Reflect Your HOPE, NOT Your FEAR (3)

Yak, kondisi terkini di dunia maya mengulang keseruan 5 tahun lalu jelang Pilpres 2014. Keseruan? Ketegangan jangan-jangan kata yang lebih tepat huhuhu.

Unfortunately, pasca isu Cambridge Analytica, kita tak bisa lagi meremehkan hal-hal yang terjadi di dunia maya. Dunia nyata pun bisa terseret secara signifikan.

Acara CFD di DKI Jakarta yang terkini misalnya. Acara yang setahu saya memang ajang kumpul-kumpul sekeluarga, jalan-jalan santai, sambil jajan-jajan, sudah lazim bawa anak-anak. Mengapa menjadi ajang bully-bully an?

Sebenarnya ada juga foto-foto atau BUKTI yang menunjukkan bahwa perselisihan 2 kelompok tersebut TIDAK mewarnai sepanjang acara. Tidak bisa dikatakan sebagai penggambaran KESELURUHAN ACARA CFD di hari itu.

Ada juga tuh foto yang menampilkan kedua pihak jalan bersama sambil cengar-cengir enggak saling ngapa-ngapain.

CFD 29 April juga berlangsung damai (sumber : akun Facebook Zulfan Syahnsyah)

 

Beberapa teman yang sepandangan politik dengan saya mempertanyakan, “Itu kok yang kubu sono bisa sampai segitunya ya? Udah kayak mau perang beneran?”

Nah iniiiiiiii. Pahami juga psikologi / alasan tiap kelompok. Dari kedua belah pihak.

Yang hampir selalu saya temui, pendukung kelompok “Ganti Presiden” ini sedang merasa “membela agama”. Ini “perang” mereka terhadap “kezaliman” atau apalah itu yang bertentangan dengan ajaran agama.

Makanya sering membawa-bawa istilah Firaun segala. Tahu kan ya meme-memenya pan udah banyak ituh. Kenapa Firaun? Bukan yang lain? Karena Firaun ini digambarkan langsung dalam kitab suci sebagai “musuh agama”.

Bayangkanlah kondisi psikologis mereka yang turun ke jalan buat kampanye dengan semangat seperti itu.

Tentu lebih gegap gempita karena hal ini SEOLAH titah langsung dari TUHAN. Mereka (merasa) sedang menjalankan amanah dari TUHAN yang maha penting melawan SI LAKNATULLAH FIRAUN …. bersama segenap pengikutnya atau pendukungnya! 

Gambar : pixabay.com

 

Sementara yang kubu “Tetap Pakde”, ya paling banter alasannya karena hasil kerjanya bagus misalnya. Atau tidak menemukan calon lain yang lebih baik dibandingkan beliau. Hanya memandang persoalan ini sekadar Pilpres. Tidak merujuk ke urusan surga sama neraka misalnya.

Makanya itu para Jokower atau Cebonger BERHENTILAH berusaha melakukan perlawanan dengan cara-cara model beginian. Sana bikin kaos, situ ribut juga bikin kaos. Okelah bikin kaos mah FUN, yak.

Tapi jelas kelian akan kalah dalam urusan “mengobarkan semangat juang” di area publik.

Yang di “sana” SEOLAH “MAJU PERANG” demi pengabdian terhadap TUHAN. Yah situ mungkin sekadar pengin negeri kita menjadi lebih baik pembangunannya di tangan Pak Jokowi. Ya jelas KALAH! Hahaha.

On the other hand, pihak Jokower pun ada yang sering menyebarkan ketakutan-ketakutan instead of HARAPAN. Kalau yang “sana” ya sudahlah ya. Kita juga bingung mereka mau menebarkan harapan apa karena dari awal slogannya adalah “ASAL BUKAN ANU”.

Pemicunya adalah KETIDAKSUKAAN pada ANU, bukan karena MENDUKUNG LAWANNYA ANU. Ke Ahok juga “mereka” begitu, ke Pak Jokowi pun sama.

Then why do we have to do the same thing? Pathetic itu mah kalau kalian juga sok-sok menebarkan ketakutan. Don’t!

Kalau yang sana suka mengancam-ancam dan menakuti-nakuti tentang PKI lah, serbuan tenaga kerja asing lah, China mau menguasai Indonesia lah, Islam mau dihancurkan, dan berbagai imajinasi-imajinasi liar yang sangat minim bukti .

Di kubu Jokower juga ada yang model begini. Sok-sok ngancem, Jakarta akan hancur kalau bukan Ahok yang menang! Set dah! Hahahaha. Heloooooo, santai aja maleeeeehhhh.

