Tanggal 5 November 1605, Guy Fawkes gagal meledakkan gedung parlemen Inggris dengan bubuk mesiu yang sudah disiapkannya di bawah tanah. Peristiwa yang dikenal dengan Gunpowder Plot of 1605 ini membuatnya harus menerima hukuman mati.
Guy Fawkes berusaha membunuh King James, raja Inggris yang beragama Protestan. Sementara Fawkes sendiri adalah pemeluk Katolik.
Topeng Guy Fawkes, gambar : pixabay.com
Fawkes dan pemeluk Katolik lain hidup dalam tekanan saat Kerajaan Inggris berada di bawah pemerintahan raja-raja Protestan. Sebaliknya, saat kerajaan diperintah penguasa Katolik, pemeluk Protestan yang terpinggirkan.
Guy Fawkes sebelumnya pernah menjadi serdadu Kerajaan Spanyol yang sedang menghadapi pemberontakan sekelompok orang yang ingin mendirikan Dutch Republic.
Kerajaan Spanyol yang dipimpin oleh kekuasaan beragama Katolik memanfaatkan orang-orang seperti Fawkes dengan dalih “berjihad” atas nama agama. Spanyol menyewa serdadu bayaran dengan iming-iming mempertahankan Spanyol dari pemberontak yang diklaim sebagai “pihak” Protestan.
Tentu saja, otoritas Spanyol saat itu sebenarnya hanya ingin mempertahankan keutuhan wilayahnya semata. Tapi, apa yang lebih ampuh mengobarkan semangat “bertempur nan berani mati” selain alasan agama? Sad yet true, it continued happening years and years after that.
Setelah Spanyol, Fawkes kembali ke Kerajaan Inggris dan kembali “dimanfaatkan” oleh sekelompok Katolik yang ingin merebut kekuasaan dari King James saat itu. Politik, politik, politik. Politik atas nama agama. Kok kayaknya familiar, ya? :p.
Dalam beberapa peristiwa lain, atas nama agama, banyak nyawa melayang di berbagai tempat. Bahkan tidak mesti berbeda kepercayaan antara yang membunuh dan yang dibunuh.
Mohandas Karamchand Gandhi, mati tertembak oleh seorang ekstrimis Hindu (Nathuram Godse), saat hendak menuju ke tempat peribadatan. Gandhi pun seorang pemeluk agama Hindu.
Pemicu pembunuhan karena ketidakpuasan kalangan ekstrimis Hindu terhadap sikap akomodatif Gandhi kepada kaum muslim India. Pertikaian berdarah antara Hindu-Muslim-Syikh mewarnai awal kemerdekaan India sekitar tahun 1947 silam.
Gandhi, salah satu pelopor kemerdekaan India yang juga terkenal dengan gerakan nonviolent resistance-nya. Gandhi memimpin protes kepada para penguasa pra kemerdekaan India dengan cara “damai”.
Saat kemerdekaan telah direbut dan hubungan sengit antara Hindu dan Muslim terus membara, Gandhi muncul sebagai penengah yang akhirnya dibayar dengan nyawanya sendiri.
Anwar Sadat, juga ditembak mati oleh pemuda muslim (Khalid Islambouli) saat parade militer di Mesir. Pemuda tersebut diperkirakan bagian dari sebuah gerakan Islam dalam Mesir sendiri.
Presiden Anwar Sadat, gambar : pixabay.com
Anwar Sadat dimusuhi pasca menyetujui perjanjian Camp David yang berusaha menurunkan tensi ketegangan antara Mesir dan Israel pasca pemerintahan Gamal Abdel Nasser yang terkenal sangat kontra dengan Israel.
Tahun 1995, Yitzak Rabin juga tebunuh di tangan seorang ekstrimis Yahudi (Yigal Amir). Pembunuh Rabin berasal dari kelompok Yahudi yang menentang perjanjian Oslo, perjanjian perdamaian antara Israel dan Palestina.
Fawkes, Godse, Islambouli dan Yigal Amir, keempatnya mengklaim perbuatan mereka sebagai bagian dari “pengabdian terhadap agama” masing-masing.
Yitzak Rabin, gambar : eteacherhebrew.com
Mengutip ucapan Gus Nuril (2013), ” “Banyak orang mengira sedang mengabdi kepada Tuhan dan agama. Padahal sebenarnya, mereka hanya sedang melayani nafsunya sendiri.”
Damai terus bumi Indonesia tercinta. Tempat bersatunya berbagai macam agama dan kepercayaan, suku dan bangsa, bahasa dan ragam budaya.
Persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan kita sebagai bangsa Indonesia. Kalau kita bersatu, pihak mana pun hanya akan menemui kesia-siaan jika ingin mencoba mengail di air keruh . Biarkan saja belahan dunia lain rusuh. Tugas kita mendoakan dan mendamaikan. Bukan ikut ribut ya, Cyiiiinnn ^_^.
