Salah satu spot wisata paling terkenal di Repulik Irlandia. Biasanya pada hiking di Glendalough. Selain itu bisa jadi destinasi wisata keluarga bagi yang pengin piknik santai-santai. Enggak perlu hiking, sih.
Banyak juga yang datang untuk duduk-duduk gelar tiker di atas padang rumput sambil lunch atau nge-teh sore. Bebaaaasss :D.
Nah, ini saya udah upload vlognya ke Youtube. Musim panas 2019 silam saat kami road trip + hiking ke Glendalough.
Ini vlognya panjang karena segala road tripnya dimasukin hihihi. Waktu itu saya baru belajar nyetir. Jadi 50-60 km pertama saya yang nyetir and you can hear my husband yang kadang agak panik dan bawel ngajarin bininya yang sebenernya penakut tapi suka mendadak ngebut gak jelas 😂😂😂.
Jarak Athlone ke Glendalough, 135 km. Saya cuma nyetir sejam an. Sisanya suami. Pegeeeelll. Eropa masih merajalela mobil manual. Untung di Indonesia udah langsung pakek matic 😁.
Balik lagi ke topik Glendalough -nya, bagi yang mau hiking, trailnya macem-macem banget.
Mulai dari yang naik ke gunung, melewati lembah, sampai trail yang nyaman buat keluarga, cuma ngelewatin pinggir hutan dan jalan setapak.
Glendalough Ireland
Kalian liat di video Ireland jalanannya gak seberapa lebar tapi batas kecepatan 80-100 kmh. Apalagi di country side, jalanan sempit kiri kanan dah kek hutan, nenek-nenek aja ngebut 🤣🤣🤣.
Kalo road trip biar anak-anak gak bosen dan ngomel, biasanya diajakin maen tebak2an. Tapi seperti biasa jiwa kompetitip emaknya susah ditahan 😜😅.
Ini untuk kedua kalinya kami ke Glendalough. Tadinya pengin sekali lagi ke sana pas musim gugur, daun-daunnya pasti cakep banget 😍😍. Tapi ternyata musim gugur 2020, kami sudah jadi bocah Tangsel 😜🤣.
Tempatnya luas banget. Kami ambil jalur hiking standar. Melewati jalan setapak, sesekali anak2 lari ke dalam hutan kecil di sampingnya. Terus ke atas menuju danau, foto2 di pinggir danau yang pemandangannya breathtaking bangeettt (ada d video).
Lalu lanjut terus sampai ke perbukitan batu. Karena mampir-mampir 2 jam baru sampai ke ujung trail. Baliknya lumayan cepet cuma sejam an. Karena udah jarang mampir foto2 lagi 😅😅.
Meanwhile, siyap merajut kenangan baru di negeri kelahiran. Udah gak sabar mau road trip sampai ke Bali 😋😘. Mau ngajakin bocah ke Makassar, tempat asal emak dan tentunya main ke Bukittinggi, kampung bapaknya hehehe.
Keriuhan edisi perdana pemberian vaksin kepada Pak Jokowi dan beberapa pihak yang dianggap mewakili beberapa kalangan. Terselip salah satunya : Raffi Ahmad.
Salah satu tujuan utama prosesi pemberian vaksin yang disebarluaskan dengan gegap gempita ya buat nyemangatin kita semua biar mau divaksin hehehe.
Siapa saja yang masuk daftar “harus dibujuk”? Ya semuaaaaaa. Kalangan atas, bawah, segala jenis profesi, tua muda, dst dst dst. Pandeminya kan melanda seluruh penjuru negeri bahkan pukul rata ke semua benua. Simpel saja lah ya kenapa RA terpilih. RA ini bener-bener selegram level dewa hehehe. Gurita bisnis entertainmentnya di mana-mana. Pengikutnya juga buanyaaaaaak.
Jangan disangka RA ini bisanya cuma bikin tontotan gengges gak guna loh hihihi. RA dan tim juga menaungi RANS Music. Cek youtube channelnya. Banyak bekerja sama dengan musisi-musisi keren nan belia semisal Anneth, Monita Tahalea dll.
