Dear, River …

I didn’t see this coming. Baru membaca di bagian “Sungai Kisah yang Mengalir ke Arahmu” lah kok udah mewek aja. Di tempat umum begitu ya masa mau nangis-nangis. Gengsi amat hahahaha. Padahal itu baru TULISAN PENGANTAR! *panik*.

Sungguh keputusan yang gegabah membawa buku ini buat dibaca santai waktu nemenin anak-anak ke playground di suatu minggu sore yang cerah. Sambil duduk ngeliatin anak-anak main, maksudnya mau duduk-duduk manja sambil baca buku ini aja biar enggak bosen-bosen amat. Karena bapaknya juga nemenin anak-anak maen bola –> this is why, perhaps we need to have another girl in this family! #ehGimana.

Sejujurnya dulu sekalian beli #dearRiver untuk optimasi ongkir aja sih pas beli buku “Berjalan Jauh”. Kedua buku ini penulisnya SAMA.

Karena terkesan banget dengan “Berjalan Jauh”, makanya cepat-cepat pengin baca #dearRiver ini.

buku parenting

#DearRiver kumpulan tulisan Fauzan Mukrim buat putranya, River. Mirip dengan “Berjalan Jauh” tapi tulisan-tulisannya beda semua. Jadi ini 2 BUKU YANG BERBEDA. #DearRiver ditulis sebelum River lahir.

Selama ini kita sering terjebak dengan mengunci parenthood sebatas motherhood saja. Father-nya gimanaaaaaa?

Beban pendidikan anak, secara sosial, lebih sering dibebankan kepada Ibu. Padahal, peran Bapak/Ayah ya sama pentingnya.

Para suami dan calon ayah pun sebenarnya punya kegelisahan, deg-degan plus takut jugak mau punya anak dst dst dst dengan intensitas yang kurang lebih sama dengan para istri dan calon ibu. Mungkin selama ini para suami dan calon Ayah lebih suka memendamnya dalam hati. Untunglah ada Ayah Fauzan Mukrim yang mau membagikan isi hatinya kepada kita :).

Sudah macam masokis baca buku ini. Baca, nangis, baca, nangis, baca, nangis. Tapi gak kapok-kapok.

Esai “Ketika Kau Sakit” pedihnya dobel. Karena selain bernostalgia dengan paniknya kita di masa-masa anak sakit, Fauzan juga bercerita tentang posisinya sebagai anak. Membahas orang tua juga. Jadi yah, sebel karena gosok-gosok mata terus padahal lagi perawatan pakai eye cream biar kerutannya tidak memburuk. Bagusnya memang buku ini dibaca dengan wajah polos. No skincare at all. Percuma jugak. Pasti luntur semua, Cyiiiiin -_-.

Tidak sedikit pembahasan tentang orang tua karena Fauzan Mukrim banyak berkaca dari orang tuanya sebagai memori untuk bekal membesarkan anak-anaknya kelak. Karena itulah kita tidak boleh ngasal-ngasal, ya, membesarkan anak karena pengaruhnya bisa sampai jauh ke depan sana.

“Ibu Juga Ingin Naik Haji” misalnya. Indah sekali. Luar biasa ibunya, Kak. Kirim salam, ya <3.

Tentang Bapak juga banyak.

Almarhum Bapak saya meninggal waktu saya masih SD. It’s been while. I started to forget things about him or at least never really think about it anymore. Udah lama banget ya rasanya. Sampai kadang ada beberapa yang akhirnya lupa sendiri. Tapi beberapa tulisan ndi #dearRiver makes them all coming back to me … once again.

Saya rindu sekali jadinya sama almarhum Bapak. Walau cuma punya satu foto, saya tidak pernah lupa pada wajahnya yang ganteng hehehe <3.

Tidak sedikit istri yang mengeluh, kalau laki-laki akan atau sudah punya anak, istrinya entah tarok di mana. Tapi Fauzan Mukrim menyelipkan tidak sedikit kisah-kisah tentang sang istri. Romantis plus terharu di tulisan “Enam Tahun dan Dua Tahun.” Kebayang dulu bininya digempur terus pakai esai-esai di masa pedekate *uhuuuyyyy*.

“Pulang Memancing” melayangkan ingatan ke masa-masa bekerja dulu. Bisa-bisanya ni Ayah Fauzan menuliskan pengalaman bermacet-macet ria yang bisa bikin kita …. ya nangis lagi! Hahahahaha. Geblek, ah. Nangis mulu :p.

Banyak kisah-kisah tentang orang-orang lain di luar kerabat dan teman dekat dari penulis. Tentang seorang tamu yang datang ke kantor di suatu hari di tulisan “Tangan dan Jari-jarinya”. Atau tentang Pak Mansyur yang luar biasa di esai “Guru”.

O ya, diksi atau pemilihan katanya bagus banget, euy. Mungkin karena efek profesi wartawan. Sedih tapi enggak dangdut gitu lah hehehe. Gimana ya neranginnya. Baca sendiri aja dah hehehehe.

Gaya menulisnya juga sangat jenaka. Kesel kan, dibikin gila kita jadinya. Nangis-nangis tapi ketawa jugak. Sudah sedih-sedih membayangkan perasaan orang tua kalau anaknya lagi sakit, ada pula kalimat model begini … “Lemas seluruh badanku, Nak. Satu dua lagu yang aku nyanyikan untuk menghiburmu tidak kau gubris. Kau hanya memandangku lemah seolah-olah aku ini peserta Indonesian Idol yang sebentar lagi dieliminasi.”

“Tertawa  Seperti Pocoyo” juga tulisan model begini. Mewek iya, ngakak iya. Ya makanya bacanya pas lagi sendirian aja hihihi.

Satu lagi, potongan-potongan lirik yang ngawur di “Misheard Lyrics” … bisa dibantai kau sama anak Jaksel, Bang Fauzan, hahahahaha.

Di sebuah seminar parenting yang pernah saya hadiri (pesertanya sebagian besar ibu-ibu), fasilitator bertanya kepada kami, “Ibu-ibuuuu, anak itu banyak meminta atau banyak memberi.”

