…And We’ll Never be ROYALS

It don’t run in our blood
That kind of lux just ain’t for us

Begitu sebuah potongan lirik di reffrain lagunya Lorde, “Royal”.

And we need to stick to these rules whenever we’re bout to talk about THE ROYALS hehehe. Jangan dianggap keluarga kerajaan punya kehidupan biasa-biasa kek kita-kita. Ya ndak mashoooookkkk :p.

Of course, kuingin ngerumpi soal kerajaan sebelah :p. Hai, hai Pangeran Harry dan Meghan Markle.

So that you know I’m still livin’ in Ireland, kurang dari sejam naik pesawat ke London, tinggal naik tube ke Buckingham 😝😝😝.

Earlier this month, Pangeran Harry dan Meghan Markle (The Duke and Duchess of Sussex) bikin pengumuman yang menggemparkan. Mereka ingin mengundurkan diri dari anggota senior kerajaan.

Mungkin banyak dari kita yang merasa tidak ada masalah. Tapi ikutan ribet kenapa orang-orang di UK kok nyinyir. Yaiya dong Gaeeessss, anggota kerajaan itu hidupnya diongkosi salah satunya ya dari pajak warga UK atuhlah. Situ gak bayar pajak ya emang harusnya gak ikutan pusing 😅😅😅🙈.

pangeran harry dan meghan

The thing is … ada indikasi The Sussex ini ingin “bermain di 2 kaki”. Mereka semacam ingin melepaskan diri dari tugas-tugas sebagai anggota senior kerajaan (will talk about this deeper later) TAPI tidak ingin melepaskan TITEL dan beberapa privilege yang diterima sebagai anggota kerajaan.

Sebelum ngomongin PRIVILEGE bla bla bla, we need to be in their shoes.

It’s not easy to be HARRY. Kejepit diantara posisi pewaris tahta. Sejak lama hidup dalam bayang-bayang kakaknya dan sedikit banyak persoalan emosional terkait apa yang terjadi kepada ibunya.

We did know, tekanan media kepada Putri Diana, turut memperparah beban masalah yang tanpa media pun sudah ada secara internal dalam keluarga kerajaan.

Dalam silsilah kerajaan kini, apalagi setelah Pangeran William sudah punya anak lakik (2 pula! 😅), posisi Harry turun drastis.

Jadi, Kerajaan Inggris silsilahnya pakai turunan langsung. Beda sama Arab Saudi yang dulunya pakai generasi, habisin satu generasi dulu baru turun ke pewaris tahta di generasi setelahnya.

Sebuah foto yang menampilkan Ibunda Ratu, Pangeran Charles, Pangeran William, dan Pangeran George diduga memicu bapernya Harry. Nampaknya juga secara internal, Harry sudah ada gelagat menjauh.

Diperparah saat Ratu tampil dalam seremoni ucapan tertentu di mana di meja Ratu hanya ada foto keluarga Pangeran Charles dan Pangeran William.

Bisa dipahami lah, sejak Mama Diana meninggal, tiga lakik ini selalu SATU PAKET. Sungguh bisa dipahami kalau Harry merasa “ditinggalkan”.

Jadi ini tidak selalu ada hubungannya dengan Meghan. Lagian Harry itu umurnya berapa dah. He’s not a young boy anymore. Semua keputusannya ya harus dipertanggungjawabkan sendiri. Gak bisa semua-mua dituduh kalau pengaruh Meghan bla bli blu.

Sebelum ketemu Meghan, Harry sudah terkenal ‘rebel’.

pangeran harry dan meghan

Soal Meghan sendiri, tekanan media ke Meghan memang ada. Harus diakui, dong! Meghan ini memang ‘spesial’. Apalagi compared to Kate Middleton (Duchess of Cambridge, istrinya Pangeran William).

Coba lihat : Meghan janda, Meghan warga US (yup! dalam banyak hal US vs UK emang suka saling snob-snob an hahahaha), dan … Meghan mewarisi ras negroid. Siapa bilang sih wong yurop kagak rasis. Apalagi ke ras Afrika.

Sangat-sangat-sangat rawan memancing kontroversi.

Jangankan orang bule, orang-orang Asia aja banyak loh yang gimanaaa gitu ke orang-orang ras Afrika :(.

Lagian Eropa itu jauuuuhhh lebih homogen daripada US. Wajar jika lebih butuh waktu untuk menerima perbedaan :).

Sementara di US, sejak awal mereka sudah biasa hidup dengan berbagai benturan budaya, ya liat aja sejarah kemerdekaannya. Beda banget cuuuyyy sama Eropa yang dulu hobinya menjajah dan menjajah 😝🙈😅.

Di US rasisnya tajam ke ras Afrika saja, tapi ke ras Asia pada umumnya santai saja tuh. Nah, di yurop yang “agak berat”. Tapi sekali lagi, proses asimilasi itu memang tidak bisa dipaksakan. Pelan-pelan sajaaaaa <3.

But in details, Mbak Meghan ini sejak awal memang beberapa kali sudah bikin heboh. Soal tiara pas pernikahan yang ngotot pengin pakai tiara legendaris gak mau pakai tiara yang dipilihin sama Ratu, soal gimana Meghan dianggap terlalu ikut campur dalam urusan protokoler pernikahan.

Ya gimana dah, namanya dibesarin dalam budaya US yang cenderung “bebas” ya hihihihi.

Terus bikin heboh dengan renovasi istana buat The Sussex yang memakan biaya milyaran.

Tapi secara gebrakan misalnya dalam kegiatan-kegiatan sosial, Duchess of Sussex memang lebih “nendang” daripada Duchess of Cambridge. Secara dese kan emang tokoh FEMINIST dan datang dari dunia selebriti pula. Sudah “terlatih” :D.

Ya gimana lagi, karena kerajaan memang sebagiannya DIBIAYAI DARI PAJAK NEGARA (literally), ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN ya punya KEWAJIBAN-KEWAJIBAN kepada publik.

Ini sudah zaman modern. Gak bisa lagi bilang anggota kerajaan pokoknya kerjanya makan tidur doang hidup hura-hura hahahahaha. No way! Harus kerja, kerja, kerja hihihi.

Termasuk HARUS BERSEDIA kalau beberapa ranah pribadinya DIEKSPOS ke PUBLIK. Sebagian dari tanggung jawab moral karena udah makan uang rakyat gitu kali ya hehehe.

