menghilangkan trauma pelecehan seksual

Menghilangkan Trauma Pelecehan Seksual

Banyak sindiran terhadap hasil penelitian kejahatan seksual kepada perempuan di banyak negara. Lho kok hasilnya malah negara-negara maju yang di peringkat teratas?

Terus jadi jumawa, “Ih katanya kesetaraan. Manaaaaa, kok banyak laporan kejahatan seksualnya?”

Itu masalahnya. DIHITUNG BERDASARKAN LAPORAN.

Di Indonesia sendiri, masih ingat tidak ada berita seorang perempuan diperkosa oleh kakak iparnya sendiri. AKhirnya dia berani melaporkan ke polisi setelah 3x kejadian.

Boro-boro dibelain, komen-komennya ampun deh .

menghilangkan trauma pelecehan seksual
Gambar : TLNT.com

 

Mayoritas (yang juga sesama perempuan lho) menyalahkan perempuan. “Masa udah 3x baru lapor. Itu doyan kali.”

Tentu kulangsung mengamuk di thread yang bersangkutan!

Di Hollywood sendiri heboh skandal besar tahun lalu soal seorang produser ternama yang dilaporkan oleh banyak perempuan terkait pelecehan seksual?

Bahkan selevel negara Amerika Serikat pun warbyasak komen-komen netijen . Tidak sedikit orang yang menuduh para pelapor yang kebetulan mayoritas sekuter (selebriti kurang terkenal) hanya ingin cari sensasi.

Ada juga yang menuduh ini adalah konspirasi untuk menjatuhkan perusahaan si pelaku yang emang lagi jaya-jayanya.

Ternyata, ada juga seleb perempuan papan atas yang menjadi korban dan akhirnya mau mengaku. Walau beberapa memilih “memaafkan” dan tidak mau nama mereka dibawa-bawa lagi .

Salah seorang teman saya (perempuan) berkomentar, “Kok ya ndak malu ya tu perempuan lapor-lapor kayak gitu? Kan kasihan orang tua kita, keluarga kita, mereka pasti malu, kan?”

Saya kaget juga. Yang berkomentar ini tergolong punya pendidikan tinggi dan gaya hidupnya cukup “modern”. Orang “kota” pendidikan tinggi saja mikirnya masih begini.

Perempuan tidak ditempatkan sebagai “korban” . Malah dianggap hilang kehormatan dan bikin malu keluarga.

Saya pernah mengalami pelecehan seksual di KRL Ekonomi. Masih gadis, masih bekerja kantoran.

menghilangkan trauma pelecehan seksual
Gambar : soundgirls.org

 

Sebagai software developer, kadang memang perlu pulang malam apalagi kami ini in-house developer, internal user. Tunggu user bubaran dulu baru bisa utak atik.

Waktu itu pulang sendiri. Sering sih memang pulang sendiri.

Kereta lewat Cikini pukul 19.30, enggak malam-malam banget lah. Saya pernah pulang subuh lho gara-gara kerjaan.

Kalau lagi sendiri, saya malas duduk di dalam takut ketiduran. Jadi berdiri dekat pintu. Biasanya memang orang berjubel di pintu walau di dalam lowong.

Kayak hari biasa saja. Samar-samar ingat ada laki-laki di belakang yang entah kenapa selalu berusaha lihat muka. Saya geser saja. Nah, mungkin dese ngikutin terus. Soalnya saya malas nengok-nengok lagi.

Ini lhooo yang namanya KRL Ekonomi 🙁

 

Kalau ditempelin dari belakang juga sudah biasa kalau naik KRL Ekonomi. Baru nyadar pas turun, enggak sengaja menyentuh celana bagian belakang. Kok basah? Kirain air tapi kok lengket.

Karena sudah lapar banget ya mampir makan dulu. Tiba di kos baru saya cek benar-benar. Aduh! Panik sendiri. Celananya saya lempar ke tempat sampah.

Waktu itu kesal dengan diri sendiri. Kok bisa lho digituin orang enggak nyadar sama sekali .