Tanpa dikomando, jawaban kompak kami bergema di seluruh ruangan, “Memintaaaa…”

Ah, kita, para orang tua, suka terkecoh. Kan ada juga tuh kisah-kisah yang mengatakan kalau orang tua adalah malaikat buat anak-anak mereka. Padahal, merekalah malaikat-malaikat kecil yang dihadirkan di dunia untuk membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya. Jangankan membayangkan bila Tuhan mengambil kembali titipan terindahnya ini, melihat mereka sakit saja, nyawa rasanya sudah hilang separuh.

“Hadirmu semacam power supply baru dalam kehidupanku. Karena setiap aku melakukan atau memikirkan sesuatu untukmu, Nak, dengan sendirinya aku pun merasa semakin menyayangimu. Apa namanya itu? Accelerated Happiness? Mungkin semacam rasa bahagia jika bisa memberikan benda kepada orang lain, alih-alih bersedih karena benda itu lepas dari tangan kita. Rasa bahagia itu yang tak akan pernah bisa dikalkukasi dengan hukum ekonomi yang mendewakan aset dan kepemilikan.” -Fauzan Mukrim, #dearRiver-

Enggak peduli lagi deh Pakde Agus Amrullah bakal berkoar-koar tentang chauvinisme bla bla bla (hahahaha), I  give 5 out of 5 stars for this book!  <3

Terima kasih Ayah Fauzan yang sudah menulis buku indah ini <3. Ditunggu banget buku #dearRain nya, harus adil dong Ayaaaaahhhhh ;).

Note : bukunya bisa dibeli via River’s Corner, ya.

Sekolah di Amerika

Sekolah di Amerika Serikat (Texas) Juga Mengenal Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta

Tahun ajaran baru sudah dimulai ya di tanah air. Terus gimana dengan tahun ajaran baru  sekolah di Amerika? Belum sih. Ini masih pada libur hehehe. Sekolah anak saya masuknya setelah minggu ke-3 di bulan Agustus.

Libur musim panasnya hampir 3 bulan.  Irlandia cuma 2 bulan. Tapi di Ireland ada liburan paskah ada libur jelang Halloween, banyak liburan printilan lah. Sementara di Texas liburannya ngirit bener. Cuti orang kantoran juga dikit banget di Texas. Pokoknya kerja, kerja, kerja :p. Lah ini mau bahas sekolah di Amerika apa Jokowi neh? Hahahaha #dasarCebong :p.

Sekolah umum “gratis” di Texas dimulai dari usia 5 tahun (kindergarten/TK). Tapi TK nya cuma setahun. Habis itu langsung lanjut ke 1st-Grade. Sama seperti di Ireland, SD kelas 1 dimulai dari umur 6 tahun. Tapi Ireland sekolah gratisnya dimulai dari usia 3 tahun :D.

Tempat-tempat les macam Kumon dkk itu menjamur di banyak tempat, kirain di Asia doang les beginian hits hihihihi. Sekolah-sekolah swasta juga jadi incaran walau sebenarnya public school enggak jelek-jelek amat. Kenapa begitu?

Ya balik ke rumus awal lah. Amerika Serikat sama kayak Indonesia, negara yang penduduknya segabruk-gabruk. Tingkat kompetisi yang tinggi sungguh sukar dihindari :). Tunggu penjelasannya di bawah yaaaa :D.

Sekolah di Amerika
Gambar : pixabay.com

Yang di Eropa jangan nyengir dulu, nanti di tulisan lain saya ceritakan sisi positif dari kehidupan ala kompetisi tinggi “model begini” ;). Rumus kehidupan di berbagai tempat sama kok teman-teman, plus minus, baik buruk, positif negatif, selalu bergandengan satu sama lain :).

Beban hidup orang tua ya enggak jauh-jauh dari urusan uang sekolah anak, cicilan rumah dan cicilan mobil. Karena di Texas angkutan umum tiris banget, punya 2 mobil salah satu solusi untuk kegiatan sehari-hari dalam tiap rumah tangga. Mahal yaow naik taksi mulu. Makanya masuk dalam komponen penting cicilan standar di tiap keluarga :).

Sekolah umum di Texas mengenal sistem rayonisasi yang ketat. Sekolah-sekolah publik hanya menerima anak-anak yang tinggal di sekitaran situ. Sementara sekolah publik di Texas juga ada rengking-rengkingnya. Dan rengking-rengking ini ditentukan oleh kualitas sekolah. Nilainya 1-10, berbanding lurus, makin tinggi makin bagus reputasinya.

Kualitas sekolah bergantung pada pembiayaannya. Di mana pembiayaan ini berdasarkan pajak lokal masing-masing wilayah. Lokasi yang “mahal” pajaknya juga tinggi, semacam Pajak Bumi dan Bangunan gitu. Jadi sekolah yang modalnya besar ya bisa mempekerjakan guru-guru kualitas bagus dan menyediakan fasilitas dan gedung yang kece :D.

Makanya, sekolah publik yang kualitas bagus biasanya ada di lokasi-lokasi pemukiman yang keren. Jadi, orang tua kudu kuat beli rumah atau menyewa apartemen di lokasi keren yang tentu harga beli dan harga sewanya lebih tinggi. Intinya tetap harus kuat nyicil demi dapat sekolah umum berkualitas.

Soal mobil karena di Texas memang transportasi umum tidak begitu dikembangkan. Tapi ini tidak selalu menjadi hal negatif. Duh harus 1 tulisan lain juga untuk menerangkan mengapa pembangunan sarana transportasi model begini ada hal positifnya juga ;). Kapan kelarnya ini gue nulis soal Amerika? Hahaha.

Sebenarnya ada bus sekolah gratis pulang pergi. Ide bus sekolah ini memang untuk mengurangi kemacetan tapi kayaknya tidak terlalu berhasil. Antrian panjang mobil-mobil ortu antar jemput anak di sekolah masih panjang bukan kepalang.

Belum macet-macet amat sih jadi masih belum beralih ke bus sekolah. Ada isu bullying juga katanya. Alhamdulillah so far anak-anak saya masih nyaman naik bus sekolah. Ya gimana jugak emaknya kagak bisa nyetir, yes? Hahaha.

