ISIS

Bangun pagi-pagi senang melihat cuaca terik. Horeeee … mau jalan-jalan ah. Deket rumah ketemu satu pohon Sakura yang lagi mekar-mekarnya. Kudu buruan narsis pakai sweater pink nih hahahhahahaha.

Lalu, upload fotonya. Terus, banyak deh nanti komentar-komentar macam, “Iiiihhh enaknya ya jadi Mbak Jihan. Hidupnya kok beruntung banget.”

Hanami (gambar : whysojapana.com)
Hanami (gambar : whysojapana.com)

Mereply komentar begini seperti pedang bermata 2. Kalau kita bilang “Ah, tidak juga” –> tidak mensyukuri hidup! Kalau dibilang “Iya nih, senang terus” ya selain songong tiada terkira (hahahaha) juga mengingkari kenyataan kalau sebenarnya tidak begitu.

“Enak, ya, tinggal di luar negeri” sebenarnya cukup djawab dengan tulisan ini saja. Saya merangkum berbagai situasi sulit yang pernah saya hadapi dengan suami dari awal merantau hingga sekarang :D.

Ditipu agen pas kerja di Tehran yang paling seru. Tak hanya menjadi pengalaman pertama tinggal di luar negeri sekeluarga, tapi ‘cobaan’nya kayaknya paling cetarrrr :p. Di situ juga saya menyadari, status “formal” pun tidak otomatis membuat hidup pasti tenang. Boro-boro dibantuin. Oleh pihak KBRI kami malah mendapat komentar “pedas”. Duh, sampai tak tertahankan rasanya betenya waktu itu.

Sudah terbayang kalau proses ilegal yang sudah terlanjur dijalani oleh suami itu bisa berujung proses hukum yang tidak ringan :(. Perusahaan cuek, oknum KBRI malah gusar kepada kami, sementara media internasional sibuk menebar hoax soal situasi politik Iran yang waktu itu memang baru saja menuntaskan perhelatan besar, Pilpres 2009.

Pusing kepala. Paspor suami ditahan agen. Bayangkan, berbulan-bulan, dia tidak punya identitas resmi bekerja di negeri orang. Saya juga baru tahu pas ke sana! Berantem deh kita ujung-ujungnya. Hahaha. Makin pening karena mertua, kerabat, dan teman-teman juga memborbardir dengan kekhawatiran akibat hoax situasi politik di Iran waktu itu. Saya sendiri nonton TV tuh ampe bengong. Ini chaosnya di mana sih?????

Saya yang tinggal di tengah-tengah kota nyaris tidak melihat apa-apa. Ya iyalah, bentrok kecil-kecilan disulap jadi bentrokan besar yang kesannya Tehran sudah lumpuh! Hahahhahahaha, the power of media ;). Media sosial sampai diblokir oleh pemerintah Iran. Iyalah, lama-lama orang lokal ikut gila karena hasutan media hihihihi.

gambar : iran-visa.ir
gambar : iran-visa.ir

Pindah ke Jeddah ya beda lagi masalahnya. Ke Irlandia juga tidak lepas dari masa adaptasi yang “berbeda” :). Jadi yah, kalau patokannya hanya foto-foto, saya kasih senyum manis saja, deh, hehehe. Rangkuman soal suka duka bekerja di luar negeri pernah saya tulis di sini –> “We Can Go the Distance”.

Menilai orang mbok ya keseluruhan. Harus total. If you’re willing to have the good parts of their/his/her life, sanggup tidak menjalani masa-masa yang tidak mudahnya? :). Selalu ada harga yang harus dibayar, yes? 😉.

Menjudge orang hidupnya senang karena harta berlimpah, tinggal di luar negeri. Ya berkacalah kepada diri sendiri. Suami saya bisa ada di level begini itu bukan semata karena keberuntungan materi. Sejak kecil, sudah ditempa dengan keras oleh bapak ibu mertua tentang pentingnya hidup sederhana. Percayalah, itu bukan perkara gampang.

Hidup apa adanya saat ekonomi sulit ya apa susahnya :p. Tapi cobalah tetap bertahan saat keberuntungan materi datang secara beruntun. Contoh saat kami di Jeddah. Saya kenal suami sudah sejak kuliah. Belasan tahun berlalu nyaris tidak ada yang berubah. Dari gaji rupiah, riyal, dolar, euro, salut sekali saya dengan gaya hidupnya yang tidak pernah jor-joran :). Begitu-begitu saja dari dulu.

Teman-teman, kesannya kami sering liburan ke luar negeri, ya? Hihihih. Itu pekerjaannya dia memang yang mengharuskannya jalan-jalan ke berbagai tempat. Di Swiss pun kami ini modal apartemen gratis dari kantor! Dapat allowance pula tiap hari. Disindir kok pelit banget sudah di Swiss kenapa tidak melipir ke negara-negara lain ya karena memang mahalnya biaya transportasi tidak sanggup kami jalani hahahahaha. Kami tetap berusaha bertahan di sini dengan allowance kantor saja. Kalau perlu, malah tetap ngotot menyisihkan sebagian untuk ditabung! :p.

"Dying Lion" @Luzern, Switzerland
“Dying Lion” @Luzern, Switzerland

Di Jeddah, tidak pernah saya jelalatan mau ke Dubai, ke Abu Dhabi, ke Istanbul. Mahal gilak hahahahaha. Sabar saja walau kehidupan “sosial” di Saudi memang cukup menantang. Apalagi buat perempuan. Tidak pernah saya menuntut tiap minggu harus makan di resto bagus-bagus, harus tinggal di hotel bagus kalau ke luar kota, sebagai sarana rileks dan refreshing karena sudah ‘menderita’ dikurung dalam rumah hampir sepanjang hari hahahahaha.

Mending saya bikin blog, cari-cari kesibukan yang tidak perlu menguras kantong suami :p. Sebelum ke luar negeri, saya ngeblognya malas-malasan :p. Blog “Mama Sejagat” dan blog “Cerita Jeddah” itu dua-duanya lahir pas saya tinggal di Saudi ;).

Walau penghasilan jor-joran, saya tetap harus menghargai suami yang memang kurang senang dengan gaya hidup “hedon-hedon” an hehehe. Kata suami, “Sabar saja, siapa tahu nanti ada kesempatan kita jalan-jalan tanpa harus keluar duit.” Eh, benaran dijawab doanya sama Allah ^_^.

Tidak tanggung-tanggung, kami dapat sekeluarga dapat kesempatan tinggal di Swiss, salah satu negara tujuan wisata utama di dunia, negara yang wisata alamnya super kece yang biaya hidupnya salah satu yang paling megah di Eropa!

