People We Haven’t Met Yet (12)

“The Oscars are not so white this year” … Begitu kira-kira ungkapan yang menandai usainya “The Oscars 2018 : 90th Academy Awards”,  perhelatan akbar tahunan bagi para sineas dunia yang sudah berbulan-bulan lalu tapi baru dibahas sekarang hahaha.

Beberapa nama-nama latin mencuat sebagai pemenang, termasuk sutradara terbaik Guillermo del Toro sepaket dengan film terbaik garapannya, “The Shape of Water”. Not my kind of movie sih, zonk aja gitu pas nonton huhuhu.

Guillermo del Toro (gambar : youtube.com)

 

Lagu terbaik dimenangkan oleh film COCO, yaaaayyyyyy *tepukTangan*. Walau tidak sedikit penggemar The Greatest Showman, di mana film ini juga masuk nominasi yang sama melalui OST bertajuk “This is Me”, mengamuk via komentar-komentar di Youtube :p.

Di film COCO, pasti sudah terasa sekali ya pesan eksplisit dari film ini mengenai budaya orang Latin.

“Marginalized people deserve to feel like they belong. Representation matters,”  kata sutradara film Coco, Lee Unkrich, di akhir pidatonya saat menerima piala kemenangan untuk kategori “Best Animated Feature.”

Tekanan terberat pasca masa kampanye dan kemenangan Trump di Amerika Serikat, dikatakan oleh banyak pihak, dialami oleh The Latinos ini. Para imigran latin yang membanjiri Amerika Serikat yang datang dari berbagai wilayah di Amerika Tengah dan Selatan. Negara Meksiko penyumbang terbesar, mengingat negara ini berbatasan darat langsung dengan wilayah Paman Sam.

Apalagi di negara-negara bagian wilayah-wilayah selatan seperti Texas dan New Mexico. Pengalaman pribadi saya setahun di Texas tempo hari, sangat mudah berpapasan dengan orang Latin di mana-mana ^_^.

Sementara di Florida, sebagian orang-orang latin yang ada di sana berasal dari negara Kuba yang secara lokasi memang cukup dekat dengan Florida walau terpisah oleh perairan Selat Florida.

Titip vlog pas main ke Bayside Market Miami Beach yak, maaf gak nyambung hahaha.

Adapun isu-isu kebencian terhadap kaum muslim dalam kehidupan sehari-hari tidak terlalu terasa, kok. Mungkin karena komunitasnya masih jauh lebih kecil dibanding pendatang dari negara-negara latin. Overall lebih ramai di media daripada kenyataan sehari-harinya. Apalagi media Indonesia hahaha :p.  Terlebih lagi di level medsos zzzzz -_-.

TAPI TEKANAN TERHADAP MUSLIM MEMANG ADA lho ya. Hanya intensitasnya BELUM selebay seliweran info dll. Mudah-mudahan jangan sampai meningkat.

Nah, kalau The Latinos ini isunya memang sudah ke mana-mana. Termasuk kekhawatiran terhadap berbagai lapangan kerja yang dibanjiri oleh mereka. Bahkan tidak sedikit pernyataan-pernyataan nyinyir dari pemerintahan baru yang bikin kuping pedas terkait kalangan Latin ini.

Silakan deh ya di-googling sendiri urusan politik dan ekonomi terkait ketegangan dengan orang-orang Latin di USA pasca Pilpres 2016 kemarin. Di tulisan ini kita ngobrol santai saja :D.

Ada beberapa komentar senada di wall Facebook saya waktu saya share sebuah scene dalam film Coco. Katanya, kok mirip banget beberapa kebiasaan orang-orang di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya bawa-bawa bunga ke pemakaman.

Bukan hanya fisik dan bahasa yang membuat orang Latin terlihat sangat berbeda dengan ras Kaukasian yang disebut-sebut “pemilik US”, padahal mah sama-sama pendatang sih ya hihihihi –> cobak sungkem dulu sama orang Indian sana.

Secara umum kehidupan sosial para Latinos ini memang lebih “dekat” dengan orang-orang Asia ketimbang orang-orang berkulit putih/ras Kaukasian yang sebagian besar akarnya berasal dari Eropa Barat. Yang paling nyata hobi ngumpul-ngumpul mereka, persis kek kita, yes? Makin ramai makin seruuuuuuuu ^_^.

Gambar : forbes.com

 

Pernah sebelahan dengan keluarga Latin waktu jalan-jalan ke Fort Worth Zoo di area water park. Anak kecilnya cuma 2 tapi mereka datang bergerombol. Saya sudah tidak tahu yang mana orang tua dari kedua anak tadi karena ada 2-3 pasang suami istri yang mengiringi. Ada kakek neneknya juga. Tidak ketinggalan 2-3 orang abege tanggung. Ruameeeeeeee hehehe.

