Saya setuju dengan pendapat teman soal generation gap dalam urusan beranak ini hihihi. Entah dengan kalian, seingat saya, dulu keputusan semisal menikah dan mau punya anak, bukan keputusan “ideologis”.
Kenapa mau menikah? Simply because everyone did! Hahaha. Kenapa mau punya anak? Because it’s a normal thing to do. Ya mengalir aja gitu. Dijalani karena ya semua orang juga gitu :p.
Buat saya, anak kedua pun begitu. Mikirnya, “Ah, masa cuma satu. Minimal 2 lah.” Payah emang hahahaha. Mana ada saya mikirin nanti masa depannya gimana, apakah sanggup membesarkan dengan penuh cinta kasih sayang, keuangan gimana, anu-anu dst dst dst.
Begitu anak ketiga barulah merupakan pertimbangan yang lebih matang. Banyak aspek diperhitungkan. Bukan lagi keputusan yang “yaelah, semua orang juga gitu kok” :p.
Sebenernya sudah ada loh dulu temen saya yang secara terbuka menginginkan status “childfree”. Bisa ditebak, sekarang saja keputusan untuk childfree masih bikin gonjang ganjing dunia netijen yang gampang meledak (hahaha), apalagi era beberapa dekade sebelumnya.
Tentu temen saya yang mau childfree di masanya itu dianggap “freak” bla bla bla.
Mungkin kalau zaman ibu atau nenek kita, orang-orang yang memutuskan untuk childfree bakal dirajam ya hahahaha. Kini, zaman lebih berkembang. Menghadapi perbedaan enggak segempar dulu. Gemparnya pun paling sahut-sahutan di medsos doang :p.
But again, sebenernya dulu-dulu pun mungkin tidak sedikit yang berpikiran sama (misalnya mau childfree, mau selibat seumur hidup dll) tapi sarana mengemukakan pendapat belum selugas dan sebanyak sekarang. Dulu paling ditulis dalam diari dewe-dewe, dikonci pulak, umpetin dalam lemari, dibaca sendiri terus udah :p.
Urusan beginian, saya tergolong konservatif. Soal menikah misalnya. Entahlah dulu tidak pernah membayangkan tidak menikah. Sampai-sampai ketika ada pertanyaan, “Tidak menikah sama sekali ATAU menikah dengan orang yang salah?”
Saya mantap memilih, “Menikah dengan orang yang salah!”
Ya pokoknya kudu nikah, titik. Tolong dah hahahaha.
Dunia digital bener-bener menghadirkan banyak fakta dan informasi dengan mudah dan cepat. Tentulah beda dengan masa dulu-dulu di mana jangkauan informasi kita sangat terbatas.
Banyak info, banyak pilihan, banyak pertimbangan, lebih banyak keinginan yang makin kejar-kejaran dengan kemampuan, dan tentunya…. lebih mudah membaca resiko.
Seharusnya tidak sulit dipahamil mengapa generasi sekarang lebih berani “mikir” terlebih berani mengambil keputusan. Masa depan lebih terbaca seiring dengan lebih banyaknya pilihan.
Role model bukan lagi orang tua kita sendiri atau siapa pun yang secara jarak dekat dengan kita.
Contoh kecil, dulu ambisi untuk S2 di luar negeri mentok sekadar cita-cita. Informasi seret, waktu terbatas apalagi untuk yang bekerja full time seperti saya. Dulu kalau mau nyari informasi banyakan via offline :(. Sudah capek duluan pulang kerja dll.
Mau cuti takut kena pecat, kalok dipecat bayar kosan dll gimanaaaaa *suaraHatiAnakYatim* hahaha. Enggak tau juga mau mulai dari mana. Contoh sekitar ya gitu, rata-rata pada merit. Kalo pun ada yang sejalan , kondisi ekonomi beda jauh hehehe.
Sekarang alhamdulillah, tinggal googling aneka rupa informasi nongol bener-bener tinggal baca dan diterapkan step per step secara detil <3. Alhamdulillah ikut seneng. Ayok adik-adik lebih semangat meraih mimpi, sekarang sudah banyak jalan dan insya Allah jauh lebih mudah.
Jadi wajar banget kalau ada yang percaya diri untuk menunda pernikahan. Atau ada yang mau childfree sekalian. Dulu punya anak ya punya anak aja, banyak yang tanpa perencanaan detil, hayo ngaku! Hihihihi.
Satu anak, dua anak, bungkuuuussss :p. Mungkin anak ketiga dan seterusnya baru lebih “mikir” :p. Tujuan punya anak juga bukan sekadar buat investasi. Generasi dulu mikirnya anak buat penjaga di masa tua misalnya, buat dimintain duit #eh :p dst dst.
Sekarang jamannya sudah berbeda, yes?
Sudah muncul kesadaran untuk meyakini masa depan kita tidak perlu mendompleng masa depan anak :p.
