Tinggal di Republik Irlandia (Kota Athlone)

Paling sering ditanya oleh teman-teman, “Jee, gue mau ke Belfast, mau apply visa Irlandia nih, susah gak?”

Segala cerita tentang Irlandia harus selalu dimulai dengan menjelaskan perbedaan antara Irlandia Utara vs Republik Irlandia hehehehe.

Kalau mau skip, langsung lihat vlognya juga boleeeeehhh :D. Di vlog saya ngomongnya live, di blog ya ditulis, itu aja bedanya hehehe.

Yang milih mau baca dulu, yok kita lanjut :D.

Jadi begini …. BELFAST adalah ibukota dari Irlandia Utara, yang merupakan bagian dari wilayah United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland. Panjang, yes? Hahahaha.

Yup, itu adalah nama resmi dari KERAJAAN INGGRIS RAYA. Makanya, lebih tepat disingkat UK ketimbang bilang Inggris. Karena Inggris lebih tepat diasosiasikan dengan wilayah England.

Jadi, UK terbagi dalam 4 wilayah : England, Wales, Scotland (yang terletak di daratan Pulau Britania) dan Irlandia Utara (yang berbagi wilayah dengan Republik Irlandia di Pulau Irlandia).

Kalau kalian ingin mengunjungi England-Wales-Scotland-Northern Ireland, applynya ya VISA UK ya teman-teman .

Saya sendiri tinggalnya di wilayah Republik Irlandia. Tahukah kalian kalau pemegang paspor Indonesia dikenakan biaya 0 RUPIAH alias gratis kalau apply visa ke Republik Irlandia .

Keterangan lengkap soal visa Irlandia untuk pemegang paspor Indonesia sudah pernah saya tulis di sini.

Republik Irlandia orang Indonesia
Hiking sekeluarga di Ireland ^_^

 

Saya sendiri kalau mau jalan-jalan ke wilayah UK (termasuk Irlandia Utara) ya harus apply visa UK yang biayanya amit-amit itu huhuhu. Bayi merah pun kudu bayar visa semahal itu. Masih mending Schengen, ada keringanan buat anak-anak.

O ya, baik Republik Irlandia maupun UK, keduanya TIDAK MASUK wilayah SCHENGEN ya. Makanya punya visa terpisah.

Selingan dikit nih, salah satu kisah jalan-jalan ke Irlandia Utara :

Tadinya kedua negara ini tergabung dalam UNI EROPA. Tapi UK kan sudah “BREXIT” tempo hari. Sementara Republik Irlandia sampai sekarang masih join Uni Eropa.

Kota tinggal saya, Athlone, sebuah kota mungil yang jaraknya sekitar 2 jam menyetir dari ibukota Republik Irlandia, Dublin.

Walau penduduknya hanya sekitar 25 ribu orang (udah total tuh sama pendatang-pendatangnya hihihi), Athlone merupakan KOTA terbesar di wilayah Midland, Republik Irlandia.

Penduduk segitu mungkin hitungannya cuma 1 RW ya di Jakarta hehehe. CMIIW.

Kerja Luar Negeri Irlandia
Bray, Irlandia, 2013

 

Dusun kok dibilang kota? ?. Belagu amat ngata-ngatain kota orang sebagai dusun. Hahaha. Don’t get me wrong. Maklum, ya. Dulunya tinggal di kota-kota metropolitan macam Jakarta, Teheran dan Jeddah. Apalagi tahun kemarin sempat tinggal di Texas pulak .

Seluruh pusat kota Athlone bisa saya jelajahi dengan berjalan kaki, hahaha.

Salah satu blessing in disguise terdampar di dusun eh kota keci di “Eropa-coret” ini (hahaha) adalah … meningkatnya kemampuan memasak dengan sangat signifikan hihihi #kibasPanci.

Maklumlah di Jeddah mah ngapain masak. Tinggal telepon-telepon manja kalau pengin makan apaan gitu  Ramai komunitas orang Indonesia di sana.

Lah giliran di Athlone, waktu hamil anak ketiga tuh, kalian terbayang ya jam 6 sore (pas musim dingin pulak), saya ngidam nasi uduk! Pontang panting suami nganterin belanja bahan-bahannya mana hari sudah gelap, suhu hampir menyentuh NOL derajat.

Enggak hamil saja saya orangnya rese’ bayangin kalau lagi hamil terus ngidam ????.