Belum lagi pas mengobrol. Rebut-rebutan pengin ngomong. Sayang nih, belajar bahasa Spanyol nya masih level unyu-unyu, kalau dengar mereka ngomong secepat itu, saya mengertinya paling cuma 20% :p.

Secara fisik, bodi cewek-cewek latin itu bikin ngiri deh. Lekukannya benar-benar mantap. Dengan kulit coklat eksotis dan rambut yang rata-rata ikal atau keriting, mantap sensualnya hehehe.

 

Salah satu tetangga di apartemen saya dulu adalah seorang emak-emak asal Ekuador. Woowww, bodinya cihuy abis dengan usia sudah mencapai 43 tahun dan nomor jinsnya sama dengan saya! Nah ini juga asyiknya sama The  Latinos, kalau ngobrol tuh bener-bener Indonesia bangeeettt. Bebas nanya-nanya umur sampai nomor celana! Hahahaha. Percakapan standar ala mereka juga ;).

Secara kasat mata, The Latinos banyak mengisi pekerjaan level informal. Tapi entah nih statistik benerannya gimana. Kalau ke toko-toko, lazim banget penjaganya ya mereka-mereka dkk. Bisa jadi karena ini di Texas, yak. Yang memang pintu gerbang orang-orang Meksiko untuk menembus Amerika Serikat.

Maraknya The Latinos juga sangat menolong lidah Asia kita karena mereka juga makan nasi hihihi. Kalau India dan sekitar rata-rata dominasi menunya kan Biryani dan berbagai nasi berbumbu lainnya. Sementara orang Mexico terbiasa makan nasi putih kayak kita.

Menu-menunya juga kaya bumbu mirip masakan oriental khas Asia pada umumnya. Enggak kayak Eropa yang kontinental, rata-rata ngirit bumbu menuju tawar >_<. Saya suka berbagai varian menu Ayam Alpukatnya ^_^. Taco-taco an juga doyan. Banyak yang jual taco murce di supermarket. Tinggal kita mainkan saja isiannya, yes? ;).

Wilayah latin juga cenderung tergolong wilayah tropis. Sama kayak Indonesia. Jadi hasil alam berupa buah-buahannya banyak yang mirip dengan kita. Kalau di Irlandia, nangis darah nyari mangga (huhuhu), di Texas mah banyaaaaaakkkk. Aneka rupa pisang membanjiri supermarket. Bukan cuma Cavendish tok. Ada sejenis pisang kepok dan pisang raja jugak, entahlah apa namanya di mereka.

Harga-harganya juga relatif murah, mungkin karena impor dari tetangga sebelah langsung :D. Aneka rupa beras juga banyak. Bagus-bagus dengan harga cukup murah. Impor dari Mexico juga mungkin, ya. Tapi di Texas juga tergolong lumayan tropis. Karena banyak pendatang Mexico, bisa jadi pertanian ala Mexico juga sudah banyak di Texas jadi tidak perlu impor. Hidup The Latinos! *elusPerut*.

Enaknyooooo tinggal di Texas hehehe. Pak Bos, assignment lagi duuunnkkk, tapi di Texas yaaaa, gak mao negara bagian yang lain hahahaha :p.

Mereka juga cenderung punya anggota keluarga yang banyak hihihi. Kalau lagi belanja, sering tuh ketemu keluarga Latin yang anaknya bisa 4 atau 5 hahaha. Kehidupan mereka lebih guyub jadi wajar kalau senang punya segabruk anggota keluarga.

Miguel and Family (COCO) Gambar : disney.wikia.com

Sebenarnya pendatang di Texas sudah terasa pembaurannya antar satu sama lain. Di negara-negara bagian lain pun mungkin sama. Mengapa ya, kalau ada kegelisahan ekonomi begini-begini, kita cenderung saling menyalahkan bukannya bekerja sama? The Latinos mungkin sudah sangat banyak yang beranak pinak di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Toh Amerika Serikat punya jargon, “Land of freedom”. Negeri Jantung Dunia itu juga dibangun dengan jerih payah banyak pendatang. Yang dari Eropa kan juga itungannya pendatang, yes? Kenapa sekarang berasa Amerika Serikat hanya milik “kaum kulit putih”?

Sebal juga dengan politikus yang kok ya tega-teganya memainkan isu-isu seperti ini untuk meraih kekuasaan? >_<

Padahal sangat wajar jika orang-orang Latin membaur ke wilayah Amerika Serikat. Dan itu sudah berlangsung lamaaaaaaa, di Texas sendiri bahasa Spanyol sudah seperti bahasa ke-2. Kalau ke supermarket, petunjuk nama makanan dll disediakan dalam 2 bahasa : Inggris dan Spanyol.

