Memori Abege dengan Lagu Dewa 19 Pupus

Lagi ramai bahas Ahmad Dhani, ya. Dulu ingat road trip ke Bali tahun 1997 bareng keluarga tante saya. Dulu mana ada jalan tol sih hahahahaha.

Menuju Surabaya itu sekitar 20 jam! Huhuhu. Mampir-mampir shalat dan makan saja atau supir yang butuh ngelurusin kaki. Gak mampir buat nginap sama sekali. Bablas terus sampai Paiton.

Di mobil bolak balik dengerin lagu-lagunya Dewa 19 yang album PANDAWA LIMA, salah satu album terbaik mereka. Masih jaya-jayanya dengan Ari Lasso.

Album ini kami tunggu-tunggu endingnya buat nyanyi bareng “Kamulah Satu-satunya”, teriak-teriak bertiga dalam mobil bareng Acie  dan Nana. Haeeeee kelian gadis-gadis Bugis, emak-emak anak 3 semua sekarang hahahahaha.

Waktu era RATU dimulai apalagi pas booming pasangan dengan Mulan, daku lanjut ngefans sama RATU hehehe. Tapi pas Mulan aja. Saya pernah lho ketemu Mulan pas lagi bintang tamu di acara kantor suami.

Ketemu di belakang panggung, tahun 2007. Humble banget. Nyanyi LIVE, suaranya gilak .

Tahun 2004 saya ngefans dengan salah satu blogger emak-emak super tenar yang tinggal di Australia. Saya telat tahunya kalau beliau ini adalah kakaknya Maia Estianty hihihi. Haeee Bunda Astri .

Waktu lagi ngefans dengan Mulan, saya gak tahan komen di salah satu post-nya Mbak Astri di mana Mbak Astri lagi curhat soal rumah tangga adiknya, kalau tidak salah saya menulis, “Mbak, jangan marah, ya. Saya suka sekali sama Mulan, suaranya bagus banget.”

Blognya Mbak Atli waktu itu komennya bisa ampe ratusan. Direply itu sudah kayak air surga tau gak? Hahahaha. Gak pernah komen saya direply kecuali pas komen soal MULAN itu hihihihi. Mbak Atli malah ketawa tuh, gak marah sama sekali.

It’s very hard to hate persons with such a great talent gitu gak sih? Walau idola-idola kita itu semacam nyampur di 2 kubu : cebbie dan “toko sebelah”.

Kemampuan menyanyi Mulan yang luar biasa untuk ukuran penyanyi seumurannya di masa itu, Ahmad Dhani yang gak teritung lagu-lagunya yang keren dari yang menye-menye sampai jingkrak-jingkrak “Kamulah Satu-satunya” #eaaaaaa #haeMantan .

Sama Maia Estianty yang sumpah keren gilak dari berbagai sudut, dan kakaknya Astri Merianti yang waktu itu sempat membuat ibu-ibu Indonesia yang tinggal di luar negeri berasa remahan kerupuk hahahha. Dese ya boooo, anak ITB Seni Rupa, desainer, jago masak, kece pula, bisa ngecat satu rumah sendirian, jago berkebon dan sekarang jago menjahit pula.

Sementara kite-kite ini masih banyakan ngupil depan laptop skroling Fesbuk bisa berjam-jam tanpa tujuan berarti hahahahaha . Eh, itu gue deng ????.

Iya, saya anaknya emang murahan punya. Gampang ngefans, tapi susah move on #ehGimana .

Waktu Ari Lasso hengkang sempat ngerasa Dewa 19 gak bakal tenar lagi. Walah, digantiin Once dengan warna suara sangat berbeda ternyata TETAP KEREN, EUY .

Nyawa-nya Dewa 19 memang ada di Ahmad Dhani sepertinya, ya.

Ku tergila-gila pada Ari Lasso tapi juga memuja Once. Sebagai penyanyi yes? 

Ternyata bareng Once tetap melahirkan banyak banget lagu hits. Dan ini yang paling MEMORABLE, lagu Dewa 19 PUPUS. Lagi gak punya pacar pun rasanya patah hati aja gitu kalau dengar lagu ini hahahahaha.

Kuingat dulu di kantor pertama, seruangan ada 10 orang programmer, CEWEKNYA cuma SAYA SENDIRI hahahahha. Tahun segitu programmer cewek belom terlalu banyak #benerinKardigan.