Memangnya penggemar musisi seperti Anneth ini hanya orang-orang yang gemar marathon yutub artis yang entah ngapain segala-segala di-video-in? 😆😆😅
RA gurita bisnisnya nyangkut di berbagai kalangan, kok. Belum lagi haternya juga banyak jadi potensi dia menjadi bahan pembicaraan sangat tinggi :p. Ini penting tauk hahahaha.
Kalian iniiiii, mumpung pandemi banyak waktu di rumah, mbok ya dipakek buat meningkatkan serapan informasi dari berbagai sisi. Biar enggak terkurung perspektifnya muter-muter di situ aja :p.
Seiring teori konspirasi yang kagak kelar-kelar ituh, kelompok anti vaksin juga banyak bereaksi kan terhadap proses vaksinasi terkait pandemi sekarang?
Ribet ini urusannya. Harus cepet-cepetan melakukan penyebaran informasi.
Para aktivis banyak yang julid kenapa RA sssiiiihhhh? Ya kenapa engggaaaaaaa :p.
Apakah ini bukti pemerintah tidak percaya diri dan malah menunjuk pihak yang dianggap kurang berfaedah secara personal?
Hadeeeehhh, memangnya negara mana deeehhh yang percaya dirinya kagak terombang ambing gegara si Neng Corona indang? 😅
Pemerintah kok gak pede bakal didengerin rakyatnya? Ah kamyuuuu, di Eropa nooohhh, ribetnya disuruh pakai masker doang hahahaha. Kayak lu disiplin menerapkan 3M aja setiap saat dan setiap waktu :p.
Jadi pertimbangannya tuh, sudahlah ya, sudah terlalu lelah mengurusi makhluk-makhluk homo sapiens ini biar mau nurut :p. Pokoknya terkait ikhtiar terkini yang sudah menjadi kesepakatan global, gimana caranya agar gaung soal vaksin ini bisa menyebar secepat mungkin ke segala penjuru Nusantara.
Seiring perkembangan zaman, di mana para brand level dunia pun rame-rame memilih jalur endorsement via medsos, pemerintah pun mengambil langkah yang sama.
Faktanya memang media sosial lebih kenceng gaungnya soal penyebaran informasi. Sudah era buzzer ini Gaaaeessss, bukan eranya iklan layanan masyarakat di tipi ato di koran :p.
Apa deh anehnya? Biasa bangeeeeeetttt 😅.
Sudah tidak penting lagi karakter si juru dengung dan segala endebre-endebrenya. PRIORITAS sekarang tuh … MENYEBARNYA INFORMASI SECARA CEPAT dan PERSUASIF ke seluruh kalangan masyarakat bahwa “Vaccine is in da house! Everyone should get it, soon!”
Terkait RA yang masih hobi kumpul-kumpul tanpa protokol kesehatan dengan konco-konconya dan pamer di medsos, memangnya kamu engggaaaaaa? 😝😝😝
Yuk, mari kita jalankan ikhtiar untuk vaksinasi sebagai salah satu langkah pamungkas pelan-pelan melepaskan diri dari jeratan virus satu ini. Pelan-pelan looohhh, bukan ujug-ujug.
Setelah vaksinasi pun, seharusnya kita tetap menjalankan protokol kesehatan SEBISA KITA. Fokusnya ke dalem. Inget, nerapin prokes SEMAMPU KITA, bukan malah nyinyirin orang lain SESUKA KITA :p. Jangan gitu. Tuhan tidak suka 😁🙏.
Sebenarnya waktu nyariin sekolah internasional di Bintaro buat anak pas kami masih di Irlandia, surveynya ngandelin Google aja hihihi. Karena suami keterima kerja di Jakarta itu sekitar bulan Desember.
Saya dan anak-anak masih stay di Irlandia, rencana sampai Juni 2020. Suami pulang duluan sejak Februari.
Pilihan sekolah internasional di Bintaro akhirnya jatuh ke Mentari Intercultural School di Bintaro. Tadinya mau ke Mentari CIpete, tapi muaahaaaallll, gak sanggup euy 3 anak di sono hahahaha :p.
Bedanya apa sih Mentari Cipete vs Mentari Bintaro? Beda kurikulumnya!
