Sudah berapa dekade berlalu sejak beliau meninggalkan rumah dengan motor Vespa hijaunya. Hendak bermain bulutangkis bersama rekan-rekan di hari Jumat malam seperti biasa.
Dua jam kemudian telepon berdering, Bapak mendadak tumbang di lapangan. Dilarikan ke UGD. Setengah jam kemudian telepon berbunyi lagi. Hanya 5 menit di UGD, serangan jantung membawa beliau pergi untuk selamanya.

8 Mei 1992.
Hari itu hari jumat. 2 hari setelah saya selesai EBTANAS SD. Tidak berapa lama setelah itu ada acara perpisahan sekolah yang mana tadinya Mama bilang enggak usah dateng.

Follow





