Jalan Jalan ke Historic Downtown McKinney, Texas (2017)

Texas memang bukan negara bagian yang ‘wow’ soal pemandangan alam, dibanding Colorado – Arizona (per gunung an dll) atau Florida California (per pantai an). Bukan juga kota-kota gemerlap macam NYC.

Baca Juga : “Jalan-jalan ke Rocky Mountain National Park, Colorado”

Kota Dallas malah relatif “old style”. Kalau ke Houston lumayan meriah lah :D. Ibukota Texas, Austin, lebih rapi. Tempat paling tepat buat liat banyak spot turis unik, pergilah ke San Antonio.

Masih sibuk ngobrak abrik hard-disk nyariin video video lama di San Antonio, banyak banget tempat bagus-bagus yang sempat saya video in pas ke sana.

Nah, kalau kota-kota lain sekitaran Dallas (misalnya McKinney), turis biasanya mengunjungi bagian Historic Downtown nya. Mirip lah dengan Grapevine (dulu dah pernah bikin vlognya).

Baca Juga : “Jejak Para Texas Rangers di Grapevine Historic Downtown, Texas”

https://www.youtube.com/watch?v=eW6u4H71R0E

Suasana ala kota-kota koboi jaman dulu yang sering kita liat di tipi-tipi era 70 dan 80 an hehehe. Segala rumah-rumah bahan dasarnya kayu, iklim yang nampakk panas. Koboi wara wiri naik kuda, pakai topi khas, nanti kudanya berderu mengibaskan debu *tsaaaahhh*.

Paling inget sama model bar yang pintunya gak full itu loh. Jadi masuk bisa langsung gebrak :D. Kayaknya dulu deg-degan banget kalo ada scene lagi ngumpul di bar, terus tahu-tahu ada sosok misterius muncul di pintu. Hadeeehh, tontonan jadul tahun 80 an hahaha.

Btw, ini vlog untuk McKinney Historic Downtown, cuuuusss :

McKinney Historic Downtown terletak di :

McKinney Performing Arts CenterAddress:Β 202 S Chestnut St, McKinney, TX 75069, United States

Jarak McKinney dari Dallas kira-kira setengah jam menyetir mobil. Emang gak terlalu jauh dari Dallas.

Buat muter-muter sekitaran Historic Downtown di McKinney ini paling sejam an cukup banget. Kami paling cuma keliling-keliling bentar, lihat-lihat toko-toko dari luar. Di sini banyak tempat makan juga. Selain toko-toko suvenir sana sini.

Enggak beli apa-apa hihihi. Masuk ke toko suvenir aja enggak. Memang cuma pengin strolling around santai-santai :D.

Memang garing banget compared to historic downtown di Eropa. Eropa itu banyak bangunan megah dengan arsitektur “rumit-rumit”. Terus iklim juga beda kan dengan Texas. Texas puanaaaassss :D.

Historic Downtown di Texas belahan utara ya gini-gini aja. Kebanyakan rumah-rumah kayu. Berbanding terbalik dengan oldtown Eropa yang rata-rata rumah batu yang gede-gede nan “tebel” hehehehe.

Baca Juga : “The Texas Weekender (Tinggal di Texas, 2017)

Perbedaan utama lainnya adalah soal iklim. Misalnya pas Januari nih di vlog ini, sudah bisa pake jaket tipis. Kalau di Ireland, jangan harap! Hahahhahaha.

Januari biasanya lagi dingin-dinginnya :D. Texas dingin pun, matahari masih nongol dan lebih sering kena salju. Ireland relatif stabil, artinya “hampir dingin dan mendung” sepanjang tahun hahahahaha.

Salju jarang turun di Irlandia tapi panas terik juga jaraaaang. Suhu di bawah NOL juga hampir gak pernah (kecuali tengah malam pas winter), tapi suhu maksimal seringnya di bawah 20 derajat. Adem sepanjang tahun.

