You Only Miss The Sun When It Starts to Snow


Tidak semua negara 4 musim mengenal salju. Dan gak semua negara seputaran Timur Tengah mengenal musim panas doang.

Waktu tinggal di Iran pertama kali saya tahu kalau salju pun ada di kawasan sana. Walau nyangkut di Teheran saat musim panas sudah menjelang, sisa salju masih kelihatan di puncak pegunungan yang mengepung ibukota Negeri Para Mullah.

Taman Sai di Teheran, Iran (gambar : panoramio.com, by Behrooz Rezvani)

Di beberapa wilayah Saudi juga turun salju di saat tertentu. Tapi kota tinggal saya di Jeddah dulu suhunya enggak ekstrim. Musim panas mencapai 40 an dercel, musim dingin paling 15 dercel.

Tapi di ibukota Negeri Penjaga 2 Kota Suci, Riyadh, musim dingin bisa minus walau tetep gak kebagian salju hehehe.

Justru di Irlandia, jaraaaaaannngg kebagian limpahan salju. Kalo pun ada ya paling hujan es tipis-tipis atau ada tumpukan salju yang dalam hitungan jam bisa hilang begitu saja.

Irlandia mau musim panas pun suhu rata-rata sekitar 20 an dercel saja. Mendung hampir sepanjang tahun. Yup, ((sepanjang tahun)).

Pernah ada badai salju hebat di penghujung Februari tahun 2018. UK dan Irlandia diserang oleh “Beast from The East” dari pesisir timur.

Hampir seminggu Irlandia tertutup salju tebal dan “LUMPUH”. Kantor libur, sekolah libur, toko-toko hanya buka sebagian.

Banyak kecelakaan di jalan karena infrastruktur Irlandia tidak disiapkan untuk menyambut kedatangan salju sebanyak itu.

Orang-orang tapi hepi cobak, maklum jarang liat salju sebanyak itu termasuk bule-bulenya hahaha. Pemerintah pening mikirin aktivitas yang terhenti di hampir semua lini, rakyatnya sibuk bikin boneka salju sambil foto-foto πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Pipa-pipa mampet, tapi untungnya suplai listrik dan air tetap lancar. Peringatan akan badai sudah ada seminggu sebelumnya, jadi kulkas penuh dan amaaaannn suplai makanan.

Mirip saat banjir melanda Jeddah dan sekitar di awal tahun 2011. Lagi hamil pula eike.

Kenangan hamil anak ke-2 di Jedah, tahun 2010-2011

Apartemen kebanjiran, mati lampu gelap-gelapan gak pernah nyiapin senter dan takut nyalain lilin (takut ketiduran), suami gak pulang-pulang terjebak macet, tetangga udah berangkat ke Madinah, daya gerak terbatas karena perut melendung, sedap pokoknya mah πŸ˜…πŸ˜….

Kota lumpuh sepanjang malam. Udah kek mo perang, helikopter silih berganti muter ke mana-mana. Gak bisa tidur nyenyak, pagi-pagi langsung kabur ke Madinah πŸ˜…πŸ™.

Sistem pengairan tidak disiapkan untuk bencana banjir.

Tahun ini anomali alam melanda wilayah Texas. Sama seperti Irlandia, Texas jarang bersentuhan dengan tumpukan salju berhari-hari.

Waktu tinggal di Texas, ketemu salju di Colorado doang, Texas kering waktu itu. Paling beberapa danau membeku. Gitu doang.

Semingguan ini Texas berselimut salju, listrik mati nyala mati nyala di banyak wilayah. Beberapa teman diaspora malah harus mengungsi, listrik mati total hingga 2×24 jam lebih.

Diperkirakan, kelangkaan bahan bakar bensin juga akan terjadi karena jalur transportasi banyak yang tergangggu.

Stay safe ya teman-teman.

Tiada daya dan upaya kalau alam yang berkehendak. Mau di mana jugak. Di negara sultan minyak, di negara maju di Eropa, sampai wilayah Paman Sam, Negeri Jantung Dunia, tak kuasa melawan.

https://www.youtube.com/watch?v=eW6u4H71R0E

Ngomel kepanasan mulu dari kecil tinggal di negara tropis, coba aja ngerasain badai salju. Dijamin banyakan ngomelnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

“Well, you only miss the light when it’s burning low

Only miss the sun when it starts to snow

Only hate the road when you’re missing home”

Tau ini lirik dari lagu apa? Hehehe.

