Sangat terasa pertumbuhan pendatang muslim di kota tinggal kami di Republik Irlandia.
Mungkin saat datang pertama kali awal 2013 silam, hanya ada belasan keluarga muslim. Sekarang mungkin sudah 100 keluarga muslim di kota tepian Sungai Shannon ini.
Penduduk Athlone cuma sekitar 25 ribu. Lumayan banget lah bisa punya 100 keluarga muslim dari berbagai negara.
Cussss yang mau langsung lihat vlognya 😉
Keluarga muslim Indonesia di Athlone ada berapa? Cuma 1 keluarga doang cobak hahahaha. Gak papah, biar kenal-kenalan sama negara-negara lain ;). Banyak yang bisa di-kepo-in ye kaaaaannnn :p.read more
Dulu, dunia maya bergosip di forum-forum underground. Belum ada akun gosip segala macam. Juga ada rasa kikuk untuk menyebarkan di “luar”. Yah takut kena ban juga sih hahahahaha.
Rasanya juga kalau via forum, informasi dari berbagai arah dan bisa saling menyerang. Video-video yang terlalu pribadi masih ada rasa malu lah untuk disebar. Paling ngasih kode tipis-tipis. Beruntung punya ilmu IT dikit jadi bisa paham sama kode-kode begituan #ehGimana.
Misalnya si A berseteru dengan B. A diserang habis-habisan, datang info penyeimbang yang juga habis-habisan. Dan tidak ada pihak yang nyari uang secara langsung dari forum beginian. Paling pemasang iklan hahaha.
Tapi ini tetap kegiatan yang salah, yes?
Kini, bermunculan akun-akun di media sosial yang memang KHUSUS BERGOSIP. Mereka paham betul the bad news are the good news.
Bosanlah share-share sisi positif selebritis, tapi cobalah mengais segala informasi negatif tentang mereka, booommm, audiens menyimak dengan jauh lebih seksama .
Sialnya, SETIAP MANUSIA PASTI PUNYA KEKURANGAN. Pasti punya sisi kelam. Jadi akun-akun beginian leluasa sekali menjaring keuntungan materi dari hasil mencongkel bagian-bagian kelabu ini. Masa lalu juga tidak luput.
Suka sedih kalau ada yang masih pasang foto IK pas masih jadi artis panas padahal sekarang sudah berjilbab dan menjadi ikon “hijrah-hijrah club”.
Don’t get me wrong, kalau boleh jujur eike termasuk yang eneg dengan club itu hehehe. Cuma yah, masa sampai harus menebar aib personal begitu. Pula, people do changed, kan?
Yah, bayangin kalau aib kita juga diurek-urek. Bisa menang banyak itu mereka .
Apaan sih bisnis model beginian kok makin marak?
gambar : mariaelita.com
Yang paling baru soal video adegan masturbasi para artis. So far banyakan artis laki-laki. First question from me, emang ada ya laki-laki normal yang enggak pernah masturbasi?
C’mon ibuk-ibuk, upgrade your knowledge about this kind of thing. Jangan dikit-dikit tabu lah, tanda-tanda akhir zaman lah. Hare geneeeeee . Masturbasi dari ratusan tahun yang lalu bukan hal yang aneh.
Ranah-ranah privat sudah dihempas ke mana-mana. Smartphone yang disalahkan, media sosial yang dicela. Manusia itu robot kah? Inget loh, manusia (dewasa) itu bisa memilih!
Kalau aktif di medsos dipakek buat follow akun-akun LAMBE terus yang salah siapa? Handphone mu? Mark Zuckerberg? Twitter? Instagram? Whatsapp? Ada yang maksa?
Kecanggihan teknologi memang memungkinkan kita untuk “lebih iseng”. Tapi saya percaya, seringkali, hal-hal begitu dilakukan untuk konsumsi pribadi. Kalau ada yang menyebarkan, lah ituuuuu yang harus dicari! Siapa yang menyebarkan video-video pribadi model begitu ke hadapan publik .
Kecuali memang yang bersangkutan sengaja buat cari sensasi atau mengirim video begituan ke individu lain di mana individu ini merasa dilecehkan. Kalau begini, jelas harus dituntut hukum.