Nah, soal ranah pribadi vs ranah publik ini yang sangat debatable, sih. Karena Meghan pernah ngamuk saat difoto-foto oleh “rakyat jelata” waktu lagi nonton apa gitu di ruang publik.

Ya dulu harusnya sebelum menikah dengan anggota kerajaan harus dipahami semua konsekuensi yang harus dijalani. Tapi kita pun jangan-jangan kayak Meghan. Sebelum nikah kok kayaknya asoy bakal jadi putri, eh begitu masuk dalam kerajaan, kok ya stres 😅😅😅.

Segala kenyamanan dan privilege yang didapatkan sebagai anggota kerajaan ya diimbangi dengan HARGA YANG HARUS DIBAYAR ye kaaaaaan :D.

Masa mau tunjangannya, mau tetap pakai nama royal, tapi ndak mau ngerjain kewajibannya.

Ndak boleh gitu yaaaaaaaaa :p.

You just can’t have it all :).

Makanya, mungkin yang kontra kepenginnya agar mereka ya udah jangan setengah-setengah. Ingin mandiri? LETAKKAN TAHTA, LEPASKAN GELAR, dan semua privilege yang menyertainya :).

Jadi kira-kira begitu.

Gimana? Enak jadi orang biasa ye kaaaaaan hihihi.

Kuingat dulu Kate abis lahiran udah rapi resik, langsing, terus dadah-dadah ke publik dinyinyirin, “Halah dia kan simboknya banyak makanya bisa tetap cetar walau baru lahiran. Manjah!”

Giliran Meghan abis partus perutnya masih buncit dan perawakannya berubah drastis dinyinyirin jugak, “Ish, katanya rajin yoga, bla bla bla, kok gendut abis lahiran? Omdo!”

Gusti Allah, netijen emang selalu mahabenar 😂😂😂.

Akoh mah bukan tim siapa-siapa. Saya suka Kate, juga kagum pada Meghan <3. Kate itu chic tapi tomboy. Sporty abis. Gak jaim tapi tetap acceptable sebagai “PUTRI” :).

Meghan juga luar biasa. Kepedulian sosialnya sudah terasah dari dulu. Saat dia berani tampil dengan make up alami yang memperlihatkan frecklesnya dengan jelas, I knew she’s going to be ‘something big’.

Semoga semuanya bahagia. Aamiin.

Demikianlah sekilas gosip dari kerajaan sebelah. CMIIW. Sampai jumpa di update berikutnya 😅😅🙏

Soal royal-royal an, I got a perfect quote for this :

“In the past, people were born royal. Nowadays, royalty comes from what you do.” -Gianni Versace

Jadi ndak usah iri-iri lagi sama putri-putri atau kerajaan-kerajaan. Toh sekarang kalau mau bikin kerajaan tinggal bikin seragamnya aja #eh, tiara-tiara gitu-gitu mah bikin sendiri juga bisa #benerinMahkota 🤣🤣🤣🤣.

Jalan-jalan ke London Eye foto Dani Rosyadi

Numpang Eksis di 10 Tempat Menarik di London

Pengin foto di mana kalau ada kesempatan jalan-jalan ke London? Tempat menarik di London yang paling dimupeng-in? :p.

Kalau saya yang kepikiran pertama kali itu … kotak telepon merah menyala! Hahaha. Enggak penting banget ya :p.

london box telepeon

Itu versi noraknya :p. Tentu yang landmark ‘beneran’ tidak jauh-jauh dari Istana Buckingham, Travalgar Square, London Eye, Big Ben, dsb. Nah, ini daftar 10 landmark Kota London tempat saya kepengin eksis. Semuanya landmark mainstream, sih. Kepengin juga menjajal landmark lainnya tapi waktunya cuma 4 hari. Mana cukuuup … jelajah London 4 hari huhuhu :(.

Yah, mengingat ongkos visanya yang super mahal, walau jaraknya selemparan batu dari Republik Irlandia, tapi ya … kapan lagi ada kesempatan ke London? Jadi mari mengincar eksistensi di landmark terjangkau sebisanya :D. Definisi terjangkau di sini tentunya termasuk … aksesnya yang gratis! *teuteuuup*.

Semoga ada keajaiban, pemukim Irlandia walau visa Indonesia bisa jalan-jalan haratisss ke UK. Aamiin *khusyuk*.

Btw, ini masih dari episode jalan-jalan ke London tahun 2014 kemarin. Belum kelar-kelar aja gitu nulisnya hahaha.

1 – Big Ben, The UK Parliament

Sepertinya, Big Ben adalah landmark paling umum digunakan untuk merujuk ke Kota London. Jam gadang ala Eropa ini sebenarnya bagian dari bangunan UK Parliament. Tepatnya di puncak Elizabeth Tower. Towernya sendiri selesai dibangun tahun 1859.

Awalnya, nama Big Ben ini ditujukan untuk lonceng besar yang berada di dalam bangunan jam-nya. Tapi lama kelamaan orang mengenal Big Ben sebagai nama jam-nya, sekaligus nama towernya.

Jalan-jalan ke London Big Ben foto : Dani Rosyadi
Big Ben (2014), pic by Dani Rosyadi

2 – Istana Buckingham (Bunckingham Palace)

Bangunan yang tadinya bernama Buckingham House ini sudah ada sejak awal abad ke-18. Fungsi bangunan pernah dikhususkan dengan istilah “Queen’s House” untuk Ratu Charlotte istri Raja George III.

Di masa Ratu Victoria, ketika suaminya baru saja meninggal, sang ratu sangat sedih hingga pergi meninggalkan Istana Buckingham. Beliau memilih hidup di tempat lain. Probably she could not resist the grief she felt while living there without the ones she was used to have there.

Kini, kawasan Buckingham hampir tiap hari ramai oleh kerumunan turis  untuk menyaksikan ritual harian “The Changing Guard” yang biasanya berlangsung mulai pukul 10 pagi.

Baca : Upacara Pergantian Pengawal di Buckingham

mama

3 – London Eye

Landmark satu ini terletak di sisi selatan Sungai Thames, London. Saat pertama kali diperkenalkan di tahun 1999, bianglala ini menjadi yang paling tinggi di dunia, dengan tinggi bangunan keseluruhan 135 m serta diameter 120 m. Tahun 2006, kota Nanchang membuat bianglala dengan ukuran lebih besar, Star of Nanchang.

