makanan bayi 6 bulan

Makanan Bayi 6 Bulan : Daftar Menu MPASI 30 hari pertama

Yup, ini dia menu makanan bayi 6 bulan versi adek bayi. Ampuuun, anak ketiga masih ikutan drama daftar menu MPASI Bayi aja nih, Buk? Hahaha. Husss, ini bukan mau drama-dramaan dong ah. Sharing iniiiii, sharing ceritanyaaaaaa :p.

Waktu anak pertama dan kedua, proses MPASInya ya gitu deh. Suka-suka hati saja. Random. Pokoknya ngikut sana ngikut sana. Misalnya satu teman bilang gini ya ngikut. Disaranin gono ya ngikut.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Juga tergiur dengan menu-menu MPASI lucu-lucu. Dengan harapan anaknya semangat makan. Betapa kita sering mengira begitu bayi mulai makan makanan padat seleranya mendadak sama dengan orang gede hehehe :p.

Tahu teori-teori MPASI, misalnya situs wholesomebabyfood juga sudah lama. Tapi ya begitulah. Habis nama-nama sayurannya suka gak mudeng, ya. Eh, padahal dicari-cari di supermarket lokal juga ada. Tapi dulu ikut-ikutan suka belanja di toko tertentu yang konon jual sayur-sayuran “bule” yang cucok buat bayi-bayi hihihi.

Toko khusus tentu harga juga spesial :p.

Kayak sayur Zukini (zucchini), sayur apaan tuh? Hahaha. Ealah, kemarin pas mudik di toko lokal ternyata juga ada hehehe. Eh, apa baru-barusan saja ya jenis sayur ini sudah masuk toko lokal. Entah juga. Soalnya pas anak pertama (sekitar 7-8 tahun lalu), saya belinya ya di toko “khusus” tadi. Ngikut teman saja :D.

Begitu anak ke-3. Saya familiar banget dengan nama-nama makanan yang direkomendasikan oleh wholesomebabyfood. Yaiyalah, pan tinggalnya di kawasan yang ‘sejalan’ dengan daerah asal yang nulis situs :p –> tempat tinggal orang bule :p.

Yang ingin lihat versi vlog-nya, sudah ada di sini ya ^_^ (jangan lupa subscribe ke channel youtube saya doooonggg hehehe) :

Sebagai orang Asia, kita sudah terbiasa dengan makanan kaya bumbu. Jadi seolah anak bayi juga pasti doyan sama selera kita hahahaha. Makanya saya agak skeptis lihat resep-resep di situs tadi. Ini bener gak si adek bayi bakal doyan?

Kita lupa, di usia 4-6 bulan, adek bayi pan baru belajar makan. Ya kali langsung mau ditawarin sate padang atau siomay? Hahaha :p.

Step by step, Mommie ;).

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Adapun si #baby3 ini awalnya juga kurang bergairah. Saya pasrah deh. Soalnya kedua abangnya juga gitu hihihi. Tapi saya tetap disiplin dengan “aturan pengenalan 3 hari” dan sebagainya. Tetap saya berikan makanan yang sama kalau indikasinya hanya “enggak doyan”. Kalau sampai alergi atau sembelit ya tentu diganti dong yaooowww ;).

Wah, ternyata beda! Makin ke sini, makannya makin semangat ^_^ *tepukTangan*.

Di masa anak ketiga ini saya ngerasain anak tuh yang mengamuk minta disendokin kalau kebetulan emaknya iseng ngasih makan sambil whatsap-an hahaha *jitakEmaknya*. Kan nyendokinnya jadi tersendat-sendat :p.

Hampir semua jenis makanan yang saya berikan, anak ketiga ini doyan! Bahkan tepung beras coklat yang awalnya bikin dia sembelit tetap rakus makannya.

Tapi saya selalu bilang, bisa saja ini hanya HOKI semata hahaha. Mungkin Tuhan kasihan ya, duh ini embaknya masa udah anak ke-3 masa dramanya masih itu-itu juga sih? :p. Terima kasih ya Tuhan <3.

Tapi tentu bisa jadi juga, ini karena efek “disiplin” dan keseriusan dalam memilih jenis makanan dan patuh pada aturan no gula garam sebelum 1 tahun. Booo, anak 1 & 2 dulu, saya sejak awal sudah pakai garam + gula hihihi. Abis ya balik lagi, selalu mikir mereka kayak orang gede, ogah makan kalau makanannya tanpa rasa :p.

Yah, yang mana-mana ajalah. Yang penting usaha / ikhtiar kita yang terbaik dong ya ;). Untuk meminimalkan drama, tentu saja definisi “yang terbaik” di sini ya tergantung si emak masing-masing ^_^. Udah anak ke-3 niiihhh, masa masih mau berantem aja? Hahahaha.

Yuk ah, ini dia susunan menu MPASI makanan Bayi 6 bulan. Buat bayi yang ASI ekslusif, jangan tunda pemberian protein ya kepada bayi kita :). Karena kandungan utama ASI itu adalah karbohidrat. Protein dan lemaknya lebih minimal.

Tentu saja, tetap mengacu pada aturan dasar : first thing first, pengenalan per jenis makanan 3-4 hari, no garam dan gula. Lagian jangan suka lebay duluan, ya. Masak buat anak bayi itu mah gampaaaaaang :D. Cuma kukus terus dihalusin doang. Gak pake bumbu macam-macam. Apalagi masih umur 6 bulan ;). Disaring boleh kalau punya banyak waktu. Diblender atau pakai food processor juga gak masalah.

Again, senyamannya ibu saja :).

Gambar : pixabay.com menu makanan bayi 6 bulan
Gambar : pixabay.com

Untuk awal MPASI makanan bayi 6 bulan, di satu hari kenalkan 1 jenis makanan saja. Ya biar kelihatan misalnya kalau alergi, alerginya sama makanan yang mana. Kalau dalam sehari langsung cusss 2-3 jenis makanan, kan jadinya bingung toh yaaaa ;).

Daftar Menu MPASI Makanan Bayi 6 Bulan

Hari 1 : Pisang kerok

Sebaiknya dimulai dengan buah-buahan. Karena karbohidrat seperti tepung beras itu cenderung bikin sembelit. Walau tidak terjadi pada semua bayi. Amannya pisang kerok ajah. Indonesia banget kan hahaha. Konon katanya pisang juga anti sembelit dan jarang menyebabkan alergi.

