baju bodo modern by dadagaya collection

SIPAKATAU – SIPAKAINGE – SIPAKALEBBI

Ini saya share lagu Lenggang Puspita, kalian udah lahir belum pas lagu ini dirilis, Gaeeeessss 😁😁😅😍.

Sukaaaaa banget lagu ini dulu. Gara-gara bolak balik dinyanyiin sama kakak saya yang no.4 (kakanya banyak jadi pakek nomor-nomor hahahaha). Lagu festival apa ya dulu ini.

Salah satu mahakarya dari Guruh Sukarno Putra 🤩.

Lagu ini sering digunakan buat menari atau fashion show baju-baju adat khas Nusantara. Seneng liat baju-baju tradisional berbagai suku di Indonesia di videonya. Pas sama lagunya 🥰.

Waktu menikah dulu, teringat ribetnya harus mengadakan acara sampai 2 hari untuk mengakomodasi ADAT BUGIS dan ADAT MINANG hehehehe. Tapi sekarang puas banget kalau lihat foto-fotonya lagi 😍😍😍.

Kami tu macam pepatah, “Asam di gunung, garam di laut, bertemu di periuk.”

Our wedding (2007) Baju Bodo (baju adat Sulawesi Selatan)

“Bujang MInang, Gadis Bugis, bertemu di kampus Depok” 😁🥰. Kisah cinta yang melibatkan 3 pulau besar di Nusantara (Sumatera-Jawa-Sulawesi) dan terus berlanjut sampai ke berbagai benua dst. Aamiin <3.

Daku bukan orang Minang, yaaaaa. Masih ada aja yang nyangkain saya ini orang Sumatera.

Daku Bugis 100%, lahir dan besar di Kota Ujung Pandang (nama Kota Makassar dulu), lulus SMA baru merantau sampai jaaaauuuuhhhh 😅😅.

Indonesia ini memang sukunya buanyaaaakkk banget. Provinsi asal saya saja, Sulawesi Selatan, memiliki banyak suku.Yang terbesar ada 4 : Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar. Tapi sebagian besar wilayah Mandar sudah memisahkan diri menjadi provinsi Sulawesi Barat.

Jihan Davincka Anniversary Note
Our Wedding Reception : Baju Adat Minang

Orang-orang dari suku Bugis-Makassar-Mandar memang mayoritas muslim. Tapi Suku Toraja mayoritas Nasrani (Protestan). Jadi jangan sotoyyyy bilang di Sulsel itu tidak terbiasa hidup berdampingan beda agama 🥰🥰🥰.

Kamu yang sok tahu, sayangkuuuuu. Saya memang anak Makassar asli, jadi berani mengkritik yang lagi ramai kemaren karena background saya memang “pas”, bukan asbun dan sok-sok pake asumsi macam-macam 😘.

Anyway, Mama saya itu Bugis – Enrekang. Enrekang suku beda lagi. Beda bahasa juga. Jadi kesempatan untuk menjadi polyglot sangat besaaaarrr di Indonesia hehehe.

Tapi saya cuma bisa bahasa Bugis. Bahasa Makassar cuma dikiiiiiittt. Bahasa Enrekang gak ngertiiiii 😅😅😅. Sehari-hari di Kota Makassar, kami berbahasa Indonesia dengan aksen khas sana.

Salah satu ciri khas bahasa Indonesia logat Makassar itu adalah berbagai KLITIK (semacam imbuhan/singkatan) seperti : ka-ki-mi-pi-na-di’-ji-to dst dsdt.

Jadi beda-beda itu artinya :

Makan ki’ – Makan ka’ – Makan to – Makan di’ – Makan na – Makan pi – Makan ji – Makan mi – dst dst.

Bahasa Bugis untuk kata makan = Manre. Bahasa Makassar untuk kata makan = Nganre. Sekilas sama, tapi cuma beberapa kata itu doang, sisanya mah beda bangeeettttt hihihihi.

Sementara suami saya itu yang orang Minang asli. Tapi lahir di Yogyakarta, kemudian tinggal di Muntilan 5 tahun, pindah ke Pamekasan 4 tahun, terus lanjut 4 tahun di Nganjuk, barulah kelas 2 SMP pindah ke Jakarta.

Peta Indonesia

Jadi suami tuh fasih berbahasa Minang dan berbahasa Jawa. Sedikit-sedikit dia masih ingat bahasa Madura hehehehe.

Setelah menikah, sejak merantau, saya selalu berbahasa INdonesia dengan aksen Sulawesi kalau di rumah, termasuk ke suami. Lama-lama dia jadi ngerti sendiri kalo saya ngomel,

(Aduh buruan mandi sana, yang kayak gini nih yang bikin kita jadi terlambat. Sudah bangun dari tadi, enggak mau gerak).

