Jalan Jalan ke Historic Downtown McKinney, Texas (2017)

Texas memang bukan negara bagian yang ‘wow’ soal pemandangan alam, dibanding Colorado – Arizona (per gunung an dll) atau Florida California (per pantai an). Bukan juga kota-kota gemerlap macam NYC.

Baca Juga : “Jalan-jalan ke Rocky Mountain National Park, Colorado”

Kota Dallas malah relatif “old style”. Kalau ke Houston lumayan meriah lah :D. Ibukota Texas, Austin, lebih rapi. Tempat paling tepat buat liat banyak spot turis unik, pergilah ke San Antonio.

Masih sibuk ngobrak abrik hard-disk nyariin video video lama di San Antonio, banyak banget tempat bagus-bagus yang sempat saya video in pas ke sana.

Nah, kalau kota-kota lain sekitaran Dallas (misalnya McKinney), turis biasanya mengunjungi bagian Historic Downtown nya. Mirip lah dengan Grapevine (dulu dah pernah bikin vlognya).

Baca Juga : “Jejak Para Texas Rangers di Grapevine Historic Downtown, Texas”

https://www.youtube.com/watch?v=eW6u4H71R0E

Suasana ala kota-kota koboi jaman dulu yang sering kita liat di tipi-tipi era 70 dan 80 an hehehe. Segala rumah-rumah bahan dasarnya kayu, iklim yang nampakk panas. Koboi wara wiri naik kuda, pakai topi khas, nanti kudanya berderu mengibaskan debu *tsaaaahhh*.

Paling inget sama model bar yang pintunya gak full itu loh. Jadi masuk bisa langsung gebrak :D. Kayaknya dulu deg-degan banget kalo ada scene lagi ngumpul di bar, terus tahu-tahu ada sosok misterius muncul di pintu. Hadeeehh, tontonan jadul tahun 80 an hahaha.

Btw, ini vlog untuk McKinney Historic Downtown, cuuuusss :

McKinney Historic Downtown terletak di :

McKinney Performing Arts CenterAddress:ย 202 S Chestnut St, McKinney, TX 75069, United States

Jarak McKinney dari Dallas kira-kira setengah jam menyetir mobil. Emang gak terlalu jauh dari Dallas.

Buat muter-muter sekitaran Historic Downtown di McKinney ini paling sejam an cukup banget. Kami paling cuma keliling-keliling bentar, lihat-lihat toko-toko dari luar. Di sini banyak tempat makan juga. Selain toko-toko suvenir sana sini.

Enggak beli apa-apa hihihi. Masuk ke toko suvenir aja enggak. Memang cuma pengin strolling around santai-santai :D.

Memang garing banget compared to historic downtown di Eropa. Eropa itu banyak bangunan megah dengan arsitektur “rumit-rumit”. Terus iklim juga beda kan dengan Texas. Texas puanaaaassss :D.

Historic Downtown di Texas belahan utara ya gini-gini aja. Kebanyakan rumah-rumah kayu. Berbanding terbalik dengan oldtown Eropa yang rata-rata rumah batu yang gede-gede nan “tebel” hehehehe.

Baca Juga : “The Texas Weekender (Tinggal di Texas, 2017)

Perbedaan utama lainnya adalah soal iklim. Misalnya pas Januari nih di vlog ini, sudah bisa pake jaket tipis. Kalau di Ireland, jangan harap! Hahahhahaha.

Januari biasanya lagi dingin-dinginnya :D. Texas dingin pun, matahari masih nongol dan lebih sering kena salju. Ireland relatif stabil, artinya “hampir dingin dan mendung” sepanjang tahun hahahahaha.

Salju jarang turun di Irlandia tapi panas terik juga jaraaaang. Suhu di bawah NOL juga hampir gak pernah (kecuali tengah malam pas winter), tapi suhu maksimal seringnya di bawah 20 derajat. Adem sepanjang tahun.

Texas kalok winter ya dinginnya bisa minus juga tapi cuma bentaaaar. Begitu summer auto-mendidih :D.

Tapi inget Texas itu salah satu negara bagian paling tajir di US. Nomor 2 kalau gak salah. WIlayahnya juga paling gede nomor 2 dengan jumlah penduduk yang masih dikiiiiiit. Makanya gak sepadet California – NY – Florida.