Jenis pisangnya bisa Pisang Ambon atau Pisang Cavendis (bener gak ini nulisnya? Hehe).

Saran pemberian biar tidak terlalu kental tambahkan dengan ASI/susu formula secukupnya.

Diberikan sekitar pukul 8 atau 9 pagi. Senyamannya si ibu saja :). Satu kali sehari dulu sudah cukup. Ingat, ingat, ini baru hari pertama ;).

Soal porsi disesuaikan dengan anak masing-masing ya. Tentunya karena ini baru hari pertama ya kasih porsi wajar saja. Kalau pun tidak habis jangan panik atau buru-buru ke dokter hahaha :p.

Hari 2 : Pisang kerok

Ingat aturan pengenalan 3 hari untuk satu jenis makanan. Santai sih, anak bayi lho iniiiiiiii :D. Jadwal kalau bisa tetap sama di pukul 8 atau 9 pagi, sesuai kesediaan ibu saja :). Atau embak/simbok :p. Kalau anak terlihat doyan, bisalah porsinya ditambah.

Hari 3 : Ya pisang kerok lagiiiiiii hahahaha. Jadwal sama. Porsi bisa ditambah kalau adek bayi kayaknya makin getol ;).

Hari 4 : Alpukat. Pilih yang matang. Dikerok juga seperti pisang. Nanti dihaluskan dengan sendok juga bisa. Campurkan dengan ASI/susu formula secukupnya juga. Jangan tambahkan gula sih pastinya ;). Waktu makannya samakan saja ya, pukul 8 -9 pagi.

Hari 5 : Alpukat lagiiiii :D. Penyajiannya sama. Pengenalan alpukat hari ke-2 nih. Waktu pemberian sama.

Hari 6 : Alpukat dengan penyajian dan waktu pemberian yang sama. Porsi mungkin bisa berubah :). Buah-buahan ditaruh di awal untuk mencegah sembelit. Maklum dong ya, biasanya cuma nenen atau minum sufor, ini langkah pengenalan terhadap makanan padat. Potensi sembelit cukup risky.

Hari 7 : Sudah bisa dimulai dengan 2x makan. Sekalian pengenalan karbohidrat pertama.

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12 – 13 siang : berikan bubur oatmeal. Resep bubur oatmeal bisa dilihat di sini, ya. Porsinya disesuaikan saja dengan si adek bayi. Pokoknya kalau baru awal-awal begini ya santaiiiiiii :D.

Oiya, ASI dan susu formula juga lanjut terus ya sesuai permintaan si adek bayi ;). Di sela-sela makan kalau minta juga ya tetap diberi :).

Hari 8 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat biar selang seling dengan pisang karena pengenalan 3 harinya sudah selesai :). Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal. Ini adalah hari ke-2 pengenalan oatmeal jangan diganti dulu.

Hari 9 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Jangan bosan yaaaa. Menu makanan bayi 6 bulan ya begini ini :p. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal. Bubur oatmeal sudah 3 hari berturut-turut berarti selesai sudah *yayyyy* ^_^. Saatnya ganti menu tuh.

face-1083872_640

Hari 10 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat. Lihat resepnya di sini :).

Hari 11 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat. Porsinya mungkin sudah bisa ditambah bila adek bayi dirasa siap atau terlihat makin lahap makannya.

Hari 12 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat.

Hari 13 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal + puree zukini. Pengenalan makanan baru lagi nih ;). Resep puree zukini bisa dilihat di sini.

Hari 14 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree zukini. Bisa mulai divariasikan.

Hari 15 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal + puree zukini. Hari ini pengenalan zukini selesai :D. Mulai terasa variasinya menu makanan bayi 6 bulan gak? 😀

Daftar menu MPASI makanan Bayi 6 Bulan
Puree Zukini

Hari 16 :

Yuk, mulai kenalkan dengan protein :).

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini.

Hari 17 :

Jangan beri jenis makanan baru dulu. Kan masih dalam proses kenalan dengan tofu nih ;).

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : oatmeal + puree tofu + puree zukini.

Hari 18 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini.

Hari 19 :

Kenalkan buah baru misalnya apel. Dan makannya mungkin sudah bisa 3x :D.

Daftar Menu MPASI makanan Bayi 6 bulan
Puree apel

Pukul 8-9 pagi : berikan apel kukus yang dilumat sampai lembek. Ingat ini bayi 6 bulan ya Kakaaaa :p. Belum sempat nih bikin resep puree apel. Tapi caranya persis dengan puree pear kok ;). Di sini resepnya.

Pukul 12-13 : oatmeal + puree tofu + puree zukini. Pukul 18-19 malam : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini

Hari 20 :

Pukul 8-9 pagi, apel kukus yang dilumat sampai lembut. Pukul 12-13 : oatmeal + puree tofu + puree zukini. Pukul 18-19 malam : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini

Hari 21 :

Sama dengan hari sebelumnya.

Pukul 8-9 pagi, apel kukus yang dilumat sampai lembut. Pukul 12-13 : oatmeal + puree tofu + puree zukini. Pukul 18-19 malam : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini

Hari 22 : Kenalkan sayuran baru, wortel.

Pukul 8-9 pagi, coba balik ke pisang kerok lagi ;). Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree tofu. Pukul 18-19 malam : oatmeal + puree wortel + puree tofu.

Hari 23 :

Di hari ini mulai kombinasikan sayurnya kalau mau. Jangan risau soal masaknya. Masak satu-satu saja di tempat-tempat sendiri yang kecil-kecil itu taruh dalam freezer. Kalau mau makan baru dikeluarin dan dicampur di mangkoknya ;).

Pukul 8-9 pagi, alpukat. Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree zukini + puree tofu. Pukul 18-19 malam : oatmeal + puree wortel + puree zukini + puree tofu.

Hari 24 : Variasikan lagi menunya.

Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree tofu. Pukul 18-19 : puree wortel + puree zukini + puree tofu (sesekali tanpa karbo juga boleh dicobakan)

Daftar menu MPASI makanan Bayi 6 bulan
Puree wortel

Hari 25 : perkenalan protein baru, ayam! Yaayyyyy, sedap, sedap, sedap hehehe.

Pukul 8-9 pagi, berikan pisang kerok. Pukul 12-13 : puree wortel-ayam. Resepnya di sini ya. Pukul 18-19 : tepung beras coklat + puree zukini + puree tofu

Hari 26 :

Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : puree zukini-ayam. Resepnya sih mirip dengan wortel-ayam, tinggal ganti zukini dengan wortel hehe. Pukul 18-19 : oatmeal + puree wortel-ayam.

Hari 27

Pukul 8-9 pagi, berikan alpukat. Pukul 12-13 : oatmeal + puree wortel-ayam. Pukul 18-19 : puree zukini-ayam. Saya kadang ngikut menu ideal food combining yang tidak mencampur protein hewani dengan karbohidrat. Kadang-kadang saja sih. Karena suami masih belum benar-benar sreg kalau diterapin ke anak-anak :).

Hari 28 : kenalkan sayuran baru, parsnip

Pukul 8-9 pagi, berikan pisang kerok. Pukul 12-13 : oatmeal + puree parsnip-wortel + puree tofu Pukul 18-19 : tepung beras coklat + puree zukini-ayam.

Hari 29 :

Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : oatmeal + puree parsnip-zukini + puree tofu. Pukul 18-19 : tepung beras coklat + puree wortel-ayam.

Hari 30 :

Pukul 8-9 pagi, berikan alpukat. Pukul 12-13 : oatmeal + puree wortel-parsnip-ayam. Tinggal dicampur tiga-tiganya dengan cara yang sama dengan resep-resep sebelumnya. Pukul 18-19 : puree parsnip-zukini-ayam. Selesai sudah 30 hari menu makanan bayi 6 bulan nyaaaaa *tepukTangan*.

Beres deh!

10 jenis makanan sudah diperkenalkan kepada adek bayi sebagai makanan bayi 6 bulan di awal ini dengan kombinasinya masing-masing :

  1. Buah-buahan : pisang, alpukat, apel
  2. Sayuran : zukini, wortel, parsnip
  3. Karbohidrat : oatmeal dan tepung beras coklat
  4. Protein : tahu dan ayam.

Tinggal dilanjut ke MPASI bulan berikutnya dengan tambahan pengenalan jenis makanan baru dan kombinasi yang lebih banyak tentunya ;). Semoga membantu ya contoh menu makanan bayi 6 bulan ini ;).

Film Uang Panai’ : You Can’t Hurry Love, No, You Just Have to … Pay!

Sudah pada nonton film Uang Panai’ ? 😀

“Ko kira gampang menikah, di manako ambil Uang Panai’?” (Situ kira gampang mau nikah? Dari maneeeeee dapat Uang Panai -nya?”)

“Ballasa’ Anca’. Rompa na mamo cintayya…” (Ribet deh si Anca. Rempong bener deh yang namanya cinta).

Siapa yang sudah menonton film “Uang Panai”? Hihihihi. Jangan khawatir buat yang non-Sulsel, ada ji tauwa subtitlenya hahahaha.

Film Uang Panai

Produser film ini teman SMA saya lho. Ketua kelas pas kelas 1. Jangankan kenal secara personal, semua kisah cinta SMA nya juga saya bisa bongkar nih sekarang juga hahahaha.

Ish, malah gosipin produser filmya hihihi. Pa gosip memang tong :p.

Uang Panai’ ini istilah khas dalam salah satu prosesi pra-pernikahan di Sulawesi Selatan. Saya kurang tahu apakah semua suku di Sulsel menerapkan prosesi Uang Panai’ ini. Yang jelas suku Makassar dan Bugis, yang merupakan mayoritas suku di sana, sangat paham tentang itung-itungan Uang Panai’ ini hihihihi.

Uang Panai’ ini beda lagi lho dengan mahar pernikahan. Karena Uang Panai’ ini harus dibayar sebelum akad nikah. Tapi konon, belakangan boleh nyicil sesuai kesepakatan di awal. Ini mau nikah atau mau nyicil KPR coba yaaaaaa hahahaha.

Sering disamakan dengan mahar karena “yang dibeli” adalah pihak perempuan.

Film Uang Panai
Gambar : pixabay.com

Saya sendiri menikah dengan pria asli Minang asal Bukittinggi.

Tapi kebetulan mertua saya juga perantau abisssss. Belum sebulan setelah akad nikah, ibu mertua sudah diboyong ke Gorontalo. Setelah 10 tahun lalu lalang di Gorontalo-Manado-Bitung, hengkang ke Jawa. Memulai 14 tahun petualangan selanjutnya di Muntilan-Pamekasan-Nganjuk.

Lucunya, adat Minang kan juga ada istilah “membeli laki-laki”. Jadi terbalik dengan orang Bugis yang merupakan suku asal saya, ya, hehehe. Tapi hanya daerah Pariaman yang mengenal setoran model begini :p, kalau tidak salah namanya “Uang Jemputan”.

Entahlah macam mana penerapannya.

Sempat sih saya dan suami eh calon suami deng dulu :p, becanda-becanda,

Saya, “Orang Bugis tuh kalau dilamar kudu setoran ya booo.”

Apalagi kalau lulusan S1. UI pula. Fakultasnya yang kata 1 banding 100 ya Kakaaaaa hahahaha. Coba itu yel-yelnya masih valid gak? :p.

Suami saya membalas, “Ada juga gue yang kudu dibeli.”

Waktu itu saya belum tahu kalau adat “Uang Jemputan” ternyata buat orang Pariaman doang, tidak dikenal dalam adat Bukittinggi. Sialan dah! -_-

Jadi ceritanya, kita impas dong ya hahahaha. Uang Panai’ = Uang Jemputan. LUNAS! :p.

Lamaran saja kita santai bagai di pantai cuma calon mertua datang ke rumah om saya di mana ibu saya juga saya hadirkan di sana. Udah gitu doang. Minum teh sama ngemil-ngemil doang :p.

Enggak pakai prosesi Uang Panai’ sama sekali.