Cara belajar anak-anak sini hi-tech banget menurut saya. Soalnya dibandingin sama sekolah di Irlandia, di mana saya dulu tinggalnya memang di kota mungil banget. Penduduk cuma 20 rebu hahaha. Sekolah anak saya di Athlone tergolong sederhana kalau dibandingkan dengan sekolah mereka di Texas sini. Gedungnya keren gilak, fasilitas komplit, padahal ini sekolah rengking 9, gimana yang rengking 10 cobak?

Komunikasi dengan Bu Guru serba pakai gadget hehe. Jarang komunikasi langsung. Sebenarnya saya lebih suka yang ngomong langsung tapi ya sudahlah jadi enggak pake acara baper-baper. Ada beragam aplikasi yang kudu kita instal di hape untuk memantau perkembangan anak-anak di sekolah.

Ide bagus. Teknologi harusnya memang dimanfaatkan sebaik mungkin sisi positifnya :).

Tapi anak-anak di sini masih SD saja sudah bebas bawa gadget ke sekolah. Itu teman anak saya sesama kelas 3 SD bawa ipad ke sekolah. Ternyata banyak yang kayak gitu di sekolahan. Waduh! :(.

Pendidikannya so far sangat condong ke kemampuan kognitif. Kalau di Ireland harus diakui, pendidikan sopan santun itu juga tergolong penting, maklum sekolah katolik  ya hehehe. Baca tulisannya di sini.

Peer hanya sekali seminggu itu juga buat latihan di rumah. Tapi jam sekolahnya sangat panjang, dari pukul 7.50 hingga 15.00. Termasuk yang KINDERGARTEN. Ah ya, elementary school itu dari Kindergarten sampai kelas 5. Kelas 6-8 itu masuk Junior High School / Middle School. elas 9-11 masuk High School.

Tapi ini tergantung kebijakan tiap ISD ya (Independent School District) yang umumnya mengacu ke kota bersangkutan masing-masing.

Sejak kelas 3 SD, ada semacam final test level negara bagian. Kalau di Texas namanya  STAAR Test (State of Texas Assessments of Academic Readiness). Sama kayak EBTANAS gitu kali ya tapi ini ujiannya tiap tahun. Ujiannya 3 jam booo, ngalah-ngalahin UMPTN dah hahahaha.

Sekolah di Amerika

Don’t worry mata pelajarannya paling cuma Math, Reading dan Writing. Kelas 3 cuma ada Math dan Reading. Gak susah-susah amat sih. Kalau anak Indonesia mah pasti pada bisa deh ;).

Mata pelajaran yang muncul di rapor juga dikiiiit hanya ada 5 yang tercetak di rapor : Art-Science-Math-Reading-Writing. Nilainya pakai angka gitu 0-100.  Beda dengan Ireland yang rapornya pakai range angka dan tulisan panjang lebar instead of nilai kasat mata model begini. Texas lebih mirip sama Indonesia, yes? ;).

Btw, sekolah dengan kurikulum agama juga bertaburan lho di Texas, termasuk buat agama Islam. Ada sekolah-sekolah dasar semacam Madrasah Ibitidayyah-Tsanawiyah-Aliyah gitu-gitu lah. Biasanya diadakan oleh Islamic Center yang jumlahnya tidak sedikit di seantero Texas ;). Tapi tentunya tidak gratis ;). Buat orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan formal Islam yang lebih intensif, silakan masuk ke sekolah-sekolah ini.

Sekolah sore untuk belajar mengaji juga ada. Summer Camp, sekolah khusus liburan musim panas juga diadakan oleh Islamic Center di banyak tempat ^_^. Anak-anak saya juga saya ikutkan di Summer Camp di Islamic Center dekat sini :D. Sekolah beginian yang tentunya tidak gratis. Misalnya summer camp buat sebulan, 4x seminggu, 2 jam per kedatangan, dibandrol 150 dolar per anak.

Kalau les-les yang lain saya tidak ikutkan. Padahal jelang libur musim panas, itu brosur-brosur tempat les ini itu berjejalan dalam folder anak-anak saban pulang sekolah. Les inilah les itulah …. :D.

Pendidikan memang salah satu lini bisnis yang cukup tokcer di US ;).  Demandnya tinggi makanya supplier juga lincah membaca kesempatan :D.

Kurikulumnya jauh lebih modern dan sifatnya sangat interaktif kalau di Texas sini. Anak-anak dilatih banget biar jadi banci tampil. Sebagai persiapan awal untuk menghadapi ketatnya perguruan tinggi dan dunia kerja mungkin? (y).

Pendidikan dasar gratis tapi jangan ditanya mahalnya biaya kuliah di US. Konon, yang paling mihil di dunia *ngelapKeringat*. Kalau dari artikel sini, rata-rata biaya kuliah per tahun di US sekitar 33 RIBU DOLAR. Ingat ya, PER TAHUN! Mari kita ngelap keringat bersama-sama hahaha. Itu belum mikirin uang kos segala macam.

Sudahlah mahal, persaingan masuk uni-uni top di US juga ketat banget.

Sekolah di amerika

Bagaimana dengan jalur beasiswa untuk anak kuliahan? Ya ada juga. Tapi kalian tidak lupa kan kalau jumlah penduduk Amerika Serikat itu ada 320 juta (data tahun 2015). Terbayang persaingannya kayak apa? Belum lagi daya juang pendatang asal India dan Cina ini benar-benar luar biasa urusan sekolah anak.  Mereka juga jumlahnya tidak sedikit.

Enggak di Eropa, enggak di Amerika, mamak-mamak Cina dan India bener-bener deh ya kalau urusan pendidikan anak :p.

Makanya mungkin jarang yang lanjut S2 karena sudah tepar duluan bayar cicilan untuk S1. Itu student loan termasuk cicilan favorit di US. Jangan heran iklan di tivi isinya gak jauh-jauh dari iklan asuransi dan iklan terkait urusan cicil mencicil hihihi. Plus iklan makanan kaleng, obat-obatan mulai dari obat diet sampai obat tidur, iklan mainan, dan iklan lain yang bikin dompet selalu bergetar hahaha.