“When there is no enemy within, the enemies outside cannot hurt you.”― Winston Churchill
Satu lagi dari Gus Nuril,
“Kalau sampeyan sudah mengakui Tuhan sebagai Yang Maha Kasih, menjadi anak-anak Tuhan, maka kewajiban anda semua mengaplikasikan makna Sang Pengasih itu dalam kehidupan sehari-hari.” -Gus Nuril-
Mari kita hadirkan Sang Maha Kasih nan Penyayang, Ar Rahman Ar Rahiim, dalam kehidupan kita sehari-hari.
“Christmas is not as much about opening our presents as opening our hearts” -Janice Maeditere-
On February 15, 2003, anti-war rallies took place across the globe – the largest occurring in Rome, Italy, where a crowd of 3 million gathered to protest against the USA’s threat to invade Iraq. Police figures report that millions more demonstrated in nearly 600 cities worldwide: on the same day, 1.3 million rallied in Barcelona, Spain, 1 million participated in a peace march through the streets of London, UK, and 500,00 people in Melbourne and Sydney, Australia, joined the biggest marches since the Vietnam War peace protests.”
Dari situ juga kelihatan, ada demo anti perang lainnya dari wilayah lain di Eropa :).
2. Dunia tidak peduli pada Palestina?
Wah, ini yang paling banyak linknya hehehe. Perwakilan saja ya saya sertakan di sini. Sila dicari lebih lengkap kalau mau :).
Kasusnya bahkan dibawa ke pengadilan internasional dan diadili sebagai kejahatan perang –> War Cries Chamber in Bosnia
4. Dunia tidak peduli pada Afghanistan?
Ini daftar lengkapnya, sumbernya juga banyak tuh di bagian bawahnya. Monggo disikat satu persatu ^_^.
5. Dunia tidak peduli pada Suriah?
Jangankan negara-negara mainstream, di sebuah kota kecil di Republik Irlandia, salah satu negara Eropa yang paling tidak tenar (hihihi), sebuah sekolah Katolik beberapa kali menggalang dana + baju-baju/selimut untuk Suriah :). Sekolah itu… sekolah anak saya :’).
Bantuan dikumpulkan via organisasi di gereja sekolah untuk disatukan dengan bantuan lain dari seluruh penjuru Irlandia. Itu sudah dilakukan sejak tahun 2014.
6 … dan seterusnya. Ini masih perlu dilanjutkan kah? Fungsi kalian terkoneksi ke internet itu seharusnya bikin “kalian” lebih aware dengan situasi di tempat lain kan ya? Biar lebih tahu dan tidak terus-terusan hidup bagai katak dalam tempurung? Sumber berita itu bukan cuma FACEBOOK! Bukan juga media sosial lainnya :p.
***
See my dear friends, humanity beyond our differences, including religion :).
Kita seharusnya bekerja lebih keras untuk menyiarkan kedamaian. Memperlihatkan bahwa kita itu bisa lho hidup damai dalam perbedaan. Menunjukkan kalau ada tempat-tempat di dunia ini di mana kalian bisa berjalan bebas tanpa mesti menyembunyikan identitas agama kalian dan kalian tetap mendapat kedamaian dan penghormatan dari orang lain.
Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai muslimah berjilbab di negara mayoritas Katolik di sini :).
Juga menyadarkan bahwa kadang persamaan tidak lantas membuat kita dijunjung tinggi oleh orang lain. Dan itu kadang-kadang tidak berhubungan dengan agama :). Ada hal lainnya lagi. Jangan heran kalau seringkali di beberapa kesempatan di Timur Tengah, kita, orang Asia Tenggara/Selatan dipandang sebelah mata oleh saudara-saudara sesama muslim kita yang beda ras :). Itu masalah ekonomi semata. Bahwa mengapa agama tidak sanggup mematahkan hal ini itu adalah peer kita semua bukan? :).
Makanya teman-teman, kita harus terus menghidupkan harapan tentang “dunia yang damai” itu ADA dan insya Allah bisa kita perjuangkan.
Mungkin karena itulah, jika ada gejolak yang menimpa wilayah-wilayah yang kita tahu di sana harapan kita ada (di Paris misalnya), kita terkejut! Lebih terasa efeknya!
Karena separuh hati kita terasa limbung dan was-was nan khawatir, “Apakah sudah tidak ada tempat di mana kita bisa menaruh harapan bahwa perbedaan itu benar adalah rahmat :). Bahwa kita bisa lho hidup damai dalam perbedaan. ”
Gambar : misacor.org
Setop adu domba, yuk! ^_^. Setop menyebarkan kebencian untuk hal-hal yang bahkan kita sendiri tidak tahu :).
49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku SUPAYA KAMU SALING KENAL MENGENAL. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Abad 21, abad terkini, ternyata belum mampu melepaskan dunia dari berbagai perselisihan dan pertikaian seperti di masa lalu. Seperti aksi teroris dunia yang makin marak. Dari tahun 2000 hingga kini, ada saja tindakan terorisme yang mampu menggugat perhatian dunia.