Kalian bayangkan 9 laki-laki ngurusin satu anak perempuan aja, mereka keteteran. Apalagi kalau saya sudah pakek headset dan nyalain MP3 dan konser …

dewa 19 pupus

…baru mau udahan sampai salah satu dari mereka mengancam, “Lo gak brenti gue panggil HRD nih!” ?????.

Mereka mungkin eneg banget pernah berhari-hari dari pagi sampai sore saya nyanyi PUPUS terus. Meratapi hari-hari jomblo di masa-masa itu ????.

Saya selalu berdoa buat semua orang yang pernah membawa manfaat buat saya . Semoga dimudahkan apa pun yang mereka hadapi ???.

Semoga kelak bisa pay it forward ya, ikut menyebarkan manfaat dan kegembiraan atau apaan deh yang positif-positif buat orang lain di sekitar kita. Aamiin ya Allah.

Yuk, nostalgia duyuuuuu .

Dewa 19 Pupus :

“Kau buat remuk seluruh hatiku …
SELURUH HATIKUUUUUUU…oooo…”
(dulu nyanyinya sampe merem-merem najis hahahaha)

Suhay Salim Profesi Dunia Digital

Suhay Salim dan Geliat Profesi Terkini di Dunia Digital

Lagi ramai bahas Suhay Salim. Seorang beauty blogger/vlogger yang punya gaya tersendiri dan banyak fans di tanah air.

Saya tidak suka make up. Benar-benar tidak suka! Hehehe. Tapi saya ini skincare junkies abis hahahaha.

Sesekali pengin belajar make up demi sosialiasi saja dan sekadar lucu-lucuan . Kemarin di Texas ada tuh kumpul-kumpul belajar make up dan saya jadi modelnya. Nanti kapan-kapan kuposting foto wajah lenongku hahaha.

Dulu-dulu kalau ada kondangan masih memaksakan ke salon bla bla bla. Tapi pas mudik kemarin ada saudara menikah, saya benar-benar cuma pakai bedak dan lipstik hahaha. Doamat . Gue cakep ini, yes? #maeninBuluMata #eaaaaaaa.

Embak sebelah kiri gak kalah cakep kaaaaannn sama penganten di tengah hihihihi 😀

 

Tapi setahun terakhir saya suka memperhatikan boomingnya beberapa beauty blogger yang merambah ke beauty vlogger. Umumnya mereka fokus ke make up tutorial atau review produk-produk make up.

Jangan sinis dulu. Walau kelihatannya tidak berfaedah dan glamorous enggak jelas dan sering dicap “Ah, gitu-gitu doang” tidak mudah lho menembus persaingan di Youtube.

Apalagi beauty vlogger itu rata-rata BUKAN ARTIS / SELEBRITIS. Banyak yang memulai benar-benar dari bawah, dari bukan siapa-siapa hingga memiliki nyaris 1 juta subscriber di Youtube dan jutaan follower di IG.

Kenalin salah satunya, SUHAY SALIM.

Suhay Salim Profesi Dunia Digital
Gambar : femaledaily.com

Kalian kebayang mereka berjuang posting dan review 1 produk per hari secara terus menerus. Itu butuh konsistensi dan semangat juang yang enggak gampang di-maintain biar bisa berkobar di level yang sama setiap harinya.

Dunia perlenongan ini sendiri diantara kalangan perempuan masih suka saling nyinyir-nyinyiran. Heran akutu. Padahal kalau pun tidak suka make up ya kenapa harus merendahkan perempuan lain yang senang merias wajah?

Menurut saya, make up itu susah gilak. Saya menganggapnya sebagai skill khusus, bagian dari seni.

Mungkin juga pada terbawa stereotip zaman baheula, “Cewek menor biasanya dongok” ??? Walah, Suhay Salim ini lulusan Manajemen FE UI, Dear .

Jangan nyinyir. Kan kasihan kaliaaaaaaan, udahlah gak cakep julid pulak #eh .

Aslinya introvert, lho. Kelihatan, kok. Dia bukan tipe-tipe banci tampil malah awalnya Suhay hobi fotografi dan hanya pede memotret orang lain. Tapi kemudian dia tertarik dengan dunia make up dan coba-coba bikin review sendiri.

Suhay terlihat beda karena cara ngomongnya yang “suka-suka” dan tidak jaim hehehe. Malah awalnya saya pikir agak galak-galak gimana. Ternyata memang anaknya cuek hehehe.

Suhay berwajah unik karena blasteran Jawa-Arab kalau enggak salah. Enggak dandan juga udah kece dari sananya sih .

