Jalan Jalan ke Historic Downtown McKinney, Texas (2017)

Texas memang bukan negara bagian yang ‘wow’ soal pemandangan alam, dibanding Colorado – Arizona (per gunung an dll) atau Florida California (per pantai an). Bukan juga kota-kota gemerlap macam NYC.

Baca Juga : “Jalan-jalan ke Rocky Mountain National Park, Colorado”

Kota Dallas malah relatif “old style”. Kalau ke Houston lumayan meriah lah :D. Ibukota Texas, Austin, lebih rapi. Tempat paling tepat buat liat banyak spot turis unik, pergilah ke San Antonio.

Masih sibuk ngobrak abrik hard-disk nyariin video video lama di San Antonio, banyak banget tempat bagus-bagus yang sempat saya video in pas ke sana. read more

You Only Miss The Sun When It Starts to Snow


Tidak semua negara 4 musim mengenal salju. Dan gak semua negara seputaran Timur Tengah mengenal musim panas doang.

Waktu tinggal di Iran pertama kali saya tahu kalau salju pun ada di kawasan sana. Walau nyangkut di Teheran saat musim panas sudah menjelang, sisa salju masih kelihatan di puncak pegunungan yang mengepung ibukota Negeri Para Mullah.

Taman Sai di Teheran, Iran (gambar : panoramio.com, by Behrooz Rezvani)

Di beberapa wilayah Saudi juga turun salju di saat tertentu. Tapi kota tinggal saya di Jeddah dulu suhunya enggak ekstrim. Musim panas mencapai 40 an dercel, musim dingin paling 15 dercel. read more

“Ujian Nasional” ala Kurikulum Amerika Serikat?

Kurasa sih, kalau kiblat kita adalah negara-negara yang menganut sistem “welfare state” (kesejahteraan bersama) seperti sebagian besar Eropa Barat, Kanada, dan Australia, ya pasti urut dada, deh, hihihihi.

Sekadar penyeimbang, dengan sistem pendidikan yang nampak semanis madu begitu, tolong diingat ada PAJAK YANG CUKUP DAHSYAT yang harus dibayar oleh kalangan profesionalnya đŸ™ˆđŸ™ˆ.

Karena kami datang dari Arab Saudi yang gaji gross persis gaji nett, kaget banget terima slip gaji pertama di Irlandia. read more

People We Haven’t Met Yet (12)

“The Oscars are not so white this year” … Begitu kira-kira ungkapan yang menandai usainya “The Oscars 2018 : 90th Academy Awards”,  perhelatan akbar tahunan bagi para sineas dunia yang sudah berbulan-bulan lalu tapi baru dibahas sekarang hahaha.

Beberapa nama-nama latin mencuat sebagai pemenang, termasuk sutradara terbaik Guillermo del Toro sepaket dengan film terbaik garapannya, “The Shape of Water”. Not my kind of movie sih, zonk aja gitu pas nonton huhuhu.

Guillermo del Toro (gambar : youtube.com)

 

Lagu terbaik dimenangkan oleh film COCO, yaaaayyyyyy *tepukTangan*. Walau tidak sedikit penggemar The Greatest Showman, di mana film ini juga masuk nominasi yang sama melalui OST bertajuk “This is Me”, mengamuk via komentar-komentar di Youtube :p.

Di film COCO, pasti sudah terasa sekali ya pesan eksplisit dari film ini mengenai budaya orang Latin.

“Marginalized people deserve to feel like they belong. Representation matters,”  kata sutradara film Coco, Lee Unkrich, di akhir pidatonya saat menerima piala kemenangan untuk kategori “Best Animated Feature.”

Tekanan terberat pasca masa kampanye dan kemenangan Trump di Amerika Serikat, dikatakan oleh banyak pihak, dialami oleh The Latinos ini. Para imigran latin yang membanjiri Amerika Serikat yang datang dari berbagai wilayah di Amerika Tengah dan Selatan. Negara Meksiko penyumbang terbesar, mengingat negara ini berbatasan darat langsung dengan wilayah Paman Sam.

Apalagi di negara-negara bagian wilayah-wilayah selatan seperti Texas dan New Mexico. Pengalaman pribadi saya setahun di Texas tempo hari, sangat mudah berpapasan dengan orang Latin di mana-mana ^_^.

Sementara di Florida, sebagian orang-orang latin yang ada di sana berasal dari negara Kuba yang secara lokasi memang cukup dekat dengan Florida walau terpisah oleh perairan Selat Florida.