Petunjuk bahasa Spanyol di Walmart Texas, gambar : alamy.com

 

Jangan bosan-bosan ya untuk berdoa semoga dilembutkan hati para pemimpin-pemimpin dunia untuk MENJAUH dari isu-isu perpecahan seperti ini hanya demi meraih kekuasaan. Ya, ya, ya, pasti pada skeptis, “Alah, namanya juga politik. Politik itu kotor.” Yadda-yadda-yadda.

Terus saya jadi ingat lirik lagu yang satu ini, “We Shall Overcome” :

We shall overcome
We shall overcome
We shall overcome, some day

Btw, inilah yang membuat film COCO terasa sangat istimewa. Bagaimana para sineas berusaha mengangkat kebudayaan Latin di tengah gencarnya isu-isu rasial terkait mereka dengan cara halus dan memikat. Alur cerita yang tidak cengeng dan tidak membahas isu panas. Hanya kisah keluarga sederhana yang cukup jelas menggambarkan budaya orang-orang Latin secara umum <3.

Representation does matter. Namun, kita bisa menunjukkan eksistensi dengan cara-cara yang lebih terpuji, bukan dengan menyerang balik dengan cemohan atau tindakan negatif lainnya. Bravo COCO dan segenap tim terkait (y).

Colorado Amerika Serikat : Jalan-jalan ke The Rocky Mountain National Park

Selamat datang di negara bagian Colorado, The Centennial State . Selama setahun di Texas tahun lalu, tempat ini salah satu cita-cita suami saya buat dikunjungi setelah Grand Canyon. Bolak balik merengek minta ke Rocky Mountain.

Sementara saya kan bawaannya pucat mulu ya kalau diajak ke tempat-tempat kayak gini hahaha.

The Rocky Mountain National Park dari Denver (ibukota Colorado) bisa ditempuh dengan 1.5 jam menyetir mobil.

Mau langsung lihat vlognya ajah? Boleeeeeeeh, sila diklik linknya :

If you don’t mind, please do subscribe ya ke channel youtube saya <3.

RMNP ini bukan satu-satunya national park yang sebaiknya dikunjungi saat berada di Colorado. Bentang alamnya yang spesial karena dikepung oleh barisan pegunungan di sisi barat wilayahnya, Colorado punya banyak tempat wisata yang pemandangan alamnya memang membuat kita kepengin takbir melulu.

Yang cukup terkenal sebenarnya Mesa Verde National Park. Tapi kita emang ngincernya yang femes secara mulut ke mulut saja hihihihi. Males mikir, males browsing hahaha.

Dari California, Colorado berjarak kira-kira 17 jam menyetir mobil non stop. Dari New York, jauuuhhh, bisa 28 jam menyetir tanpa transit. Sedangkan dari Florida lebih phewww lagi, 29 jam! Hehehe.

California, NY, Florida kan favorite statesnya turis-turis dari Indonesia, ya. Ketiga negara bagian ini letaknya di deket-deket laut semua. Satu di East Coast, satunya lagi di West Coast, sementara Florida di ujung tenggara .

Colorado ini letaknya di tengah-tengah. Kalau dari Texas-Dallas mah deket itugannya. Walau kemarin juga suami saya kudu nyetir 11 jam untuk tiba di Colorado. Eike mah bagian ngoroknya aja hahaha.

Btw, back to RMNP tadi, bukannya saya tidak suka tempat wisata outdoor, toh waktu di Swiss akyu termehek-mehek dan masih baper kalau lihat foto-foto waktu lagi tinggal di sana, especially area Interlaken .

Walau sama-sama perbukitan dan pemandangan alam seputar dataran tinggi, Swiss vs Colorado ya jelas beda bangeeeeetttt .

Swiss cucok buat halan-halan cantik, sementara Colorado lebih pas buat yang adventurous, yes? Which is definitely NOT me  #pupurBedak.

Waktu di Grand Canyon juga suka lemes lututnya apalagi kalau ada turis nekat yang foto di atas batu-batu curam yang sebenarnya tidak boleh dimasuki sembarang orang. Suami saya juga pengin, tapi saya takut motoinnyaaaaa *mintaAmpun* .

 

Tapi RMNP ini enggak tergolong seram secara umum. Kalau saya kan kategorinya penakut jadi ya sudahlah yaaaa hahahaha.

Mengitari RMNP bisa dengan hiking atau naik mobil. Satu kendaraan pribadi cukup membayar 20 dolar saja, berapa pun isi penumpangnya. Kalau bus kurang nyimak deh kemarin.

Tempatnya seluas kira-kira 1000 km persegi. Ada beberapa jalur yang ditawarkan buat pengunjung yang berkendara. Hampir semua jalur punya scenic view yang super mantap. Bagus bangeeeetttt ?.

Susah deskripsinya, lihat saja ya di vlognya kalau mau ;).

Di 2 menit pertama video khusus saya pilihkan potongan-potongan pemandangan yang kece-kece menurut saya . Itu juga sebenarnya banyak yang di”buang” karena belum jago memanfaatkan durasi hehehe.