Besoknya langsung curhat ke teman-teman dekat. Responsnya asoy sekali. “Lo lagi ngapain waktu itu? Baju lo kali? Lo senyumin kali jadi dia geer? Makanya jangan pulang malam-malam. Nyetir sendiri aja, beli mobil, gue udah bilang bahaya naik kereta. Resign aja say cari kerjaan lain atau lo pindah kos.”

Nobody asked about who could that be. How I felt . Hopeless banget mana saya sama sekali tidak lihat siapa orangnya. Tidak habis pikir kok sempat-sempatnya ya tu anj*ng .

Solusinya juga zzzzz .

Memilih enggak cerita ke Mama dan kakak-kakak. Jauh semua. Ya apa juga gunanya. Nanti malah khawatir terus disuruh berhenti kerja. Lah terus bayar kosnya pakai apa? Pakai daun? Haeeeee sobat misqueenque *menyapaDiriSendir* .

menghilangkan trauma pelecehan seksual
Gambar : pixabay.com

 

Ya waktu itu bisa apa, sih. Berusaha dilawan saja traumanya. Toh besok-besok tetap harus naik KRL Ekonomi juga. Cuma sejak itu, kecuali emergency, saya selalu nyari teman kalau pulang kantor.

Terus baca kasus pelecehan seksual di kampus yang lagi ramai beberapa hari terakhir saat tulisan ini dimuat. Di kampus saja penanganannya berat, ya. Apalagi cuma pelecehan selevel dimuncratin sperma di kereta .

Makanya jangan geer kalau ternyata laporan pelecehan seksual di negeri sendiri tergolong rendah.

Ya lihat saja respons lingkungan belum lagi dari sisi penegakan hukum. SIAPA YANG MAU MELAPOR KALO KAYAK GINI MAH? . Bukannya dihibur, dikasih semangat, dibantu, malah disalah-salahin, dianggap bikin malu dst dst dst.

Perempuan bukan gender kelas dua.

Bahkan tantangannya justru dari sesama perempuan sendiri kadang-kadang. When are we gonna learn? 

Venezuela – Arab Saudi – Norwegia, Apa Kabar Para Raksasa Minyak Dunia?

Walau sebagian besar dari 10 daerah penghasil minyak bumi  dengan cadangan minyak terbesar di dunia ada di Timur Tengah, namun juaranya adalah VENEZUELA.

Beberapa tahun terakhir harga minyak dunia terjun bebas dalam tempo singkat dan sampai sekarang masih goyang-goyang.

Di bawah kepemimpinan Hugo Chavez dengan jargon “sosialisme abad 21”, Venezuela pernah sangat berjaya.

Di Venezuela kini, inflasi gila-gilaan, kejahatan makin mengerikan, dan angka kemiskinan membubung tinggi. Di kepemimpinan Chavez, Venezuela pernah membabat kemiskinan, turun hingga 30%.

daerah penghasil minyak bumi venezuela
Venezuela (gambar : pixabay.com)

 

Arab Saudi, negara minyak yang paling mencolok di Timur Tengah.

Arab Saudi sekarang juga mengalami guncangan. Masalah politik internal walau tidak separah Venezuela. Penetapan pajak sana sini padahal sebelumnya pajak benar-benar 0% di sana. Harga-harga barang pun tiada seindah dulu lagi.

Norwegia, walau peringkatnya tidak sebagus Venezuela dan Arab Saudi, dimasukkan sebagai perbandingan khusus.

Berbeda dengan Venezuela-Arab Saudi yang memanjakan rakyatnya dengan subsidi konsumsi sana sini berkat limpahan minyak, harga BBM di Norwegia justru tergolong mahal banget dari dulu.

Di Venezuela, Chavez menjanjikan kesempatan kerja yang merata kepada rakyat sebagai salah satu upaya mengatasi kemiskinan. Caranya? Dengan memasukkan sebanyak-banyaknya karyawan ke perusahaan-perusahaan negara (semacam PNS), termasuk perusahaan minyak negara.

Nasionalisasi besar-besaran di berbagai sektor. Hampir semua sektor swasta dinasionalisasi.