Anyway, di akhir video, ada rekaman tentang Kota Athlone yang suka kami ambil secara iseng-iseng kalau lagi jalan-jalan pakai mobil. Sepiiiiiiiiii .

Saya sudah sering banget sih menulis tentang kota Athlone, ya. Dulu rajin ngirim tulisan traveling ke media cetak. Sekarang sudah pada gulung tikar huhuhu, ilang deh uang jajan .

Yang suka baca, tulisannya ada di sini.

Buat yang suka nuduh kalau orang yang suka nulis panjang-panjang biasanya kalau ngomong itu irit-irit alias pendiam. Definitely NOT ME! . Udah liat kaaaaannn di link vlog di atas? Hahaha.

fotografer Dani Rosyadi
East Pier-Dun Leary, Irlandia, fotografer : Dani Rosyadi

 

Karena jarang punya temen ngobrol di sini, jadilah sekarang punya banyak waktu luang setelah anak-anak udah sekolah semua, dimanfaatkan untuk ngomong sendirian depan kamera ????.

Jangan lupa ya teman-teman, subscribe ke channel youtube saya di siniiiiiii ^_^.

O ya, more about Republic of Ireland, ini cerita-cerita dikit soal sekolah anak di I rlandia :

Terus vlog iseng-iseng soal belanja sehari-hari ke supermarket favorit deket rumah hihihihi :

 

cek berita hoax

Cek Berita Hoax : Teknik Propaganda yang “Unik”

Video yang sangat menarik ini  sudah saya bahas dengan suami bulan kemarin. Makin ke sini makin banyak bukti yang kami temukan soal kemiripan model propaganda seperti Trump dan beberapa tokoh dunia lainnya dengan “taktik politisi” di Indonesia jelang Pilpres 2019.

Bukti terbaru mungkin terkait wawancara salah satu jendral di salah satu acara televisi terkait PKI. Isu PKI ini relatif “mulus”. Dari dulu sudah tidak jelas lagi mana fakta mana katanya-katanya.

Simak ya wawancara dengan Pak Jendral. Bagaimana beliau dengan tenangnya menyampaikan opini yang (maaf) super duper asbun dan ditangkis dengan sangat baik oleh narasumber yang lain.

Hasilnya? Pak Jendral tetap kalem sama sekali tidak terpengaruh dan terus mengulang pernyataan-pernyataan sejenis.

Why obvious lies make great propaganda? Mengapa hoaks yang nyata-nyata konyol sekonyol-konyolnya justru menjadi alat propaganda yang cukup efisien?

Saya coba rangkum isi videonya, ya. CMIIW.

Kita pakai contoh lain. Karena lagi tema PKI ya pakai contoh seputaran itu saja, ya. Misalnya : ada 15 juta anggota PKI yang siap beraksi. 15 JUTA. Banyak sekali, yes?

Tapi tidak ada yang bisa membuktikan sedikit pun. Sebut satu nama saja, deh. Tidak ada.

Pernah juga sampai tersebut satu nama pemimpinnya. Lupa saya siapa. Tapi entah orangnya ada di mana. Namanya saja yang bergema.

Seketika kita tahu bahwa itu kebohongan yang super duper nyata.

Apa sih yang ingin dicapai oleh teknik propaganda seperti ini?

Apakah orang pada akhirnya akan percaya atau tidak, JUSTRU bukan itu tujuan utamanya.

Coba dikira-kira … dengan terus menerus menggempur peredaran informasi dengan hoaks-hoaks yang nyata-nyata ngibul dan kalian teruuuuussss menghabiskan waktu menangkis, kira-kira apa yang terjadi?

Lama kelamaan makin bikin bingung. Tambah bingung setiap hari. Karena hoaks demi hoaks terus mengalir. Susul menyusul dengan klarifikasinya. Makin bingung makin capek hingga akhirnya … kolaps. Chaos. Kacau.

Sudah tidak jelas lagi mana fakta mana yang hanya opini dst. Ya tiap hari begini-begini aja kerjaan kan. “Mereka” lempar hoaks, kalian sibuk menangkis, lempar hoaks baru, tangkis lagi, lempar terus, tangkis terus.

Ya memang ini tujuannya –> MEREDUKSI FAKTA MENJADI OPINI. Istilah lainnya dalam analisa terkait metode kampanye politik model begini, menghadirkan ALTERNATIVE FACTS, mengadakan fakta-fakta alternatif.

Fakta kok ada alternatifnya? Hehehe.

cek berita hoax

Hingga pada akhirnya, hoax vs klarifikasi akan dianggap sebagai DUA HAL YANG SEJAJAR.

