A Tribute to Our Leaders

Katanya, kita kan harus selalu belajar dari sejarah, ya.

Setiap bagian kehidupan kita yang terkini, sedikit banyak adalah kombinasi dari apa yang terjadi di masa lalu. Termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk juga kebijakan-kebijakan yang pernah diambil oleh pemimpin negeri kita.

Luar biasa kalau melihat dukungan kepada Bung Karno udah kayak apa sekarang ini. Pokoknya kayaknya kalau beliau hidup sampai sekarang, sudah jadi negara maju kali kita :p. Padahal kalau mau menengok sejarah panjang di masa lalu, beliau juga manusia biasa, kok :). Seolah beliau jatuh itu semata-mata karena konspirasi doang hehehe. read more

Belajar dari Arena Floyd vs Pacman

Another old post :p. Di wall FB saya memang senang bikin status. Tapi statusnya tuh benar-benar yang panjang gitu. Kadang, cuma mau share berita tapi ngasih pengantarnya sudah kayak satu artikel sendiri hahahaha.

Kali ini lagi-lagi telat mau bahas soal si Floyd vs Pacman. Tapi kan pesan atau inspirasinya mudah-mudahan tidak pernah telat ya *cuih*.

Bukan penggemar tinju sih. Tapi kasihan juga ini Bang Mayweather dibully abis-abisan. Sampai dibikinin video-video penghinaan macam-macam buat lucu-lucuan hehehehe. read more

Working Mom vs Stay at Home Mom, a Never Ending Story :p

Sebosan-bosannya saya dengan tulisan “Every Mom Has Her Own Battle ini” ini hahahhaha, tetap saja beberapa hari lalu rasanya harus di-share untuk ‘menghibur’ seorang kawan yang merasa terintimidasi oleh salah satu video emak-emak yang sempat go viral beberapa waktu lalu :D. Eh, videonya kemudian bangkit lagi 2 hari lalu hihihi.

Ditanggapi sebagai : Working Mom vs Stay at Home Mom :D. Again and again, yaaaaaa :p.

Saya nonton videonya padahal pesannya tuh tentang pentingnya memberi hari libur yang layak kepada para asisten rumah tangga dan tidak serta merta mempercayakan semua-muanya kepada mereka. Tapi saya perhatikan sebagian teman saya memang share videonya sebagai justifikasi “hebatnya menjadi stay at home Mom.” Enggak nyambung sebenarnya sama isi videonya hehehe. Tapi ya sudahlah, penerimaan orang kan beda-beda. read more

Di Timur Matahari Mulai Bercahya

Berdiri berjajar dengan wisudawan lain, back then in August 2002, saya siap-siap disalami oleh segenap jajaran dosen dan pengajar yang sudah mengantar kami mengenakan toga dan menjadi pusat perhatian di Balairung hari itu ^_^.

Pembimbing Akademik (PA) saya, sehabis salaman, bilang ke saya, “Lho? Jihan masih di Jakarta?” PA kan tahu, saya sebenarnya sudah lulus 5 bulan sebelumnya, wisudanya saja yang nyusul :D.

“Masih, Pak. Saya sudah kerja di sini.”

“Enggak pulang ke Makassar saja?” read more

Fotografer Dani Rosyadi Swiss

A Little Wisdom, dari Ibukota Swiss (Bern)

Ibukota Swiss bukan Zurich, bukan Jenewa. Tapi sebuah kota yang relatif lebih “sunyi” dibanding 2 kota besar tadi, Bern. Kurang tenar, ya, dibanding 2 kota yang saya sebut di awal. Ibukota Bern Swiss. 
Bern Landmark, Zytglogge Bern Swiss
Bern Landmark, Zytglogge
  Bern juga kerap dilafalkan sebagai Berne. Pengucapan Bern dalam bahasa sini itu “Beren” (be-ren, kayak dalam bahasa Indonesia). Pronounciation dalam bahasa Jerman cenderung mirip bahasa Indonesia. Misalnya Junge dibaca “Yu-nge”.  

Swiss juga punya macam-macam penulisan. Internationally, it’s known as Switzerland. Orang lokal menyebutnya Suisse. read more