Film Uang Panai
Akad nikah dengan baju bodo, adat Sulawesi Selatan 🙂

Ada juga waktu saya bikin lelucon soal Uang Panai di depan Mama saya, “Eh, disuruh bayar berapa nih, Mam?”

Emak eike malah melotot, “Ayyaseng! Makanja’ motu engka tauwe me pubeneko. Makanja’ topa ana’na, madeceng ambo’na indo’na!”

Eike pun yang kena semprot! Hahahahha.

Artinya kira-kira gini, “Ngomong apaan sih! Masih mending ada yang ngelamar. Anak baik-baik. Dari keluarga baik-baik pula.”

Padahal becanda jugak, sensi bener emak gue hahaha. Takut anaknya bakal jadi perawan tua. Pede dikit dong Mam, punya anak gadis cihuy begini packaging komplit kok bisa galau siiiiih #eaaaaaa#UdahLamaGakBenerinPoni

Uang Panai’ setahu saya bagian dari adat dulu-dulu. Tapi konon sampai sekarang, masih ada saja yang rewel soal beginian. Apalagi kalau kebetulan yang menikah berasal dari keluarga bangsawan. Maklum ya, kita mah rakyat jelata, nyari suami pun kudu merantau ke pulau seberang! Hahahaha #benerinKoper

Makin tinggi pendidikan si perempuan, makin tinggi pula “label harga”nya. Jadi seperti barang saja 🙁. Seperti salah satu curhat embaknya di film Uang Panai’ ini, “Yang dikasih harga itu saya! Pakai price tag.”

Tingginya Uang Panai’ juga punya efek sosial 🙂. Baik untuk keluarga perempuan, “Ish, mahal dong anak kite dibelinya.” JUga untuk keluarga laki-laki yang melamar, “Yoih dong, kita punya banyak duit buat bayarin.”

Ya kalau kita mah yang nikahnya “gratisan” entah dianggap apa ya kalau pakai adat begituan hihihihi.

Jihan Davincka Anniversary Note
Adat Minang

Anyway ada juga yang menganggap bahwa Uang Panai’ ini sebenarnya untuk si calon pengantin perempuan. Bukan buat keluarganya :p. Kalau pada praktiknya sih seringnya duitnya ya buat keluarga perempuannya 😀.

Uang Panai’ dipandang sebagai “perlindungan” kepada masa depan si perempuan. Semacam jaminan bahwa dia akan diperlakukan dengan layak dan kalau ada apa-apa pan tinggal korek Uang Panai’ aja gitu kali ya hihihi.

Oh well, we’ve been in this thing called marriage for years. Does it really matter?

Rasanya, berapa pun Uang Panai’, atau semegah apa pun resepsi pernikahan kita, bahkan jika dalam pesta itu ada banyak sekali tamu VIP yang bikin tamu-tamu gempar, karangan bunga yang sampai melimpah ruah ke gerbang gedung, in the end … hanya akan ada kita berdua di dalamnya 🙂.

Apa pun keputusan penting dan pilihan-pilihan yang KITA BERDUA BUAT SETELAH akad nikah itu terlaksana yang kelak akan menentukan apakah “perjalanan” akan terus berlanjut atau mungkin malah membuat kita akhirnya harus turun di stasiun yang terpisah.

Sudah baca tulisan saya yang dulu itu kan ya, cinta itu kata kerja di mana pernikahan butuh kerja keras dari kedua belah pihak hampir di setiap saat, bukan cuma baper-baperan sebatas malam minggu atau pas kencan macam waktu pacaran hihihihi :p.

Baca : “Will You Still Love Me?” 

Marriage is A HUGE THING <3. Seberapa pun lembaran uang yang harus keluar untuk menandai awalnya tidak akan bisa menjamin bakal langgeng apa tidak 😉.

Kenapa malah ceramah serius gene siiiihhh? Hahaha. Pilem drama komedi pun :p.

Pokoknya jangan lupa ya nonton filmnya di bioskop-bioskop di tanah air. Sayang sih, tempat dan waktu tayangnya memang terbatas 🙂. Nonton yuk biar tahu karya-karya anak bangsa dari belahan timur ^_^.

Minimal dari film ini nanti kalian bisa bedakan logat Batak vs logat Makassar lah yaowww. Pusing nih eike sering bener disangka orang Batak dulu hahahaha.

Good luck ya buat Pak Produser dan seluruh tim yang menggawangi film ini. Makassar bisa tonji! <3.

Lihat dulu trailernya di sini 😉

https://www.youtube.com/watch?v=TN-viZjZMd4

 

Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Topik tax amnesty atau pembetulan SPT ini nih yang bikin kekisruhan di dunia maya. Iyah, di dunia maya ajah. Karena di dunia nyata mah banyak kerjaan boooo hahahaha :p.

Obyek tax amnesty saja masih banyak yang bingung-bingung. Idealnya sih, targetnya adalah PENGHASILAN yang diperkirakan ada di wilayah abu-abu dan BELUM PERNAH DILAPORKAN.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Tapi faktanya banyak yang mempersoalkan soal rumah/aset yang sifatnya ‘final’ seperti rumah tinggal dsb yang selama ini rajin bayar PBB dll. Mereka resah karena belum pernah memasukkannya ke dalam SPT.

Ya kalau ini mah tinggal masukin SPT saja. Istilahnya, perbaikan SPT. Beres. Beres beneran? Ternyata tidak -_-.

Yang membuatnya tambah rumit ya karena ditakut-takuti sama “orang pajak” sendiri. Entah mengapa, beberapa “oknum pajak” malah menasihati orang untuk ikut tax amnesty. Toh katanya cuma denda 2% biar tenang.

Tidak semuanya ya. Ini berdasarkan hasil kepo-kepoin beberapa timeline teman-teman sendiri. Bukannya menenangkan dan menjelaskan, beberapa malah menyarankan ikut tax amnesty. Jadi makin bingung kan hehehe.

Katanya kalau ikut pembetulan SPT bisa dilacak bla bla bla (pokoknya misterius bener dah entah gimana caranya) dan akhirnya dimintai kekuranganpembayaran yang jumlahnya enggak bisa diperkirakan. Jangan-jangan malah lebih besar daripada 2%.