Berikut 10 serangan teroris dunia di kota-kota besar di berbagai benua di abad terkini :
Gambar : www. acontrarioicl.com
1 – Paris (Perancis) 2015
Masih hangat dalam pemberitaan terkini, sekitar 150 orang korban mati dalam sebuah serangan teroris di Paris. Ada beberapa titik penyerangan. Titik serangan di Balai Konser Bataclan yang paling banyak menelan korban, 100 orang tewas dan belasan korban luka-luka.
Titik lainnya, penyerangan di restoran Kamboja, Le Petit Cambodge, Rue Bichatat. Serangan bom bunuh diri di State de France, tepatnya di sebuah bar yang sedang menggelar nonton bareng sebuah laga sepak bola. Daerah Rue Charonne juga tidak luput dan menelan korban belasan jiwa. Ledakan bom di Avenue de La Republique. Terakhir, juga ledakan di Rue Beaumarchais.
Total ada 6 tempat yang menjadi lokasi berdarah. Adapun pelaku masih terus diinvestigasi.
Gambar : www.wbur.org
2 – Beirut (Lebanon) 2015
Sehari sebelum penyerangan di Paris, Beirut sudah lebih dahulu berguncang. Serangan dua bom terjadi di wilayah selatan Kota Beirut. Serangan pertama dekat sebuah masjid. Beberapa menit kemudian kembali meledak di sebuah pusat perbelanjaan. Sekitar 43 orang terbunuh dalam serangan ini. Ditambah ratusan lainnya yang luka-luka. Sebuah kelompok bersenjata (mengklaim diri mereka sebagai ISIS) mengaku bertanggung jawab.
Serangan bom di Bangkok juga belum lagi lepas dari ingatan. Terjadi hanya dalam selang kurang dari 3 bulan lalu. Tanggal 17 Agustus pengeboman terjadi dalam sebuah kuil “Erawan Shrine” di Ratchaprasong intersection, Bangkok. Peristiwa ini merenggut 20 nyawa dan melukai 125 lainnya.
Ada dugaan pengeboman dilakukan karena sentimen ekonomi, untuk melemahkan pesona wisata Bangkok. Tidak hanya orang lokal yang menjadi korban, sejumlah turis dari negara lain turut menjadi sasaran pengeboman.
Salah satu pelaku yang dicurigai terlibat adalah sebuah organisasi bernama Grey Wolves.
4 – Garissa (Kenya) 2015
Tanggal 2 April 2015, pukul setengah 6 pagi waktu lokal, 5 orang bersenjata memasuki kawasan asrama di Universitas Garissa di Kota Garissa, Kenya. Mereka mengumpulkan ratusan orang-orang dan menawan mereka di sebuah lokasi tertentu di sana. Kemudian menembaki para tawanan hingga akhirnya menewaskan 147 orang, sekitar 79 lainnya mengalami luka-luka.
Sebuah organisasi, Al Shabaab, memberi pernyataan yang mengklaim kalau mereka bertanggung jawab atas serangan ini. Organisasi ini berasal dari Somalia.
Sebenarnya, negara Kenya sudah beberapa kali mengalami serangan teroris yang cukup memakan banyak korban. Salah satunya di tahun 2013, di mana serangan bersenjata dilakukan di sebuah mal di Nairobi dan menewaskan 67 orang, sementara sekitar 200 orang terluka.
Gambar : blogs.wsj.com
5 – Kunming (China) 2014
Sebanyak 33 orang meninggal dan 143 orang luka-luka dalam sebuah serangan terorisme di Kunming, China, 1 Maret 2014 silam. Korban meninggal termasuk 4 tersangka pelakunya. Yang unik dalam peristiwa ini, serangan dilakukan dengan senjata pisau besar/pedang.
Sebanyak 8 orang terlihat datang membawa pisau berukuran besar dan menyerang orang-orang di Kunming Railway Station sekitar pukul setengah 10 malam waktu setempat.
Pelaku diduga berasal dari sebuah organisasi yang berafiliasi dengan wilayah yang hendak memerdekakan diri dari Persatuan Republik China.
6 – Peshawar (Pakistan) 2014
Di penghujung tahun 2014, giliran Pakistan yang berduka akibat serangan terorisme yang kali ini meminta nyawa anak-anak usia sekolah. Peristiwa ini dikenal dengan “Peshawar School Massacre”. Beberapa orang bersenjata menyerang sebuah sekolah di Peshawar (Army Public School) dengan tembakan membabi buta pada tanggal 16 Desember 2014 saat pelajaran masih tengah berlangsung di kelas-kelas.
Gambar : rt.com
Lebih dari 140 orang meninggal, mayoritas anak-anak sekolah. Sementara 114 lainnya luka-luka. Sebuah organisasi bersenjatan Taliban mengakui sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
Musim panas tahun 2011, Norwegia pun pernah membuat dunia terperanjat. Di tanggal 22 Juli 2011, serangan terjadi secara beruntun di 2 tempat berbeda. Diawali dengan ledakan bom mobil di Regjeringskvartalet, salah satu pusat pemerintahan di Oslo. Bom ini menewaskan 8 orang dan lebih dari 200 orang terluka.