Jadi muncullah nanti semacam, “Oooo itu kan menurut lo. Kalau menurut gue sih begini. Jadi ya dua-duanya bisa aja benar, sih.”

Ini nih bahayanya. Ketika FAKTA dianggap sejajar dengan OPINI.

Jadi lama-lama HOAKS dan KLARIFIKASI dianggap “bisa jadi dua-duanya BENAR”. Serem, yes? Huhuhuhu.

Dari kebingungan atas kekacauan ini, tidak heran jika muncul keputusasaan seperti –> “POKOKNYA GUE TIDAK MAU LAGI BACA BERITA-BERITA DARI MEDIA-MEDIA MAINSTREAM. GAK ADA YANG BISA DIPERCAYA.”

Lah, terus mau nyari berita dari manaaaaaa. Naaaaahhh, di sinilah nanti peranannya grup-grup Whatsapp, situs-situs bodong yang seolah muncul menjadi “berita alternatif” dan lain-lain seperti “gue mah mending percaya sama ustaz tempat gue ngaji.”

cek berita hoax
Gambar : hongkiat.com

 

Itu si ustaz mang dapat berita dari mana? Ya doamat, pokoknya gue percayanya sama ustaz gue yang suka posting-posting di WAG.

Kalau kasus di Indonesia, menjadi lebih mudah, karena tinggal disenggol dikit saja lempar ke isu agama . Beres semua .

Jadi sudah tidak penting lagi apakah hoaksnya tolol atau dungu, sama sekali tidak masalah buat “mereka”. Bikin hoaks dongok kan relatif lebih mudah. Pokoknya yang penting asbun. Asal tiap hari ada “topik”.

Agak rumit juga menanggapinya atau menyediakan solusi.

Karena hoaks yang dilemparkan juga rasa-rasanya disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Kenapa muter-muter di PKI terus? Karena traumanya memang masih sangat dalam. Puluhan tahun distorsi sejarah komunisme di Indonesia terjadi. Butuh waktu untuk “menyembuhkan”nya.

Boro-boro juga mau sembuh, buat politisi yang ingin jalan pintas, ngapain capek-capek beradu prestasi untuk titel pemimpin daerah atau presiden misalnya, mending mereka menciptakan permusuhan atau mengobarkan permusuhan yang sudah ada. Tinggal dikipas-kipas saja terus kalau ada kesempatan.

Gambar : pixabay.com

 

Makanya, buat teman-teman Jokower, pilih-pilih lah hoaks yang harus ditanggapi. Bijak-bijaklah dan jangan sampai terbawa arus. Itu kan sudah pernah saya bilangin, jangan menganggap dunia Facebook itu seputar politik saja.

Sekali-sekali alihkan duniamu. Posting apaan kek biar enggak stres sendiri kan hehehe.

Topik beranteman juga susah sekali dikontrol. Karena buzzer-buzzer, baik yang orangnya nyata maupun akun siluman, selalu siap siaga memancing di air keruh.

Saran saya, masa iya sih diantara segini banyak teman di Facebook kalian masih malas ceki-ceki mana yang akun beneran mana yang akun palsu . Atau kalau tidak mau repot, pegangin akun teman-teman sendiri sajalah.

Jangan gampang approve akun-akun robot, mentang-mentang pasang foto ciwi-ciwi cantik langsung maen approve saja .

Kita memang sulit mau mengontrol orang/akun lain. Ya jaga diri masing-masing saja.

Yuk, posting-postingnya dibikin lebih berwarna. Kalau ada berita-berita mencurigakan nan tidak penting, HEMPASKAN saja . Bukan berarti semua hoaks dihindari ya. Bolehlah sekali-sekali buka medan pertempuran hahahahaha.

Berita-berita macam “100 ribu cuma cukup buat beli cabe + bawamg” atau “tempe setipis ATM” itu jelas-jelas hoaks bodong yang sengaja dilempar untuk memanaskan lantai dansa saja. Semua orang juga tahu kok kalau itu ngawur .

Jadi kenapa kalian ikutan pening balas membalas dan sindir menyindir hehehe.

cek berita hoax

Inilah uniknya, makin bego hoaksnya makin rame karena makin banyak yang bisa menangkis. Cobak bikin hoaks yang njelimet, pasti sepi yang nanggepin soalnya pada gak ngerti hahahahahaha.