Kesempatan kerja juga di Irlandia yang bertetangga dengan Kerajaan Inggris. Alhamdulillah bisa melipir ke London, kota yang juga jadi kegemaran masyarakat dunia dan lagi-lagi juga biaya hidupnya “ampun”, dengan ongkos yang terjangkau. Ya iyalah, Irlandia sebelah-sebelahan dengan UK hihihihi.

In front of London Eye @London
In front of London Eye @London

Itu kan yang kurang kalian sadari. Jadi seolah, semua didapatkan tanpa jerih payah dan kerja keras :).

Banyak kok yang bisa dikeluhkan. Lebiih banyak lagi “kesulitan-kesulitan” yang tidak perlu diumbar ke publik. But … some things are better left unsaid, yes? ;).

Again, don’t judge others for often you don’t know the whole story ^_^.

Saya percaya, tiap orang punya ujiannya masing-masing. Saat terlintas rasa iri, cepat-cepat di-rem. Bagaimana kalau ternyata orang yang membuat saya iri itu posisinya sama dengan saya. Bosannya menerima komentar orang iri ini itu, apa tahu persis masa kecil saya seperti apa? :). Tak semuanya juga bisa saya ceritakan secara detail.

Saat terlintas rasa kasihan, ya di-rem juga. Many times in my life, saya melihat banyak orang yang patut dikasihan eh mereka malah menertawakan saya :). Tuhan Mahaadil, ada caraNya yang mungkin tak selalu bisa kita baca tak selalu bisa kita ukur dengan kapasitas kemanusiaan kita :).

Seperti dengan percaya dirinya dulu almarhum Bapak menghalangi ibu saya menggunakan kontrasepsi buatan dengan alasan, “Rezeki di tangah Allah, bukan di tangan pemerintah! Termasuk rezeki anak-anak.”

Takdir Tuhan memenangkan keyakinan almarhum. Walau beliau tidak pernah bersaksi langsung menyaksikan kami tumbuh besar karena serangan jantung sudah membawanya pergi selama-lamanya sejak 23 tahun yang lalu :).

Allah menjamin rezeki tiap makhluk di muka bumi. Jangan lupa, kitab suci mengajarkan kita, Bunda Maryam yang tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki mana pun bisa hamil hanya dengan “kun fayakun”.

Jadi, jangan meremehkan orang-orang seperti almarhum Bapak saya yang cuma pedagang kelambu di pasar yang tidak pernah resah berlebihan soal duit walau anaknya ada 9! (2 orang kakak saya kembar, meninggal sejak lahir).

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

 

Clonmacnoise, Irlandia
Clonmacnoise, Irlandia

Jargon ISIS lagi trending nih di news feed saya :p.

Di masa-masa yang katanya ISIS ini, “Ini sulit itu susah”, nasihat terbaik apa yang bisa dibagi selain nasehat menasehati dalam menetapi kesabaran ;).

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

(Al Asr)

Padang Badr (The Badr Sand Dune), Arab Saudi
Padang Badr (The Badr Sand Dune), Arab Saudi

***

Langit kan Beri Jawaban

“….Baiklah pemirsa, sekarang saatnya kita mengikuti prakiraan cuaca untuk esok hari dari kota-kota besar di dunia…”

Saya terbangun, kepala saya menyembul dari balik kelambu, menyimak dengan khusyuk tayangan di televisi. Mau jadi peramal cuaca, Mbak? Hahaha. Bukaaaaan :D. Saya senang melihat gambar-gambar landmark dari berbagai kota-kota terkenal level dunia, yang menjadi latar prakiraan cuaca sesuai kotanya masing-masing.

Dari dulu, saya selalu ingin melihat dunia :).

Hamil 5 bulan anak ke-3, mejeng di Danau Zurich

 

Tapi waktu kecil rasanya rancu banget, deh, punya mimpi model begini. Mengingat di lingkungan tinggal saya dulu … yang “gitu” deh :D.

Saya tinggal di pemukiman cukup padat yang jaraknya dekat sekali dari Pasar Sentral, Makassar. Bapak saya, yang lulus SD enggak, jualan kelambu di pasar yang sama. Rumah saya juga berdekatan dengan yang namanya Jalan Lamputang. Tempatnya horor banget kalau diingat-ingat sekarang hahaha.

Dulu rasanya biasa saja kalau pagi-pagi pemukiman digemparkan oleh berita, “Ada orang mabo’ ditobo’ di salongang.” (Ada orang mabuk ditikam di selokan). Orang ramai menengok. Ternyata benar, seorang laki-laki ditemukan tewas dengan sebilah badik di perutnya, tergeletak begitu saja di sudut selokan.

Peristiwa itu akan berlalu  begitu saja. Enggak bakal ada yang trauma. Bukan peristiwa langka.  Sama rutinnya dengan pemandangan anak-anak perempuan depan rumah yang buang air di selokan dekat rumahnya masing-masing. Usia sudah di atas 10 tahun santai saja melepas celananya dan buang hajat di tempat terbuka tanpa pembatas sama sekali. Jadi tontonan? Itu bukan pemandangan luar biasa :D.

Walau begitu, tetap pede merangkai mimpi-mimpi besar. Saya terkenang nasihat Mama. Mama, biarpun mentok kelas 3 SMP saja, suka punya petuah ajib-ajib, lho ;). Mama bilang, kalau rajin belajar dan punya nilai-nilai bagus bisa menjadi batu loncatan untuk keinginan mana pun. Saya berasumsi, ini Mama mau ngasih semangat terkait cita-cita “melihat dunia” tadi :D.

Begitu deh … waktu masa sekolah dulu, rengking satu di kelas itu menjadi semacam tujuan hidup! Hahaha. Namanya juga ikhtiar ya, Kakaaaaaaa :D. And I did it very well ;). “Melihat dunia” dimulai dengan hengkang ke ibukota. Lulus SMA, masuk universitas negeri di Jakarta! Dulu kuliah di UI, muraaaaahhhh :D.

Benarlah bila dikatakan bahwa, pendidikan adalah salah satu pemutus mata rantai ketidakberdayaan dalam bentuk apa pun :).

Sejak  mulai bekerja, sok-sok mengincar perusahaan multi nasional.  Tidak terpikir S2 ke luar negeri karena penghasilan waktu kerja dibagi untuk Mama dan adik-adik. Sejak saya kelas 6 SD, mama sudah menjanda.

Kerja di perusahaan multi  nasional dengan harapan bisa dikirim training ke luar negeri! Tidak pernah kejadian. Pernah sekali yang paling sial rasanya. Saya berada di divisi IT dengan karyawan sekitar 20 orang. Sekitar 17 orang dari tim dikirim training ke luar negeri. Saya termasuk 3 orang yang tidak beruntung :'(. Kecewanya jangan ditanya. Kurang usaha apa inihhh *garukGarukServer*!

