Film Bagus di Netflix untuk Pencinta Superheroes : Serial The Flash dan Supergirl

Kedua serial ini bukan original series dari Netflix, yak :D. Tapi bisa dilihat via Netflix juga. Lumayan ini tontonan buat keluarga. Hati-hati usianya 13+ hehehe. Buat ortu + abege lah ya.

Kalau suami dan anak-anak lumayan suka nonton serial ala-ala Superhero begini. Segala Marvels dan DC Comics kayaknya udah hampir khatam. Yang baru-baru ini ada LOKI dan WandaVision. Bagus-bagus, sih (y).

Saya sendiri ya ngikutin secukupnya. Dibilang doyan ya enggak juga. Dibilang gak suka ya suka juga kadang-kadang hehe. Kalau makan malam bareng pasti pada suka nyalain TV nonton serial beginian, ya udah ikut nonton saja.

Serial THE FLASH

Serial The Flash aslinya mengudara di channel The DW. The Flash diangkat dari buku cerita keluaran DC Comics. Beda “marga” dengan Marvels, yes? :p

So far, untuk serial ini, ada 6 season yang available di Netflix. Serial ini ceritanya cukup seru, banyak loncat-loncatnya, banyak flashback, super dinamis lah pokoknya.

Di channel asalnya, sudah ada 7 season.

Kayaknya biar hemat gaji pemain (hahahaha), jadi dibikin satu aktor/aktris memerankan beberapa peran sekaligus. Ceritanya sih jadi doppelganger dari “dimensi lain”. Biar ceritanya tetep aktif, dimensi lainnya ini dibikin banyak hihihi :p.

Misalnya tokoh Harrison Wells yang paling banyak doppelganger dengan berbagai nama karakter dan sifat. Bahkan pemeran utama si Barry Allen juga punya doppelganger, lengkap dengan istri dan temen-temen lainnya yang juga ada doppelgangernya dari berbagai dimensi. Hadeeehhh :D.

Hemat skenario dan gampang ngembangin cerita? :p

Tiap akhir episode selalu ada kejutan. Apalagi akhir season. Panteslah suami ama anak-anak ini dalam sehari nungguin banget sesi makan malam demi bisa maraton serial ini. Mayanlah bisa dapat 3 episode kali tiap malam.

Serial ini juga memanjakan mata dengan hampir 100% pemerannya tuh yang cantik-cantik, ganteng-ganteng, bodi oke-oke, dari berbagai ras :p. Representasi etnisnya sih lumayan diversified. Cuma ya kenapa dah mesti body goals semua :p, sirik tanda tak mampu hahahaha.

Serial ini berpusat pada tokoh The Flash / Barry Allen (Grant Gustin). Dalam kesehariannya, Barry Allen dibantu oleh Team Flash, yang terdiri dari Cisco, Caitlin, dan beberapa karakter lain yang berganti-ganti. Cisco dan Caitlin ini yang bener-bener eksis dari Season 1 sampai 6 serta Harrison Wells dan aneka rupa doppelgangernya.

Dalam perjalanannya memberantas kejahatan bla bla bla *tsaaahhh*, The Flash ngadepin aneka rupa musuh dan ketemu temen-temen baru. Khas cerita ala Superhero lah. Nothing’s new.

Cuma makin ke sini, tokoh-tokoh superhero digambarkan tidak sempurna-sempurna amat, gak seflawless jaman dulu yang kayaknya perfect 10 banget dari berbagai sisi. Tokoh jahatnya juga lebih reasonable. Enggak yang ujug-ujug jahat banget gitu-gitu.

Makanya cukup menarik untuk disimak. Monggo yang doyan genre beginian, ceki-ceki serial ini di Netflix ;).

Serial SUPERGIRL

Supergirl ceritanya sejenis juga. Sama-sama dari DC Comics. Makanya tokoh Supergirl (dengan pemeran yang sama) muncul di salah satu episode The Flash. Demikian pula sebaliknya, The Flash (pemerannya yang tadi juga) nongol di serial Supergirl.

Yang available di Netflix sampai tulisan ini dipublish, season 1 – 5.

Supergirl alurnya mirip banget dengan Superman. Dalam serial ini memang digambarkan si Supergirl / Kara Danvers / Kara Zor-El (diperankan Melissa Benoist) adalah sepupu dari Superman / Clark Kent.

Nanti karakter Superman juga nongol di beberapa episode serial ini.

Kara juga bekerja di perusahaan media terkemuka. Bedanya hanya di kotanya. Kara di National City, kalau Superman kan di Kota Metropolis.

Tokoh menarik lain di Season 1 adalah Cat Grant, yang diperankan secara ciamik oleh Calista Flockhart. Ring a bell? Iyaaaaaa, pemerannya Ally McBeal di serial dengan nama yang sama. Serial favoritku di masa laluuuuuu :D.

Kalau Ally rada-rada caur dan clumsy walau digambarkan cerdas dan ceplas ceplos, tokoh Cat Grant ini adalah pemilik media yang girl-power abis hehehe. Nyinyir, galak, sombong, perfeksionis, tapi yah berintegritas sangat oke sebagai jurnalis.

Kara, mirip Clark, karakternya juga polos-polos penurut gitu. Sama-sama pakai kacamata. Dan kalok mau ganti kostum ya robek kemeja jugak hahahaha.

Kara bekerja sebagai asistennya Cat yang sering dimaki-maki segala macam gitu-gitulah hingga akhirnya diencourage oleh Cat sendiri naik pangkat jadi reporter :D.

Sehari-harinya selain bekerja di media besar, CatCo, Kara ya menyelamatkan kota dari aneka rupa kejahatan #pijetPundakKara hihihihi. Mirip The Flash lah.

Cuma Kara tim-nya bekerja sama dengan DEO, semacam agen rahasia buat nangkep-nangkepin Alien yang jahat yang nyangkut di bumi. Di DEO juga ada Alex Danvers, kakak perempuan Kara dari foster family-nya di bumi.

Kara ini juga ceritanya diselamatkan oleh ibunya dari planet Krypton saat Krypton hancur. Buat nemenin Kal-El / Superman yang juga dikirim ke bumi.

Tapi Kara stuck dalam kapalnya bertahun-tahun sebelum ditemukan oleh keluarga Danvers. Aslinya sih Kara lebih tua daripada Superman. Tapi pas dese ‘nyangkut’ di kapal, umurnya juga stuck.

Begitu dewasa, Kara juga akhirnya memenuhi panggilan jiwa sebagai superhero gitu-gitu lah.

Sama seperti The Flash, serial Supergirl ini juga memanjakan mata dengan pemeran yang kece-kece dan body goals kabeh :p.

Buat penggemar Grey’s Anatomy, pemeran karakter Lexie Grey muncul juga di serial ini sebagai Alex Danvers, kakak “angkat”nya si Supergirl, eh udah diterangin ya tadi.

Pokoknya kedua serial ini lumayanlah buat tontonan santai. Ceritanya gak rumit-rumit amat. Tapi gak terlalu gampang ditebak juga. So-so lah :D.

Saya tidak terlalu ngefans sih sama serial beginian. Nonton karena nemenin suami ama anak aja biar tetep bisa ngikutin kalo mereka ngobrol :p.