“Edede pergi mako mandi ka itu semua mi yang bikin orang terlambat kasiang. Bangun mi dari tadi, ndak mau inji goyang-goyang.” 🤣🤣🤣🤣

Seru ya jadi orang Indonesia 😁. Macam-macam bahasanya, dari bahasa yang sama pun, aksennya bisa beda-beda, baju daerahnya rupa-rupa 😍😍😍.

baju bodo modern

Sudah lamaaaa sekali kita terbukti sanggup hidup berdampingan sama-sama dengan berbagai keragaman begini, termasuk agama!

Jadi kalau ada yang coba-coba mengusik, coba-coba main klaim-klaim, terjebak dalam isu usang mayoritas-minoritas… HEMPASKAN! 😎😎😎

Orang bugis punya sebuah kearifan lokal – SIPAKATAU – SIPAKAINGE – SIPAKALEBBI

SIPAKATAU (saling menghormati)

Kewajiban menghormati orang lain tanpa memandang label apa pun. Mungkin karena ini juga, dalam budaya Bugis keluarga kami, tidak terlalu umum panggilan khusus kepada saudara lebih tua.

Semuanya pakai NAMA langsung hehehe. Sebagai pengingat mungkin, kesetaraan saling menghormati terjalin 2 arah, tidak memandang usia ;).

Buat budaya Minang suami saya, ini cukup bikin dia syok hahaha. Ya sama. Saya juga stres, banyak kali panggilan dalam adat Minang, Abang-Uda-Ajo-Pak Tuo-Mak Tuo-Pak Ete’-Mak Ete’ – Pak Dang – Mak Dang dst dst.

My Wedding : Suntiang Padang hehehe

Paniang kapalo 🤣🤣. (Paniang kapalo, bahasa Minang = Pening kepala).

SIPAKAINGE (saling mengingatkan)

Saling mengingatkan, saling ngasih tahu, demi terjaganya keharmonisan dalam hubungan.

SIPAKALEBBI (saling memuji)

Sudah sifat alami manusia, senang dipuji :). Selalu ada rasa ingin dihargai. Jadi sipakalebbi ini sifat saling menguraikan kelebihan antara 2 orang atau lebih.

Lah, yang suka nge-gas kan Mbak yang nulis. Iya juga ya 🙈🙈🙈🤣🤣🤣.

baju bodo modern by dadagaya collection
liburan ke Spanyol Kota Segovia

Liburan ke Spanyol : Jalan jalan ke Kota Segovia

Liburan ke Spanyol adalah wacana Summer holiday tahun ini hehehe ^_^. Bukan wacana lagi, sih, wong udah kejadian ya :p.

Tadinya bulan Juli tapi dimajukan ke bulan Juni. Pas, deh. Soalnya bulan Juni suhunya masih adem.

Spanyol, apalagi area Madrid (yang jauh dari pe-pantai-an) terkenal dengan suhu puanassss jelang Juli-Agustus. Bulan Juni, 5 hari kami di sana, maksimalnya paling 32 derajat, itu juga masih pakai angin sepoi-sepoi ;).

liburan ke Spanyol kota Segovia
Bersama #BOY1 di Segovia, abis lunch nih mau balik ke Tourist City Center

Tapi uniknya, pas malam dan pagi hari ya dingin juga. Malam-malam bisa 10-12 dercel. Pagi-pagi baru bangun pelan-pelan naik ke 15 dercel. Jam 11 an sudah mulai di atas 25 dercel. Sedap juga perubahan cuacanya hehehe.

Madrid memang bukan tujuan wisata utama Spanyol. Semua juga pasti ngincernya Barcelona. Tapi karena harga tiket kurang bersahabat, kita ke Madrid dulu aja deh :p.

Tapi di sekitaran Madrid juga banyak kota-kota wisata yang cukup popular, misalnya Kota Segovia ini.

liburan ke spanyol ke kota Segovia
Alcazar de Segovia, full team! Hehhehe

Di Segovia langsung menuju area Plaza Mayor (pusat kota buat turis-turis). Parkir aja deket situ, terus muter-muter seharian.

Tujuan pertama ke Aquedact dulu. Bangunan bertingkat-tingkat ini ternyata saluran air di masa lampau. Gile, kepikiran juga ya orang-orang zaman dulu mengalirkan air. Sudah canggih (y).

Sementara di era terkini masih ada aja yang ngambil air pakai ember bolak balik (di wilayah India kalau gak salah).

Btw, kalau mau langsung cuuusss ke vlognya, monggooohhhh 😀

https://www.youtube.com/watch?v=rznidkSo3vI

Aquedact ini sekarang masih berdiri megah. Kereeeeeen. Puas deh foto-foto sana sini walau sambil ngejar-ngejar anak hahahaha.

Dari Aqueduct terus makan siang dulu. Surprisingly, di kota yang tidak terlalu besar ini, ADA RUMAH MAKAN HALAL! Deket banget dari area turis walau sedikit menjauh ke bawah. Jalan kaki cuma 10 menit an kok dari area Aqueduct.

Satu hal tentang Spanyol yang juga menyenangkan adalah HARGA-HARGANYA YANG MURAH. Makan kebab cuma 5-6 euro sudah buanyaaaaakkkk banget, sudah komplit sama minum dan kentang goreng segabruk. Itu bisa berdua kalau saya mah *benerinKorsetSiEmbakYangTakutEndutIni* hahahaha.