Untuk naik dan nyobain langsung bianglala-nya sih enggak gratis. Harus bayar sekitar 20 pound per orang. Lumayan ya, Ceu! Hihihi *ngikikNgirit*. Tapi kekikiran jangan sampai menghalangi semangat eksis :D. Tinggal foto aja depannya, kan beres! Hahaha.

jalan jalan ke London Eye landmark kota London
London Eye, Foto : Dani Rosyadi

4 – Trafalgar Square

Public space yang satu ini juga letaknya di City of Westminster, dekat-dekat Buckingham juga. Lokasinya persis di depan bangunan National Gallery.

Umumnya sih orang-orang duduk-duduk di pinggiran air mancur dan foto-foto dekat patung-patung memorial yang bertebaran di taman Trafalgar.

Jalan jalan ke Trafalgar Square London, foto : Dani Rosyadi
Trafalgar Square, foto : Dani Rosyadi

Salah satu bangunan memorial paling terkenal di Trafalgar Square tentunya The Nelson’s Column, yang ada patung singa di dua sisinya. Ini dia fotonya :

Jalan jalan ke Trafalgar Square The Nelson's Column foto dani rosyadi
The Nelson’s Column, Foto : Dani Rosyadi

5 – Bus Tingkat Warna Merah (hihihi)

Yoih, selain kotak telepon merah, bus tingkat warna merah juga kudu lah masuk koleksi foto-foto landmark Kota London :D. Saya sendiri pas ke sana enggak pernah malah naik bus ini hahaha.

The Red London Bus - pic Dani Rosyadi jalan-jalan ke London
London Bus, foto : Dani Rosyadi

6 – Piccadilly Circus

Tempat ini letaknya di perpotongan jalan. Bukan jalan biasa, sih. Karena areanya agak luas dan melingkar. Dari sinilah konteks nama Circus-nya. Circus, dalam bahasa Latin, artinya Cirle :D.

Letaknya di Regent Street dan Shaftesbury Avenue. Menghubungkan The Haymarket, Coventry Street, dan Glasshouse Street

Piccadilly Circus London, pic by Dani Rosyadi jalan jalan ke London
Piccadilly Circus, foto : Dani Rosyadi

7 – Tower Bridge

Jangan sampai tertukar dengan London Bridge, ya, hehe. London Bridge sebenarnya bukan area yang hits di London. Lokasinya bukan tujuan utama turis.

Yang menjadi landmark London itu adalah Tower Bridge yang seperti foto di bawah ini. Posisinya di samping Tower of London. Ke Tower of London-nya sih kudu bayar, tapi motret Tower Bridge-nya haratis dooooongggg *tepukTangan* ^_^.

Jalan jalan ke Tower Bridge London foto : Dani Rosyadi
Tower Bridge, London (foto : Dani Rosyadi)

8 – Bangunan British Museum

Kalau tidak salah, film “Night at The Museum”nya  Ben Stiller juga mengambil lokasi di museum ini. Kenapa kudu ke sini? Itu lho, Kakaaaa, bangunan tinggi warna putih yang ditopang tiang-tiang panjang kan lumayan unik, yak :p.

Don’t worry, masuk museumnya juga gratis kok. Baca : Jalan-jalan ke British Museum London.

Apalagi kalau cuma foto depannya yak ;).

In front of British Museum London pic by Dani Rosyadi
British Museum London, foto : Dani ROsyadi

9 – Tube Station

Astaga, stasiun kereta bawah tanah pun jadi landmark? Hihihi. Ini kan landmark kota London ala-ala saya :p. The Tube, nama lain dari London Underground, kereta bawah tanahnya salah satu kota metropolitan dunia ini :D.

Struktur yang menghubungkan tempat-tempat di greater area London via The Tube ini  dianggap sebagai sistem angkutan massal/cepat yang paling tua.

Iya juga, sih. Saking kunonya mungkin menjadi sulit bagi pemerintah kota untuk merenovasi fasilitas-fasilitas umum di stasiun. Misalnya masih jarang tersedia lift atau eskalator. Lumayan juga ngangkat stroller/buggy naik turun tangga stasiun huhuhu.

Tapi paling enak ke mana-mana memanfaatkan transportasi satu ini ^_^. Apalagi rute ke tempat-tempat turisnya paling komplit dan sudah terintegrasi.

Jalan jalan ke London naik Tube
The Tube (London Underground). Foto : Dani Rosyadi

10 – Westminster Abbey

Katedral ini lokasinya juga dekat sekali dari Buckingham Palace. Sayang nih, pas ke sini, lagi hujan lumayan gede huhuhu. Sudah berusaha menunggu hujan reda tapi gak selesai-selesai :(. Jadilah fotonya saya comotkan saja ya via Google Images hehe :p.

Westminster Abbey menjadi saksi dari banyak perhelatan yang berhubungan dengan anggota kerajaan Inggris. Ratu Victoria mengawali 62 pemerintahannya dengan dilantik di katedral ini. Putri Diana juga disemayamkan di tempat ini setelah mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.

Westminster Abbey (Gambar : chsrentals.com)
Westminster Abbey (Gambar : chsrentals.com)

Peristiwa besar yang paling anyar yang bertempat di sini adalah pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton di bulan April, tahun 2011 silam. Pada nonton kan, kan, kan? hehehe ;).

***

Yup, akhirnyaaaaaa … ketulis semua, sudah 10 yak *mijetJari* :D. Ya itulah 10 landmark kota London gratisan versi saya :D. Someday, kalau kalian ke sana juga, jangan lupa eksis di sana yah <3.

Great Court, British Museum London pic by Dani Rosyadi

British Museum London yang Seru dan … Gratis! :p

Wisata London
British Museum London

Museum lagi, museum lagi :D. Yang ini cerita tentang British Museum London.

Kalau jalan-jalan ke London memang salah satu atraksi menariknya ya museum-museum ini ;). Selain rata-rata tidak  memungut biaya masuk (alias gratis! Hahaha), museum-nya memang bagus-bagus banget. Setidaknya dibandingkan dengan Dublin dan museum di kota-kota besar di Swiss.

Di Swiss tuh ya, udahlah bayar, museumnya juga cupu-cupu huhuhu.