Makanya suka heran kalo ada yang bilang ke saya, “Bikin lagi Je, biar dapet cewe. Entar lu tuanya ama siapa?”
Jiaaaahhh, ngapain amat ngabisin masa tua berantemin menantu ye kan hahahaha. Semoga anak-anak bisa menjalani masa depan yang baik dan mandiri ya, demikian pun kami berdua, ingin mandiri di masa tua. Saya bahkan enggak keberatan tinggal di panti jompo. Asyik, bisa ngerumpi ama yang seumuran hihihihi.
Nanti temen-temen jompoku kuwawancara satu-satu. Kuyakin tiap orang punya kisah hidup unik dan menarik. Gue bikinin buku satu-satu hahahaha. Aamiin <3.
Tren juga sekarang banyak yang pengin punya anak satu aja biar lebih fokus. Atau yang sekalian pengin CHILDFREE. Again and again, your life-your value-your choice.
Setuju dengan pilihan hidup orang lain bukan berarti kita sepakat dan ikut menjalani kaaaaannnn? Bedakan simpati vs empati :D.
Yang sudah dikaruniai buah hati ya hayuk diemban tanggung jawabnya. As hard as it is, as impossible as it could be, there’s no way to run :). Dihadapi saja.
Setidaknya jadi lebih mudah berempati pada mereka yang memilih keputusan berbeda.
Jadi orang tua berat? Wo jelaaaaaassssssss. Memilih childfree? Tentu lain lagi resikonya. Mau pilihan apa pun, selalu ada konsekuensinya. Kita bebas memilih, tapi konsekuensi akan selalu mengikuti. Sesimpel ituh :D.
Ukuran kebahagiaan juga beda-beda. Lu seneng punya anak then go on. As a happy mom (well, at least 55% happy lah hahaha) of three, I do believe, 100%!, kalok ternyata ada orang lain yang tidak punya anak (baik karena kondisi maupun keinginan sendiri) juga bisa bahagia.
βMere color, unspoiled by meaning, and unallied with definite form, can speak to the soul in a thousand different waysβ. ~Oscar Wilde
Kebahagiaan punya banyak dimensi, I do believe :).
Kalau nyari serial drama tapi gak terlalu mellow, gak terlalu banyak konflik nan dramatis bla bla bla, plotnya rileks tapi ceritanya tetep menarik untuk diikuti tapi gak terlalu bikin nagih jadi bisa maraton satu season sekaligus (hihihi), Virgin River ini salah satu rekomendasi saya ;).
Tadinya saya pikir ini cerita-cerita sinetron ala US di channel Hallmark, tapi ternyata Virgin River enggak se’sinetron’ ituh :D. Not bad at all, keren malah.
Serial yang diangkat dari novel dengan judul yang sama bersetting di sebuah kota mungil yang kelihatannya santai dan tenang di belahan utara California. Virgin River itulah nama kotanya.
Ada aneka rupa tokoh yang diceritakan dalam serial ini dengan konfliknya masing-masing. Tapi kisah berpusat pada tokoh Melinda Monroe (Mel), seorang perawat senior yang tiba-tiba pindah dari hingar bingarnya Los Angeles menuju kota kecil Virgin River.
Mel menerima tawaran kerja dari sebuah klinik di sana yang selama ini hanya di-handle oleh seorang dokter senior, Vernon Mullins (Doc). Awalnya Doc nampak ogah-ogahan dengan kehadiran Mel. Yang nawarin kerja ternyata adalah Bu Mayor, Hope McDrea (Hope), walikotanya Virgin River.
Belakangan diketahui si Hope dan Doc ternyata adalah … nonton sendiri dong aaaahhh :p. Berusaha gak ada spoiler nih ceritanya hehehe.
Serial original Netflix umumnya punya ciri khas ‘banyak flashback’. Jadi latar belakang Mel misalnya, diceritakan sepotong-sepotong hingga akhirnya ketahuan alasan si eneng ujug-ujug kabur ke kota kecil ini.
Di Virgin River, Mel langsung menarik perhatian orang-orang. Maklum yah kota kecil begini, mirip di Indonesia lah, orang-orangnya lebih rumpi hihihi. Berita menyebar cepat soal kehadiran Mel.
Serial ini juga cukup mudah ditebak begitu Mel kenalan dengan Jack Sheridan, seorang marinir yang punya bar/kafe di Virgin River. Kafenya Jack ini jadi tempat ngumpul-ngumpul di sana. That’s why, Jack is very popular, termasuk sifatnya yang sangat ramah, gampang akrab, ringan tangan membantu siapa saja.
Bagai si Boy (Catatan si Boy) ala bule kota kecil gitu kali ya hahahaha.