Texas kalok winter ya dinginnya bisa minus juga tapi cuma bentaaaar. Begitu summer auto-mendidih :D.

Tapi inget Texas itu salah satu negara bagian paling tajir di US. Nomor 2 kalau gak salah. WIlayahnya juga paling gede nomor 2 dengan jumlah penduduk yang masih dikiiiiiit. Makanya gak sepadet California – NY – Florida.

Baca Juga : “The Place Where Summer Lasts 6 Months … Florida!”

Pasti kaget deh liat harga rumah di Texas, even di kota-kota industri semacam Plano dan Frisco di wilayah utara. Kalok kota industri biasanya mihil kan hehehe. Rumah segede bagong harganya jauuuuhhh di bawah harga properti di Jakarta dan sekitar.

Tapi materialnya kayu sih hihihihi.

Hukum alam normal, kalok peminat sedikit ya harga lebih murah ;). Jumlah penduduk di Texas compared to luas wilayah monggo di googling sendiri.

Begitu deh kisah jalan jalan ke McKinney Downtown Historic di Texas. Ngubek-ngubek memori lama. Duh, jadi kangen Texas lagih <3. Mudah-mudahan someday bisa balik ke sana lagi.

The Place Where Summer Lasts 6 Months, Florida! 🀩

Marilah bernostalgia kembali ke masa-masa tinggal di Texas 2017 silam. Gak abis-abis ini folder video yang belum diedit. So bear with me :D.

Video lama ini. Era bikin video pakai GoPro. Gambarnya mulus dan stabil, gak pakek getar-getar bikin pening hahaha. Yuk, yang mau cus langsung ke vlognya :).

https://www.youtube.com/watch?v=NOL8jimIA1g

Semasa tinggal di Texas, negara bagian Florida adalah negara bagian pertama di luar Texas yang kami kunjungi.

Nemenin suami yang assignment ke Fort Lauderdale, yang berjarak kurang setengah jam dari Miami. Jadi suami kerja, kite hura-hura di hotel hahahaha.

Berangkat dari Texas sepagi mungkin. Menuju Fort Lauderdale makan waktu sekitar 22 jam. Suami memutuskan nyetir sejauh mungkin sampai malam. Rencananya berhenti menginap sambil nyari makan malam.

Belum tahu mau menginap di mana yang penting nyetir aja terus dulu. Tentu mampir-mampir buat isi bensin, pipis, jajan-jajan hihihi, bla bla bla blu blu blu karena nenteng bocah 3 bijik :D.

Ternyata, jelang jam 7 malam, setelah 11 jam an menyetir, tiba di Pensacola. Booking hotel lewat situs booking.com terus check in, naruh barang, balik ke mobil lagi nyari makan malam.

Ketemu restoran seafood, makan di tempat. Sebagian dibungkus yang enggak abis biar makan di kamar hotel aja soalnya udah capek juga.

Besok pagi lanjut ke Fort Lauderdale. Walau sama-sama di Florida, menuju tempat ini butuh 10 jam nyetir juga dari Pensacola. Cemungud ea, Papaaaa, waktu itu daku blom bisa nyetir hehehe.

Tiba di tujuan nginep di hotel 2 minggu sementara suami kerja. Sempet main ke Miami pas weekend. Ini salah satu vlog pas ke Miami ^_^

Video yang di pinggir pantai di link pertama bukan video di Miami, yak. Ini video di Destin. Video Miami daku punya tapi isinya bikinian semua hahaha. Nantilah kapan-kapan yak πŸ€ͺπŸ€ͺ. Tolong kurang-kurangin dosa di masa pandemi πŸ‘€πŸ˜…πŸ™.

Pantai ini kami kunjungi justru dalam perjalanan pulang menuju Texas. Negara bagian Florida bentuknya memanjang. Jarak dari Fort Lauderdale ke Destin aja sekitar 9 jam an. Soalnya dari ujung ke ujung. Destin ini deket dengan Pensacola.