Tapi jangan terus-terusan fokus di topik politik lah. Sesekali posting foto jalan-jalan, kisah-kisah apa kek terkait hobi misalnya, atau apalah. Biar enggak kek orang gila kalian semua jelang 2019 ini hehehehe.

Jangan terjebak dalam situasi tapi juga … jangan lari, don’t be an ignorant, “Halah, terserah aja dah, pokoknya gue gak mau peduli lagi. Titik.”

Remember … “Nothing in all the world is more dangerous than sincere ignorance and conscientious stupidity.” Martin Luther King, Jr.

Sudah hari rabu, nih. Masuk tengah-tengah minggu. Semoga kalian belum kelelahan dan masih tetap semangat secara akhir pekan masih 3 hari lagi hehehe.

Masih Jokowi sekali lagi dooooonngggg  #jokow1Lag1

Dear, River …

I didn’t see this coming. Baru membaca di bagian “Sungai Kisah yang Mengalir ke Arahmu” lah kok udah mewek aja. Di tempat umum begitu ya masa mau nangis-nangis. Gengsi amat hahahaha. Padahal itu baru TULISAN PENGANTAR! *panik*.

Sungguh keputusan yang gegabah membawa buku ini buat dibaca santai waktu nemenin anak-anak ke playground di suatu minggu sore yang cerah. Sambil duduk ngeliatin anak-anak main, maksudnya mau duduk-duduk manja sambil baca buku ini aja biar enggak bosen-bosen amat. Karena bapaknya juga nemenin anak-anak maen bola –> this is why, perhaps we need to have another girl in this family! #ehGimana.

Sejujurnya dulu sekalian beli #dearRiver untuk optimasi ongkir aja sih pas beli buku “Berjalan Jauh”. Kedua buku ini penulisnya SAMA.

Karena terkesan banget dengan “Berjalan Jauh”, makanya cepat-cepat pengin baca #dearRiver ini.

buku parenting

#DearRiver kumpulan tulisan Fauzan Mukrim buat putranya, River. Mirip dengan “Berjalan Jauh” tapi tulisan-tulisannya beda semua. Jadi ini 2 BUKU YANG BERBEDA. #DearRiver ditulis sebelum River lahir.

Selama ini kita sering terjebak dengan mengunci parenthood sebatas motherhood saja. Father-nya gimanaaaaaa?

Beban pendidikan anak, secara sosial, lebih sering dibebankan kepada Ibu. Padahal, peran Bapak/Ayah ya sama pentingnya.

Para suami dan calon ayah pun sebenarnya punya kegelisahan, deg-degan plus takut jugak mau punya anak dst dst dst dengan intensitas yang kurang lebih sama dengan para istri dan calon ibu. Mungkin selama ini para suami dan calon Ayah lebih suka memendamnya dalam hati. Untunglah ada Ayah Fauzan Mukrim yang mau membagikan isi hatinya kepada kita :).

Sudah macam masokis baca buku ini. Baca, nangis, baca, nangis, baca, nangis. Tapi gak kapok-kapok.

Esai “Ketika Kau Sakit” pedihnya dobel. Karena selain bernostalgia dengan paniknya kita di masa-masa anak sakit, Fauzan juga bercerita tentang posisinya sebagai anak. Membahas orang tua juga. Jadi yah, sebel karena gosok-gosok mata terus padahal lagi perawatan pakai eye cream biar kerutannya tidak memburuk. Bagusnya memang buku ini dibaca dengan wajah polos. No skincare at all. Percuma jugak. Pasti luntur semua, Cyiiiiin -_-.

Tidak sedikit pembahasan tentang orang tua karena Fauzan Mukrim banyak berkaca dari orang tuanya sebagai memori untuk bekal membesarkan anak-anaknya kelak. Karena itulah kita tidak boleh ngasal-ngasal, ya, membesarkan anak karena pengaruhnya bisa sampai jauh ke depan sana.

“Ibu Juga Ingin Naik Haji” misalnya. Indah sekali. Luar biasa ibunya, Kak. Kirim salam, ya <3.

Tentang Bapak juga banyak.

Almarhum Bapak saya meninggal waktu saya masih SD. It’s been while. I started to forget things about him or at least never really think about it anymore. Udah lama banget ya rasanya. Sampai kadang ada beberapa yang akhirnya lupa sendiri. Tapi beberapa tulisan ndi #dearRiver makes them all coming back to me … once again.

Saya rindu sekali jadinya sama almarhum Bapak. Walau cuma punya satu foto, saya tidak pernah lupa pada wajahnya yang ganteng hehehe <3.

