak Pertama
Tanda Kontraksi Palsu di Kehamilan Trimester Ketiga
5 Tips Mengatasi Baby Blues Pasca Melahirkan
Dari sini mulai banyak masukan macam-macam. Duh, padahal waktu anak ke-2 santai aja ya hihi. Ini kenapa anak ke-3 berasa balik anak pertama lagi hahaha.

Mulai deh curiga sama si buah anggur. Langsung berhenti makan anggur. Buat jaga-jaga gitu.

Masih khawatir, telepon bidan lagi dan disuruh ke klinik. Nah, dari klinik karena mungkin kelihatan agak panik jadilah dirujuk ke dokter.

Ini juga masih ribet. Dokter enggak ujug-ujug USG. Lamaaaa baru ada appointment USG buat mastiin.

Nah, pas USG inilah, ngobrol dengan embak-embak yang USG saya hehehe. Tentunya setelah diyakinkan bahwa adek bayi dalam perut ternyata tidak apa-apa ;). Emaknya aja yang lebay :p. Nanya-nanya deh soal konsumsi buah anggur untuk ibu hamil muda aman apa tidak.

Tampangnya kayak bingung gitu hahaha. Ya sempat merasa malu juga, sih. Tapi udah kadung nanya yak :p.

Jadi, teman-teman, aman-aman saja lho ya konsumsi buah anggur untuk ibu hamil saat hamil muda sekali pun ;).

Yang bahaya mungkin itu kalau makan buah anggurnya 3 kilo sehari hahaha. Ya iyalah, minum air putih pun kalau segentong apa enggak kembung :p.

Sebenarnya buah-buahan jenis apa pun relatif aman ya buat ibu hamil dalam berbagai kondisi. Kecuali memang ada alergi tertentu. Atau untuk buah-buahan yang saat kondisi non hamil tergolong kurang baik ya sebaiknya dihindari pula saat hamil.

Itu juga patokannya mungkin lebih ke arah jumlah. Buah-buahan apa pun jangan sampai dimakan segentong dua gentong mentang-mentang ngidam atau semacamnya hahaha :p.

Wajar kalau hamil muda doyan buah, soalnya seger ya. Efek positif lainnya, buah itu sangat mudah dicerna oleh tubuh  kita lho ^_^. Walau kalorinya sedikit makanya gampang lapar lagi.

Buah-buahan cocok banget deh buat menemani ibu hamil muda yang ribet mau makan apaan hehe. Lain cerita kalau bumilnya ternyata tidak mengalami kesulitan makan pas hamil muda sekali pun. Kalau begini sih, apa saja … hajar bleh! :D.

Eit, tentu tetap dalam pola makan yang sehat dan terpercaya ya ;). Ingat, ingat, konsumsi ibu saat hamil punya pengaruh besar terhadap perkembangan kesehatan si janin, sejak dalam perut konon sampai 1000 hari pertama dalam hidupnya ;). CMIIW ya :D.

Maklum sih tulisan ringan buat sharing aja. Bukan bidan pun hihihi.

Btw, ini cerita lama yaaaa. Anak saya yang ketiga sekarang udah hampir 15 bulan :D.

Ada yang lagi hamil muda kah? Ngidam dan susah makan juga? Cemunguuuuddd eaaaaa *kiss*.

I share some tips thru my vlog here ;). Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya jugak, okeeee ^_^

Don’t worry, hamil muda pasti berlalu, tapi bahagianya mungkin bisa bertahan seumur hidup. Aamiin ;). Kekhawatiran soal buah anggur untuk ibu hamil mah hanya remah-remah diantara banyak keajaiban besar yang tengah menghampiri kita ;).

“A mother’s joy begins when new life is stirring inside… when a tiny heartbeat is heard for the very first time, and a playful kick reminds her that she is never alone.”

– Author Unknown

Mual dan muntah saat hamil muda buah anggur untuk ibu hamil muda
Gambar : pixabay.com

Keluar Darah Saat Hamil Muda, Normalkah?

Keluar darah saat hamil muda, trimester pertama, sering membuat deg-degan. Apalagi kalau kehamilan pertama.

Saya sendiri mengalaminya justru pas hamil kedua dan ketiga hehe. Hamil pertama malah enggak ada yang aneh-aneh. Padahal pas hamil pertama itu, mual-mualnya dahsyat banget -_-.

Untuk mual dan muntah beserta tipsnya, ini sudah ada versi vlognya loh ;).

Hamil kedua pun sempat kena mual-mual lumayan parah, tapi tidak secetar pas hamil pertama. Nah, kalau tidak salah, pas hamil anak ke-2, di kehamilan 8-10 minggu, pas pipis ada noda darah di celana dalam.

Waktu itu tidak panik, sih. Soalnya cuma noda kecil. Diameter kira-kira 3 cm dan tidak banyak. Sekali itu saja. Tetap sih googling sana-sini hihihi. Dari hasil googling masuklah ikutan curhat di forum-forum curhat mamak-mamak hamil :D.
Baca juga :
Mitos Buah Anggur Untuk Ibu Hamil Muda
5 Tips Atasi Mual dan Muntah Saat Hamil Muda
Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit dengan Hypnobirthing
Terus dapat respons, katanya kalau noda darah tergolong sedikit dan cuma sesekali dan tidak disertai rasa mulas, kemungkinan besar TIDAK ADA APA-APA. Takutnya kan keguguran apa gimana-gimana, ya :(.