Ya tidak salah juga. Kemungkinan kalangan internal juga punya target khusus. Lumayan pan kalau pada ikut tax amnesty, 2% nya kalau dikumpulin kan gede tuh. Masing-masing punya kepentingan 🙂.

Sementara logika sederhananya, emang punya tenaga dari mana Departemen Pajak mau ngecekin satu persatu pembetulan SPT yang masuk segabruk-gabruk nanti. Coba deh, rasa takutnya disingkirkan dulu. Pakai dulu akal sehatnya 🙂.

Lagian pembetulan SPT mah sudah aturan dari kapan tauk. Kalian saja kali yang baru tahu? 😉

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Yang tinggal di luar negeri jangan ikutan drama. Penghasilan yang harus dipertanggungjawabkan hanya penghasilan yang didapatkan di dalam negeri. Yang di Eropa dll pan udah kenyang bayar pajak sana sini nan segabruk-gabruk itu yes? Hahahahaha :p.

Takut dibodoh-bodohi atau ditipu petugas pajak? DONT! Pelajari makanya sebaik mungkin. Kayak negara kita tidak punya hukum aja hehehe. Tidak mungkin ada penetapan pajak berganda. Itu saja dulu yang dijadikan patokan.

Selama ini rajin bayar PBB segala macam hanya sebatas lupa memasukkan ke SPT ya sangat berlebihan kalau ikut-ikutan merasa diteror.

Lain cerita dengan rumah kontrakan dan bisnis lain terkait aset yang kita punya yang selama ini santai saja kitanya, boro-boro bayar pajak, mention di SPT aja enggak hahahahaha :p.

Yang ini juga woles saja. Tinggal ikut tax amnesty saja. Bayar 2%. Jangan lupa lho ya, pajak normalnya itu kalau gak salah sekitar 10%. Tetap untung kaaaaan 😉.

Catat pula, ikutan tax amnesty ini tidak wajib!!!

Masalahnya, bayar pajak ini dianggap hobi sih hahahaha. Jadi, kalau suka ya dikerjakan kalau enggak ya masa bodoh.

Tapi enggak salah dong kalau masyarakat mikir begitu. Trauma berat lah sama Gayus dan sejenisnya. Ngapain bayar pajak kalau hanya untuk dikorupsi?

Kalau mikirnya begitu ya jadinya kayak “Dumb and dumber” aja gak sih 🙂. Koruptor enggak kelar-kelar, rakyat pun ogah bayar pajak. Tapi kalau pemerintahnya suka ngutang, bawelnya juga enggak ketulungan. Jadi gimana dong enaknya nih? ^_^. Negara kita mau dibangun pakai apa?

Pembangunan infrastruktur transportasi merata di  negara maju. Tram di Bern, Swiss (gambar : bahnbilder.de)
Pembangunan infrastruktur transportasi merata di negara maju. Tram di Bern, Swiss (gambar : bahnbilder.de)

Andai bulu kaki dan bulu ketek seluruh warga bisa dipakai buat bangun jalan dan membangun infrastruktur kita, mengoptimalkan BPJS, membuat sekolah-sekolah sampai ke pelosok terpencil, amanlah Indonesia tercinta *elusKetiak*.

Target pendapatan kita merosot jauh dari perkiraan. Pemerintah pasti bekerja super keras mendapatkan kekurangan dari berbagai sumber.

Ketaatan pajak memang masih sangat rendah di tanah air. Konon, hanya ada sekitar 10 juta orang yang memiliki NPWP. Dan diantara 10 juta itu maksimal hanya 10% yang rajin mengisi SPT.

Jumlah warga produktif di Indonesia seharusnya sih lebih besar daripada 100 juta jiwa.

Jadi potensi pendapatan dari pajak masih jauuuuuuuh dari yang sebenarnya bisa didapatkan.

Jangan lupa ya teman-teman, PAJAK itu tarikan legal. Bukan teror atuh lah hehe.

Tapi saya memaklumi pihak-pihak yang doyan pakai ungkapan-ungkapan begini saban ada “kekacauan” hehe. Yassalam, padahal lagi ngomongin pajak yang jelas-jelas kewajiban kita sebagai warga negara 🙂.

Hukum sedang coba ditegakkan di sini. Is that what we want?

Ya kita bisa apa. Hanya bisa bantu menjelaskan sepanjang yang dimampukan *elusDaster* hehehe.

Menebarkan ketakutan kan memang pola khas dari memancing di air keruh. Rumusnya sama kok dari waktu ke waktu. Pokoknya takut-takutin aja dulu, penjelasan bisa menyusul :p.

Hikmahnya juga ada. Jadi belajar soal pajak lah minimal hahahaha. Jadi rajin baca-baca sana sini dan tekun diceramahin sama suai. Selama ini enggak pernah ngurusin SPT, semua diurus suami *ngumpetDiBalikPanci*.

Tentu saja, kita bisa mengamuk dan mengatakan bahwa betapa tidak adilnya dunia ini. Para koruptor atau hartawan brengsek yang mendapatkan harta kekayaan BUKAN dengan kerja keras atau keberuntungan semata dan menyembunyikannya malah mendapat angin segar. Sementara kita yang rajin bayar pajak dapat apa hah???? *bantingSPT*.

Nah, konon (konon melulu :p), jika dunia ini sungguh terasa sesak dan tidak bisa dijelaskan dengan logika lagi, maka ingatlah … kalau ada yang namanya TUHAN 🙂.

Teman-teman, kata salah satu ayat dalam kitab suci yang saya yakini kira-kira ada penjelasan kurang lebih begini, “Kalau kalian berbuat kebaikan maka kalian berbuat kebaikan BUAT DIRI KALIAN SENDIRI. Kalau kalian berbuat kejahatan, sesungguhnya KEJAHATAN itu kelak akan berbalik kepada kalian sendiri.”

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Dunia dan manusia memang bukan tempat keadilan bisa ditegakkan dengan sempurna. Tugas kita ya hanya berusaha walau pasti akan keserimpet juga.

Sudah capek-capek berbuat baik kok ya hidup nelangsa melulu. Ya itu kalau mentok di dunia saja mikirnya. Sementara yang beriman pasti percaya, tidak didapat di dunia, insya Allah di akhirat TIDAK AKAN MELESET. Tidak akan 😉. Karena Yang Mahaadil itu adalah Dia Yang di Atas Sana.

