The Best is Yet to Come

Biar enggak bingung, Irlandia dalam artikel ini merujuk ke Republik Irlandia, ya. Bukan Irlandia Utara. Walau bosan neranginnya, tapi capek juga kan kalau ada komentar enggak nyambung melulu hahaha :p.

Irlandia Utara/North Ireland adalah bagian dari Kerajaan Inggris Raya / United Kingdom of Great Britain atau disingkat UK saja. Republik Irlandia adalah negara sendiri yang tidak ada hubungannya dengan pemberontakan IRA! Paham ya? :p.

Biar singkat, saya tulis Irlandia saja :).

Midland, Ireland :)
Midland, Ireland 🙂

Tahun 2012, taipan berusia lanjut asli Irlandia, Sean Quinn, jatuh bangkrut akibat krisis yang mendera Irlandia yang kira-kira puncaknya di tahun 2009 silam. Tidak kira-kira, bisnis yang dirintisnya sejak tahun 70 an hanya menyisakan kenangan saja.

Saya pernah dengar tapi belum pernah mencari detailnya. Sampai akhirnya halal bi halal kemarin mengobrol dengan teman baru dari Malaysia :D. Beliau juga lagi hamil anak ke-3. Di situlah mulainya bumil saling menyapa hingga akhirnya kita mengobrol agak lama di atas kursi. Enaknya jadi bumil. orang pada ngelesor di lantai, kita boleh duduk di sofa hihihihi :p.

She’s a doctor ;). Kuliah dan praktik di Irlandia sejak 10 tahun yang lalu kalau tidak salah.

Dari dia juga saya jadi tahu kondisi ekonomi-politik di Malaysia sekarang.

Memang begitu ya ternyata, kalau ekonomi lagi ‘terguncang’, perpecahan agak sulit dihindari. Di Malaysia agak ‘riskan’, karena mereka punya 3 ras yang cukup dominan. Kalau di Indonesia, ras yang ‘itu’ masih banyak yang pasrah kalau dikuya-kuya hihihi. Sementara di Malaysia, ada “perlawanan” :(.

Dulu kondisi mereka tidak begitu, curhat si teman tadi. Tapi ketidakpuasan dan tuduhan korupsi serta gaya hidup si PM sekarang ini benar-benar menekan kepercayaan masyarakat Malaysia. Every country has their own battle lah ya. Berharap yang terbaik untuk Malaysia :).

Sementara mbak-nya curhat soal negerinya, di mana saya tidak terlalu menimpali soal Indonesia, lebih banyak mendengar dan ngangguk-ngangguk, biar terlihat bijak gitu ya saya-nya? :p. Padahal mah karena kekenyangan hahaha :D.

PM Najib dan istri (gambar : merdeka.com)
PM Najib dan istri (gambar : merdeka.com)

Habis itu barulah kita mulai merambah ke ekonomi internasional. Ajegile ini 2 bumil emang hahaha. Topiknya booooo :p. Soalnya sempat juga saya cerita ke dia kalau saya ini sebelumnya pernah tinggal di Arab Saudi. Dia nanya-nanya juga. Jadi kita semacam tuker-tukeren info.

Makanya, saya juga tanya-tanya soal Irlandia ke si embak pan dese udah 10 tahun di sindang. Dia ceritalah soal krisis tahun 2009. Nah, ini cerita ginian karena sebelumnya juga kita nyerempet Yunani. Ya apa yang terjadi di Yunani tahun 2012 silam, begitulah kondisi Irlandia di tahun 2009.

Saat terpuruk itulah, Irlandia minta “paket penyelamatan dari Uni Eropa” :D.

Demo di Irlandia saat krisis 2008 (gambar : links.org.au)
Demo di Irlandia saat krisis 2008 (gambar : links.org.au)

Apa yang terjadi?

Hutang kredit yang macet setelah salah prediksi sebelum tahun 2009. Ini sekilas sudah pernah diceritakan suami. Molor melulu sih kalau ngobrol beginian sama suami hahahaha. Beliau mah pengetahuannya luas banget urusan ekonomi global :p. Tapi ogah kalau disuruh nulis serius. Soal menulis katanya jatah saya hahahaha.

Perbankan Irlandia diamuk badai. Spekulasi gagal. Defisit anggaran mencapai 32% dari produk domestik Bruto di tahun 2010. Pemerintah mengambil alih kebijakan perbankan untuk mencegah karam.

Saat itu, tak sedikit warga Irlandia yang ‘kabur’ Ke Australia, US dan Kanada. Menghindari krisis besar di Irlandia. Pengangguran mencapai 15%. Permintaan dalam negeri merosot tajam.

Ingat ya, orang sini ogah cabut ke Eropa daratan hehehe :p. Kata suami, kedekatan “budaya-sosial” Irlandia emang kurang sama Eropa daratan selain faktor bahasa tentunya ;).

Situasinya pasti berat, pemerintahan pun berganti. Hingga akhirnya disepakati sampai 5 paket penyelamatan.

Perdana Menteri Irlandia saat itu adalah Enda Kenny. Kenny menjalankan dengan sungguh-sungguh program reformasi yang disepakati dengan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional IMF.

Kenny berkali-kali mengatakan bahwa hal ini tidak akan mudah. Tidak akan terjadi sekejab. Terlalu banyak kesulitan yaang dialami. Terpaksa harus memgambil keputusan-keputusan sulit demi rakyat dan negara. Enggak paham juga waktu itu ada fenomena lover hater apa enggak ya di Irlandia? hihihihi :p.

AKhirnya…jerih payah Kenny berhasil! ^_^

Kita mundur sedikit, apa yang dialami Irlandia saat itu mirip kayak Yunani di tahun 2012 ;). Apa bedanya?