Baca Juga : “The Place Where Summer Lasts 6 Months … Florida!”

Pasti kaget deh liat harga rumah di Texas, even di kota-kota industri semacam Plano dan Frisco di wilayah utara. Kalok kota industri biasanya mihil kan hehehe. Rumah segede bagong harganya jauuuuhhh di bawah harga properti di Jakarta dan sekitar.

Tapi materialnya kayu sih hihihihi.

Hukum alam normal, kalok peminat sedikit ya harga lebih murah ;). Jumlah penduduk di Texas compared to luas wilayah monggo di googling sendiri.

Begitu deh kisah jalan jalan ke McKinney Downtown Historic di Texas. Ngubek-ngubek memori lama. Duh, jadi kangen Texas lagih <3. Mudah-mudahan someday bisa balik ke sana lagi.

You Only Miss The Sun When It Starts to Snow


Tidak semua negara 4 musim mengenal salju. Dan gak semua negara seputaran Timur Tengah mengenal musim panas doang.

Waktu tinggal di Iran pertama kali saya tahu kalau salju pun ada di kawasan sana. Walau nyangkut di Teheran saat musim panas sudah menjelang, sisa salju masih kelihatan di puncak pegunungan yang mengepung ibukota Negeri Para Mullah.

Taman Sai di Teheran, Iran (gambar : panoramio.com, by Behrooz Rezvani)

Di beberapa wilayah Saudi juga turun salju di saat tertentu. Tapi kota tinggal saya di Jeddah dulu suhunya enggak ekstrim. Musim panas mencapai 40 an dercel, musim dingin paling 15 dercel.

Tapi di ibukota Negeri Penjaga 2 Kota Suci, Riyadh, musim dingin bisa minus walau tetep gak kebagian salju hehehe.

Justru di Irlandia, jaraaaaaannngg kebagian limpahan salju. Kalo pun ada ya paling hujan es tipis-tipis atau ada tumpukan salju yang dalam hitungan jam bisa hilang begitu saja.

Irlandia mau musim panas pun suhu rata-rata sekitar 20 an dercel saja. Mendung hampir sepanjang tahun. Yup, ((sepanjang tahun)).

Pernah ada badai salju hebat di penghujung Februari tahun 2018. UK dan Irlandia diserang oleh “Beast from The East” dari pesisir timur.

Hampir seminggu Irlandia tertutup salju tebal dan “LUMPUH”. Kantor libur, sekolah libur, toko-toko hanya buka sebagian.

Banyak kecelakaan di jalan karena infrastruktur Irlandia tidak disiapkan untuk menyambut kedatangan salju sebanyak itu.

Orang-orang tapi hepi cobak, maklum jarang liat salju sebanyak itu termasuk bule-bulenya hahaha. Pemerintah pening mikirin aktivitas yang terhenti di hampir semua lini, rakyatnya sibuk bikin boneka salju sambil foto-foto ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

Pipa-pipa mampet, tapi untungnya suplai listrik dan air tetap lancar. Peringatan akan badai sudah ada seminggu sebelumnya, jadi kulkas penuh dan amaaaannn suplai makanan.

Mirip saat banjir melanda Jeddah dan sekitar di awal tahun 2011. Lagi hamil pula eike.

Kenangan hamil anak ke-2 di Jedah, tahun 2010-2011

Apartemen kebanjiran, mati lampu gelap-gelapan gak pernah nyiapin senter dan takut nyalain lilin (takut ketiduran), suami gak pulang-pulang terjebak macet, tetangga udah berangkat ke Madinah, daya gerak terbatas karena perut melendung, sedap pokoknya mah ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜….

Kota lumpuh sepanjang malam. Udah kek mo perang, helikopter silih berganti muter ke mana-mana. Gak bisa tidur nyenyak, pagi-pagi langsung kabur ke Madinah ๐Ÿ˜…๐Ÿ™.

Sistem pengairan tidak disiapkan untuk bencana banjir.

Tahun ini anomali alam melanda wilayah Texas. Sama seperti Irlandia, Texas jarang bersentuhan dengan tumpukan salju berhari-hari.

Waktu tinggal di Texas, ketemu salju di Colorado doang, Texas kering waktu itu. Paling beberapa danau membeku. Gitu doang.

Semingguan ini Texas berselimut salju, listrik mati nyala mati nyala di banyak wilayah. Beberapa teman diaspora malah harus mengungsi, listrik mati total hingga 2×24 jam lebih.