Kami menginap semalam di Destin. Pagi-paginya main ke pantai. Bulan segitu pantai masih agak dingin. Makanya sepiiiiiii pas pagi-pagi itu. Puas-puasin berlima di pantai. Pantainya bersih banget. Pasir putih yang bener-bener putih gak pakek sampah :D.

Di sekitaran pantai (Crystal Beach) banyak resort/hotel/vila bagus-bagus. Kami keliling-keliling dulu liat neighbourhood yang nampak didominasi kaum tajirunnya Florida inih :D.

#Boy3 masih 18 bulan waktu itu. Dese agak telat jalannya. Masih doyong-doyong umur segitu. Yang abang-abangnya mah udah tengil -_-.

Main sekitar sejam an, begitu agak ramai, kami pulang. Soalnya mau checkout dan cuuusss menuju Texas. Florida enggak masuk negara bagian favorit saya. Mungkin karena suhunya gerah mirip kayak Indonesia jadi gak berasa di luar negeri apa ya hahahaha.

Orang-orangnya santai. COba yaaaa, bayar tol aja di mana Texas dll sudah automasi, Florida masih pakek jasa orang. Itu mas dan embak yang jaga loket masa ngerumpi dah pas kami mau bayar zzz -_-. Cuek amat mereka :D.

Terus kalau pe-pantai-an, kami alumni Jeddah (Arab Saudi) yang juga dikepung pantai sepanjang Corniche Road. Manalagi saya lahir dan besar di Makassar, yang juga kota pantai.

Enaknya pantai di Florida walau dingin tapi enggak banyak angin kayak di Ireland. Di Ireland inih, pantai yang berbatasan Atlantik, mau winter sekali pun, kudu pakek jaket dah seliweran di pantai hehehe.

Musim dingin pun Florida tetep anget. Pernah liat acara tahun baruan di US? NY kan biasanya bareng sama Miami. Di NY orang banyak kukupan jaket tebel sarung tangan berlapis menggigil sambil teriak-teriak heboh, di Miami, orang pakek baju pantai telanjang dada tiup terompet rame-rame πŸ˜….

As it’s said, “Florida where summer lasts 6 months, twice a year.” Karena itulah julukannya The Sunshine State.

Anw, waktu itu anak-anak ampe bolos seminggu dari sekolah. SEminggunya lagi bertepatan liburan Spring Break. Kami ngibrit pulang abis dapet email dari sekolahan di Texas kalo maksimal bolos cuma boleh 2 minggu atau anak-anak dikeluarkan dari sekolah! Waduh, yok balik Frisco, yoookkk πŸ˜†πŸ˜‚.

Panasnya Florida beda dengan Texas. Kalau Florida lembab. Panas dan keringetan. Kek Indonesia ye kan :D. Texas lebih mirip Arab Saudi. Panas tapi kering. Pesona utama Florida salah satunya Disney World di Kota Orlando. Kami enggak ke sana. Cuma ngasih tau aja πŸ€ͺ.

Baca Juga : “Tips Jalan jalan ke Disneyland Paris”

The American Chitty-chitty Chat

“Heaven!” Seorang Ibu menunjuk ke arah anak saya yang tertidur di dalam stroller saat kami sedang mengantri di sebuah kasir toko pakaian.

Saya nyengir, “Yup,Β  it’s easier to grab anything when he’s like this.”

Si Ibuk cekikikan.

Β 

Terus kami jadinya ngobrol soal ramainya toko pas lagi musim diskon-diskonan. Kejadiannya memang pas jelang akhir tahun di mana segala Black Friday, Boxing Day, diskon aneka rupa menuju pergantian tahun dst dst.

Para Ibu pasti gemes pengin berkeliaran di toko, masih nyaman belanja offline waktu itu. Tapi gak mungkin ninggalin balita di rumah jadi terpaksa dibawa. Nah, lucky me, si #boy3 malah molor pas udah dalam toko hihihi.