Tapi pemerannya Jack ini pernah jadi tokoh Dokter Nathan di Grey’s Anatomy dan eike udah demen sama dese sejak itu. Orangnya lakik banget euy. Versi saya, yes? Sayang enggak lanjut di GA, cuma satu apa dua season gitu.
Untunglah ketemu lagi di Virgin River. ((KETEMU))!! Hahahahaha.
Walau tokoh-tokohnya banyak juga yang udah manula (literally! hahaha) ceritanya tetep menarik banget, deh. Kisah Mel dan Jack yang sangat mature, sesuai usia tokoh yang kayaknya 30 an ke atas gitu emang ya, enggak toxic – enggak bikin gemes berlebihan – enggak imut imut ga jelas dst dst.
Beginilah review dari emak-emak pra manula yang nampak udah lelah dengan aneka rupa kisah-kisah romantis menguras emosi? Wkwkwk.
Ada juga tokoh Preacher, rekan marinirnya Jack yang juga kerja bareng di kafe. Ada Lily yang sekilas numpang lewat tapi memberikan warna yang cukup signifikan pada film ini. Ada Brady, Charmaine, Ricky, dll juga.
Konfliknya enggak ecek-ecek tapi juga bukan yang bombastis gak mutu gitu. Entahlah, semuanya pas aja rasanya. Enggak bikin mabok sampai kudu begadang ngabisin episodenya. Enggak ngebosenin juga.
Enak diliat dalam suasana santai. Tapi seru juga loh. Tiap akhir episode para penonton diberi kejutan-kejutan kecil yang bikin gatel penasaran. Di akhir season, kejutannya lebih gempar.
Sekarang sudah selesai 3 season. Season 4 is on the way. Konfliknya cukup dalam tapi tidak rumit.
Kedewasaan tokoh Mel yang dimainkan oleh sangat apik oleh aktris Alexandra Breckenridge. Mel ini cukup tenang dan gak banyak drama tapi ya emosional juga kadang-kadang.
Tokoh Jack -nya di season 1 terlalu flawless :p. Tapi makin ke belakang lebih masuk akal lah. Ada juga beberapa keputusannya yang kurang sempurna. Lebih terasa real human :).
Apa ya, seperti yang saya bilang tadi, penggambaran tokoh-tokohnya cukup “pas”. Enggak lebay tapi gak datar-datar aja. Ada tante Muriel yang sekilas dirasa antagonis but she is lovely and reasonable.
Khas serial Hollywood, film ini juga ada “tembak-tembakannya” loh hehehe. Tapi porsinya lagi-lagi … pas! (y). Kisah cintanya mencakup 3 generasi, komplit pokoknya :p.
Lokasi syutingnya cakep banget. Instead of mengambil latar di California, proses shooting dilakukan di wilayah Vancouver dan British Colombia, Kanada. Pantes cakepnya gila-gilaan <3.
Kota mungil ini juga mengingatkan pada Kota Athlone. Walau agak beda ya keseharian ala yurop vs US, tetep ajah jadi nostalgia sama Athlone.
Tapi kalok ditelusuri lagi ya emang secara setting tempat pun, Athlone beda banget sama Virgin River (setting : Kanada). Ini loh video Athlone boleh diintip dikit, yes? :p
Kalok lagi stres nemenin para murid onlenku yang tiada kunjung fokus ini (hahahaha), ingin rasanya waktu berputar kembali dan ngotot pengin di Athlone saja :p.
Itu pakek tanda kurung (lumayan) soalnya memang kalo harganya murah ya rasanya so-so aja. Agak berat mau bikin catering yang enak dan murah hihihihi. Tapi beneran catering yang saya rekomendasikan ini lumayan enak rasanya <3.
Jadi karena drama sekolah online, dominan waktu kepakek buat melototin anak-anak depan laptop biar kagak maen game terus-terusan hahaha.
Saya catering sudah sejak tahun lalu, sih. Biasanya catering sekali sehari, buat makan siang doang. Pesen menu untuk 5 orang, senin sampai jumat. Lumayan membantu.
Tapi masuk tahun ajaran 2021/2022 ini, murid udah nambah 3. #Boy3 yang tadinya homeschooling ala-ala kami putuskan masuk sekolah aja dah :D. Cateringnya pun diputuskan 2x sehari. Makan siang dan makan malam.
Si #Boy3 ini belajarnya sih tetep ama saya cuma enaknya kalok sekolah enggak perlu puyeng mikirin kurikulum dan bahan pelajaran, yes? π
Ini mau curhat sekolah onlen apa mau sharing info catering harian di Bintaro kaaaahhh? -_-.
Mau mencari pembenaran dulu hahaha.
Catering harian yang kami gunakan ini menunya masakan rumahan sehari-hari. Karena sekarang untuk 2x makan kami langganan di 2 jasa catering sekaligus. Tetep senin sampai jumat.
Dua-duanya nih lumayan bersaing. Harganya tergolong MURAH, asli MURAH, dibanding kompetitor lainnya. Yuk kita review satu satu :D.