Enggak serem kooook . Di tempat wisata dunia selevel Rocky Mountain, urusan safety sudah tergolong mantap .

Buat anak-anak juga asyik dan seru. Apalagi di bagian atas-atas sudah berlumur salju. Makin semangat deh anak-anak .

Walau masih bulan September, karena letaknya di dataran tinggi, sekitar 80% area puncak di pegunungan Rocky Mountain sudah memutih. Tapi cuacanya tidak terlalu dingin. Itu saya cuma pakai jaket tipis saja. Eh, tapi ini untuk ukuran orang Indoensia yang sudah tahunan menetap di Eropa ya .

Kami pikir masih lumayan stabil cuaca, jadi saya enggak pakai sepatu hahaha. Panik pas ndlosor di salju. Norak kauuuuu .

Sambil nyetir boleh mampir-mampir di beberapa tempat yang memang sudah rutin menjadi incaran para turis. Sudah dilengkapi dengan tempat parkir yang nyaman dan aman .

Kami hanya mencoba satu jalur saja. Memang tidak terlalu ambisius mau lihat ini itu. Muter santai saja. Kami tiba di RMNP sekitar pukul 10.30 siang. Pas turun dari atas sekitar jam 5 sore. Lumayan lah.

Muter-muter, mampir sana sini, makan siang di mobil, foto-foto, dst dst.

Pas pulang, muaceeeetttt gilak. Jadi itinerary agak berantakan. Delay dari rencana awal sekitar 3 jam. Tapi ya sudahlah bobok di mobil ajah .

Duh, kangen sama US yak . Road trip bisa sampai belasan jam di jalan. Kadang juga nanggung, suami ngotot nyetir sampai tengah malam. Karena pas mau berhenti kok ya di kota-kota yang penginapannya mahal hahaha.

 

Kapan-kapan mau review budget-hotel di USA ah. Kite fleksibel aja yak. Nginep di Hilton oke (pas dibayarin kantor maksudnya hahaha), bermalam di hotel-hotel murce juga seneng . Jangan salah, budget-hotel di USA itu bagus-bagus. Sama Eropa memang agak beda.

Di Yurop tah etah, bintang 3 di Indonesia masih lebih bagus daripada bintang 4 di Eropa. Kalau di US, Hilton bintang 2 nya saja cakep gilak . Tapi banyak yang lebih murah lagi, bersih dan nyaman pulak . Enggak perlu gengsian, mobil-mobil mahal juga banyak yang parkir di hostel-hostel murmer kok .

Ih, kangeeeeen . Until we meet again, USA ???

Bunga indah bunga bluebonnet di Texas amerika Serikat

Legenda Bluebonnet, Bunga Indah dari “Negeri Koboi”

Bunga indah dari The Lone Star State ini bisa tumbuh di liar di banyak kawasan di negara bagian Texas. Berwarna biru keunguan, Bluebonnet merupakan salah satu ciri khas negara bagian Texas.

 

Bunga Indah bluebonnet yang tumbuh liar di negara bagian Texas
The Blue Bonnet, State Flower of Texas, USA

 

Konon, dalam salah satu kisah penduduk asli Amerika, suku Indian, wilayah Texas di suatu masa pernah dilanda kekeringan panjang. Menyebabkan kelaparan dan kematian.

Penduduk setempat pun memohon petunjuk kepada sang dewa, The Great Spirit. The Great Spirit akhirnya memberi jawaban.

Selama ini penduduk dianggap abai terhadap alam dan lingkungan. Mereka terus menerus mengeksploitasi alam untuk kepentingan mereka sendiri. Tidak pernah memikirkan kepentingan selain untuk diri manusia sendiri.

Penduduk pun diminta untuk melepaskan harta terpenting mereka sebagai bentuk pengorbanan. Karena selama ini alam lah yang terus menerus berkorban. Manusia sangat serakah. Hanya mengambil tiada memberi.

Bunga indah bunga bluebonnet di Texas amerika Serikat
Foto bareng ibu-ibu piknik musim semi ke Ennis, Texas (April 2017)

 

Para penduduk sibuk memikirkan dan berdiskusi siapa yang harus mengorbankan apa. Tak ada titik temu. Masing-masing merasa enggan untuk memberikan kepunyaannya secara sukarela.

Seorang gadis kecil yatim piatu yang sebatang kara termenung sendiri memikirkan petuah tersebut. Orang tuanya sudah meninggal karena kelaparan. Dia tidak punya saudara lain, tidak ada siapa-siapa lagi. Sebuah boneka berbulu biru di kepalanya, satu-satunya harta terpenting buat si gadis kecil.

Di suatu malam, si gadis membakar boneka tersebut dan menebarkan abunya ke 4 penjuru mata angin, Timur-Barat-Selatan dan Utara. Sebagai tanda permohonan agar alam mau mengampuni kesalahan para penduduk dan berkenan mengakhiri penderitaan mereka.

