LA LIGA, REAL MADRID, dan CERITA di balik GEMERLAPNYA DUNIA SELEBRITI SEPAKBOLA

“Aimar aja!” Pekik saya kegirangan waktu suami nunjukin daftar nama-nama pas kami sudah tahu jenis kelamin si #boy3 pas masih dalam kandungan tempo hari.

Waktu itu yang terlintas siapa lagi kalau bukan PABLO AIMAR! Hehehehe.

Mas-mas gondrong keriting ini playmaker di Valencia. Valencia, yang kisaran tahun itu (waktu saya rajin-rajinnya nonton La Liga), termasuk klub papan atas di Liga Sepakbola Spanyol – La Liga.

Aimar nih kalem, gak banyak gaya macem-macem gitu. Tapi kiyuuuuuutttttt –> contoh penonton sepakbola yang tujuan utamanya ngecengin pemain ganteng-ganteng aja hihihi *ngikikCentil*.

Salam olahraga!

Real Madrid FC, Tour de Bernabeu June 2019

 

La Liga sangat seru kalo buat saya pribadi. Mungkin karena dominasi pemain-pemain asal Amerika Latin yang merumput di Negeri Matador ini.

Kalau sepakbola latin kan emang yang banyak meliuk-meliuknya. Agak beda dengan Liga Primer yang lari-lari-lari-gol terus lari-lari-lari-gol 😝😝😅😅😅. Booooring :p.

Monggo yang mau langsung lihat vlognya 😉

https://www.youtube.com/watch?v=7RDOFiBvVbM

Sangat wajar jika The Latinos banyak beredar di La Liga. Secara iklim, negara Spanyol tidak sedingin dan tidak se-kelabu UK-Ireland dan sebagian besar negara di Eropa daratan. Iklim yang relatif hangat dan tentunya faktor… BAHASA!

Yup, mayoritas penduduk Amerika Latin berbahasa Spanyol. Kecuali Brasil yang menggunakan Bahasa Portugis. Tapi konon Spanyol – Portugis ini dah kek Bahasa Indonesia vs Bahasa Malaysia hehehe.

SEPAKBOLA, menjadi salah satu pilihan untuk memutus mata rantai ketidakbedayaan secara ekonomi bagi banyak keluarga kurang mampu di wilayah-wilayah Amerika latin.

Sama seperti ortu-ortu di negara-negara Eropa Timur yang dikenal ‘sangar’ dalam mendidik anak-anaknya untuk bersinar di dunia tenis lapangan, maka ortu-ortu di Amerika Latin mengadu nasib via SEPAKBOLA.

Banyak dari bintang-bintang klub dunia asal Amerika Latin yang digembleng dari usia dini. Lionel Messi misalnya. Sebelum usia 15, sudah menyeberangi Lautan Atlantik dan menjadi bagian dari klub yunior di Barcelona.

Saking berbakatnya, pihak Barcelona bersedia membiayai pengobatan Messi yang divonis menderita “growth hormone deficiency” sejak kecil.

Zamannya saya menghabiskan banyak waktu rutin menonton pertandingan-pertandingan di La Liga (maklum jomblo hahaha), saya fans Real Madrid dan Barcelona sekaligus :D.

Eranya Real Madrid bertabur pemain-pemain ganteng :p. Raul Gonzales adalah idola embak-embak penggemar laki-laki baik-baik walo ganteng (hahahaha). Gak demen sama yang “nakal-nakal” macam CR7 :p.

Di masa itu juga ada Beckham dan Zizou di Madrid. Pernah juga ada Kaka, pinjaman dari Milan yang merumput beberapa musim di San Bernabeu. Tapi juaranya … ya Casillas doooonggg #elusTiangGawang.

Pertama kali nonton Casillas itu pas Piala Dunia 2002. Sungguh pertandingan paling emosional itu final Piala Dunia 2010. Sampai-sampai pas siang-siang, satpam kompleks nanya ke saya, “Buk, itu yang nonton bola semalam siapa?” 🤣🤣🤣.

Suami saya udah di Jeddah waktu itu soalnya :p.

Dengan gaji fantastis dan jaminan ketenaran yang kadang melaju terlalu cepat, beberapa pemain bintang tidak sanggup beradaptasi :(.