Profesi utamanya pun ternyata bukan beauty blogger/vlogger melainkan TRANSLATOR. Yoih, kalau sering nonton videonya tahu kan kalau Suhay bahasa Inggrisnya cas cis cus abis .

Suhay Salim in skincare review (gambar : suhaysalim.blogspot.com)

 

Review dari orang-orang “biasa” kayak Suhay ini lebih menarik minat kita ketimbang yang seleb beneran. Abis kalau artis banyakan endorsement nya ya, Cyin hihihihi.

Apalagi Suhay ini relatif “jujur” dan ceplas ceplos kalau ngasih review.

Baru-baru ini Suhay Salim bikin heboh karena berita pernikahannya yang cuma pakai baju kasual / celana jeans di KUA. Udah gitu doang .

Apa kabar gue yang kudu pesta 2 hari (akad nikah + resepsi) dengan 2 adat berbeda : Bugis dan Minang! *nangis*.

Kalau mau kayak Suhay, kudu langkahi mayat keluarga besar dulu kali hahahahaha.

Daripada nyinyir menyangka dia ini cuma selebgram enggak penting yang tiba-tiba tenar enggak jelas, mending teladani konsistensi adik-adik kita seperti Suhay Salim dkk ini hehehe.

Merit pakai celana jeans di KUA ala Suhay Salim :).

 

Buat orang tua seperti kita yang didera kekhawatiran semacam, “Gustiiiii, akan jadi apa anak-anak kita kelak?”

Era perubahan digital apalagi ancaman Artificial Intelligence / Kecerdasan Buatan yang terus menerus bikin deg-degan.

Para orang tua gundah, pergeseran gaya hidup termasuk pilihan profesi di era mendatang bikin kita bingung kira-kira skill apa ya yang perlu kita genjot ke anak-anak biar siap menghadapi masa depan???

Ya makanya kaaaaaannn, buka mata lebar-lebar. Kenalilah dunia baru sekitar kita ini . Tidak perlu memaksakan diri untuk masuk dan menjadi bagian dari mereka tapi minimal jadilah pengamat dan jangan takut belajar dan menerima perubahan .

Bukan buat kita semata. Buat anak-anak kita oiiiiiiiiii hehehe.

Gambar : hongkiat.com

 

Daripada meremehkan, “Siapa sih Suhay Salim ini”, mending kita pelajari kiat-kiat suksesnya dan teladani kerja mereka serta cermati profesi-profesi terkini di zaman yang makin berlari ini .

Contoh lain, mungkin boleh kita cemas dan mengeluh, banyak toko-toko offline kelihatan bangkrut dan tutup gerai dan menghempaskan banyak karyawan mereka.

Kalau fokus meratap doang, apalagi meratap sambil julid (hahahaha) plus nyalahin presiden (awwwww tetap #cebbieOnDuty hahaaha), mending pelan-pelan ubah persepsi kita.

Ratusan toko tradisional tutup? Tapi mungkin ada ribuan emak-emak dasteran di rumah yang membuka usaha jastip dan berbisnis jual beli online kan? .

Belum lagi endorser-endorser di Instagram yang makin merata, tidak cuma nyangkut di seleb-seleb doang. Orang biasa pun kalau tekun dan pandai membaca peluang bisa “cari makan” dari profesi endorser ini .

Tak kenal maka tak sayang, yes? Makanya daripada nyinyir-nyinyir gak penting dapat duit juga kagak, mbok ya kenalan dulu .

“Bahasa Dunia” vs “Bahasa Surga”?

Belajar bahasa Arab emang lagi heiiiitttzzzz :D.

Pernah sampai dulu teman ada yang nyolek saya,

“Jee, lo dulu pernah di Arab kan?”
“Iya di Saudi. Kota Jeddah.”
“Eh ini, bahasa Arabnya semoga cepat sembuh apa ya?”
“Kenapa emang?”

belajar bahasa Arab
Gambar : pixabay.com

“Udah sih buruan apaan. Ini soalnya di grup sekarang gitu-gituannya pakai bahasa Arab terus.”

Saya pasang icon ngakak banyak-banyak, “Ya udah, lo pakai bahasa Indonesia ajalah. Atau bahasa Inggris kan lo juga bisa. Ribet amat kudu ikut-ikutan ngarab. Mending ngerti.”

Lagipula, kata ganti orang dalam bahasa Arab itu memang dahsyat. Ada 14, Cyin!

Dese ngambek hahaha.

Dalam komunikasi juga harus mempertimbangkan tren dan pola kehidupan masyarakat sih, ya. Kita harus paham mengapa membahas persoalan bahasa Arab itu JELAS lebih sensitif ketimbang benerin grammar dalam bahasa Inggris misalnya.