Diperkirakan, kelangkaan bahan bakar bensin juga akan terjadi karena jalur transportasi banyak yang tergangggu.

Stay safe ya teman-teman.

Tiada daya dan upaya kalau alam yang berkehendak. Mau di mana jugak. Di negara sultan minyak, di negara maju di Eropa, sampai wilayah Paman Sam, Negeri Jantung Dunia, tak kuasa melawan.

https://www.youtube.com/watch?v=eW6u4H71R0E

Ngomel kepanasan mulu dari kecil tinggal di negara tropis, coba aja ngerasain badai salju. Dijamin banyakan ngomelnya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

“Well, you only miss the light when it’s burning low

Only miss the sun when it starts to snow

Only hate the road when you’re missing home”

Tau ini lirik dari lagu apa? Hehehe.

Jadi paham mengapa bersabar dan bersyukur itu beraaaat banget. Mbok ya jihadnya diarahin ke sono ya, gak usah kejauhan semangatnya hehehe ๐Ÿ™.

Semoga bisa terlewati apa pun situasi di mana pun berada teman-teman semua ๐Ÿ˜˜๐Ÿ™. Kalau pun gak kebagian badai salju, pandemi belum terlihat ujungnya. Hang in there ๐Ÿ™.

Gambar : pixabay.com

“Ujian Nasional” ala Kurikulum Amerika Serikat?

Kurasa sih, kalau kiblat kita adalah negara-negara yang menganut sistem “welfare state” (kesejahteraan bersama) seperti sebagian besar Eropa Barat, Kanada, dan Australia, ya pasti urut dada, deh, hihihihi.

Sekadar penyeimbang, dengan sistem pendidikan yang nampak semanis madu begitu, tolong diingat ada PAJAK YANG CUKUP DAHSYAT yang harus dibayar oleh kalangan profesionalnya ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ.

Karena kami datang dari Arab Saudi yang gaji gross persis gaji nett, kaget banget terima slip gaji pertama di Irlandia.

“Gilak! Dirampok!” Gitu kata suami saya ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.

Dibandingkan dengan Eropa-Kanada-Australia, pajak di Amerika Serikat tidak sebesar itu. Tapi inget, di “welfare state” umumnya sanggup menyediakan sistem pendidikan yang merata sampai ke pedalaman yang mungkin rumahnya cuma sebiji dua biji sisanya hutan dan sawah ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜.

“Welfare state” juga memberikan sistem kesehatan yang bisa dibilang “merata”. Sesuai makna harfiah “kesejahteraan bersama”, susah senang kita tanggung sama-sama.

Ah, indahnya dunia. Enggak juga kalok gaji lu udah ada di level potongan pajak 35% ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Kalian tahu kan,ada pembalap senior Jerman yang memilih tinggal di Swiss (segala harta benda tarok di Swiss walo WN masih Jerman ๐Ÿ˜). Swiss tidak termasuk Uni Eropa dan punya sistem perpajakan yang tidak sekejam Jerman (buat orang-orang berpenghasilan tinggi). And he’s not the only one.

Tidak sedikit pesohor-pesohor dunia asal Eropa yang memilih hengkang ke US demi biar “hartanya tidak dirampok” pemerintah ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Kembali ke topik sistem pendidikan … what will happen if you live in a country yang jumlah penduduknya di atas 100 juta orang?

Tidak banyak negara yang punya penduduk segabruk yang bisa menyamai “privilege” kehidupan ala orang-orang di “welfare state” ;).

Tapi kalau kita sederhanakan dengan terminologi negara dengan kekuatan ekonomi yang besar, surprisingly, dua negara teratas adalah Amerika Serikat dan China.

Dari survei-survei PISA atau apaan lah itu kemarin yang ramai, kedua negara ini masuk dalam negara-negara yang dianggap punya sistem pendidikan lumayan mumpuni.

Tapi jangan dikira, kurikulumnya se”rileks” di Eropa-Kanada-Australiaย ๐Ÿง๐Ÿ˜.

Public school di Amerika Serikat menggunakan sistem zonasi yang ketat. Aturannya simpel. Kalau orang tua murid tidak sanggup membayar atau menyewa properti di pemukiman mewah, ya silakan nikmati public school seadanya.