Ronaldo yang ikut membawa Brasil meraih Penta di Piala Dunia 2002 berjaya di Madrid, malah menutup kariernya karena … kegemukan! Umumnya meningkatnya berat badan itu karena ada masalah mental juga :(.

Ronaldinho, yang pernah bersinar di Barcelona, diberitakan terkena kasus terkait penipuan soal bisnis. Ketenaran yang mungkin datangnya rada mendadak membuat beberapa dari perantau ini terjebak dalam gaya hidup hedonis. Pesta-pesta, kecanduan minuman keras, pacaran sana sini, dst dst dst.

Tidak sedikit yang bergaya hidup ala OKB gitu ye :p. Perubahan yang cukup besar buat mereka yang mungkin sebagian besar datang dari kalangan menengah ke bawah nun jauh di selatan Amerika sana. Liat duit melimpah dan kondisi Eropa yang memang lebih “gemerlap”, langsung silauuuuuu.

Manusia biasa, mungkin kita pun bakal terjebak seperti itu :).

As a huge fan of El Real (mantan ding, sekarang kapan dah ada waktu nonton bola hahahaha), tentu saja saat berkunjung ke Madrid di musim panas 2 tahun lalu, tempat pertama yang saya impi-impikan adalah … San Bernabeu! 😎😎😎

Suami saya enggak mau ikut masuk. Dese ini nonton bola pas Piala Dunia ama Piala Eropa aje. Males ngikutin yang klub-klub an. Kebanyakan katanya, pusing hahahaha :p.

Saya mengajak anak kedua saya yang juga suka nonton bola. Sebagai fans Messi, anak saya agak bete nampaknya ngeliat wajah CR7 terpampang besar-besar sebagai salah satu legenda Madrid hahahaha. Kenapa dah, fansnya Messi selalu stres liat CR7.

Dalam Tour de Bernabeu, di pintu masuk terpampang layar putih dengan catatan lengkap kemenangan El Real di 13 laga di Liga Champion.

Museumnya tekno abis lah. Ada banyak layar interaktif di mana kita bisa milih-milih pertandingan Real Madrid yang dulu-dulu. Lengkap dengan daftar pemain yang merumput saat itu.

Aneka rupa foto-foto para legenda Madrid memenuhi dinding-dinding di sebuah ruangan khusus. Bisa kita pencet di layar nama yang kita pilih terus muncul segala rupa info dan daftar pertandingan dan apa pun lah terkait si nama pemain dan kontribusinya di El Real.

Dan tentunya ikut bangga saat melewati beberapa lemari kaca besar yang memajang piala-piala yang pernah dimenangkan oleh Real Madrid. Abis ada kek pita-pita warna warni gitu dan suara musiknya juga mendukung narsisnya para fans si pasukan putih-putih ini.

Para peserta tur juga dibawa ke area lapangan langsung. Bisa ikut main ala-ala pemain, dipakein baju buat latihan, lari-lari di lapangan, pura-pura bertanding. Si #boy2 gak mau pas saya tawarin hihihihi.

Terus lihat ke dalam sampai ke ruang ganti pemain.

Tur berakhir di toko penjual suvenir yang tentunya hanya daku lewati sambil bikin video dan gak beli satu pun memorabilianya hahahahaha. Mahal euy. ENtar aja cari di Shopee yang KW kesekiannya :p. Fans macam apah iniiiiiii 😒🤣🤣🤣.

Seneng banget rasanya bisa ke sana akhirnya.

Dulu pas rajin-rajinnya baca tabloid Bola sambil nungguin KRL Ekonomi di stasiun terbersit dalam hati kek apa rasanya nonton bola langsung gitu di San Bernabeu.

Gak papalah, walo belum kesampaian nonton mereka berlaga LIVE, setidaknya bisa masuk dan duduk-duduk sambil foto sampe muntah-muntah di kursi tribunnya hahahahaha.

Hala Madrid, hala Madrid, hala Madrid!

Coosan Point, Tempat Piknik Andalan di Kota Athlone – Irlandia

Memanglah benar kalok, “You don’t know what you’ve got until it’s gone.”

Sudah mulai kangen beruntun nih sama Ireland hehehe. Padahal sekarang di Ireland cuacanya paling enggak banget :p. Lagi dingin-dingin dan mendung-mendungnya nih pas winter. Sama cuaca memang gak kangen, kangen sama Athlone secara umum.