Tidak sampai 2 jam kemudian, pelaku yang sama datang ke sebuah perkemahan musim panas di Pulau Utoya, Tyrifjorden, Buskerud. Pelaku melepaskan tembakan terbuka secara membabi buta dan menewaskan 69 orang dan 110 lainnya luka-luka.
Penyerangan ini dilakukan secara tunggal oleh seorang yang bernama Anders Behring Breivik.
Gambar : www.boston.com
8 – London (Kerajaan Inggris Raya) 2005
Empat pelaku meledakkan 3 bom di London Underground Train pada tanggal 7 Juli 2005 sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Kurang dari satu menit, 3 bom ini meledak di 3 tempat berbeda : London Underground Stock Circle Line antara stasiun Liverpool Street dan Aldgate, Edgware Road, dan di sebuah tempat diantara King’s Cross St. Pancras and Russell Square.
Bom keempat meledak tidak sampai satu jam setelahnya. Kali ini terjadi di sebuah Double-Decker Bus yang sedang melintas dari Marble Arch menuju Hackney Wick.
Sebanyak 57 orang meninggal dunia dan melukai sekitar 700 orang lainnya.
Korban meninggal termasuk 4 tersangka pelaku pengeboman : Hasib Hussain, Mohammad Sidique Khan, Germaine Lindsay dan Shehzad Tanweer.
9 – Denpasar (Indonesia) 2002
Tanah air kita sendiri juga pernah mencatat serangan terorisme yang meminta korban hingga lebih dari 202 meninggal dan 209 terluka. Kejadiannya di Denpasar, Bali, Indonesia. Bertempat di sebuah klub malam bernama Paddy’s Pub, sebuah bom meledak, tanggal 12 Oktober 2002. Berselang 20 detik kemudian, sebuah mobil yang terparkir di depan Sari Club dengan kekuatan lebih besar, juga ikut meledak. Ledakan bom mobil inilah yang memakan korban terbesar. Lokasi Sari Club berada di seberang Paddy’s Pub. Keduanya berada di wilayah Pantai Kuta, Denpasar, Bali.
Sebuah kelompok (Jamaah Islamiyah) diadili sebagai pihak yang bertanggung jawab. Tiga orang dijatuhi hukuman mati : Imam Samudra, dan Amrozi, Huda bin Abdul Haq.
Tahun-tahun setelahnya, Indonesia kembali berduka atas serangan bom di Hotel JW Marriot di ibukota Jakarta. Tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2003, menewaskan 12 orang dan melukai 150 orang lainnya. Tanggal 9 September 2004, bom mobil meledak di dekat kedutaan Australia, Jakarta. Menewaskan 9 orang dan lebih dari 150 orang terluka.
Bali Memorial (gambar : en. wikipedia.org)
10 – Manhattan, New York City (Amerika Serikat) 2001
Tanggal 11 September 2001, serangan teroris yang memakan korban terbanyak dari peristiwa yang disebut di atas terjadi di Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Hampir 3000 orang meninggal dunia dengan korban luka-luka lebih dari 6000 orang.
Dalam waktu 15 menit, ada 2 pesawat komersial menabrakkan diri ke gedung World Trade Center, Manhattan, pukul 8.40 pagi waktu setempat. Pesawat ini sudah dibajak terlebih dahulu oleh kelompok teroris yang hingga kini belum benar-benar terkuak pelakunya dan banyak dillingkupi teori konspirasi. Apakah ini bagian dari teroris dunia ??
Ada pun organisasi Al Qaeda yang dituding bertanggung jawab atas peristiwa ini. Al Qaeda tidak menampik tuduhan ini.
Paham komunis : Puluhan tahun generasi bangsa didikte untuk membenci hal yang sebenarnya tidak pernah kita pahami benar-benar. Kepada ideologi komunisme misalnya. Saya tidak menganggap komunisme itu keren atau gimana-gimana. Tapi ternyata benar bahwa distorsinya cukup signifikan.
Bahkan banyak tokoh-tokoh pergerakan yang juga benar-benar ikut berjuang selama puluhan tahun yang kiprahnya ikut menguap karena sengaja dilenyapkan :(. Sebutlah salah satu tokoh komunis “terbesar” di tanah air … Tan Malaka.
Namanya bersanding dengan Soekarno, Mohammad Hatta dan Soetan Syahrir, digelar “Bapak Bangsa” oleh redaksi Majalah Tempo. Biografi keempatnya diterbitkan secara terpisah oleh Tempo beberapa tahun silam.
Gambar : merdeka.com
Sosok Tan Malaka, jauh sekali dari bayangan “doktrin Orba” akan paham komunis atau ideologi komunisme. Dibesarkan di Ranah Minang, dengan keislaman yang kental, Tan Malaka tidak pernah melepaskan status muslim hingga akhir hayatnya.
Sekitar tahun 20-an di Belanda, Tan Malaka pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Stalin kepada Bung Hatta. Menurutnya Stalin telah menjelma menjadi seorang diktator kejam pasca merebut kekuasaan.
Bung Hatta yang memang tidak pernah “suka” dengan paham komunis / komunisme menyindirnya, “Bukankah diktator adalah bagian dari komunisme?”