Jadi secara umum ada 2 kurikulum yang umum digunakan oleh sekolah-sekolah internasional di Indonesia :
Kurikulum IB (International Baccalaureate)
Kurikulum Cambridge International
Satu lagi sih, Highscope ini beda sendiri kurikulumnya dari 2 yang di atas.
Yok, kita bahas satu persatu dulu sebelum masuk ke list sekolah internasional di Bintaro dan sekitar. Biar kita telisik dulu dua kurikulum ini gimana-gimananya ;).
1- Kurikulum IB
Mentari Cipete sudah standar IB (International Baccalaureate). Hanya beberapa sekolah di Indonesia yang standar IB. Ini sertifikasinya memang internasional. Bisa dibilang kurikulumnya sudah enggak terlalu mixed lagi dengan kurikulum nasional. CMIIW, ya.
Sekolah internasional kurikulum IB mirip dengan kurikulum yang diterapkan di negara-negara Eropa.
Di Jakarta daftar sekolah internasional standar IB antara lain :
Binus International di daerah Simprug, Jakarta Barat
Mentari Intercultural School (Cipete), Jakarta Selatan
ACG School Jakarta
Sekolah Cikal di Cilandak, Jakarta Selatan
dll
PERLU DIPERHATIKAN juga, sekolah yang sama tapi lokasi berbeda kurikulumnya bisa beda.
Contoh pertama : Binus Simprug vs Binus Serpong. Sama-sama dari bernaung di bawah nama Bina Nusantara dan yayasannya juga sama deh ya kayaknya, tapi KURIKULUM beda.
Binus Simprug pakai IB, sementara Binus Simprug pakai Cambridge.
Misalnya lagi ya Mentari Intercultural School tadi itu. Lokasi ada 2 : Cipete dan Bintaro.
Yang di Cipete sudah basis IB, sementara Mentari Bintaro menggunakan Cambridge International.
Apa sih kurikulum Cambridge itu? Mari kita bahas poin ke-2 ini :D.
2- Kurikulum Cambridge
Satunya lagi adalah sekolah internasional yang menggunakan kurikulum Cambridge. Tapi biasanya yang kurikulum Cambridge ini cuma menerapkan di mata pelajaran tertentu (English-Science-Math, Social Studies). Sisanya masih mengacu ke kurikulum nasional.
Perbedaan utama kedua tipe kurikulum ini adalah BIAYA SEKOLAHNYA! Hahahahaha. Yoih, kurikulum IB biayanya bisa 2x lipat sekolah yang berkurikulum Cambridge. Sertifikasi IB ini konon katanya memang lebih ketat dan prestisius.
Oh ya, mayoritas sekolah berkurikulum Cambridge biasanya masih menggunakan kurikulum nasional juga di beberapa mata pelajaran.
Mudah-mudahan terbayang ya bedanya.
Selanjutnya, mari kita mulai membahas sekolah internasional di Bintaro dan sekitar :
1- Mentari Intercultural School Bintaro
Alamat : Jl. Perigi Baru No.7A, Parigi Baru, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15228
DIbahas pertama karena sekolah anak eike dooonggg hihihi. Anak saya yang sulung dan nomor 2 sekolah di Mentari ini. ALamatnya di kelurahan Parigi, Pondok Aren. Deket banget dari perumahan Emerald dan Discovery Bintaro kira-kira ya ancer-ancernya.
SEperti disebutkan sebelumnya Mentari Bintaro menggunakan kurikulum Cambridge. Mayoritas mata pelajaran menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, kecuali Bahasa Indonesia-PKN-Agama-Olahraga yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa INdonesia.
Gedungnya bagus dan bersih. Lapangannya juga cukup luas. Tapi akses masuknya bukan di jalan utama, jadi katanya sih macet juga di jam sekolahan anter-jemput. Kami belum ngerasain. Soalnya begitu dateng langsung PJJ/ sekolah basis online terkait.
Mentari Bintaro tidak punya level pre school / TK / Kindergarten. Langsung SD, SMP dan SMA. Untuk SMA kurikulumnya IB. SD dan SMP Cambridge certified.