Hingga akhirnya, saat “kondisi” mengizinkan dan sudah punya anak, saya memutuskan berhenti bekerja. Bertahun-tahun saya mengejar cita-cita “itu”, ternyata … rezeki mencicipi kehidupan di luar negeri dititipkan lewat suami. Belum sebulan saya berhenti bekerja, suami sudah berangkat merantau ke luar negeri pertama kali. Saya akhirnya menyusul.

Tehran (Iran) tempat kami pertama bermukim. Disusul Jeddah (Arab Saudi). Lalu kini di Athlone (Irlandia).

Jadi ingat petuah Ustaz Salim A. Fillah,

“Keajaiban kadang memancar dari sumber yang lain. Bukan dari jalan yang kita susuri atau jejak-jejak yang kita torehkan dalam setiap langkah menjalani usaha. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.”

Sejak pindah ke Irlandia, pekerjaan suami itu sering mengharuskannya traveling selama beberapa bulan ke negara lain. Termasuk saat sekarang ini mendapat assignment ke Bern, Swiss. Saya ikutan yang ke Swiss ini. Manalah terpikir akan menjejakkan kaki di negara yang biaya hidupnya bikin semaput ini kalau bukan karena fasilitas dari kantor. Hahaha *tepokTepokDompet*.

See?  Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita :).

Hamil 4 bulan anak ke-3. Lagi assignment ke Bern-Swiss 😀

 

 

Kita sih inginnya selalu happy-happy joy-joy. Siapalah yang pernah meminta kondisi-kondisi sulit. Tinggal di lingkungan “preman” lah, orang tua cuma pedagang kecil di pasar lah, bapak meninggal tiba-tiba lah, usaha yang ditinggalkan bangkrut lah, segala macam rumah-kios-barang-barang harus dijual lah, tapi … jangan sedih, yaaaa ^_^.

Walau dulu juga rasanya berat hendak membangkitkan angan-angan yang dirasa ketinggian. Jangan gentar dengan kondisi begitu.

Your story may not have such a happy beginning, but that doesn’t make you who you are. it is the rest of your story, who you choose to be… So, who are you, Panda? -Sootsayer, Kung Fu Panda 2-

Bukan tentang dengan apa kita memulainya, tapi bagaimana kita mengakhirinya. Masa lalu untuk belajar, masa depan untuk berharap.

Yang tidak kalah pentingnya adalah cara kita memelihara harapan di masa-masa yang tidak mudah.

Rumah saya kan kecil. Diakalin oleh almarhum bapak, dibikin bertingkat. Walau dibangunnya dikit-dikit hehehe. Akhirnya, di lantai paling atas dibuat teras kecil. Saya suka duduk-duduk sendiri di teras. Asalkan lagi enggak hujan, sih. Kalau hujan biasanya … banjir! Hahaha.

Curhat ke saudara-saudara nanti jadi bahan ledekan. Entah ya, saya rasa dulu kakak-kakak menganggap saya sok begini sok begitu sok ambisius segala macam.  Kepada adik ya manalah dia mengerti gini-ginian. Ke teman apalagiiiii.

Di situ, saya melamun sendiri saja. Paling enak menulis diari saat-saat kayak gini. Menitipkan semua mimpi, yang rada lebay sekali pun. Sesekali memandang ke arah langit lepas, saya ceritakan kepada Yang di Atas sana. Termasuk meminta agar Tuhan tetap menjaga kami saat cobaan besar datang, saat bapak meninggal tiba-tiba itu.

Jangan pernah merasa sendiri. Titipkan harapan padaNya Yang Maha Tinggi :).

Suatu hari nanti, langit akan menjawab doa-doa terbaik kita 🙂. Seperti saat akhirnya terjawab keinginan saya “melihat dunia” sejak puluhan tahun lalu, nggg…umurnya berapa, Mbak? Hahaha.

Salam magis dari nona manis  yang lagi di Swiss :D.

Kehamilan ke-3 sempat melewati beberapa minggu di Swiss

 

 

 

 

Kata Motivasi Pemuda : Tuliskan dengan Aksara Api !!

Kemarin, 17 Maret, ada perayaan khas yang dirayakan oleh masyarakat Irlandia tiap tahunnya. Saint Patrick’s Day! ^_^

Penduduk Irlandia yang bermukim benar-benar di negerinya, jumlahnya kurang dari 5 juta jiwa. Namun, konon ada lebih dari 10 juta jiwa bangsa Irlandia yang merantau ke belahan dunia yang lain.

Umumnya orang-orang Irlandia merantau ke Amerika Serikat, Kanada dan Australia. Naturally, nyarinya negara-negara yang sama-sama berbahasa Inggris. Nyadar enggak sih, walau dijadikan bahasa internasional, negara-negara menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional itu bisa dihitung jari. Di Eropa saja, setahu saya cuma ada 2 : UK dan Republik Irlandia.

Ke UK entah kenapa orang Irlandia agak kurang tertarik :p. Mungkin karena ‘taraf hidup’ agak-agak mirip sih ya. Nanggung kalau ke sana hehehe.

Juga, (mungkin lagi nih ya :D) ada sedikit tersisa ‘sentimen’ masa lalu. Mengingat tanah Irlandia di bawah ‘penjajahan’ kerajaan Inggris selama kurang lebih 8 abad.

Salah satu sejarah kelam bangsa Irlandia adalah kelaparan terbesar akibat kegagalan panen kentang yang melanda negeri di pertengahan abad ke-19. Kelaparan skala nasional ini membuat penyakit merajalela berimbas ke tingginya angka kematian.

Saat inilah, banyak orang Irlandia nekat melarikan diri dari negerinya. Saat itu, tanah Amerika dianggap sebagai tanah harapan. Jaraknya juga terhitung “dekat”. Dengan menjadi penumpang gelap di kapal-kapal pengangkut, para pengungsi Irlandia ini berlayar pergi mencari peruntungan lain di Sang Benua Baru. Sebagian besar mendarat di wilayah utara Amerika Serikat.

Soal kelaparan dan penyakit berat, Eropa sudah kenyanglah :p. Mulai dari pertumpahan darah karena pertikaian merebut kekuasaan, sudah baca sejarah “perang 100 tahun” antara Inggris vs Perancis? Sampai ada generasi di kala itu yang seumur hidupnya, lahir dan besar di suasana perang.

Dilanda wabah penyakit dan kelaparan yang konon menghabisi sekitar 2/3 jiwa penduduk Eropa saat itu. Hingga serunya perselisihan Katolik vs Protestan. Di abad modern, abad ke-20 pun, dua perang besar dunia, terjadinya di mana? :p. Di Eropa, Kakaaaaaaa :D.