Yup, public school diongkosi oleh PBB lokal ๐Ÿ˜. Kasarnya, situ tajir ya sekolah lu bagus, kalo gak tajir ya mutu sekolahnya gitu deh.

Makanya, di USA, sekolah swasta itu menjamur dan banyak peminat. Persis kayak di mana? Ya kayak di Indonesiaaaaaaaaaa ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.

Kami pernah nyangkut di Texas setahun. Jadi anak-anak saya (#boy1 dan #boy2 sempat menikmati public school gratis setahun). We did our research dan sudah paham kalau sekolahan di Texas ya mayan kerja keras jugak.

Karena segala apartemen disewain kantor di tempat yang mentereng dapatlah kami public school rating 9/10. One of the best di daerah situ.

Mereka kenal UJIAN NASIONAL gak sih? Bukan cuma UJIAN NASIONAL di tingkat akhir elementary school, tapi TIAP TAHUN sejak kelas 3 SD! ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜….

Saya pikir ujian biasa-biasa aja kayak di Ireland. Ireland juga ada ujian kompetensi tiap tahun loh. Tapi ya ujiannya gak dibikin extravaganza macam ujian nasional gitu yang bikin enyak babe gak bisa tidur hahahaha.

Di tiap negara bagian di USA mereka punya tes standar tahunan buat siswa elementary sejak kelas 3 tadi itu. Di Texas namanya STAAR Test (State of Texas Assessments of Academic Readiness – Test).

Ujiannya dah macam EBTANAS/UN gitu. Diadakan di AULA sekolah. Jadi siswa di kelas lain biasanya libur kalo ada STAAR TEST. Tegang kali pun. Waktu mengantar dia ke bus sekolah di hari STAAR-Test udah kayak nganterin anak mau UMPTN hahahaha.

Dan itu diulang sampai kelas 8 gusti Allah ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜….

Nanti hasilnya bisa dilihat dan digunakan sebagai salah satu parameter kualitas sekolah secara umum. Kayak di mana? Kayak di Indonesiaaaaaaaaย ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.

Ada grade-gradenya jugak. Anak saya kelas 3 waktu itu. Tentu dengan bimbingan TIGER MOM yang sudah meraung sejak beberapa bulan sebelum tesย ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜, walau dia pindahan dari Ireland, tentu hasilnya –> mendapatkan grade tertinggi, MASTER, di semua mata pelajaranย ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž.

Eh, cuma 2 deng pas kelas 3 : Math and Reading kalau gak salah.

Pas kelas 4 ditambah WRITING. Kelas 5 ada SCIENCE. Kelas 6, 7, 8 ada tambahan lagi. Pokokknya makin susah lah intinya. Kelas 9 ke atas ya tambah ribet pastinyaaaaaa.

Kita berbicara tentang Negara Jantung Dunia yaaaaaa, bukan negara ecek-ecekย :p. Negara di mana banyak inovasi bermunculan menjadi penguasa dunia. Negara yang menjadi tempat kuliahnya si Mendikbud kita yang terbaruย #ehย :p.

Saya tidak bisa cerita banyak soal Cina selain keheranan suami saya waktu assignment ke Cina beberapa tahun lalu. Di jam pulang kantor suami terheran-heran melihat banyak anak sekolah berkeliaran di jalan.

Dia nanya ke temennya. Temannya menjawab santai, “Lah, emang jam pulang sekolah kan?”

Jam 5 sore, jam pulang sekolah anak-anak level SMP kalau gak salah. Suami langsung keringat dingin ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ. Betapa dia memuja China yang kekuatan ekonominya sudah melampaui Jepang. Ternyata, tidak sedikit “harga” yang harus dibayar.

China kejam ya? Ya coba aja bayangin lu harus ngurusin lebih dari 1 milyar anak vs cuma punya puluhan juta anak.

Jepang sendiri tidak bisa dianggap hura-hura. Dulu temen saya ada yang ngomel karena ada siaran radio yang narasumbernya sotoy bilang di Jepang gak ada PR sampai kelas 6. Dese ngamuk, “Gak ada PR mbahmu!!!!!” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

Oiya, Irlandia ada PR setiap hari sejak TK A / Junior Infant โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธโ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ. ((SETIAP HARI)) literally ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž. Dibandingkan Eropa Daratan, Republik Irlandia memang tidak santai-santai amat, sih :D. Umur 4 tahun di sekolah dah belajar baca-tulis-hitung secara teratur, boooo ;).

