Human First

Saya tidak tahu dengan agama lain, tapi dalam Islam sendiri memang terasa ada yang menganggap (mudah-mudahan hanya sebagian kecil) bahwa “DUNIA SEDANG INGIN MENGHANCURKAN ISLAM” yadda-yadda-yadda.

Ide tentang khilafah itu mungkin lahir dari keinginan untuk bersatu melawan “musuh” itu. Tak paham juga siapa musuh yang dimaksud.

Yah pokoknya ada sebuah kekuatan di luar sana yang sedang menghancurkan Islam dan Islam gagal karena tidak bersatu. Akyu pun pernah join NII KW IX yang dulu ramai di kampus-kampus di tahun 2000 an *tutupMuka*.

Misalnya pelarangan cadar (which is alasan-alasannya cukup rasional sebenarnya) tetap saja dianggap ingin menghancurkan Islam. Padahal di Amerika Serikat, di Irlandia, negara-negara “kafir” (hahaha) yang pernah saya tinggali, pakai cadar mah okeh-okeh saja.

Itu kemarin saya melihat emak-emak bercadar mengobrol dengan sales toko (emak bule sebule bulenya which is definitely NOT A MOSLEM) di dalam toko baju. Terus mereka cekikikan berdua entah ngobrolin apa.

Yang jelas gue kesel karena gue ngincer baju yang dipegang si emak bercadar tapi dia duluan, dammit! Hahahahaha .

“Mereka” yang merasa Islam mau dihancurkan misalnya mencela DEMOKRASI, tidak suka kapitalisme, karena tidak ada dalam alquran dst dst.

Perjuangan di era sekarang terus menerus dicari benang merahnya dengan perjuangan Rasulullah di masa awal. Yang menjadikan mereka terus-terusan mencari musuh seperti Firaun, petinggi-petinggi Quraisy dst dst.

Maka hadirlah Kaum Yahudi yang katanya menjadi musuh utama kaum muslim sejak dulu kala sampai sekarang. Pemimpin-pemimpin negara-negara adidaya (yang so far non muslim semua) dianggap sebagai petinggi Quraisy. Pokoknya musuh semua dah!

Apa pernah ke Amerika Serikat? Dikiranya umat muslim dilempari batu dilarang beribadah ditekan pergerakannya seperti di masa Quraisy periode Nabi?

Di Eropa juga pakai sistem kapitalisme. Namun, Angela Merkel sangat kencang berteriak menyindir pemimpin-pemimpin Eropa yang enggak menerima pengungsi Suriah tempo hari.

Dengan percaya diri Angela Merkel meyakinkan Eropa bahwa mereka bisa menampung terjangan pengungsi Suriah saat beberapa negara Eropa lainnya malah merasa “gelisah”.

“We can do it” … Ucapan Merkel seperti membelah udara seketika itu juga dan menerbangkan sayap pengharapan bagi jutaan pengungsi.

Tidak hanya dari Suriah, tapi bersama Irak-Afghanistan-dan banyak negara lainnya, jutaan pengungsi berbaris mewujudkan mimpi di tanah baru, Jerman, di jantung Eropa yang berdenyut paling kuat. Mereka mengumandangkan pesan, “Angela said we could come!”

Gambar : pixabay.com

 

Angela berseru lantang, “Apakah kita ingin hidup di benua di mana martabat seluruh manusia bahkan mereka yang minoritas tetap ditegakkan? Ataukah kita ingin berada dalam dunia dimana nasionalisme digunakan untuk intoleransi dan membiarkan kegelapan sekali lagi mengalahkan kita?”

Kalian pikir pengungsi-pengungsi itu agamanya apaaaaaaa. Siapaaaaaa yang mau menghancurkan Islam. Siapaaaaaaaaaa –> tenang Mbak, tenang, santai, santaiiiii *pijetinMbaknya*.

We should really think about this. Apa tidak mungkin lagi ya pintu ijtihad terkait definisi-definisi tertentu dibuka kembali? Ini khusus agama Islam, ya Kalau agama lain akyu tyda berani mencampuri.

Semua perselisihan besar di dunia buat sebagian muslim selalu dianggap sebagai “upaya MEREKA menghancurkan Islam.” MEREKA ki sopoooooo *pijetKeningUmat*.

Tempo hari pernah viral video embak-embak CIA yang ngomong secara garis besar soal kinerja intelijen “menggosok” isu tertentu untuk mengadu domba orang-orang .

Pesannya patut disimak, saya kutip di sini :

“Because as long as your enemy is a subhuman psychopath, that’s going to attack you no matter what you do, THIS NEVER ENDS.
But if your enemy is a policy, however complicated, THAT WE CAN WORK WITH.”

Demokrasi, kapitalisme, they’re just part of policies. Se-njelimet apa pun, uraikan dan bahas kelebihan dan kekurangan. Pasti ada solusi yang bisa digunakan sama-sama tanpa perlu ada satu agama yang menjadi superior diantara yang lainnya.

Dunia ini tidak sekejam yang kalian kira.

Pan katanye pemimpin-pemimpin non muslim itu ya tiada beda dengan Firaun?

Manalah ada Firaun yang membangun sekolah gratis dan infrastruktur kesehatan publik yang bisa DIAKSES oleh SIAPA SAJA yang ada di negara tersebut tanpa memandang etnis, agama dsb dsb? Situ kira dulu Piramida dibangun buat mal yang bisa diakses oleh seluruh rakyat? Zzzz .

“Firaun” yang di Amerika Serikat membebaskan pendirian masjid di berbagai negara bagian dan kegiatan-kegiatan agama terkait asal tidak mengganggu ketertiban umum dan patuh pada aturan yang ada.

Siapa bilang di Amerika Serikat tidak ada sekolah Islam? . Lebaran harus ngumpet-ngumpet? SALAH BESAR.

Nih, vlog lebaran tahun lalu di Texas. Di sebuah masjid yang berdiri megah di tengah-tengah pemukiman di sebuah kota industri yang bisa dibilang salah satu KOTA PALING TAJIR di Texas bagian utara : PLANO

Ada polisi yang mengatur arus lalu lintas dan berjaga kalo-kalo ada kenapa-kenapa.

Kalau pun ada yang ingin menghancurkan, semata adalah individu-individu yang takluk pada nafsu pribadinya dan menutup mata pada nilai-nilai kemanusiaan untuk memenuhi AMBISI NEGATIF mereka, APA PUN agama atau keyakinan yang dianut individu-individu tersebut.

Melawan hawa nafsu sendiri itu PERJUANGAN SEMUA ORANG, SETIAP HARI kita menghadapi pilihan-pilihan model begitu.

Merasa sudah dapat hidayah itu konsekuensinya lebih berat lho sebenarnya. Karena kalian akan menutup diri pada kemungkinan lain apa pun. You are the one who is right, others ARE WRONG no matter what.

Itulah kenapa dikit-dikit konspirasi, dikit-dikit “oh tydaaaaa, mereka ingin menghancurkan Islam” … it’s always something outside. You are going to miss the details. Fokus ke WHO and WHAT. WHY dan HOW nya luput. Padahal dari situ kemanusiaan kita bisa terasah dan teruji.

“Before becoming a Sikh, a Moslem, a Hindu, or a Christian, let’s become a human first.” -Sri Guru Nanak Dev Ji-