Deket-deket kasir, obrolan makin seru. Ibu di belakang saya ikutan nimbrung. Ibu yang lagi di kasir juga nampak ngobrol seru dengan kasir. Mereka ngobrolin soal wisata pantai. Ngerumpinya heboh sampai-sampai 3-4 ibu di belakang (termasuk saya) ikut dengerin dan sesekali menimpali.

Pas giliran saya, kasirnya juga tetep ramah dan bertanya apakah saya sudah pernah jalan-jalan ke California.Β 

Ini nih salah satu hal yang lebih menyenangkan di US dibandingkan dengan Eropa. Walau sama-sama bule (Kaukasian), di US lebih baweeeeellll hehehe.

Budaya basa basi orang Asia

Enam tahun di Ireland sudah putus asa dah ngajak-ngajak orang sono ngobrol karena mereka ya pasti maunya ngobrolin cuaca doang. Bayangin udah ngobrol setengah jam lama-lama kan mati gaya jugak. Pernah sampai segala jenis awan dibahas hahahaha.

Di Texas, segala dirumpiin, apalagi kalau ngobrolnya sama the latinas. Segala umur, ukuran celana, ditanyain dengan casual. Kalok nanya umur ukuran bule Eropa itu bisa dibilang cari mati, yes? Hahahaha.

Akoh emang anaknya berjiwa rumpi di atas rata-rata. Jadi soal pergaulan dan urusan chitty-chitty chat lebih seneng di Texas ^_^.

Suatu pagi waktu lagi menginap di salah satu hotel daerah Van Burren, Arkansas, seperti biasa kami akan sarapan di restoran hotel. Wah, ternyata agak sepi. Waktu itu memang bukan musim liburan sih. Short getaway aja, dadakan.

Begitu masuk, pegawai-pegawai di sana menyambut dengan ramah. Dikirain cuma mau menyapa basa basi gitu-gitu. Eh malah ampe panjang ceritanya :p.

Mereka semangat banget nanya-nanya kami dari negara bagian mana. Nampaknya di US sudah sangat terbiasa melihat orang-orang dari berbagai ras. Mereka nanyain negara bagian di US loh bukan negara asal based on our look.

“Beautiful hair, wonderful eyes.” Kata salah seorang ibu yang berjaga di area pantry. Dia senyum-senyum melihat anak-anak saya.

“Eh, saya ini juga punya darah lebanon loh. Tapi anak-anak saya pirang semua. Gak ada yang rambutnya sebagus anak-anak ini. MInimal saya penginnya mereka brunette lah…,” dese mengoceh panjang dengan senyum lebar.

Budaya basa basi orang Asia

Kami akhirnya cerita kalau kami sementara saja tinggal di Texas. Aslinya tinggal di Irlandia. Tapi kami berdarah asli Indonesia. Tentunya dilanjut dengan menerangkan di manakah gerangan Indonesia itu hahahaha.

Seruuuu. Jadi sarapan sambil mengobrol macam-macam dengan mereka.

Kalau sama tetangga-tetangga latin di gedung apartemen, sampai tuker-tukeran nomor celana jeans hahaha. Jadi itu saya takjub ama emak-emak yang bodinya aww-aww sekali. Anaknya 2 tapi selisihnya jauh sekali.

Tau-tau saja dia bercerita soal negara asalnya di Ekuador sana. Suaminya ada 2. Makanya anaknya yang sulung sudah 18 tahun, yang bungsu masih 5 tahun. Kami sering bertemu saat mengantar jemput anak-anak di halte bus sekolah depan gedung apartemen.

Mustahil lah yaooww ngobrol kek gini kalok sama emak-emak di Irlandia.