Tidak sedikit istri yang mengeluh, kalau laki-laki akan atau sudah punya anak, istrinya entah tarok di mana. Tapi Fauzan Mukrim menyelipkan tidak sedikit kisah-kisah tentang sang istri. Romantis plus terharu di tulisan “Enam Tahun dan Dua Tahun.” Kebayang dulu bininya digempur terus pakai esai-esai di masa pedekate *uhuuuyyyy*.

“Pulang Memancing” melayangkan ingatan ke masa-masa bekerja dulu. Bisa-bisanya ni Ayah Fauzan menuliskan pengalaman bermacet-macet ria yang bisa bikin kita …. ya nangis lagi! Hahahahaha. Geblek, ah. Nangis mulu :p.

Banyak kisah-kisah tentang orang-orang lain di luar kerabat dan teman dekat dari penulis. Tentang seorang tamu yang datang ke kantor di suatu hari di tulisan “Tangan dan Jari-jarinya”. Atau tentang Pak Mansyur yang luar biasa di esai “Guru”.

O ya, diksi atau pemilihan katanya bagus banget, euy. Mungkin karena efek profesi wartawan. Sedih tapi enggak dangdut gitu lah hehehe. Gimana ya neranginnya. Baca sendiri aja dah hehehehe.

Gaya menulisnya juga sangat jenaka. Kesel kan, dibikin gila kita jadinya. Nangis-nangis tapi ketawa jugak. Sudah sedih-sedih membayangkan perasaan orang tua kalau anaknya lagi sakit, ada pula kalimat model begini … “Lemas seluruh badanku, Nak. Satu dua lagu yang aku nyanyikan untuk menghiburmu tidak kau gubris. Kau hanya memandangku lemah seolah-olah aku ini peserta Indonesian Idol yang sebentar lagi dieliminasi.”

“Tertawa  Seperti Pocoyo” juga tulisan model begini. Mewek iya, ngakak iya. Ya makanya bacanya pas lagi sendirian aja hihihi.

Satu lagi, potongan-potongan lirik yang ngawur di “Misheard Lyrics” … bisa dibantai kau sama anak Jaksel, Bang Fauzan, hahahahaha.

Di sebuah seminar parenting yang pernah saya hadiri (pesertanya sebagian besar ibu-ibu), fasilitator bertanya kepada kami, “Ibu-ibuuuu, anak itu banyak meminta atau banyak memberi.”

Tanpa dikomando, jawaban kompak kami bergema di seluruh ruangan, “Memintaaaa…”

Ah, kita, para orang tua, suka terkecoh. Kan ada juga tuh kisah-kisah yang mengatakan kalau orang tua adalah malaikat buat anak-anak mereka. Padahal, merekalah malaikat-malaikat kecil yang dihadirkan di dunia untuk membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya. Jangankan membayangkan bila Tuhan mengambil kembali titipan terindahnya ini, melihat mereka sakit saja, nyawa rasanya sudah hilang separuh.

“Hadirmu semacam power supply baru dalam kehidupanku. Karena setiap aku melakukan atau memikirkan sesuatu untukmu, Nak, dengan sendirinya aku pun merasa semakin menyayangimu. Apa namanya itu? Accelerated Happiness? Mungkin semacam rasa bahagia jika bisa memberikan benda kepada orang lain, alih-alih bersedih karena benda itu lepas dari tangan kita. Rasa bahagia itu yang tak akan pernah bisa dikalkukasi dengan hukum ekonomi yang mendewakan aset dan kepemilikan.” -Fauzan Mukrim, #dearRiver-

Enggak peduli lagi deh Pakde Agus Amrullah bakal berkoar-koar tentang chauvinisme bla bla bla (hahahaha), I  give 5 out of 5 stars for this book!  <3

Terima kasih Ayah Fauzan yang sudah menulis buku indah ini <3. Ditunggu banget buku #dearRain nya, harus adil dong Ayaaaaahhhhh ;).

Note : bukunya bisa dibeli via River’s Corner, ya.

review film hidden figure

Wonder Woman Inside Us

Harusnya sebelum jalan-jalan ke NASA Space Center, nonton film ini duluuuuuu.

Awas, spoiler alert .

Nontonnya pas mudik kemarin. Manfaatin film-film gratisan di entertainment-set pas di pesawat hihihi *ngikikNgirit*.