1- VIVO CATERING
Ini yang paling pertama saya gunakan. Rekomendasi dari ibu-ibu di WAG kompleks. Harganya mantep hehehe. Soalnya pas searching via Instagram, harganya mihil-mihil, euy. Pernah nyobain satu yang agak mahalan ini. Ah, menunya mirip-mirip Vivo Catering juga, kok. Rasa juga so-so aja.
Berikut daftar harga catering rumahan harian ala Vivo Catering :
Untuk 1 porsi =
Untuk 2 porsi =
Contoh menunya untuk sebulan :
Kelebihan Vivo Catering :
Datengnya cepet, biasanya jam 10 pagi udah nongol malah.
Menunya variatif banget, seminggu itu bisa beda-beda terus.
Admin WA nya baik banget. Entah itu pemilik apa admin apa gimana. Respons kalok chatting cepet dan ramah.
Sambelnya juga selalu dipisah. Jadi anak-anak bisa makan. Soal variasi menu, alhamdulillah, anak 3 nih sejak tinggal di luar negeri memang udah biasa makan masakan rumahan ala nusantara. Ya ayam goreng, ikan goreng, aneka soto, sop-sop an, tumis, pepes, semuanya pada mau.
Rasanya juga tergolong enak, kok. Enggak pernah dapat makanan basi so far. Semuanya fresh.
Pembayarannya gimana? Bebas aja sih. Terus enggak harus bayar di muka. Jadi bayarnya bisa belakangan. Saya biasanya bayarnya per minggu (tiap hari sabtu/minggu), seringnya juga per 2 minggu. Bahkan pernah karena lagi hectic terus lupa, bayarnya setelah 4 minggu!
Enggak pernah ditagih jugak. Tapi jangan bandel loh ya. Tetep harus dibayar per minggu kalau bisa ya biar modal mereka bisa muter terus.
Deliverynya sih gratis. Mungkin untuk area tertentu. Saya tinggalnya di perumahan Discovery Residence, deket RSPI Bintaro. Mungkin kalo deket-deket situ harusnya gratis juga.
Berminat langganan, itu ada nomor telepon dan nomor WA adminnya, ya. Monggo langsung dihubungi saja ^_^.
Cukup gak buat berlima? Tergantung menunya juga sih. Kadang menurut saya kurang proteinnya jadi saya tambahin pake tahu atau tempe goreng atau telor dadar bikinan sendiri.
Tapi sering juga tuh menu utamanya ayam, terus lauk tambahannya telor. Jadi pas tuh proteinnya berlimpah :D.
2- Dapur Kebumen Catering
Perbedaan harganya paling cuma beda goceng dengan Vivo Catering. Menunya aja yang lebih variatif. Rasanya juga lumayan banget.
Kekurangannya si Dapur Kebumen ini datengnya luamaaaa. Jam 1 kali baru nongol hehehe. Jadinya lauk dari Dapur Kebumen kami jadikan lauk makan malam. Kalau mau lebih cepet, bisa diambil sendiri katanya.
Contoh menu sebulan :
Packagingnya sama nih Vivo Catering dan Dapur Kebumen. Pakai rantang putih plastik terus lauk-lauknya dibungkusin sama kantong plastik lagi. Biar rantangnya enggak kotor kali ya.
Nah, siapa tau ada yang butuh informasi soal catering harian dengan masakan rumahan yang harganya cukup terjangkau dan rasanya oke.
So far ini katering udah berbulan-bulan, sempet berhenti juga beberapa kali terus lanjut lagi. Belom bosan ini so far hehehe. Soalnya kalo masak pun ya paling gini-ginian jugak :D.
Semoga informasinya membantu ya wahai para penghuni Bintaro dan sekitar :D. Itu nomor telpon dan info detail ada di gambar masing-masing, yes? Cobak di zoom ini ajah kalok belum terbaca jelas ;).
Video lama ini. Era bikin video pakai GoPro. Gambarnya mulus dan stabil, gak pakek getar-getar bikin pening hahaha. Yuk, yang mau cus langsung ke vlognya :).
https://www.youtube.com/watch?v=NOL8jimIA1g
Semasa tinggal di Texas, negara bagian Florida adalah negara bagian pertama di luar Texas yang kami kunjungi.
Nemenin suami yang assignment ke Fort Lauderdale, yang berjarak kurang setengah jam dari Miami. Jadi suami kerja, kite hura-hura di hotel hahahaha.
Berangkat dari Texas sepagi mungkin. Menuju Fort Lauderdale makan waktu sekitar 22 jam. Suami memutuskan nyetir sejauh mungkin sampai malam. Rencananya berhenti menginap sambil nyari makan malam.