Jadi paham mengapa bersabar dan bersyukur itu beraaaat banget. Mbok ya jihadnya diarahin ke sono ya, gak usah kejauhan semangatnya hehehe πŸ™.

Semoga bisa terlewati apa pun situasi di mana pun berada teman-teman semua πŸ˜˜πŸ™. Kalau pun gak kebagian badai salju, pandemi belum terlihat ujungnya. Hang in there πŸ™.

Gambar : pixabay.com

FANATIK

Lagi heboh unfriend blokir terkait meninggalnya salah seorang tokoh di Indonesia. As silly as it sounds, nyata adanya –> sekadar mengucap belasungkawa bisa menimbulkan kehebohan.

Ada yang menganggap sebagai fanatisme kebablasan. Kalau senep sama seseorang ya wajarlah, tapi kalau sampai yang disebelin meninggal dan ada yang memposting ucapan duka cita dan ikutan “dibantai” apa ndak gimana gitu ya 😰😰😰.

Soal fanatismenya dari dulu juga adaaaaaaaaa. Tapi daya gaungnya terbatas waktu dan jarak. Simpel, dulu gak ada MEDSOS.

Lah eike waktu baru pertama pakai jilbab kelas 1 SMA jangan ditanya semangat jihadnya, Sis! 🀣🀣🀣 .

Sungguh Tuhan memberkati, angkatan jadul masa abegenya hanya dakwah dalam diari sendiri hahahahaha. Nulis sendiri, baca sendiri, jumawa sendiri, ngamuk sendiri, allahuakbar! 🀣

Makanya, paling menarik dari tulisan-tulisan mendiang Gus Dur dalam buku “Tuhan Tidak Perlu Dibela” adalah kontennya yang masih relevan puluhan tahun setelah buku ditulis.

Persoalan tentang AGAMA yang seharusnya sebatas AJARAN personal dibawa ke institusi. Ini institusi mana pun loh ya. Harusnya termasuk so called institusi yang kebetulan menaungi nama besar mendiang penulis, dengan tidak mengurangi rasa hormat pada almarhum *sungkem*.

Repotnya, kritikan dan apa pun hal-hal kurang menyenangkan yang dilayangkan kepada institusi yang berlabel agama otomatis direspons sebagai serangan terhadap AGAMA.

Dikritik kebijakan institusi misalnya, nanti dianggap penistaan terhadap agama. Para penentang dianggap anti agama. Hadeuuuhhh πŸ€ͺπŸ€ͺ.

Ini bukan PERSOALAN BARU. Di buku tersebut ada tulisan tahun 70 an. Sudah jadi persoalan klasik sejak dulu kala. Medianya saja kini berbeda.

Sekarang katanya ngajinya lewat Youtube lewat media online. Padahal apa salahnya? Memang banyak konten online yang oke kok ;).

Lah dulu saya “ngaji soal jilbab” dari buku kuning kecil cuma belasan halaman nama penulis juga gak ada. Baca pas pulang sekolah sat set sat set, malamnya sudah duduk depan Mama minta dibeliin jilbab saat itu jugak! Gak mau sekolah sampai jilbabnya ada. Titik.

Emak gue ampe keselek kali. Gimana pula anak gadis yang rasanya baru bulan kemaren minta roknya dipotong karena kepanjangan dan pengin pakek rok di atas lutut tiba-tiba minta pakek jilbab 😜😜😜.

Luar biasa tanggapannya, hanya dalam hitungan detik setelah terlihat jelas beliau melongo takjub, dengan tenang menjawab, “Tokonya sudah tutup, Nak. Tette’ siaga ni iye.” (Sudah jam berapa ini).

Saya yang sudah bertekad bulat akan melakukan perlawanan sekeras mungkin kalo beliau menolak juga ikutan bengong dan merespons, “Iye’ pale’, besok pi.” (Iya oke dah. Besok saja).

It happened since long long long ago, kok. Hanya kini, semua terlihat begitu nyata dan masif karena gaungnya yang luar biasa di media-media sosial. Fenomenanya sudah ada sejak dulu. Percaya dah, nih pelakunya bersaksi langsung hahaha.

