Oleh : Jihan Davincka
***
Nuril berusaha bangkit dari tempat tidur. Berjalan pelan ke arah jendela.
“Hm…enak juga dapat kamar yang viewnya bagus.” Nuril menggumam sendiri.
Hari masih pagi. Pukul setengah enam. Belum lama azan subuh berkumandang. Sisa hujan semalam masih menyisakan titik-titik embun di kaca jendela.
Wajar jam segini belum terdengar hiruk pikuk berarti di rumah sakit. Hanya sesekali suara langkah mendekat dan menjauh, beberapa obrolan dengan suara rendah dari luar pintu, dan selebihnya hanya kicau burung yang mengundang langkah Nuril mendekat ke arah jendela sekarang ini.
Follow