Belum tahu mau menginap di mana yang penting nyetir aja terus dulu. Tentu mampir-mampir buat isi bensin, pipis, jajan-jajan hihihi, bla bla bla blu blu blu karena nenteng bocah 3 bijik :D.
Ternyata, jelang jam 7 malam, setelah 11 jam an menyetir, tiba di Pensacola. Booking hotel lewat situs booking.com terus check in, naruh barang, balik ke mobil lagi nyari makan malam.
Ketemu restoran seafood, makan di tempat. Sebagian dibungkus yang enggak abis biar makan di kamar hotel aja soalnya udah capek juga.
Besok pagi lanjut ke Fort Lauderdale. Walau sama-sama di Florida, menuju tempat ini butuh 10 jam nyetir juga dari Pensacola. Cemungud ea, Papaaaa, waktu itu daku blom bisa nyetir hehehe.
Tiba di tujuan nginep di hotel 2 minggu sementara suami kerja. Sempet main ke Miami pas weekend. Ini salah satu vlog pas ke Miami ^_^
Video yang di pinggir pantai di link pertama bukan video di Miami, yak. Ini video di Destin. Video Miami daku punya tapi isinya bikinian semua hahaha. Nantilah kapan-kapan yak π€ͺπ€ͺ. Tolong kurang-kurangin dosa di masa pandemi ππ π.
Pantai ini kami kunjungi justru dalam perjalanan pulang menuju Texas. Negara bagian Florida bentuknya memanjang. Jarak dari Fort Lauderdale ke Destin aja sekitar 9 jam an. Soalnya dari ujung ke ujung. Destin ini deket dengan Pensacola.
Kami menginap semalam di Destin. Pagi-paginya main ke pantai. Bulan segitu pantai masih agak dingin. Makanya sepiiiiiii pas pagi-pagi itu. Puas-puasin berlima di pantai. Pantainya bersih banget. Pasir putih yang bener-bener putih gak pakek sampah :D.
Di sekitaran pantai (Crystal Beach) banyak resort/hotel/vila bagus-bagus. Kami keliling-keliling dulu liat neighbourhood yang nampak didominasi kaum tajirunnya Florida inih :D.
#Boy3 masih 18 bulan waktu itu. Dese agak telat jalannya. Masih doyong-doyong umur segitu. Yang abang-abangnya mah udah tengil -_-.
Main sekitar sejam an, begitu agak ramai, kami pulang. Soalnya mau checkout dan cuuusss menuju Texas. Florida enggak masuk negara bagian favorit saya. Mungkin karena suhunya gerah mirip kayak Indonesia jadi gak berasa di luar negeri apa ya hahahaha.
Orang-orangnya santai. COba yaaaa, bayar tol aja di mana Texas dll sudah automasi, Florida masih pakek jasa orang. Itu mas dan embak yang jaga loket masa ngerumpi dah pas kami mau bayar zzz -_-. Cuek amat mereka :D.
Terus kalau pe-pantai-an, kami alumni Jeddah (Arab Saudi) yang juga dikepung pantai sepanjang Corniche Road. Manalagi saya lahir dan besar di Makassar, yang juga kota pantai.
Enaknya pantai di Florida walau dingin tapi enggak banyak angin kayak di Ireland. Di Ireland inih, pantai yang berbatasan Atlantik, mau winter sekali pun, kudu pakek jaket dah seliweran di pantai hehehe.
Musim dingin pun Florida tetep anget. Pernah liat acara tahun baruan di US? NY kan biasanya bareng sama Miami. Di NY orang banyak kukupan jaket tebel sarung tangan berlapis menggigil sambil teriak-teriak heboh, di Miami, orang pakek baju pantai telanjang dada tiup terompet rame-rame π .
As it’s said, “Florida where summer lasts 6 months, twice a year.” Karena itulah julukannya The Sunshine State.
Anw, waktu itu anak-anak ampe bolos seminggu dari sekolah. SEminggunya lagi bertepatan liburan Spring Break. Kami ngibrit pulang abis dapet email dari sekolahan di Texas kalo maksimal bolos cuma boleh 2 minggu atau anak-anak dikeluarkan dari sekolah! Waduh, yok balik Frisco, yoookkk ππ.
Panasnya Florida beda dengan Texas. Kalau Florida lembab. Panas dan keringetan. Kek Indonesia ye kan :D. Texas lebih mirip Arab Saudi. Panas tapi kering. Pesona utama Florida salah satunya Disney World di Kota Orlando. Kami enggak ke sana. Cuma ngasih tau aja π€ͺ.
Kalau ngomongin biaya hidup, perbedaannya bukan cuma terkait tinggal di negara mana. Karena dalam negara yang sama pun, kalau tinggalnya di kota berbeda, biaya hidupnya bisa beda banget loh :D.
Komponen lain yang tidak kalah pentingnya : GAYA HIDUP personal, yes? Nah, rasanya saya nih termasuk yang gaya hidupnya agak-agak pelit hahahaha. Nanti saya jelaskan secara detail di bawah :D.