Coba tebak, yang suka bikin onar di PD 1 dan PD 2. Jerman! :p. Sehancur-hancurnya mereka pasca PD 1 dan takluk pada sekutu di penghujung PD 2, sekarang, Jerman adalah negara “terkuat” di Eropa. Ekonominya paling kokoh, penduduknya juga paling banyak (seEropa), not mention SDM nya yang keren-keren (katanya) :D.

Siapa bilang benua yang mungkin kini bisa dibilang benua paling makmur di bumi ini senang-senang terus hidupnya? Selalu ada harga yang harus dibayar ;).

Back to tempat ngibritnya pengungsi Irlandia tadi, tanah Amerika.

Kalau melihat sejarahnya, istilah “American Dream” memang tidak asal comot. Di abad-abad kegelapan Eropa, saat anti semit demikian marak di Benua Putih, banyak orang Yahudi yang dipaksa meninggalkan Eropa. Sebagian besar dirujuk ke tanah Amerika.

Salah satu kelebihan orang Yahudi … selain konspirasi tentunya (hahahahahahaha), adalah daya juang mereka yang terkenal tinggi. Di tanah baru itulah, mereka kembali menebar bibit harapan, berjuang menyesuaikan diri dan mungkin akhirnya berhasil menjadi pemenang

Perselisihan Katolik vs Protestan juga memaksa sebagian kalangan Protestan, sebagai penantang baru di Eropa saat itu, harus angkat kaki dari Eropa. Ditambah dengan pengungsi Irlandia yang kelaparan dan hendak menyemai benih hidup yang lebih baik, komplit sudah tanah Amerika dipenuhi oleh orang-orang buangan hahahaha.

Layar sudah terkembang, sudah tidak ada jalan kembali. Apa mereka mengeluh dan mewek-mewek di tanah baru? Nangis-nangis enggak tahu mau ngapain? :p. Meratapi nasib di Facebook? Eh, dulu belum ada deng hahahahaha. Ya tidak ada pilihan lain selain “melawan” dan menentukan nasib hidup sendiri. Mungkin … berkat “perlawanan” orang-orang buangan inilah, negeri super power ini akhirnya tercipta!

Di sisi lain, kebangkitan sang Benua Baru harus diiringi kepedihan suku asli yang tersisih oleh para pendatang :(. Oh well … selalu ada 2 sisi mata uang :).

Situ kira, sim salabim! Amerika Serikat ujug-ujug jadi negara super power. Ya kalau seperti kalian sekarang, yang dikit-dikit mengeluh, dikit-dikit curhat, ya mungkin enggak akan mereka seperti sekarang hahahaha.

Untuk menantang perbudakan yang marak di belahan selatan, ada perang sipil yang harus dihadapi Lincoln. Ada banyak nyawa yang harus dikorbankan saat Konfederasi mengobarkan genderang perang melawan The Union selama 4 tahun.

“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” [QS. Al-Balad :12-16]

Apa selesai perjuangan kaum kulit hitam pasca The Union berhasil memaksa Konfederasi menyudahi perlawanan di tahun 1865? Belum. Masih butuh banyak korban jiwa dan perjuangan heroik seorang Marthen Luther King, seorang pendeta yang akhirnya mengabdikan akhir-akhir tahun kehidupannya untuk memperjuangkan persamaan hak bagi kaumnya. Seperti Lincoln yang mati terbunuh, King juga mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama.

Jalan panjang nan tidak selalu mulus harus dilewati negara-negara di Eropa dan Amerika bagian utara untuk merebut predikatnya sekarang sebagai negara-negara maju dunia :). Termasuk Irlandia. Yang harus melewati ratusan tahun penjajahan, sampai kudu kabur melarikan diri ke Amerika saat kegagalan panen menghabisi nyawa banyak penduduk.

That’s why, banyak kota-kota besar di belahan utara Paman Sam ikut merayakan gegap gempitanya Saint Patrick’s Day tiap tahun. Dijadikan hari libur juga, lho. Misalnya di Kota Boston :D.

Di Australia juga begitu. Banyak kota-kota di sana yang ikut berselimutkan warna hijau dan oranye, setiap tanggal 17 Maret tiap tahunnya :).

Gimana? Seru tidak petualangan masyarakat Eropa dan US melewati berabad-abad kegelapan sebelum bisa menjadi seperti sekarang ini :D.

Hidup itu tidak bisa dihadapi dengan keluhan. Mana ada orang yang sukses model begitu? Yang mudah tunjuk sana tunjuk sini atas segala kemalangan yang menimpa mereka? ;).

Suka tidak suka, harapan untuk hidup lebih baik, kesejahteraan seluruh negeri juga mau tak mau bergantung kepada kesuksesan pemerintahan kita :). Dan apakah ada gunanya kalau mereka sibuk berjuang, situ sibuk maki-maki? Begitu cara kalian menunjukkan kecerdasan dan kekritisan kalian? Segitu doang? :p.

Mengeluh memang mudah. Nyuruh ini itu, minta ini itu, menuntut anu anu, salahkan sana sini, tidak perlu mengerti masalahnya apa, tidak perlu mencari tahu solusinya gimana. Pokoknya mengeluh saja. Gampang ^_^.

Tapi sebenarnya ada pilihan lain kok ;).

Mari menjadi bagian dari solusi. Kalau tak bisa, doakan saja yang terbaik untuk negeri kita tercinta :). Tak hanya di saat langit tengah cerah – surya bersinar gagah, tapi juga saat awan gelap serasa memenuhi seluruh jarak pandang kita.

“TULISKAN DENGAN AKSARA-AKSARA API DI ATAS BENDERA YANG TELAH DIKIBARKANNYA. SEHINGGA TERANG BISA TERBACA DI SAAT TERANG, DAN LEBIH TERANG LAGI DI SAAT RINTANG-RINTANGAN YANG GELAP GULITA!”

(Bung Karno, Perebutan Irian Barat 1960)

Di saat benderang, pun saat gulita yang datang … tetaplah berharap yang baik-baik ;).

Kata motivasi pemuda
Gambar : pixabay.com
kawal pemilu 2019

Pertaruhan Besar Sang Presiden

Masyarakat menengah perkotaan kembali merintih. Yang tadinya meratap akibat penarikan penuh subsidi BBM dan dicabutnya sebagian subsidi tarif dasar listrik, sekarang teriak-teriak harga beras naik :p.

Kontras dengan jeritan mereka yang ngamuk-ngamuk mengapa sekarang semua serba mahal dan tentu saja tidak lupa mengutuk-ngutuk Pak Presiden, kabar gembira datang dari berbagai wilayah lumbung padi di tanah air ^_^.