Sewaktu masih tinggal di Athlone, kalok lagi mati gaya mau ke mana pas weekend, seringnya kami cuuusss langsung ke Coosan Point. Coosan Point ini letaknya sekitar 15 menit nyetir dari gedung apartemen kami yang terletak di area City Center.

Langsung lihat vlognya ajah kalau mau tau tempatnya kek apa ;).

Videonya dibuat tahun 2019 silam, hampir dua tahun berlalu. Pas summer, bulan Juni waktu itu. Tapi summer-nya Ireland memang tetep gloomy-gloomy mendung manja gitu. Bisa dapat suhu di atas 20 derajat seharian saja sudah anugerah terindah banget :p.

Maklum ya, summer pun, Ireland-UK itu seriiiing banget hujan. Kalo pun enggak hujan ya bisa mendung seharian hihihihi.

Ah ya, mau share vlog tentang hiking di Ireland sekalian deh ya. Nama tempatnya Emo Court, bukan di Athlone neh :D.

Kami ke Coosan Point saat itu sekalian mau makan siang di sana. Piknik ala-ala gitu lah. Karena dadakan jadi bikin Indomie plus telor aja dan lauk sisa-sisa sarapan. Random banget emang sarapan kami pas tinggal di Irlandia. Pagi-pagi bisa mendadak makan ikan goreng pakek nasi hahahaha.

Nah, sisa ikan gorengnya kebawa sampai ke Coosan Point hari itu.

Cuaca lagi asyik banget. Langit cerah. Suhu di atas 20 derajat. Di video bilangnya 25, tapi kayaknya di bawah 25 dercel deh.

Coosan Point terletak di tepian Sungai Shannon, salah satu sungai terpanjang di Pulau Irlandia. Sungai Shannon memang melewati Kota Athlone, membelah kota antara wilayah Old Town dan pusat kota Athlone terkini.

Tempatnya memang nyaman banget. Ada dermaga tempat kapal-kapal kecil merapat. Di tepian danau ada banyak bebek dan angsa putih gede-gede seliweran. Anak-anak kecil mondar mandir ngelemparin remah-remah roti biar angsanya mendekat dan bisa maen bareng hehehe.

Selain itu ada padang rumput dan dilengkapi beberapa meja dan kursi kayu buat duduk-duduk makan bareng. Banyak yang barbeque-an juga kalo cucaca lagi bagus di sana. Gelar tiker dan tidur-tiduran di bawah sinar mentari kalo lagi terik.

Soal padang rumput, check this out, cerita tentang jalan-jalan ke Glendalough rajanya padang rumput di Ireland :D. Vlognya juga ada ;).

Balik ke cerita soal Coosan Point, di samping padang rumputnya, ada taman bermain dengan aneka rupa permainan buat anak-anak. Seluncuran ada, ayunan banyak, kotak pasir yang cukup gede juga disediakan yang bisa digunakan oleh 3-5 anak sekaligus.

Komplit sekali ye kaaaannn hehehe.

BIasanya para ortu berjemur sambil tiduran di tiker baca-baca buku. Ada yang main bola ama anak-anaknya atau sekadar lari-larian.

Ada juga yang kayak kami, datang bawa kotak makan, duduk di meja kayu yang ada di situ, lalu makan siang bareng sekeluarga. Heaven!

Padahal dulu rasanya boseeeen banget. Coosan lagi, Coosan lagi, hehehe. Sekarang kok ya kangennya alamaaaakkkk huhuhu.

Setelah makan siang saat itu, anak-anak tentu langsung berhamburan ke playground. Kami temenin sebentar. #Boy3 kalok liat ayunan udah deh, nginep di sono kalok perlu! Hahhaha. SEmentara #Boy1 itu dari dulu selalu panik kalo naik ayunan :p.

#Boy2 main apa aja mau. Ayunan oke, nemenin adeknya main pasir juga woles, paling easy going diajakin apa aja ;). Anak tengah memang pasrah-an apa gimana ya hihihihi.

Setelah mereka udah asyik main sendiri, saya dan suami jalan-jalan ke taman Lough Ree. Jadi di sana dibikin kayak tempat konservasi alam mini gitu. Ada beberapa sarang burung di sana.