Titip vlog pas main ke Bayside Market Miami Beach yak, maaf gak nyambung hahaha.

Adapun isu-isu kebencian terhadap kaum muslim dalam kehidupan sehari-hari tidak terlalu terasa, kok. Mungkin karena komunitasnya masih jauh lebih kecil dibanding pendatang dari negara-negara latin. Overall lebih ramai di media daripada kenyataan sehari-harinya. Apalagi media Indonesia hahaha :p.  Terlebih lagi di level medsos zzzzz -_-.

TAPI TEKANAN TERHADAP MUSLIM MEMANG ADA lho ya. Hanya intensitasnya BELUM selebay seliweran info dll. Mudah-mudahan jangan sampai meningkat.

Nah, kalau The Latinos ini isunya memang sudah ke mana-mana. Termasuk kekhawatiran terhadap berbagai lapangan kerja yang dibanjiri oleh mereka. Bahkan tidak sedikit pernyataan-pernyataan nyinyir dari pemerintahan baru yang bikin kuping pedas terkait kalangan Latin ini.

Silakan deh ya di-googling sendiri urusan politik dan ekonomi terkait ketegangan dengan orang-orang Latin di USA pasca Pilpres 2016 kemarin. Di tulisan ini kita ngobrol santai saja :D.

Ada beberapa komentar senada di wall Facebook saya waktu saya share sebuah scene dalam film Coco. Katanya, kok mirip banget beberapa kebiasaan orang-orang di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya bawa-bawa bunga ke pemakaman.

Bukan hanya fisik dan bahasa yang membuat orang Latin terlihat sangat berbeda dengan ras Kaukasian yang disebut-sebut “pemilik US”, padahal mah sama-sama pendatang sih ya hihihihi –> cobak sungkem dulu sama orang Indian sana.

Secara umum kehidupan sosial para Latinos ini memang lebih “dekat” dengan orang-orang Asia ketimbang orang-orang berkulit putih/ras Kaukasian yang sebagian besar akarnya berasal dari Eropa Barat. Yang paling nyata hobi ngumpul-ngumpul mereka, persis kek kita, yes? Makin ramai makin seruuuuuuuu ^_^.

Gambar : forbes.com

 

Pernah sebelahan dengan keluarga Latin waktu jalan-jalan ke Fort Worth Zoo di area water park. Anak kecilnya cuma 2 tapi mereka datang bergerombol. Saya sudah tidak tahu yang mana orang tua dari kedua anak tadi karena ada 2-3 pasang suami istri yang mengiringi. Ada kakek neneknya juga. Tidak ketinggalan 2-3 orang abege tanggung. Ruameeeeeeee hehehe.

Belum lagi pas mengobrol. Rebut-rebutan pengin ngomong. Sayang nih, belajar bahasa Spanyol nya masih level unyu-unyu, kalau dengar mereka ngomong secepat itu, saya mengertinya paling cuma 20% :p.

Secara fisik, bodi cewek-cewek latin itu bikin ngiri deh. Lekukannya benar-benar mantap. Dengan kulit coklat eksotis dan rambut yang rata-rata ikal atau keriting, mantap sensualnya hehehe.

 

Salah satu tetangga di apartemen saya dulu adalah seorang emak-emak asal Ekuador. Woowww, bodinya cihuy abis dengan usia sudah mencapai 43 tahun dan nomor jinsnya sama dengan saya! Nah ini juga asyiknya sama The  Latinos, kalau ngobrol tuh bener-bener Indonesia bangeeettt. Bebas nanya-nanya umur sampai nomor celana! Hahahaha. Percakapan standar ala mereka juga ;).

Secara kasat mata, The Latinos banyak mengisi pekerjaan level informal. Tapi entah nih statistik benerannya gimana. Kalau ke toko-toko, lazim banget penjaganya ya mereka-mereka dkk. Bisa jadi karena ini di Texas, yak. Yang memang pintu gerbang orang-orang Meksiko untuk menembus Amerika Serikat.

Maraknya The Latinos juga sangat menolong lidah Asia kita karena mereka juga makan nasi hihihi. Kalau India dan sekitar rata-rata dominasi menunya kan Biryani dan berbagai nasi berbumbu lainnya. Sementara orang Mexico terbiasa makan nasi putih kayak kita.

Menu-menunya juga kaya bumbu mirip masakan oriental khas Asia pada umumnya. Enggak kayak Eropa yang kontinental, rata-rata ngirit bumbu menuju tawar >_<. Saya suka berbagai varian menu Ayam Alpukatnya ^_^. Taco-taco an juga doyan. Banyak yang jual taco murce di supermarket. Tinggal kita mainkan saja isiannya, yes? ;).