Ketemu embak-embak kece seksi yang bikin suami ‘gelisah’ benerin duduk mulu hahahaha *toyorSuami*.

The Latinas ini emang ‘bahaya’ :p. Depan belakang atas bawah super ADUHAI *nelenLudah*.

Eh, ternyata muslim boooo mereka berdua. Baca Bismillah keras-keras sebelum makan :D. Mungkin campuran Arab. Sekilas Arab dan Latin kan emang ada miripnya loh ;).

Banyak loh kata-kata dalam bahasa Spanyol yang sama dengan bahasa Arab. Beras = arroz = arrouz, kemeja/baju = camisa = kamiisun, dst dst dst.

Sebenarnya, kita ini, walau sudah terpecah dalam berbagai ras/suku/agama kalau dicari-cari lebih banyaaaaaakkkk samanya daripada perbedaannya ;).

Kenyang habis makan dan ngecengin embak-embak yang duduk depan kita (hahahaha), kami kembali ke area Plaza Mayor, naik ke atas dikit, menuju Alcazar de Segovia. Bangunannya baguuussss, konon Menara Disneyland yang tenar itu mengambil arsitektur salah satunya dari Alcazar yang ini :).

Dari Alcazar, baru deh turun lagi dan muter-muter Plaza de Mayor of Segovia.

liburan ke Spanyol Kota Segovia
Salah satu lokasi di dalam kastil Alcazar

Jam 5 sore itu udah capek b angat dan maunya langsung balik Madrid (kami menginapnya di Madrid terus 5 hari itu). Tapi suami maksa ke San Lorenzo mau lihat bangunan terkenal di sana.

Kita lupa hari itu hari senin, banyak museum yang TUTUP zzzzz -_-.

smartcapture

Akhirnya mampir makan churros di kafe-kafe sekitaran pusat turis San Lorenzo itu. Makanya, muka si emak ditekuk pas ketangkap kamera lagi nunggu makanan datang di kafe. Lagi kesel booooo hahahahha. Abis eyel-eyelan ama suami :p.

Despite kesel karena kecapean, tt was one fine day in Segovia and San Lorenzo ;). Jam 7 malam heading back to Madrid, dan mentok di apartemen (kami menyewa apartemen via air BnB) sampai malam. Anak-anak nonton, papa mamanya pacaran hahahahahaha :p.

Pokoknya kalau main ke Madrid, mampirlah ke Segovia ini. Sekitar satu setengah jam-an dari Madrid ;). Selama di Spanyol, kami memang menyewa mobil full 5 hari karena mau muter-muter ke kota lain di luar Madrid.

dav

IDEALISME OKE SAJA, TAPI …

Jadi begini … ada orang-orang yang sebenarnya berusaha menyampaikan sesuatu yang tujuannya baik, tapi somehow dengan cara yang wakwaw :p.

Misalnya berusaha untuk bilang bahwa banyak jalan menuju kesuksesan. Tidak harus sekolah formal. Betul itu. Sepakat satu juta persen saya mah. Tapi ujungnya kok ya mau ngenyek orang-orang yang memperjuangkan anaknya untuk sekolah favorit atau ngeledekin lulusan Perguruan Tinggi Negeri.

Mereka lalu ngalor ngidul ngobrol betapa hancurnya mereka pas kuliah dan gak dapat apa-apa. Ya itu lu aja kali ;). Itu masalah pribadimu. Bukan jadi alasan untuk melemahkan orang-orang yang ingin menempuh “jalur” masa depan yang itu ;).

Terus tidak jarang membawa-bawa orang-orang seperti Bu Susi yang katanya cuma lulusan SMP.

Dear, Ibu Susi putus sekolah bukan karena mau rileks, mau santai, gak mau dikejar-kejar ini itu. Beliau juga bukan keluarga orang susah yang tidak punya biaya bla bla bla.

Beliau menghentikan langkahnya di sekolah formal lebih karena beliau SUDAH TAHU MAU NGAPAIN. A very huge passion di bidang maritim. Sejak dulu.

Atau gak tanggung-tanggung, ADA yang ambil contohnya Bill Gates dan Mark Zuckerberg ???.

Yang digadang-gadang seringnya mentok di Bu Susi doang. Memangnya ada berapa anak putus sekolah yang ujug-ujug jadi Menteri?

Ini tuh kasus yang ibaratnya “one in a million” di Indonesia. Eh, dijadiin kek contoh kehidupan sehari-hari. Sehat? :p

Kalau mau adil, BIKIN STATISTIKAnya berapa anak-anak putus sekolah yang bisa se-mentereng Bu Susi dan berapa anak-anak putus sekolah tidak seberuntung itu?

Atau ambil contoh, “Tuh lihat temen gue, cuma lulusan SD, eh sekarang punya usaha. Karyawannya anak kuliahan. Ngapain lu sekolah tinggi-tinggi?”