Tan Malaka menentang keras. Menurutnya konsep komunisme adalah sebuah pengabdian dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Konon, inspirasi pembicaraan ini direkam oleh Bung Hatta dan dituangkannya dalam Pasal 33 UUD 1945. Coba dicek sendiri hehehe.
CMIIW, ya. Shame on me, enggak ingat sumber bacaannya. Heran deh, kalau gosip artis aja, saya gampang bener ingat sumbernya hahaha :p.
Komunisme, kalau dibaca benar-benar teorinya adalah sebuah paham yang nyaris tanpa cela. Komunisme memimpikan kehidupan masyarakat tanpa kelas, yang kaya menyokong yang miskin, keadilan sosial yang merata tanpa mengenal kaum papa.
Mungkin karena itulah, tokoh-tokoh komunis dunia lahir dari mereka yang tumbuh dan besar dalam kemiskinan di tengah-tengah kapitalisme penguasa. Stalin dan Mae Zedong misalnya. Merangkak dari bawah, menyaksikan ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Lantas bertekad membangun komunisme untuk mengenyahkan ketidakadilan yang juga mereka rasakan sendiri.
Simak cita-cita Mae Zedong saat berada di tampuk kekuasaan, yang menginspirasinya untuk menerapkan konsep “The Giant Leap”
Kira-kira begini cita-cita Mae Zedong –> “Rakyat China tidak akan ada yang kelaparan karena pemerintah sanggup menyediakan makanan sebanyak-banyaknya. Rakyat China tidak perlu ke luar negeri untuk jalan-jalan karena pemerintah sanggup membangun negeri China yang sangat indah di seluruh pelosok. Tidak ada orang miskin, tidak ada yang tertindas, tidak ada yang sengsara.”
Mereka hendak menciptakan surga di dunia :). Korsletnya di mana? Untuk memenuhi cita-cita ini, mereka maksa!!!
Kaum komunis lupa sifat dasar manusia :). Menafikan fakta bahwa manusia tidak bisa dipaksa. Bahwa “surga” tidak akan terwujud hanya dengan campur tangan manusia.
Yang tidak setuju dan tidak menurut dienyahkan. Pemimpin komunis tidak segan-segan menebar teror dan propaganda untuk melenyapkan pihak yang tidak sepaham. Mae Zedong memaksa petani bekerja siang malam demi kecukupan pangan yang dicita-citakannya untuk seluruh rakyat China yang super banyak itu.
Ironis bukan? Mae Zedong hendak meningkatkan kesejahteraan para petani di negerinya yang tertindas segitu lama tapi praktiknya…??? Hendak mencapai surga dengan menciptakan neraka bagi kehidupan orang lain. Piye jal? :p.
Kontroversi lain adalah tokoh Che Guevara. Katanya sih, sahabat kaum miskin dan tertindas. Tapi di mata lawan-lawannya, Guevara adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang tidak segan-segan membantai siapa pun yang tidak sejalan.
Komunis adalah atheis juga salah kaprah yang sering terjadi :). Mungkin karena Karl Marx, si pencetus “Das Kapital”, yang dijadikan rujukan para tokoh komunis dunia, menentang agama di sisi lain. Di masa-masa Marx menulis buku-bukunya, negara Eropa banyak yang masih berbentuk kerajaan dengan menganut agama tertentu. Marx menganggap agama dijadikan para penguasa untuk menekan orang-orang miskin agar tidak melakukan perlawanan.
Stalin, dibesarkan sebagai seorang Katolik dan digadang-gadang oleh ibunya agar menjadi pendeta. Tapi justru Stalin tidak suka dengan doktrin-doktrin agama yang menurutnya sudah membodoh-bodohi rakyat miskin untuk tidak menuntut haknya untuk hidup sejahtera kepada penguasa.
Mae Zedong, pada dasarnya juga tidak pernah mengenal agama samawi :D. Jadi ya, dia mau jadi komunis apa enggak, condongnya pasti ke atheis.
Padahal, di Indonesia sendiri, komunisme dianggap perlawanan terhadap imperialisme. Tokoh-tokoh “kiri” di Indonesia yang ikut mati-matian merebut kemerdekaan itu banyak lho, Kakaaaa :D. Sebagian besar pun kelahiran tanah Minang :).
Orang Minang, di masa pergerakan banyak melahirkan pemikir besar yang sekaligus terjun langsung ke kancah perjuangan secara fisik. Rata-rata mereka dibesarkan dalam pendidikan Islam yang kuat ala-ala pesantren. Suku lain enggak usah sirik :p. Fakta masa mau dilawan, Cuy. Walau tidak semua yang kekiri-kirian pasti komunis.
Muso pun seorang muslim. Muso itu Musa dalam bahasa Jawa. Tapi coba, ada yang berani gak ngasih nama anak Muso pasca 1965? :p. PKI lahir dari beberapa tokoh yang besar dalam naungan Sarekat Islam.
Antara Mae Zedong vs Stalin pun sempat terjadi cekcok di mana hubungan sempat mendingin.