Makanya, sekali-sekali sempatkan nonton serial Black Mirror deh di Netflix. Nonton episode The Entire History of You. Bayangkan kalau ada chip yang tertempel di belakang leher kita di mana kita bisa rewind semua masa lalu, bisa di zoom, bisa di fast-forward, bisa diperlambat.
Hanya luka yang bisa muncul .
Karena sekali lagi, emang manusia mana yang tidak luput dari hal-hal negatif, sih? Situ malaikat?
Nonton White Bear, bagaimana kadang kita pengin menghukum pelaku kejahatan yang emang serem banget kejahatannya tapi kemudian kita terjebak untuk melakukan hal yang lebih jahat lagi? . Lebih Tuhan daripada Tuhan .
Nonton Nosedive, gimana kita suka maksa pengin geng tertentu buat pansos-pansos an, biar tergeret ikutan tenar, menelan semua pedih hanya demi bisa diterima karena ternyata kita bisa dinilai dari hal-hal seperti itu, literally. Ikutan bergosip biar dianggap asyik. Amit-amit.
Heran juga yang disalahkan malah gadgetnya, inovasi teknologinya. Berapa banyak hoaks yang tercipta sekaligus dipatahkan via media sosial?
Your finger, your choice, dong.
Dunia jadi terasa sangat hina, padahal seringkali yang dikeluhkan adalah persoalan dunia dari abad pertama (cuma dulu blom ada lambe dan share informasi sangat terbatas saja).
Ya gimana enggak terasa sempit batin dan stres sama ini itu, selalu yang terdepan memantau akun lambe-lambe an. Pikirlah sekali-sekali, kira-kira apa yang terjadi kalau kalian yang menjadi tokoh yang dibahas di kaun-akun begituan?
Mereka itu DAPAT UANG, kalian dapat apa? Merasa sedikit terhibur, merasa lebih baik, karena orang lain ternyata punya keburukan gitu, ya?
Kucuma mau bilang, dapat salam dari Syahrini yang dinikahi dengan mahar 40 milyar yang kemaren kram perut dibawa ke dokter pakai helikopter. She really knows how to mess up your life, no? Hahhahaha.
Salah satu memorable scene dari Film Ralph Breaks The Internet (sekuel dari Wreck It, Ralph!) adalah saat Ralph masuk ke sebuah ruangan yang dipenuhi layar monitor raksasa.
Sebelum masuk tertulis di depan ruangan, “Comments Here.”
Awalnya Ralph bangga dengan komentar-komentar yang memuji-mujinya. Lalu kemudian lemes membaca komentar yang jauh lebih kasar dan ternyata … buanyaaaaaak banget.
Bukan hanya di Youtube, di media sosial mana pun, kolom komentar memang baiknya dihindari sebisa mungkin buat kalangan seleb.
Kalau yang jelata macam kita mah, boro-boro mikirin komentar baik atau bangke, ada yang komen aja udah sujud syukur ??.
Ralph Breaks The Internet ngasih tahu dengan nyata model hubungan yang ada di dunia maya ini. Bagaimana sekat-sekatnya nyaris tanpa batas.
Saya pikir, transfer data secara global yang kini memasuki era 5G (lebih cepat lebih efisien dst dst) seharusnya makin memudahkan kita untuk terhindar dari emosi berlebihan hanya karena KETIDAKTAHUAN.
Seperti kata pepatah Arab, “Manusia membenci apa yang tidak diketahuinya.”
KETIDAKTAHUAN bercampur pula dengan rasa inferior. Terlebih buat kita bangsa Asia yang entah gimana kalau lihat yang hidungnya mancung, wajah-wajah kebule-bulean, keberpihakan bisa otomatis berada di sana.
Kita tidak segan-segan menertawakan wajah orang lain (selebriti sekali pun) yang menurut kita “kampungan”.
Kuteringat teman-teman yang menikah dengan bule yang mana dia dipuji-puji oleh kerabat suaminya sebagai perempuan yang eksotis dan seksi. Terus dia marah-marah kalau liburan ke Jakarta disangka pembantu anaknya yang memang gen bulenya jauh lebih kental hahahaha.