Biaya Sekolah
Uang pangkal SD tergantung tingkatan. Kalau masuk kelas 4, uang pangkal sekitar 40-50 juta rupiah. Masuknya mulai dari kelas 1, uang pangkal mencapai 60 an juta rupiah.
SPP juga beda-beda tiap level. Kelas 1 misalnya SPP 3.95 juta rupiah / bulan, kalau kelas 6 kira-kira 3.5 juta rupiah/ bulan. Ada juga biaya lain seperti uang seragam, uang buku dan perlengkapan dll.
Guru-gurunya ekspat dari Filipina. Tapi homeroom teacher pada umumnya guru dari Indonesia. Agak galak sih ini guru-guru Filipina-nya. KUrang menyenangkan jadinya.
Sekolah ini juga orientasi ke akademis banget. Udah terlanjur masukin anak ke sini. Makanya yang bungsu kami hold dulu ke Mentari. Mau coba survey sekolah lain dulu. Walau fokus kami tetap mencari sekolah berbahasa pengantar Bahasa Inggris.
2. Binus International School – Serpong
Alamat: Jl. Lengkong Karya Jl. Jelupang Raya No.58, Lengkong Karya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Sekolah ini menjadi alternatif ke-2 kami. Dulu dari Irlandia surveynya dari googling-googling aja hihihi. Jadi Mentari dan Binus ini yang paling sering disebut-sebut sebagai sekolah internasional di Bintaro dan sekitar. Keduanya menggunakan kurikulum Cambridge.
Dari segi infrastruktur bangunan dan fasilitas fisik lainnya, Binus Serpong ini jauuuuuhhh lebih bagus daripada Mentari. Keren banget, deh.
Biaya Sekolah
Tapi setimpal dengan uang pangkalnya yang pukul rata untuk SD dari grade 1 sampai 6 sebesar 69 juta rupiah. SPP bulanan 4.5 juta rupiah/ bulan, grade mana pun sama. Onde mande banget inih hahahaha.
SEkilas beda tipis dengan Mentari, tapi cobak kalo dikalikan anak 3 bijik, ya mules juga ye kan hahahaha.
Soal kualifikasi guru mirip dengan Mentari Bintaro. Banyak guru filipina juga dan orientasinya juga sama, sangat-sangat akademis seperti di Mentari.
3. Sekolah Andersen BSD
Alamat : Jl. Samosir No.41, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Ini pilihan yang cukup menarik, loh. Uang pangkalnya jauuuhhh lebih murah daripada Mentari maupun Binus. Sama-sama menggunakan Cambridge juga. Tapi Andersen ini orientasinya ke sekolah-sekolah di Singapura. Jadi lebih gila-gilaan lagi fokus ke nilai-nilai akademisnya.
Kalau gak salah uang pangkalnya di bawah 30 juta rupiah dan SPP bulanan cuma sejutaan, lupa berapa tepatnya. CMIIW, ya.
Tapi fasilitas gedung memang jauuuhhh kualitasnya di bawah Mentari BIntaro dan Binus Serpong. Selain buat kami, lokasinya kurang pas karena kami tinggalnya di Bintaro. Jangan jauh-jauh lah yaoowww hehehe.
Areanya lebih kecil. Terus bangunannya juga ada yang batako gitu tanpa dipoles. Mungkin maksudnya biar natural gitu, ya.
4. Global Jaya School
Alamat : Jl. Emerald Boulevard, Bintaro Jaya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15227
Nah, yang ini lokasinya paling oke sebenarnya. Di jalan raya gede. Tepatnya persis di depan pintu masuk / gerbang EMERALD TOWNHOUSE. Dekat juga dari rumah.
Global Jaya Bintaro menggunakan kurikulum IB. Jadi terbayang yes biaya sekolahnya, jeng…jeeenggggg hahaha.
Uang pangkal bisa dicicil per tahun 23 juta rupiah. Kalau langsung bayar buat 6 tahun (elementary/ SD) = 98,8 juta rupiah.
SPPnya dibayar per term (per 3 bulan) :
Untuk TK : 18,45 juta rupiah/3 bulan atau dibayar sekaligus pertahun menjadi 68 juta rupiah.