Kalau London punya keren-keren, booooo ^_^. Masih ingat kan dengan Natural History Museum yang mungkin salah satu museum model ginian yang paling megah di dunia ;).

Yang satu ini tidak kalah serunya …

British Museum London

Kalau di Natural History Museum, dari pintu masuk, anak-anak sudah cranky mau lihat dinosaurus. Di sini, mereka ribut mau lihat mumi! Memang, itu iming-iming saya ke mereka biar pada semangat ke museum ini hihihi.

Wisata London : British Museum inside
Penampakan mumi di British Museum London

Kirain  salah turun stasiun. Duh, muter-muter enggak jelas. Mana banyak pula orang-orang sekitar situ yang enggak tahu di mana lokasinya huhuhu. Kurang tenar lokasinya kali, ya. Letaknya memang enggak di jantung kota banget. Agak jauh dari tempat-tempat wisata utama London yang umumnya deket-deketan.

Dicek lagi, sudah benar turunnya di Holborn (via Central Line atau Piccadilly Line). Nah, dari sini harusnya tinggal jalan kaki sekitar setengah kilo. Cuma mungkin pas keluar dari tube station, arahnya sempat ngaco :p.

Oiya, berikut stasiun-stasiun yang bisa jadi alternatif by Tube, untuk menuju ke British Museum London :

  • Holborn, Central Line/Piccadilly Line, dari sini jarak  museum kira-kira 500 m katanya.
  • Tottenham Court Road, Central Line, dari sini juga bisa jalan kaki ke museum 500 meter-an.
  • Russell Square, Piccadilly Line, dari sini agak jauh, hampir 1 kilo kalau  jalan kaki.
  • Goodge Street, Northern Line, kira-kira hampir 1 kilo juga jarak museum dari stasiun ini.

Wisata London : Main Hall
Main Hall/ Aula Utama British Museum London

Kalau naik bus, berikut pilihan rutenya :

  • 1, 7, 8, 19, 25, 38, 55, 98, 242
    Berhenti di New Oxford Street
  • 10, 14, 24, 29, 73, 134, 390
    Berhentinya di northbound on Tottenham Court Road,
    southbound on Gower Street
  • 59, 68, X68, 91, 168, 188
    Berhent di Southampton Row

Sumber bisa dilihat lebih lengkap ya di sini. 

Waktu itu memang agak rintik. Sebenarnya pagi itu  kita mau lihat Changing Guard di Buckingham. Tapi sampai sana ternyata batal karena hujan. Jadilah ubah rencana ke British Museum saja. Kelihatan kan di foto pertama, lantai halaman masih basah gitu.

Melewati pintu masuk, langsung ketemu main hall yang langit-langitnya tinggi dengan bangunan bundar di tengah ruangan (lihat di foto atas). Bangunan bundar itu namanya Reading Room. Hall-nya sendiri kalau enggak salah bernama The Queen Elizabeth II Great Court.

Wisata London : Great Hall
Salah satu sisi The Great Court, British Museum London

Keseluruhan area Great Court tertutup oleh atap kaca yang berangka besi. Hemat listrik :p. Biar ruangan dapat pencahayaan sinar matahari gratis. Di seantero lantai The Great Court ada beberapa patung-patung yang melambangkan peristiwa/tempat/orang/kejadian/hewan yang dianggap mewakili peradaban sejarah. Sekitar 12 patung katanya.

Misalnya nih, patung yang terbuat dari batu pualam, orang Romawi yang lagi menunggangi kuda. Patung ini konon dibuat di Italia di tahun 50-100 setelah Masehi. Ditemukannya di abad ke-17. Direstorasi sana sini sebelum dipajang di museum.

Wisata London : Roman Horse
Roman Marble Statue, Youth on Horseback (Great Court, British Museum London)

Orang di atas kuda dianggap melambangkan orang penting. Awalnya ada yang menganggap tokoh yang dimaksud adalah Emperor Caligula atau Gaius. Tapi belakangan juga dianggap sebagai perwujudan Julio-Claudion Prince. Entah siapa ini yang dimaksud :p. Googling sendiri yak hihihi.

Dari lantai bawah, sila naik ke atas. Museumnya terdiri dari beberapa lantai. Alamak, luasnyaaaaa. Sudah feeling deh enggak bakal sempat menyapu bersih semua ruangan *ngelapJidat*.

Ruangan-ruangan di atas terbagi-bagi menurut beberapa kriteria. Biar gampang, kami nyari pembagian ruangan berdasarkan TEMPAT dan WAKTU. Zaman apa di wilayah apa. Karena ini bocah-bocah tahunya soal mumi doang (hihihi), kita fokus nyari Ancient Egypt :D.

Tapi sebelum nemu ruangan tentang Ancient Egypt, sempat kesasar ke mana-mana dulu. Sudah tidak terlalu ingat lagi, nih, ruangan mana saja yang dijelajahi :(.

Cuma ingat sempat keliling di tempat yang memajang sisa-sisa benda-benda purbakala di masa tertentu. Sampai tulang belulang manusianya *hiiiiyyy*. Misalnya tempat ini, di mana anak-anak hebohnya karena ada semacam laba-laba gede gitu di salah satu pojok etalasenya, zzzzz -_-.

Ya sud, foto deh, foto deh…

Mana coba laba-labanya juga enggak kelihatan -_-.

Wisata London : Ancient stuff
Sisa-sisa peninggalan zaman purba, British Museum London

Terus jeprat jepret di ruangan lain lagi. Kayaknya ini semacam Welcome Gallery. Ini satu foto dari patung yang cukup terkenal, Hoa Hakananai’a. Artefak dari Easter Islands, Amerika Latin.

Buat para arkeolog, patung ini dianggap “masterpiece”. Salah satu kerajinan terbaik yang pernah dihasilkan oleh daerah asal tempat patung ini ditemukan. Walau saya juga enggak paham, masterpiece-nya macam mana. Yuk yaaaa, lihat foto-fotonya duyuuuuuu…hihihi :p.

Wisata London : Hoa Hakananai'a
Hoa Hakananai’a in Welcome Gallery, British Museum London

Ada juga sisa-sisa baju perang zaman dulu, lengkap sama pedang-pedangnya. Ini tadi nanya ke suami, “Bang, ini baju dari masa apaan, ya?” Hihihi. Sudah tidak ingat. Googling juga tadi enggak nemu, euy.