Katherine Johnson, Mary Jackson, Dorothy Vaughan … tiga tokoh perempuan yang diceritakan dalam Hidden Figures. Ketiganya memiliki 2 identitas yang bisa dianggap “sial” di masanya. Sudahlah PEREMPUAN, mereka juga BERKULIT HITAM. Double strike! .

Review film Hidden Figures
Gambar : foxmovies.com

 

Setting filmnya abad ke berapa neeeeehhh masih bahas diskriminasi, apakah di negeri antah berantah???

Boro-boroooo, settingnya di tahun 1960 an di negara adidaya, AMERIKA SERIKAT. Jaraknya dari kita belum juga 100 tahun. Diangkat dari kisah nyata.

Makanya, jangan suka nyinyir sama “kaum feminis” . Apa yang kalian (perempuan) nikmati sekarang itu tidak lepas dari buah perjuangan mereka juga .

Katherine (jagoan matematika), Mary (aerospace engineer), dan Dorothy (ahli komputer), merupakan perempuan kulit hitam yang menonjol secara akademis dan saat itu bekerja di NASA Langley Research Center sekitar tahun 1961.

Waktu itu perang dingin antara USA vs Uni Sovyet lagi seru-serunya termasuk pertarungan mereka “menguasai” antariksa. Sibuk banget kasak kusuk di NASA ngejar-ngejar target.

Apalagi Uni Sovyet nyuri start duluan dengan proyek “Vostok 1” yang menjadikan salah satu warga negara mereka, Yuri Gagarin, menjadi manusia pertama yang terbang ke luar angkasa …. dan kembali dengan selamat ke bumi .

Dalam tekanan dan stres itulah, ketiga perempuan ini berusaha memberikan performa terbaik mereka sebagai bagian dari tim NASA di masa itu.

Sembari berjuang juga sebagai orang tua tunggal (Katherine), menghadapi tekanan lingkungan terhadap perempuan bekerja yang punya waktu sangat terbatas buat keluarga (Mary dan Dorothy), dan tentunya melawan DISKRIMINASI terhadap KULIT HITAM (ketiga-tiganya) di lingkungan kerja.

Salah satu scene berkesan saat Katherine pindah ke salah satu tim “penting” di mana jumlah perempuan dalam tim cuma berdua, satunya kulit putih. Sisanya lanang kabeh!

Udah gitu, ceret buat minum pun dipisah antara “coloured” (istilah buat kulit hitam waktu itu) vs “white”. Itu sampai dikasih label literally dengan tulisan itu di wadahnya.

Review film hidden figures
Gambar : time.com

 

Kalau kebelet pipis, Katherine harus lari-larian ke gedung sebelah yang harus melintasi parkiran gede karena di gedungnya ENGGAK ADA kamar mandi khusus buat perempuan kulit hitam. Waktu itu emang umum saja kalau fasum dipisah antara “white” vs “coloured” .

Apalagi pas hujan deras. Bayangin harus basah kuyup bolak balik lari-larian pakai high heels pulak buat pipis doang. Sempat kena semprot dari bos karena dianggap suka mangkir dari tugas padahal terlihat absen karena mau pipis pun udah kayak pergi melancong ke kota lain saking jauhnya huhuhuhu.

Qu sunggu bangga pada emak-emak hebat ini .

Salut juga buat para suami-suami mereka yang punya pengertian setinggi langit. Bayangkan saja, di masa-masa segitu, para suami ini mau pasang badan buat istri-istri mereka di tengah drama nyinyir-nyinyirin dari kerabat/tetangga/lingkungan.

Buat teman-teman sesama buibu yang lagi drama-dramanya kuliah S3 (terima kasih sudah mempercayakan saya sebagai teman curhat, kalau kalian dah lulus boleh dong kutulis someday yak hahahaha –> “Kumpulan Curhat Buibu S3 Beserta 10 Tips ‘n Trik, Nomor 8 Bikin Nangis!”). .

Tetap semangat, Cantik-cantikkuuuu .

Someday we’ll know, it will worth all the fighting .

review film hidden figure
Para pemeran di film Hidden Figures vs tokoh aslinya (Gambar : blackdoctor.org)

 

Tokoh Mary juga seru. Dese kepengin sekolah lagi untuk mendapat posisi impian di tim NASA. Secara akademis, Mary sangat brilian tapi aturan resmi yang menghadang perempuan kulit hitam untuk mengambil sekolah lebih tinggi. Sampai harus bolak balik ke pengadilan segala untuk mengajukan gugatan. But she made it finally!