Pernah juga cuma jumpa sambil nungguin lift dan naik 3 lantai, kenalan sama bapak-bapak bule yang selantai tapi beda wing. Weleh, dalam tempo 5 menitan saja, dia sudah cerita kalau dia berasal dari Michigan, pernah lama di Kota Chicago tapi sekarang mencoba peruntungan di Texas.

Tak lupa dia bertanya kami aslinya dari mana, apakah permanen di Texas bla bla blu blu. Personal questions banget kan untuk ukuran Eropa :p.

Tapi tentu tak boleh buru-buru mengambil kesimpulan soal apakah The American lebih ramah daripada The European?

Ntar duluuuuuuu ….

Mungkin untuk small talk, keinginan untuk memulai percakapan, tak sungkan untuk berbasa basi, nolongin bagi-bagi info kecil buat para turis misalnya, kemampuan memahami aksen bahasa Inggris dari berbagai logat, curiosity kepada beda ras (special case untuk The African, ini agak beda), orang Amerika lebih ‘unggul’.

Ketolong sama kehidupan sosial di US yang memang heterogennya jauuuhhh lebih terasa ketimbang Eropa yang rada homogen? Could be.

Tapi katanya sih belum tentu loh orang Amerika ini mau menjalin hubungan yang lebih dalam dan pertemanan jangka panjang. Ya gak papa juga lah. Kita kan juga pengin ngobrol haha hihi doang yak :p.

Katanya juga tergantung sama negara bagiannya. Beberapa negara bagian juga ada yang ‘dingin’ terhadap ras minoritas (mana pun). Apalagi yang agak-agak terpencil wilayahnya dan jarang melihat yang ‘beda kulit’.

Pengalaman teman Indonesia yang pernah melancong sekeluarga ala-ala road trip gitu. Terus mereka nyasar isi bensin di area yang sepiiiiii dan agak isolated gitu, mereka diliatin oleh orang-orang lokal yang 100% bule-kaukasian. Ngeliatinnya bukan yang ramah bersahabat gitu hehehe.

Memang enggak boleh gegabah mengambil kesimpulan apalagi kalau cuma numpang hidup setahun di negeri orang. Apalagi kalok cuma liburan dua tiga hari ye kaaannnn ;).

The best way to travel abroad is to live with the locals. – Unknown

But well, I do love Ireland kok. I still do, walaupun setelah tinggal di Texas menyadari betapa ‘dingin’nya orang-orang lokal di Irlandia compared to Texas :p.

Tapi sekarang lagi enjoy banget back in Indonesia. Sama tetangga guyub, ngobrol sana sini dengan ceria, yah kangen juga suasana kayak gini setelah sekian lama ‘terasing’ di negeri orang yak hahahahaha.

Memang, lain lubuk lain belalang, dinikmati sajaaaahhh ^_^.

When you move from one country to another you have to accept that there are some things that are better and some things that are worse, and there is nothing you can do about it. β€“ Bill Bryson

The Old Mill Little Rock AR : Wandering Arkansas (Day 3), Musim Semi 2017

Jalan-jalan ke The Old Mill Little Rock AR ini adalah lanjutan dari tulisan tentang road trip di US …. tiga tahun lalu! Hahahaha.

Ya iyakan, makanya perlu dikasih keterangan tambahan “musim semi” tahun 2017 :p.

Tulisan tentang “Wandering Arkansas Day 1” nya ada di sini. Waktu itu fokus utama hiking seharian di Lake Catherine dan ini dia vlognya hehehehe :

Wandering Arkansas Day 2 boleh klik yang ini :D. Yang ini lom bikin vlognya. Kalau sudah ada tentunya langsung update link ke sini jugak ;).

Okay, jadi hari ketiga ini ummm….bentar tanya ke suami dulu, sumpah euy udah lupa-lupa ingat :p.

Baiklah, setelah diskusi dan saling mengingat ngapain aja pas muter Arkansas di hari ketiga, inilah dia kira-kira kegiatan kami waktu itu :

1- Sarapan di hotel lah pastinya. Pas sarapan ini nih, ada kejadian istimewa. Baru masuk ruang makan, udah disambut dengan senyum maniiisss banget dari karyawan sana. Dih, jadi geer hihihi.