Ada semacam lemari kecil buat naro-naro buku bekas dari sumbangan orang-orang sekitar. Buku-buku itu bisa dibaca oleh orang-orang yang lain main ke sana. Tapi kayaknya enggak boleh dibawa pulang, ya.

ENggak ada yang jagain sih. Kesadaran pribadi saja. Gak boleh nilep buku, yes? hehehe :p.

Liat di video aja yes? TErus kami balik ke playground dan ngajak anak-anak ke area dermaga. Foto-foto bareng tentu saja! :p.

Sempat ke pinggir danau, main-main ama angsa dan bebek-bebek yang merapat ke tepian. What a lovely day <3.

Pulangnya pas banget, cuaca mulai mendung. Belum juga tiba di rumah, hujan pun turun dengan manjaaaahhhh :p. Irlandia bangeeettttt hahahaha. Cuaca bisa labil seharian. Dalam tempo beberapa jam, sinar mentari terik bisa berganti mendung tebal plus hujan rintik. Kadang dalam hitungan menit loh :p.

Demikianlah salah satu kegiatan kami saat menghabiskan akhir pekan di Kota Athlone dulu. Untung waktu itu bikin video. Sekarang bisa jadi kenang-kenangan indah. Bikin vlog sendiri, nonton sendiri, baper sendiri! Hahahhaha.

Kalau yang ini video perayaan St Patrick di Ahtlone :

mall mewah di Jakarta

7 Mall Megah di Jakarta, Apa Saja?

Udah biasa banget jika Jakarta memiliki banyak sekali mall yang kerap dijadikan tujuan wisata belanja bagi wisatawan dari luar kota. Meski jumlahnya banyak, mall-mall di Jakarta biasanya selalu ramai pengunjung yang ingin refreshing, nongkrong, kulineran, belanja hingga mencari hiburan.

Pastinya sensasi belanja atau sekedar nongkrong di mall Jakarta berbeda dengan mall yang ada di Bandung. Namanya jugak ibukotahhh hehehehe.

Mulai dari desain eksterior bangunannya, kelengkapan vendor hingga interior yang terlihat mewah dan megah. Jadi jika kalian berkunjung ke aneka rupa mal dengan naik bus travel dari Bandung ke Jakarta, jangan sampai melewatkan berkunjung ke mall-mall yang ada di Jakarta ya.

Bingung mau ke mall mana saat sudah sampai Jakarta? Tenang, berikut ada rekomendasi 7 mall megah di Jakarta yang bisa kamu kunjungi.

1. Grand Indonesia

Berada di dekat Bundaran HI, Grand Indonesia merupakan salah satu tempat favorit kalangan menengah atas untuk nongkrong dan belanja. Mall yang punya desain eksterior dan interior yang mewah ini memiliki dua bagian, yaitu East Malll dan West Malll yang dihubungkan dengan Skybridge.

mall mewah di Jakarta
Grand INdonesia, gambar : Tirto.id

Mall dengan 7 lantai ini memiliki ratusan toko dengan brand Indonesia maupun produk-produk mewah dari brand eksklusif terkenal di dunia, seperti Calvin Klein, TAG Heuer dan masih banyak lainnya.

Jangan lupa mampir ke foodcourt di Skybridge yang berada di lantai 3 yang mengusung tema Food Louver.

2. Plaza Indonesia

Terletak juga di dekat Bundaran HI, Plaza Indonesia merupakan mall kelas menengah atas yang berisi toko-toko dari merek mewah, seperti Dior, Louis Vuitton, Coach, Gucci, Versace dan masih banyak lainnya.

Lokasi Plaza Indonesia sangat strategis. Persis di depan Halte TransJakarta Bundaran HI yang juga terhubung dengan Stasiun MRT Bundaran HI sehingga sangat mudah ditemukan.

Plaza Senayan, gambar : womantalk.com

Selain tenant-tenant mewah, Plaza Indonesia juga punya banyak pilihan tempat makan dan bioskop untuk hiburan.

3. Plaza Senayan

Memiliki desain bangunan yang unik dan elegan, Plaza Senayan juga diisi banyak brand-brand mewah eksklusif, seperti Gucci, dan Louis Vuitton. Di sini juga terdapat food court dan bioskop serta pilihan tempat makan yang beragam.