Tapi harus diteliti lebih lanjut apakah ini berlanjut di dunia nyata? Karena AFAIC, lingkaran dekat saya juga banyak yang bahasa kekiniannya itu “hijrah”. Pastilah mereka juga follow saya di medsos dan tahu betapa “liberal”nya akutu :p.

Saya pun dulu galak nan idealis, menulis dengan menggebu-gebu di diari padahal topik jilbab itu satu doang tok cobak hahahaha, tapi entar di sekolahan liat sobat dekat gak pakek jilbab ya ngikik-ngikik bareng aja tuh :p.

Gue bayangin kek apa fatalnya jika dulu ada akun facebook “Humaira Khairunnisa”, nama islami yang saya idam-idamkan yang akhirnya kepakek pas akyu kuliah dan nyangkut di perkumpulan islami yang lebih wak-waw lagi hahahaha.

Ya kaleeeee mau gue tunjuk-tunjuk, “Gile Sis, aurat terpampang nyata bukan fatamorgana, nerakalah tempatmu!” Mana berani woooiiiii :p.

Sekarang situasinya masih mirip. Saya pernah merasa segan dengan teman-teman dekat yang haha hihi di masa mereka belum so-called “hijrah”.

Soalnya saya tau dulu pun awal-awal saya ceritanya hijrah itu ada keinginan kuat untuk mengganti pergaulan. Kan katanya biar saleh kudu deket-deket ama yang saleh. Di mana definisi saleh ya cencuuu dengan orang-orang yang sepaham denganku. Sisanya ya kalok gak kafir ya munafik! Hahahaha :p.

Ternyata enggak kooookkk. Yang dulu dekat saat rambut masih menganga, jins masih ketat dan kini gamis melambai dengan kerudung panjang, alhamdulillah masih menyapa dengan ramah, “Jihaaaaan, kangenta’ gang. Ketemu dulue.”

Memang ada satu dua yang bener-bener “memilih pergi” tapi biasanya bukan yang deket-deket banget.

Jadi janganlah kita menyalah-nyalahkan zaman, mengkambinghitamkan medsos, atau menganggap masa kini lebih buruk dalam urusan keber-AGAMA-an ini. Dari dulu ya beginilah adanya.

Daripada menyalah-nyalahkan ustaz yang tenar di medsos yang kebetulan pahamnya menurut kalian kurang cucok (dengan paham kalian tentunya hehehe), ya mending fair play saja. Mereka berjaya di medsos then go for it as well. Ngomel doang mah dapat apa :p.

Generasi sekarang malah lebih debatable menurut saya. Praktik parenting sudah jauh berbeda kini. Media penyebaran informasi terus berubah.

Generasi saya dulu juga macam-macam. Ada yang suka baca buku, ada yang enggak. Ada yang suka diskusi ya banyak juga yang kagak. Ada yang suka mikir demen filsafat gitu kali, yang gak demen juga ada. Sama kayak sekarang.

Jangan dikiralah semua anak muda sekarang doyan korea-korea an. Gak juga kooookkk. Masih banyak yang mengidolakan Kakak Lesty Kejora ;).

Kalok masalah nonton youtube, ya semua juga pada nonton youtube sekarang mah, heloooooo :p. Yang bikin channel juga banyak #uhuk, ngiklan gak nih? Hahahaha. Jangan deh, kualat nanti :p.

Makanya kita jangan menyerah menyeimbangkan kehidupan di dunia nyata vs di depan layar hape :). Pandai-pandai menguasai rasa takut.

Mengelola rasa takut itu memang kewajiban semua manusia bukan cuma JEDI loh :p –> Inget kan apa kata Yoda, “Fear is the dark side.”

Jangan terlalu anti atau takut sama temen-temen yang so called hijrah. Bisa jadi bukan karena ikut arus atau kecantol ceramah ustaz abal-abal. Mungkin memang ingin berubah ke arah yang lebih baik. Jangan baper jika ternyata arah lebih baik yang mereka tuju ternyata bukan jalan setapak yang sama tempat kita melangkah. It’s okay ^_^.

Konon katanya ada banyak jalan menuju cahaya <3.

Semua bermula dari rasa takut. Itu kenyataan bukan cuma bawaan pilem ^_^. Dan ingat yang namanya FANATIK, terjadi di 2 titik berlawanan. Sama-sama bisa fanatik.