Dengan pegawai yang membludak tapi produksi minyak begitu-begitu saja tentu membebani biaya produksi. Belum lagi basis teknologinya memang belum secanggih negara-negara lain.

Saat itu mereka tetap berjaya karena tertolong oleh harga minyak dunia yang lagi tinggi-tingginya dan cenderung naik terus. Marjinnya masih kuat untuk menutupi ongkos produksi.

daerah penghasil minyak dunia
Gambar : japantimes.co.jp

 

Begitu harga minyak dunia terjun bebas, di mana negara ini andalannya ya bisa dibilang minyak tok, langsung ikut terjun bebas.

Pemerintah tak mungkin menempuh cara-cara standar misalnya naikin pajak, lah sektor usaha ibaratnya sudah BUMN semua, siapa yang mau diandelin bayar pajak???

Ini belum ngomongin ketidakstabilan politik internal dan maraknya korupsi di pemerintahan.

Jadi ingat sindiran Margareth Thatcher yang sering digunakan untuk menyindir sosialisme, “The trouble with Socialism is that eventually you run out of other people’s money.”

Niatnya sih mulia. Keseteraan dan pemerataan. Indah nian kedengarannya. Alih-alih memiliki seorang pemimpin berhati emas yang berjuang buat rakyat seumur hidup seringnya malah diktator yang rentan korupsi .

Sosialisme agak berat di praktik karena ya itu tadi, melawan human nature . Lemah di sustainability.

Disangka semua manusia pasti ulet dan mau bekerja sama kerasnya?

Gambar : grrrgraphics.com

 

Sorry to say ya, PNS vs karyawan swasta ya pasti naturenya beda. Yang satu dibiayai negara no matter what, satunya lagi mengandalkan kinerja sendiri + koneksi/keberuntungan untuk bertahan.

Itulah kenapa manusia memang perlu sedikit kompetisi untuk memacu produktivitas. Kita ini manusia biasa toh ya. Rentan manja dan mau enaknya sendiri apalagi kalau serba difasilitasi. Kalian boleh tidak setuju .

Arab Saudi walau terkena imbas yang besar juga tapi lumayan tertolong oleh efisiensi biaya produksi minyak. Saudi Aramco, salah satu perusahaan minyak dengan biaya paling efisien. Kira-kira biaya produksi di Saudi : Venezuela selisihnya hampir 100%.

Saudi tidak ujug-ujug mengusir vendor mereka di awal masa booming minyak (Amerika Serikat) demi nasionalisme yadda-yadda-yadda. Saudi mengambil alih Aramco SETELAH waktunya dirasa tepat.

daerah penghasil minyak bumi

Lesson learned, tidak selamanya anti aseng-asing itu tepat 100%. Kenapa harus anti-anti sih. Bekerja sama saja bagaimana? Tentu yang menguntungkan kedua belah pihak .

Soal nasionalisasi minyak di Saudi ini juga banyak teori konspirasinya. Termasuk terbunuhnya Raja Faisal di tahun 1975.

Monarki absolut menyelamatkan Saudi dari gonjang-ganjing politik yang parah. Kalau pun berantem ya sesama mereka-mereka juga. Rakyat bisa apa wong demo apa pun dilarang hehehe.

Saudi ya korupsi juga. Cuma Saudi ini sekorup-korupnya sungguh saya salut … bahkan kalau kita menjelajahi Saudi sampai ke pedalaman yang jaraknya ratusan kilo dari kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah, bukan main infrastruktur transportasinya! Mantep abis.

Jalanan lebar dan mulus beratus-ratus kilo dibangun sampai ke atas perbukitan batu. Warbyasak. Nih raja-raja Saudi kek Firaun juga gak nih? #kikirKuku

Kalau mau bawa-bawa impor sih, kedua negara ini impornya sama-sama tinggi, kok . Keduanya juga royal subsidi.

Ada salju di Arab Saudi
Gambar : the-saudi.net

 

Norwegia yang memang spesial. Pasti ada dampaknya juga penurunan harga minyak di sana. Tapi yah, tidak setajam di Venezuela dan Arab Saudi.