Sementara yang di kota sibuk rusuh dengan pepesan kosong KPK vs Polri yang entah kapan berakhirnya (hahhahahaha), harapan para petani dan penggiat hasil sumber daya bumi tengah bersemi :).

Salah satunya dari Ponorogo, salah satu lumbung padi paling potensial di Nusantara. Sebanyak 527 ribu hektar sawah telah mempersembahkan hasilnya dalam PANEN RAYA PONOROGO beberapa hari lalu yang langsung dihadiri oleh Bapak Presiden dan Menteri Pertanian ^_^.

Sila ditonton videonya –> PANEN RAYA PONOROGO … NO IMPOR BERAS 2015! ^_^ https://www.youtube.com/watch?v=MKK43j4jlYY&feature=youtu.be

https://www.youtube.com/watch?v=MKK43j4jlYY&feature=youtu.be

Yang masih sakit hati sama Pak Presiden, jangan nonton videonya! Pasti akan makin membara dah hahahahaha. Karena seperti biasa, beliau muncul dengan gaya CIMAL-nya. CIMAL = penCItraan maksiMAL! :v :v :v.

Si CIMAL ini, dengan pakaian kebangsaan hitam putihnya, terlihat melepas sepatu dan kaos kakinya sendiri, melipat celananya sampai ke lutut, turun ke sawah, menenggelamkan betisnya ke dalam lumpur, ikut membajak sawah bersama para petani … seolah menyemangati petani, “Teruslah semangat berkarya, SAYA mendampingi di samping kalian!”

Sekilas terlihat ribetnya beliau saat melepas sepatu dan kaos kaki, karena beberapa petani berhasil meloloskan diri dari paspampres dan ingin menyalami beliau langsung. Beliau tidak pernah menolak uluran tangan siapa pun ^_^. CIMAL oh CIMAL :v :v :v.

Bagi hater, pemandangan ini tentu akan sangat “menyakitkan” :p. Buat lover buta macam emak-emak macam yang nulis, mungkin pengaruh hormon juga, menangis lho lihatnya hahahahahahahaha *hapusAirMata* :’).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, hampir selalu ikut hadir, ikut berkeringat di tengah-tengah ladang menyambut panen raya di mana-mana. Termasuk panen jagung yang dinilai cukup sukses di daerah Demak beberapa waktu lalu.

Dari video “Panen Raya Ponorogo” di atas, Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras dianggap MENCUKUPI kebutuhan nasional hingga akhir 2015 nanti. Dalam dialog langsung, masih dalam video yang sama, Pak Presiden menegaskan tekad pemerintah di hadapan petani bahwa “TIDAK ADA IMPOR BERAS 2015”

Lantas mengapa harga beras justru terguncang?

Pak Menteri sempat memberi jawabannya di awal video. Jawaban normatif banget sih, ya hehehehe :p. Maklum, Pak Mentan yang ini datang dari kalangan profesional, mungkin memang tidak begitu tersentuh isu-isu politik :D.

Dengan tenang beliau menjelaskan bahwa harga gabah kering sama sekali tidak menunjukkan kenaikan. Dengan harga gabah kering maksimum yang hanya 4500 rupiah per kilo (CMIIW, ya, kali salah dengar sayanya :D), seharusnya harga beras tidak akan melewati 8000-9000 rupiah per kilo. Namun, konon harga beras rata-rata sudah menembus 13000 rupiah per kilo.

Prasangka baik Pak Mentan mengatakan bahwa ini adalah masalah distribusi semata dan pihak Mentan sudah berkoordinasi dengan Bulog terkait masalah ini.

Masalah distribusi? Tidak juga nampaknya :D.

Dari hasil penelusuran (ala emak-emak dasteran lho yaaaa hihihihihihi), ternyata pemerintah memang punya sebuah program revolusioner. Swasembada pangan untuk 3 tahun ke depan!

Keseriusan pemerintah dimulai dengan pengalihan subsidi energi yang memang sudah tercermin dalam APBN 2015 yang sudah ketok palu per Januari kemarin. Aroma revolusi dalam penyususunan APBN tahun ini tenggelam dalam riuhnya kisruh kacangan dari ibukota, KPK vs Polri tadi :p.

Pemerintahan terkini akhirnya berani juga mencabut subsidi-subsidi energi habis pakai (full di BBM dan sebagian besar di listrik). Pengalihannya langsung tercermin dalam mega-mega proyek infrastruktur. Sebagian sudah tampak nyata dalam berbagai sumbangan traktor dan berbagai mesin-mesin modern pertanian yang sudah mulai didistribusikan kepada para petani di berbagai wilayah.

Di bagian akhir video “Panen Raya Ponorogo”, walau suaranya tenang, Amran Muhammad memperinci dengan tegas langkah-langkah pemerintah terkait masalah pangan. Termasuk pembangunan waduk, perbaikan irigasi dan pendampingan lebih terhadap usaha peningkatan produksi pangan. Semuanya sudah ketok palu di APBN 2015. Termasuk infrastruktur jalan berupa jalan-jalan tol untuk mendistribusikan hasil pangan dari satu daerah ke wilayah lainnya.

Menegaskan tekad pemerintah untuk menunjukkan keberpihakannya pada kaum agraris di tanah air, Presiden hadir langsung di Kalimantan Barat, bulan Januari kemarin.

Ini videonya ^_^ –> https://www.youtube.com/watch?v=sGlMiMc3vmo

https://www.youtube.com/watch?v=sGlMiMc3vmo

CIMAL pun kembali beraksi. Kembali dengan betis telanjang, dengan kostum mewah kebangsaannya :p, Pak Presiden ikut terbungkuk-bungkuk di ladang berlumpur, meresmikan “Gerakan Tanam Padi”.

Bersamaan dengan gerakan swasembada pangan, pemerintah pun menghapuskan subsidi-subsidi lainnya seperti pupuk misalnya. Sudah lama tercium aroma busuk dari rupa-rupa subsidi salah sasaran seperti ini :(.

Siapakah yang terpukul atas keseriusan dan langkah-langkah nyata yang akan dan telah diambil pemerintah? Para MAFIA IMPOR pastinya :p.

Sudah menjadi rahasia umum, para MAFIA ini bergerak dengan bebas selama ini. Segala macam diimpor! -_-. Termasuk GARAM! Sungguh menakjubkan, Indonesia sebagai salah satu negeri dengan garis pantai terpanjang di dunia MENGIMPOR GARAM!

Ibu Susi yang nyentrik sudah menegaskan INDONESIA harus swasembada garam akhir tahun 2015! Diterjang segala berita miring dan rupa-rupa prasangka buruk, kini Ibu Susi sudah mulai sanggup membungkam kaum nyinyirun. Konon, pasokan ikan level internasional terguncang akibat kebijakan-kebijakan beliau ;). Go Bu Susi, Go Bu Susi ^_^. Percayalah, waktu akan berbicara!