Wilayah latin juga cenderung tergolong wilayah tropis. Sama kayak Indonesia. Jadi hasil alam berupa buah-buahannya banyak yang mirip dengan kita. Kalau di Irlandia, nangis darah nyari mangga (huhuhu), di Texas mah banyaaaaaakkkk. Aneka rupa pisang membanjiri supermarket. Bukan cuma Cavendish tok. Ada sejenis pisang kepok dan pisang raja jugak, entahlah apa namanya di mereka.

Harga-harganya juga relatif murah, mungkin karena impor dari tetangga sebelah langsung :D. Aneka rupa beras juga banyak. Bagus-bagus dengan harga cukup murah. Impor dari Mexico juga mungkin, ya. Tapi di Texas juga tergolong lumayan tropis. Karena banyak pendatang Mexico, bisa jadi pertanian ala Mexico juga sudah banyak di Texas jadi tidak perlu impor. Hidup The Latinos! *elusPerut*.

Enaknyooooo tinggal di Texas hehehe. Pak Bos, assignment lagi duuunnkkk, tapi di Texas yaaaa, gak mao negara bagian yang lain hahahaha :p.

Mereka juga cenderung punya anggota keluarga yang banyak hihihi. Kalau lagi belanja, sering tuh ketemu keluarga Latin yang anaknya bisa 4 atau 5 hahaha. Kehidupan mereka lebih guyub jadi wajar kalau senang punya segabruk anggota keluarga.

Miguel and Family (COCO) Gambar : disney.wikia.com

Sebenarnya pendatang di Texas sudah terasa pembaurannya antar satu sama lain. Di negara-negara bagian lain pun mungkin sama. Mengapa ya, kalau ada kegelisahan ekonomi begini-begini, kita cenderung saling menyalahkan bukannya bekerja sama? The Latinos mungkin sudah sangat banyak yang beranak pinak di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Toh Amerika Serikat punya jargon, “Land of freedom”. Negeri Jantung Dunia itu juga dibangun dengan jerih payah banyak pendatang. Yang dari Eropa kan juga itungannya pendatang, yes? Kenapa sekarang berasa Amerika Serikat hanya milik “kaum kulit putih”?

Sebal juga dengan politikus yang kok ya tega-teganya memainkan isu-isu seperti ini untuk meraih kekuasaan? >_<

Padahal sangat wajar jika orang-orang Latin membaur ke wilayah Amerika Serikat. Dan itu sudah berlangsung lamaaaaaaa, di Texas sendiri bahasa Spanyol sudah seperti bahasa ke-2. Kalau ke supermarket, petunjuk nama makanan dll disediakan dalam 2 bahasa : Inggris dan Spanyol.

Petunjuk bahasa Spanyol di Walmart Texas, gambar : alamy.com

 

Jangan bosan-bosan ya untuk berdoa semoga dilembutkan hati para pemimpin-pemimpin dunia untuk MENJAUH dari isu-isu perpecahan seperti ini hanya demi meraih kekuasaan. Ya, ya, ya, pasti pada skeptis, “Alah, namanya juga politik. Politik itu kotor.” Yadda-yadda-yadda.

Terus saya jadi ingat lirik lagu yang satu ini, “We Shall Overcome” :

We shall overcome
We shall overcome
We shall overcome, some day

Btw, inilah yang membuat film COCO terasa sangat istimewa. Bagaimana para sineas berusaha mengangkat kebudayaan Latin di tengah gencarnya isu-isu rasial terkait mereka dengan cara halus dan memikat. Alur cerita yang tidak cengeng dan tidak membahas isu panas. Hanya kisah keluarga sederhana yang cukup jelas menggambarkan budaya orang-orang Latin secara umum <3.

Representation does matter. Namun, kita bisa menunjukkan eksistensi dengan cara-cara yang lebih terpuji, bukan dengan menyerang balik dengan cemohan atau tindakan negatif lainnya. Bravo COCO dan segenap tim terkait (y).

Bunga indah bunga bluebonnet di Texas amerika Serikat

Legenda Bluebonnet, Bunga Indah dari “Negeri Koboi”

Bunga indah dari The Lone Star State ini bisa tumbuh di liar di banyak kawasan di negara bagian Texas. Berwarna biru keunguan, Bluebonnet merupakan salah satu ciri khas negara bagian Texas.
Baca juga :
Lebaran di Texas Amerika Serikat 2017
Komunitas Muslim di Texas Amerika Serikat
The Texas Weekender
 

Bunga Indah bluebonnet yang tumbuh liar di negara bagian Texas
The Blue Bonnet, State Flower of Texas, USA

 

Konon, dalam salah satu kisah penduduk asli Amerika, suku Indian, wilayah Texas di suatu masa pernah dilanda kekeringan panjang. Menyebabkan kelaparan dan kematian.