Tidak sedikit pendatang yang mencoba peruntungan dengan sekolah S2 di US untuk cari kerja. Lumayan saingan tidak terlalu banyak. Kita juga sudah lulus S1 di negara asal yang ongkosnya lebih masuk akal. Orang India teman kerja suami saya banyak yang menempuh cara ini :D.

Karena itulaaaaaah, sekolah-sekolah berbayar / private schools / sekolah swasta menjadi salah satu upaya para orang tua untuk meningkatkan daya saing anak-anak mereka agar kelak bisa menembus persaingan di level universitas. Juga dengan bantuan tempat-tempat les ini itu seperti Kumon dkk, anak-anak banyak yang ikut les ini itu sama kayak di Indonesia pada umumnya.

Private school ini bayarannya tidak murah. Rata-rata biaya sekolah swasta di Texas untuk elementary school itu 7 ribu dolar per tahun. Belum lagi biaya printilannya, ya. Banyak ekskul soalnya.

Jalur ke universitas kan juga bisa menggunakan jalur non-akademis seperti olahraga dan kemampuan bermusik. Makanya anak-anak yang punya potensi juga digembleng kemampuan non akademisnya melalui ekskul-ekskul di sekolahan, umumnya yang private school yang punya kegiatan ekskul yang mumpuni.

Kok enggak kuliahin anak ke luar negeri saja? Ke Eropa gitu? Pan udah gue bilangin, kalau sudah tinggal di Amerika mah, kagak ada cerita lagi mau pindah-pindah ke negara lain hahaha.

Ini baru gue ngeliat ada negara yang penduduknya semangat bener pasang bendera segede-gede gaban hampir di mana-mana. Depan rumah, depan toko (toko imut-imut sekali pun), di pinggir jalan …. Iya deh, iyaaaaa, kita tahu kok situ orang Amerika! Bungkus, bungkuuuuss hahahaha :p.

Saya dan suami memang agak-agak gimana gitu dengan sistem pendidikan di Ireland yang menurut kita terlalu santai hehehe. Tapi ya enggak pengin se-sadis di Jakarta jugak. Jadi maunya appaaaahhhh? Hahaha. Di Texas ini ya lumayanlah agak di tengah-tengah ini juga karena masih SD ya. Kayaknya makin naik tingkatannya makin mirip kondisi di Jakarta. Ya sama-sama negara raksasa sih ya :D.

Btw, saya lagi ngumpulin referensi soal kurikulum terbaik di dunia. Wah hasilnya ternyata aneka rupa ya. Dari sekolahan yang selow nan santai macam di Skandinavia sampai yang berat-berat macam di Cina dan Korsel, semuanya masuk 20 besar kurikulum terbaik :D. Nanti yah di tulisan yang lain. Kalian pasti sudah kesel banget, “Najis tulisannya panjang banget!” Hahahaha.

Semangat ya Buibu mengantar para ananda belari di lintasan pendidikan masing-masing. Santai sajaaaa, syukuri kondisi yang ada dan pahamilah tidak selamanya rumput tetangga selalu hijau. Tiap wilayah, tiap negara, tiap keluarga, tiap jalan kehidupan, bahkan tiap individu punya rahasianya masing-masing ;).

Tetap semangat! ^_^

Kata kata Untuk Ibu dari The Millennial Generation ;)

Yang cukup ramai dari kasus remaja seperti Afi dan Awkarin adalah respons para orang tua. Termasuk kita semua yaaaaaa (yang nulis jugak hahaha *usapUsapKerutanMata*). Penting nih, sekadar membagi kata kata untuk ibu juga orang tua pada umumnya.

Salah satu imbasnya adalah pihak-pihak yang mulai membanding-bandingkan. Mendadak posting-posting misalnya, anak kedokteran yang lulus umur belasan misalnya. Atau ada juga yang memamerkan putra dari daerahnya yang penemu apalah gitu. Dalam bidang eksakta.

Nah, ini dia, nih. Kita, sebagai orang tua, kerap menjerit betapa tidak adilnya dunia pendidikan yang sering fokus kepada tipe-tipe kecerdasan tertentu. Umumnya, anak-anak yang cerdas dalam ilmu-ilmu pasti/eksakta lebih mendapat tempat.

Kata kata untuk ibu
Gambar : pixabay.com

Tapi tanpa sadar, kita, sebagai orang tua, sendiri, yang mempertegas “kasta” ini . Misalnya di kasus Afi. Anak ini terkenal dalam bidang literasi. Keluar deh komentar-komentar semacam, “Halah cuma nulis gitu-gitu doang. Itu tetanggaku umur 7 tahun sudah kuliah Teknik lho. Lulus cum laude!” –> contoh yaaaaaaa hihihi.

“Iya pada norak. Itu ponakanku ikut lomba bikin robot umur 3 tahun. Menang lho di Jepang. Tapi enggak seheboh ini.” –> contoh lagi yaaaaaaa :p.

Ajegila, 3 tahun bikin robot . Itu #baby3 megang sendok sendiri saja belom bisa hahaha.

Coba pikir-pikir berapa banyak dari generasi kita yang sebenarnya mengikuti jenjang pendidikan akademis yang tidak sesuai passion. Soalnya dulu memang kesempatan lebih terbatas, ya. Pilihan tidak sebanyak sekarang.

Ya intinya seperti ingin meremehkan kemampuan anak-anak yang berprestasi di bidang lain seperti dunia literasi ini. “Halah cuma nulis gitu-gitu doang.” Makanya dibandingin sama dokter lah, anak teknik lah dan seterusnya.

Kalau orang tua zaman dahulu yang berpikiran begini ya wajar mungkin. Sementara di era terkini dunia digital berkembang semakin pesat dan membuka lahan baru bagi generasi sekarang untuk menorehkan prestasi di bidang lain yang dulu belum terpikir.

Anak-anak sekarang cita-citanya mau jadi youtuber booooo hahaha. Saya dulu dari kecil senang menulis, aktif menulis fiksi ala anak-anak waktu SD kelas 2 sampai kelas 5 hihihi. Tapi Mama saya malah bingung dan mengimbau saya untuk fokus belajar saja.

Sekarang? Ada blog ada medsos, banyak media untuk menulis tanpa perlu repot-repot naik angkot ke kantor pos dan kirim naskah untuk nerbitin tulisan biar bisa dibaca orang lain hahaha :p.