Enggak sampai situ aja. Terus disamperin ama embak-embak waiter dan koki ditanya-tanyain aslinya dari mana dan memuji-muji warna rambut anak-anak. Berharap mereka juga bisa punya warna rambut hitam kemilau gitu katanya.

Lah gimana, di Indonesia malah banyak yang ngecat rambut coklat atau kekuningan hehehe. Memanglah (warna) rambut tetangga selalu terlihat lebih wooowww :p.

2- After having almost an hour chitty-chitty chat dengan pegawai hotel di ruang makan pagi itu, kami check out dan menuju The Old Mill di North Little Rock.

The Old Mill menjadi pilihan setelah semalaman nyari-nyari daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Arkansas. Nah, si Old Mill ini lokasinya enggak jauh-jauh amat dari Van Buren. Tempatnya pun kece.

Kece beneran? Mariiiii, langsung simak vlognya :

https://www.youtube.com/watch?v=kgF7yUJSomo

The Old Mill ini tempatnya memang hijau dan ada jembatan lucu dan bangunan mungil serta old mill yang melegenda. Konon bangunan Old Mill ini replika dari bangunan yang mirip yang muncul di Film legendaris “Gone with The Wind”.

Karena itu tempat ini tenar. Tapi lihat kan di vlognya. Tempatnya emang seru, sih. PEmandangan hijau di mana-mana, taman yang ditata rapi. Jembatan-jembatan unik.

Kami muter-muter area The Old Mill sampai jam makan siang. Terus nongkrong di situ, di salah satu meja dan kursi di pinggiran taman buat makan siang sekeluarga.

Setelah makan siang, muter sekali lagi sambil foto-foto. Sebelumnya kan sibuk ngerekam aja hehehe. Pas udah kenyang, senyumnya kan bisa lebih ikhlas gitu ya pas di foto :p.

3- Dari The Old Mill, kami menuju Texas kembali. Tapi pilih jalur yang melewati pegunungan-pegunungan cantik di Arkansas. Duh, gak inget lagi apa gitu nama daerahnya hehehe *tutupMuka*.

Setelah meliuk-liuk di jalan pegunungan, ya udah, cuuussss meluncur ke Texas ^_^. ANd that’s the end of Arkansas-Trip kita saat itu <3.

“Ujian Nasional” ala Kurikulum Amerika Serikat?

Kurasa sih, kalau kiblat kita adalah negara-negara yang menganut sistem “welfare state” (kesejahteraan bersama) seperti sebagian besar Eropa Barat, Kanada, dan Australia, ya pasti urut dada, deh, hihihihi.

Sekadar penyeimbang, dengan sistem pendidikan yang nampak semanis madu begitu, tolong diingat ada PAJAK YANG CUKUP DAHSYAT yang harus dibayar oleh kalangan profesionalnya πŸ™ˆπŸ™ˆ.

Karena kami datang dari Arab Saudi yang gaji gross persis gaji nett, kaget banget terima slip gaji pertama di Irlandia.

“Gilak! Dirampok!” Gitu kata suami saya πŸ€£πŸ€£πŸ€£.

Dibandingkan dengan Eropa-Kanada-Australia, pajak di Amerika Serikat tidak sebesar itu. Tapi inget, di “welfare state” umumnya sanggup menyediakan sistem pendidikan yang merata sampai ke pedalaman yang mungkin rumahnya cuma sebiji dua biji sisanya hutan dan sawah πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜.

“Welfare state” juga memberikan sistem kesehatan yang bisa dibilang “merata”. Sesuai makna harfiah “kesejahteraan bersama”, susah senang kita tanggung sama-sama.

Ah, indahnya dunia. Enggak juga kalok gaji lu udah ada di level potongan pajak 35% πŸ˜πŸ˜πŸ˜.