Akyu tentu mewek-mewek penuh drama di bagian dese melempar toga saat diwisuda sebagai NASA’s first black female engineer  . Mata sembabnya pas embak-embak pramugari lagi beredar nawarin makanan. Ini nih malesnya nonton di pesawat hahahaha.

Abis itu lanjut nonton film “Wonder” terus mewek lagi. Entah apa di pikiran embak-embak pramugari tadi ya, “Nangis mulu Neng? Gak ada duit apa disiksa majikan apa gimana?” –> maklum naik maskapai Tim Teng dengan segala stereotip ajaibnya hahahaha .

Jadi, Hidden Figures menggambarkan perjuangan banyak pihak di belakang layar waktu NASA lagi seru-serunya berantem sama Roscosmos (Nasa-nya Sovyet). Sekaligus menunjukkan kelamnya masa lalu era diskriminasi di Amerika Serikat yang sayangnya, kadang masih nyangkut sampai era modern ini walau tidak separah dulu .

Review film Hidden Figures
Tokoh-tokoh asli yang diangkat ke dalam novel dan film “Hidden Figures” (Gambar : essence.com)

 

Dan kalian kok, di era super duper modern ini, masih bisa-bisanya kepancing sama isu-isu seputar ras, ya? . Masih kurang banyak kepahitan-kepahitan di masa lalu yang harus masih kita tanggung sampai sekarang hanya karena gagal memahami hal-hal sesederhana ini? .

Anyway, saya mengunjungi NASA Space Center di Houston-Texas, di bulan Desember 2017.

Bekerja sama dengan 15 negara sejak tahun 1970 an penelitian terkait antariksa sudah gencar dan serius dirintis oleh NASA.

Melihat semesta alam sebesar itu, jadi nyadar kita secara individu bahkan jauuuuuuuh lebih kecil daripada galaksi-galaksi dan seisinya.

Berbagai ras dari berbagai negara ikut meramaikan perjuangan NASA untuk eksplorasi luar angkasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup manusia di BUMI.

Untuk kepentingan seluruh manusia di BUMI yaaaaa, bukan untuk menghancurkan orang Islam for God’s sake *pijetKening*.

Dari daftar 15 negara, saya cari-cari nama Indonesia. Bolak balik kagak ada lambang Garuda yang nyangkut hehehehe. Di Indonesia lagi sibuk mendoakan teman-temannya yang beda pandangan politik biar dapat hidayah #eh.

Tentang ada apa saja di NASA Space Center Houston + foto-fotonya sudah pernah saya tulis. Linknya itu di paragraf paling pertama di atas ;).

Kalau ada kuota lebih nah ini yang saya share versi vognya .

Kalau berkenan, mohon subscribe ke channel youtube saya :).

“What everyone in the astronaut corps shares in common IS NOT ETHNIC OR GENDER BACKGROUND, but MOTIVATION, PERSEVERANCE, and DESIRE to participate in the voyage of discovery.” -Dr Ellen Ochoa- (first Hispanic woman to go into space).

Seharusnya, kita tidak perlu jauh-jauh terbang ke angkasa untuk mewujudkan mimpi indah ini. Mari berbagi motivasi, ketekunan, dan gairah berkerja bersama-sama untuk dunia yang lebih baik di mana pun kini kita berada, yes? 

Dear girls, as they said, we all have a Wonder Woman inside us <3.

Film crazy rich asian

(Not So) FUN (Not Really) FACT about #CRAZYRICHASIAN

(Not So) FUN (Not Really) FACT about #CRAZYRICHASIAN THE MOVIE :

1. Saya terbayang orang-orang di Eropa Barat nonton film ini kira-kira tanggapannya apa ya hihihihi. Secara di Uni Eropa ya hampir semuanya berat sama dijinjing ringan sama dipikul. Apa kira-kira definisi RICH vs POOR di Yurop? Hehehe.

Kite nih ya hemat-hemat beli baju buat anak-anak nunggu diskon terus kecewa pas di toko enggak ada diskon terus mau pulang aja.

Eeeeeeh lewat emak-emak tetangga yang bekerja sebagai tukang bersih-bersih di mal nenteng beberapa baju + rok/celana plus sepatu dan tas menuju kasir #bantingHanger.

film crazy rich asian
Gambar : vox.com

 

2. Di Amerika Serikat wajar kalau heboh. Karena di sana memang mengenal level super tajir mampus pus pus vs sobat-sobat misqueenku para homeless yang bisa berhari-hari gak makan saking enggak adanya duit.