Itu buat yang percaya aja hehehe. Yang mau tetap ngomel ya monggo.

Saya mah sebatas menjalankan tugas sebagai cebong ajalah di masa-masa timeline berada di kondisi seperti ini hahahahahaha –> ngibrit sambil pegang ekor :p.

 

Tempat Wisata di Istanbul : Bagdad Street, Icip-icip Kehidupan Lokal di Sisi Asia Kota Istanbul

Tempat wisata di Istanbul : Akhirnya tulisan perdana #istanbulSummer2016 sukses ditulis juga hihihi. Ini mau bahas Bagdad Street Istanbul dulu :D.

Istanbul, kota yang memang pada dasarnya keren dan diperteguh ke-ciamik-annya dengan fakta bahwa daratannya terbagi di 2 benua : Sisi Eropa dan Sisi Asia. Jarang-jarang ya ada tempat yang bisa seberuntung kota ini :).

tempat wisata di Istanbul Asian Side. The Moda, pic by Dani Rosyadi
Moda, Istanbul Asian Side

Like I’ve said, sebenarnya kalau jalan-jalan ke kota atau negara lain, lebih ingin merasakan dan berbaur dengan keseharian masyarakat di sana. Kalau cuma mengunjungi tempat wisatanya, foto-fotonya dah banyak euy di internet hahahaha :p.

Khusus Istanbul, lucky me ;). Lebih dari 3 tahun yang lalu, suami saya pernah assignment ke Istanbul sebulanan. Jadi dia sudah cukup ‘menguasai’ keseharian kota ini. Walau cuma transit 4 hari di penghujung Ramadan tahun ini, lumayan bisa intip-intip Istanbul versi “sehari-hari”.

Menurut suami, kalau di Sultanahmet dan sekitar ya pastinya ketemu turis doang dan tempat-tempat wisata standar.  Kalau mau icip-icip Istanbul ala non-turis, yuk, jalan-jalan ke sisi Asianya ;).

Terutama ke Bagdad Street ini, nih. Dulu, suami saya menginap di salah satu hotel yang terletak di jalan raya yang katanya macam Orchard Road di Singapura ini.

tempat wisata di Istanbul Asian Side. The shops at the Bagdad Street, pic by Dani Rosyadi
Pertokoan di Bagdad Street, Istanbul Asian Side

Kawasan Sultanahmet dan sekitarnya miriplah dengan area sarat turis pada umumnya. Hotel mungil-mungil, pemukiman padat dan disesaki oleh penjual oleh-oleh dan tempat-tempat makan. Yang lalu lalang pun kebanyakan turis, jelas bukan orang lokal.

Sebaliknya, sisi Asia nyaris tidak terlihat kerumunan turis. Jalan-jalan di sini pun kami menggunakan angkutan umum seperti tram-bus dsb, seperti orang lokal pada umumnya. Soalnya suami udah hafal sih area sini plus angkutannya hehehe. Jadi relatif mudah kalau mau mampir sana sini :D.

Sebelum ke Bagdad Street, suami membawa kami ke salah satu taman yang lumayan hits untuk pemukim lokal. Semacam playground juga. Jadi anak-anak bisa puas juga main-main.

Tamannya gedeeeeeeee. Fasilitasnya bagus-bagus. Bersih dan rapi. Jakarta bentar lagi deh punya yang kayak gini. Aamiin #colekKohAhok hehehe.

tempat wisata di istanbul Istanbul Asian Side. The park at the Bagdad Street, pic by Dani Rosyadi
Taman di sepanjang Bagdad Street, Istanbul Asian Side.

Foto di atas tuh foto taman di musim semi tahun 2013. Suami saya nemplok di sana pas Spring. Nah di 2016 ini kami ke sananya pas musim panas. Jadi kostum pengunjung taman lebih “syuuuuurrrr” hehehe.

Turki mengenal 4 musim. Di mana musim dinginnya juga bersalju. Tapi musim panasnya lumayan cetaaarrrr. Duh, gelagapan euy sama panasnya. Secara di Irlandia kalau musim panas kan mataharinya masih malu-malu. Begitu ketemu suhu 30 an di Istanbul, jedeeeerrrrrr, bawaannya pengin oles deodoran melulu hahaha.

Dari tampang-tampangnya, terlihat jelas pengunjung taman ini mayoritas orang lokal :). Rata-rata  bawa hewan peliharaan (anjing umumnya) atau bawa stroller isi adek-adek bayi hehehe. Seru nih, #baby3 banyak temennya.

Yang bawa batita dan balita juga banyak lah ya secara taman ini memang pas banget buat mereka buang-buang keringat :D.

Banyak disediakan kursi-kursi kayu buat duduk-duduk imut. Walau hari sudah sore, sekitar pukul 4-5 sore, taman relatif sepi. Kemungkinannya ada 2 : cuaca masih panas bingiiiiiitttt (puncak summer boooo) atau pas lagi bulan puasa jadi pada malas keluar secara buka puasanya masih lama. Di musim panas, biasanya magrib jatuh pada pukul 9 – 10 malam.

Sepi pun, 2 pengunjung cilik kita ini tetap heboh mainnya hihihi.

playground anak2 main

Lebih dari sejam kami nyangkut di taman. Padahal tujuan utamanya mau catwalk di Bagdad Street, apa daya nyeret bocah keluar tuh lumayan ribet -_-. Sudah keringatan enggak jelas tetap saja heboh nyobain permainan sana sini.

Rada-rada saltum nih. Masih kebawa suasana summer-tapi-menggigil ala Irlandia hihihihi, jadi yang keangkut di koper buat transit malah banyakan celana panjang. Gerah bener ngeliatnya pakai celana panjang + sepatu komplit di cuaca lebih dari 30 derajat gitu :p.

tempat wisata di Istanbul

Di salah satu sudut taman, ada air mancur gitu yang biasanya dinyalain sekitar pukul 6 sore. Kita sekalian nungguin soalnya sudah ramai di pojokan sana anak-anak lokal yang cuma pakai celana renang siap-siap mau main air.