Jadi, yang akan saya rinci adalah perkiraan biaya hidup untuk kota kecil di Republik Irlandia, Kota Athlone. Sebenernya Athlone untuk ukuran Irlandia bisa dibilang kota menengah. Tapi dibandingkan sama kota-kota di Indonesia so pasti tergolong kota imut-imut ye kan hahahaha.
Ini untuk biaya sekeluarga ya, kira-kira untuk keluarga dengan suami dan serta serta 2-3 anak. Kalau single ya silakan dikurang-kurangi sendiri aja hehehehe.
Yuk, kita bahas satu satu :
1- Biaya Sewa Rumah/Apartemen
Ini adalah komponen yang pengeluarannya paling gede. Di Dublin sewa apartemen 2 kamar tidur aja itu jatuhnya bisa 2000 euro per bulan (untuk fully furnished). Sebagian besar rumah/apartemen di Republik Irlandia memang biasanya sudah sepaket dengan isi-isinya. Mayan lengkap loh ^_^.
Di Athlone, sewa rumah atau apartemen harganya gak beda-beda jauh. Kisaran harga tahun 2020, rata-rata 1000 euro per bulan untuk fasilitas 2 kamar tidur.
Malah kadang harga rumah lebih murah. Tapi harus diingat kalau tinggal di rumah, misalnya biaya pengurusan sampah itu TERPISAH, jadi harus bayar lagi. Kalau tinggal di kompleks apartemen, biayanya sudah include.
Saya selalu tinggal di apartemen selama 7 tahun di Athlone.
Intermezzo dikit nih, ada yang mau tau Athlone kayak apa kotanya? Yuk, ikut jalan-jalan ama saya ;).
Apartemen pertama saya di Northgate Street, persis sebelah Hotel Radisson Hotel. Namanya SIlverquay. Waktu itu tahun 2013, murah banget, cuma 625 euro per bulan.
Tahun 2018 (setelah kembali dari Texas), kami pindah ke Ard Ri, ini letaknya lebih strategis. Ard Ri ini juga favoritnya Athlone makanya lebih mahal. Kami beruntung dapat harga 800 euro per bulan. Gak pernah naik sampai kami pergi di tahun 2020.
Tapi pasarannya itu 1000 an euro per bulan (fasilitas 2 kamar tidur).
Keuntungannya apartemen itu karena letaknya biasanya di City Center dan sekitar. Kalau kota sekecil Athlone enak banget jalan kaki ke mana-mana. Ard Ri tuh cuma 5 menit jalan kaki ke supermarket ALDI :D. Ke sekolah juga jalan kaki hihihihi.
Ke mal, ke klinik, janjian ama geng Simpedes ngopi di kafe, semuanya bisa jalan kaki :p. Gak percaya? Nih Gaeeesss, vlognya ada loh π
Kalau rumah biasanya agak ke suburb jadi perlu punya kendaraan pribadi. Ke mana-mana harus naik mobil. Jalan kaki ya bisa tapi kan lama dan pegel, hahahahaha.
Enaknya sewa rumah, biasanya dapat backyard yang gedeeee, asyik buat main-main dengan anak-anak. Tapi di Ard Ri juga enak, karena ada lapangan rumput segede gaban bisa buat maen 100 an anak pokoknya hahaha.
Jadi kira-kira kita kunci harga sewa rumah/apartemen di harga 1000 EURO (rumah/apartemen 2 kamar), yak ^_^.
2. Bayar Listrik
Komponen listrik termasuk yang lumayan menguras kantong kalau kita tinggal di negara-negara 4 musim. Apalagi Ireland nih yang nyaris jarang banget disamperin summer beneran. Kalok summer palsu mah tentu tiap tahun ada :p.
Jumlah yang harus dibayar itu tergantung musim, sih. Kalau bulan-bulan September sampai Maret di mana cuaca mayan dingin dan kayaknya mustahil gak nyalain heater, bayar listrik rata-rata 150 euro per bulan.
Keluarga saya biasanya nyalain heater pas mau tidur malam sampai pagi. Agak siangan sampai sore, biar hemat kami pakai sweater + kaos kaki dalam rumah. Tenaaaaannggg, orang lokal juga begini kok. Bukan karena kikir semata hahahaha.
Bayar listrik juga tergantung pakai apa heaternya. Kalau heater pakai gas rata-rata lebih murah. Apartemen saya tuh, baik Silverquay maupun di Ard Ri semuanya pakai heater listrik huhuhu. Relatif lebih mahal.
Masuk summer, biasanya april sampai agustus, cuaca lebih bersahabat. Bayar listrik rata-rata bisa 80 euro per bulan atau kurang. Bisa tanpa heater all day. Kalau pas lagi dingin ya paling nyalain 2-3 jam di malam hari. Karena cuaca labil banget. Kadang summer pun bisa mendadak di bawah 10 derajat berhari hari.