Di masa pemerintahan lalu, Menteri Kelautan di masanya, Fadel Muhammad juga sudah pernah lho mengkritik tajam impor garam. Tidak hanya ngoceh saja, Pak Fadel nekat menyegel berton-ton garam impor di pelabuhan! Sayang sekali, langkah Pak Fadel tidak “mendapat restu” dari elit-elit lainnya :(. Singkat cerita, garam impor terus menjajah tanah air dan menikam produksi garam dalam negeri. Sila digoogling sendiri apa yang terjadi pada Pak Fadel setelah kenekatannya tersebut ;).

Bu Susi bebas melenggang, tentunya karena dukungan penuh dari BOS BESAR lah ^_^. Satu visi, satu misi ^_^.

Para MAFIA tentu tak tinggal diam. Perlawanan demi perlawanan terus dilakukan. Siapa tahu, pergolakan harga beras di banyak wilayah tak lepas dari campur tangan mereka yang tak rela lahannya dipangkas oleh pemerintah? ;). Wallahu alam :).

Tak mudah jalan pemerintahan baru untuk menebas “kalangan MAFIA” yang sudah beroperasi dengan “nyaman” selama bertahun-tahun. Termasuk mafia anggaran :D.

Pak Presiden tidak tanggung-tanggung. Mafia anggaran langsung disikut di jantung terkuat negeri, di IBUKOTA! :D.

Banyak lho yang menyanjung AHok setinggi langit karena sudah berani melawan “mafia anggaran” dan dengan sinis menghina Jokowi karena dianggap tidak seberani Ahok. Polos sekali sih orang-orang iniiiiiiii hehehehe. Gemas, gemas, gemas :p.

Coba lihat di video ini, pengakuan Ahok sendiri, https://www.youtube.com/watch?v=Phv3xgXxtRg … Saat ditanya oleh wartawan, “Kalau sudah ada indikasi dari tahun-tahun sebelumnya, mengapa baru ribut sekarang Pak?”

https://www.youtube.com/watch?v=Phv3xgXxtRg

Dengan ceplas-ceplos, Ahok menceritakan mengapanya, cek dari menit 3 : 55 ^_^. Berbeda dengan Ahok, Jokowi memang lebih ‘tenang’. Sama-sama cerdik dan pemberani, kok mereka berdua ^_^. Bedanya, mungkin di level kesabaran saja hahahahahahaha.

Ahok berkisah, sebelum-sebelumnya, Jokowi memberi sudut pandang lain, jika dilaporkan di kurun waktu 2013 dan 2014 misalnya, “Presiden bukan orang kita, Jaksa Agung bukan orang kita, untuk apa…tidak akan ada hasilnya.”

Di situlah mungkin terpikir soal e-Budgeting. Bagaimana “mengunci” kesepakatan anggaran karena selama ini percuma diperkarakan. Pihak DPRD akan terus berkilah, “Lho? Yang nyusun anggaran kan Pemrov? Kami tidak tahu apa-apa!” :p.

Keberuntungan pun datang. Jokowi menyeberang ke Istana. Kini, Monas dikepung oleh Jokowi dan Ahok dari utara dan selatan :p. Inilah saat yang tepat untuk bergerak ;). Dengan restu Jokowi, Ahok akhirnya meledak! Hahahhahaha. Jadi, jangan lo kira Ahok itu panasan doang. Otaknya juga jalan kaleeeee. Tidak mungkin dia berani bertaruh sebesar itu melawan raksasa DPRD tanpa ‘beking’ penting yang menyokongnya. Segala tindak tanduk Ahok ya sudah diberi lampu hijau oleh Jokowi ;).

Kali ini, DPRD mau merengek ke mana? Hahahaha. Satu demi satu partai mulai ada ancang-ancang menarik diri dari hak angket. Negosiasi di tingkat elit pasti juga berjalan dong ;). DPP sudah mulai menyuruh perwakilannya di DPRD untuk mundur saja. Walau ada yang nekat, macam Pak Haji yang rambutnya belah tengah hihihihi, tinggal masalah waktu saja.

Kalau KPK lagi kena ‘drama’, ada Polri yang perlahan tapi pasti sudah mulai dikuasai oleh orang-orang dekat Pak Presiden. Mau lari ke mana lo? Hahahahahaha.

Tak sedikit yang mengira pertarungan antara KPK dan Polri adalah pertarungan murni antara yang kejahatan melawan kebaikan #eaaaaaaa. Yang terjadi sebenarnya adalah… pertarungan antar elit ;).

Cuma saja, “elit” yang berlindung dan memanfaatkan simpati yang besar dari masyarakat kepada KPK belum benar-benar berani menunjukkan belangnya saja :p. Petunjuknya mah sudah bertebaran di mana-mana dan sudah muncul satu persatu ;). Tinggal tunggu gong-nya saja ^_^.

Tekanan kepada Pak Presiden memang cukup berat. Masyarakat yang tadinya mendukung pun sekarang mulai goyah :). Tak bisa disalahkan juga. Para lover kan juga tekanannya berat. Sedikit-sedikit disuruh gigit jari, sedikit-sedikit disuruh gigit jari hahahahahahahha.

Apesnya, saya juga kena mention di mana-mana hahaha. Sudah banyak yang tahu, dimari fans Pakde versi garis keras. Garis super keras hahahaha. Bersamaan dengan masa-masa kritis tersebut, saya juga mengalami masalah pribadi yang menyebabkan harus menghilang sebentar dari dunia FB :p.

Tak sedikit yang panik dan kirim inbox juga lho hahahahaha. Ada apa dengan Jokowi? Mereka mengadu. Eike berasa pengamat politik *benerinDaster* :v :v. Saya hanya menyarankan kepada mereka yang mau bersusah payah inbox ke saya, “Kalau tak sanggup tabayyun dan bingung, leave it!” :). Simpel kan? Jangan termakan hasutan media :). Kecuali memang kalian punya fakta komplit ;).

Kalau hanya mengandalkan emosi, biasanya hitam akan menjadi putih, putih pun mendadak bisa jadi hitam. Jadi, hati-hati mengolah informasi 🙂 –> https://www.youtube.com/watch?v=KG0zvYPPtUE

Kalau pun dituduh tidak cerdas, tidak kritis, penggemar buta, ya apalah daya dan upaya saya :p.

Dalam banyak pengalaman yang telah lalu, kalau tak punya informasi akurat, berprasangka baik akan selalu menjadi pilihan yang terbaik ^_^.