Timur Tengah gak usah dibahas. Makin stres nanti hahahaha.

Saya tidak mendukung UJIAN NASIONAL atau semacamnya. Tapi hanya menawarkan perspektif lain soal SISTEM PENDIDIKAN DI DUNIA INI :). Yang sungguh tidak ada adil jika dibandingkan secara “kasat mata” tanpa mempertimbangkan kestabilan politik, kekuatan ekonomi, sistem sosial budaya, JUMLAH PENDUDUK (huruf besar nih hahahaha) dst dst dst.

Fakta bahwa INDONESIA adalah negara kepulauan terbesar juga jangan disepelekan. Bekerja sebagai business analyst di area Supply-Chain Distribusi di Unilever dulu, kenyang daku mendengar keluhan user yang KPI-nya jungkir balik karena beratnya medan distribusi di Indonesia :(.

SEmentara harus bersaing dengan Thailand yang jelas-jelas satu daratan doang. Menang banyak mereka. Dulu jalan tol aja belom ada di Sumatera. Lah apa kabar Indonesia Timur? Itu jangan dikira bukan kendala besar.

Duh, ini belum bahas tingkat KORUPSI yang disangka gak ada hubungannya tapi adalah JIWA UTAMA setiap kebijakan pemerintah termasuk urusan pendidikan :(.

Ah, bosan meracau soal ginian mulu. Tapi ya gimana, setiap ada yang memuja-muja welfare state, sungguh kuselalu merasa harus turun gunung dan bersenandung lagu Sherina favorit saya, “Lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti …” ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ.

People We Haven’t Met Yet (12)

“The Oscars are not so white this year” … Begitu kira-kira ungkapan yang menandai usainya “The Oscars 2018 : 90th Academy Awards”,ย  perhelatan akbar tahunan bagi para sineas dunia yang sudah berbulan-bulan lalu tapi baru dibahas sekarang hahaha.

Beberapa nama-nama latin mencuat sebagai pemenang, termasuk sutradara terbaik Guillermo del Toro sepaket dengan film terbaik garapannya, “The Shape of Water”. Not my kind of movie sih, zonk aja gitu pas nonton huhuhu.

Guillermo del Toro (gambar : youtube.com)

 

Lagu terbaik dimenangkan oleh film COCO, yaaaayyyyyy *tepukTangan*. Walau tidak sedikit penggemar The Greatest Showman, di mana film ini juga masuk nominasi yang sama melalui OST bertajuk “This is Me”, mengamuk via komentar-komentar di Youtube :p.

Di film COCO, pasti sudah terasa sekali ya pesan eksplisit dari film ini mengenai budaya orang Latin.

โ€œMarginalized people deserve to feel like they belong. Representation matters,โ€ย  kata sutradara film Coco, Lee Unkrich, di akhir pidatonya saat menerima piala kemenangan untuk kategori “Best Animated Feature.”

Tekanan terberat pasca masa kampanye dan kemenangan Trump di Amerika Serikat, dikatakan oleh banyak pihak, dialami oleh The Latinos ini. Para imigran latin yang membanjiri Amerika Serikat yang datang dari berbagai wilayah di Amerika Tengah dan Selatan. Negara Meksiko penyumbang terbesar, mengingat negara ini berbatasan darat langsung dengan wilayah Paman Sam.

Apalagi di negara-negara bagian wilayah-wilayah selatan seperti Texas dan New Mexico. Pengalaman pribadi saya setahun di Texas tempo hari, sangat mudah berpapasan dengan orang Latin di mana-mana ^_^.

Sementara di Florida, sebagian orang-orang latin yang ada di sana berasal dari negara Kuba yang secara lokasi memang cukup dekat dengan Florida walau terpisah oleh perairan Selat Florida.

Titip vlog pas main ke Bayside Market Miami Beach yak, maaf gak nyambung hahaha.

Adapun isu-isu kebencian terhadap kaum muslim dalam kehidupan sehari-hari tidak terlalu terasa, kok. Mungkin karena komunitasnya masih jauh lebih kecil dibanding pendatang dari negara-negara latin. Overall lebih ramai di media daripada kenyataan sehari-harinya. Apalagi media Indonesia hahaha :p.ย  Terlebih lagi di level medsos zzzzz -_-.