Banyak yang mengira negara-negara Nordic ini sosialis? Sebenarnya bukan, sih. Mereka condong ke welfare-state. Welfare state ya kenal pasar bebas juga. Pasar bebas ini yang paling sering dikritik oleh aktivis sosialis sebagai neo-kolonialisme.

Norwegia dan negara-negara Nordic lainnya sebisa mungkin menghindari subsidi konsumsi. Mereka lebih fokus ke pemerataan kesempatan. Ini lebih masuk akal dan ternyata bisa diterapkan walau tentu tidak sempurna 100%.

Di negara welfare state tidak ada jaminan situ pasti dapat kerja, situ kagak perlu ngapa-ngapain pasti hidupnya terjamin 100%. Jebakan ini sebenarnya yang sering bikin buntu. Karena seperti yang saya bilang tadi, ya kaleeeee 100% rakyatnya rajin semua, saleh dan salehah semua dst dst dst.

Yang ditawarkan oleh welfare state adalah pemerataan kesempatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Akses sekolah gratis untuk semua kalangan di mana pun berada, sampai daerah terpencil sekali pun.

Masih nyolot kenapa infrastruktur transportasi itu penting? Masiiihhhh???? #pasangMataSuzanna.

Akses terhadap jaminan kesehatan yang ditanggung sama-sama secara proporsional.

Tunjangan-tunjangan buat kalangan tertentu, tidak semua orang dapat. Itu juga secukupnya banget. Enggak bakal bisa dipakai bermewah-mewah.

daerah penghasil minyak bumi
Norwegia

 

Sisanya? Ya silakan perjuangkan sendiri. Silakan bersaing. Toh “modal”nya sudah dibagikan seadil mungkin . Modal pendidikan dan jaminan kesehatan tadi misalnya.

Kasus di Venezuela dan Arab Saudi mudah-mudahan bisa mengajarkan konsep berdikari untuk suatu negara.

Saya suka dengan penjelasan Ibu Sri Mulyani, salah satu ekonom nasional yang sering dituduh antek NEOLIB , mengenai konsep berdikari.

Bahwa kita ini sering terjebak dengan romantisme bahwa berdikari itu adalah kita bisa sendiri tanpa BUTUH siapa-siapa.

Konsep BUTUH itu tidak selalu berarti lemah. BUTUH itu adalah interaksi. Saling ekspor dan saling impor, pertukaran ilmu dan teknologi, kehadiran swasta sebagai penyeimbang usaha negara dan kompetitor untuk mencegah monopoli dst dst … semua itu yang menyebabkan ekonomi dunia tumbuh .

“To argue against the global economy is like stating opposition to the weather – it continues whether you like it or not.” -John McCain-

Berat ya topiknya hahahaha. Sekali-sekali, yes? 😀

tinggal di eropa

Hiking di Mote Park, Roscommon – Irlandia

Liburan murah meriah selama tinggal di Eropa – Republik Irlandia? Hiking! ^_^

Banyak tempat buat jalan kaki gratisan sekeluarga.

Roscommon, Mote-Park Irlandia

 

Cuaca di UK-Irlandia cenderung hujan di hampir sepanjang tahun. Tahun ini agak beruntung karena hujan agak jarang dan karena efek heatwave, kena musim panas super anget dalam waktu agak lama.

View di sebagian rute hiking di Mote Park, Roscommon. Lovely, isn’t  it? 😉

 

Biasanya kan di Eropa itu musim dingin 6 bulan (hahaha), sisanya dibagi-bagi musim panas-gugur-semi . Dominasi cuaca dingin cukup terasa di benua ini apalagi buat pendatang dari negeri berlimpah cahaya matahari seperti Indonesia.

Panasnya pun ya 20 an derajat celcius dengan kelembaban rendah jadi jaraaaaaang banget keringetan.

Jadiiiiiii, jangan suka norak ah menuduh orang-orang di Indonesia lebih pemalas dalam urusan jalan kaki . Beda iklim yaaaaaaa . Panjang lah itu ceritanya :p.