Kontrolnya juga dalam diri masing-masing. Sedari dulu begitu, as it’s said, “It has always been YOU, and it will be always be YOU.”

Make that change, YOU!

Skin Defence Body Shop SPF50 : Sunscreen untuk Kulit Kering

Setelah bertahun-tahun mempercayakan sunscreen untuk kulit kering eike ini kepada si Glow Protect Lotion dari Vitamin Body Shop, akhirnya kutemukan juga pesaingnya hehehe 😎πŸ₯³.

Kenalkan sunscreen terbaru saya nih, Skin Defence Multi Protection Lotion dari The Body Shop. Idola baru setelah dari 2006 gak pernah putus pakek sunscreen Vitamin C nya Body Shop πŸ˜‰.

Versi vlognya sudah ada juga lengkap dengan penjelasan soal pengertian SPF dan PA serta angka dan tanda plus segala rupa itu πŸ˜β˜ΊοΈπŸ‘Œ

https://www.youtube.com/watch?v=D7hqoq7FVOo

Skin Defence Body Shop Multi Protection Lotion ini mengandung SPF 50 dan PA++++.

Dear temen-temen, semua review produk Body Shop saya sudah saya pindahkan ke blog baru khusus review skincare yak ;). Nama blognya : davincka dot com. Mirip mirip ya namanya hihihihi. Soalnya postingan topik skincare ini sudah lumayan banyak.Β 

Di blog baru itu sudah saya berikan per kategori biar lebih mudah. Kategorinya ada yang per varian (Body Shop Vitamin C, Body Shop Drops of Youth, Body Shop Drops of Light, dst dst). Juga saya berikan kategori per tipe produk (Produk Pembersih Wajah, Serum, Produk Essence, Krim Pelembab Wajah, Sheetmask dst dst).Β 

Mudah-mudahan jadi lebih enak ya kalau mau cari cari info produk tertentu :).

Khusus untuk Skin Defence, si suncreen lotion dari The Body Shop, review terbarunya saya tulis di link yang ini ya, udah di blog baru :D.

Link lainnya ini saya sertakan beberapa ya :

“Skincare Pemula : Produk Apa Saja yang Perlu Dibeli Berdasarkan Prioritas”

“Review Peeling Wajah, Liquid Peel dari Drops of Youth”

Saya juga punya youtube channel yang juga sebagian isinya membahas soal skincare review :

 

Kota Toledo

Kota Toledo Spanyol, Jejak Sejarah Tiga Agama Ibrani

Berkunjung ke Kota Toledo di Spanyol masih bagian dari kisah liburan musim panas 2019 silam. Telat bener postingnya hahahaha. Better late than never :p.

Setelah di hari pertama jalan-jalan ke San Bernabeu markasnya Real Madrid, dan di hari setelahnya kami main ke Kota Segovia, di hari ketiga kami mengunjungi Kota Toledo.

Kalau main ke Madrid, Segovia dan Toledo ini termasuk kota-kota sekitaran Madrid yang menarik untuk dikunjungi. Jadi jangan sampai kelewatan, yes? πŸ˜‰

Sudah ada vlognya nih temen-temen. Yuuuukkk ;).

https://www.youtube.com/watch?v=mtLSI9AxMUA

Kota Toledo berjarak sekitar 70 an km dari Kota Madrid. Letaknya di tengah-tengah wilayah negara Spanyol. Kota Toledo cukup istimewa karena pernah menjadi ibukota kekaisaran Spanyol.

Kami berangkat pagi-pagi dari Madrid. Less drama lah karena memang niatnya berangkat setelah sarapan bener-bener selesai, sudah mandi dan segala macam. Jadi jam 9 an baru jalan.

Butuh sejam untuk tiba di Kota Toledo. Nyetirnya juga santai, sih :D.

Kota Toledo
Kota Toledo – Spanyol, Juni 2019

Parkirannya agak jauh dari lokasi wisata di Kota Toledo. Setelah parkir harus naik bus naik ke atas. Wilayahnya memang agak menanjak. Terasa pas naik bus.

Waktu itu enggak terlalu ramai dan enggak ngantri bus. Malah jelang pusat tempat wisatanya, bus sudah mulai kosong. Memang ke sananya pas weekday sih ya. Mungkin juga karena tempat wisata utama di Spanyol adanya di Barcelona dan sekitar.