Saat itu, Irlandia ‘patuh’ pada persyaratan yang diberikan Uni Eropa. Uang bantuan memang habis-habisan dipakai untuk membangun infrastruktur. Pantas saja, teman-teman yang tinggal di ujung selatan Irlandia, kota Cork, mengeluh, dulu transportasi mah ancur banget :'(.

PM Enda Kenny (gambar : thejourne.ie)
PM Enda Kenny (gambar : thejourne.ie)

Sekarang, jalan tol sudah banyak banget ^_^. Enggak akan kerasa kalau kita datang dan melihat Irlandia sekarang :).

Per Januari 2013, Irlandia kembali memimpin Dewan Eropa, setelah digilir dari negara-negara lain. Setelah 2 tahun menerima paket dana bantuan dan seoptimal mungkin menjalankan program pembangunan segala macam, Irlandia sukses melepaskan diri dari masa krisis ;).

Saya sekeluarga datang saat Irlandia sudah bangkit dari kebangkrutan :D. Dan kini, menjelma menjadi salah satu negara maju di Eropa. Dari banyak prediksi pertumbuhan ekonomi, Irlandia memimpin dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi lebih dari 4% tahun ini. Mayoritas Eropa daratan masih berkisar 1-2%. Di luar Uni Eropa, Rusia misalnya, prediksinya adalah minus.

Sangat jauh apa yang terjadi di Eropa daripada keluhan kalian di tanah air. Irlandia sendiri walau secara prediksi terang benderang tetap struggling dengan jumlah penduduk yang terlalu sedikit :(. Ekonomi susah tumbuh. Saya sudah kenyang melihat toko atau kafe yang gulung tikar sejak 2.5 tahun lalu saat saya pertama datang.

Itulah, banyak penduduk pusing, sedikit penduduk sama peningnya hahaha.

Itu masih berlangsung sampai sekarang :(. Kadang sedih pengin memborong kalau ada toko yang memasang plang, “Closing sale. All stock must go!”

Setahun lalu, sebuah toko peralatan rumah tangga yang cukup besar dan pernah sukses di masanya akhirnya harus ‘jatuh’. Itu barang-barangnya diskon sampai 70%. Saya sudah berusaha membeli apa yang bisa dibeli. Kasihan euy hehehe. Banting harga enggak kira-kira. Kualitas barangnya padahal enggak jelek :'(. Mereka bangkrut habis-habisan.

Itu pun, tetap saja sepi. Sampai hari terakhir, barang masih menumpuk di rak :(. Kelesuan ekonomi melanda semua kalangan. Panci bagus dijual di bawah 5 euro saja tidak banyak yang mau beli. Di Pasar Minggu mah sudah ngamuk kali ibu-ibu rebutan yak hahaha.

Toko-toko baju apalagi. Gonta ganti gulung tikar. Satu bangkrut, ada satu yang baru. Enggak lama plangnya pun menghilang, kiosnya tutup sementara. Banyak yang tetap tidak berpenghuni sampai sekarang :(.

Gambar : nickgrantham.com
Gambar : nickgrantham.com

INi kondisi negara yang diprediksi pertumbuhan ekonominya bakal di atas 4%. Gimana di Eropa lain coba? Hehehe.

Saya saja pasrah suami tetap harus assignment ke luar negeri padahal sudah minta keringanan untuk remote support karena saya lagi hamil tua. Persaingan lagi berat, nih. Gempuran engineer India-Pakistan dominasinya tinggi banget. Mereka juga banyak yang punya kualitas mumpuni dengan etos kerja luar biasa.

MEreka would do anything untuk mendapatkan citizenship di Irlandia! Syaratnya memang mudah, asal tinggal 5 tahun berturut-turut di sini. Pada betah-betah dan doyan kerja semua. Kagak peduli gaji berapa yang penting jadi warga negara Eropa! Ngeri, Kakaaaaa hehehe. Orang lokalnya malah yang agak ogah-ogahan hehehe.

Saya mendorong suami untuk tetap aktif. Suami nan saleh pasti berat lah ninggalin bini yang lagi buncit-buncitnya bareng 2 anak tengil ini :p. Eike mah yang penting oleh-olehnya Bang. Hahahaha. Tetap semangat! ^_^.

Mau angkat pompom enggak kuat lihat perut, Euy. Hahahaha. Jadi kutuliskan saja ya, Cinta <3. Pokoknya foto saja yang bagus-bagus sebanyak-banyaknya di sana nanti kita sulap bareng jadi duit dah :p.

Bisnis yang sama di Indonesia pun lagi lesu. Layoff habis-habisan sudah kejadian 2 tahun kemaren. Mau ke mana coba? :D. Semua juga lagi ‘berjuang’ menghadapi masa sulit. Sebelum Jokowi jadi presiden pun, sudah lesu duluan lho :p. Ya kali situ mau mangap lagi :v :v :v.

Ada hal yang harus dipahami sebelum menuduh negara-negara besar Uni Eropa berusaha menghisap darah negara-negara yang lagi sulit ekonominya :). Logically, Jerman pasti berusaha sekuat tenaga mempertahankan kelangsungan Uni Eropa. Memang, Angela Merkel and the gank punya kepentingan sendiri.

Tapi suksesnya Uni Eropa harus didukung oleh kesuksesan semua anggota. Justru yang diharapkan adalah yang “kecil-kecil” ini terus bangkit dan makin banyak yang mau join atau bertahan dalam Uni Eropa :).

Apa sih untungnya Jerman kalau sampai Yunani benar-benar jatuh dan keluar dari Uni Eropa? Ada juga makin khawatir. Karena tidak semua negara-negara Eropa yang tergabung di sana memiliki perekonomian yang kuat.

Kalau sampai Uni Eropa tidak bisa dipertahankan, Jerman juga mungkin harus melepas euro. Selama ini negara besar Eropa yang ekonominya ditopang ekspor menikmati kurs Euro yang tidak terlalu kuat dibandingkan ekonomi dalam negerinya. Iya lah, untung dong kalau dominan ekspor dan mata uang “lemah”? ;). Jadi ubah itu mindset kalian kalau pelemahan mata uang dalam negeri adalah kemalangan.