Untuk SD : 31 juta rupiah/3 bulan atau dibayarkan langsung untuk 1 tahun, per tahunnya menjadi 113 juta rupiah.
Untuk SMP : 36 juta rupiah / 3 bulan, bayar langsung untuk 1 tahun, per tahunnya menjadi 132 juta rupiah
Untuk SMA : 43 juta rupiah / 3 bulan, bayar langsung per tahun menjadi 159 juta rupiah
Sesuai dengan biaya, fasilitas gedung dan infrastruktur lain jangan ditanyalah ya hihihihi. Dari luar aja bikin kembang kempis :p. Kereeeeen (y). Mana akses masuknya asoy banget karena bener-bener pintu gerbangnya di jalanan raya gedeeee :D.
5. Highscope Bintaro
Alamat : Jl. Tegal Rotan Raya No.100, Sawah Baru, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15413
Kalau highscope ini lokasinya dekat banget dari Bintaro Exchange Mall, Bintaro. Kurikulumnya beda sendiri. Mereka punya kurikulum khusus Highscope.
Uniknya seingat saya ya, sistem belajarnya pakai multiage system in classroom. Jadi misalnya TK digabung kelas 1, kelas 2 digabung dengan kelas 3 dan seterusnya. Seru juga, ya. Sayang, mihil! Hahahaha. Di kasus kami kan harus selalu dikali 3 anak :p.
Di Highscope bisa trial dulu buat observasi. Bayarnya sekitar 5 juta rupiah. Bisa sit in sekitar sehari apa 2 hari. Lupa euy. Soalnya kami sempat nanya-nanya juga ke Highscope ini.
Uang sekolah sebagai berikut :
Uang pangkal itu beda-beda tergantung mau masuk grade mana.
UANG PANGKAL kindergarten – level 6 / grade 6 / kelas 6 selevel SD = 63 juta rupiah. Bisa dicicil 3x.
Kalau misalnya join dari kelas 3, uang pangkal menjadi sekitar 52 juta rupiah.
Ini saya copas deh ya isi email dari bagian administrasi Highscope Bintaro tempo hari :
Preschool Tuition Fee Termly : Rp. 7.200.000,-
Elementary Tuition Fee / Month 2020 : Rp. 4.150.000 (snack & Lunch included – Lunch only until finish grade 3)
Starter Pack / uniform package : 1.200.000,- Material fee / Year Rp. 1.700.000,-
Kayaknya sih buat anak-anak yang lebih aktif dan tidak terlalu ngejar akademis, Highscope ini pilihan yang lebih tepat ;).
Kalau gedungnya sih dari luar kurang meyakinkan. Tapi entahlah kalau udah masuk ke dalam. Kami belum pernah survey sampai masuk ke dalam gedung. Tapi seharusnya fasilitas ngikutin biaya dong ya ^_^.
Duh udah kepanjangan hihihi. Nanti kita lanjut di sekolah internasional di Bintaro part 2 yak, ini juga bakal seru, ihiiiyyy. Karena di part 2 saya mau bahas soal sekolah internasional yang berbasis Islam. Jadi kombinasi kurikulumCambridge dan agama Islam. Nantikanlah! :D.
Sebagai sneak peek nih, ada vlog tentang Mutiara Harapan Islamic School yang sudah sertifikasi kurikulum Cambridge. Kami sempat ke sana dan LIVE video langsung dari lokasi sekolah saat itu. Ada info biaya sekolah segala macam dalam vlognya juga ya ;). Monggoooooo ^_^
Nyari-nyari tempat mancing di Tangerang sebagai alternatif liburan akhir tahun yang enggak memungkinkan ke luar kota. Takut, euy, hehehe. Terbayang ramenya kayak apa itu yah libur panjang begini.
Daripada enggak ngapa-ngapain, jadilah kami memutuskan nyari-nyari apa gitu di area Tangerang sini. Anak-anak lagi seneng mancing banget inih hehehe. Sekitar sebulanan lalu kami iseng jalan-jalan ke tempat pemancingan sekaligus restoran di Godong Ijo, daerah Depok apa ya kalo gak salah.