Memang lu kira lulusann Perguruan Tinggi Negeri enggak ada yang bisa menggaji orang, enggak ada yang bisa bikin perusahaan? ????

Perlu dibikin statistiknya juga mungkin? 😉

Saya juga tidak suka kalau sebagian orang terlalu memuja profesi PENGUSAHA dengan jargon andalan, “Jangan mau jadi karyawan seumur hidup!”

Dikira modal kemauan doang bisa sukses jadi pengusaha. Disangkanya tanpa kewajiban kerja dari jam 8 sampai jam 5, pengusaha hidupnya tidak lebih mumet dan pasti uangnya lebih banyak daripada karyawan.

Kalau soal pemenuhan biaya hidup, apa pun pilihan jalan hidupmu, semua tergantung gaya hidup ;).

Mau jadi pengusaha penghasilan berapa juga, selama pasaknya lebih besar daripada tiangnya ya pasti roboh, Bro dan Sis?.

Jadi pengusaha oke, jadi karyawan oke. Tidak ada istilah siapa yang lebih keren siapa yang lebih nganu. Kerja keras, karakter, cara menghadapi hidup yang akan lebih banyak berbicara.

Idealis boleh. Bagus itu (y). Tapi jangan sampai terjebak nyinyir gak guna.

Paling kurang respek juga dengan komentar seperti, “Si Anu cuma tamatan SMP bisa dapat 80 juta sebulan. Si Ono lulusan luar negeri sampai S3 10 juta gak nyampe.”

Memangnya ukuran KESUKSESAN itu dari penghasilan doang. Cara berpikir macam apa itu. Punya duit 1 trilyun pun bukan jaminan kamu bisa masuk S3 dan kuliah sampai lulus, Sayangkuuuuu <3.

Itulah makanya suka meremehkan institusi pendidikan karena apa-apa duit, apa-apa duit :p. ILMU (tentu definisinya luas) itu juga HARTA. Like I’ve said before, HARTA yang menyenangkan untuk dibawa ke mana-mana karena tidak memberatkan. Sifatnya yang spesial, kalau dibagi ke orang lain di kita malah bertambah.

Memang ada orang-orang yang diciptakan dengan TALENTA jauh di atas rata-rata dilengkapi dengan PASSION luar biasa dan fokus di satu bidang.

Maksud saya bukan hanya sekadar chef misalnya. Tapi lebih spesifik.

Saya pernah nonton kompetisi masak-masak ada chef yang jagooooo banget bikin aneka jenis barbeque. Sekilas dilihat remeh. Tapi ternyata memang skillnya gak main-main (y). 
Barbeque doang yang saya kira cuma bakar-bakar gitu-gitu doang.

Yang lebih susah, cake decoration. Saya kenal salah satunya. Mbak Sisi di Texas. Baru-baru ini dia pasang foto hamburger, heran juga saya kok tahu-tahu posting foto receh beliau hihihi. Eh, baru sadar pas baca caption … ITU KUE!

Memang bukan pertama kalinya kami dibikin terkecoh. Kue SEPATU NIKE dan TAS juga dulu menggemparkan.

Enggak perlu sekolah-sekolah, kursus sana sini, banyakan otodidak doang. Monggo ceki-ceki sendiri di fanpagenya Michelle Sie.

Nih, beberapa karya Mbak Sisi 😀

Di bidang musik mungkin ada Addie MS dan Purwacaraka. Addie MS kalau tidak salah menentang keinginan sang ayah yang tidak ingin dirinya berkarier di bidang musik.

Lulus SMU, Addie MS memutuskan total bermusik. Susahnya waktu itu cari sekolah musik di Indonesia, Addie MS maju terus otodidak sana sini + bantu-bantu + menabung dan ke New York sekolah musik walau cuma kursus singkat.

Purwatjaraka beda lagi ceritanya. Mungkin di masa itu kecemasan para ortu mirip-mirip. Tapi Purwatjaraka memenuhi keinginan orang tua, masuk ITB kuliah sampai lulus. Abis itu ijazah kasih ke ortu and he pursued his passion in music.

Dua maestro dengan proses yang berbeda. See? Ndak masalah mau lewat mana.

Contoh bertolak belakang ada. Tapi ndak boleh sebut nama ini katanya hahaha. SEorang teman yang anaknya sastra abis tapi dipaksa orang tua masuk Kedokteran Umum. Akhirnya dia nurut, tapi masuknya ke Kedokteran Gigi.

pendidikan non formal

Dia kuliah sampai lulus. Sekarang, udah tajir dese hahaha. No regret, katanya ;). Kini, mudah saja. Dia menjadi dokter gigi yang hobi menulis. Menulis sesuka hati tanpa dikejar setoran karena praktik dokter giginya sudah sanggup membuatnya keliling dunia jalan-jalan sana sini nyari-nyari bahan tulisan.

Jadi, jangan menyerang institusi pendidikan formal apalagi depan anak-anak sendiri. Amit-amit. Kalau tidak suka kan tinggal homeschooling ;).