Sebagai orang tua kekinian, kita yang seharusnya lebih berpikir terbuka dan mengarahkan anak-anak kita. KIta ini adalah nahkoda dari generasi millennial :D. Jangan malah ikut-ikutan kayak anak kecil. Berkompetisi tidak jelas . Malah ikut menegaskan hal-hal yang sebenarnya ingin kita minimalkan untuk masa depan generasi mendatang.

Mengkritik sewajarnya. Kalau dari saya sih jelas, di kasus Afi, penjiplakannya yang saya tidak suka! Harga mati itu hehehe. Mungkin terbawa pengalaman pribadi . Maklum sama-sama berkecimpung di dunia literasi walau secara akademis saya sebenarnya “jurusan anak robot” hahaha. Saya lulusan Ilmu Komputer .

Tapi saya tidak menyesal sih masuk Fasilkom ;). One of the best decisions I’ve ever made in my life, until now :D.

Balik lagi, Afi jelas anak yang cerdas. Anak yang kuliah kedokteran sejak usia 13 tahun juga cerdas. Anak yang hobinya bikin kue sejak usia 9 tahun dan lebih senang main-main dengan perabotan dapur ya jelas juga cerdas. Sini Nak, bikin vlog resep sama Tante Jihan hahahaha.

Anak-anak yang dari kecil suka otak atik penampilan dan gaya berbusana orang lain walau matematika dan bahasa Inggrisnya sering dapat merah di rapor itu (hahaha) juga cerdas. Sini, saya kenalin sama salah satu kakak kandung saya, yang kini menjadi seorang desainer dengan labelnya sendiri, the one and only, Kakak Dada yang super heits .

Selebgram macam Awkarin dkk itu juga sebenarnya jangan diremehkan, lho . Untung dulu zaman saya masih SMP-SMA belum ada Instagram! Bisa habis waktu buat selfie tuh *ciyumHenpon*. Saya waktu SMP cita-citanya sempat pengin jadi foto model hahaha. But who doesn’t? :p.

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” ― Albert Einstein

Fokus di persoalan sebenarnya. Mendidik generasi muda kita untuk tetap mempertahankan perilaku terpuji di tengah gencarnya perubahan zaman yang terus berlari. Diantara banyak kemudahan yang mereka terima kini, kita harus tetap berada di depan untuk mengingatkan. Bukan membully, yes? ;).

Gambar : pixabay.com
makanan bayi 6 bulan

Makanan Bayi 6 Bulan : Daftar Menu MPASI 30 hari pertama

Yup, ini dia menu makanan bayi 6 bulan versi adek bayi. Ampuuun, anak ketiga masih ikutan drama daftar menu MPASI Bayi aja nih, Buk? Hahaha. Husss, ini bukan mau drama-dramaan dong ah. Sharing iniiiii, sharing ceritanyaaaaaa :p.

Waktu anak pertama dan kedua, proses MPASInya ya gitu deh. Suka-suka hati saja. Random. Pokoknya ngikut sana ngikut sana. Misalnya satu teman bilang gini ya ngikut. Disaranin gono ya ngikut.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Juga tergiur dengan menu-menu MPASI lucu-lucu. Dengan harapan anaknya semangat makan. Betapa kita sering mengira begitu bayi mulai makan makanan padat seleranya mendadak sama dengan orang gede hehehe :p.

Tahu teori-teori MPASI, misalnya situs wholesomebabyfood juga sudah lama. Tapi ya begitulah. Habis nama-nama sayurannya suka gak mudeng, ya. Eh, padahal dicari-cari di supermarket lokal juga ada. Tapi dulu ikut-ikutan suka belanja di toko tertentu yang konon jual sayur-sayuran “bule” yang cucok buat bayi-bayi hihihi.

Toko khusus tentu harga juga spesial :p.

Kayak sayur Zukini (zucchini), sayur apaan tuh? Hahaha. Ealah, kemarin pas mudik di toko lokal ternyata juga ada hehehe. Eh, apa baru-barusan saja ya jenis sayur ini sudah masuk toko lokal. Entah juga. Soalnya pas anak pertama (sekitar 7-8 tahun lalu), saya belinya ya di toko “khusus” tadi. Ngikut teman saja :D.

Begitu anak ke-3. Saya familiar banget dengan nama-nama makanan yang direkomendasikan oleh wholesomebabyfood. Yaiyalah, pan tinggalnya di kawasan yang ‘sejalan’ dengan daerah asal yang nulis situs :p –> tempat tinggal orang bule :p.

Yang ingin lihat versi vlog-nya, sudah ada di sini ya ^_^ (jangan lupa subscribe ke channel youtube saya doooonggg hehehe) :

Sebagai orang Asia, kita sudah terbiasa dengan makanan kaya bumbu. Jadi seolah anak bayi juga pasti doyan sama selera kita hahahaha. Makanya saya agak skeptis lihat resep-resep di situs tadi. Ini bener gak si adek bayi bakal doyan?

Kita lupa, di usia 4-6 bulan, adek bayi pan baru belajar makan. Ya kali langsung mau ditawarin sate padang atau siomay? Hahaha :p.

Step by step, Mommie ;).

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Adapun si #baby3 ini awalnya juga kurang bergairah. Saya pasrah deh. Soalnya kedua abangnya juga gitu hihihi. Tapi saya tetap disiplin dengan “aturan pengenalan 3 hari” dan sebagainya. Tetap saya berikan makanan yang sama kalau indikasinya hanya “enggak doyan”. Kalau sampai alergi atau sembelit ya tentu diganti dong yaooowww ;).

Wah, ternyata beda! Makin ke sini, makannya makin semangat ^_^ *tepukTangan*.

Di masa anak ketiga ini saya ngerasain anak tuh yang mengamuk minta disendokin kalau kebetulan emaknya iseng ngasih makan sambil whatsap-an hahaha *jitakEmaknya*. Kan nyendokinnya jadi tersendat-sendat :p.

Hampir semua jenis makanan yang saya berikan, anak ketiga ini doyan! Bahkan tepung beras coklat yang awalnya bikin dia sembelit tetap rakus makannya.