Homeless pemandangan ‘standar’ di kota-kota besar di Amerika Serikat .

3. Di video-video youtube terkait film ini, pas blusukan ada beberapa komentar orang Afrika yang cukup berkesan. Mereka senang ada film ini biar dunia tahu bahwa ada BANGSA LAIN di dunia ini selain bangsa kulit putih (kaukasian) vs bangsa kulit hitam (negroid). Oh well .

As an baper-asian yang as well as anak Jaksel tentunya rasanya pengin ngasih tahu, “Sis-bro, so that you know kalok pusat peradaban dunia itu ada much more di Asia lhoooooo…” #tiupKuku

4. Orang-orang Malaysia yang ngamuk-ngamuk karena, “Cuyyy, jelas-jelas syuting dan settingnya di Malaysia, napeeeee pakai nama SINGAPURAAAAA…” Tuuuuhhh, ini baru bener. Singapura cucmey lah lawannya Malaysia. Orang Indonesia belom kelasnya mau baper-baper sama Malaysia, yes?  #iyahAkuInferiorRealistis

Tapi itu tolong dicatat kalau Pak Mahathir sukak muji-muji Pak Jokowi lhoooo, sobat cebbie mana suaranyaaaaaaa ✌️✌️.

5. Orang-orang Singapura yang sinis kalau katanya gak mungkin ada orang setajir itu di Singapura. Berat kali hidup kelian di Singapo ya, sampai gak ada waktu kepo-kepo in tetangga hahahahaha .

6. Orang-orang non Asian yang komentar, “Waaah, ada juga ya film-film Asia yang temanya bukan kung fu Panda dan teman-teman.” ????

Film crazy rich asian
Gambar : psychologytoday.com

 

7. Another non Asians yang melongo, “Lho orang Asia kirain kismin-kismin? Lah itu banyak yang tinggal di kolong jembatan dan hidup di jalanan kalok kata National Geographic dll.” Oh qu sungguh sedih, karena begitulah memang fakta kita di Asia. Yang tajir melintir ada, yang mesti merangkak setengah mati hanya untuk sekadar makan juga banyaaaaaaaakkkkk .

8. Orang-orang Asia non Tionghoa yang ikutan sensi, “Tolong dah, orang Asia itu macem-macem tauk! Banyak rasnya!” Kecuali orang-orang India yang gak baperan karena film mereka sudah lumayan dikenal di Hollywood hehehe.

Tapi memang nih orang-orang “bule” itu taunya kita orang Asia sama semua. Ada seorang Ibu dari teman anak saya. Bukan orang ASEAN, yang tidak bisa bahasa Inggris. Itu yang anter jemput anak pakai bus nyuruh saya nerjemahin kata-kata dia ke ibu-ibu itu. Lah dikate semua orang Asia ngomongnya cuma satu bahasa.

Sama kayak cerita Mbak Katerina barusan, ada guru yang minta anaknya bantuin terjemahin bahasa Inggris ke teman sekelasnya yang berasal dari Thailand. Ya gimana dah ?????.

 

 

 

 

 

 

 

Film Crazy Rich Asian

 

9. Penolakan judul “Crazy Rich Asian”. Katanya harus lebih spesific, “Crazy Rich Chinese”, terus nanti ada “Crazy Rich Indian” belum lagi “Crazy Rich Arabian” terus ada Japanese, dan Indonesia.

Tapi terus Indonesia rame lagi. Karena mestinya dibagi lagi “Crazy Rich Javanese” … “Crazy Rich Buginese” dst dst.

Dimana Crazy Rich Javanese harus dibagi lagi Crazy Rich Surabayan, Crazy Rich Semarangan dst dst. Capek, yes? Hahahahaha.

10. Munculnya pepatah bahwa, “Banyak uang belum tentu bahagia. Apalagi kalau tidak ada uang!” ????

11. Anu… saya belum nonton filmnya hahahahaha. Sibuk baca komen-komen di trailer dan nontonin linimasa aja . I’m too old buat kisah-kisah cinta si miskin dan si kaya model begini. Tapi disuruh nonton The Nun juga gak bakal mau sih. Oh Tuhan mohon perbanyak film-film semacam La La Land yang lebih masuk akal walo bikin baper itu. Aamiin.

12. Oiya, kalian mending nonton SEARCHING. Pemain-pemain utamanya juga Asia dengan setting dan gaya penceritaan yang sungguh keren .

#crazyRichAsian
#crazyNoRichNoKepoYesYesYes ????