Noda darahnya juga cuma 2-3x dan jumlahnya benar-benar sedikit. Kayaknya keluar darah dalam rentang 1-2 minggu. Tidak disertai rasa mulas sama sekali. Tetap saja sih, pas kontrol ke rumah sakit saya ceritakan kepada dokter kandungan yang menangani.

Hamil anak ke-3 baru deh beda ceritanya.

[Updated : sudah ada vlognya loh hehehe]

Kali ini, rasa mulas yang duluan datang. Mulas di trimester awal memang rada tricky. Ada yang bilang wajar ada juga yang mengatakan bahwa bisa jadi ini tanda-tanda keguguran. Apalagi rasa mulasnya agak lumayan.

[Updated : jangan lupa lihat juga vlog saya tentang mitos buah anggur itu bahaya atau tidak untuk ibu hamil?]

Nah, kita lanjut lagi tentang topik keluar darah saat hamil muda ….

Mulai panik pas beberapa hari setelah mulas-mulas yang lumayan, ealah, ada noda darah pula yang kelihatan di celana dalam dan muncul di tisu pas habis buang air kecil. Keluar darah saat hamil muda ceritanya, duh, cemas pastinya :(.

Keluar darah saat hamil muda
Gambar : pixabay.com

Apalagi hamil anak ke-3 ini di Irlandia yang jadwal kontrolnya benar-benar “ketat”. Enggak bisa ujug-ujug curhat ke dokter kapan pun kita mau hihihi. Boleh ketemu dokter kandungan kalau dapat semacam surat panggilan.

Jadilah suami sibuk nelponin bidan dan kita dirujuk ke Primary Care di kota tinggal kami. Jadi, rumah sakit tempat melahirkan dan kontrol pun letaknya di kota lain huhuhu.
Baca juga :
Proses Melahirkan Normal Anak Pertama
Tanda Kontraksi Palsu di Kehamilan Trimester Ketiga
5 Tips Mengatasi Baby Blues Pasca Melahirkan
Pas ketemu bidan di Primary Care plus curhat-curhatan via telepon, saya diminta tenang dan menunggu sampai seminggu. Ternyata, setelah ditunggu seminggu, masih keluar darah saat hamil muda dan masih disertai rasa mulas.

Saat itu kehamilan memasuki 7-8 minggu. Kita pun disarankan ke rumah sakit. Karena tanpa appointment, jadi dianggap emergency, mendaftar ke bagian ANE (Accident and Emergency) di rumah sakit.

Pertama ditangani bidan tapi habis itu ada dokter kandungan yang lagi jaga. Dokternya masih muda. Mungkin resident kali, ya.

Standar lah, diperiksa tekanan darah dan berat badan. Lalu cek darah. Tapi tidak diUSG sama sekali. Mungkin karena masih hamil muda banget. Atau bisa juga karena … pelit! Hahaha. Maklumlah di sini pakai public insurance dari pemerintah. Serba terbatas. Ala-ala BPJS gitu lah hehehe.

Berangkat ke dokternya saja sudah jam 5 sore. Ngantrinya lumayan. Terus nungguin hasil periksa darah juga lebih dari sejam. Akhirnya selesai jam 11 malam, sudah mengantuk banget dah si bumil :p.

Mual dan muntah saat hamil muda
Gambar : pixabay.com

Alhamdulillah, dari tes darah tidak ditemukan keanehan dan status masih dianggap hamil tapi tetap disuruh waspada. Mungkin juga ada pengaruh terhadap rasa percaya diri ya setelah diperiksa dokter makanya jadi enggak terlalu kepikiran lagi soal keluar darah saat hamil muda ini.

Setelah lewat 12 minggu barulah benar-benar lega, fffiiuuuhh.

Sebenarnya sih, tiap orang bisa punya ciri beda-beda. Pengalaman bisa beda-beda. Kadang pun kejadiannya sama-sama misalnya keluar darah saat hamil muda tapi ada yang keguguran ada yang tidak.

Walau begitu tetap ada panduan dasar yang menurut saya bisa dijadikan patokan, ini berdasar pengalaman pribadi ya :

  • Begitu ada noda darah saat masih di trimester pertama, jangan langsung panik. Apalagi  kalau cuma noda sedikit dan cuma 1-3 x kejadian. Kalau tanpa mulas sama sekali, 80% aman lah ya. Tapi tetap laporkan ke dokter saat kontrol ;).
  • Bila keluarnya darah disertai rasa mulas, harusnya lebih waspada. Mending langsung ke dokter deh apalagi kalau mulasnya agak lama dan sering.
  • Tapi bila terjadi kejadian no.2 pun hasilnya bisa berbeda. Belum tentu pasti keguguran lho. Konon, rasa mulas penanda keguguran itu rasa sakitnya sampai ke bahu dan tulang punggung bagian belakang. Masalahnya tuh, kita seringnya panik duluan dan takut salah mengenali rasa sakit ini. Jadi sebaiknya mah emang dicek langsung ke dokter :D.
  • Rasa mulas yang berlebihan dan sering, walau tanpa noda darah, juga sebaiknya diwaspadai. Kontrol ke dokter atau bidan kalau perasaan sudah tidak nyaman.
  • read more