Tapi saya selalu bilang, bisa saja ini hanya HOKI semata hahaha. Mungkin Tuhan kasihan ya, duh ini embaknya masa udah anak ke-3 masa dramanya masih itu-itu juga sih? :p. Terima kasih ya Tuhan <3.

Tapi tentu bisa jadi juga, ini karena efek “disiplin” dan keseriusan dalam memilih jenis makanan dan patuh pada aturan no gula garam sebelum 1 tahun. Booo, anak 1 & 2 dulu, saya sejak awal sudah pakai garam + gula hihihi. Abis ya balik lagi, selalu mikir mereka kayak orang gede, ogah makan kalau makanannya tanpa rasa :p.

Yah, yang mana-mana ajalah. Yang penting usaha / ikhtiar kita yang terbaik dong ya ;). Untuk meminimalkan drama, tentu saja definisi “yang terbaik” di sini ya tergantung si emak masing-masing ^_^. Udah anak ke-3 niiihhh, masa masih mau berantem aja? Hahahaha.

Yuk ah, ini dia susunan menu MPASI makanan Bayi 6 bulan. Buat bayi yang ASI ekslusif, jangan tunda pemberian protein ya kepada bayi kita :). Karena kandungan utama ASI itu adalah karbohidrat. Protein dan lemaknya lebih minimal.

Tentu saja, tetap mengacu pada aturan dasar : first thing first, pengenalan per jenis makanan 3-4 hari, no garam dan gula. Lagian jangan suka lebay duluan, ya. Masak buat anak bayi itu mah gampaaaaaang :D. Cuma kukus terus dihalusin doang. Gak pake bumbu macam-macam. Apalagi masih umur 6 bulan ;). Disaring boleh kalau punya banyak waktu. Diblender atau pakai food processor juga gak masalah.

Again, senyamannya ibu saja :).

Gambar : pixabay.com menu makanan bayi 6 bulan
Gambar : pixabay.com

Untuk awal MPASI makanan bayi 6 bulan, di satu hari kenalkan 1 jenis makanan saja. Ya biar kelihatan misalnya kalau alergi, alerginya sama makanan yang mana. Kalau dalam sehari langsung cusss 2-3 jenis makanan, kan jadinya bingung toh yaaaa ;).

Daftar Menu MPASI Makanan Bayi 6 Bulan

Hari 1 : Pisang kerok

Sebaiknya dimulai dengan buah-buahan. Karena karbohidrat seperti tepung beras itu cenderung bikin sembelit. Walau tidak terjadi pada semua bayi. Amannya pisang kerok ajah. Indonesia banget kan hahaha. Konon katanya pisang juga anti sembelit dan jarang menyebabkan alergi.

Jenis pisangnya bisa Pisang Ambon atau Pisang Cavendis (bener gak ini nulisnya? Hehe).

Saran pemberian biar tidak terlalu kental tambahkan dengan ASI/susu formula secukupnya.

Diberikan sekitar pukul 8 atau 9 pagi. Senyamannya si ibu saja :). Satu kali sehari dulu sudah cukup. Ingat, ingat, ini baru hari pertama ;).

Soal porsi disesuaikan dengan anak masing-masing ya. Tentunya karena ini baru hari pertama ya kasih porsi wajar saja. Kalau pun tidak habis jangan panik atau buru-buru ke dokter hahaha :p.

Hari 2 : Pisang kerok

Ingat aturan pengenalan 3 hari untuk satu jenis makanan. Santai sih, anak bayi lho iniiiiiiii :D. Jadwal kalau bisa tetap sama di pukul 8 atau 9 pagi, sesuai kesediaan ibu saja :). Atau embak/simbok :p. Kalau anak terlihat doyan, bisalah porsinya ditambah.

Hari 3 : Ya pisang kerok lagiiiiiii hahahaha. Jadwal sama. Porsi bisa ditambah kalau adek bayi kayaknya makin getol ;).

Hari 4 : Alpukat. Pilih yang matang. Dikerok juga seperti pisang. Nanti dihaluskan dengan sendok juga bisa. Campurkan dengan ASI/susu formula secukupnya juga. Jangan tambahkan gula sih pastinya ;). Waktu makannya samakan saja ya, pukul 8 -9 pagi.

Hari 5 : Alpukat lagiiiii :D. Penyajiannya sama. Pengenalan alpukat hari ke-2 nih. Waktu pemberian sama.

Hari 6 : Alpukat dengan penyajian dan waktu pemberian yang sama. Porsi mungkin bisa berubah :). Buah-buahan ditaruh di awal untuk mencegah sembelit. Maklum dong ya, biasanya cuma nenen atau minum sufor, ini langkah pengenalan terhadap makanan padat. Potensi sembelit cukup risky.

Hari 7 : Sudah bisa dimulai dengan 2x makan. Sekalian pengenalan karbohidrat pertama.

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12 – 13 siang : berikan bubur oatmeal. Resep bubur oatmeal bisa dilihat di sini, ya. Porsinya disesuaikan saja dengan si adek bayi. Pokoknya kalau baru awal-awal begini ya santaiiiiiii :D.

Oiya, ASI dan susu formula juga lanjut terus ya sesuai permintaan si adek bayi ;). Di sela-sela makan kalau minta juga ya tetap diberi :).

Hari 8 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat biar selang seling dengan pisang karena pengenalan 3 harinya sudah selesai :). Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal. Ini adalah hari ke-2 pengenalan oatmeal jangan diganti dulu.

Hari 9 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Jangan bosan yaaaa. Menu makanan bayi 6 bulan ya begini ini :p. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal. Bubur oatmeal sudah 3 hari berturut-turut berarti selesai sudah *yayyyy* ^_^. Saatnya ganti menu tuh.

face-1083872_640

Hari 10 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat. Lihat resepnya di sini :).

Hari 11 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat. Porsinya mungkin sudah bisa ditambah bila adek bayi dirasa siap atau terlihat makin lahap makannya.

Hari 12 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : bubur tepung beras coklat.

Hari 13 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal + puree zukini. Pengenalan makanan baru lagi nih ;). Resep puree zukini bisa dilihat di sini.

Hari 14 :

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree zukini. Bisa mulai divariasikan.