Kota Toledo Spanyol Juni 2019
Kota Toledo, Spanyol – Juni 2019

Tapi Madrid dan seputarannya juga oke kok. Still worth a try. Dulu itu pilih ke Madrid lebih karena tiket dan akomodasinya lebih murah, hahahaha #ups.

Kota Toledo diresmikan sebagai salah satu Situs Warisan Budaya Dunia oleh Unesco di tahun 1986. Salah satu keunikan kota ini adalah sebagai pusat percampuran budaya dari 3 agama : Yahudi, Kristen, dan Islam.

Kota Toledo

Islam pernah ikut menorehkan sejarah di kota ini ketika Dinasti Umayyah II menaklukkan wilayah Toledo pada tahun. Dalam bahasa Arab kota ini dinamakan Thulaithalah.

Kami berkunjung ke Kota Toledo di musim panas 2019 tapi udaranya nyaman banget. Panas sih, suhu mencapai 29 dercel tapi karena angin sepoi-sepoi tempatnya terasa sejuk. Anak-anak gak ngomel-ngomel. Waktu ke Segovia mereka ngamuk kepanasan hehehe.

Ah ya, sekalian titip vlog Segovia yaaaaaaa :p

https://www.youtube.com/watch?v=rznidkSo3vI

Back to Toledo, tempat paling khas dan berkesan itu adalah jajaran rumah-rumah kuno yang masih berdiri tegak dengan jalan-jalan sempit yang melaluinya. Hebatnya, jalanan sempit dan dirubung turis begitu masih juga dilalui mobil loh :p.

Bangunan antik di sisi jalanan itu punya banyak jendela dan didominasi warna-warna abu-abu atau coklat. Lihat sendiri dalam foto di bawah ini (maap ada model numpang sekeluarga hahahaha) :

Kota Toledo
Berfoto di jalan sempiiiiittt yang kiri kanannya banyak rumah-rumah antik yang masih berdiri tegak (Toledo-Spanyol Juni 2019)

Banyak toko dan restoran yang berjajar di antara bangunan-bangunan antik di Kota Toledo. Jadi beberapa gedung dimanfaatkan menjadi tempat menjual aneka rupa suvenir atau dijadikan rumah makan.

Kalau jalan-jalan hati-hati sama mobil ya. Siap-siap diklakson aja. Orang Spanyol nih rada-rada gak sabaran kalok nyetir, beda dengan kebiasaan nyetir di Eropa daratan pada umumnya :D. Salah satu sifat khas negara dengan penduduk melimpah? Hehehe.

Sesuai dengan sejarahnya yang dilintasi 3 budaya dari 3 agama berbeda tadi, ada macam-macam bangunan peninggalan rumah ibadah ala Yahudi, Kristen, dan Islam.

Sinagog ada rupa-rupa. Katedral apalagiiiii, buanyaaaaakkkk :D. Salah satu yang terkenal : Catedral Primada de Toledo.

Ada Alcazar juga, bangunan semacam benteng yang ada menara tingginya. Terus dikelilingi dinding-dinding yang tinggi. Kami hanya melintas tapi enggak masuk ke dalam.

Cuma numpang ngaso terus duduk-duduk di depannya, yang ada lobi outdoor buat duduk-duduk. Ngapain aja di sana? Ya foto-foto laaaaaahhhhh hahahahaha :p.

Dari atas sekeliling Alcazar juga mantep buat foto-foto dengan bekgron pemandangan Kota Toledo dari atas.

Nih, suami saya foto bareng #boy1 dan #boy2. SElfie-selfie mereka bertiga hihihi. Saya dan #Boy3 enggak ikutan ke sana soalnya lumayan ribet kalau bawa stroller. Jadi saya jagain si #Boy3 aja sambil selfie-selfie sendiri hahahahaha.

Kalau kalian lihat di video juga ada semacam tram / kereta yang dimanfaatkan buat ngangkut para turis. Lihat di vlog link pertama di atas yak. Saya merekam doang pas keretanya melintas, enggak ikut naik hehehe.

Kami makan siang di sebuah restoran seafood. Mudah-mudahan halal ya soalnya mereka cuma jualan seafood aja. Kami nyobain Paella yang isinya cumi udang dll. Lumayan lah rasanya ;).

