Jejak Urang Awak dalam Sejarah Bangsa

by : Jihan Davincka

***

sejarah kecil

Baru saja menuntaskan sebuah buku dari kumpulan jilid “Sejarah Kecil Perjuangan Bangsa.” Buku ini bukan khusus membahas suku Minang. Buku biografi beiberapa tokoh pelopor sejarah perjalanan bangsa ini ditulis oleh Rosihan Anwar. Kesan pertama setelah menuntaskan isinya, “Minang lagi, minang lagi!” Hehehehehe.

Memang, majalah Tempo pun pernah merilis buku biografi 4 Bapak Bangsa. Tidak tanggung-tanggung, 3 dari 4 (Sukarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka) terlahir dari salah satu suku terbesar di pulau terbarat nusantara. Bukan cuma mempopulerkan rendang, suku minang melahirkan tidak sedikit tokoh-tokoh penting di masa lalu. Pola pikir mereka yang beragam dan ‘intelek’ membuat banyak ideologi yang teranut. Membentang dari sayap kiri, tengah, dan kanan. read more

Salahuddin Al Ayyubi

Salahuddin Al Ayyubi (Saladin), Dicinta Kawan Dipuja Lawan

Salahuddin Al Ayyubi (Saladin), salah satu tokoh besar yang dipersembahkan oleh peradaban Islam di abad 6 – 7 Hijriah. Lahir tahun 1138 M di daerah Tikrit, Irak. Seorang keturunan Kurdi yang di usia belasan ikut hijrah bersama keluarganya ke Damaskus, Suriah. Namun menaiki panggung kebesarannya melalui daratan Mesir.

Namanya adalah Yusuf bin Najmuddin. Dijuluki sebagai Salahuddin. Dunia barat memanggilnya sebagai Saladin. Al Ayyubi merupakan nama keluarganya. Salahuddin Al Ayyubi.

Salah satu keistimewaannya adalah namanya tidak cuma bergema di kalangan muslim saja. Tapi disebut-sebut di berbagai literatur barat. read more

Biografi Soekarno : Yang Terbit, Tenggelam, dan Kembali Bersinar

by : Jihan Davincka

***

Rujukan tulisan, disarikan dari berbagai sumber. Lihat di akhir tulisan, ya ;).

***
Di pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, yang cukup sering diulas adalah peristiwa Gestapu. Peristiwa yang me’wajib’kan kita, terutama para belia di masa tahun 80 an, untuk menghujat PKI (organisasi busuk yang kerjanya membantai ustaz). Sekaligus menanamkan paham bahwa Soekarno, sang presiden kala itu, bertanggung jawab atas salah satu sejarah terkelam tersebut.

Kelam bukan karena ada 7 jenderal yang terbunuh di penghujung bulan september 1965. Tapi, justru ada ratusan ribu nyawa lain yang ikut melayang selepas peristiwa tersebut. read more

Cara menerbitkan buku indie

Kritik Terhadap Bunda of Arabia

***

Kritik pertama adalah soal keakuratan isinya.

Sebelum “Bunda of Arabia” terbit, sebenarnya telah terbit satu buku non fiksi bergenre komedi yang bertajuk “Kedai 1001 Mimpi” yang dikarang oleh Vabyo, yang juga menggunakan latar belakang negara Saudi.

Ketika gencar berpromosi di beberapa milis (thanks to Bapak Dani hehehehe, Baba of Arabia :P), beberapa orang bertanya tentang “Bunda of Arabia” dan “Kedai 1001 Mimpi.” Isinya dianggap bertentangan.”Kedai 1001 Mimpi” karangan Vabyo (yang konon laris manis ini) diterbitkan oleh penerbit formal, Gagasmedia. read more

Bunda of Arabia (Behind The Scene)

Pengalaman pertama memang biasanya yang paling berkesan ;).

hdr-4-jhn.jpg

***

Bunda of Arabia (Behind The Scene)

By : Jihan Davincka

***

“Bunda of Arabia” tadinya adalah judul novel yang ingin saya buat. Tapi kala itu saya berpikir saya tak pandai menulis fiksi. Jadi, judul itu menganggur saja.

Di penghujung 2011, setelah (sangat) aktif menulis di blog mamaSejagat dan ceritaJeddah, saya menyadari satu hal, “Saya suka sekali menulis!”

Saat itu saya menghitung ada puluhan postingan dari saya di mamaSejagat, dan puluhan postingan lain yang saya edit. Dan belasan postingan yang saya tulis tentang negara lain, yang diceritakan teman saya via message. Tapi saya menuliskan nama teman saya sebagai penulisnya. Hehehe. read more