Bersama kemalangan ada celah ekspor yang bisa digapai ;). It can be a challenge, bagi mereka yang memang selalu berusaha mencari jalan keluar.

Sebaliknya, negara-negara model Yunani, yang entah apa gitu yang mau diekspor hihihi, pemasukan utama mungkin mayoritas dari pariwisata. Bayangkan kalau ternyata ekonomi dalam negeri mereka tidak secemerlang nilai tukar Euro. Euro yang lebih ‘kuat’ malah akan menghalau turis asing masuk ke negaranya :p.

Sementara, ekonomi dalam negeri sudah kolaps tapi mereka tidak sanggup memaksa Euro melemah ke level yang cocok dalam perekonomian dalam negeri. 2 sisi mata uang memang.

Bendera Uni Eropa

Tapi percayalah, Uni Eropa tidak hendak menikam negara-negara kecil ini. Ini ibaratnya sebuah kapal. Kalau ada bagian yang bocor, kapal akan karam dan semua penumpang akan terjebak bersama. Ubah persepsi konspirasi kalian lah :p. Apaan sih, dikit-dikit konspirasi, dikit-dikit konspirasi.

Musuh bersama semua manusia itu adalah sifat-sifat buruk yang bisa muncul dari kalangan MANA SAJA. Jangan pandang kaum, orang atau golongan pun organisasi mana-mana pun. Keserakahan, kerakusan, egoisme, terjebak kemewahan dunia dan segala macam … itulah musuh kita. Bukan siapa pelakunya! Karena semua sifat buruk ini bisa kejadian di kaum mana pun. Individu mana saja. Tidak mandang situ ras mana ;). Itu yang harus konsisten kita lawan ^_^.

Nah, salah satu kesalahan pemerintahan Yunani, abis dapat segepok uang dari Uni Eropa dan berbagai lembaga internastional, mereka ogah menjalankan “kebijakan” yang sudah disepakati. Uang yang seharusnya dipakai untuk pembangunan produktif malah lebih banyak yang lari ke konsumtif :(.

Serunya lagi, utang enggak bisa dibayar, dalam kepanikannya mereka mengambil keputusan yang bisa dibilang ceroboh. Mereka memang terjebak dalam perputaran ekonomi yang tidak seimbang diantara negara-negara Uni Eropa. Tapi mengapa malah bersikap “arogan”? :). Sudah tahu tidak punya apa-apa lagi, malah ribut mau referendum.

Pemerintahan Yunani tidak sanggup mengendalikan korupsi dan banyaknya para pengemplang pajak di negerinya. Mereka juga tidak mau menaikkan pajak karena mungkin tidak berani menghadapi protes rakyat. Uang pinjaman banyak dipakai untuk subsidi konsumtif ke rakyatnya. Lah ya piye? hehehe. Uang habis percuma, modal enggak balik. Boro-boro mau balikin utang, sekadar perbaikan dalam negeri saja tidak sanggup.

Tahu enggak hasil akhir referendum? Referendum hanya mekanisme untuk “buying time” saja menurut suami saya. Ya mau gimana, mereka bukan hanya tidak bisa bayar utang, tapi secara internal memang ekonominya lagi remuk. Mau tak mau kembali menerima suntikan dana. And we hope this time mereka bisa lebih bijak mengambil keputusan.

Tak akan mungkin memang memuaskan semua pihak. Apalagi kalau dalam posisi pemerintah. Segitu banyak kepentingan yang harus diperhatikan. Belum lagi kalau dirongrong sama “haters” yang nyinyirnya luar biasa tapi solusi kosong melompong :p. Huhuuuyyyy, makin sedaplah itu.

Gambar : biznews.com
Gambar : biznews.com

Uni Eropa memang punya Jerman yang kekuatan ekonominya masih yang paling solid. Penduduknya banyak, produktivitasnya yahud. Ekspor pun tinggi. Sistem kesehatan publik di sana is one of the best ;).

Jangan bayangin enak-enaknya sahajoooo :p. Pajak juga termasuk paling ngeri di sana hahahaha. Habis banyak ya orang-orang di tanah air kalau dengar kata negara maju disangka orang di sana pada koleksi mobil dan foya-foya atau nge-mal melulu tiap hari. Zzzzzz -_-.

Jangan lupa juga telusuri sejarah Jerman dari dulu-dulu :p. Biar situ enggak kebanyakan kemakan teori konspirasi hahahaha :p. Negara-negara besar ini pun dulunya dibangun dari perselisihan sengit yang memakan banyak korban jiwa.

“If you want to understand today, you have to search yesterday.” – Pearl S. Buck

Memang, belajar sejarah itu ada serunya sendiri hehehe. Kita akan menyaksikan yang namanya pergiliran masa kejayaan. Siapa sangka, peradaban dunia yang justru banyak dimulai di Asia, di sebagian besar wilayah Timur Tengah sana, malah hampir hilang tak berbekas. Ada apa di sana sekarang? Perselisihan tiada berkesudahan. Tentu saja … ini salah konspirasi lah ya, kita mah enggak salah apa-apa hahahaha :p.

Eropa Barat, yang sebelum abad ke-14,s empat dikenal sebagai bangsa barbar, mandi saja jarang (hihihi). Dulu, Eropa Barat sirik abis sama Eropa Timur yang sangat ‘maju’. Sementara banyak pemimpin di Eropa Barat yang membaca dan menulis saja tidak bisa hahaha. Eropa barat kini menjadi incaran dan idola banyak pendatang dari berbagai wilayah Asia :D.

Pasti sakit hati kalian kalau tahu dari mana bangsa Eropa ini ‘belajar’ kebersihan, kesenian dan segala macam ;).