Kalau pengalaman saya yang dulu-dulu, misalnya membahas soal Arab Saudi memang akan lebih mengundang kerumunan ketimbang bahas negara Irlandia misalnya hehehe.

Kalau kebetulan tulisannya berisi kritikan … byuh-byuh-byuh bisa diterkam kita dari segala penjuru! *lariTunggangLanggang* Hahahaha.

Heran dah, eike lebih sering menulis yang “manis-manis” tentang Saudi, begitu ada kritikan langsung dituduh Anti Islam, Liberal, bla bla bla.

Nah kasus yang sama juga untuk bahasa Arab . Di postingan seorang teman tentang penggunaan bahasa Arab sempat viral. Apalagi kondisi sekarang, if you know what I mean .

Di postingan itu, saya paham sih maksudnya si TS mau mengajarkan soal penggunaan bahasa Arab yang benar. Tapi mungkin terasa ada beberapa diksi yang seperti menyindir.

Sekali lagi ingat ya, ini BAHASA ARAB! Belum tentu respons yang sama akan datang kalau misalnya yang dibahas bahasa Inggris, mungkin responsnya biasa-biasa saja .

Dari komentar-komentar di postingan viral itulah jadi kita bisa sedikit meraba-raba mengapa hal ini jadi sensitif banget?

1. Ada istilah bahasa Surga. Malah ada yang ngotot nanti kalau di Hari Akhir kita ditanya-tanya malaikat pakai bahasa Arab. Wah, ini saya belum pernah dengar sebelumnya.

Saya tahunya nanti konon mulut kita terkunci rapat, yang berbicara adalah amalan dan perbuatan yang diwakili oleh anggota-anggota badan selain mulut. CMIIW, ya.

Lagipula apa benar Tuhan dan para malaikat tidak tahu bahasa lain selain Arab? Waduh, jangan meremehkan gitu lah hehehe. Sudah lihat video viral gadis mungil usia 4 tahun yang lancar berbicara dalam 7 bahasa? .

2. Menggunakan bahasa Arab pahalanya lebih besar. Apalagi dalam doa. Ada benarnya. Tapi apa berarti kalau pakai bahasa lain jadi terasa “kurang”? Harusnya enggak lah. Prinsip niat dan keikhlasan tetap berlaku. Dan yang bisa membaca gitu-gituan ya Tuhan saja. Jangan mendadak lebih Tuhan daripada Tuhan :p.

3. Ada yang membahas keutamaan menuntut ilmu bahasa surga ketimbang bahasa kafir. Emang ada bahasa yang kafir? Hahahaha . Jadi saya haluskan istilahnya di judul menjadi “Bahasa Dunia” .

Ya semua bahasa itu juga ilmu doooong ;). Semua bahasa-bahasa ini jika dipergunakan untuk kebaikan dan membawa manfaat positif buat banyak orang (juga diri sendiri) ya insya Allah bisa menjadi bekal kita menuju surga. Aamiin .

Untuk urusan muamalah di dunia ya bahasa Inggris juga keutamaannya tinggi lho itu . Disepakati sebagai bahasa internasional. Apa manfaatnya? Ya masa harus saya terangkan sih .

4. Bahasa Arab ada pahala lebih. Pahalanya tiap huruf. Ini apa benar begini? Setahu saya ini untuk bacaan alquran BUKAN bahasa Arab secara umum. Duh kemarin lupa nanya ke Pak Ustaz hehe.

***

Soal bahasa Arab ini teringat pengalaman tinggal di Jeddah dulu. Ada teman saya fasih sekali berbahasa Arab tapi tidak terlalu piawai berbahasa Inggris. Saat ada urusan di tempat publik, dia bungkam seribu bahasa.

Dia memilih memanggil teman yang jago berbahasa Inggris untuk menemaninya. Pasti kalian yang belum tinggal di Saudi bingung. Ribet amat, ya tinggal bahasa Arab saja pasti beres urusan.

Jadi begini … saya sempat getol mau belajar bahasa Arab waktu masih di Jeddah. Saya ajak teman. Jawaban dia, “Ngapain lu belajar bahasa Arab. Entar disangka TKW lho!”

Ooooo karena itu hahahahaha.

Ternyata memang benar. Stereotip TKW Indonesia, yang sayangnya sebagian besar mengisi ranah “informal-domestik”, fasih berbahasa Arab tapi tidak bisa berbahasa Inggris.