AC enggak ada yaaaaaaa :D. Makanya kalau pas suhu mencapai 30 dercel atau lebih, kagok euy :p. PUanaaassss. Tapi santai ajalah, jarang banget Ireland suhunya segini dalam waktu yang lama. Paling beberapa hari aja. Atau beberapa jam doang malah hahahaha.
Itu udah listrik total ya. Saya sebut2 heater soalnya heater ini yang konsumsinya pualing gede sendiri.
Kita kunci harga bayar listrik bulanan di harga 125 euro.
3. Biaya Sekolah?
Santaaaaiiii, sekolah gratiiiissss hihihi. Paling harnya beli buku-buku saja. Tapi buku-buku pun sebagian besar bisa disewa dari sekolah. Hanya beli beberapa saja yang modelnya macam LKS gitu beserta peralatan tulis menulisnya.
Untuk sewa buku tahunan biayanya sekitar 40 euro per tahun. Inget loh ya pertahun. UNtuk printilan lain-lain sekitar 30 euro (pensil dsb). Ini juga buat setahunan lah ya.
Selain buku, seragam juga harus beli. Di Ireland, sekolahnya pakai seragam :). Tapi belinya tuh bebasssss, boleh di toko mana saja. Ada yang murah ada yang mahal. Biasanya sekolah cuma nentuin warna saja. Contoh seragam, boleh ceki-ceki 2 vlog saya tentang sekolahan anak-anak di Ireland, ya ;).
Biaya seragam, ambil harga tengah saja, ya. Karena jumper/sweater tuh ada yang 5 euro sampai yang 30 euro (bahannya tebel, kualitas lebih yahud pastinya). Kira-kira perlu 2 pasang, atasan-bawahan-jumper-baju olahraga dll, 120 euro. Ini udah untuk setahun.
Ada juga pengeluaran macam field trip dan iuran renang dll, saya perkirakan sekitaran 50 euro pertahun.
Total biaya sekolah untuk SATU TAHUN kira-kira 340 euro. Satu bulannya kira-kira 30 euro (dibuletin yak biar gampang aja nanti ngitung totalannya :p).
Hmmm, kalau tinggalnya di City Center ongkos bus bisa dibilang ENGGAK ADA :p. Walau begitu, suami saya kan tiap hari ngantor bolak balik. Jadi sekalian aja dese yang nganterin anak-anak ke sekolah.
Nanti saya yang jemput. Jemput mah jalan kaki ajaaaa. Tuh cek vlognya di atas :p.
Mobil juga penting buat jalan-jalan. Transportasi publik di Republik Irlandia ini masih lumayan tertinggal dibanding negara maju lainnya di benua Eropa. Apalagi kalok tinggal di kota-kota kecil huhuhu. Busnya miniiiiiim.
Tiap weekend kami biasanya pergi hiking ke mana lah gitu. Langsung diceki-ceki aja beberapa vlog hiking kami sekeluarga selama di Ireland. Busyet ini iklan channel aja dari tadi hahahaha :p. Sekalian, yes? π
Kira-kira sebulan untuk bensin pengeluaran kami sekitar 100 euro.
Selain bensin, ada lagi yang namanya NCT (National Car Test). TIAP TAHUN, setiap kendaraan harus melewati proses NCT untuk mendapatkan surat izin penggunaan. Wajib pakai banget.
Buat safety emang penting banget sih proses semacam NCT ini. Jadi kendaraan yang lalu lalang tuh bener-bener yang sudah “lolos sensor” dan gak ada yang namanya ‘jalan belakang’ hehehe.
Biayanya 55 euro per tahun. Kira-kira sebulan dibuletin jadi 5 euro aja ya.
Adalagi yang namanya Road Tax yang kira-kira sekitar 300 per tahun. Apaan sih ini? Googling aja yak, masih panjang nih yang harus ditulis. Pokoknya biaya ini juga mandatory. Dijadiin bulanan, berarti sekitar 25 euro per bulan.
Next, ada asuransi kendaraan. Wajib jib jib asuransi kalau di negara-negara maju. Besaran pajak kendaraan tiap tahun tergantung banyak hal. Misalnya kalau baru datang dan mengemudi di Irlandia, preminya lebih besar.
Kalau baru punya SIM L (baru belajar mengemudi) preminya juga guedeeee. Jika sudah bermukim agak lama dan mengajukan asuransi untuk kesekian kalinya baru ada pengurangan.
Nah, suami saya setelah mengemudi 2 tahunan dan punya SIM ‘beneran’ (apa sih istilahnya ya, lupak, hahahaha), bayarnya sekitar 600 euro per tahun. Kira-kira 50 euro per bulan.
Ditotalin biaya transportasi bisa 180 euro per bulan.