Keesokannya, lembah-lembah dipenuhi bunga bunga indah berwarna biru sebagai tanda diterimanya persembahan boneka berbulu biru sang gadis kecil. Hujan pun turun menyudahi kemarau panjang.

Itulah legenda Bluebonnet, bunga-bunga liar berwarna biru keunguan, akan bermunculan di padang-padang rumput saat musim semi menghampiri wilayah Texas.

Sejak tahun 1901, Bluebonnet resmi dijadikan The State Flower of Texas .

Tentu saja, saat musim semi datang kembali di tahun ini, Bluebonnet bermekaran di mana-mana di seantero wilayah Texas. Pastinya, wajib banget dong ya foto-foto keluarga di tengah-tengah bunga-bunga biru ini sebagai tanda eksis pernah mampir di Texas hahahaha .

Ini kisah jalan-jalan tahun lalu saat kami setahun numpang lewat di negara bagian Texas, USA. Numpang lewatnya lama juga dan sangat-sangat berkesan <3. How are you Texas? 😀

bunga indah dari Texas amerika serikat bunga Bluebonnet
The boys, piknik Bluebonnet ke Ennis-Texas (April 2017)

 

Jadi deh, bulan April tahun lalu, kami pun rame-rame piknik ke Ennis, salah satu kota yang spot bunga indah Bluebonnetnya paling heboh di wilayah utara Texas .

And here’s the video to memorize the moment . Walau matahari bersinar cerah, anginnya masih lumayan kencang. Itu segala jilbab dan baju berkibar-kibar terus di video hihihi. Anak-anak sih enggak peduli ya. Tetap saja pecicilan sana sini. Adek-adek bayi juga pastinyaaaaa .

Kemarin 4 keluarga ini, sama-sama anak 3, dan bungsu kami semua usianya deketan gitu keempat-empatnya. Bisa kebetulan gitu ya hehehe.

Btw, jangan menunggu alam ngambek ya sebelum benar-benar memahami bahwa manusia sesungguhnya diutus ke bumi ini sebagai khalifah/pemimpin terhadap seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.

Ingat, situ tidak tinggal sendiri di bumi ini. Sayangi hewan dan tumbuhan. Gak usah ribet-ribet, cukup jangan buang sampah sembarangan dulu, yes? .

Mari bernostalgia tentang Texas dan selamat datang kembali musim semi <3.

 

 

Hasta Manana, Texas!

As a song said, “Saying goodbye is never an easy thing…”

Tidak terasa, setahun berlalu ya, masa assignment suami di Texas selesai juga. It’s time to go home . Eh, bukan go home deng, balik ke Irlandia maksudnya hehehe.

Tepat tanggal 21 Januari tahun kemarin, kami sekeluarga mendarat di Bandara JFK New York. Keasyikan foto-foto dengan apa pun sudut bandara yang ada tulisan “NEW YORK”nya (hahahaha), saya lupa jajan padahal laper banget.

Tahu-tahu sudah harus melanjutkan penerbangan ke Bandara DFW di Texas. Kelaperan dah di pesawat. Kejamnya dunia. Hanya dapat kacang doang di pesawat huhuhu .

Terus ya gitu deeeeh. Dimulailah petualangan baru di Lone Star State of The USA, Texas .

Atraksi koboi di Stockyards, Fort Worth, Texas

 

I knew I was going to love Texas sejak pertama meluncur dari bandara setelah kelar urusan sewa mobil. Jalanannya benar-benar mengingatkan pada Kota Jeddah, euy. Jalanan + cara mengemudinya hahahahaha .

The hardest part when we were leaving Jeddah itu ya bagian berpisah sama teman-temannya. Ramai banget kan komunitas Indonesia di Jeddah. Tidak berasa merantau deh .

Terus kita pindah ke Irlandia yang sepiiiii … literally! .

Empat tahun berlalu ya senang-senang saja sih di Irlandia. Tetap senang memilih pindah ke Ireland ketimbang bertahan di Jeddah. Walau tahun pertama sibuk berdoa semoga ada teman-teman dari Jeddah yang ikut pindah ke Ireland.

Ternyata bukan hanya perkara lalu lintas Texas dan gaya hidup yang bikin kami berdua suka nyengir bayangin Jeddah, soal pertemanan dan komunitas Indonesianya juga seruuuuu.

Ih, pokoknya sibuk deh akyu selama di sini hahahaha.

Seminggu sekali ikut pengaijan. Dipandu oleh Ibu Rina yang selalu paling semangat dibanding yang diajarin hihihi. Terima kasih banyak Uni atas ilmu + pelajaran tahsinnya . Special thanks buat Mbak Vonny sudah bersedia ngajarin khusus juga dan sekalian berhasil daftar kelas Tahsin online  .