Kecuali sejak usia dini, anak-anak sudah menunjukkan talenta+passion jauuuuhhhhh di atas rata-rata di bidangnya. Pelukis nih yang banyak model begini. Nah, kalau begini cucokkkk, ngapain sekolah dari senin ampe jumat dari pagi ampe sore kalau ternyata mereka bisa diasah untuk berkarya sejak dini?

Tapi inget, jangan cuma sekadar gambar-gambar lukis-lukis doang. Konsultasi ke ahlinya juga. Nanti biar mereka ikut menilai ;).

pendidikan non formal

Biasalah ortu tuh suka kek Pak Tino Sidin. Semua gambar anaknya dibilang bagus. Gambar komik dikit sudah kayak ngeliat Affandi gitu ya, padahal mah mungkin skill biasa aja :p.

Maaf tidak bermaksud nyinyir, maksudnya biar enggak ngegampang-gampangin menjauhkan anak dari sekolah formal.

Selevel Addie MS itu memang ada genetiknya jugak. Tuh lihat anak sulungnya kan, lebih dahsyat lagi bakatnya hehehe. Itu si Kevin Aprilio, sudah punya perusahaan rekaman sendiri dan jago mencipta lagu sejak SMA, tetap dipaksa kuliah ama emaknya :p.

Yang coding juga udah mulai rame model begini. Di US tuh, astaga, anak-anak level SMP sudah mulai diincar perusahaan-perusahaan selevel Google.

Tapi kalau cuma anaknya malas bangun pagi, lebih suka youtubean gak jelas, cuma suka sok-sok kritis gak jelas bosan sekolah tapi gak jelas juga maunya apa, ya jangan diberhentiin sekolah atuh.

BOSAN itu sifat yang sangat manusiawi. Bisa dihadapi kok ;).

IDEALIS itu KEREN (y). Tapi ingatlah, di seluruh penjuru dunia ini mustahil menemukan kesempurnaan. Jadi, setinggi apa pun IDEALISME, jangan lupa menapak di tanah dengan tetap menggenggam REALITAS.

Seringnya itu memang kudu ambil jalan tengah kok ;).

“Idealism is fine, but as it approaches reality, the costs become prohibitive.” -William F. Buckley, Jr. –

Cara Mendapatkan Uang di Youtube vs Berbagai Upaya Viral

Betul, saya memang sering menulis, enak banget sekarang cara mendapatkan uang di youtube. Intinya, mau cari uang tuh lebih gampang dan banyak kesempatan.

TAPI JANGAN LUPA, yang gampang-gampang itu BIASANYA BANYAK YANG BISA. Otomatis jadi buanyaaaaaakkkkkk banget saingan.

Apa susahnya jadi youtuber?

Kalau kalian punya akun Google, voila, bikin akun youtube cuma tinggal menjentikkan jari. Pasang adsense juga gampang banget. Sebelum Februari 2018, tidak ada batasan jumlah subscribe dan waktu penayangan minimal. Bebaaaasssss.

Sekarang juga syaratnya tetap mudah ditembus.

Bayangin, SEMUA ORANG bisa jadi YOUTUBER.

Makanyaaaaaaa, jangan sok gampang-gampangin hidup gak perlu sekolah bla bla bla kalok kepepet tinggal jadi youtuber, endorser, jualan onlen, ngana ngunu ngano. Lu kira gampang cari uang online model begitu hahahaha.

cara mendapatkan uang di youtube

Jualan onlen asyik, bisa tanpa modal, tapi saingannya MELIMPAH RUAH!

Bikin vlog modal hape juga udah bisa. Banyak aplikasi edit video gratisan yang keren-keren dst dst dst. Bayangin seberapa banyak orang yang punya kesempatan jadi youtuber kalau mau. Kompetitor MEMBLUDAK!

Kira-kira minggu lalu saya dan suami iseng nyari guitar-cover nya “More Than Words”, lagu jadul favorit kami dulu.

Banyak bener sekarang cover gini-ginian. Dan mereka itu NIAT banget loh. Walau cuma syuting di ruang tertutup tapi sound systemnya kece. Bagus-baguuuuussss ???. Wow!

Ketemu sebuah cover embak-embak yang saya pikir video bokep yang nyaru jadi cover lagu hahahaha. Padahal itu embak-embaknya nenteng gitar di thumbnailnya.

Saya klik. Eh, beneran si embak nyanyi sambil main gitar walau buah dadanya seperti mau tumpah gitu ??????. Suami gue cengengesan liatnya.

Pas di-klik channelnya, thumbnailnya ya begitu semua hahahaahha. Model bajunya sama semua cuma warna aja yang beda-beda ???.

Ngikik-ngikik baca komen-komennya, “Wow, this is the ‘breast’ cover I’ve ever seen” ???.

Saya tidak paham soal skill main gitar. Di telinga saya sih oke-oke saja si embak ini. Tapi kata suami saya, mainnya agak goyang pas nyanyi, dan katanya sih selevel itu belum yang bener-bener pro. But overall, tetap enak didenger (y).