“How we handle adversity determines the chances if we either fall or rise.”
― Lailah Gifty Akita, Pearls of Wisdom: Great mind

Tapi ingat, tidak ada yang bilang ini akan mudah ;).

Dan siapakah yang hidupnya yang tidak celaka selain mereka yang saling nasihat dan menasihati dalam menetapi kesabaran.

Cemunguuuddd eaaaaaa *kasihSenyumCibiCibi* :D. The best is yet to come ^_^.

 

***

Istanbul Asian Side. The gallery-ship at Moda, pic by Dani Rosyadi

Istanbul Asian Side

Istanbul yang unik salah satunya karena kota ini terbagi menjadi 2 wajah, sebagian terletak di wilayah Eropa, sebagiannya lagi di wilayah Asia. Wajahnya 2, peradabannya mewakili banyak budaya. Tak heran, Istanbul … menjadi tujuan wisata utama di dunia dari berbagai bangsa.

Hayoooo, siapa yang belum pernah ke Istanbul? Yuk mewek bareng saya hihihihi :p. Saya juga belum huhu. Ini adalah cerita jalan-jalan oleh-oleh dari suami yang pernah assignment sebulan di sana ;).

Istanbul Asian Side. The Moda, pic by Dani Rosyadi
Moda, Istanbul Asian Side

Dibandingkan dengan European Side, sisi Asia dari kota Istanbul mungkin kurang diminati oleh turis asing. Tapi, belahan kota ini pun menawarkan pesona lain yang sayang untuk dilewatkan.

Ada apa saja sih di

Istanbul Asian Side?

1. Bagdad Street

Bagdad Street adalah pusat perbelanjaan yang didominasi oleh merek-merek ternama yang berskala internasional. Butik-butik kenamaan seperti Gucci, Prada dll, berdiri sendiri-sendiri di sepanjang jalan. Jalanannya yang satu arah dan sering diterjang macet tidak mengurangi minat orang-orang untuk  berjejalan di sana. Karena selain bermobil, kita bisa menyusuri jalan via trotoar-trotoar lebar dan rindang yang tersedia di hampir sepanjang jalan.

Istanbul Asian Side. The shops at the Bagdad Street, pic by Dani Rosyadi
Pertokoan di Bagdad Street, Istanbul Asian Side

Satu blok di sebelah Bagdad Street sudah termasuk wilayah pantai. Suasana di pesisir pantai sangat cantik. Taman-taman bunga, yang dilengkapi dengan arena permainan untuk anak-anak dan arena olahraga yang bisa digunakan oleh orang dewasa, berjajar  seolah tak ada habisnya. Benar-benar tempat berlibur yang tepat untuk seluruh anggota keluarga.

Istanbul Asian Side. The park at the Bagdad Street, pic by Dani Rosyadi
Taman di sepanjang Bagdad Street, Istanbul Asian Side.

Port Kadikoy

Wilayah ini merupakan pusat kota Istanbul bagian Asia. Tak cuma ada pasar-pasar, tapi juga ada terminal bis dan pelabuhan kecil.

Pasarnya cukup unik, lho. Selain kebersihannnya yang sangat terjaga, hampir semua jalan-jalan kecil di sana, yang hanya boleh ditempuh dengan jalan kaki, menyediakan tempat-tempat makan terbuka di sepanjang ruas jalan.

Jika melewati jalan-jalan ini, tak sedikit pelayan rumah makan yang aktif mengajak para turis untuk mampir ke tempat mereka.

Istanbul Asian Side. The restaurants at the Port Kadikoy, pic by Dani Rosyadi
Jajaran rumah makan di Port Kadikoy

Dari Port Kadikoy, kita bisa menaiki old circular trem line menuju kawasan pinggir pantai, Moda. Di Moda kita bisa menyusuri sebuah dermaga dan melihat pemandangan cantik berupa kapal-kapal kecil yang terparkir di sisi-sisi laut yang menyempit. Satu yang sangat berkesan, sebuah kapal tua yang sudah tak beroperasi dan dijadikan sebagai galeri lukisan. Pengunjung bisa naik ke kapal untuk membeli lukisan bila tertarik atau sekadar melihat-lihat saja.

Istanbul Asian Side. The gallery-ship at Moda, pic by Dani Rosyadi
Kapal yang berfungsi sebagai galeri di Moda, Istanbul Asian Side

Transportasi Lengkap dan Terintegrasi

Untuk menyusuri keseluruhan wilayah Istanbul kita bisa mengandalkan transportasi umum/massal yang disediakan oleh pemerintah kota. Ada trem (kereta listrik berukuran kecil), subway, bis, LRT (kereta listrik panjang) dan kapal feri.

Istanbul Asian Side. LRT, pic by Dani Rosyadi
LRT di Istanbul

Jarak dari wilayah Asia ke wilayah Eropa ini sekitar 23 km. Jangan khawatir, sisi Eropa dan sisi Asia bisa dikelilingi dengan menggunakan variasi dari jenis transportasi yang telah disebutkan tadi.

Mengapa kapal feri kerap digunakan padahal telah disediakan dua jembatan besar untuk menghubungkan wilayah Eropa dan Asia? Karena kemacetan pun menjadi salah satu masalah utama transportasi darat di Istanbul.

Istanbul Asian Side. The port, Kadikoy, pic by Dani Rosyadi
Pelabuhan feri di Kadikoy, Istanbul Asian Side

Wah, banyak sekali jenisnya. Pasti pusing bila harus berganti jenis kendaraan dan bolak balik membeli tiket yang berbeda-beda. Jangan risau. Seluruh jenis transportasi yang disebutkan tadi sudah menggunakan sistem pembayaran terintegrasi. Cukup membeli sebuah kartu khusus, Istanbul Card.