Kalian tahu kan,ada pembalap senior Jerman yang memilih tinggal di Swiss (segala harta benda tarok di Swiss walo WN masih Jerman πŸ˜). Swiss tidak termasuk Uni Eropa dan punya sistem perpajakan yang tidak sekejam Jerman (buat orang-orang berpenghasilan tinggi). And he’s not the only one.

Tidak sedikit pesohor-pesohor dunia asal Eropa yang memilih hengkang ke US demi biar “hartanya tidak dirampok” pemerintah πŸ˜πŸ˜πŸ˜.

Kembali ke topik sistem pendidikan … what will happen if you live in a country yang jumlah penduduknya di atas 100 juta orang?

Tidak banyak negara yang punya penduduk segabruk yang bisa menyamai “privilege” kehidupan ala orang-orang di “welfare state” ;).

Tapi kalau kita sederhanakan dengan terminologi negara dengan kekuatan ekonomi yang besar, surprisingly, dua negara teratas adalah Amerika Serikat dan China.

Dari survei-survei PISA atau apaan lah itu kemarin yang ramai, kedua negara ini masuk dalam negara-negara yang dianggap punya sistem pendidikan lumayan mumpuni.

Tapi jangan dikira, kurikulumnya se”rileks” di Eropa-Kanada-Australia 🧐😁.

Public school di Amerika Serikat menggunakan sistem zonasi yang ketat. Aturannya simpel. Kalau orang tua murid tidak sanggup membayar atau menyewa properti di pemukiman mewah, ya silakan nikmati public school seadanya.

Yup, public school diongkosi oleh PBB lokal πŸ˜. Kasarnya, situ tajir ya sekolah lu bagus, kalo gak tajir ya mutu sekolahnya gitu deh.

Makanya, di USA, sekolah swasta itu menjamur dan banyak peminat. Persis kayak di mana? Ya kayak di Indonesiaaaaaaaaaa πŸ€£πŸ€£πŸ€£.

Kami pernah nyangkut di Texas setahun. Jadi anak-anak saya (#boy1 dan #boy2 sempat menikmati public school gratis setahun). We did our research dan sudah paham kalau sekolahan di Texas ya mayan kerja keras jugak.

Karena segala apartemen disewain kantor di tempat yang mentereng dapatlah kami public school rating 9/10. One of the best di daerah situ.

Mereka kenal UJIAN NASIONAL gak sih? Bukan cuma UJIAN NASIONAL di tingkat akhir elementary school, tapi TIAP TAHUN sejak kelas 3 SD! πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ˜….

Saya pikir ujian biasa-biasa aja kayak di Ireland. Ireland juga ada ujian kompetensi tiap tahun loh. Tapi ya ujiannya gak dibikin extravaganza macam ujian nasional gitu yang bikin enyak babe gak bisa tidur hahahaha.

Di tiap negara bagian di USA mereka punya tes standar tahunan buat siswa elementary sejak kelas 3 tadi itu. Di Texas namanya STAAR Test (State of Texas Assessments of Academic Readiness – Test).

Ujiannya dah macam EBTANAS/UN gitu. Diadakan di AULA sekolah. Jadi siswa di kelas lain biasanya libur kalo ada STAAR TEST. Tegang kali pun. Waktu mengantar dia ke bus sekolah di hari STAAR-Test udah kayak nganterin anak mau UMPTN hahahaha.

Dan itu diulang sampai kelas 8 gusti Allah πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Nanti hasilnya bisa dilihat dan digunakan sebagai salah satu parameter kualitas sekolah secara umum. Kayak di mana? Kayak di Indonesiaaaaaaaa 🀣🀣🀣🀣.