Penduduk setempat pun memohon petunjuk kepada sang dewa, The Great Spirit. The Great Spirit akhirnya memberi jawaban.

Selama ini penduduk dianggap abai terhadap alam dan lingkungan. Mereka terus menerus mengeksploitasi alam untuk kepentingan mereka sendiri. Tidak pernah memikirkan kepentingan selain untuk diri manusia sendiri.

Penduduk pun diminta untuk melepaskan harta terpenting mereka sebagai bentuk pengorbanan. Karena selama ini alam lah yang terus menerus berkorban. Manusia sangat serakah. Hanya mengambil tiada memberi.

Bunga indah bunga bluebonnet di Texas amerika Serikat
Foto bareng ibu-ibu piknik musim semi ke Ennis, Texas (April 2017)

 

Para penduduk sibuk memikirkan dan berdiskusi siapa yang harus mengorbankan apa. Tak ada titik temu. Masing-masing merasa enggan untuk memberikan kepunyaannya secara sukarela.

Seorang gadis kecil yatim piatu yang sebatang kara termenung sendiri memikirkan petuah tersebut. Orang tuanya sudah meninggal karena kelaparan. Dia tidak punya saudara lain, tidak ada siapa-siapa lagi. Sebuah boneka berbulu biru di kepalanya, satu-satunya harta terpenting buat si gadis kecil.

Di suatu malam, si gadis membakar boneka tersebut dan menebarkan abunya ke 4 penjuru mata angin, Timur-Barat-Selatan dan Utara. Sebagai tanda permohonan agar alam mau mengampuni kesalahan para penduduk dan berkenan mengakhiri penderitaan mereka.

Keesokannya, lembah-lembah dipenuhi bunga bunga indah berwarna biru sebagai tanda diterimanya persembahan boneka berbulu biru sang gadis kecil. Hujan pun turun menyudahi kemarau panjang.

Itulah legenda Bluebonnet, bunga-bunga liar berwarna biru keunguan, akan bermunculan di padang-padang rumput saat musim semi menghampiri wilayah Texas.

Sejak tahun 1901, Bluebonnet resmi dijadikan The State Flower of Texas .

Tentu saja, saat musim semi datang kembali di tahun ini, Bluebonnet bermekaran di mana-mana di seantero wilayah Texas. Pastinya, wajib banget dong ya foto-foto keluarga di tengah-tengah bunga-bunga biru ini sebagai tanda eksis pernah mampir di Texas hahahaha .

Ini kisah jalan-jalan tahun lalu saat kami setahun numpang lewat di negara bagian Texas, USA. Numpang lewatnya lama juga dan sangat-sangat berkesan <3. How are you Texas? 😀

bunga indah dari Texas amerika serikat bunga Bluebonnet
The boys, piknik Bluebonnet ke Ennis-Texas (April 2017)

 

Jadi deh, bulan April tahun lalu, kami pun rame-rame piknik ke Ennis, salah satu kota yang spot bunga indah Bluebonnetnya paling heboh di wilayah utara Texas .

And here’s the video to memorize the moment . Walau matahari bersinar cerah, anginnya masih lumayan kencang. Itu segala jilbab dan baju berkibar-kibar terus di video hihihi. Anak-anak sih enggak peduli ya. Tetap saja pecicilan sana sini. Adek-adek bayi juga pastinyaaaaa .

Kemarin 4 keluarga ini, sama-sama anak 3, dan bungsu kami semua usianya deketan gitu keempat-empatnya. Bisa kebetulan gitu ya hehehe.

Btw, jangan menunggu alam ngambek ya sebelum benar-benar memahami bahwa manusia sesungguhnya diutus ke bumi ini sebagai khalifah/pemimpin terhadap seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.

Ingat, situ tidak tinggal sendiri di bumi ini. Sayangi hewan dan tumbuhan. Gak usah ribet-ribet, cukup jangan buang sampah sembarangan dulu, yes? .

Mari bernostalgia tentang Texas dan selamat datang kembali musim semi <3.
Baca juga :
Welcome to The Lone Star State
Road Trip to Vegas from Dallas-Texas
Jejak Para Rangers di Grapevine Texas