Tapi kata suami model pedangnya gede khas Eropa zaman baheula. Mungkin ini kostum yang berkembang di masa Perang Salib dulu.

Wallahu alam ya Kakaaaa :D. Kasih tahu kalau sudah ada yang nemu info benernya :p. Ini kita pelototin saja dulu fotonya.

Wisata London : British Museum London
British Museum London

Kalau guci-guci warna hitam di bawah ini sekilas kayak peninggalan dari Tiongkok, ya. Tapi lihat deh gambar-gambarnya :D. Kayaknya dari Ancient Roman. Duh, geregetan juga kenapa banyak foto yang tidak teridentifikasi gambar apaan yak hahaha.

Sungkem dulu ini liputannya kok enggak komplit gini *tutupMuka*.

Wisata London : Greek Urns

Setelah capek wara wiri … akhirnya ketemu juga ruangan Ancient Egypt-nya. Yipppiieeee… mumi, mana mumi? hahahaha. Itu tuh ya, fotonya sudah diposting di atas :D.

Memang sih, ruangan ini yang paling ramai. Anak-anak berkerumun di etalase kaca tempat para mumi diletakkan. Banyak yang bergumam, “Is this real?”

Tuh kan bukan cuma anak-anak eike doang yang ngeributin si mumi-mumi ini hehe. Agak susah mau ngambil foto karena kepala-kepala mungil yang enggan beranjak pinggir etalase kaca :D.

Di ruangan Ancient Egypt, selain mumi, ada patung-patung khas Mesir. Outfitnya sih kelihatan banget, ya. Apalagi hiasan di kepala yang ala-ala “Firaun” banget :p.

Btw, Firaun itu sebenarnya bukan nama orang. Firaun, kalau tidak salah artinya raja atau pemimpin. Jadi tidak merujuk ke satu orang tertentu :).

Wisata London : Patung-Patung Mesir
Patung-patung Mesir, British Museum London

Sejarah dunia modern juga ada, lho. Misalnya tentang Perang Dunia di abad ke-20. Salah satu yang ‘pemeran utama’ dalam Perang Dunia (baik yang pertama maupun yang ke-2 adalah negara Jerman).

Ini salah satu memorabilia terkait Jerman sehubungan Perang Dunia tersebut.

Wisata London : Nazi 1st World war
How Germany saw the 1st World War, British Museum London

Waktu memang tidak banyak. Sekitar 2-3 jam saja muter-muter di atas. Kami pun kembali ke The Great Court di lantai dasar tadi. Cari tempat duduk kosong di sana dan makan roti isi bareng anak-anak. Lunch nih ceritanya :D.

Ealah, ternyata di basement ada tempat makan khusus yang jauh lebih nyaman huhuhu. Dilengkapi loker buat naro barang-barang segala. Banyak anak-anak sekolah yang study tour ke sini. Mereka pada  makan siang ramai-ramai di bawah ^_^. Ruangannya disekat-sekat pula. Jadi tiap keluarga/rombongan bisa memilih tempat masing-masing dan tidak saling mengganggu.

Kami cuma numpang pipis saja di toilet di basement itu. Toiletnya banyak dan suitable buat anak-anak juga. Dan tentu saja … numpang eksis! Hahahaha.

Wisata London : Basement British Museum
Eksis di basement British Museum London

Lesson learned, di zaman baheula, orang-orang dulu sudah berusaha meninggalkan jejak dengan berbagai macam hasil karya mereka. Hasil karya nyata ini sebagian besar bisa digunakan untuk menceritakan kejadian-kejadian dan pencapaian di masa lampau.

Sekarang mungkin sudah lebih mudah. Bisa direkam lewat tulisan dan gambar bahkan video. Nah, kalian sudah atau sedang berusaha untuk meninggalkan jejak apa? Status-status nyinyirmu di Facebook? :p.

Bantuin atuh, kasih solusinya^_^. Or at least … buatlah situasi lebih kondusif ketimbang terus-terusan meledakkan mercon di tengah-tengah suasana yang sudah memekakkan ini ;).

“You will only be remembered for two things: the problems you solve or the ones you create.” –Mike Murdock

Pikir yang baik-baik
Berkata yang baik-baik
Berharap yang baik-baik
Berprasangka yang baik-baik

Insya Allah
Yang datang nanti
Semua yang baik-baik

Tidak di dunia, masih ada akhirat menanti.

Yuk, ukir sejarah dengan perbuatan baik kita. Wujudkan dan karyakan. Have a nice (Eid) holiday ;).

Wisata kuliner di Chinatown London

Tempat Wisata London : Jelajah Kuliner dan Berburu Suvenir di Chinatown London

Tempat wisata London ada macam-macam, sih. Btw, London terkenal sebagai kota mahal. Termasuk harga-harga suvenirnya. Mau beli tempelan kulkas saja bisa 4-5 pound per biji *ngelapKeringat*. Padahal saya naksir dengan hampir semua suvenir khas London! Huhuhu. Coba cek berapa kurs GBP terhadap IDR sekarang? *pingsan*. Tapi tetap ngotot mesti tahu tempat wisata London kan, kan, kan :p.

Misalnya payung ala Jack Union ini, lho. London banget gitu kesannya. Maklum nih, dimari banci London abis *siulSiul*.

Souvenir london umbrella tempat wisata london
London Umbrella (gambar : theineptowls.com)

Tapi apa pun yang berbau Jack Union saya sukaaaaa ^_^. Bantal-bantalan, mug, pensil, pulpen, notes, boneka-boneka, tempat pensil, dompet, apa saja deh yang nuansa merah-biru-putih ala-ala Jack Union-nya si UK :D.

Souvenir shop tower of london  tempat wisata london
Gerai suvenir di dekat pintu gerbang Tower of London

Walau tidak wajib, menenteng buah tangan buat kerabat/teman/keluarga atau siapa kek menjadi semacam ritual jalan-jalan :D. Ya minimal sekalian buat cuci mata, sih. Perempuan pan paling seneng liat-liat. Padahal beli juga enggak hahaha *tunjukDiriSendiri* #eaaa.

Begitu mampir ke toko suvenir di salah satu sudut Chinatown di London dan ngecek harga-harganya, rasanya pengin langsung tepuk tangan! Hahaha. Harganya lumayan miring.