Nah, sekarang pas googling tempat mancing di Tangerang dan sekitar, keluar nih rekomendasi si Lubana Sengkol. Liat waktu tempuh yang sekitar setengah jam-an dari Bintaro Sektor 9 sini, langsung cuuussss :D.
Mari simak langsung vlognya sodarah-sodarah hehehe :
Berangkat dari rumah sebelum jam makan siang. Jadi pukul 11 an siang sudah tiba di lokasi. Lubana Sengkol ini terletak dalam kawasan Serpong Lagoon.
Tiket masuk berlima sekitar 25 ribu rupiah. Kami ke sananya hari selasa kalau gak salah, jadi bukan weekend.
Parkiran enggak terlalu penuh. Pertanda tempatnya enggak rame. Entah ini karena pandemi atau karena memang belum rame aja, ya. Kayaknya sih karena pandemi.
selfie duyuuuu 😀
Banyak wahana outbound di sana selain restoran dan tempat pemancingan. Jadi Lubana Sengkol bukan hanya alternatif tempat mancing di Tangerang yah, Gaeeesss :D.
Tapi juga ada macam-macam kegiatan seperti naik boat apalah itu di sekitaran danau, flying fox gitu-gitu, ada beberapa playground juga, dst dst dst.
Tempatnya memang menyenangkan. Pas lihat tempatnya sepi, antara sedih dan lega gitu. Soalnya kalok rame ya gimana dah :p. Tapi relatif aman lah ya karena tempatnya full outdoor.
Karena outdoor sempet syok juga pas hujan hihihi. Untung hujannya sebentar banget. Gak sempat panik :p.
Tiba di sana, ke kasir dulu nyewa alat pemancingan. Setelah itu pilih-pilih saung buat nongkrong. Saung-saungnya ada macam-macam dan tersebar di berbagai pojok.
Empangnya sendiri ada beberapa. Ada kolam ikan mas, kolam ikan nila, kolam ikan patin, apa lagi ya, lupak hehehe. Pokoknya ada beberapa kolam gitu, lengkap dengan saung di sekeliling masing-masing kolam.
Yang laen mancing, yang dua ini foto-foto terooossss hahahaha
Waktu baru datang, langsung latihan mancing dulu. Soalnya udah agak lama dan baru kedua kali ini jadi lupa-lupa ingat ya cara ngelempar pancingnya hahahaha.
Sambil nungguin yang lagi “gladi bersih” mancing :p, sibuklah mamak pesen-pesen camilan. Segala pisang goreng, tempe mendoan, sampai tahu isi, dipesen semua. Plus seteko gede teh manis anget. Biar puas minumnya :p.
Setelah ngemil-ngemil, baru deh mancing beneran. Pancingnya dipasangin umpan. Ternyata si #boy2 yang enjoy banget. Udah jagoan dese lempar-lempar kail hehehe. Abang sama adeknya bagian hore-horenya aja.
Tapi di Lubana Sengkol ini payah. Ikannya kayaknya dikit. Waktu di Godong Ijo, walaupun kami pemula banget bisa sampai dapat 4 ikan lah :p. Saung kiri kanan kami dapatnya banyaaaakkk. Bisa sampai belasan ekor tuh saung sebelah pas di Godong Ijo.
Nah, di Lubana Sengkol, saung-saung sekitar yang juga lagi pada mancing nampak sepi dan sorak sorai. Biasanya kan kalok dapat ikan pada heboh jejeritan hahahaha.
Karena bosan gak dapet-dapet ikan, jadi sempat pindah kolam. Dari kolam ikan mas ke kolam ikan nila. Saung kami di tengah-tengah sih. Jadi di depan saung kolam ikan mas, di belakang kolam ikan nila. Jadi praktis bolak balik :p.
Eeeehhhh, gak dapat ikan juga dwooonggg, ampun dah hahahahaha.
Akhirnya sampai pesan makan siang gak seekor pun ikan ketangkep huuuuuu :p.
Ah ya, restoran di Lubana Sengkol ini masakannya seputaran ikan, ayam, aneka seafood non ikan, sayur-sayuran, dst. Harganya lumi banget lah. Rasanya juga lumayan. Saya capture daftar menu beserta harga, ada di vlog di link atas tuh ya. Tolonglah ditengok vlognya tuh hahahaha :p.
Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya di “Jihan Davincka”. Tinggal pencet tombol merah SUBSCRIBE. Kalau punya akun gmail, otomatis bisa subscribe via youtube juga :).
Setelah makan siang, kekumpul lagi tuh semangatnya buat mancing :p. Udah isi bensin, yes? Hehe. Jadi deh mancing lagi. Kali ini ngabisin waktu di kolam ikan nila.
Dan akhirnya …. dapet! Berapa? SATU EKOR sajah, sodara-sodara! Hahahhahaha. Dari nongkrong jam 11 sampai jam 3 an itu, dapat satu doang, astagah! *ngakakStres*.
Setelah ditimbang, dibayar, minta tolong bersihin dan dibumbuin sekalian, ikan sebiji itu dibawa pulang. Dan selesailah sudah liburan ala-ala di Lubana Sengkol tadi :D.
SEmoga infonya membantu ya buat temen-temen yang pengin liburan aman di masa pandemi. Tempatnya asyik, enggak terlalu ramai. Suasana full outdoor juga lebih menenangkan di masa-masa begini. Tapi tetep 3 M dong ya, tetep protokol kesehatan dijaga terus (y).
Pakai masker terus kecuali lagi makan. Cuci tangan bolak balik which is very convenient, karena tempat cuci tangan disediakan di mana-mana dalam area Lubana Sengkol ini.
Tuh, yang lagi nyari-nyari tempat mancing di Tangerang dan sekitar, monggo dicobak main ke Lubana Sengkol ini ^_^.
“Heaven!” Seorang Ibu menunjuk ke arah anak saya yang tertidur di dalam stroller saat kami sedang mengantri di sebuah kasir toko pakaian.
Saya nyengir, “Yup, it’s easier to grab anything when he’s like this.”
Si Ibuk cekikikan.
Terus kami jadinya ngobrol soal ramainya toko pas lagi musim diskon-diskonan. Kejadiannya memang pas jelang akhir tahun di mana segala Black Friday, Boxing Day, diskon aneka rupa menuju pergantian tahun dst dst.
Para Ibu pasti gemes pengin berkeliaran di toko, masih nyaman belanja offline waktu itu. Tapi gak mungkin ninggalin balita di rumah jadi terpaksa dibawa. Nah, lucky me, si #boy3 malah molor pas udah dalam toko hihihi.
Deket-deket kasir, obrolan makin seru. Ibu di belakang saya ikutan nimbrung. Ibu yang lagi di kasir juga nampak ngobrol seru dengan kasir. Mereka ngobrolin soal wisata pantai. Ngerumpinya heboh sampai-sampai 3-4 ibu di belakang (termasuk saya) ikut dengerin dan sesekali menimpali.
Pas giliran saya, kasirnya juga tetep ramah dan bertanya apakah saya sudah pernah jalan-jalan ke California.
Ini nih salah satu hal yang lebih menyenangkan di US dibandingkan dengan Eropa. Walau sama-sama bule (Kaukasian), di US lebih baweeeeellll hehehe.
Di Texas, segala dirumpiin, apalagi kalau ngobrolnya sama the latinas. Segala umur, ukuran celana, ditanyain dengan casual. Kalok nanya umur ukuran bule Eropa itu bisa dibilang cari mati, yes? Hahahaha.
Akoh emang anaknya berjiwa rumpi di atas rata-rata. Jadi soal pergaulan dan urusan chitty-chitty chat lebih seneng di Texas ^_^.
Begitu masuk, pegawai-pegawai di sana menyambut dengan ramah. Dikirain cuma mau menyapa basa basi gitu-gitu. Eh malah ampe panjang ceritanya :p.
Mereka semangat banget nanya-nanya kami dari negara bagian mana. Nampaknya di US sudah sangat terbiasa melihat orang-orang dari berbagai ras. Mereka nanyain negara bagian di US loh bukan negara asal based on our look.
“Beautiful hair, wonderful eyes.” Kata salah seorang ibu yang berjaga di area pantry. Dia senyum-senyum melihat anak-anak saya.