4. Senayan City

Berada di seberang Plaza Senayan, Senayan City memiliki bangunan yang terlihat lebih modern dengan pilihan toko-toko dari brand mewah hingga lokal.

Mall dengan 8 lantai ini juga memiliki foodcourt di lantai paling atas dengan pilihan makanan tradisional hingga menu western. Ada juga wahana hiburan untuk anak-anak dan bioskop.

mall mewah di Jakarta
Senayan City, gambar : cnbcindonesia.com

5. Central Park

Mall yang berada di Jakarta Barat ini memiliki konsep yang sangat menarik dan family friendly. Selain pilihan outlet belanja dan makan yang begitu banyak, mall ini memiliki jembatan Eco Skywalk yang menghubungkan Central Park dan Neo Soho yang berada di seberangnya.

Jembatan instagramable ini sering dijadikan spot bersantai sambil berfoto-foto. Oh ya di mall ini juga terdapat Tribeca Park yang memiliki kolam ikan dan taman yang cantik. Mall ini juga mengizinkan hewan peliharaan seperti anjing untuk bermain di kawasan taman.

6. Mall Taman Anggrek

Mall yang bersebelahan dengan Central Park ini memiliki outlet belanja yang lengkap dan pilihan kuliner yang beragam. Di sini sering diadakan banyak acara maupun pameran. Saat natal, mall ini biasanya dihiasi pohon natal raksasa yang super cantik.

Tentunya kalian harus ke Ice Skating Rink bagi yang ingin coba-coba main ice skating. Seru lho! Saya mah gak bisaaa hahahaha.

mall mewah di Jakarta
Taman Anggrek Mall, gambar : trenasia.com

7. FX Sudirman

Berada di pintu 10 Gelora Bung Karno, fX Sudirman juga patut dikunjungi. Ada banyak tenant di dalamnya; mulai dari fashion hingga pilihan kuliner yang beragam. Penggemar K-pop dari SM Entertainment, seperti EXO dan NCT bisa mengunjungi kantor SM Entertainment Indonesia di lantai 5.

Di sini kamu bisa melihat koleksi album, merchandise, baju yang dipakai member tertentu hingga wall berisi tanda tangan artis SM yang pernah berkunjung ke kantor perwakilan SM Entertainment di Indonesia ini.

Itulah tadi pilihan mall mewah dan menarik untuk dikunjungi jika kamu berlibur ke Jakarta. Perlu diketahui juga selama masa PPKM Jakarta, jam operasional mall hanya sampai pukul 7 malam saja dan kalian wajib pakai masker saat berkunjung ke mall-mall ini, yes?

Happy shopping! Liat-liat juga boleh koooookkkk :D.

Hiking di Glendalough Ireland, Musim Panas 2019


Salah satu spot wisata paling terkenal di Repulik Irlandia. Biasanya pada hiking di Glendalough. Selain itu bisa jadi destinasi wisata keluarga bagi yang pengin piknik santai-santai. Enggak perlu hiking, sih.

Banyak juga yang datang untuk duduk-duduk gelar tiker di atas padang rumput sambil lunch atau nge-teh sore. Bebaaaasss :D.

Nah, ini saya udah upload vlognya ke Youtube. Musim panas 2019 silam saat kami road trip + hiking ke Glendalough.

BACA JUGA : “Pengurusan Visa ke Irlandia”.

Ini vlognya panjang karena segala road tripnya dimasukin hihihi. Waktu itu saya baru belajar nyetir. Jadi 50-60 km pertama saya yang nyetir and you can hear my husband yang kadang agak panik dan bawel ngajarin bininya yang sebenernya penakut tapi suka mendadak ngebut gak jelas 😂😂😂.


Jarak Athlone ke Glendalough, 135 km. Saya cuma nyetir sejam an. Sisanya suami. Pegeeeelll. Eropa masih merajalela mobil manual. Untung di Indonesia udah langsung pakek matic 😁.

Balik lagi ke topik Glendalough -nya, bagi yang mau hiking, trailnya macem-macem banget.

Mulai dari yang naik ke gunung, melewati lembah, sampai trail yang nyaman buat keluarga, cuma ngelewatin pinggir hutan dan jalan setapak.