Terima kasih banyak, Uni Rina <3

 

Ada juga pengajian bulanan tiap sabtu.

Dapat banyak teman dari sini juga. Terima kasih ya atas kebersamaan dan kebaikan hatinya selama ini ya ibu-ibu salehah semua. Sambil belajar sambil makan gratis tiap hari rahu .

Jadi punya banyak teman-teman baru lainnya.

Pengajian mingguan, “Halaqah Darat”, DFW – Texas

 

Neng Virgie tentu harus disebut pertama. Supir antar jemput saban ngaji dan entah berapa kali kita sering melancong berduaan (tanpa suami + anak2 hahahaha). Sampai malam-malam saja kita sering pergi berduaan, yak.

Ini nih yang dibilang suami sebagai pacar saya hahahaha.

Sama-sama orang Sulawesi, enggak heran kalau dia cakep. Bayangin kita temenan dari dia montok sampai sekarang dia kurus begituh cobak ??. Good job on your achievement, Dear .

Kamuh kurus bukan karena temenan sama gue, kaaaaannnn hahahaha.

Thanks for everything, Sayaaaaannggg 

Ada juga teman lama yang ketemu lagi. Misalnya Neng Vera + Abu. Vera, yang temen kampus plus temen kantor et dah .. ketemu lagi di Texas! . Plus alumni Fasilkom yang lain yang berdomisili di sini. Terima kasih undangan-undangannya ya Banyu-Ani, Martin-Dian.

Ngumpul di rumah Martin-Dian, Plano – Texas

 

Alumni Fasilkom UI, rumah Banyu-Ani, Fort Worth-Texas

 

Ceu Rita yang multi-talented. Such a great Mom, bertahun-tahun LDR dengan suami padahal sama-sama di luar negeri dan punya anak berkebutuhan khusus! You go, girl .

Ceu Ritaaaaaa 😀

Atau Mbak Sisi yang katanya baru kenal dapur setelah hengkang ke Texas 6 tahun lalu tapi gila banget kalau lihat hasil-hasil karyanya di https://www.facebook.com/michellesccakes

My bday surprise, Mbak Sisi-Virgie-Mbak Tiffany-Mbak Risa

 

Atau Ummi Nurul, make up artist andalan kita semuaaaaaa . Yang selalu merespons dengan cepat segala problema recehan macam berapa lama spons bedak kering setelah dicuci (hahahaha). Selalu terdepan memberikan review dan diskon produk .

Terima kasih make up classnya ya Ummiiiii ?.

Atau Mbak Tata (Sang Ratu Adil) yang ternyata seorang pelukis/seniwati. Baru pertama kali ini kenalan langsung dengan seniman beneran hehehe.

Uni Dedet yang saya pikir mantan peragawati jadi agak segan aja gitu mau negur pertama kali. Mana orangnya tinggi langsing begitu. Apalah kita yang bantet begini di hadapannya? Huhuhu.

Tapi ternyata orangnya baek abis dah #mulaiMenjilat hahahaha.

Uni ini ya, sama suaminya, Om Winald, is really a great couple. Sama-sama ngocol kalau diajak ngobrol . Gak ada jaim-jaimnya.

Tapi Teh Devi sama suaminya juga senang mengajak ngobrol sih, ya. Ini nih, pasangan Sunda Batak sebagai wujud NKRI Bhinneka Tunggal Ika, apa siiiiiihhhh hihihihi .

Sebagai sesama mantan mukimin Saudi, banyak lah yang bisa digosipin sama Teh Devi. Bedanya dia mantan Riyadh, kite kan dari Jeddah. Kayaknya kalau alumni Riyadh mah lebih stress ya bawaannya hahaha.

Uni Dedet, Mbak Riza, Teh Devi, Ummi Nurul, Virgie, Neng Ani

 

Selain merusuh di rumah Om Oke-Neng Virgie, kita juga terhitung paling sering datang ke rumahnya Sis Ani dan Banyu . Pengin tetanggaan banget iniiiiiiiii hahaha. Nah deh lupa kemaren bikin-bikin pidio di rumah lo, Ni.

Mbak Risa yang walau orang Jawa tapi very outspoken . Mematahkan stereotip kalau orang Jawa itu mudah diatur-atur ya Mbak hihihihi. Good luck buat kuliahnya ya Mbak. Cemungud eaaaaaa .

Mbak Tiffany yang cantik jelita dan ternyata mantan atlet jet ski di Indonesia. Terima kasih rendangnya tempo hari, Mbak.

Teh Rosaaaaaaa, yang ternyata saudara iparnya Sandiaga Uno. Duh, grogi dah gue hahahahaha. Salam damai, ya, Teh. Pilihan politik boleh beda, tapi kita sudah membuktikan kekompakan saat gundulin pohon cabe + pohon kemanginyanya Virgie hahaha.