Nah kalau tinggal agak ke suburb dan gak punya kendaraan pribadi, ada sih bus. Tapi waktunya agak terbatas, sekali naik sekitar 1-2 euro. Mayan mahal jugak. Silakan diitung sendiri yak bulanannya :D.
5. Biaya Belanja Bahan Makanan dan Kebutuhan RT lainnya
Astagah, ini kok baru keingetan hihihi. Okay, ini juga tergantung banget gaya hidup dan kebiasaan tiap keluarga. Kami berlima (2 dewasa, 2 anak usia di atas 7 tahun dan 1 balita) menghabiskan kira-kira 125 euro per minggu. Ini relatif murah sih emang hehehe.
Ini biaya belanja ke supermarket. Saya tuh juga belanjanya ke ALDI, supermarket yang memang terkenal harganya miring :p. Sudah termasuk belanja beras, lauk, cemilan, peralatan pembersih rumah dst dst.
Selain ALDI, bisa juga ke LIDL yang harganya mayan bersaing. Tapi apartemen saya deketnya ke ALDI jadi ngapain dah jauh-jauh hehehe.
Iklan lagi aaaah, ada looooh vlog pas belanja belanja ke ALDI, hahahaha. Hajar teroooosss :p.
Berarti sebulan kira-kira 500 euro, ya.
Kami gak suka jajan. Saya seringnya masak. Tapi dalam sebulan ya ada aja acara makan di resto. Makan di resto di Ireland tuh bikin bokek banget dah huhuhu. Karena resto pajaknya gede, bayar karyawan segala macam, bla bla bla. Jadi satu menu tuh rata-rata dibandrol 10 euro.
Makan berlima abis udah 50 euro :p. Kecuali jajan-jajan kebab ala-ala hehehe. Banyak looohhh kebab halal di Irlandia, bahkan di kota-kota kecil pun, rumah makan halal bertebaran.
Anggaplah makan di luar ini sekitar 100 euro per bulan. Totalnya 600 euro.
6. Uang Les Anak-anak
Tergantung ikut les apa aja. Anak-anak kami ikutan renang. Yang bungsu waktu itu belom sih. Renang bayarnya per term 12 x pertemuan 1 minggu 1x, 90 euro per anak. Kira-kira 30 euro per bulan 1 anak. 2 anak jadi 60 euro.
Anak-anak juga ikut les ngaji, sekitar 75 euro per bulan 2 anak.
Udah sih itu doang. Totalnya kira-kira 135 euro per bulan.
7. Beli Kebutuhan Sandang
Hmmm, ini tricky juga ya. Soalnya beli baju relatif jarang. Negara 4 musim yang cenderung dingin kayak Irlandia, jarang keringet, jadi gak perlu sering-sering ganti baju. Mandi saja bisa 2 hari sekali hahaha.
Jaket aja tuh saya bisa 2 tahun sekali baru beli. Anak-anak yang agak sering. Lagian enaknya di Ireland bisa beli-beli baju preloved. Preloved sandang di Ireland banyak yang bermerek dengan kondisi masih muluuuusss :D.
Jaket sama sepatu yang sering beli preloved. Apalagi buat anak-anak. Cepet kekecilan jadi ngapain beli baru terus :D. Pilihan masing-masing saja ya ^_^.
Sandang juga termasuk beli cover selimut, seprei dll. Ini gak perlu tiap tahun banget sih belinya. Kalok saya yaaaaa hihihi. Emang ngirit anaknya :p.
Let say kebutuhan sandang kami mungkin sekitar 600 euro per tahun. Ini udah berlima ya. Suami yang paling gak rewel hahaha. Sebulan berarti kira-kira 50 euro. Kan gak tiap bulan belanja juga sih.
8. Miscellanous
Biaya misc ini kira-kira berapa ya, hmmm, repot juga ini ngitungnya hehehe. Kita kira-kira sekitar 100 euro sebulan.
YAK, it’s a wrap. Udah ke-cover semua, yak. Nanti kalo keingetan lagi baru diedit lagi hihihihi.
Jadi total sebulan kira-kira berapaaaaa? Jeng, jeeeeng. Yok, totalin…totalin…
1000 + 125 + 30 + 180 + 600 + 135 + 50 + 100 = 2220 euro PER BULAN. Kondisi hidup berlima, anak 3. Kurang lebihnya segitu.
Jangan lupa ini untuk BIAYA HIDUP DI KOTA SELEVEL ATHLONE hehehehe. Inget yak, di Dublin sewa rumah/apartemennya aja bisa DUA REBU sendiri :D.
Makanya salah satu solusi buat keluarga yang bekerja di kota-kota besar adalah melipir ke suburb hehehe. Sekitaran Dublin kan ada beberapa kota-kota satelit yang mudah-mudahan harganya lebih bersahabat. Aamiin, hahhaha.