TAPI TEKANAN TERHADAP MUSLIM MEMANG ADA lho ya. Hanya intensitasnya BELUM selebay seliweran info dll. Mudah-mudahan jangan sampai meningkat.

Nah, kalau The Latinos ini isunya memang sudah ke mana-mana. Termasuk kekhawatiran terhadap berbagai lapangan kerja yang dibanjiri oleh mereka. Bahkan tidak sedikit pernyataan-pernyataan nyinyir dari pemerintahan baru yang bikin kuping pedas terkait kalangan Latin ini.

Silakan deh ya di-googling sendiri urusan politik dan ekonomi terkait ketegangan dengan orang-orang Latin di USA pasca Pilpres 2016 kemarin. Di tulisan ini kita ngobrol santai saja :D.

Ada beberapa komentar senada di wall Facebook saya waktu saya share sebuah scene dalam film Coco. Katanya, kok mirip banget beberapa kebiasaan orang-orang di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya bawa-bawa bunga ke pemakaman.

Bukan hanya fisik dan bahasa yang membuat orang Latin terlihat sangat berbeda dengan ras Kaukasian yang disebut-sebut “pemilik US”, padahal mah sama-sama pendatang sih ya hihihihi –> cobak sungkem dulu sama orang Indian sana.

Secara umum kehidupan sosial para Latinos ini memang lebih “dekat” dengan orang-orang Asia ketimbang orang-orang berkulit putih/ras Kaukasian yang sebagian besar akarnya berasal dari Eropa Barat. Yang paling nyata hobi ngumpul-ngumpul mereka, persis kek kita, yes? Makin ramai makin seruuuuuuuu ^_^.

Gambar : forbes.com

 

Pernah sebelahan dengan keluarga Latin waktu jalan-jalan ke Fort Worth Zoo di area water park. Anak kecilnya cuma 2 tapi mereka datang bergerombol. Saya sudah tidak tahu yang mana orang tua dari kedua anak tadi karena ada 2-3 pasang suami istri yang mengiringi. Ada kakek neneknya juga. Tidak ketinggalan 2-3 orang abege tanggung. Ruameeeeeeee hehehe.

Belum lagi pas mengobrol. Rebut-rebutan pengin ngomong. Sayang nih, belajar bahasa Spanyol nya masih level unyu-unyu, kalau dengar mereka ngomong secepat itu, saya mengertinya paling cuma 20% :p.

Secara fisik, bodi cewek-cewek latin itu bikin ngiri deh. Lekukannya benar-benar mantap. Dengan kulit coklat eksotis dan rambut yang rata-rata ikal atau keriting, mantap sensualnya hehehe.

 

Salah satu tetangga di apartemen saya dulu adalah seorang emak-emak asal Ekuador. Woowww, bodinya cihuy abis dengan usia sudah mencapai 43 tahun dan nomor jinsnya sama dengan saya! Nah ini juga asyiknya sama Theย  Latinos, kalau ngobrol tuh bener-bener Indonesia bangeeettt. Bebas nanya-nanya umur sampai nomor celana! Hahahaha. Percakapan standar ala mereka juga ;).

Secara kasat mata, The Latinos banyak mengisi pekerjaan level informal. Tapi entah nih statistik benerannya gimana. Kalau ke toko-toko, lazim banget penjaganya ya mereka-mereka dkk. Bisa jadi karena ini di Texas, yak. Yang memang pintu gerbang orang-orang Meksiko untuk menembus Amerika Serikat.

Maraknya The Latinos juga sangat menolong lidah Asia kita karena mereka juga makan nasi hihihi. Kalau India dan sekitar rata-rata dominasi menunya kan Biryani dan berbagai nasi berbumbu lainnya. Sementara orang Mexico terbiasa makan nasi putih kayak kita.

Menu-menunya juga kaya bumbu mirip masakan oriental khas Asia pada umumnya. Enggak kayak Eropa yang kontinental, rata-rata ngirit bumbu menuju tawar >_<. Saya suka berbagai varian menu Ayam Alpukatnya ^_^. Taco-taco an juga doyan. Banyak yang jual taco murce di supermarket. Tinggal kita mainkan saja isiannya, yes? ;).