Sistemnya seperti pulsa pra bayar. Jadi, kita tinggal mengisi kredit kartu dengan membayar sejumlah uang di berbagai tempat yang menyediakan kios jual-beli pulsa kartu transportasi ini. Kios-kios seperti ini tersebar di mana-mana, sangat mudah ditemukan.

Satu buah kartu Istanbul Card bisa digunakan untuk maksimal 5 orang. Umumnya satu kartu cukup untuk satu keluarga. Selain praktis dan mudah, harganya jauh lebih ekonomis dibanding kita membeli tiket satuan untuk masing-masing jenis transportasi.

Nah, seru dan gampang, kan? Selamat menjelajahi kota Istanbul ;).

Istanbul Asian Side. Old Tram, pic by Dani Rosyadi
Old Tram, Istanbul

Masih banyak foto-foto seru dari Istanbul lainnya. Baik dari belahan Eropa maupun sisi Asia-nya ;). Sebagian foto-foto kami kompilasi via video di bawah ini. Happy watching ^_^.

Ini video tentang Istanbul-Asian Side

Kalau yang ini versi Istanbul travel guide untuk European side :

https://www.youtube.com/watch?v=61e2cKRLa_o

***

8 Kontroversi Penyebab ‘Perang’ Para Ibu

Foto koleksi pribadi (by Dani Rosyadi)
Foto koleksi pribadi (by Dani Rosyadi)

Dunia ibu penuh warna dan cerita dalam membesarkan para buah hati. Termasuk  merebaknya peer pressure antara sesama ibu-ibu sendiri. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya, hal-hal berikut ini sering ramai diperbincangkan, bahkan tak jarang dipertentangkan.

Apa saja?

Berikut 8 diantara kontroversi pilihan para ibu di tanah air :

1. Ibu bekerja di kantor atau ibu bekerja di rumah?

Apakah ibu seharusnya mengasuh sendiri anak-anak di rumah sepanjang hari atau apakah ibu boleh saja mendelegasikan masalah pengasuhan anak kepada orang lain? Perdebatan masalah ini yang paling sering memicu ketegangan di kalangan ibu-ibu hingga kini.

Apa pun topik yang menyangkut mengenai pilihan ini selalu ramai diperbincangkan oleh kedua belah pihak. Benarkah anggapan bahwa ibu-ibu yang bekerja di luar rumah cenderung menelantarkan anak? Betulkah stereotip ibu-ibu yang tinggal di rumah adalah simbol ketidakmandirian?

Anda sendiri, lebih pilih mana?

Ibu bekerja vs ibu di rumah
Bekerja di luar rumah atau stand by di rumah, Mama harus tetap dekat dengan anak-anaknya dong ya ^_^, foto : koleksi pribadi

2. Melahirkan normal atau melahirkan via operasi/SC?

Metode yang dipilih untuk melahirkan pun tak jarang menjadi pembicaraan hangat. Ada anggapan bahwa ibu-ibu yang memilih cara operasi takut menghadapi rasa sakit alami akibat kontraksi melahirkan normal. Sepertinya akan jauh lebih bijak jika melibatkan para ahli medis terkait masalah ini. Setuju?

3. Memberi ASI ekslusif atau memberi susu formula?

Gencarnya kampanye ASI ekslusif mulai menuai efek samping. Terjadilah kontroversi yang kadang-kadang cukup tajam antara pemberian ASI ekslusif kepada anak ataukah boleh memberikan susu formula.

Alangkah baiknya jika kita masing-masing menyadari bahwa tiap ibu pastilah ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Hanya mungkin ada situasi dan kondisi tertentu yang membatasi pilihan ideal yang dimaksud.

4. Memakaikan si buah hati popok sekali pakai atau popok kain yang bisa dicuci?

Akhir-akhir ini makin marak anjuran penggunaan popok kain yang bisa dipakai ulang setelah dicuci. Mungkin awalnya ditujukan sebagai pilhan alternatif selain penggunaan popok sekali pakai. Namun belakangan malah menuai perdebatan tersendiri.

Isu ramah lingkungan sering diangkat dalam isu penggunaan popok untuk para balita. Ada benarnya juga, sih. Tapi tujuan yang baik jika seharusnya disampaikan dengan lebih bijak sehingga tidak perlu sampai menuai pertentangan, kan?

Popok bayi reusable (gambar : aliexpress.com)
Popok bayi reusable (gambar : aliexpress.com)

5. Mengolah MPASI rumahan atau menggunakan MPASI instan/buatan?

Pemberian dan pengawasan atas nutrisi pada si kecil merupakan salah satu tanggung jawab penting para Ibu. Termasuk soal MPASI, makanan pendamping ASI yang umumnya diberikan sejak usia 6 bulan. MPASI buatan banyak disediakan di toko-toko dan supermarket. Tapi tak sedikit yang memilih untuk mengolah sendiri MPASI buat si kecil.

Kedua pilihan ini mungkin bisa saja dikombinasikan sesuai kebutuhan dan kondisi. Namun yang kadang terjadi malah timbulnya pertentangan antara keduanya. Ada pihak yang menentang penggunaan MPASI buatan dalam kondisi apa pun. Sementara ada juga yang merasa MPASI rumahan cukup merepotkan dan menyita waktu.

Mari bijak menyikapi. Sesuaikan saja dengan situasi masing-masing. Mungkin sesekali, mau tak mau, kita tidak harus mengikuti pola ideal.

6. Memberikan vaksinasi atau tidak?

Pemberian vaksinasi juga cukup gencar diperdebatkan. Ada kalangan yang menentang kewajiban untuk memberika vaksinasi pada anak karena berbagai alasan. Alasan agama dan kenyamanan serta keamanan anak misalnya. Sementara tak sedikit pula kalangan yang menganggap pemberian vaksinasi kepada anak harus terus digalakkan demi mencegah menularnya banyak penyakit berbahaya.