Eh, ternyata yang bikin cover piano juga ada yang begini, “The Breast Pianist!” ???.

And now we had KIMI HIME di Indonesia :p. Kemarin lagi, ramai, tuh.

Kita mundur dikit ke belakang. Abege 90 an pasti tahu Mariah Carey kan, ya? Diva luar biasa ini tadinya selalu berpenampilan relatif sporty. Kemudian tahu-tahu membranding dirinya dengan penampilan super seksi.

Di Indonesia, ada Krisdayanti ;).

WHYYYYYYY ???

Dua-duanya punya suara cetar membahana terpampang nyata di hadapan mata bukan fatamorgana ye kan. Kenapa harus memakai baju dengan belahan dada super rendah bla bla bla gitu?

Selevel DIVA 24 karat macam Carey dan KD saja harus “nganu-nganu” untuk mempertahankan tahta di dunia hiburan di mana sebenarnya bakat mereka sudah jauh di atas rata-rata.

Masih inget video klip KD yang ini? Lagunya keren, suaranya bagus, tapi ya outfitnya lumayan terbuka. Ini belum apa-apa. Makin ke sini, KD makin berani. Jadi kalau lihat video klip “Terserah” ini terlihat sopan-sopan saja ya untuk ukuran seorang KD :p.

Ya bayangin aja PERSAINGAN di era digital yang semua orang dari (hampir) seluruh penjuru dunia rebutan nyari TRAFFIC di YOutube ???.

Apalagi yang skillnya sebenarnya biasa-biasa saja. Harus setengah mati mencari cara untuk viral. Hingga akhirnya banyak yang kebablasan, seperti pepatah lawas, “Kalau mau terkenal kencingi sumur zam-zam.”

Makanya tidak sedikit yang berlomba-lomba “melakukan segala cara” untuk menarik perhatian VIEWER / penonton :).

Segala baju hampir telanjang sambil main instrumen musik lah, dandan ala Barbie dengan baju menerawang sambil masak di dapur lah, ada yang pakai bikini sambil nerangin hewan-hewan laut dengan suara mendesah-desah (sarjana beneran loh dese) dst dst.

Yang alay-alay, pakai video-video prank-prank an. Ya abis gimana, relatif mudah dan ternyata dianggap lucu dan mudah viral ??? .

Ada juga yang bikin thumbnail dengan judul agak-agak “mengundang” –> “ADEGAN PANAS DI DAPUR, SUPER HOT!” Padahal lagi masak hahahahahaha. Lucu, sih, ya #eh :p.

Segitu gilanya kah dunia sekarang? Jangan pesimis begitu.

In the end, kita masih punya CELINE DION dan ADELE ???. Tahu jawaban Adele waktu diwawancara dan ditanyain, “Kok gak diet sih, Kak?” –> “Saya menciptakan nada dan lagu biar enak didenger, yes? They’re for your EARS.”

Tapi yang bisa SELEVEL Celine Dion dan ADELE emang ada berapaaaaaaaaaaaaaaa ???. ONE in a MILLION.

Kebanyakan ya memang harus gila-gila dulu baru bisa tenar ???. Apalagi yang ingin cara ‘instan’.

Yang gamer di Youtube, Top 10 nya masih dipegang oleh Dan TDM dkk kok ;). Yang memang gamer super canggih yang jam terbang tinggi dan mainnya emang enak, ya. Ngobrolnya asyik. Si Kimi itu kalok maen game diem aja, anak-anak mana demen yang kek gitu ;).

Model-model Kimi HIme itu kalau main game-nya ngebosenin gitu ya lama-lama mentok juga.

Hidup ini memang tidak akan pernah adil 100%, kok. Mitos bahwa kerja keras, ketulusan, keikhlasan, akan selalu berbuah kesuksesan itu TIDAK SELALU BENAR.

Kita iri pada legenda semacam Michael Jackson, tapi tengok jalan hidupnya yang “tragis” di masa lalu dan kasus pedofilnya :(.

Celine Dion keren dan hidupnya gak aneh-aneh, tapi kita semua tahu karya-karyanya Mariah Carey yang bertengger di puncak tangga lagu jauuuuuuuhhhhhh lebih banyak daripada Celion Dion ;).

cara mendapatkan uang di youtube

Mariah Carey itu pernah benar-benar di “PUNCAK” tak tertandingi. Sebaris dengan Michael Jackson lah. Celine Dion kan tidak pernah bener-bener ada di level itu tapi lebih stabil sampai sekarang :).

Selalu ada harga yang harus dibayar lah intinya.

Dan di era digital ini, HARGA yang harus dibayar itu LEBIH MAHAL lagi karena PERSAINGANnya jauh lebih ketat.

Saya tidak mau membahas apakah pamer-pamer tetek dan sebangsanya di video-video youtube itu BENAR atau SALAH?

Simpel aja, your life your value your choice ???.

Makanya sebenernya lebih mudah menggantungkan penghasilan lewat jalur “tradisional” yang lebih “fair” :).