Malasnya gitu sih kalau dianggap TKW. Ngeri aja kalau sampai kena razia zzzz . Syukur-syukur kagak diculik disuruh kerja di rumah majikan hahahaha. Ditanya-tanya “Kerja di mana” saja kita ya pasti ada rasa gimana gitu kan?

Jenguk teman di rumah sakit mentereng, gue kagak dibukain pintu disangka TKW kali hahahaha. Sikat saja jelasin pakai bahasa Inggris panjang lebar dengan aksen se-Hollywood mungkin (hahaha), langsung terbirit-birit dese buka pintu! It was so hilarious! ????.

Saya tetap semangat pengin belajar bahasa Arab . Tapi belajar bahasa lain juga mau bangeeeeeetttttt . Sekarang jalannya masih lagi belajar bahasa Spanyol dulu .

Sekarang ini, kalau di grup-grup WA, walau dari atas sampai bawah komentar berisi, “Barakallahu fii umrik” dst, saya tetap berkomentar dengan riang gembira, “Happy birthday, Sayaaaanggg. Many happy returns.” Hihihihi.

Saya nyaman pakai bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia juga nyaman cuma malas ngetik panjang-panjang hahahaha. Bahasa Inggris enak, biasanya lebih singkat .

Kalau bahasa Arab walau ada pernah nyangkut dikit, memang belum terlalu nyaman menggunakannya . Takut juga ada rasa ekslusif, ya. Apalagi kalau memang bukan bahasa sehari-hari kita.

Yah namanya di media sosial memang harus banyak-banyak pertimbangan. Saya sih setuju-setuju saya dari postingan teman-teman soal kehati-hatian berbahasa (secara umum) jadi sedikit ingat lagi dengan bahasa Arab dan kaidah-kaidahnya.

Tapi ya juga harus menerima konsekuensi yang menyertainya . Singgung yang “arab-arab” ya harus siap diberondong peluru “benci banget sih sama Islam Mbak?” dst .

Ngomong-ngomong, saya sih percaya segala perbedaan bahasa -etnis-budaya di dunia ini ya memang DICIPTAKAN oleh Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dari kecil juga, guru mengaji saya pun tidak pernah ya rasanya ngajarin bahasa-bahasa surga apalah-apalah.

Bahasa surga yang saya pahami ya bahasa kasih sayang, bahasa keadilan, bahasa pemahaman, bahasa pengertian, bahasa keikhlasan … apa pun kata-kata yang diucapkan untuk mengungkapkannya .

“Love has no language barriers. Whatever words you speak, the heart will surely understand.” -anonymous-

Selamat berakhir pekan, have a nice weekend, ten un buen fin de semana .

2017 : The American-Year and The Resolutions

Yaaayyy, first day of 2018 :D.

2017 … The American Year. Ya iyalah, pan ceritanya lagi dikirim ke Amerika Serikat setahun hihihi. Mendarat di Bandara JFK New York di bulan Januari tahun lalu. Lanjut ke Bandara Dallas Fort Worth dan memulai cerita setahun di Texas.

Tidak terasa, ya. Beberapa minggu lagi harus angkat koper dan kembali ke Irlandia :D. Sudah sering ya bahas-bahas tentang Texas dan lain-lain di blog ini. Cobalah itu ditengok-tengok lagi hihihi.

One of the best memories while in Texas ya mungkin yang satu ini ^_^

Selain merasakan hari raya di negara penuh konspirasi bla bla bla ini (hahaha), cerita jalan-jalan juga banyak mewarnai perjalanan setahun ini. Masa-masa assignment memang nampak bagai hura-hura senantiasa, ya. Suami yang kerja, kite yang jalan-jalan hahahaha.

Nambah-nambah teman baru pun. Tahun yang membahagiakan ^_^.

Road trip ke mana-mana. Tapi belum sempat menyentuh 2 negara bagian yang paling pengin didatengin : California dan New York! Huhuhu. Ya mungkin di lain kesempatan ya. Aamiin :D.

Suami sendiri sih sudah ke California beberapa bulan lalu. Pas kakak ipar datang liburan ke sana. Ketemuan deh di sana. Enggak tega minta dese ke Texas, buat turis mancanegara kayaknya masih lebih penting ke California-New York-Florida ya ketimbang nyasar ke Lone Star State hihihihi. Etapi secara internal, negara bagian Texas ini negara bagian tempat berlibur nomor 4 lhooooo, tetep gak mu kalah hahaha.