Wah, kalau sudah urusan agama, seringnya diskusi akan jadi panjang dan ‘panas’. Pemerintah dan ahli medis sepertinya harus turun tangan serius untuk menangani soal ini. Menurut anda apa pilihan yang lebih tepat?

7. Mengenalkan bahasa asing dan calistung sejak usia dini atau tidak perlu?

Gambar : funny.wallpaperss.net
Gambar : funny.wallpaperss.net

Soal pendidikan anak juga menghadirkan beberapa pilihan sejak anak berusia dini. Diantaranya keperluan mengenalkan bahasa asing dan kemampuan membaca-menulis-berhitung. Dengan  mempertimbangkan kemampuan dan minat anak masing-masing, seharusnya tidak perlu ada perdebatan lebih lanjut.

8. Memilih metode homeschooling atau sekolah formal?

Metode belajar sehari-hari anak juga terus mengalami perkembangan. Kini, metode homeschooling banyak dilirik dan banyak diterapkan. Hingga tak sadar menjadi bahan perbandingan dengan metode konvensional yang sudah ada. Banding membandingkan inilah yang lama kelamaan sering berujung pertentangan.

Soal metode sekolah anak rasanya banyak faktor yang harus dipertimbangkan, ya. Kenyamanan anak dan kesiapan orang tua merupakan hal-hal utama yang menjadi perhatian terkait masalah ini.

People We Haven’t Met Yet (3)

People we haven’t met yet (1)

People we haven’t met yet (2)

***

Masa-masa kuliah bukannya tak pernah terisi dengan ‘gesekan-gesekan’ dengan ‘dunia baru’.

Masalah bahasa sudah bisa diduga. Apalagi di kampus, di kos, saya pasti selalu jadi minoritas hehehe. Bukan cuma minoritas, tapi jadi satu-satunya :P.

Masa kuliah pun memperkenalkan saya pada etnis terbesar di tanah air… orang Jawa. Belasan tahun di tanah kelahiran, saya nyaris tak pernah bergaul dengan orang Jawa. Ada sih teman Jawa, tapi paling cuma separuh Jawa dan mereka dari lahir besar di lingkungan Sulawesi. Atau pun berdarah Jawa asli, tapi interaksinya dengan saya tak banyak.

Kejadian ‘memalukan’ pernah saya alami di tempat kos. Biar murah, pilih kosan yang sekamar berdua :D. Teman sekamar saya, orang Jawa asli. Rumahnya di Jakarta juga. Tiap minggu dia pulang ke rumah di daerah Jakarta. Jika balik lagi, tas ranselnya akan dipenuhi penganan aneka rupa.

Kalau dia mengeluarkan koleksi cemilannya dari rumah, ketika ditaruh di atas mejanya dia selalu berkata, “Eh, Jihan mau, gak?”

Gambar : wisatajiwa.wordpress.com
Gambar : wisatajiwa.wordpress.com

“Wah, bener, nih?”

“Iya. Ambil saja kalau mau.”

Dan berhari-hari mejanya selalu ada cemilan. Ya, mengingat uang bulanan pas-pasan, saya tak ragu-ragu ikut menikmati makanan kecil aneka rupa di atas mejanya.

Itu berlangsung sampai berminggu-minggu. Hingga akhirnya salah satu teman kos yang lain menegur saya, “Jihan, jangan marah, ya. Tapi tak sopan lho memakan makanan orang tanpa izin.”

Ha??? Saya mendadak naik pitam. Waktu itu sedang akhir pekan. Jadi, teman sekamar sedang tidak ada. Biasanya dia akan datang di senin sore.

Senin pagi, saat kuliah, saya lampiaskan kekesalan saya pada sahabat saya. Seorang Minang asli yang lahir dan besar di Jakarta. Setelah saya meluapkan emosi saya, dia memandang dengan heran :

“Lu itu bego apa kenapa, sih?”

“Sialan lu.”

“Itu namanya basa basiiiiiiii. Masa tidak mengerti, sih?”

“Dia memang selalu menawari kuenya, kok. Dan gue selalu bilang mau.”

“Duh, begini nih kalau orang kampung masuk kota hahaha.”

Saya melotot sampai akhirnya dia puas terbahak-bahak dan melanjutkan, “Woooiii, kalau ditawarin sesuatu ya jangan langsung mau. Itu kan cuma basa basi. Duh, lu kayak tinggal di hutan aja, deh. Gini-ginian aja  mesti diajarin.”

Saya tentu membela diri panjang lebar. Dan akhirnya sahabat saya menutup pembicaraan kami dengan bijak, “Hehehehe. Banyak-banyak belajar saja. Nanti lama-lama terbiasa, kok. Pokoknya camkan ya pesan gue, apa pun yang ditawarin orang ke elu, jangan langsung dianggap gimana-gimana. Ada yang namanya basa basi.”

Awalnya sulit sekali menerima hal seperti itu. Tak habis pikir saya dengan segala budaya Bugis saya dengan tawaran-tawaran ‘tak niat’ seperti itu. Hehehehe. Maklumlah, benar kata teman saya, orang kampung baru kenal ibukota :D.

Baju bodo sulawesi selatan
Akad nikah dengan baju bodo, adat Sulawesi Selatan 🙂

Kami orang Bugis tak mengenal basa-basi macam itu :). Kalau kami menawarkan sesuatu, malah jika orang lain itu menolak atau tak merespons kami akan sangat tersinggung :).

Butuh waktu untuk akhirnya menyadari, saya kini hidup jauh dari kampung halaman dan menjadi orang minoritas. “Dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung.” When in Rome, do as Romans do :).

Dan lama-lama jadi paham dan malah lama-lama sedikit-sedikit memahami bahwa budaya ‘asing’ ini pun punya keunggulan. Pada umumnya kami dari Indonesia Timur, mudah mengumbar amarah. Pelan-pelan saya belajar, tak semua kekesalan harus terlontar dari mulut. Sulit memang, bahkan sampai sekarang pun, saya masih harus belajar banyak untuk urusan satu ini. Hahaha.