Kira-kira yang lain-lainnya monggo dilihat langsung di vlog yang saya share di awal postingan ini ya teman-teman :D. Semoga info tentang Kota Toledo-nya membantu. Asyik banget kok muter-muter di sini seharian dari pagi sampai sore ^_^. Worth a day ;).

LA LIGA, REAL MADRID, dan CERITA di balik GEMERLAPNYA DUNIA SELEBRITI SEPAKBOLA

“Aimar aja!” Pekik saya kegirangan waktu suami nunjukin daftar nama-nama pas kami sudah tahu jenis kelamin si #boy3 pas masih dalam kandungan tempo hari.

Waktu itu yang terlintas siapa lagi kalau bukan PABLO AIMAR! Hehehehe.

Mas-mas gondrong keriting ini playmaker di Valencia. Valencia, yang kisaran tahun itu (waktu saya rajin-rajinnya nonton La Liga), termasuk klub papan atas di Liga Sepakbola Spanyol – La Liga.

Aimar nih kalem, gak banyak gaya macem-macem gitu. Tapi kiyuuuuuutttttt –> contoh penonton sepakbola yang tujuan utamanya ngecengin pemain ganteng-ganteng aja hihihi *ngikikCentil*.

Salam olahraga!

Real Madrid FC, Tour de Bernabeu June 2019

 

La Liga sangat seru kalo buat saya pribadi. Mungkin karena dominasi pemain-pemain asal Amerika Latin yang merumput di Negeri Matador ini.

Kalau sepakbola latin kan emang yang banyak meliuk-meliuknya. Agak beda dengan Liga Primer yang lari-lari-lari-gol terus lari-lari-lari-gol πŸ˜πŸ˜πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Booooring :p.

Monggo yang mau langsung lihat vlognya πŸ˜‰

https://www.youtube.com/watch?v=7RDOFiBvVbM

Sangat wajar jika The Latinos banyak beredar di La Liga. Secara iklim, negara Spanyol tidak sedingin dan tidak se-kelabu UK-Ireland dan sebagian besar negara di Eropa daratan. Iklim yang relatif hangat dan tentunya faktor… BAHASA!

Yup, mayoritas penduduk Amerika Latin berbahasa Spanyol. Kecuali Brasil yang menggunakan Bahasa Portugis. Tapi konon Spanyol – Portugis ini dah kek Bahasa Indonesia vs Bahasa Malaysia hehehe.

SEPAKBOLA, menjadi salah satu pilihan untuk memutus mata rantai ketidakbedayaan secara ekonomi bagi banyak keluarga kurang mampu di wilayah-wilayah Amerika latin.

Sama seperti ortu-ortu di negara-negara Eropa Timur yang dikenal ‘sangar’ dalam mendidik anak-anaknya untuk bersinar di dunia tenis lapangan, maka ortu-ortu di Amerika Latin mengadu nasib via SEPAKBOLA.

Banyak dari bintang-bintang klub dunia asal Amerika Latin yang digembleng dari usia dini. Lionel Messi misalnya. Sebelum usia 15, sudah menyeberangi Lautan Atlantik dan menjadi bagian dari klub yunior di Barcelona.

Saking berbakatnya, pihak Barcelona bersedia membiayai pengobatan Messi yang divonis menderita “growth hormone deficiency” sejak kecil.

Zamannya saya menghabiskan banyak waktu rutin menonton pertandingan-pertandingan di La Liga (maklum jomblo hahaha), saya fans Real Madrid dan Barcelona sekaligus :D.

Eranya Real Madrid bertabur pemain-pemain ganteng :p. Raul Gonzales adalah idola embak-embak penggemar laki-laki baik-baik walo ganteng (hahahaha). Gak demen sama yang “nakal-nakal” macam CR7 :p.

Di masa itu juga ada Beckham dan Zizou di Madrid. Pernah juga ada Kaka, pinjaman dari Milan yang merumput beberapa musim di San Bernabeu. Tapi juaranya … ya Casillas doooonggg #elusTiangGawang.

Pertama kali nonton Casillas itu pas Piala Dunia 2002. Sungguh pertandingan paling emosional itu final Piala Dunia 2010. Sampai-sampai pas siang-siang, satpam kompleks nanya ke saya, “Buk, itu yang nonton bola semalam siapa?” 🀣🀣🀣.

