Menjadi Phala-Wan

Untuk hidup sehat, tidak ada cara lain selain menjaga pola makan dan rajin olah tubuh. Saya lebih suka pakai istilah olah tubuh ketimbang olah raga.

Biasanya kalau pakai istilah olahraga banyak yang mengeluh tidak punya waktu. Padahal pengertiannya kan luas, ya. Untuk ibu rumah tangga, seharian beberes rumah dan berdiri beberapa jam di dapur itu sudah termasuk olah tubuh lho ;). Coba saja dirutinkan tiap hari. Yang bekerja, jangan cengeng enggak punya duit nge gym :p, naik turun tangga ketimbang pakai lift/tangga jalan itu juga sudah termasuk olah tubuh :D.

Percaya tidak sih kalau satu hal baik itu otomatis berimbas ke hal baik lainnya. Menjaga pola makan + bergerak teratur –> membuat badan lebih sehat –> berat badan terjaga –> jadi misalnya untuk ibu-ibu enggak perlu ribet nyari pembenaran enggak penting macam, “badan gendut tandanya bahagia kan”? Hahaha :p. Enggak capek membohongi diri sendiri? ;).

Ha? Ujung-ujungnya soal berat badan saja nih. Tidak juga. Imbas lainnya lebih luas lagi. Umumnya pola makan sehat alami hanya mengandalkan bahan-bahan alami saja dan sebagian besar menyarankan konsumsi bahan alami tanpa diolah semisal sayur dan buah.

Efeknya?

1. Hemat listrik, hemat energi
2. Hemat biaya
3. Sumbangsih lebih baik untuk lingkungan

Kalau makanan olahan enggak jauh-jauh dari minyak. Kemarin jerit-jerit soal asap dan minyak kelapa sawit. Ayolah, berjanji pada diri sendiri untuk berkontribusi pada lingkungan dimulai dari diri sendiri dan keluarga sendiri dulu :).

Baca : Make That Change … You!

Kalau banyak yang sadar dan lebih sering mengkonsumsi sayur dan buah, bayangkan, demand sayur dan buah bertambah. Supply pun mengikuti. Jadi lebih banyak orang yang menanam aneka sayur dan buah. Penjual gorengan mungkin nantinya berbondong-bondong jualan rujak saja :p.

Gambar : female.kompas.com

Gambar : female.kompas.com

Ingat lho, tanaman itu menyumbangkan oksigen buat lingkungan. Sementara mengkonsumsi protein hewani agak sulit tanpa pengolahan sama sekali. Belum lagi beternak boro-boro nyumbang oksigen, ada juga hewan ternak ikut makanin rumput dan ikut menghabiskan oksigen :p. Kalau jumlahnya terus dipaksa meningkat, keseimbangan alam otomatis terganggu.

Hewan-hewan ini juga dibuat berkembang biak secara cepat mengikuti permintaan pasar :(. Terjadilah ide aneh-aneh. Ikan lele dikasih makan sampah lah karena tempat pemeliharaan terbatas. Sapi/kambing/domba/ayam dikasih makan serampangan, pokoknya gimana caranya biar cepat gede dan dijual.

Tahu sendiri sifat manusia yang dasarnya serakah, ya. Apalagi soal duit. Jangankan daging palsu dicampur macam-macam bahan, berita palsu saja laku dijual online kok :p.

Baca : e-Hate, Bisnis Baru yang Menjanjikan? 

Makanya, saya bilang tadi, hal-hal baik itu biasanya satu paket ^_^. Menjaga pola makan otomatis membuat kita lebih perhatian kepada kesehatan dan otomatis membantu alam menjaga keseimbangannya.

Manusia itu diciptakan sebagai pemimpin alam. Kita yang punya potensi besar menjaganya sekaligus merusaknya :(. Tinggal pilih mau yang mana.

Natural View, Glendalough, Ireland (foto : Dani Rosyadi)

Natural View, Glendalough, Ireland (foto : Dani Rosyadi)

Ya ngomong-ngomong soal pola makan ada macam-macam sih, ya. Saran saya pribadi jauhi pola makan yang nyuruh kita konsumsi satu bahan olahan /pabrikan/kemasan/buatan/non alami tertentu. Tuhan sudah menciptakan semuanya secara alami kok. Sudah dikasih macam-macam kok masih mau melawan Tuhan dengan lebih percaya pada produk pabrikan yang nyata-nyata bikinan manusia? :p.

Siapa tahu tertarik dengan pola makan food combining yang anti suplemen mana pun…monggo dibaca tulisan di link kalau ada waktu ^_^. Panjang banget soalnya hahahaha.

Baca : Solusi Hidup Sehat ala Food Combining 

Tapi tentu enggak ada jaminan kalau pola makan sudah kece terus enggak mungkin sakit. Buat yang percaya kalau Tuhan itu ada :D, lengkapi ikhtiarnya dengan doa dong ya ;).

Terus juga jangan gampang putus asa, ya, soal ngadepin kebiasaan makan kita sendiri. Saya sendiri juga enggak disiplin-disiplin amat hihihihi :p. Yang penting itu ada kesadaran dulu. Lagi-lagi ngutip Mbak Sophie Navita, “Makan yang berkesadaran” :). Bukan hanya asal mangap, lidah senang dan perut begah :p.

Pokoknya tiap hari coba terus. Jangan karena hari ini kebanyakan “makan sampah” besok langsung loyo dan enggak semangat nyoba lagi hehehe.

Terserah mau pilih pola makan alami model mana yang penting jaga baik-baik kesehatan kita semua as we all know …

“The greatest wealth is Health.” -unknown-

Btw, sekarang 10 November kan ya?

Kalau kata wikipedia “Pahlawan” itu berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Artinya orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama.

Kadang tuh ya untuk jadi pahlawan enggak usah susah-susah dan ngeri-ngeri lah mikirnya :p. Cukup berbuat baik untuk diri sendiri saja efeknya bisa bagus. Nanti bisa nular ke keluarga dan teman-teman.

Mau jadi pahlawan mikirnya harus punya uang banyak, harta berlimpah, tenaga yang kuat, pengaruh digdaya, bla bla bla. Dari pilihan-pilihan hidup yang kita buat pun, asalkan bisa punya pengaruh bagus, bisa dibilang kita sudah memberikan buah(phala) yang berkualitas untuk sekitar.

Dari rumah, dari kantor, dari mana saja, ayo terus persembahkan phala-phala kebaikan buat siapa saja :D.

Note : phala lama-lama kalau dibaca jadi pahala yak? hehehe ;).

Selamat hari pahlawan <3.

Gambar : billmarshjr.com

Gambar : billmarshjr.com