Keinginan para sejarawan untuk mengungkap peristiwa G-30-S dari sudut pandang satunya lagi tidak hendak mengatakan bahwa PKI seharusnya dibiarkan hidup dan terus berkembang di tanah air. Tapi sekadar meluruskan sejarah yang sudah saya sebut di atas : distorsinya banyak pakai bangeeettttt :(.
Bahwa dalam perjalanan politiknya, PKI juga banyak melakukan tindakan-tindakan teror terhadap yang tidak sejalan. Tapi jangan sampai kebencian membuat kita tidak adil. Pernah ada yang mengklaim, PKI pernah membunuhi orang dalam masjid saat lagi sembahyang hingga darah menggenang semata kaki. First thing first, kasih tahu dong nama masjid dan lokasinya? Ada yang tahu?
Tapi banyaknya jumlah korban yang terbunuh pasca G-30-S ternyata bukan rekayasa :(. Pemerintah hanya mengakui 500 ribu orang, which is bukan jumlah yang sedikit juga kan? Penelitian selanjutnya, bahkan pengakuan orang-orang yang “terlibat” dalam pembantaian berani mengklaim korban mencapai satu juta orang. Bahkan ada klaim hingga 3 juta orang.
Mengapa sulit menemukan angka yang pasti? Karena keluarga korban banyak yang memilih bungkam. Sebagian takut ribut-ribut demi kelangsungan hidup anak-anak dan cucu mereka. Karena saking lebaynya, generasi-generasi lanjutan dari orang-orang yang “tertuduh PKI” pun harus menanggung “dosa” orang tuanya.
Propaganda komunis bahaya laten disuburkan oleh rezim yang berkuasa setelahnya karena mereka butuh legitimasi kekuasaan. Tidak mudah merebut simpati rakyat dari Bung Karno saat itu :).
Juga yang menganggap Bung Karno menjadikan PKI sebagai anak kesayangan. Ingat Dekrit 1959? Jangan banyakan baca hoax lah. Sekali-sekali mbok ya baca buku sejarah beneran ngono lho hehehe :p. Kalau tak ada Dekrit 1959, di Pemilu selanjutnya sudah pasti PKI akan menang telak dengan banyaknya jumlah pendukung dan simpatisannya.
Justru Bung Karno hendak menekan “kebesaran” kaum komunis dengan menggeser mereka dari kursi legislatif. Saat itu cukup lancar walau ditentang oleh banyak petinggi partai. Bung Karno didukung penuh oleh Angkatan Darat. Sejarah pun mencatat, 6 tahun setelah itu, Bung Karno sukses dilengserkan oleh kekuatan yang sama.
Ya begitulah. Sejarah…tergantung siapa yang bercerita :). Makin banyak baca mudah-mudahan makin tidak mudah panik dan heboh sendiri hehehe :p.
Jangan sampai deh ya kita termakan hasutan dan ikut-ikutan membenci hal-hal yang sebenarnya tidak kita pahami. Mengerti enggak ikut memaki iya. Duh jangan sampai lah ya :). Kalau memang malas mencari tahu ya seharusnya jangan sampai ikut-ikutan benci enggak jelas hehe :p.
Salah satu buku sejarah mengenai G 30 S, ditulis oleh sejarawan John Roosa, dengan judul : “Dalih Pembunuhan Massal”. Mengupas lengkap dari peninjauan ulang terhadap dokumen dan bukti sejarah terkait kejadian ini.
Btw, buku aslinya bisa didownload gratis kok. Cari saja linknya via Google ;).
Sebuah negara itu tidak hanya dibentuk oleh pemimpinnya. Tapi oleh kerja keras semua elemen masyarakat. Apakah mungkin bersinergi secara positif kalau situ terus-terusan mencari kekurangan pemimpin sendiri? :). Mending baca buku sejarah kali ah hehehe :p.
Again, sejarah seharusnya membentuk pemahaman bukan penghakiman.
Mari berkontribusi positif dalam pembangunan negeri. Pekerjaan rumah bagi semua anak bangsa. Belajar sejarah salah satunya agar kita tidak mengulang yang pahit-pahit yang pernah terjadi :).
“Para politikus dengan kekurangan pengalaman dan pengetahuan mungkin dapat membawa negara ke jalan buntu. Tapi SELURUH RAKYAT akan membantu negara menemukan jalannya.” -Sutan Syahrir-
Numpang lewat sejenak. Yuk ah, mari ngurus anak bayi lagi hihihi :p.
Museum lagi, museum lagi :D. Yang ini cerita tentang British Museum London.
Kalau jalan-jalan ke London memang salah satu atraksi menariknya ya museum-museum ini ;). Selain rata-rata tidak memungut biaya masuk (alias gratis! Hahaha), museum-nya memang bagus-bagus banget. Setidaknya dibandingkan dengan Dublin dan museum di kota-kota besar di Swiss.
Di Swiss tuh ya, udahlah bayar, museumnya juga cupu-cupu huhuhu.