Baca : People We Haven’t Met Yet (4) 

***

Great Court, British Museum London pic by Dani Rosyadi

British Museum London yang Seru dan … Gratis! :p

Wisata London
British Museum London

Museum lagi, museum lagi :D. Yang ini cerita tentang British Museum London.

Kalau jalan-jalan ke London memang salah satu atraksi menariknya ya museum-museum ini ;). Selain rata-rata tidak  memungut biaya masuk (alias gratis! Hahaha), museum-nya memang bagus-bagus banget. Setidaknya dibandingkan dengan Dublin dan museum di kota-kota besar di Swiss.

Di Swiss tuh ya, udahlah bayar, museumnya juga cupu-cupu huhuhu.

Kalau London punya keren-keren, booooo ^_^. Masih ingat kan dengan Natural History Museum yang mungkin salah satu museum model ginian yang paling megah di dunia ;).

Yang satu ini tidak kalah serunya …

British Museum London

Kalau di Natural History Museum, dari pintu masuk, anak-anak sudah cranky mau lihat dinosaurus. Di sini, mereka ribut mau lihat mumi! Memang, itu iming-iming saya ke mereka biar pada semangat ke museum ini hihihi.

Wisata London : British Museum inside
Penampakan mumi di British Museum London

Kirain  salah turun stasiun. Duh, muter-muter enggak jelas. Mana banyak pula orang-orang sekitar situ yang enggak tahu di mana lokasinya huhuhu. Kurang tenar lokasinya kali, ya. Letaknya memang enggak di jantung kota banget. Agak jauh dari tempat-tempat wisata utama London yang umumnya deket-deketan.

Dicek lagi, sudah benar turunnya di Holborn (via Central Line atau Piccadilly Line). Nah, dari sini harusnya tinggal jalan kaki sekitar setengah kilo. Cuma mungkin pas keluar dari tube station, arahnya sempat ngaco :p.

Oiya, berikut stasiun-stasiun yang bisa jadi alternatif by Tube, untuk menuju ke British Museum London :

  • Holborn, Central Line/Piccadilly Line, dari sini jarak  museum kira-kira 500 m katanya.
  • Tottenham Court Road, Central Line, dari sini juga bisa jalan kaki ke museum 500 meter-an.
  • Russell Square, Piccadilly Line, dari sini agak jauh, hampir 1 kilo kalau  jalan kaki.
  • Goodge Street, Northern Line, kira-kira hampir 1 kilo juga jarak museum dari stasiun ini.
Wisata London : Main Hall
Main Hall/ Aula Utama British Museum London

Kalau naik bus, berikut pilihan rutenya :

  • 1, 7, 8, 19, 25, 38, 55, 98, 242
    Berhenti di New Oxford Street
  • 10, 14, 24, 29, 73, 134, 390
    Berhentinya di northbound on Tottenham Court Road,
    southbound on Gower Street
  • 59, 68, X68, 91, 168, 188
    Berhent di Southampton Row

Sumber bisa dilihat lebih lengkap ya di sini. 

Waktu itu memang agak rintik. Sebenarnya pagi itu  kita mau lihat Changing Guard di Buckingham. Tapi sampai sana ternyata batal karena hujan. Jadilah ubah rencana ke British Museum saja. Kelihatan kan di foto pertama, lantai halaman masih basah gitu.

Melewati pintu masuk, langsung ketemu main hall yang langit-langitnya tinggi dengan bangunan bundar di tengah ruangan (lihat di foto atas). Bangunan bundar itu namanya Reading Room. Hall-nya sendiri kalau enggak salah bernama The Queen Elizabeth II Great Court.

Wisata London : Great Hall
Salah satu sisi The Great Court, British Museum London

Keseluruhan area Great Court tertutup oleh atap kaca yang berangka besi. Hemat listrik :p. Biar ruangan dapat pencahayaan sinar matahari gratis. Di seantero lantai The Great Court ada beberapa patung-patung yang melambangkan peristiwa/tempat/orang/kejadian/hewan yang dianggap mewakili peradaban sejarah. Sekitar 12 patung katanya.

Misalnya nih, patung yang terbuat dari batu pualam, orang Romawi yang lagi menunggangi kuda. Patung ini konon dibuat di Italia di tahun 50-100 setelah Masehi. Ditemukannya di abad ke-17. Direstorasi sana sini sebelum dipajang di museum.

Wisata London : Roman Horse
Roman Marble Statue, Youth on Horseback (Great Court, British Museum London)

Orang di atas kuda dianggap melambangkan orang penting. Awalnya ada yang menganggap tokoh yang dimaksud adalah Emperor Caligula atau Gaius. Tapi belakangan juga dianggap sebagai perwujudan Julio-Claudion Prince. Entah siapa ini yang dimaksud :p. Googling sendiri yak hihihi.

Dari lantai bawah, sila naik ke atas. Museumnya terdiri dari beberapa lantai. Alamak, luasnyaaaaa. Sudah feeling deh enggak bakal sempat menyapu bersih semua ruangan *ngelapJidat*.

Ruangan-ruangan di atas terbagi-bagi menurut beberapa kriteria. Biar gampang, kami nyari pembagian ruangan berdasarkan TEMPAT dan WAKTU. Zaman apa di wilayah apa. Karena ini bocah-bocah tahunya soal mumi doang (hihihi), kita fokus nyari Ancient Egypt :D.

Tapi sebelum nemu ruangan tentang Ancient Egypt, sempat kesasar ke mana-mana dulu. Sudah tidak terlalu ingat lagi, nih, ruangan mana saja yang dijelajahi :(.