Syahrini sadar betul. Bertarung di dunia hiburan berat. Berapa banyak diva dengan suara cetar membahana manja khatulistiwa tapi terhempas begitu saja dalam waktu singkat.
Sejak awal Syahrini membangun segmentasi kliennya secara khusus.
Sobat-sobat misqueenku pasti bingung, dia dapat uang dari mana wong kalian merasa gak pernah ngundang-ngundang dia secara off air. Ya memang pasarnya dia bukan kalian dong ah, yang kalau lihat skincare 500 ribu saja bisa pingsan di tempat ya kaaaaaan ???.
Padahal Syahrini ini punya youtube channel yang membuka banyak kehidupan pribadinya. Tapi kalian gak punya waktu dong ah melihat kehidupan pribadinya yang tidak penting itu.
Tapi tentu punya banyak waktu untuk mencibirnya .
Beberapa kali diwawancara, dia ngomongnya normal. Kelihatan kalau dia bukan perempuan tolol modal permak sana sini seperti persangkaan orang-orang.
Orangnya rileks banget, “Foto saya dibikinin meme ditabrak truk dan dipasang di tempat sampah. Mama saya istighfar tapi saya ketawa-ketawa. Itu kan lucu banget. Ada juga yang saya dijadiin pizza, dijadiin kurungan ayam. Lucu-lucu semua.”
Beda dengan seleb lain yang pepet-pepetin bapak pejabat, Syahrini malah dekat dengan ibu-ibunya. Dia paham betul, “Man is the head of the family but woman is the NECK!” ???
Makanya jangan heran tiket konser yang cuma 25 juta ya SOLD OUT juga. Tarif off air nya Syahrini itu normal ratus-ratus juta. Private party lebih mahal lagi.
Dibesarkan dalam keluarga berada dan terpandang, dia mungkin sudah terlatih berhadapan dengan orang-orang super kaya. Dese bukan gadis kampung lusuh, Sis hehehe.
Therefore, namanya menggema dengan akbar di kalangan ibu-ibu sosialita kelas super atas. Ya kalian juga enggak kenal mereka, wajar kalau julid dan menuduh Syahrini artis tidak laku hahaha.
Teman-teman sesama artisnya ya tahu banget siapa Syahrini. Makanya, dia itu dipepet sana sini oleh banyak kalangan artis. Dipepet di depan, digosipin di belakang hahahaha.
Ya siapa yang tidak cemburu dengan acara off air nya yang bisa berkali-kali dalam satu hari. Belum lagi bisnisnya di mana-mana.
Dese dari keluarga pengusaha + ulama. Walau menurut kalian wajahnya kampungan mirip Soimah + sok alim gak jelas.
Memangnya kenapa lagi dengan Soimah? Soimah itu juga musisi papan atas loh, ulet dan pekerja keras, serta sangat murah hati dari segi materi.
Orang berusaha menghina Syahrini dengan menyama-nyamakannya dengan Soimah. Padahal mereka berdua memang sobat dekat dan Syahrini sering menyebut Soimah sebagai, “Kembarannya Incess” dengan akrab .
Don’t waste your time untuk JULID. Berrtahun-tahun IGnya digempur komentar-komentar kasar, orang-orang yang sedari dulu menertawakan cita-citanya untuk menikah dengan pangeran impian, apa yang Syahrini lakukan? DIBACA AJA KAGAK! Hahaha.
Paling di-delete + diblokir sama admin/manajemennya dia hihihihi. Kalian dapat dosanya doang. Sementara Incess mengudara dengan fenomenal di atas pesawat jet sewaan sambil ketawa-kewata dengan ponakannya dan berbaring manja di pangkuan ibunya.
Hidupnya yang mungkin menjengkelkan bagi kalian tapi juga dipenuhi dengan doa-doa ribuan anak yatim yang disantuninya jauuuuuhhh sebelum kalian kenal dia .
Mau menghina adiknya? Numpang hidup dari Syahrini? Cek dulu siapa suami adiknya .
Balik ke film Ralph, waktu Ralph dinasihati untuk tidak membaca komentar dan fokus ke karya saja, Ralph mengaku tidak peduli. Karena dia memang fokusnya untuk Vanellope saja, sahabat terbaiknya. Bodo amat orang mau komentar apa.