Neng Vini yang tomboi-tomboi syar’i hihihihi . Semoga lancar terus sampai lahiran ya, Sayaaaang .

Sistah Annie, si Bu Dokter jangkung nan kece, yang ternyata mantan None Jakarta –> iyaaaa, gue kalau stalking enggak pernah tanggung-tanggung dong ya hahaha.

Satu lagi …. Raniiiiiiiiii . Ni anak duluan jadi “alumni” hehe. Nanti ketemu di Jakarta ya Ran. Insya Allah mudik lebaran, yes? 

Mbak Angelina yang sering komen-komenan di FB tapi gak pernah kopdaran. Giliran bazaar April dia datang daku berhalangan. Bazaar Oktober saya nongol, beliaunya kayaknya yang gak datang. Hiks .

And so many names that I can’t mention. Mohon maaf ya, ini udah kepanjangan abis gimana dong hihihihi.

Can’t believe our time has finally come to say good bye.

Ultah Neng Alana (Virgie’s daughter)

 

It’s never easy to move on from the place when you have so many good friends. Sedih lho iniiiiiiii . But I guess that’s what life is all about. It’s about fulfilling your dreams – knowing new persons – living new places.

Ultimately, we are going to miss many things.

Our sincere apology for any mistakes (which we have never intended to do) that we might have done.

Thank you all for a lovely friendship and everything.

It’s not a goodbye but until we meet again .

“Do you still remember, how we used to be
Feeling together, believing whatever
My love has said to me
Hasta manana, always be mine…”
(Spice Girls – Viva Forever)

Kompilasi foto-foto + video halan-halan (sebagian aja sih hehehe) selama di Texas setahun boleh diceki-ceki di vlog ini 😉

https://www.youtube.com/watch?v=N5cxmkfIbT8

info nasa space center houston texas amerika serikat

Info NASA dari NASA Space Center di Houston-Texas

Widiiiihhhh…emang dapat info NASA apaan? Hahaha. Etapi konon salah satu info NASA yang penting tuh … jangan suka share-share HOAX! :p. Sering banget deh itu pesan-pesan hoax ada embel-embel INFO NASA nya … zzzzzzz -_-.

Kami berkunjung ke NASA Space Center di Kota Houston saat liburan akhir tahun 2017 baru-baru ini.

info NASA dari NASA Space Center Houston Texas Amerika Serikat

Liburan semesteran selama 2 minggu lebih. Tadinya mau road trip pas liburan minggu ke-2 aja. Tapi minggu pertama saja sudah pada bosan di rumah jadi sejak hari rabu, kami  melesat ke Kota Houston :D. Dari Houston sekalian nyambung ke New Orleans, Louisiana.

Btw, pas banget lho itu road trip di tanggal-tanggal segitu. Begitu balik lagi ke Dallas, suhu di Texas langsung drop jadi minus hehehe. Padahal pas di Houston gilak deh, suhunya 27 derajat celcius. Tergolong super panas untuk ukuran bulan Desember :p. Di New Orleans juga lagi anget-angetnya. Jadi saltum gitu karena kita pake-pake jaket mulu.

Enggak jauh-jauh aja emang road tripnya. Kota Houston ini merupakan kota terbesar di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Salah satu tempat yang kudu banget dikunjungi kalau jalan-jalan ke Houston ya NASA Space Center ini, nih. Abis mau lihat apalagiiiiii hehehe :D.

Info NASA di Space Center Houston Texas Amerika Serikat
Dalam ruang kerja para astronot dll di NASA Space Center Houston

 

Overrated mah kalau kata saya. Kemahalan padahal lihatnya gitu-gitu doang :(. Ya mungkin karena saya bukan pencinta astronomi dan semacamnya, ya.

Tiket masuk sekitar 110 dolar untuk satu keluarga (2 dewasa + 2 anak-anak, yang bungsu masih 2 tahun diitung gratis). Antrinya enggak ramai. Padahal cuaca lagi hangat bersahabat.

Dari pintu masuk ada ruangan gede yang menjadi semacam museum gitu-gitu lah. Di dalam museum ini juga ada beberapa wahana permainan. Misalnya pesawat ulang alik berbentuk tabung yang bisa dimasuki oleh 2 orang. Terus nanti kita diputar-putar berasa di ruang angkasa gitu kali ya maksudnya.

Kirain gratis sudah termasuk dalam tiket masuk. Ternyata harus bayar lagi huhuhu. Sekitar 7 dolar aja sih. Cuma mending lihat-lihat yang lain aja dah hahahaha *ngakakKikir* :p.

info NASA space center houston texas amerika serikat

Museumnya lumayan, sih. Tempatnya cukup luas. Ada lantai 2 juga walau hanya sepertiga ruangan. Dekorasi langit ruangan ala-ala antariksa. Jadi oke banget lah buat foto-foto hehehe.

info nasa di nasa space center houston texas amerika serikat

Kami agak lama muter-muter di salah satu pojok yang memaparkan soal Mars sampai sedetail mungkin. Seru juga pas baca-baca betapa seriusnya niat NASA untuk eksplorasi kemungkinan manusia untuk hidup di Mars. Terus mendadak ingat film Interstellar, laaaaahhh, hehehehe.