Cuma ingat sempat keliling di tempat yang memajang sisa-sisa benda-benda purbakala di masa tertentu. Sampai tulang belulang manusianya *hiiiiyyy*. Misalnya tempat ini, di mana anak-anak hebohnya karena ada semacam laba-laba gede gitu di salah satu pojok etalasenya, zzzzz -_-.

Ya sud, foto deh, foto deh…

Mana coba laba-labanya juga enggak kelihatan -_-.

Wisata London : Ancient stuff
Sisa-sisa peninggalan zaman purba, British Museum London

Terus jeprat jepret di ruangan lain lagi. Kayaknya ini semacam Welcome Gallery. Ini satu foto dari patung yang cukup terkenal, Hoa Hakananai’a. Artefak dari Easter Islands, Amerika Latin.

Buat para arkeolog, patung ini dianggap “masterpiece”. Salah satu kerajinan terbaik yang pernah dihasilkan oleh daerah asal tempat patung ini ditemukan. Walau saya juga enggak paham, masterpiece-nya macam mana. Yuk yaaaa, lihat foto-fotonya duyuuuuuu…hihihi :p.

Wisata London : Hoa Hakananai'a
Hoa Hakananai’a in Welcome Gallery, British Museum London

Ada juga sisa-sisa baju perang zaman dulu, lengkap sama pedang-pedangnya. Ini tadi nanya ke suami, “Bang, ini baju dari masa apaan, ya?” Hihihi. Sudah tidak ingat. Googling juga tadi enggak nemu, euy.

Tapi kata suami model pedangnya gede khas Eropa zaman baheula. Mungkin ini kostum yang berkembang di masa Perang Salib dulu.

Wallahu alam ya Kakaaaa :D. Kasih tahu kalau sudah ada yang nemu info benernya :p. Ini kita pelototin saja dulu fotonya.

Wisata London : British Museum London
British Museum London

Kalau guci-guci warna hitam di bawah ini sekilas kayak peninggalan dari Tiongkok, ya. Tapi lihat deh gambar-gambarnya :D. Kayaknya dari Ancient Roman. Duh, geregetan juga kenapa banyak foto yang tidak teridentifikasi gambar apaan yak hahaha.

Sungkem dulu ini liputannya kok enggak komplit gini *tutupMuka*.

Wisata London : Greek Urns

Setelah capek wara wiri … akhirnya ketemu juga ruangan Ancient Egypt-nya. Yipppiieeee… mumi, mana mumi? hahahaha. Itu tuh ya, fotonya sudah diposting di atas :D.

Memang sih, ruangan ini yang paling ramai. Anak-anak berkerumun di etalase kaca tempat para mumi diletakkan. Banyak yang bergumam, “Is this real?”

Tuh kan bukan cuma anak-anak eike doang yang ngeributin si mumi-mumi ini hehe. Agak susah mau ngambil foto karena kepala-kepala mungil yang enggan beranjak pinggir etalase kaca :D.

Di ruangan Ancient Egypt, selain mumi, ada patung-patung khas Mesir. Outfitnya sih kelihatan banget, ya. Apalagi hiasan di kepala yang ala-ala “Firaun” banget :p.

Btw, Firaun itu sebenarnya bukan nama orang. Firaun, kalau tidak salah artinya raja atau pemimpin. Jadi tidak merujuk ke satu orang tertentu :).

Wisata London : Patung-Patung Mesir
Patung-patung Mesir, British Museum London

Sejarah dunia modern juga ada, lho. Misalnya tentang Perang Dunia di abad ke-20. Salah satu yang ‘pemeran utama’ dalam Perang Dunia (baik yang pertama maupun yang ke-2 adalah negara Jerman).

Ini salah satu memorabilia terkait Jerman sehubungan Perang Dunia tersebut.

Wisata London : Nazi 1st World war
How Germany saw the 1st World War, British Museum London

Waktu memang tidak banyak. Sekitar 2-3 jam saja muter-muter di atas. Kami pun kembali ke The Great Court di lantai dasar tadi. Cari tempat duduk kosong di sana dan makan roti isi bareng anak-anak. Lunch nih ceritanya :D.

Ealah, ternyata di basement ada tempat makan khusus yang jauh lebih nyaman huhuhu. Dilengkapi loker buat naro barang-barang segala. Banyak anak-anak sekolah yang study tour ke sini. Mereka pada  makan siang ramai-ramai di bawah ^_^. Ruangannya disekat-sekat pula. Jadi tiap keluarga/rombongan bisa memilih tempat masing-masing dan tidak saling mengganggu.

Kami cuma numpang pipis saja di toilet di basement itu. Toiletnya banyak dan suitable buat anak-anak juga. Dan tentu saja … numpang eksis! Hahahaha.

Wisata London : Basement British Museum
Eksis di basement British Museum London

Lesson learned, di zaman baheula, orang-orang dulu sudah berusaha meninggalkan jejak dengan berbagai macam hasil karya mereka. Hasil karya nyata ini sebagian besar bisa digunakan untuk menceritakan kejadian-kejadian dan pencapaian di masa lampau.

Sekarang mungkin sudah lebih mudah. Bisa direkam lewat tulisan dan gambar bahkan video. Nah, kalian sudah atau sedang berusaha untuk meninggalkan jejak apa? Status-status nyinyirmu di Facebook? :p.

Bantuin atuh, kasih solusinya^_^. Or at least … buatlah situasi lebih kondusif ketimbang terus-terusan meledakkan mercon di tengah-tengah suasana yang sudah memekakkan ini ;).

“You will only be remembered for two things: the problems you solve or the ones you create.” –Mike Murdock

Pikir yang baik-baik
Berkata yang baik-baik
Berharap yang baik-baik
Berprasangka yang baik-baik

Insya Allah
Yang datang nanti
Semua yang baik-baik

Tidak di dunia, masih ada akhirat menanti.

Yuk, ukir sejarah dengan perbuatan baik kita. Wujudkan dan karyakan. Have a nice (Eid) holiday ;).