Glendalough Ireland

Kalian liat di video Ireland jalanannya gak seberapa lebar tapi batas kecepatan 80-100 kmh. Apalagi di country side, jalanan sempit kiri kanan dah kek hutan, nenek-nenek aja ngebut 🤣🤣🤣.

Kalo road trip biar anak-anak gak bosen dan ngomel, biasanya diajakin maen tebak2an. Tapi seperti biasa jiwa kompetitip emaknya susah ditahan 😜😅.

Ini untuk kedua kalinya kami ke Glendalough. Tadinya pengin sekali lagi ke sana pas musim gugur, daun-daunnya pasti cakep banget 😍😍. Tapi ternyata musim gugur 2020, kami sudah jadi bocah Tangsel 😜🤣.

Tempatnya luas banget. Kami ambil jalur hiking standar. Melewati jalan setapak, sesekali anak2 lari ke dalam hutan kecil di sampingnya. Terus ke atas menuju danau, foto2 di pinggir danau yang pemandangannya breathtaking bangeettt (ada d video).

Lalu lanjut terus sampai ke perbukitan batu. Karena mampir-mampir 2 jam baru sampai ke ujung trail. Baliknya lumayan cepet cuma sejam an. Karena udah jarang mampir foto2 lagi 😅😅.

What a lovely memory dari negeri yang paling lama kami tinggali sejauh ini ❤️❤️😍. Semoga nanti bisa berkunjung ke sana lagi.

Meanwhile, siyap merajut kenangan baru di negeri kelahiran. Udah gak sabar mau road trip sampai ke Bali 😋😘. Mau ngajakin bocah ke Makassar, tempat asal emak dan tentunya main ke Bukittinggi, kampung bapaknya hehehe.

Pandemi cepatlah berlalu. Aamiin 🙏🙏🙏.

tempat mancing di tangerang

Tempat Mancing di Tangerang : Wisata Pemancingan Lubana Sengkol di Serpong

Nyari-nyari tempat mancing di Tangerang sebagai alternatif liburan akhir tahun yang enggak memungkinkan ke luar kota. Takut, euy, hehehe. Terbayang ramenya kayak apa itu yah libur panjang begini.

Pandemi oh pandemi, cepatlah berlalu. Udah kangen road trip iniiiiii huhuhu.

Daripada enggak ngapa-ngapain, jadilah kami memutuskan nyari-nyari apa gitu di area Tangerang sini. Anak-anak lagi seneng mancing banget inih hehehe. Sekitar sebulanan lalu kami iseng jalan-jalan ke tempat pemancingan sekaligus restoran di Godong Ijo, daerah Depok apa ya kalo gak salah.

Baca juga : “Tempat makan enak di BSD”.

Nah, sekarang pas googling tempat mancing di Tangerang dan sekitar, keluar nih rekomendasi si Lubana Sengkol. Liat waktu tempuh yang sekitar setengah jam-an dari Bintaro Sektor 9 sini, langsung cuuussss :D.

Mari simak langsung vlognya sodarah-sodarah hehehe :

Berangkat dari rumah sebelum jam makan siang. Jadi pukul 11 an siang sudah tiba di lokasi. Lubana Sengkol ini terletak dalam kawasan Serpong Lagoon.

Tiket masuk berlima sekitar 25 ribu rupiah. Kami ke sananya hari selasa kalau gak salah, jadi bukan weekend.

Parkiran enggak terlalu penuh. Pertanda tempatnya enggak rame. Entah ini karena pandemi atau karena memang belum rame aja, ya. Kayaknya sih karena pandemi.

selfie duyuuuu 😀

Banyak wahana outbound di sana selain restoran dan tempat pemancingan. Jadi Lubana Sengkol bukan hanya alternatif tempat mancing di Tangerang yah, Gaeeesss :D.

Tapi juga ada macam-macam kegiatan seperti naik boat apalah itu di sekitaran danau, flying fox gitu-gitu, ada beberapa playground juga, dst dst dst.

Tempatnya memang menyenangkan. Pas lihat tempatnya sepi, antara sedih dan lega gitu. Soalnya kalok rame ya gimana dah :p. Tapi relatif aman lah ya karena tempatnya full outdoor.

Baca juga : “Sekolah anak di Bintaro dan Sekitar.“

Karena outdoor sempet syok juga pas hujan hihihi. Untung hujannya sebentar banget. Gak sempat panik :p.