Hari 15 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : bubur oatmeal + puree zukini. Hari ini pengenalan zukini selesai :D. Mulai terasa variasinya menu makanan bayi 6 bulan gak? 😀

Daftar menu MPASI makanan Bayi 6 Bulan
Puree Zukini

Hari 16 :

Yuk, mulai kenalkan dengan protein :).

Pukul 8-9 pagi : berikan alpukat. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini.

Hari 17 :

Jangan beri jenis makanan baru dulu. Kan masih dalam proses kenalan dengan tofu nih ;).

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : oatmeal + puree tofu + puree zukini.

Hari 18 :

Pukul 8-9 pagi : berikan pisang kerok. Pukul 12-13 siang : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini.

Hari 19 :

Kenalkan buah baru misalnya apel. Dan makannya mungkin sudah bisa 3x :D.

Daftar Menu MPASI makanan Bayi 6 bulan
Puree apel

Pukul 8-9 pagi : berikan apel kukus yang dilumat sampai lembek. Ingat ini bayi 6 bulan ya Kakaaaa :p. Belum sempat nih bikin resep puree apel. Tapi caranya persis dengan puree pear kok ;). Di sini resepnya.

Pukul 12-13 : oatmeal + puree tofu + puree zukini. Pukul 18-19 malam : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini

Hari 20 :

Pukul 8-9 pagi, apel kukus yang dilumat sampai lembut. Pukul 12-13 : oatmeal + puree tofu + puree zukini. Pukul 18-19 malam : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini

Hari 21 :

Sama dengan hari sebelumnya.

Pukul 8-9 pagi, apel kukus yang dilumat sampai lembut. Pukul 12-13 : oatmeal + puree tofu + puree zukini. Pukul 18-19 malam : tepung beras coklat + puree tofu + puree zukini

Hari 22 : Kenalkan sayuran baru, wortel.

Pukul 8-9 pagi, coba balik ke pisang kerok lagi ;). Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree tofu. Pukul 18-19 malam : oatmeal + puree wortel + puree tofu.

Hari 23 :

Di hari ini mulai kombinasikan sayurnya kalau mau. Jangan risau soal masaknya. Masak satu-satu saja di tempat-tempat sendiri yang kecil-kecil itu taruh dalam freezer. Kalau mau makan baru dikeluarin dan dicampur di mangkoknya ;).

Pukul 8-9 pagi, alpukat. Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree zukini + puree tofu. Pukul 18-19 malam : oatmeal + puree wortel + puree zukini + puree tofu.

Hari 24 : Variasikan lagi menunya.

Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : tepung beras coklat + puree wortel + puree tofu. Pukul 18-19 : puree wortel + puree zukini + puree tofu (sesekali tanpa karbo juga boleh dicobakan)

Daftar menu MPASI makanan Bayi 6 bulan
Puree wortel

Hari 25 : perkenalan protein baru, ayam! Yaayyyyy, sedap, sedap, sedap hehehe.

Pukul 8-9 pagi, berikan pisang kerok. Pukul 12-13 : puree wortel-ayam. Resepnya di sini ya. Pukul 18-19 : tepung beras coklat + puree zukini + puree tofu

Hari 26 :

Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : puree zukini-ayam. Resepnya sih mirip dengan wortel-ayam, tinggal ganti zukini dengan wortel hehe. Pukul 18-19 : oatmeal + puree wortel-ayam.

Hari 27

Pukul 8-9 pagi, berikan alpukat. Pukul 12-13 : oatmeal + puree wortel-ayam. Pukul 18-19 : puree zukini-ayam. Saya kadang ngikut menu ideal food combining yang tidak mencampur protein hewani dengan karbohidrat. Kadang-kadang saja sih. Karena suami masih belum benar-benar sreg kalau diterapin ke anak-anak :).

Hari 28 : kenalkan sayuran baru, parsnip

Pukul 8-9 pagi, berikan pisang kerok. Pukul 12-13 : oatmeal + puree parsnip-wortel + puree tofu Pukul 18-19 : tepung beras coklat + puree zukini-ayam.

Hari 29 :

Pukul 8-9 pagi, berikan apel kukus. Pukul 12-13 : oatmeal + puree parsnip-zukini + puree tofu. Pukul 18-19 : tepung beras coklat + puree wortel-ayam.

Hari 30 :

Pukul 8-9 pagi, berikan alpukat. Pukul 12-13 : oatmeal + puree wortel-parsnip-ayam. Tinggal dicampur tiga-tiganya dengan cara yang sama dengan resep-resep sebelumnya. Pukul 18-19 : puree parsnip-zukini-ayam. Selesai sudah 30 hari menu makanan bayi 6 bulan nyaaaaa *tepukTangan*.

Beres deh!

10 jenis makanan sudah diperkenalkan kepada adek bayi sebagai makanan bayi 6 bulan di awal ini dengan kombinasinya masing-masing :

  1. Buah-buahan : pisang, alpukat, apel
  2. Sayuran : zukini, wortel, parsnip
  3. Karbohidrat : oatmeal dan tepung beras coklat
  4. Protein : tahu dan ayam.

Tinggal dilanjut ke MPASI bulan berikutnya dengan tambahan pengenalan jenis makanan baru dan kombinasi yang lebih banyak tentunya ;). Semoga membantu ya contoh menu makanan bayi 6 bulan ini ;).

Kekerasan pada Anak : Hukuman Fisik di Sekolah, Yay or Nay?

Kekerasan pada anak : Setelah sekian lama kita ceritanya nih “berdakwah” tentang bahanya bullying terhadap anak dan “berfatwa” tentang sikap kita yang kontra terhadap hukuman fisik, saya benar-benar jadi bingung dengan reaksi banyak pihak terhadap kasus guru SMP yang dilaporkan ke polisi itu.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Okelah, dilaporin ke polisinya LEBAY pake banget.

Cuma, mengapa kritikannya justru terkesan memuja-muja cara guru kita tempo dulu yang tidak segan-segan menggunakan hukuman fisik untuk mendisiplinkan murid?

Banyak yang nyinyir betapa lebaynya generasi sekarang dan betapa hebatnya kita yang dulu pasrah kalau digebukin sama guru-guru? Yaela, dicubit doang, kata mereka. Kita mah dulu sampai digamparin juga takut ngadu ke orang tua.