Misalnya nih, ya, harga-harga barang di luaran yang berkisar 4-5 pound, di Chinatown bisa didapatkan seharga 2.5 pound saja. Saya cek juga kualitas barangnya sama ^_^.

Chinatown London souvenir shops tempat wisata london
Berpose di toko suvenir di Chinatown London

Gerai-gerai penjual suvenir  banyak juga di Chinatown London ini. Label “murah  meriah” memang kerap disematkan ke area-area yang berbau Chinatown, ya. Bukan hanya di London kan? Di kota-kota besar lain di dunia juga gitu. Singapura saja punya daerah ‘chinatown’ :D.

Jadi, monggo yang pengin borong oleh-oleh, sebaiknya jangan sampai dilewatkan ini kegiatan berburu suvenir di Chinatown London.

Suasana ramai di Chinatown London
Suasana ramai di Chinatown London

Penuh dan sesak, kesan pertama saat berada di sana. Saat ke sana, lagi hujan. Jadi jalanannya basah dan agak becek. Walau begitu, orang-orang tetap wara wiri dengan semangat.

Sebenarnya wilayah ini dikenal karena resto-resto Asianya yang banyak. Salah satu tempat untuk berwisata kuliner di London. Kami khusus ke sana awalnya memang buat cari makan. Perut Asia enggak kena nasi 3 hari penuh, lama-lama enggak kuat juga hihihi.

Selama di London, sarapan di hotel paling buah-buahan, roti, telur, selai, keju, brownies segala  macam. Enggak ada tanda-tanda halal, vegetarian menu jadi pilihan kami selalu. Kalau saya sih, sarapan buah pun biasanya sudah cukup ^_^.

Kalau makan siang di jalan, sebenarnya ada banyak resto halal di berbagai tempat di London. Cuma kadang enggak sinkron sama itinerary perjalanan. Daripada ribet nyari-nyari tempatnya lagi, ya mending mampir ke Pizza Hut atau sebangsanya. Pesan menu andalan : menu vegetarian! :D.

Untungnya sih di hampir semua gerai fast food, menu vegetarian selalu tersedia ;). Menunya ya paling cheese pizza, vegetarian pizza, vegetarian sandwich, mana ada menu nasi-nasian :p.

Wisata kuliner di Chinatown London  tempat wisata london
Jalan-jalan di Chinatown London

Tapi di hari ke-4, bosan juga kalau perut enggak pernah diisi nasi. Jadilah kita kepengin jalan-jalan sekalian CARI NASI di Chinatown! :p.

Restoran di sana tuh banyak banget. Rupa-rupa makanan Asia. Yang Timur Tengah memang agak jarang. Dominasinya itu resto khas China, Thailand, Jepang, Vietnam, Korea, Malaysia juga ada, kalau enggak salah. Lagi laper sih jadi enggak konsen hahaha.

Ngelap iler di depan salah satu resto yang menyajikan masakan khas China. Banyak menu nasi-nasinya soalnya :D. Umumnya di depan resto ada pelayan pegang menu sambil mengundang orang-orang untuk masuk ke restonya. Semacam di Indonesia gitu, ya, ada embak-embak yang rajin menyapa pengunjung, “Mari Kakaaaaa…dicoba yuk Kakaaaa…” hihihi :p.

Kami hampiri dan bertanya ada vegetarian menu, gak? Walah, si embak nampaknya enggak terlalu bisa bahasa Inggris. Walau kelihatan bingung dia ngangguk-ngangguk saja sambil nunjukin menu-menu yang menurutnya ‘vegetarian’.

Kaget saya, menu pertama tuh “Pork Pak Choy” … hahaha! Saya bisik-bisik ke suami, “Dia kayaknya nangkepnya kita nyari menu vegetables.”

Tapi jangan khawatir, di menu biasanya ada tanda khusus untuk menu-menu vegetarian. Berupa kode [v] di akhir nama menunya ^_^. Kalau V for Vendetta maka [v] for vegetarian 😀 😀 :D.

toko-toko

Saya udah enggak ingat nama restonya. Setelah melihat banyak juga nama menu berakhiran [v], kami pun masuk ke resto. Enggak ada meja kosong. Penuh soalnya. Karena sudah lapar, kami akhirnya nyari resto lain. Ketemu satu lagi. Kali ini, alhamdulillah, ada meja kosong! Mari makaaaannn ^_^.

Kami pesan mi goreng veggie + nasi hihihi. Jadi, makan nasi dengan lauk mi! Indonesia banget gak sih hahaha. Terus ngiler ngeliat menu aubergine. Aubergine ini nama lain dari…terong! Kalau dari gambarnya semacam tumis terong gitu. Pelayannya juga sangat merekomendasikan menu vegetarian satu ini. Kami pesan sepiring.

Isinya dikit banget. Cuma cukup dimakan berdua. Itu juga rebutan sama suami. Harganya dong, 7.5 pound! Tumis terong termahal yang pernah saya makan! Hahaha. Untung rasanya lumayan *elusElusPerut*.

china town jalan

Pada dasarnya saya ini enggak pinter deh bikin review-review kuliner. Lebih sering bawa bekal kalau jalan-jalan ke mana-mana selama di Eropa sini hihihi *ngikikNgirit*. Tapi rasa makanan ala-ala Asia Pasifik Timur Jauh macam China dan Korea itu lumayan lah ya di lidah Indonesia kita.

Di lidah saya juga seringnya hanya ada 2 rasa makanan : enak atau enak banget! :D.

Tapi pilihan resto di sana tuh banyak banget. Aneka dimsum juga lumayan menggoda sebenarnya. Berhubung perut menjerit-jerit minta nasi, kami fokusnya ke menu-menu berNASI.

Yang lucu, sempat kaget melihat ada bangunan dengan plang ini, nih. Lihat gambar ini, bangunan di pojok yang jadi fokus foto. Hayooo siapa yang mau masuk ke sini? :p

tempat wisata london

Lumayan deh ya, sehabis makan, muter-muter sebelum benar-benar gelap. Chinatown London menjadi semacam hiburan tersendiri, “Oh, ternyata di London ada juga yang murah-murah” :p.

Ada yang niat ke London? Jangan lupa wisata kuliner dan berburu suvenir ke Chinatown London.