Wilayah latin juga cenderung tergolong wilayah tropis. Sama kayak Indonesia. Jadi hasil alam berupa buah-buahannya banyak yang mirip dengan kita. Kalau di Irlandia, nangis darah nyari mangga (huhuhu), di Texas mah banyaaaaaakkkk. Aneka rupa pisang membanjiri supermarket. Bukan cuma Cavendish tok. Ada sejenis pisang kepok dan pisang raja jugak, entahlah apa namanya di mereka.

Harga-harganya juga relatif murah, mungkin karena impor dari tetangga sebelah langsung :D. Aneka rupa beras juga banyak. Bagus-bagus dengan harga cukup murah. Impor dari Mexico juga mungkin, ya. Tapi di Texas juga tergolong lumayan tropis. Karena banyak pendatang Mexico, bisa jadi pertanian ala Mexico juga sudah banyak di Texas jadi tidak perlu impor. Hidup The Latinos! *elusPerut*.

Enaknyooooo tinggal di Texas hehehe. Pak Bos, assignment lagi duuunnkkk, tapi di Texas yaaaa, gak mao negara bagian yang lain hahahaha :p.

Mereka juga cenderung punya anggota keluarga yang banyak hihihi. Kalau lagi belanja, sering tuh ketemu keluarga Latin yang anaknya bisa 4 atau 5 hahaha. Kehidupan mereka lebih guyub jadi wajar kalau senang punya segabruk anggota keluarga.

Miguel and Family (COCO) Gambar : disney.wikia.com

Sebenarnya pendatang di Texas sudah terasa pembaurannya antar satu sama lain. Di negara-negara bagian lain pun mungkin sama. Mengapa ya, kalau ada kegelisahan ekonomi begini-begini, kita cenderung saling menyalahkan bukannya bekerja sama? The Latinos mungkin sudah sangat banyak yang beranak pinak di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Toh Amerika Serikat punya jargon, “Land of freedom”. Negeri Jantung Dunia itu juga dibangun dengan jerih payah banyak pendatang. Yang dari Eropa kan juga itungannya pendatang, yes? Kenapa sekarang berasa Amerika Serikat hanya milik “kaum kulit putih”?

Sebal juga dengan politikus yang kok ya tega-teganya memainkan isu-isu seperti ini untuk meraih kekuasaan? >_<

Padahal sangat wajar jika orang-orang Latin membaur ke wilayah Amerika Serikat. Dan itu sudah berlangsung lamaaaaaaa, di Texas sendiri bahasa Spanyol sudah seperti bahasa ke-2. Kalau ke supermarket, petunjuk nama makanan dll disediakan dalam 2 bahasa : Inggris dan Spanyol.

Petunjuk bahasa Spanyol di Walmart Texas, gambar : alamy.com

 

Jangan bosan-bosan ya untuk berdoa semoga dilembutkan hati para pemimpin-pemimpin dunia untuk MENJAUH dari isu-isu perpecahan seperti ini hanya demi meraih kekuasaan. Ya, ya, ya, pasti pada skeptis, “Alah, namanya juga politik. Politik itu kotor.” Yadda-yadda-yadda.

Terus saya jadi ingat lirik lagu yang satu ini, “We Shall Overcome” :

We shall overcome
We shall overcome
We shall overcome, some day

Btw, inilah yang membuat film COCO terasa sangat istimewa. Bagaimana para sineas berusaha mengangkat kebudayaan Latin di tengah gencarnya isu-isu rasial terkait mereka dengan cara halus dan memikat. Alur cerita yang tidak cengeng dan tidak membahas isu panas. Hanya kisah keluarga sederhana yang cukup jelas menggambarkan budaya orang-orang Latin secara umum <3.

Representation does matter. Namun, kita bisa menunjukkan eksistensi dengan cara-cara yang lebih terpuji, bukan dengan menyerang balik dengan cemohan atau tindakan negatif lainnya. Bravo COCO dan segenap tim terkait (y).

Bunga indah bunga bluebonnet di Texas amerika Serikat

Legenda Bluebonnet, Bunga Indah dari “Negeri Koboi”

Bunga indah dari The Lone Star State ini bisa tumbuh di liar di banyak kawasan di negara bagian Texas. Berwarna biru keunguan, Bluebonnet merupakan salah satu ciri khas negara bagian Texas.