Kalau ambisi tinggi MENTAL gampang remuk, jangan coba-coba menggantungkan nasib dari dunia begini-beginian.

Lilly Singh. David Marcu. “Happiness is one of the hardest things to fight for; but it’s the only thing worth fighting for.”

Inget, jangan sampe menyandarkan tangga kebahagiaan pada dinding yang salah. Dinding yang gampang remuk hanya akan mengubur kita bareng puing-puingnya, kan?

Subscriber mungkin isinya mayoritas hater, menginspirasi hidup orang lain buat bekal amal juga kagak, walau banyak view banyak duit apa nyenyak tidur kalau diomongin semata karena perkara tetek? ??.

Ya nyenyak aja sih ya apa lo apa lo apa lo, dasar tetek kecil sirik aje ????.

Pengalaman Kuliah + Cerita Adaptasi Anak Seribu Pulau Hihihi

Saya : “Bawa mistar, gak, Du?”

Dudu : “Ha? Mistar? Kagak punya lah.”

Saya : “Boong. Kemaren kan bawa. Bawa pengkorok juga. Pinjem bentar. Pelit amat.”

Dudu : “Idih ngapain bawa-bawa mistar. Segede itu. Gue gak punya! Pengkorok apaan woooiiii…”

Saya jadi bingung. Mistar kok gede. Lagian kemarin saya beneran meminjam mistar ke Dudu. Kalau pengkorok saya langsung ketawa. Soalnya nyadar kalau pengkorok itu memang bahasa Makassar. Pengkorok = SERUTAN :p.

Saya ambil tempat pensilnya lalu saya buka sendiri. Kami sahabat dekat jadi udah biasa gini-gini hehehehe.

Saya keluarkan barang yang saya maksud, “INI MISTAR ADAAAAA. PELIT LO AH.”

“Ih eluuuu. Ini namanya PENGGARIS. MISTAR tuh yang ono noh biasanya dekat papan tulis yang ukurannya gede-gede itu. Buat menggaris di papan tulis.”

Terus kami ngakak bareng hahahahaha.

Soalnya itu bukan pertama kalinya kami berantem soal gegar bahasa ini hahahahaha.

Oalah, MISTAR itu beda toh sama penggaris. Saya tahu juga istilah penggaris. Cuma kami di Makassar sudah biasa menyebutnya MISTAR.

Dudu ini salah satu sahabat saya di kampus. Orang Jawa yang lahir dan besar di Betawi. Jangan tanya bahasa Jawa. Dia gak bakal ngerti hahaahha.

Another day di LAB Komputer :

Kami bertiga (Saya, Dudu, dan Kiki) lagi memeriksa hasil tugas coding kami masing-masing. Saling mengecek.

Kiki : Pijat Du, cepat pijat.

Saya dan Dudu kebingungan.

Dudu : Apaan yang dipijat?”

Kiki (mulai gak sabar) : PIJAATTT. Enternya DIPIJAAATTT

Astaga, PIJAT itu maksudnya PENCET. Saya dan Dudu langsung ngakak. Kiki ini aslinya Jawa tapi lahir dan besar di Medan. Makanya suka dipanggil Kiki Ucok di kampus. Anak perempuan di angkatan yang paling jago coding ;).

Kiki ini aslinya lembut loh. I can see that clearly. Cuma ya logat Medannya yang kadang membuat dia terlihat lagi mara-mara hahahaha.

Dengan aksen Makassar saya pun saya suka ditebak orang Batak. Saya sih udah biasa dengar aksen begituan. Makanya kalau ke Surabaya kumerasa lagi berada di Makassar. Tapi pas ke Jateng kemaren, suami sempat bisik-bisik, “Kalau mau nunjuk, pakai jempol, jangan pakai telunjuk, ya.”

Suami saya asli Minang tapi lahir dan besar di Yogya-Pamekasan-Nganjuk hihihi. Dia ngerti bahasa Madura segala.

Pernah juga Dudu cerita lagi sebelahan sama Kiki pas lagi opspek, ada senior tanya ke KIki, “Heh Kiki, kamu liat si Fulanah gak?”

Kiki jawab, “Gak nampak, Kak!”

Terus seniornya bingung gitu. Soalnya Kiki kan juga pakai kacamata. Jadi disangka Kiki matanya burem gitu kali hahahaha. Padahal, gak nampak = GAK LIHAT.

Sama teman Sunda yang saya kira orang Jawa, saya pernah sok tahu, “Mangan yuk.”

Dia jawab, “Dahar atuh.”

Saya tetap sok tahu, “Dahar itu kan kalau kromo. Kalau ke teman ya gak papa pakai MANGAN.”

“Je, gue orang Sunda.”

Ternyata MAKAN dalam bahasa Sunda juga DAHAR. Beberapa hari sebelumnya teman dari Klaten ngajarin saya soal ngoko vs kromo. Misalnya pada kata makan. Dahar itu bahasa halus untuk mangan (=MAKAN).

Sotoy gue hahahahahaha.