Anyway, kita sudah pernah ke Florida segala. Karena ada assignment juga sih hahaha. Walau di sana tinggal sampai 2 minggu tapi banyakan nongkrong di hotel ya karena e karena suami kerjaaaaaa :p. 2x weekend sempat deh jalan-jalan ke Bayside Market di Miami :

Juga sempat pecicilan di Destin, masih wilayah Florida juga nih. Pantainya kece warbyasak. Mampir ke sana sebelum balik ke Texas. Florida ini memang dikepung dengan barisan pantai-pantai dari ujung-ujung 😀

Selain ke bagian selatan, kita juga sempat road trip ke arah sebaliknya. Menuju area West-Coast. Tapi masih jauh deng hahaha. Mentok di Las Vegas sahajaaaa. Apa kabar ini video Las Vegas kok belum diedit jugak? :p.

Sebelum ke Las Vegas ya kita mampir ke Grand Canyon duyuuuuuuu :D.

Pas bulan September juga road trip ke Colorado. But again, ini vlognya belum dibikin jugaaaaaa :D.

Oiya, jauh sebelumnya, kan pernah ke Arkansas juga. Arkansas sih dekat ya dari Texas :D. Ini dia salah satu kegiatan kami pas ke Arkansas tempo hari :

Apa iniiiiii dari tadi riya-riya melulu pasang video halan-halan :p. Ya sesuai tema dunk yak, The American Year … for us :D.

Sekalian mau bahas-bahas hasil resolusi 2017. Salah satu resolusi yang sayang banget ternyata gagal adalah … target level 20 di Bahasa Spanyol via Duolingo :(.

Resolusi 2017 yang terbilang berhasil? Belajar bikin vlog! . Makanya jangan muntah lihat postingan ini bertabur vlog semuaaaaaa.

Target 50 video dalam setahun itu. Realisasi 62 video, yaayyy!!!

Target 100 ribu views (persaingan di dunia vlogging sungguh kejaaaammm jadi gak berani pasang target aneh-aneh huhuhu), realisasi : 101.284 views, another yayyyy!!! 

Video-video resep menyumbang view terbesar hahaha.

Banyak yang membayangkan kalau jadi vlog itu ya mukanya kudu muncul, kudu pede pamer-pamer diri. Enggak juga kok . Tergantung visi misi ajah .

Kalau daku mah emang misinya enggak jauh-jauh dari mencari bersuap-suap dolar, yes? Hahaha. Jadi memang pilih topik-topik yang banyak dicari orang dan memungkinkan untuk dibuat sendiri .

Kalau di blog, tiap tahun target saya minimal 100 tulisan/postingan PER TAHUN. Pastinya, SELALU LEBIH! Hahahaha .

Menulis itu passion pribadi. Untuk blog, saya jarang terpengaruh dengan jumlah view atau semacamnya. Kalau gak nulis saya yang gila soalnya hahahaha. Kebutuhan, Cyin! #kretekinJari

Back to vlogging-world.

Pernah baca komentar seorang teman yang saya lihat akhirnya menyerah untuk vlogging karena ada seorang seleb-anak-anak-entah-siapa yang punya banyak follower di IG. Si anak pasang video lagi naik mobil. Udah, gitu doang.

Terekdungces, dalam beberapa jam viewnya mencapai 400 ribu! Anaknya benar-benar cuma bengong dalam mobil hihihihi. Media sosial itu memang absurd abissss, terimalah kenyataan itu . Nikmati saja .

Kalau kata meme qasidahan, “Kalau enggak edan, enggak bisa punya banyak teman.” Kalau enggak edan, enggak bisa punya banyak viewer hahahaha.

Ini gegara si Teppy bikin review AAC2 yang super kocak, jadinya meme-meme qasidahan ikutan tenar dah :p.

Masalahnya, kita setuju atau tidak? Gerah dengan konten-konten geje di media sosial, ini pesan dari Gandhi, “Be the change you want to see in the world” .

Make that change …. YOU! 

Untuk resolusi tahun ini yah pastinya 2 resolusi yang terus berulang : BISA NYETIR MOBIL dan BISA BERENANG. Aamiin for this year, yes? *kencenginIketKepala*. Resolusi tambahan : belajar YOGA. Di bulan kemaren dah sibuk browsing segala macam info dan youtube-an tentang Yoga for Beginner :p. Mudah-mudahan enggak mentok di pelototin video dan artikel doang hahaha.

Selamat tahun baru . Bring it on, 2018! ??

The American’s Diet : Welcome to The Fast Food Nation!