Tapi kami tidak terlalu dekat. Lihat dari kejauhan saja. Soalnya malas ya booo kalau bocah-bocah juga pada pengin. Enggak bawa baju ganti :p.

Enggak lama, airnya pun muncrat deh dari bawah hehe. Gak enak mau fotoin dari dekat. Nah, ini foto yang diambil oleh suami saya tahun 2013 silam. Waktu itu kan musim semi jadi jam 6 sorenya sudah rada gelap. Orang juga hanya menonton dari pinggir karena masih dingiiiiiiin :D. Ya kali mau main air sambil menggigil.

air mancur taman

Nah, di salah satu ujung taman itulah letak si Bagdad Street-nya. Pintu keluarnya langsung menuju jalan raya.

Bagdad Street memang dirancang untuk jalan-jalan cantik sambil mampir-mampir kalau mau belanja. Terbukti dari trotoarnya yang lebar abeessss :D. Salah satu sisi trotoar lebarnya sekitar 10 meter. Ada juga tempat duduk disediakan beberapa  buat yang jalan cantiknya gak kuat lama-lama hehehe.

Ternyata … jalannya panjaaaaaaaaaaang. Mayan deh jadi olahraga sore-sore *pijetBetis*.

Yang bikin capek tuh ngejar-ngejarin 2 bocah yang bener-bener gak bisa tenang kalau lihat tempat luas dikit huhuhu.

bagdad street anak 2 funny

Sisi kiri kanan Bagdad Street didominasi toko dan butik dari gerai ternama. Tidak ketinggalan kafe-kafe atau restoran-restoran yang tetap ramai pengunjung walau azan Magrib masih 2-3 jam lagi. Mungkin di kota-kota besar suasana bulan puasanya tidak se’disiplin’ di kota-kota lainnya.

Di sini nih yang lalu lalang mayoritas orang lokal. Nyaris enggak ada turis.

Kalau emak-emak sih matanya pasti jelalatan lihat tulisan “Indirim” di etalase kaca toko. Hayooo, Indirim kira-kira artinya apa hahahaha :p. Maklumlah kalau summer begini banyak penawaran di mana-mana.

Fashion summer kalangan perempuan Istanbul mirip-mirip dengan perempuan Eropa pada umumnya. Apalagi di puncak musim panas, banyak yang berpakaian ‘seadanya’ hehehe. Yang pakai jilbab juga ada. Namun tidak banyak. Bisa dihitung jari perempuan berjilbab yang lalu lalang di Bagdad Street.

bagdad street cewe2 cepcih

Secara fisik juga orang Turki beda lagi ya dengan orang Arab atau orang Persia. Ada miripnya tapi ya itu…beda :D.

Kalau melihat ‘gaya hidup’ orang lokal yang lalu lalang di Bagdad Street sih, rasanya wajar jika Turki ngebet menjadi bagian dari Uni Eropa ;).

Jalanannya juga lumayan macet. Mungkin barengan dengan jam pulang kantor karena waktu itu bukan weekend.

Banyak bus dan angkutan umum dari aneka  jurusan yang lewat sana.

Oiya, ada ‘taksi mustaqim’ juga hihihi.  Jadi ingat di Teheran juga ada. Ada mobil yang ukurannya lebih kecil dari bus yang dimanfaatkan sebagai angkutan umum semacam taksi. Pakai rute khusus gitu. Tapi penumpangnya bebas naik turun di halte yang dilewati taksi ini. Kayak omprengan gitu apa ya.

bagdad street toko

Ya, intinya seneng lah bisa ikutan icip-icip kehidupan lokal ala Istanbul walau cuma numpang menyusuri jalanan sepanjang Bagdad Street doang hehe :p.

Pulangnya mampir sebentar di Migros (salah satu supermarket waralaba di sana yang juga banyak dijumpai di Eropa daratan) beli-beli makanan adek bayi. Terus pulang deh naik bus. Nyeberang pakai kapal ke sisi Eropa Istanbul. Kami menginapnya di sekitaran Sultanahmet soalnya.

Masih banyak banget yang bisa diceritain soal Istanbul. Tapi entah kapan mood dan waktunya cucok. Halah, malas aja kauuuuuuu hahahaha :p.

 

Time Trax

Kata “salary” berhubungan dengan kata “salt”. Garam.

Di masa lalu, garam ternyata dihargai sangat tinggi. Produksinya masih sangat jarang. Sehingga garam dijadikan alat tukar yang berharga. Dari sinilah, garam pun dijadikan sebagai upah bagi pekerja di masa lampau. Salt, then salary 😀.

pixabay garam

Di masa-masa Inggris kesusahan dalam soal materi, para serdadu akhirnya dibayar dengan … garam!

Garam, Cuuuy. Yang beberapa tahun lalu kalau saya borong daging ayam ke si Gondrong, tukang sayur langganan kompleks, suka dikasih gratis satu bungkus 😀.

Dulunya orang mau bekerja keras supaya dapat sejumput garam buat pelezat makanan kali ya. Sekarang … kasih duit seribu rupiah ke tukang sayur, bisa dapat sebungkus yang dipakai bisa sampai sebulan lebih ^_^. Jangan kebanyakan makan garam, sayangi tekanan darah 😉.

Ternyata, sesuatu yang di masa lalu sangat berharga bisa mengalami pergeseran sangat signifikan seiring perkembangan jalan. Enggak cuma garam.

Yang lebih kekinian misalnya ponsel.

Dulu masih ingat banget saya, kelar gajian bulan kedua di kantor pertama bekerja dulu (gaji pertama habis buat bayar utang hahahaha), langsung beli ponsel. Ponsel Nokia yang sangat hits waktu itu. Bangganya enggak ketulungan. Padahal cuma buat menelepon sama sms doang bisanya.

Nokia jadul :D (gambar : snapguide.com)
Nokia jadul 😀 (gambar : snapguide.com)

 

Sekarang? Beuh, ponsel dipakai nyari duit juga tokcer abessssss hahahaha. Makanye, media sosial jangan dipakai buat baper-baperan ajalah 😉. Banyak betul kesempatan dan keuntungan yang bisa kalian raih selain mikirin isi/makna status, kegiatan dan foto-foto orang lain toh yaaaaaa hahahaha :p #uhuk.