Ada grade-gradenya jugak. Anak saya kelas 3 waktu itu. Tentu dengan bimbingan TIGER MOM yang sudah meraung sejak beberapa bulan sebelum tesΒ πŸ™ˆπŸ˜, walau dia pindahan dari Ireland, tentu hasilnya –> mendapatkan grade tertinggi, MASTER, di semua mata pelajaran 😎😎😎.

Eh, cuma 2 deng pas kelas 3 : Math and Reading kalau gak salah.

Pas kelas 4 ditambah WRITING. Kelas 5 ada SCIENCE. Kelas 6, 7, 8 ada tambahan lagi. Pokokknya makin susah lah intinya. Kelas 9 ke atas ya tambah ribet pastinyaaaaaa.

Kita berbicara tentang Negara Jantung Dunia yaaaaaa, bukan negara ecek-ecekΒ :p. Negara di mana banyak inovasi bermunculan menjadi penguasa dunia. Negara yang menjadi tempat kuliahnya si Mendikbud kita yang terbaruΒ #ehΒ :p.

Saya tidak bisa cerita banyak soal Cina selain keheranan suami saya waktu assignment ke Cina beberapa tahun lalu. Di jam pulang kantor suami terheran-heran melihat banyak anak sekolah berkeliaran di jalan.

Dia nanya ke temennya. Temannya menjawab santai, “Lah, emang jam pulang sekolah kan?”

Jam 5 sore, jam pulang sekolah anak-anak level SMP kalau gak salah. Suami langsung keringat dingin πŸ€£πŸ€£πŸ€£. Betapa dia memuja China yang kekuatan ekonominya sudah melampaui Jepang. Ternyata, tidak sedikit “harga” yang harus dibayar.

China kejam ya? Ya coba aja bayangin lu harus ngurusin lebih dari 1 milyar anak vs cuma punya puluhan juta anak.

Jepang sendiri tidak bisa dianggap hura-hura. Dulu temen saya ada yang ngomel karena ada siaran radio yang narasumbernya sotoy bilang di Jepang gak ada PR sampai kelas 6. Dese ngamuk, “Gak ada PR mbahmu!!!!!” πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Oiya, Irlandia ada PR setiap hari sejak TK A / Junior Infant β˜ΊοΈβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈ. ((SETIAP HARI)) literally πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜Ž. Dibandingkan Eropa Daratan, Republik Irlandia memang tidak santai-santai amat, sih :D. Umur 4 tahun di sekolah dah belajar baca-tulis-hitung secara teratur, boooo ;).

Timur Tengah gak usah dibahas. Makin stres nanti hahahaha.

Saya tidak mendukung UJIAN NASIONAL atau semacamnya. Tapi hanya menawarkan perspektif lain soal SISTEM PENDIDIKAN DI DUNIA INI :). Yang sungguh tidak ada adil jika dibandingkan secara “kasat mata” tanpa mempertimbangkan kestabilan politik, kekuatan ekonomi, sistem sosial budaya, JUMLAH PENDUDUK (huruf besar nih hahahaha) dst dst dst.

Fakta bahwa INDONESIA adalah negara kepulauan terbesar juga jangan disepelekan. Bekerja sebagai business analyst di area Supply-Chain Distribusi di Unilever dulu, kenyang daku mendengar keluhan user yang KPI-nya jungkir balik karena beratnya medan distribusi di Indonesia :(.

SEmentara harus bersaing dengan Thailand yang jelas-jelas satu daratan doang. Menang banyak mereka. Dulu jalan tol aja belom ada di Sumatera. Lah apa kabar Indonesia Timur? Itu jangan dikira bukan kendala besar.

Duh, ini belum bahas tingkat KORUPSI yang disangka gak ada hubungannya tapi adalah JIWA UTAMA setiap kebijakan pemerintah termasuk urusan pendidikan :(.

Ah, bosan meracau soal ginian mulu. Tapi ya gimana, setiap ada yang memuja-muja welfare state, sungguh kuselalu merasa harus turun gunung dan bersenandung lagu Sherina favorit saya, “Lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti …” πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°.