Kalau London punya keren-keren, booooo ^_^. Masih ingat kan dengan Natural History Museum yang mungkin salah satu museum model ginian yang paling megah di dunia ;).
Yang satu ini tidak kalah serunya …
British Museum London
Kalau di Natural History Museum, dari pintu masuk, anak-anak sudah cranky mau lihat dinosaurus. Di sini, mereka ribut mau lihat mumi! Memang, itu iming-iming saya ke mereka biar pada semangat ke museum ini hihihi.
Penampakan mumi di British Museum London
Kirain salah turun stasiun. Duh, muter-muter enggak jelas. Mana banyak pula orang-orang sekitar situ yang enggak tahu di mana lokasinya huhuhu. Kurang tenar lokasinya kali, ya. Letaknya memang enggak di jantung kota banget. Agak jauh dari tempat-tempat wisata utama London yang umumnya deket-deketan.
Dicek lagi, sudah benar turunnya di Holborn (via Central Line atau Piccadilly Line). Nah, dari sini harusnya tinggal jalan kaki sekitar setengah kilo. Cuma mungkin pas keluar dari tube station, arahnya sempat ngaco :p.
Oiya, berikut stasiun-stasiun yang bisa jadi alternatif by Tube, untuk menuju ke British Museum London :
Holborn, Central Line/Piccadilly Line, dari sini jarak museum kira-kira 500 m katanya.
Tottenham Court Road, Central Line, dari sini juga bisa jalan kaki ke museum 500 meter-an.
Russell Square, Piccadilly Line, dari sini agak jauh, hampir 1 kilo kalau jalan kaki.
Goodge Street, Northern Line, kira-kira hampir 1 kilo juga jarak museum dari stasiun ini.
Main Hall/ Aula Utama British Museum London
Kalau naik bus, berikut pilihan rutenya :
1, 7, 8, 19, 25, 38, 55, 98, 242
Berhenti di New Oxford Street
10, 14, 24, 29, 73, 134, 390
Berhentinya di northbound on Tottenham Court Road,
southbound on Gower Street
59, 68, X68, 91, 168, 188
Berhent di Southampton Row
Waktu itu memang agak rintik. Sebenarnya pagi itu kita mau lihat Changing Guard di Buckingham. Tapi sampai sana ternyata batal karena hujan. Jadilah ubah rencana ke British Museum saja. Kelihatan kan di foto pertama, lantai halaman masih basah gitu.
Melewati pintu masuk, langsung ketemu main hall yang langit-langitnya tinggi dengan bangunan bundar di tengah ruangan (lihat di foto atas). Bangunan bundar itu namanya Reading Room. Hall-nya sendiri kalau enggak salah bernama The Queen Elizabeth II Great Court.
Salah satu sisi The Great Court, British Museum London
Keseluruhan area Great Court tertutup oleh atap kaca yang berangka besi. Hemat listrik :p. Biar ruangan dapat pencahayaan sinar matahari gratis. Di seantero lantai The Great Court ada beberapa patung-patung yang melambangkan peristiwa/tempat/orang/kejadian/hewan yang dianggap mewakili peradaban sejarah. Sekitar 12 patung katanya.
Misalnya nih, patung yang terbuat dari batu pualam, orang Romawi yang lagi menunggangi kuda. Patung ini konon dibuat di Italia di tahun 50-100 setelah Masehi. Ditemukannya di abad ke-17. Direstorasi sana sini sebelum dipajang di museum.
Roman Marble Statue, Youth on Horseback (Great Court, British Museum London)
Orang di atas kuda dianggap melambangkan orang penting. Awalnya ada yang menganggap tokoh yang dimaksud adalah Emperor Caligula atau Gaius. Tapi belakangan juga dianggap sebagai perwujudan Julio-Claudion Prince. Entah siapa ini yang dimaksud :p. Googling sendiri yak hihihi.
Dari lantai bawah, sila naik ke atas. Museumnya terdiri dari beberapa lantai. Alamak, luasnyaaaaa. Sudah feeling deh enggak bakal sempat menyapu bersih semua ruangan *ngelapJidat*.
Ruangan-ruangan di atas terbagi-bagi menurut beberapa kriteria. Biar gampang, kami nyari pembagian ruangan berdasarkan TEMPAT dan WAKTU. Zaman apa di wilayah apa. Karena ini bocah-bocah tahunya soal mumi doang (hihihi), kita fokus nyari Ancient Egypt :D.
Tapi sebelum nemu ruangan tentang Ancient Egypt, sempat kesasar ke mana-mana dulu. Sudah tidak terlalu ingat lagi, nih, ruangan mana saja yang dijelajahi :(.
Cuma ingat sempat keliling di tempat yang memajang sisa-sisa benda-benda purbakala di masa tertentu. Sampai tulang belulang manusianya *hiiiiyyy*. Misalnya tempat ini, di mana anak-anak hebohnya karena ada semacam laba-laba gede gitu di salah satu pojok etalasenya, zzzzz -_-.
Ya sud, foto deh, foto deh…
Mana coba laba-labanya juga enggak kelihatan -_-.