Di sekitar awal abad ke 19, ekonom Thomas Malthus meramalkan bahwa di masa depan dunia ini tidak mungkin menampung banyak manusia. Karena jumlah makanan yang mampu disediakan oleh bumi tidak akan bisa cukup. Ini berkaitan dengan perkembangan manusia = deret ukur vs perkembangan makanan = deret hitung.

Diprediksi bahwa jumlah manusia tidak akan mungkin mencapai 1 milyar orang. Karena keburu makanan tidak cukup. Jadi, akan terjadi kelaparan bahkan perang memperebutkan makanan dan banyak yang meninggal hingga akhirnya manusia enggak terlalu banyak lagi dan makanan cukup. Begitu seterusnya. Intinya, jumlah manusia tidak mungkin melebihi 1 milyar.

Concernnya, “Gimana cara menyediakan makanan untuk manusia sebanyak itu?” Catat ya, di abad segitu orang hanya mampu meramal sebatas apa yang terbayang di saat itu saja 🙂. Mana ada makanan instan/pabrikan zaman segitu 😉.

Jangankan abad ke-18, di awal abad ke-20 pun, Daniel Quinn memperkenalkan istilah “Food Race”. Intinya mirip dengan ramalan Malthus. Cuma fokusnya Quinn berbeda, “Gimana cara membatasi pertumbuhan manusia?”

Lihatlah kini. Jumlah penduduk Cina + India saja sudah 3 milyar kali. Disusul US + Indonesia yang jelas-jelas sudah melebihi angka 600 juta jangan-jangan, ya. Malas googling hehehe.

Kita rebutan makanan sampai perang gitu? Heloooooo, ada Indomie, ya, booooo hahaha. Segala macam rasa dari Sabang sampai Merauke juga ada :p. Makanan pabrikan dari semua lini terus menerus tercipta. Teknologi yang sebenarnya juga berasal dari “kecerdasan” manusia sendiri. Bukan sihir toh yaaaaa :p.

Nah, sama juga dengan prediksi beberapa pihak soal naik haji 😉.

Kata mereka, sebaiknya naik haji itu diubah aja fatwanya menjadi enggak wajib karena di masa mendatang nanti bakal ‘chaos’ bakal begini bakal begitu bla bla bla. Dikait-kaitkan pula dengan pemborosan segala macam endebre-endebre-endebre.

Kompleks jemaah haji di Mina
Kompleks jemaah haji di Mina

 

Belum 50 tahun berlalu lho, saat naik haji itu bisa terlaksana via perjalanan laut saja. Perjalanannya saja bisa memakan sebulanan kali.

Sekarang? Voila! Pakai pesawat yang 10 jam juga enggak nyampe 😉 –> maklum yak, saya pernah bermukim di Jeddah jadi hafal durasi terbang Jakarta-Jeddah hehe.

Mungkin baru lima tahun berlalu saat semua jemaah harus jalan kaki menuju Arafah saat wukuf. Sekarang sudah ada kereta, Kakaaaaa ^_^. Things changed. Many things did change.

Kita meramal begitu wajar sih. Sama seperti Opa Malthus dan Pakde Quinn tadi yang belum terbayang tentang makanan kaleng dan segala macam hihihi. Kita menilai sesuai keterbatasan kita sebagai manusia yang hidup di era sekarang 🙂.

bekerja di luar negeri

Siapalah yang tahu apa yang bisa dicapai manusia di masa mendatang 🙂. Teknologi apa yang sedang dalam proses menunggu untuk ditemukan oleh manusia-manusia di masa depan.

Sebagai muslim, buat saya teori Malthus dan Quinn jelas bertentangan dengan keyakinan saya bahwa Allah yang menjamin rezeki tiap manusia. Ekonom ya boleh saja mengeluarkan berbagai macam teori, tapi faktanya … bukan tanpa dasar Tuhan memilih manusia sebagai khalifah di muka bumi ini 🙂. Sesuatu yang dulu sempat dipertanyakan oleh para malaikat bahkan dilawan oleh kaum iblis.

Saya tidak menantang para ilmuwan lho ya. Ampuuuun. Saya percaya 100% kalau bumi itu bulat lho! #eaaaaa hahaha :p.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Tapi jangan terlalu pesimis terhadap masa depan. Saya sih sepakat kalau umat muslim harus diberi pencerahan soal naik haji. Jangan juga menganggap bahwa meninggal sebelum naik haji itu “terhina” sehingga hanya menghabiskan waktu dan materi di dunia untuk mikirin gimana biar naik haji doang. No, no, bukan itu maksudnya.

Justru karena itu umat muslim jangan malah menjauh dari ilmu pengetahuan muamalah. Jadilah ilmuwan-ilmuwan di berbagai bidang ilmu yang cetar membahana untuk membuktikan pada orang-orang yang tidak lagi percaya pada agama bahwa agama dan kehidupan dunia itu bukan 2 hal yang bertentangan.

Kejar ilmu dunia untuk kemaslahatan bersama bukan untuk kafir-kakfirin orang lain huhuhu.

Challenge what the future holds, yes? 😉.

Belajar juga dari sejarah garam tadi. Jangan suka takut dan galau soal sumber energi yang katanya mulai menipis.

Di awal tahun 2000 an, produksi minyak dunia dan hasil tambang ditakutkan tidak akan mencukupi kebutuhan dunia lagi. Orang dilanda kekhawatiran dan minyak dunia dianggap penting banget.

Kalau sudah kerja di perusahaan minyak atau tambang, beuuuhhh, kayaknya sudah akan bahagia sampai 7 turunan hehehe.

Sadar tidak, beberapa tahun terakhir ini baik tambang dan minyak dunia terus merosot popularitasnya 🙂. Kendaraan listrik mulai menuai pamor di berbagai tempat. Energi baru mulai ditemukan.

Roda pedati ya, teman-teman. Dunia ini berputar seperti roda pedati. Jangan jumawa pun jangan pesimis. Ada gilirannya siapa yang di atas siapa yang di bawah.

Tugas kita cuma berusaha dan berprasangka baik pada Tuhan. Selalu <3.

Have a nice weekend ^_^.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com