Untuk ke sana via Tube Station :

1. Turun di Leicester Square Station, Piccadilly Line. Dari sini jalan kaki kira-kira 5 menit. Kalau bingung tanya-tanya saja.

2. Turun di Piccadilly Circus Station, ini juga Piccadilly Line. Jalan kakinya juga sekitar 5 menit-an.

3. Turun di Covent Garden Station, Piccadilly Line. Dari sini agak jauh, jalan kaki bisa 10 menit. Tapi ini tempatnya cakep lho. Kami juga sempat muter-muter di Covent Garden. Di postingan lain aja, ya, rumpiin si Covent Garden ini :D.

Tiga-tiganya termasuk Piccadilly Line, sih. Stasiunnya juga nyambung semua ini, Leicester yang di tengah-tengah. Jadi, kalau misalnya nyampe Piccadilly Circus lupa turun, ya tinggal lanjut ke stasiun berikutnya yaitu Leicester Square. Masih lupa juga, lanjut terus ke Covent Garden. Gitu deh kira-kira :D.

Via Charing Cross Railway juga bisa. Turun di The Strand, London, Covent Garden. Jalan kakinya lebih dari 10 menit. Agak jauh.

Via Euston Railway, turun di Euston Road. Setengah jam dari Chinatown.

Via City Thameslink, turun di Ludgate Hill, setengah jam juga dari Chinatown kalau jalan kaki.

Gitu kira-kira petunjuk arahnya. Selamat seru-seruan di Chinatown London yaaaaaa. Sambil makan sambil borong oleh-oleh ^_^.

Wisata di London : Upacara Changing Guard di Buckingham

Tempat wisata di London itu macam-macam banget selain mejeng di samping box telepon warna merah macam embak-embak norak ini … (hahaha)

london box telepeon tempat wisata london wisata di london

…belum sah ritual jalan-jalan di London kalau belum melihat upacara pergantian pengawal di Istana Buckingham :D. Changing Guard Ceremony, yang dilaksanakan tiap hari sekitar jam 11 an tiap pagi.  Umumnya sih pasti ada tiap hari. Apalagi musim panas. Kalau hujannya lumayan biasanya dibatalkan.

Pembatalan  mendadak karena cuaca buruk kami alami pas ke London tahun lalu. Iya sih sudah masuk Spring, tapi cuaca UK kan mirip-mirip Irlandia. Hujannya enggak pandang musim. Padahal sudah lari-lari lho itu keluar dari stasiun tube menuju Buckingham.

Memang agak telat. Begitu nyampe, sudah ramai banget. Dapat tempatnya juga sudah enggak jelas. Eh, tahu-tahu diumumkan kalau hari itu upacara changing guard Buckingham dibatalkan. Huhuhu.

Ada hikmahnya juga. Berarti besok harus berangkat lebih awal biar bisa dapat spot yang bagus buat eksis dan foto-foto hihihi :p. Nah, setelah kepo-kepo di Google katanya ada 3 tempat berdiri yang ‘oke’ jika ingin optimal menyaksikan iring-iringan pasukan berseragam khas merah ini saat datang :

1. Di area Victoria Monument

2. Di rel pembatas depan bangunan Buckingham Palace

3. Di Spur Road, tempat rombongan serdadu baju  merah topi hitam tinggi berbulu ini datang menuju istana.

Besoknya, cuaca cerah. Memang, moody banget deh cuaca di UK/Irlandia itu :D. Kami datang lebih awal. Dan sukses mengamankan posisi di area Victoria Monument, tepat depan Istana Buckingham ^_^.

Victoria Monument Buckingham Palace
Victoria Monument

Walau diadakan tiap hari, terlihat betul hegemoni London sebagai salah satu kota turis utama di dunia. Tempat wisata di London kan rupa-rupa, ya. Upacara Changing Guard di Buckingham ini selaluuu saja dirubung turis. Sejak jam 9 an pagi, orang-orang sudah ngumpul di depan Buckingham.

Buckingham Palace London wisata di london
Kerumunan orang menunggu dimulainya Upacara Changing Guard di Buckingham – London

Kami lumayan awal datangnya. Jadi bisa foto-foto dulu hihihi. Penginnya sih jangan terlalu pecicilan biar tempatnya enggak diambil orang. Tapi dasar anak-anak yaaaa, zzzzz -_-. Pelataran Victoria Monument kan lumayan luas, tuh. Tentu saja mereka lari-larian ke sana kemari.

Sempat ketemu dengan keluarga Asia gitu. Pakai jilbab juga emaknya. Saya sih sudah feeling banget ini pasti orang Malaysia :D. Emang iya hehe. Awalnya sering geer kalau ketemu mamak-mamak pakai jilbab dengan tampang Melayu. Disangka turis Indonesia. Tapi suami yang sering ngingetin, “Itu orang Malaysia kaleeeeee…”

Ya enggak apa-apa dong, ya. Anggap saja doa :D. Semoga beneran nanti turis Indonesia bisa mengimbangi turis asal Malaysia ^_^. Aamiin.

Malaysia, selain kekuatan ekonominya secara umum memang jauh di atas Indonesia, juga diuntungkan dengan aturan bebas visa untuk masuk Inggris dan seluruh wilayah Schengen. Republik Irlandia juga. Tidak semata-mata karena mereka masuk dalam negara persemakmuran. Soalnya India juga termasuk persemakmuran, nasib paspornya 11-12 tuh sama Indonesia hihihi :p.

Victoria Monument London
Tampak samping Victoria Monument

Ya, makanya, mari mencoba mengambil hikmah apa kira-kira yang bisa kita pelajari dari majunya Sang Negeri Jiran. Bukannya malah nyinyir-nyinyiran ;).

Aish, malah ceramah si embak hahaha. Yuk ah, balik ke upacara Changing Guard Buckingham lagi.

Walau lokasi-lokasi strategis sudah diserbu pengunjung sejak pagi, acaranya mulai sekitar jam 11 an. Sebelumnya, ada beberapa polisi penjaga yang datang pakai kuda. Ada aja gitu yang tepuk tangan hahaha. Disangka mereka bagian dari prosesi upacara Changing Guardnya :p. Padahal cuma polisi biasa sih kayaknya.