Di salah satu sudut ruangan juga ada seluk beluk astronot. Lengkap dengan nama-nama astronot, rupa-rupa pakaian astronot yang pernah digunakan. Ribet lho ternyata. Bajunya berat dan cara penggunaannya cukup kompleks. Yaiyalah, mang enak disuruh melayang-layang di ruang angkasa :D.

Ada miniatur pesawat ulang alik juga, anak-anak bisa masuk dan ngacak-ngacak di dalamnya :D. Termasuk 3 bocah-bocah haus eksistensi iniiiiiii hahaha.

info nasa di nasa space center houston texas amerika serikat

Lalu, ada tur keliling-keliling ke area gedung-gedung kawasan NASA. Jadi, ini benar-benar ada kantor NASA nya di wilayah ini. Tapi enggak semua dibuka untuk umum. Paling lihat-lihat dari luar saja.

Tur nya menggunakan kereta. Satu kereta bisa muat 100 orang mungkin, ya. Ada pemandunya yang menjelaskan tentang bangunan/gedung yang kita lewati. Akyu mah bosan jadi gak nyimak hihihi. Mana kepanasan. Duduk di ujung, silau kena sinar matahari. Kirain mau diajak keliling-keliling ruang angkasa hahaha.

Tapi di salah satu gedungnya kita boleh turun, masuk, dan lihat-lihat. Pemandunya tetap ikut buat nerang-nerangin.

Katanya sih gedung ini salah satu ruang kerja para astronot dan ilmuwan terkait yang bekerja pada NASA. Ruang kerja mereka di lantai dasar. Pengunjung naik ke lantai 2, di mana ada kaca-kaca tembus pandang buat melihat-lihat sepuasnya ke lantai dasar.

Tapi kok sepi ya, enggak pada bolos kaaaan hihihihi. Ruangannya luas dan berantakan gitu. Sempat lihat ada astronot yang lagi melakukan simulasi dibantu oleh beberapa orang. Ada juga onggokan pesawat-pesawat ulang alik yang kayaknya sudah tidak digunakan lagi.

info nasa di nasa space center houston texas amerika serikat

Yeah, pas jalan-jalan di ruangan kaca ini, banyakan foto-foto aja jadinya. Anak-anak lumayan senang lihat-lihat ke bawah.

info nasa di nasa space center houston texas amerika serikat

info nasa di nasa space center houston texas amerika serikat

Setelah selesai, kami dijemput kembali oleh kereta. Biar naiknya tertib lagi, formasi duduk persis saat keberangkatan. Jadi, sudah diingatkan untuk menghafal nomor kursi masing-masing.

Terus keliling lagi ke gedung-gedung lain tapi enggak mampir. Pemberhentian selanjutnya adalah “Rocket Park”.

Sesuai namanya ya ada beberapa miniatur roket di dalam taman. Sebuah ruangan cukup lebar juga bisa kita masuki. Di dalamnya ada monumen roket juga. Ukurannya gede banget, tapi mungkin aslinya jauh lebih besar daripada yang ini, ya.

Tentu tak lupa numpang eksis sejenak hihihihi, ini berfoto dengan bagian belakang roket.

info nasa space center houston texas amerika serikat

Terus, dijemput lagi sama kereta. Balik ke ruang museum tempat pertama kali tiba. Lanjut jalan-jalan sebentar di dalam. Sempat masuk ruangan teater berbentuk bioskop, di mana ada pemandu yang berkisah mengenai seluk beluk ekspedisi tim NASA ke bulan dan ke Mars.

Ternyata, di halaman museum ada museum lain yang berbentuk rangka pesawat. Pesawat beneran lho. Boeing 737 kalau enggak salah. Tapi dekorasi dalamnya sudah ala-ala museum standar. Kursi penumpang hanya ada di depan saja.

Duh, kok gak nemu foto-foto yang dalam museum pesawat yak. Malah nemu foto-foto selfie hahahaha.

Anak-anak lumayan menikmati jalan-jalan ke NASA Space Center ini. Jadi bisa dilepas dan mereka asyik sendiri. Ya tetap dalam pengawasan tentunya. Jadi deh, emak bapaknya sempet banget berselfie-selfie selama di sana. Tumben suami mau diajak centil-centilan hihihihi.

Walau tempatnya overrated, tapi kalau bingung mau ke mana saat ke HOuston, tempat ini kudu dikunjungi banget lah. NASA Space Center ini meruipakan destinasi turis nomor satu di Kota Houston, Texas ;).

Gimana … pengin ke sana juga gak? :D.