Belum lagi pas buru-buru keluar lab, saya sempat histeris, “Eeeeehhh, bunuh dulu, bunuh dulu.” Maksudnya MATIIN KOMPUTERnyaaaaaaa.

Teman-teman langsung syok. Di kosan juga pernah teman-teman kaget saya ngomong bunuh-bunuh hahahaha.

Di Makassar, mematikan alat-alat listrik menggunakan kata-kata BUNUH. Suami saya juga pernah kaget btw hahahaha.

Teman dari Minang cerita soal Mamak. Saya kira Mamak itu ya emak = ibu = mamah.

“Mau ketemu Mamak nanti pas liburan. Kangen juga. Lama gak ketemu.”

“Ya kan tiap hari telpon-telponan kan” Jawab saya sok tahu. Saya ingat dia sering cerita kalau hampir tiap hari dia menelepon ibunya.

“Ha? Enggak lah. Terakhir ketemu malah udah 2 tahun lalu.”

Saya bengong.

Oalaaaaaahhh, ternyata Mamak itu justru sebutan lazim buat PAMAN (dari pihak ibu).

“Ini bude aku. Udah seperti mamaku sendiri.” Cerita seorang teman sambil menunjukkan sebuah foto kepada saya.

“Oooo tante, ya. Cantik deh.”

“Bukan. Bude.”

“Ya iya, tante kan?”

“Bukan. Tante itu Bu Lik.”

Fasilkom UI 98, nengokin suami Dudu di RS (Juli 2018)

Ooooohhh, Bude ternyata dari kata Ibu Gede, saudara perempuan dari orang tua kita yang lebih tua. Sementara Tante itu panggilan umum ke Bu Lik (Ibu Cilik), saudara perempuan dari orang tua kita yang lebih muda.

Kalau di Sulawesi, pukul rata. Semua juga Tante dan Om ye kan hihihihi.

Minang lebih seru : Mak Dang, Pak Dang, Mak Ete’, Pak Ete’, Pak Tuo, Mak Tuo. Sumpah ampe sekarang gak paham bedanya hahahaha.

Kenang-kenangan jadi perantau minoritas pas kuliah adalah masa-masa adaptasinya yang LUCU-LUCU-GOBLOK itu hahahahaha.

Belum lagi berantem sama abang-abang gorengan gara-gara istilah UBI vs SINGKONG. Sulawesi tidak mengenal SINGKONG. Ubi adalah istilah kami untuk UBI KAYU. Sementara UBI MANIS kami sebut ubi jalar. Teman di Medan menyebutnya ubi rambat.

Masih dengan ciwi-ciwi Fasilkom 98, lunch in Atrium (2018)

Jadi pas saya minta ubi maksudnya minta SINGKONG. Tapi abangnya malah bungkusin ubi manis. Lagi laper ya ngamuk lah daku. Abang-abangnya cuma bisa bengong hahahaha.

Di penjual martabak juga sama. MARTABAK = default untuk martabak manis ternyata kalau di Depok dulu, tuh. SEmentara saya tahunya martabak itu ya martabak telur. Kami tidak kenal martabak manis, adanya TERANG BULAN.

Abang Martabak : “Jangan becanda, situ yang minta martabak tadi.”

Saya : “Ini terang bulan! Saya mintanya martabak.” Sambil nunjuk ke martabak telur pesanan orang lain.

Abang Martabak : “Jangan becanda! Mentang-mentang udah malam, Neng!”

Ya siapa kale Bang yang becanda, laper iniiiiiiiii hahahahaha.

Di kampus saya punya 2 lingkaran pertemanan yang sangat dekat.

Lingkar satu dengan embak-embak berkerudung di bawah ini, kangen semuanyaaaaa. Walah, maaf fotonya tidak lengkap. Harusnya ada Santi (Cilacap), Ninit (Semarang) Husnul (Garut), Iwie (Padang), Monis (Tionghoa – Jakarta).

Pengalaman kuliah
Fasilkom 98, UI, reuni dadakan (Juli 2018)

Lingkaran satunya lagi dengan Leni (Minang gede di Betawi hahahaha) dan anak-anak laki-laki di mana obrolan kami gak jauh-jauh dari G-spot dan tema-tema dalam majalah Cosmopolitan yang suka kami bawa diam-diam ke kelas yang dosennya booooooring :p.

Adaptasi dunia nyata aja kek gitu. Ya bayangin adaptasi dunia maya hehehehe ;).

Dari penerawangan saya yang mungkin sok tahu ini hihihi, orang luar Jawa tuh lebih OUTSPOKEN dan APA ADANYA hehehehe.

Makanya banyak kesalahpahaman dalam berteman.

Kami orang Sulawesi, mungkin pengaruh minoritas, lebih berusaha ingin mendekat dan gampang merasa dekat. Di sini masalah kadang timbul. Suka dianggap SKSD hahaha.

Haeeee girls, semoga tidak pernah lupa pada satu-satunya teman Bugis kalian di kampus ini hahahahaha.