Di Jakarta misalnya, kalau mudik, dulu suka belagu ya mau jalan kaki keluar kompleks. Karena merasa “Helooooo di Ireland jalan kaki berkilo-kilo juga yo yo ayo … masa’ cuma 200 meter aja gak sanggup.”

Ternyatah, emang gak sanggup! Puanasnya pooooolll, kibas-kibas kaos keringetan dan bedak lebih cepat habis euy kalau lagi mudik hahaha. Luntur melulu  #pupurBedak.

Hiking di Mote Park, Roscommon

 

Teman-teman di Timur Tengah juga pasti paham banget, yes? . Sebelum nyasar ke “negara kulkas”, kami sekeluarga juga pernah “masuk oven” kok di Jeddah-Saudi hahahaha.

Di mayoritas wilayah Eropa, lingkungan dan kondisi juga mendukung. Ongkos transportasi enggak bisa dibilang murah kalau di Eropa mah . Iya sih, fasilitasnya memang bagus . Sesuai sama pajaknya yang dahsyat ???.

Apalagi kalau punya mobil. Asuransinya lebih ketat. Ngambil SIM lebih ruwet, dan lagi-lagi, ongkosnya yo nganu hihihihi.

Belum lagi harga bensin tidak murah. Di US jauh lebih murah daripada di Eropa secara umum. Di Eropa, dimahalin daripada harga pasar malah. Boro-boro kasih subsidi, malah ditarikin pajak dari penggunaan BBM.

Tujuannya juga buat mengurangi polusi.

Di Irlandia sendiri, harga bensin berubah tiap hari. Naik turun sesuai harga minyak dunia. Maklum, NON SUBSIDI 100%. Tapi kayaknya lebih sering naik daripada turun. Turun pun dikiiiiiiittt walau harga minyak dunia tempo hari lagi nyungsep.

Nah, hari ini nih kami hikingnya ke Mote Park di County Roscommon, county tetangga. Cuma menyetir 30 menit lah dari rumah. Hikingnya sekitar 1,5 jam.

Tempatnya lumayan luas. Tidak sempat mencapai puncak karena anak-anak dah keburu bete. Yang sulung harus dibujuk-bujuk dulu biar udahan rewelnya.

Itu juga kami mengambil jalur yang lurus-lurus saja. Ada beberapa track alternatif, belok kiri atau belok kanan. Bagi yang jalannya santai dan enggak ngurusin tiga bocah super ribet kek gini hihihihi.

tinggal di eropa

tinggal di Eropa

Suasananya musim gugur banget. Suhu tidak terlalu dingin. Masih bisa pakai sweater-hoodie yang standar, belum perlu jaket tebal.

Anak-anak tetap pakai jaket just in case, ya. Suhu suka labil di Irlandia. Kadang tahu-tahu suhu drop mendadak dingin. Buat jaga-jaga saja kudu jaketan tebal deh sekalian.

Walau sibuk ngangon anak, papah-mamah tak pernah lupa selfie berdua hahahaha.

Tentunya, selfie full team juga wajib ;).

Oh ya, finally, first time in my life, saya menyetir mobil sendiri di jalan! Yaaaayyyy . 3 minggu terakhir tiap weekend latihan intensif sama suami.

Thanks sudah sabar meladeni murid yang satu ini ya, Pops. Sudahlah pemula nan penakut tapi nyolot dan ngeyelnya naudzubillah hahahaha.

Sekitar 10 km lah tadi bawa mobil di jalanan pedesaan sih, relatif sepi. Tetap saja seneng luar biasa. Akhirnya yaaaaa #bisaMenyetirSebelum40 tercapai juga.

tinggal di Eropa
View di jalur hiking Mote Park – Roscommon

 

Refleks-nya masih kurang jadi kalau jalanan agak padat belum dikasih sama suami.

Btw, subscribe dong ke youtube-channel akyu di sini yaaaaa ^_^. Salah satu vlog tentang Irlandia :

Balik lagi ke yang tadi. Jadi, jangan terlalu gimana-gimana bangetlah kalau sudah tinggal di luar negeri. Ngeliat negara sendiri dah kayak neraka. Pokoknya salaaaaaah saja yang kelihatan .