Masih ingat ini? 🙂

Allah Merahasiakan Masa Depan
Untuk Menguji Kita
Agar Berprasangka Baik,
Merencana Dengan Terbaik
Berusaha Yang Terbaik,
Serta Bersyukur Dan Bersabar

Mengkhawatirkan masa depan sama SIA-SIAnya dengan menyesali masa lalu. Masa depan adalah tempat kita berharap, masa lalu adalah tempat kita belajar. Jangan sampai terbalik ^_^.

Untuk Pak Presiden yang kini katanya tengah mengalami penurunan pamor (menurut timeline di dunia maya sih hahahhahaha), ini adalah pertarungan yang harus dilewati ^_^. Bagian utama dari ujian kepemimpinan. Kan bapak-nya sendiri yang mau jadi presiden? Resiko tanggung sendiri :D.

Bukankah memang begitulah adanya bahwa “Hidup yang tak pernah dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan -Syahrir-”

Tekanan dari elit partai, tekanan dari publik dan media, bahkan menurunnya dukungan dari supporter setia pun, tidak membuat beliau patah arang. Tidak pernah rasanya saya mendapati berita, beliau mendadak curhat di publik hihihihihi :p.

Beliau tetap berkeliaran di segala penjuru negeri, tetap fokus di visi dan misi pembangunan terpadu untuk seluruh negeri ^_^. Coba saja lihat sepak terjangnya dari Januari sampai Maret ini. Jadwal blusukan jalan terusssssss. Situ mah bacaannya headline Detik sama Kompas melulu. Sekali-sekali ikuti perkembangan berita ekonomi secara luas lah ;).

Walau sesekali wajah kusut beliau pun tertangkap kamera. Tidak apa-apa ya, Pak. Tetap semangat mengobarkan semangat di setiap pelosok nusantara ^_^. Negari ini bukan hanya milik mereka, kaum menengah di perkotaan yang juga biasanya bagian dari penduduk dunia maya yang berisik hahahahahaha.

Simpan lelahmu dalam hati saja :).

Doa terbaik untuk pemimpin negeri semoga terus teguh memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Walau tentu tak mudah dan tidak mungkin untuk menyenangkan semua pihak :).

As they said,

The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy. -Marthen Luther King, Jr-

Stand still, Pakde. Stand still :).

Jokowi be the man

***

Baby 3 Parents – Issue, Who are We to Judge

Per 3 Februari 2015, secara resmi MPs (Members of Parliament) di UK meloloskan undang-undang untuk melegalkan seorang anak untuk terlahir dari mengkombinasikan DNA code dari 3 orang.

Isu “Baby-3-Parents” sudah menguak sejak awal tahun 2000-an silam. Dengan demikian UK menjadi negara pertama yang melegalkan praktik medis “Baby-3-Parents” ini.

Saya jadi tertarik menulis dan memberikan informasi terkait karena marak juga ya komentar “salah kaprah” alias asbun soal isu ini hihihihihi :p. Mulai dari tuduhan “melegalkan threesome” (hahahhahahaha, ngakak sampe mules :p) sampai komentar-komentar miring lainnya yang saya yakini, itu pasti yang komen pasti pada kagak ngarti dah apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Baby-3-Parents” ini :D.

Misalnya, “Astagfirullah, manusia mulai gila dan melawan tuhan” atau semacam “Semoga kita tidak terjebak dalam sesat pikir macam ini” etc, etc, etc :p.

Sampai kapan sih hobi asbun ini akan terus dibudidayakan? :(. Saya tidak dalam posisi mendukung pelegalan teknik medis ini. Cuma berusaha memberi sudut pandang lebih lengkap biar enggak gemas melihat reaksi-reaksi enggak nyambung menggempur dari berbagai arah :v :v :v.

First of all, “Baby-3-Parents” had nothing to do with any sexual activities macam yang ada di otak-otak kotor kalian yeeeee :p. Baby3P adalah pengembangan lebih lanjut dari proses IVF (In Vitro Fertilization) yang umum kita kenal dengan istilah “bayi tabung” ;).

Penelitian medis menunjukkan terdapatnya kalangan perempuan yang walaupun terlahir dan berkembang normal, mereka membawa gen pembawa penyakit-penyakit yang berbahaya semisal kerusakan otak, gagal jantung, cacat fisik permanen dan vital, dan sebagainya. Mereka ini diistilahkan dengan sebutan “Carrier”, pembawa gen.

A carrier is an individual who carries and is capable of passing on a genetic mutation associated with a disease and may or may not display disease symptoms. Carriers are associated with diseases inherited as recessive traits.
Carrier – Glossary Entry – Genetics Home Reference
ghr.nlm.nih.gov/glossary=carrier

Gen ini bisa mereka turunkan kepada anak-anak perempuan mereka. Anak-anak mereka bisa terlahir normal tapi akan menjadi “another carrier” yang akan terus berlanjut ke generasi selanjutnya. Kemungkinan lain, anak-anak dari para Carrier ini ya menderita cacat seumur hidup sesuai “kerusakan gen” yang diwariskan oleh ibunya :(. Begitu seterusnya.

Nah, sebuah tim medis di UK bertahun-tahun terus melakukan penelitian untuk memberikan alternatif lain untuk mencegah penyakit-penyakit berbahaya ini terus menerus menurun dari generasi ke generasi :). Jadi, tujuannya adalah untuk “menyelamatkan beberapa keluarga dari potensi memiliki anak cacat karena kelainan genetik tadi”.

Penyakit-penyakit yang dimaksud tadi, yang efeknya adalah cacat seumur hidup tanpa bisa diobati sama sekali :(, dikenal dengan nama “mitochondrial disease”. Ternyata, penelitian B3P menghasilkan sebuah teknik baru untuk menghindari si mitokondria-mitokondria “bermasalah” dari sang Ibu ini. Dengan cara mengambil sumbangan mitokondria-mitokondria dari perempuan lain yang “normal” (bukan Carrier).

Dari sinilah, muncul istilah 3 Parents :D. Karena DNA si anak, yang umumnya hanya diwarisi dari ayah dan ibu biologisnya saja, sekarang ada tambahan mitokondria dari perempuan lain.

Mitokondria adalah bagian dari DNA code. Hanya sekitar 0.05% dari susunan DNA. Mitkondria ini juga BUKAN bagian DNA Nuclear yang bertanggung jawab atas pembentukan karakter, sifat, warna kulit, warna rambut, ciri fisik terlihat lainnya, yang pastinya TETAP akan diwarisi dari orang tua “biologis”nya saja ^_^.

