Konon, di malam hari, cahaya biru akan berpendar dari 5 kubah utama – 6 menara – dan 8 kubah tambahan dari dalam bangunan Masjid Sultan Ahmed ini.
Salah satu interior utama dinding di dalam masjid adalah keramik biru yang ukirannya dikerjakan dengan tangan manusia. Dari dinding-dinding inilah, cahaya biru tadi memancar. Karena itulah bangunan yang aslinya bernama Masjid Sultan Ahmed ini juga dikenal dengan nama Masjid Biru.

Makanya, saya sempat bingung juga awalnya, kok bisa jadi Masjib Biru? Padahal bangunan luarnya berwarna abu-abu kecoklatan. Sama sekali tidak ada tanda kebiru-biruan hehehe. Kirain dulu dicat biru terus dicat ulang :p.