Tiba di sana, ke kasir dulu nyewa alat pemancingan. Setelah itu pilih-pilih saung buat nongkrong. Saung-saungnya ada macam-macam dan tersebar di berbagai pojok.

Empangnya sendiri ada beberapa. Ada kolam ikan mas, kolam ikan nila, kolam ikan patin, apa lagi ya, lupak hehehe. Pokoknya ada beberapa kolam gitu, lengkap dengan saung di sekeliling masing-masing kolam.

tempat mancing di tangerang
Yang laen mancing, yang dua ini foto-foto terooossss hahahaha

Waktu baru datang, langsung latihan mancing dulu. Soalnya udah agak lama dan baru kedua kali ini jadi lupa-lupa ingat ya cara ngelempar pancingnya hahahaha.

Sambil nungguin yang lagi “gladi bersih” mancing :p, sibuklah mamak pesen-pesen camilan. Segala pisang goreng, tempe mendoan, sampai tahu isi, dipesen semua. Plus seteko gede teh manis anget. Biar puas minumnya :p.

Setelah ngemil-ngemil, baru deh mancing beneran. Pancingnya dipasangin umpan. Ternyata si #boy2 yang enjoy banget. Udah jagoan dese lempar-lempar kail hehehe. Abang sama adeknya bagian hore-horenya aja.

Tapi di Lubana Sengkol ini payah. Ikannya kayaknya dikit. Waktu di Godong Ijo, walaupun kami pemula banget bisa sampai dapat 4 ikan lah :p. Saung kiri kanan kami dapatnya banyaaaakkk. Bisa sampai belasan ekor tuh saung sebelah pas di Godong Ijo.

Nah, di Lubana Sengkol, saung-saung sekitar yang juga lagi pada mancing nampak sepi dan sorak sorai. Biasanya kan kalok dapat ikan pada heboh jejeritan hahahaha.

Karena bosan gak dapet-dapet ikan, jadi sempat pindah kolam. Dari kolam ikan mas ke kolam ikan nila. Saung kami di tengah-tengah sih. Jadi di depan saung kolam ikan mas, di belakang kolam ikan nila. Jadi praktis bolak balik :p.

Eeeehhhh, gak dapat ikan juga dwooonggg, ampun dah hahahahaha.

Akhirnya sampai pesan makan siang gak seekor pun ikan ketangkep huuuuuu :p.

Ah ya, restoran di Lubana Sengkol ini masakannya seputaran ikan, ayam, aneka seafood non ikan, sayur-sayuran, dst. Harganya lumi banget lah. Rasanya juga lumayan. Saya capture daftar menu beserta harga, ada di vlog di link atas tuh ya. Tolonglah ditengok vlognya tuh hahahaha :p.

Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya di “Jihan Davincka”. Tinggal pencet tombol merah SUBSCRIBE. Kalau punya akun gmail, otomatis bisa subscribe via youtube juga :).

Setelah makan siang, kekumpul lagi tuh semangatnya buat mancing :p. Udah isi bensin, yes? Hehe. Jadi deh mancing lagi. Kali ini ngabisin waktu di kolam ikan nila.

Dan akhirnya …. dapet! Berapa? SATU EKOR sajah, sodara-sodara! Hahahhahaha. Dari nongkrong jam 11 sampai jam 3 an itu, dapat satu doang, astagah! *ngakakStres*.

Setelah ditimbang, dibayar, minta tolong bersihin dan dibumbuin sekalian, ikan sebiji itu dibawa pulang. Dan selesailah sudah liburan ala-ala di Lubana Sengkol tadi :D.

SEmoga infonya membantu ya buat temen-temen yang pengin liburan aman di masa pandemi. Tempatnya asyik, enggak terlalu ramai. Suasana full outdoor juga lebih menenangkan di masa-masa begini. Tapi tetep 3 M dong ya, tetep protokol kesehatan dijaga terus (y).

Pakai masker terus kecuali lagi makan. Cuci tangan bolak balik which is very convenient, karena tempat cuci tangan disediakan di mana-mana dalam area Lubana Sengkol ini.

Tuh, yang lagi nyari-nyari tempat mancing di Tangerang dan sekitar, monggo dicobak main ke Lubana Sengkol ini ^_^.