Seriously? Kalian tidak keberatan anak kalian dapat hukuman fisik dari guru-gurunya? Sementara kita, sebagai orang tua kandungnya, berusaha keras menghindari hal-hal seperti ini bahkan kata-kata kasar pun katanya sebaiknya dihindari????

Hampir 2 tahun lalu, saat anak kedua saya masuk preschool di usianya yang ke-3 tahun…bentar, apaaaaaaa, usia 3 tahun sudah masuk sekolah?

Sabaaaaar, tahan dulu nyinyirnya hahaha. For info, ya di sini memang aturannya gitu. 3 tahun sudah boleh masuk preschool. Bukan gaya-gayaan ortunya punya banyak duit apa gimana wong sekolahnya gratis kok hahaha :p.

Iyessss, tidak semua negara Eropa punya sistem pendidikan ala-ala Finlandia yang konon sampai kelas 6 pun enggak ada peer. Kalau sekolahnya kayak gitu, saya keluarin deh anak saya dari sana hahaha :p.

Di beberapa negara, termasuk UK dan Ireland, anak umur 4 tahun sudah diajarkan membaca, menulis dan berhitung 😉.

Balik ke preschool tadi.

Saya bingung waktu harus menandatangani pernyataan yang kira-kira isinya begini, “Apakah orang tua mengizinkan guru untuk mengganti baju si anak kalau si anak misalnya tidak sengaja buang air kecil dan mengotori bajunya?”

Saya heran. Ya bukannya itu bagian dari tugas guru ya, apalagi ini anak-anak umur 3 tahun. Apa maksudnya sudah harus dilatih mandiri?

Bukan begitu ternyata alasannya 😀.

kekerasan pada anak

Guru-guru tidak boleh sembarangan melakukan kontak fisik terhadap anak-anak. Benar juga ya. Tahu kan soal maraknya kekerasan fisik kepada anak termasuk kekerasan seksual.

Nah, di sini memang dijaga banget tuh interaksi fisik antara guru dan anak apalagi kalau gantiin celana kan harus bersentuhan dengan bagian-bagian “intim”. Itu kita harus tanda tangan lho dalam urusan yang kita anggap sepele ini 🙂.

Saya sendiri memutuskan untuk tanda tangan. Sekolahnya jauh boooo hahaha. Kalau dia pipis dan eike harus datang sendiri gantiin celananya, halamaaaaak :p.

Ya dibayangkan sendiri, “ditolongin” gantiin baju saya butuh surat pernyataan khusus apalagi mau sembarangan nyubit-nyubit anak orang.

Kedisiplinan tidak dibalas dengan kekerasan fisik. Di sini mulai kelas 1 SD ada istilah “stamp”. Tiap hari normalnya tiap anak mendapatkan 3-5 stamp tergantung tingkat kelas. Kalau mereka lupa pakai dasi misalnya, mereka akan kehilangan 1 stamp. Berbicara saat guru lagi ngomong, kehilangan 1 stamp. Enggak ngerjain peer, kehilangan 1 stamp. Terlambat masuk sekolah kehilangan lagi 1 stamp.

Maklum ya sekolah Katolik kan memang terkenal disiplin 😉. Tapi saya malah demen yang disiplin-disiplin begini ^_^.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Walau guru dan staf sekolah banyak, orang tua juga harus aktif di sini. Duh, ini saja anak saya yang TK tiap minggu ada acara bermain bersama orang tua selama sejam di sekolah. Kita harus datang mendampingi anak kita di sekolah mengerjakan beberapa aktivitas.

Nanti tiap akhir sesi dicerahamin soal pentingnya orang tua mendampingi anak di rumah. Ish, Bu Guru tahu aja emaknya doyan fesbukan di rumah hahahahaha :p.

Disiplinnya bukan ke arah nilai harus bagus atau gimana lho ya. Itu sih tidak terlalu dipikirin hehehe. Toh enggak ada rengking dan award-award an terkait prestasi akademis 😉.

Yang jelas, tidak ada hukuman fisik sama sekali.

Anak kita enggak sengaja terjatuh keserimpet pas main dan menimbulkan luka kecil di bagian tubuh tertentu saja gurunya sampai sorry-sorry berkali-kali kepada orang tua. Apalagi kalau dilukai oleh temannya, itu pernah ada orang tua yang mengamuk di sekolah dan kepala sekolah sampai turun tangan. Hal ini dianggap sebagai kelalaian guru dan aparat sekolah.

Kalau berkelahi ya “diamankan” dan orang tuanya dipanggil untuk konsultasi bukannya digebukin balik lho yaaaaaa hahaha. Nah, ini kok ya ada yang bangga dulu katanya pas berantem ditempeleng sama gurunya -_-.

Tentu saja, kita tidak bisa gebyah uyah, “Amboiiii enaknyo tinggal di Eropa. Emang nih Indonesia parah abis. Ancur dah pokoknya. Ancur, ancur, ancur!!! Siapa sih presidennya?” ‪#‎eaaaaaa‬. Capek deh hahahaha :p.

Ya kita harus lihat-lihat sikon jugalah. Misalnya perbandingan jumlah murid dan guru. Gaji guru yang masih kembang kempis against their big responsibility in school. Fasilitas sekolah yang memang masih menyulitkan kedisiplinan model begini diterapkan secara sempurna.

We really need a real hard work regarding this, dari pemerintah dan dari masyarakat tentunya 🙂. Gaji guru dan segala macam hal terkait kan efeknya bisa ke mana-mana dan itu bukan persoalan sederhana.

Tapi apa iya, keterbatasan ini membolehkan kita membela si Ibu Guru secara “membabi buta” begini? 🙂. Memangnya kalau dia gajinya kecil, kerjanya susah then it will be fine kalau dia mau nyubit-nyubitin anak kita kalau lagi kesal. Wong anaknya juga yang salah kok. Begitu ya?

Yawdah, gak usah capek-capek bikin gerakan anti bullying di sekolah ajalah kalau gitu :p. Diperjuangkan sendiri ya dilanggar sendiri, zzzzzz -_-.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

***