DNA Nuclear ini jumlahnya sekitar 22 ribu-an gen, sementara sekumpulan mitokondria tadi hanya sekitar 37 gen. Di video ini ada sedikit ilustrasi sederhana bagaimana proses pembentukan DNA si anak dengan metode B3P ini :). Monggo disimak di video berikut, ya. Mulai dari detik ke-55 … simulasinya jadi agak sedikit mudah dipahami oleh awam-awam medis macam kita-kita ini hehehehe –>

https://www.youtube.com/watch?v=oKHKRji1qzw

Tentu saja dalam praktiknya, ya pasti tidak sesederhana itu. Lebih rumit dan membutuhkan tingkat kehati-hatian super tinggi.

Salam hormat saya bagi mereka yang berkecimpung di dunia penelitian yang jauh dari gemerlap dunia semata hanya untuk perbaikan kualitas hidup manusia :). Ini pasti penelitiannya ribet minta ampun, menghabiskan waktu berapa ratus jam di lab, melototin hal yang sama tiap hari, bolak balik bereksperimen dengan hal yang itu-itu juga demi hasil yang lebih paten. Tak hanya butuh ketekunan luar biasa, tapi harus dipersenjatai dengan NIAT sekeras baja untuk terus mencoba dan mencoba. Salute.

Tentu saja, teknik medis seperti ini tak lepas dari kontroversial yang cukup tajam. This is very-very-very debatable. Bahkan untuk internal UK sendiri. Uni Eropa pun mulai bersuara dan bereaksi.

Dewan Gereja sejak awal terus konsisten MENOLAK pelegalan upaya medis ini. Concernnya terkait masalah etik dan pendekatan secara agama pastinya ya :).

Ahli-ahli medis di luar tim peneliti B3P pun tidak sedikit yang menentang keras. Efek samping atau jaminan “keamanan” atas bercampurnya mitokondria “donor” tadi dengan DNA nuclear sang orang tua biologis si anak adalah hal yang paling marak disuarakan oleh ahli medis yang kontra tadi. Ditengarai, efek sampingnya justru membuat si anak, secara fisiologis lebih mudah terkena penyakit-penyakit degeneratif seperti kanker misalnya. Semacam pepatah, lepas dari mulut buaya masuk ke mulut singa.

Tentu, banyak pertimbangan yang harus diambil terkait masalah ini. Dari sudut pandang agama, sudut pandang medis, sudut pandang orang tua di mana sang Ibu ternyata adalah Carrier, sudut pandang sosial, sudut pandang ekonomi terkait cost dan lain sebagainya.

So, please kindly have some mercy here :). Kalau sulit menerbitkan sikap simpati, setidaknya pakailah empati kalian. Jangan mentang-mentang punya anak normal, seolah urusan seperti ini menjadi bias dan membuat kita saklek mentah-mentah di satu sudut pandang. Let’s put ourself in those parents shoes :).

Tujuan awalnya sama sekali tidak ada kehendak untuk melawan Tuhan atau menciptakan individu-individu super yang melampaui kodrat manusia biasa heheheh. Soalnya ada juga yang kepikiran soal manusia mutan hahahhhahaha. Jadi ingat Donatello-Michelangelo-Leonardo-Raphael gak sih :D.

Memang sih, bisa saja, pelegalan teknik ini, jika tanpa pengawasan intensif, bisa berkembang ke hal-hal lain yang tidak diinginkan. Seperti kritikan tajam dari Dewan Gereja dan banyak pihak di UK sendiri, “Metode ini suatu saat akan menciptakan profesi-profesi baru seperti ‘designer bayi’ misalnya.” :(.

Tapi di video yang sama tadi, ucapan dari Dame Sally Davies (Chief Medical Officer for England), cukup patut untuk kita renungkan, “The parents want this… and I supposed the question is … why would we allow these families to still suffer when we have it in our hands to do otherwise?”

Muncul banyak pertanyaan penting seperti misalnya :

1. Apakah ibu dengan potensi Carrier tidak seharusnya dibiarkan melahirkan saja? Daripada terus-terusan mewariskan kelainan gen yang menyebabkan cacat vital tadi?

2. Apakah jalan aborsi bisa ditempuh jika kelainan sudah diketahui sejak janin?

3. Apakah memang Tuhan menakdirkan beberapa individu terlahir dengan cacat berat permanen sebagai penguji iman orang tua?

4. Dan apakah kita yang mungkin beruntung tidak ditakdirkan sebagai orang tua dari anak-anak cacat berat seperti ini tidak perlu memikirkan orang tua lain yang punya takdir ‘malang’ begini? Biarin ajalah, suruh banyak-banyak berdoa saja? Itu kan takdirnya dia. Orang mah punya takdir sendiri-sendirilah.

5. Atau jangan-jangan Tuhan sedang menguji perhatian dan ilmu kita? Bukankah konon semua penyakit itu ada obatnya?

6. Atau merujuk ke ucapan Dame Sally Davies di atas, “Mengapa kita harus membiarkan keluarga-keluarga ini terus menderita jika ternyata kita punya cara untuk mengakhirinya?”

Dan seterusnya, dan seterusnya …

Iya sih, this is very-very-very debatable. Semua pihak punya pembenarannya masing-masing.

Menurut saya, respons terbaik yang bisa kita berikan kalau tak mampu memberikan solusi, adalah … DIAM :). Ketimbang asbun pun ya hehehehe. Kalau pun tak mau tahu mungkin lebih baik. Ikuti saja berita dan perkembangannya. Ketimbang cuma baca judul dan langsung menghajar dengan komentar penuh prasangka? ;).

Who are we to judge :).

Saya sih tahu diri pengetahuan medis cetek, pengetahuan agama pas-pasan.

Kontrasepsi buatan saja sangat saya hindari hingga saat ini :D. Apalagi teknis medis tingkat tinggi model begini. Gak nyampe otak kecil ini untuk menyamainya hahahahaha. Untuk diri sendiri lho ya, tidak bermaksud menghakimi kalian yang memilih menggunakan kontrasepsi buatan ^_^.

Mungkin saya ini hokinya bagus, dengan kontrasepsi alami saja, alhamdulillah selama hampir 8 tahun ini sukses mengontrol jarak kelahiran. Allahumma Rabbana.

Rabbana innanā amanna, faghfir lana, dhunoobana wa-qinna ‘adhāāban-naar
(Our Lord! we have indeed believed: forgive us, then, our sins, and save us from the agony of the Fire)
[surah Ali’ Imran; 3:16]

Segala Pujian dan Kuasa hanya untuk Allah semata :). Saya mah apa atuhlah mau sok-sok bikin fatwa hahahahahhaha :p. Jadi, salam damai yaaaa ^_^, kontrasepsi buatan atau alami, yang penting keluarga sehat sejahtera selalu. Amin, amin ya rabbal aalamiin.

Again … who am I to judge :).

Who-am-I-to-Judge katiewebber com