Iklan-iklan kesehatan terkait menurunkan berat badan di televisi lokal Amerika Serikat ini isinya kalau enggak obat-obatan diet, diskon-diskon di gym dan peralatan olahraga ya operasi plastik! Hihihihi.

Soal MAKANAN SEHAT hampir tidak pernah disebut-sebut secara publik. Ada sih di sekolahan tempo hari kampanye makan sayur. Tapi di Amerika Serikat, sekolahan kan punya kantin. Boro-boro jualan sayur, kantin ya kebanyakan menjual sosis-sosis an, sandwich isi daging-daging olahan misalnya hot dog, susu juga ada, dll.

Gamnar : pixabay.com

 

Anak-anak juga bekalnya bebas kalau di Texas / USA secara umum. Di Ireland kan memang tidak ada kantin :D. Jadi orang tua di-encourage untuk menyediakan makan siang yang sehat buat anak-anak. Permen jelas tidak boleh.

Di Irlandia, waktu ada kampanye makan buah dan sayur, sekolahan benar-benar menyediakan sayur dan buah gratis buat anak-anak di sekolah ^_^.

Amerika Serikat cukup terkenal dengan istilah “Fast Food Nation”. Banyak sekali brand-brand makanan cepat saji yang tersohor di pelosok dunia yang lahir dan berkembang dari Amerika Serikat. McDonalds dan KFC, dua diantaranya yang sudah sangat mendunia.

Yang lainnya? Masih banyaaaaaaaaakkkk …

Gambar : nationofchange.org

 

Kondisi di supermarket-supermarket umumnya juga sama. Terutama di Walmart tuh, ya. Paling cuma 1-2 lorong yang menyediakan makanan segar baik berupa sayur atau buah-buahan. Sisanya … ya makanan kaleng dan teman-temannya.

Konsumsi makanan jadi makin marak karena ternyata “bahan makanan yang lebih sehat” harga dan effortnya cukup mahal. Literally. Bayangkan, dengan 5 dolar saja kita bisa membeli satu porsi makanan jadi lho. Coba kalau beli dan masak sendiri, pasti pada malas kaaaaaan hehehe.

Beban pengeluaran di Negeri Jantung Dunia ini memang warbyasak. Cicilan mobil saja tiap keluarga bisa punya 2! Texas sendiri transportasi umumnya sangat minim. Enggak bisa nyetir, ribet deh hehehe. Mau tak mau harus memiliki lebih dari 1 mobil. Buat yang punya remaja, siap-siap nambah cicilan mobil.

Belum cicilan rumah, persiapan sekolah anak. Walau di public school tetap harus kerja keras dengan les ini itu karena persaingan masuk perguruan tinggi sadis, Cyiiiiinnn hehehe. Sadis dan mahal hahahaha. Plus cicilan gadget-gadget an karena pesatnya perkembangan teknologi juga ada di Negeri Paman Sam iniiiiiiii ^_^.

Anak kelas 3 SD saja boleh boooo nenteng-nenteng iPad ke sekolahan. Anaknya pakai iPad, ya masa iya ortunya pakai Oppo, yes? Hahahaha. Melihat teman-temannya pada bawa gadget ke sekolah sempat bikin anak-anak baper :p. Saya bilang saja, “Bentar lagi  balik Ireland. Di Ireland jelas gak boleh bawa-bawa gituan ke sekolah buat anak SD!”

Dengan banyaknya fasilitas makanan siap saji dengan harga sangat bersaing dan rasa menggoda, tak sedikit keluarga yang takluk pada sosis-sosis an dan nugget-nugget an dkk buat menu sehari-hari di rumah :). Lama-lama menjadi gaya hidup  yang umum di Amerika Serikat.

Murah, praktis dan enggak perlu maksa anak-anak makan kali ya hehehe. It’s so true :D. Pernah saya ikutan nitip beli makanan model begini ke seorang teman. Ya kebetulan dia menawari sih. Kalau tidak ditawari juga enggak tahu mau beli beginian di mana :D.

 

Sekantong besar chicken fritter atau chicken wing seharga 16-17 dolar sajah.  Isinya bisa sampai 20 potong. Gede-gede lho. Makan satu saja anak-anak sudah kenyang. Bayangin itu sebijinya kagak nyampe 1 dolar. Sungguh butuh semangat luar biasa untuk tetap tekun memasak tiap hari di rumah hehehe ;).

Nah buibu jangan terlena sama makanan beginian yaaaaaa. Bolehlah buat sekali-sekali saja, jangan sampai menjadi kebiasaan harian ;).