 

Santaiiiiiiiii . Gunanya merantau buat tambah pengalaman bukan nambah nyinyiran .

“Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kubisa menilai lebih bijaksana”

-Sherina, Lihat Lebih Dekat-

Selamat datang, Musim Gugur ???.
Have a nice monday, teman-teman semua ???.

Gen Z

Kabar BTS terbaru nih ^_^. Btw, judulnya jangan dibaca “genset” ya hahaha .

Di majalah TIME terbaru (edisi Asia), sampulnya memajang wajah-wajah personil lengkap dari band K-Pop yang katanya lagi tenar banget, BTS.

BTS, dalam bahasa Korea : Bangtan Sonyeondang, sedangkan dalam versi bahasa Inggris –> Beyond The Scene.

Gambar : jabar.tribunnews.com

It took sometime lah buat yang cukup buta soal K-pop kek saya buat berburu info via googling terkait BTS ini hihihihi. Selera musik saya benar-benar mentok sampai tahun 90 an doang. Gak maju-maju lagi hahaha.

Baca Juga : “If The Music Sings A Thousand Memories”

Sebagai grup musik yang lagu-lagunya berbahasa Korea dan punya ciri khas sendiri yang tidak terpengaruh dengan “budaya barat”, tiket konser mereka pernah TERJUAL HABIS di Amerika Serikat.

It was really something .

Lebih WOW lagi kalau membaca betapa kerasnya gemblengan yang mereka terima dari tim manajemen untuk bisa bertahan di industri K-Pop. Yang ini juga berlaku untuk aktor dan aktris di drama-drama Korea.

Kehidupan pribadi mereka benar-benar ditekan agar jangan sampai muncul di publik. Ada yang sama sekali tidak boleh pacaran. Benar-benar harus menjaga perilaku depan umum dst dst dst.

Keren, ya. Iya sih salah satu tujuannya biar fans mereka yang terkenal garis keras enggak baper dsb hehehe. Tapi juga dampak positifnya mereka hanya akan dikenal karena karya semata bukan karena sensasi-sensasi gak mutu.

Paling males sama artis-artis “sekuter” di tanah air yang mati-matian pengin tenar pakai cara-cara “nganu” .

Terlepas dari citra kesempurnaan fisik kehidupan artis Korea yang katanya penuh kepalsuan, saya tetap kagum sekali, euy.

Soal citra-citra kepalsuan. ah, sampai sekarang saya juga enggak pernah berani pasang foto tanpa filter sama sekali sih hahahaha.

Bersama dengan beberapa aktivis, aktor-aktris, dan beberapa atlet, BTS dikategorikan sebagai “Next Generation Leader”.

Seminggu terakhir, saya berusaha keras mengikuti beberapa drama-drama Korea yang sempat tenar. Yang jadul-jadul dulu. Kayak yang kemarin heboh abessss, The Descendant of The Sun. Tetap gak mashoooookkkkk .

Etapi dulu pernah ada satu drakor yang pernah saya review. Jadul abis nih. Tahun 2010 booooo :p.

Apalagi yang lagu-lagunya. Kemarin kan pas penutupan Asian Games ada SUJU, boyband asal Korea juga. Akyu tetap tidak paham *tutupMuka*.

Abege tua yang satu ini enggak bisa move on dari soal selera musik. Sama Westlife aja gak pernah ngefans hihihi. Tapi ngotot pengin nonton konsernya tahun depan di Dublin atas nama dendam karena dulu sebel gak bisa beli tiketnya hahhahaha.

Ya sudahlah. Kan kita tidak perlu setuju untuk bisa menunjukkan apresisasi dan kekaguman, yes? .

Tapi sebagai orang tua tetap harus catch-up dong dengan perkembangan zaman.

Baiklah. Pelan-pelan masukin beberapa lagu-lagu K-pop ke playlist kalau lagi masak/exercise di rumah yang sampai sekarang isinya ya kalau gak Boys II Men, Usher, Mariah C, untung masih ada nyempil lagu-lagu Coldplay dll ??????.

Kalian sudah tahu belom how to do the Floss Dance? Hahahaha. Anak-anak saya tiap malam sebelum tidur suka becandain saya disuruh floss-dance .