Ya mungkin sama.
Benteng terkuat seorang Syahrini menghadapi komen-komen cetar super silet membahana manja (hahahaha) itu … adalah KELUARGAnya.
Manajernya yaitu adiknya sendiri yang selalu siap pasang badan untuknya. Ibunya yang terlihat selalu lempeng tapi kata Syahrini selalu menangis kalau mendengar komentar orang tentang anaknya. Ponakan-ponakannya yang lucu-lucuuuuuu. Asisten-asistennya yang diperlakukan seperti saudara.
I wonder why you have to waste your time to hate her so much, sih. Kalian dirugikan apaaaaaaa. Dia toh tidak korupsi, dia tidak pernah hate speech ke siapa pun, masalah jodohnya?
Kalian tahu apaaaaaaaa ???.
Rileks sajalah. Masalah jodoh seperti itu banyak kok dalam kehidupan kita sehari-hari. JODOH itu rahasia Ilahi.
Mungkin jejak-jejak dari doa-doa anak yatim atau dari kewolesannya menghadapi hater, Syahrini dapat berkah khusus dari Tuhan. Mungkin saja, kan?
Mending ambil prinsip hidupnya yang baik-baik, “Pantang ngomongin orang. Gak mau ambil pusing sama hater. Kerja, kerja, kerja.” #cebbieOnDutyhahahaha.
O ya, kenapa banyak Jokower yang julid ternyata konon karena Syahrini pendukung 02 hahahaha. Ya terus kenapaaaa, kan dia gak pernah jelek-jelekin Pak Jokowi deh, ah. Masa gak boleh orang lain dukung 02? Itu juga katanya. So far dia tidak pernah terbuka soal capres.
Kekurangannya Teteh Princess? Ya pasti ada dooong. Tapi gitu-gituan tanyak ke haternya aja. Dari 100 kekurangan Syahrini, mereka pasti bisa nyebutin 1000 ???.
Selamat menjalani hidup baru setelah beberapa kali gagal, but this one is really a catch . Bahagia selalu, tetap sayang keluarga, tetap banyak sedekah, tetap rendah hati . Semoga langgeng, aamiin.
96 adalah film India Tamil terbaru yang saya tonton. Saya posting trailernya minggu lalu di akun Facebook saya.
Terus nanyain rekomendasi film-film India yang lain hahahaha. Duh, saya nonton film-film di luar Hollywood itu based on recommedation aja, Kakaaaaa . Itu juga saya tungguin banyak yang komen apa enggak.
96 ini bukan film Bollywood (Bombay-Hollywood) yang basisnya di wilayah belahan utara India yang umumnya berbahasa Hindi. Yang ini film India Tamil.
Nah, ternyata wilayah lain di India juga punya produksi film sendiri. Termasuk wilayah Tamil di selatan. Dari Tamil juga banyak lahir film-film berkualitas level dunia.
Film-film berbahasa Tamil berpusat di Kota Kodambakkan (Chennai) jadi disebut KOLLYWOOD. Ada juga TOLLYWOOD yang berbahasa Telugu. Ini juga dari selatan India pusatnya kira-kira di Hyderabad City.
Industri film India memang makin kokoh. Ditopang dari berbagai wilayah, bukan hanya dominasi Bollywood saja.
Beda dengan kita, India sebenarnya tidak punya bahasa Nasional. Bahasa pemersatu mereka ya Bahasa Inggris hihihihi. Saya juga baru paham pas tinggal di Ireland karena temenan sama mereka.
Orang-orang dari wilayah selatan umumnya jarang yang bisa berbahasa Hindi. Kalau ketemu dengan sesama India yang dari New Delhi ya mereka berbahasa Inggris biasanya.
Tidak hanya bahasa, secara fisik juga agak beda. Lama-lama tanpa cek Google pun, saya terasa sendiri perbedaannya. Orang utara lebih putih dengan hidung mancung, mirip-mirip ras Arab. Yang selatan kulitnya lebih gelap dengan bentuk hidung lebih lebar. Ada juga yang hidungnya runcing, sih.