“Eh, saya ini juga punya darah lebanon loh. Tapi anak-anak saya pirang semua. Gak ada yang rambutnya sebagus anak-anak ini. MInimal saya penginnya mereka brunette lah…,” dese mengoceh panjang dengan senyum lebar.
Kami akhirnya cerita kalau kami sementara saja tinggal di Texas. Aslinya tinggal di Irlandia. Tapi kami berdarah asli Indonesia. Tentunya dilanjut dengan menerangkan di manakah gerangan Indonesia itu hahahaha.
Seruuuu. Jadi sarapan sambil mengobrol macam-macam dengan mereka.
Kalau sama tetangga-tetangga latin di gedung apartemen, sampai tuker-tukeran nomor celana jeans hahaha. Jadi itu saya takjub ama emak-emak yang bodinya aww-aww sekali. Anaknya 2 tapi selisihnya jauh sekali.
Tau-tau saja dia bercerita soal negara asalnya di Ekuador sana. Suaminya ada 2. Makanya anaknya yang sulung sudah 18 tahun, yang bungsu masih 5 tahun. Kami sering bertemu saat mengantar jemput anak-anak di halte bus sekolah depan gedung apartemen.
Mustahil lah yaooww ngobrol kek gini kalok sama emak-emak di Irlandia.
Pernah juga cuma jumpa sambil nungguin lift dan naik 3 lantai, kenalan sama bapak-bapak bule yang selantai tapi beda wing. Weleh, dalam tempo 5 menitan saja, dia sudah cerita kalau dia berasal dari Michigan, pernah lama di Kota Chicago tapi sekarang mencoba peruntungan di Texas.
Tak lupa dia bertanya kami aslinya dari mana, apakah permanen di Texas bla bla blu blu. Personal questions banget kan untuk ukuran Eropa :p.
Tapi tentu tak boleh buru-buru mengambil kesimpulan soal apakah The American lebih ramah daripada The European?
Ntar duluuuuuuu ….
Mungkin untuk small talk, keinginan untuk memulai percakapan, tak sungkan untuk berbasa basi, nolongin bagi-bagi info kecil buat para turis misalnya, kemampuan memahami aksen bahasa Inggris dari berbagai logat, curiosity kepada beda ras (special case untuk The African, ini agak beda), orang Amerika lebih ‘unggul’.
Ketolong sama kehidupan sosial di US yang memang heterogennya jauuuhhh lebih terasa ketimbang Eropa yang rada homogen? Could be.
Tapi katanya sih belum tentu loh orang Amerika ini mau menjalin hubungan yang lebih dalam dan pertemanan jangka panjang. Ya gak papa juga lah. Kita kan juga pengin ngobrol haha hihi doang yak :p.
Katanya juga tergantung sama negara bagiannya. Beberapa negara bagian juga ada yang ‘dingin’ terhadap ras minoritas (mana pun). Apalagi yang agak-agak terpencil wilayahnya dan jarang melihat yang ‘beda kulit’.
Pengalaman teman Indonesia yang pernah melancong sekeluarga ala-ala road trip gitu. Terus mereka nyasar isi bensin di area yang sepiiiiii dan agak isolated gitu, mereka diliatin oleh orang-orang lokal yang 100% bule-kaukasian. Ngeliatinnya bukan yang ramah bersahabat gitu hehehe.
Memang enggak boleh gegabah mengambil kesimpulan apalagi kalau cuma numpang hidup setahun di negeri orang. Apalagi kalok cuma liburan dua tiga hari ye kaaannnn ;).
The best way to travel abroad is to live with the locals. – Unknown
But well, I do love Ireland kok. I still do, walaupun setelah tinggal di Texas menyadari betapa ‘dingin’nya orang-orang lokal di Irlandia compared to Texas :p.
Tapi sekarang lagi enjoy banget back in Indonesia. Sama tetangga guyub, ngobrol sana sini dengan ceria, yah kangen juga suasana kayak gini setelah sekian lama ‘terasing’ di negeri orang yak hahahahaha.
Memang, lain lubuk lain belalang, dinikmati sajaaaahhh ^_^.
When you move from one country to another you have to accept that there are some things that are better and some things that are worse, and there is nothing you can do about it. – Bill Bryson