Once I was able to do it, si sulung langsung bilang, “Great. Next, The Hype Dance! It’s much easier.”

Halah, apaan lagi tu ???.

Aduh, makin cepat ya rasanya dunia berputar *pijetKening*.

“The only way to make sense out of change is to plunge into it, move with it, and JOIN THE DANCE.” -Alan Watts

Sudah seperti ombak datang menyerbu ini cepatnya zaman berlari. Jangan dilawan. Siapkan papan selancar. Tantangl ombak di puncak tertinggi. Lalu … meluncurlah bersamanya .

Sumber berita : Next Generation Leader – BTS and others

EQUALLY FABULOUS ;)

Jee, gue juga pengin brenti kerja, ah, kayak elo” … entah sudah berapa kali adik perempuan saya ngomong begitu ke saya.

Respons saya selalu sama, “Ngapain lu berenti kerja??? Mau ngapain di rumaaaaaaa…”

Bahkan jika kita dibesarkan dalam asuhan orang tua yang itu-itu juga, lingkungan yang tidak berbeda, gender yang sama, tidak menjamin akan memiliki karakter atau sifat yang SERAGAM.

Makanya, jangan suka bikin standar-standar enggak guna macam “Ibu yang baik tuh harus gini-gini-gini” … “Istri berbakti harus nganiu-nganu-nganu…”

Saya kenal adik saya yda dari lahir lah. Walau kami ini sama-sama terlihat suka mengobrol, bawel tiada tara, kalau ngobrol bisa ngakak kek orang gila (hahaha), tapi banyaaaaaaakkk bedanya.

resign kerja
Foto lama : 2006 –> Bertiga bersama adik dan kakak nomor 4 😀

 

Kalau pulang sekolah jam 1 siang, saya itu maksimal jam 1.15 sudah ada di rumah. Adik saya bisa jelang magrib baru nyampe rumah yang bikin Mama bete setengah mati dan ngomel panjang lebar, “Aja je’ mappasiterru-terru…” Hayooo apa artinya hahaha.

Adik itu sering punya geng perempuan yang jalan-jalan ke mana bareng, ngeceng bareng dst dst. Kalau saya hampir tidak pernah punya pertemanan model begini.

Mana ada yang tahan dengan saya si mulut silet . Saya juga terlalu frontal. Kalau ada masalah, main labrak langsung ke yang bersangkutan. Rentan berantem, waktu kuliah berapa kali tuh perang mulut sampai rame hahaha.

Waktu saya masih kuliah, adik tinggal di rumah Tante di Jakarta. Kalau libur panjang, kami kebetulan lagi jagain rumah tante yang lagi berlibur sekeluarga ke luar negeri.

Adik saya tuuuuhhh, gateeeeel banget pengin keluar rumah tiap hari. Sementara saya lebih suka duduk-duduk depan TV atau baca-baca apa pun yang bisa saya temukan … entah majalah entah buku-buku atau lihat-lihat album foto kenangan hehehe.

Karena anaknya supel banget dan suka kasihan kalau ada yang nembak gak tega mau nolak, adik saya selalu punya pacar sejak SMP. Putus-ada lagi-putus-ada lagi.

Sementara saya, pas wisuda kuliahan, ibu saya nampak panik karena tidak ada tanda-tanda ada laki-laki yang ngasih bunga hahaha. Aduh monmaap ya Mama, sebenarnya pernah punya pacar, tapi dese keburu minta putus jauuuuh sebelum wisuda .

Mau ketawa ingat dulu pas masih SMA, mama bilang gini, “Eh, gak papa, sekali-sekali tidak rengking satu. Belajar terus. Pergi nonton sama laki-laki juga gak papa.” –> Mama macam apaaaaahhh hahaha .

Disangkanya gak punya pacar karena sibuk belajar, ya kaleeeeee .

Waktu masih bekerja dan jomblo, sabtu-minggu ya duduk-duduk cantik saja di kamar kos. Ya paling ke mal kalau mau belanja-belanja sabun dll. Janjian sama teman belum tentu sebulan sekali hihihi.