Polisi penjaga berkuda
Polisi penjaga berkuda

Enggak lama, jalanan ‘dibersihkan’, suasana mulai hening. Padahal rasanya enggak ada aba-aba apa-apa. Sibuk foto-foto kali ya eike jadi enggak ngeh hahahaha :p.

Tak lama, suara musik marching band kedengeran. Huaaaaa … mantan anak marching band langsung sok-sok-an nostalgia :D. Laki-laki berbaris rapi dari kejauhan, berjalan teratur diiringi dentuman lagu-lagu mars. Baju merah, celana hitam, topi hitam berbulu, pertanda bahwa benar … pasukan tersebut berasal dari Inggris!

Seragam merah-hitam ini  kan trademark-nya Inggris banget ^_^. Yayyyy, sudah sah jalan-jalan  Londonnya hahahaha *tepukTangan*.

Suara marching band benar-benar mengingatkan saya pada perhelatan Parade Senja di Istana Negara setiap bulan tanggal 17 dulu. Sekarang masih ada enggak, ya? Parade Senja juga rutin diadakan di level Kantor Gubernur.

Rundown Upacara Changing Guard di Buckingham jauh lebih sederhana daripada Parade Senja di istana. Satu regu pasukan datang dengan iringan marching band. Lalu pintu gerbang istana dibuka. Mereka masuk. Di dalam ada seremoni kecil-kecilan semacam serah terima tugas. Satu regu yang bertugas sebelumnya pun berbaris keluar. Sudah gitu doang :D.

drum band
Iringan Marching Band

Pintu gerbang istana terbuka
Pintu gerbang istana terbuka

Tapi packagingnya kali ya yang menarik. Dan juga nama besar “LONDON” dan UK sebagai tempat wisata bergengsi di dunia :D. Semacam kalau sudah di London tuh pengin teriak, “Maaaakkk, aku di London! Aku di London!” sambil sujud syukur –> lo doang kaleeeeee hahahaha.

pasukan depan istana tempat wisata di london

Marketing dan packaging. Sementara Indonesia masalahnya masih berendeng sebelum memikirkan lebih jauh soal marketing pariwisata. Terus berbenah ya, Nusantara tercinta :).

Ah, dulu enggak foto-foto nih waktu ikut Parade Senja :D. Kan lumayan buat bahan nostalgia. Dulu aja udah segitu noraknya bisa masuk Istana Negara. Saya ikut Parade Senja via tim Gema Patra Makassar Marching Band, besutan Pertamina di kota saya :D. Kami tampil di halaman istana di sore hari tanggal 17 Februari 1994 silam. What a memory :).

Sebelum mellow enggak jelas, lanjut lagi info soal upacara Changing Guard di Buckingham ini.

Kalau mau ke sana, transportasinya bisa melalui berbagai jalur. Kami sendiri sih pastinya via tube stations, kereta bawah tanah di London.

1. Turun di Stasiun Victoria, bisa dijangkau melalui District Line, Circle Line atau Victoria Line.  Dari sini jalan kaki 10-15 menit.

2. Turun di stasiun Green Park, melalui Piccadilly Line, Victoria Line atau Jubilee Line. Jalan kakinya lebih dekat ini. Kurang dari 10 menit juga bisa.

3. Turun di Stasiun St James’s Park, melalui District Line atau Circle Line. Nah, kami lewat sini nih kemarin. Kayaknya juga jalan kaki normal tuh 10 menit. Cuma biasa yaaaaa, mata suka jelalatan lihat-lihat sana sini hihihihi.

serdadu berkuda wisata di london

Terus bisa juga lewati Stasiun Kereta. Beda lho ya antara tube sama definisi kereta di sini. Tube itu ukurannya lebih kecil dan jalurnya beda. Walau nama stasiun kadang sama dan lokasi deketan.

Via stasiun kereta, turun di London Victoria, jalan kaki sekitar 15-20 menit dari sini.

Melalui bus, bisa menaiki nomor-nomor berikut : 11 , 211 , 239 , C1 , C10. Berhentinya di halte Buckingham Palace Road.

Melalui mobil pribadi sangat tidak disarankan. Parkiran jelas susah dan pastinya…mahal! :D.

rel depan buckingham tempat wisata di london

Yang memorable dari acara jalan-jalan yang ini … sepatu anak saya yang nomor 2 … ilang melulu sebelahnya, zzzzz -_-. Beberapa hari sebelum ke Buckingham, sudah jatuh sebelah sepatunya di stasiun kereta di Harlow. Kita buru-buru mau naik, eh sebelah sepatu lepas sebelum dia naik.

Ribet kan, enggak ada sepatu. Sementara kadang juga dia harus jalan kaki di saat-saat tertentu. Untung ada Primark, idola mamak-mamak penggemar barang murah. Sungguh keajaiban memang kehadiran Primark di London yang termasuk kota mihil ini :p. Dibelikanlah sepatu baru, 2.5 pound saja sepasang *kibasDompet*.

Pas pulang dari Buckingham, kita menyusuri St.James’s Park buat ke Westminster Abbey, dia capek dan ketiduran di stroller. Enggak lama dicek, sepatunya ilang lagi sebelah. Onde mandeeeeee huhuhu. Jadi deh, hari itu juga, sehabis dari Westminster Abbey, kita ngibrit ke Primark lagi.

Cukup 2x saja ya Nak :D.

tempat wisata london istana buckingham

Lumayan mengganggu rute jalan-jalan kalau harus nyari-nyari toko Primark. Walaupun gerai Primark enggak terlalu susah ditemukan.

Oh well, namanya juga anak-anak. Untung bisa beli sepatu murmer hehe. Baiklah. Demikian liputan acara jalan-jalan di London edisi Buckingham kali ini :D.

Sebenarnya bisa juga lho masuk ke dalam istana pakai tur khusus gitu. Ongkosnya tapi malesin banget. Sekitar 150 pound per orang. Ngeri kan? Hahaha :p. Itu juga ada waktu-waktu khusus. Di musim panas doang deh kayaknya.

Enggak apa-apalah. Kita mah nyarinya memang yang gratis-gratis saja hihihihi :p. Walau enggak sempat sungkem sama Ibunda Ratu dan para sepupu di Buckingham, bolehlah numpang mengambil gambar diri di depan bangunan istana. Until we meet again, Buckingham ^_^. Numpang narsis di satu foto ini ya Kakaaaaaaa :p.

wisata di london istana buckingham