Makanya kalau nonton film “96” pemeran utama lakiknya ya jangan bayangin yang kayak bintang pria India pada umumnya yang kebanyakan kita ketahui adalah bintang-bintang Bollywood.
Justru di sini ya istimewanya film 96 ini. Saya juga nontonnya gak ada ekspektasi apa-apa selain penisirin .
Sekitar 8 menit pertama sudah tahan napas nonton scene-scene yang ternyata menggambarkan profesi si Ram (Vijay Sethupathi), pemeran utama pria.
96 ini fokus di reuni 20 tahunan temen-teman lama di lulusan SMA yang sama. Ceritanya ketebak banget, kok. Saya gak pernah baca spoiler dari setengah jam pertama saja sudah mampu merakit sendiri plotnya dalam pikiran.
Tapi itulah keunggulannya. Plot es-te-de banget, nothing special. Pemeran prianya ya ampun secara fisik biasa banget. Beda sama Rangga AADC yang saya sendiri gak terlalu ngikutin ceritanya tapi ngefans lebih karena Nicolas Saputranya hahahaha .
96 juga tidak menyajikan dialog mendayu-dayu yang quotable segala macam. Percakapan biasa bangeeeeet. Mengalir gitu aja. TIDAK ADA yang puitis nganu-nganu macam, “Kulari ke pantai kubelok ke hutan” gitu-gitulah.
Ini bandingin sama AADC karena ceritanya fokus ke Ram dan Janu (Trisha Khrisnan), dua teman SMA yang naksir-naksiran.
Walaupun pemalu depan Janu, Ram bukan tipe lakik yang suka baca buku diam-diam di gudang sekolah dan tidak punya banyak teman. Ram mah temannya banyaaaaak. Bukan tipe yang populer banget-banget juga sih. Ya anak SMU kebanyakan gitulah pas sekolah.
Skenario standar tapi akting pemain-pemainnya, baik versi remaja vs versi dewasa itu looohh yang bikin emeeeessssshhhh. Saling menatap aja itu kita sudah keliyengan nontonnya.
Sudah ketebak banget endingnya tapi tetap napsu nonton ampe abis. Nyaris tidak ada airmata tapi bapernya sampai ketusuk-tusuk dalam hati. Malah meweknya (walau dikit kok yaaaaa ) pas Ram masukin baju-bajunya Janu ke dalam koper.
Kasih sayang antara Ram-Janu juga tidak digambarkan dalam hubungan fisik sama sekali. Duh, pegangan tangan aja ribeeeet. Janu sengaja naruh tangannya di persnelling mobil biar kepegang sama Ram yang lagi nyetir. Gitu doang.
Banyak nyanyi-nyanyinya karena Janu diceritakan seneng nyanyi dan suaranya bagus. Tapi malah menyatu dengan cerita banget. Makin tersayat-sayat, yes? Hahahahaha.
Karena ini settingnya cuma satu malam saja plus banyak flashback, di beberapa bagian mungkin akan terasa membosankan. Mungkin.
Jangan bayangin mereka yang patah hati dan terpenjara keadaan atau korban keangkuhan dunia bla bla bla lho, ya.
Nope. Ram is happy, Janu is completely okay with her life. Tapi chemistry mereka saat bertemu terjalin kokoh tanpa perlu cipok-cipokan sama sekali .
Walau ikhlas dan bahagia menjalani takdir masing-masing, tetap saja kita tercabik-cabik pas adegan di bandara itu.
Terlepas ‘fisik’ pemain yang jauuuuhhh dari kata ganteng versi Indonesia, karakter Ram ini love-able bangeeeeettttt. Anak rohis mungkin waktu SMA #eh hahahahahaha .
Adegan favorit waktu Janu bertanya kepada Ram, “Kamu masih perjaka, ya, Ram? Holy shit!” ????
Endingnya juga sangat realistis. A lil bit painful tapi kita tahu semua akan baik-baik saja
Kusenang tema-tema rileks begini. Adegan percakapan-percakapan di WAG di grup-grup alumni yang kekinian banget, minus perdebatan politik dong ya hahahaha.
Beda dengan Andhadhun yang menghentak-hentak, 96 ini lebih maniiiiiiis .
Selamat menonton. Mayan lah buat bulan Valetine nih hihihihi.