Manalah pernah saya nongkrong di kafe pulang kantor. Pasti langsung pulang ke rumah. Makan malam mampir di mana gitu, makan sendirian gak masalah, masuk kamar, mandi, cuci kaki, nulis diari kalau lagi pengin, lalu bermanja-manja di kasur sampai bobok.

Foto berdua (2018)

 

Kecuali memang ada acara kantor atau sudah berkali-kali diajakin dan teman-teman udah pakai ngancem, “Lo kalau gak mao ikut, dimusuhin satu divisi lu!” Hahahaha..

Kalau adik saya sampai setelah bekerja pun masih suka nge-geng dan karaoke-an bareng teman-teman atau dinner bareng di luar.

Setelah menikah, kami sama-sama beranak 3 dan adik saya terus berkarier di kantor. It seems fine. Kalau jalan bareng sekeluarga, adik saya tetap lincah mengurus ketiga anak-anaknya walau enggak bawa embak .

Saya merasa adik saya tuh tipe yang bisa gila kalau dikurung di rumah seharian hahahaha. Ya daripada nongkrong enggak jelas ngerumpi-ngerumpi di kafe ya mending bekerja di kantor dah. Dapat duit minimal .

Beda sekali dengan saya yang tahan di rumah dari dulu sejak internet belum menjajah hidup kita semua . Apalagi sekarang ada internet. Hobi menulis saya tersalurkan banget walau nangkring di seputaran dapur doang tiap hari .

Oiya, sekalian dong subscribe ke channel youtube saya di sini, yes? ^_^

Tapi jangan mengira saya pendiam atau salehah gimana-gimana, ya.

Aduuuuh, akutu “nakal” hehehe .

Foto berdua lagi (2018)

 

Yah, semoga Allah berkenan menjaga aib-aib kita selalu, ya. Makanya hati-hati ih kalau mau nyinyirin aib orang hanya karena kebetulan “giliran” kita belum datang . Jangan kebablasan ya teman-teman kalau membully orang lain terkait aib yang tersingkap .

Anw, adik saya tuh, di FB nongolnya sekali setahun (hahahaha), Instagram update-nya sekali sebulan belum tentu, diajak wasap-an juga replynya lelet hehehe. Anaknya offline abesssss .

Kalau seandainya di dalam kitab suci agama yang saya anut tidak ada kewajiban untuk menjalin tali silaturahmi, kayaknya saya lebih memilih mendem di rumah sepanjang tahun hahahaha.

Apalagi pas tinggal di luar negeri, ya kita punya siapa kalau bukan teman-teman sesama perantau dari Indonesia, kan? . Jadi, tetap harus ada pertemuan regular ngopi-ngopi cantik bareng geng SIMPEDES (SI Mamak-mamak PEDESaan) kesayangan.

Weekdays, saya suka jalan kaki keliling kota (sendirian aja ) semata buat olahraga biar tetep seksi ampe tua #benerinKorset. Rutin, minimal setengah jam sehari.

Kalau weekend, suami harus menyeret saya biar mau ke luar rumah hihihhi. Buat anak-anak juga biar ada aktivitas outdoor. Padahal tiap akhir pekan saya tuh penginnya mengurung diri di kamar membabat habis draft tulisan yang enggak kelar-kelar ditinggal masak-ngurus anak-beresin rumah dari senin sampai jumat.

Adik saya, kecuali sakit, kalau akhir pekan ya kudu ke mana gitu dah pokoknya keluar rumah hihihihihi.

Santai saja, Dek. Tidak ada yang harus diubah if along the way you feel that it fits you perfectly .

I surely believe both Working-Moms vs Stay-at-Home-Moms share the same exhaustion. We are different but equally take the same level of scramble. And for sure … we are equally fabulous .

Jangan berhenti bekerjaaaaa, nanti aku minta traktir sama siapaaaaaaa ???.

Btw, ini foto kami berdua pas masih sekolah dulu. Lagi era photobox hihihihi. Gayanya gak nahaaaaannn ???. Ketebak gak, saya yang mana? 😀