Negara Amerika Serikat sendiri memang termasuk dalam 20 negara dengan masalah obesitas tertinggi. Texas termasuk yang cukup rawan nih kalau lihat ilustrasi gambar ini :

American Obesity Rate (gambar : The Health eZine)

 

Padahal kunci utama untuk mencapai berat badan ideal ya POLA MAKAN . Pengaruh pola makan itu sekitar 70-80%. Sementara olahraga dan lain-lain hanya menyumbang sisanya.

Tapi ingat lho, gerak tubuh atau olahraga itu penting untuk menjaga stamina dan meningkatkan fungsi-fungsi organ tubuh seperti jantung dll. Apalagi kalau rewel pengin punya bentuk bodi yang tetap oke ya wajib atuhlah olahraga hehe.

Kalau ingin menurunkan berat badan tapi tidak mau repot-repot mengubah pola makan yang kurang tepat kayaknya sih sia-sia deh ya, walau olahraga 10 jam per hari sekali pun .

Kalian jangan mau ditipu sama obat-obatan diet. Coba lihat saja, pasti deh, segala obat-obatan itu (hampir) SELALU mensyaratkan perubahan pola makan. Minum obatnya thok ya tidak cukup. Jadi intinya memang di pola makan, yes? 

Nah, soal pola makan ini panjang ceritanya. Apalagi sekarang banyak diet-diet yang mengabaikan pentingnya keseimbangan zat gizi dalam tubuh.

Sebenarnya, kalau mau menurunkan berat badan dengan cepat memang diet tinggi protein (Mayo dll) dan diet tinggi lemat (keto dll) itu sangat unggul, lho . Berat badan bisa dipangkas dengan cepat kalau kita sanggup mengurangi karbohidrat dengan gila-gilaan. Bahkan ada yang menyarankan karbohidrat 0%.

Untuk jangka singkat, terus terang saya beberapa kali mencoba hehehe. Tapi hati-hati, dalam jangka waktu lama, itu bukan hal yang tepat.

Begitu mencapai berat badan ideal, segera kembalikan pola makan ke “prinsip gizi seimbang”. Karena tubuh kita perlu 3 zat gizi makro setiap harinya : Protein, karbohidrat, dan lemak.

Tapiiiii kalau ngomongin karbohidrat ya jangan mentok di nasi putih dan roti sajaaaaaaa . Nasi merah itu karbohidrat yang jauh lebih sehat .

Industri makanan jadi memang cukup menjanjikan secara ekonomi. Menyerap banyak tenaga kerja dan pemicu kreativitas juga. Kalau semua orang masak di rumah, entar resto dan rumah makan sepi, dunk. Padahal itu serapan karyawannya tidak sedikit, kan?

Gambar : bariatricfreedom.com

 

Makanan kalengan juga keluaran pabrik. Nah lho, itu sayur-sayuran kalau tinggal metik gimana cara muter duitnyaaaaaa :D. Tapi kalau diangkut ke pabrik, dikalengin, pasti butuh tenaga kerja mulai dari produksi-packaging-orang gudang-transportasi dan segala macam. Ekonomi akan terus berputar ^_^.

Mengerti kan sekarang mengapa iklan-iklan di televisi dijejali dengan obat diet, gym, personal trainer dll? Ya yang begitu-begitu yang membuat uang bisa terus beredar. Kalau disuruh banyak makan sayur dan jalan kaki, waduh, enggak ada duitnya kali ya hehehe.

Asuransi kesehatan juga enggak murah lho di Amerika Serikat. Bayangkan perjuangan kalangan menengah ke bawah menyesuaikan berbagai fenomena hidup begini. Tapi jangan salah, justru drama-drama perjuangan model begini juga salah satu  letak kelebihan tinggal di Amerika Serikat.

Ha? Gimana-gimana? Ah sudah kepanjangan hahaha. Next article, yak.

Mengurus negara super dengan penduduk segabruk-gabruk memang dikira gampang? :p.

Entahlah apa semua itu sebanding dengan efek samping dari pola-makan-instan seperti ini? Hmm, welcome to The United States of America, yang hingga kini masih bercokol di posisi teratas sebagai penguasa ekonomi dunia. Well, selalu ada harga yang harus dibayar ;).

Tentu saja tinggal di Amerika Serikat itu juga asyik, kok. Banyak juga yang tetap langsing dan sehat pastinya (y). Ujung-ujungnya ya hidup ini memang pilihan. Tapi kadang, lingkungan itu punya pengaruh yang besar terhadap pilihan yang akan atau malah HARUS kita ambil :).