 

Bunga Indah bluebonnet yang tumbuh liar di negara bagian Texas
The Blue Bonnet, State Flower of Texas, USA

 

Konon, dalam salah satu kisah penduduk asli Amerika, suku Indian, wilayah Texas di suatu masa pernah dilanda kekeringan panjang. Menyebabkan kelaparan dan kematian.

Penduduk setempat pun memohon petunjuk kepada sang dewa, The Great Spirit. The Great Spirit akhirnya memberi jawaban.

Selama ini penduduk dianggap abai terhadap alam dan lingkungan. Mereka terus menerus mengeksploitasi alam untuk kepentingan mereka sendiri. Tidak pernah memikirkan kepentingan selain untuk diri manusia sendiri.

Penduduk pun diminta untuk melepaskan harta terpenting mereka sebagai bentuk pengorbanan. Karena selama ini alam lah yang terus menerus berkorban. Manusia sangat serakah. Hanya mengambil tiada memberi.

Bunga indah bunga bluebonnet di Texas amerika Serikat
Foto bareng ibu-ibu piknik musim semi ke Ennis, Texas (April 2017)

 

Para penduduk sibuk memikirkan dan berdiskusi siapa yang harus mengorbankan apa. Tak ada titik temu. Masing-masing merasa enggan untuk memberikan kepunyaannya secara sukarela.

Seorang gadis kecil yatim piatu yang sebatang kara termenung sendiri memikirkan petuah tersebut. Orang tuanya sudah meninggal karena kelaparan. Dia tidak punya saudara lain, tidak ada siapa-siapa lagi. Sebuah boneka berbulu biru di kepalanya, satu-satunya harta terpenting buat si gadis kecil.

Di suatu malam, si gadis membakar boneka tersebut dan menebarkan abunya ke 4 penjuru mata angin, Timur-Barat-Selatan dan Utara. Sebagai tanda permohonan agar alam mau mengampuni kesalahan para penduduk dan berkenan mengakhiri penderitaan mereka.

Keesokannya, lembah-lembah dipenuhi bunga bunga indah berwarna biru sebagai tanda diterimanya persembahan boneka berbulu biru sang gadis kecil. Hujan pun turun menyudahi kemarau panjang.

Itulah legenda Bluebonnet, bunga-bunga liar berwarna biru keunguan, akan bermunculan di padang-padang rumput saat musim semi menghampiri wilayah Texas.

Sejak tahun 1901, Bluebonnet resmi dijadikan The State Flower of Texasย .

Tentu saja, saat musim semi datang kembali di tahun ini, Bluebonnet bermekaran di mana-mana di seantero wilayah Texas. Pastinya, wajib banget dong ya foto-foto keluarga di tengah-tengah bunga-bunga biru ini sebagai tanda eksis pernah mampir di Texas hahahahaย .

Ini kisah jalan-jalan tahun lalu saat kami setahun numpang lewat di negara bagian Texas, USA. Numpang lewatnya lama juga dan sangat-sangat berkesan <3. How are you Texas? ๐Ÿ˜€

bunga indah dari Texas amerika serikat bunga Bluebonnet
The boys, piknik Bluebonnet ke Ennis-Texas (April 2017)

 

Jadi deh, bulan April tahun lalu, kami pun rame-rame piknik ke Ennis, salah satu kota yang spot bunga indah Bluebonnetnya paling heboh di wilayah utara Texasย .

And here’s the video to memorize the momentย . Walau matahari bersinar cerah, anginnya masih lumayan kencang. Itu segala jilbab dan baju berkibar-kibar terus di video hihihi. Anak-anak sih enggak peduli ya. Tetap saja pecicilan sana sini. Adek-adek bayi juga pastinyaaaaaย .

Kemarin 4 keluarga ini, sama-sama anak 3, dan bungsu kami semua usianya deketan gitu keempat-empatnya. Bisa kebetulan gitu ya hehehe.

Btw, jangan menunggu alam ngambek ya sebelum benar-benar memahami bahwa manusia sesungguhnya diutus ke bumi ini sebagai khalifah/pemimpin terhadap seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.

Ingat, situ tidak tinggal sendiri di bumi ini. Sayangi hewan dan tumbuhan. Gak usah ribet-ribet, cukup jangan buang sampah sembarangan dulu, yes?ย .

Mari bernostalgia tentang Texas dan selamat datang kembali musim semi <3.