Sisa-sisa peninggalan zaman purba, British Museum London
Terus jeprat jepret di ruangan lain lagi. Kayaknya ini semacam Welcome Gallery. Ini satu foto dari patung yang cukup terkenal, Hoa Hakananai’a. Artefak dari Easter Islands, Amerika Latin.
Buat para arkeolog, patung ini dianggap “masterpiece”. Salah satu kerajinan terbaik yang pernah dihasilkan oleh daerah asal tempat patung ini ditemukan. Walau saya juga enggak paham, masterpiece-nya macam mana. Yuk yaaaa, lihat foto-fotonya duyuuuuuu…hihihi :p.
Hoa Hakananai’a in Welcome Gallery, British Museum London
Ada juga sisa-sisa baju perang zaman dulu, lengkap sama pedang-pedangnya. Ini tadi nanya ke suami, “Bang, ini baju dari masa apaan, ya?” Hihihi. Sudah tidak ingat. Googling juga tadi enggak nemu, euy.
Tapi kata suami model pedangnya gede khas Eropa zaman baheula. Mungkin ini kostum yang berkembang di masa Perang Salib dulu.
Wallahu alam ya Kakaaaa :D. Kasih tahu kalau sudah ada yang nemu info benernya :p. Ini kita pelototin saja dulu fotonya.
British Museum London
Kalau guci-guci warna hitam di bawah ini sekilas kayak peninggalan dari Tiongkok, ya. Tapi lihat deh gambar-gambarnya :D. Kayaknya dari Ancient Roman. Duh, geregetan juga kenapa banyak foto yang tidak teridentifikasi gambar apaan yak hahaha.
Sungkem dulu ini liputannya kok enggak komplit gini *tutupMuka*.
Setelah capek wara wiri … akhirnya ketemu juga ruangan Ancient Egypt-nya. Yipppiieeee… mumi, mana mumi? hahahaha. Itu tuh ya, fotonya sudah diposting di atas :D.
Memang sih, ruangan ini yang paling ramai. Anak-anak berkerumun di etalase kaca tempat para mumi diletakkan. Banyak yang bergumam, “Is this real?”
Tuh kan bukan cuma anak-anak eike doang yang ngeributin si mumi-mumi ini hehe. Agak susah mau ngambil foto karena kepala-kepala mungil yang enggan beranjak pinggir etalase kaca :D.
Di ruangan Ancient Egypt, selain mumi, ada patung-patung khas Mesir. Outfitnya sih kelihatan banget, ya. Apalagi hiasan di kepala yang ala-ala “Firaun” banget :p.
Btw, Firaun itu sebenarnya bukan nama orang. Firaun, kalau tidak salah artinya raja atau pemimpin. Jadi tidak merujuk ke satu orang tertentu :).
Patung-patung Mesir, British Museum London
Sejarah dunia modern juga ada, lho. Misalnya tentang Perang Dunia di abad ke-20. Salah satu yang ‘pemeran utama’ dalam Perang Dunia (baik yang pertama maupun yang ke-2 adalah negara Jerman).
Ini salah satu memorabilia terkait Jerman sehubungan Perang Dunia tersebut.
How Germany saw the 1st World War, British Museum London
Waktu memang tidak banyak. Sekitar 2-3 jam saja muter-muter di atas. Kami pun kembali ke The Great Court di lantai dasar tadi. Cari tempat duduk kosong di sana dan makan roti isi bareng anak-anak. Lunch nih ceritanya :D.
Ealah, ternyata di basement ada tempat makan khusus yang jauh lebih nyaman huhuhu. Dilengkapi loker buat naro barang-barang segala. Banyak anak-anak sekolah yang study tour ke sini. Mereka pada makan siang ramai-ramai di bawah ^_^. Ruangannya disekat-sekat pula. Jadi tiap keluarga/rombongan bisa memilih tempat masing-masing dan tidak saling mengganggu.
Kami cuma numpang pipis saja di toilet di basement itu. Toiletnya banyak dan suitable buat anak-anak juga. Dan tentu saja … numpang eksis! Hahahaha.
Eksis di basement British Museum London
Lesson learned, di zaman baheula, orang-orang dulu sudah berusaha meninggalkan jejak dengan berbagai macam hasil karya mereka. Hasil karya nyata ini sebagian besar bisa digunakan untuk menceritakan kejadian-kejadian dan pencapaian di masa lampau.
Sekarang mungkin sudah lebih mudah. Bisa direkam lewat tulisan dan gambar bahkan video. Nah, kalian sudah atau sedang berusaha untuk meninggalkan jejak apa? Status-status nyinyirmu di Facebook? :p.
Bantuin atuh, kasih solusinya^_^. Or at least … buatlah situasi lebih kondusif ketimbang terus-terusan meledakkan mercon di tengah-tengah suasana yang sudah memekakkan ini ;).
“You will only be remembered for two things: the problems you solve or the ones you create.” –Mike Murdock
Pikir yang baik-baik
Berkata yang baik-baik
Berharap yang baik-baik
Berprasangka yang baik-baik