Suami saya udah di Jeddah waktu itu soalnya :p.

Dengan gaji fantastis dan jaminan ketenaran yang kadang melaju terlalu cepat, beberapa pemain bintang tidak sanggup beradaptasi :(.

Ronaldo yang ikut membawa Brasil meraih Penta di Piala Dunia 2002 berjaya di Madrid, malah menutup kariernya karena … kegemukan! Umumnya meningkatnya berat badan itu karena ada masalah mental juga :(.

Ronaldinho, yang pernah bersinar di Barcelona, diberitakan terkena kasus terkait penipuan soal bisnis. Ketenaran yang mungkin datangnya rada mendadak membuat beberapa dari perantau ini terjebak dalam gaya hidup hedonis. Pesta-pesta, kecanduan minuman keras, pacaran sana sini, dst dst dst.

Tidak sedikit yang bergaya hidup ala OKB gitu ye :p. Perubahan yang cukup besar buat mereka yang mungkin sebagian besar datang dari kalangan menengah ke bawah nun jauh di selatan Amerika sana. Liat duit melimpah dan kondisi Eropa yang memang lebih “gemerlap”, langsung silauuuuuu.

Manusia biasa, mungkin kita pun bakal terjebak seperti itu :).

As a huge fan of El Real (mantan ding, sekarang kapan dah ada waktu nonton bola hahahaha), tentu saja saat berkunjung ke Madrid di musim panas 2 tahun lalu, tempat pertama yang saya impi-impikan adalah … San Bernabeu! 😎😎😎

Suami saya enggak mau ikut masuk. Dese ini nonton bola pas Piala Dunia ama Piala Eropa aje. Males ngikutin yang klub-klub an. Kebanyakan katanya, pusing hahahaha :p.

Saya mengajak anak kedua saya yang juga suka nonton bola. Sebagai fans Messi, anak saya agak bete nampaknya ngeliat wajah CR7 terpampang besar-besar sebagai salah satu legenda Madrid hahahaha. Kenapa dah, fansnya Messi selalu stres liat CR7.

Dalam Tour de Bernabeu, di pintu masuk terpampang layar putih dengan catatan lengkap kemenangan El Real di 13 laga di Liga Champion.

Museumnya tekno abis lah. Ada banyak layar interaktif di mana kita bisa milih-milih pertandingan Real Madrid yang dulu-dulu. Lengkap dengan daftar pemain yang merumput saat itu.

Aneka rupa foto-foto para legenda Madrid memenuhi dinding-dinding di sebuah ruangan khusus. Bisa kita pencet di layar nama yang kita pilih terus muncul segala rupa info dan daftar pertandingan dan apa pun lah terkait si nama pemain dan kontribusinya di El Real.

Dan tentunya ikut bangga saat melewati beberapa lemari kaca besar yang memajang piala-piala yang pernah dimenangkan oleh Real Madrid. Abis ada kek pita-pita warna warni gitu dan suara musiknya juga mendukung narsisnya para fans si pasukan putih-putih ini.

Para peserta tur juga dibawa ke area lapangan langsung. Bisa ikut main ala-ala pemain, dipakein baju buat latihan, lari-lari di lapangan, pura-pura bertanding. Si #boy2 gak mau pas saya tawarin hihihihi.

Terus lihat ke dalam sampai ke ruang ganti pemain.

Tur berakhir di toko penjual suvenir yang tentunya hanya daku lewati sambil bikin video dan gak beli satu pun memorabilianya hahahahaha. Mahal euy. ENtar aja cari di Shopee yang KW kesekiannya :p. Fans macam apah iniiiiiii πŸ˜’πŸ€£πŸ€£πŸ€£.

Seneng banget rasanya bisa ke sana akhirnya.

Dulu pas rajin-rajinnya baca tabloid Bola sambil nungguin KRL Ekonomi di stasiun terbersit dalam hati kek apa rasanya nonton bola langsung gitu di San Bernabeu.

Gak papalah, walo belum kesampaian nonton mereka berlaga LIVE, setidaknya bisa masuk dan duduk-duduk sambil foto sampe muntah-muntah di kursi tribunnya hahahahaha.

Hala Madrid, hala Madrid, hala Madrid!