Buktinya sekarang fine-fine saja kan di Jakarta. Ya mungkin ada beberapa hal yang BERUBAH tapi lebay kali pun sampai bilang HANCUR yadda-yadda-yadda .

Percaya sama saya, orang Jekardah mah setrong! Saya ngalamin banjir besar tahun 2007 tuh. Meeting di customer di Tangerang, kena macet 5 jam ke Pancoran. Bareng teman saya yang lagi hamil muda. Kita ketawa-ketawa saja di mobil. And we STILL ALIVE years after that! Hahaha.

Kalau urusan Pilpres pada ngancem, katanya kalau bukan Pak Jokowi yang menang, nanti korupsi merajalela, pembangunan mangkrak dan seterusnya dan seterusnya!

Benar-benar pendukung stres semua dah hahaha.

Jangan begituuuuuuuu .

Walaupun mungkin sudah bosan dan ternyata kemarin pas di Ahok kita kalah sih (hahaha), KITA TETAP HARUS menebarkan HARAPAN instead of FEAR. Mengapa? Simply because it’s THE RIGHT THING TO DO! 

Jangan bosan share hasil kerja beliau. Jangan patah semangat menunjukkan bukti nyata di sekitar kalian yang membuat kalian tetap mendukung beliau. Jangan gentar terus menghujani timeline dengan hal-hal yang KITA anggap sebagai prestasi-prestasi positif beliau. Walau mungkin yang “sono” so pasti ngamuk dan tidak setuju hahaha.

Kalau sudah begitu mereka tetap baper, itu sudah bukan tanggung jawab kita lagi yes? Masa kita share kebaikan orang lain, mereka marah! Itu sih jatuhnya sudah DENGKI .

Tahu film Monster Inc. gak? Nah ini salah satu film animasi kesayangan saya.

Monster Inc (gambar : disney.wikia.com)

 

Saat akhirnya Sullivan mengambil alih Monster Incorporated dari tangan Waternoose, Waternoose sempat bilang, ““I hope you’re happy, Sullivan. You destroyed this company. Monsters Incorporated is dead! Where will everyone get their scream now? The energy crisis will only get worse, because of you!”

Monster Inc. mengambil energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Negeri Monster dengan cara menakut-nakuti anak-anak manusia dalam mimpi-mimpi mereka di malam hari.

Somehow para monster punya akses untuk memasuki kamar anak-anak ini di malam hari untuk menakut-nakuti mereka. Makin menakutkan para monster, makin takut si anak-anak ini, dan makin kencang pula teriakannya, makin banyak energi yang terserap.

Anak-anak makin stres, energi makin cespleng.

Tapi Sullivan sudah menghancurkan metode ini. Namun, apa benar Monster Inc. remuk di tangan Sullivan?

Despite using the kid’s fear, Sullivan punya ide LAIN untuk meraup energi bagi Negeri Monster.

Mike – Sullivan – Boo (gambar : cinelinx.com)

 

Jika dulu para monster berusaha keras menakuti dan mengancam anak-anak, kini mereka bekerja giat memainkan berbagai macam lelucon, mengisahkan cerita-cerita kocak untuk membuat ANAK-ANAK TERTAWA.

Yup, instead of, memanfaatkan jeritan mereka sebagai sumber energi, Sullivan menemukan cara berbeda untuk mendapatkan energi yang 10 x lipat lebih besar. Para monster tetap memasuki pintu anak-anak secara rutin, tapi yang diincar kini bukan teriakan ketakutan mereka lagi. Tapi tawa mereka.

Hubungan monster dengan anak-anak malah harmonis. “Scare Floor” yang tadinya selalu bernuansa tegang dan ‘dingin’ kini hiruk pikuk penuh balon-balon dan tawa ceria para monster .

Pesan moralnya sangat INDAH, bukan? Did you get it?

Jeritan anak-anak itu identik dengan ketakutan, kebencian dan banyak hal negatif lainnya. Sementara tawa anak-anak selalu diasosiakan dengan kegembiraan, keceriaan dan banyak hal positif lainnya.

Sullivan mengajarkan kepada kita, “Kegembiraan itu efeknya 10 kali lipat lebih dahsyat daripada ketakutan.”

Sullivan and Boo (gambar : weheartit.com)

 

Menebar HARAPAN dan hal positif itu kekuatannya lebih besar daripada menghasut untuk membenci.

Dari kisah FIKSI pun kita bisa belajar banyak hal-hal untuk kebaikan kita di dunia yang NON FIKSI ini, yes? 

Seems like too good to be true, yak hehehehe. But I’m a believer! Aren’t you? 

Yuk yaaaaa, putuskan lingkaran setannya. Sampai kapan ini saban ada kampanye berantem meluluuuuuuu .

Kita memilih atau mendukung dengan harapan agar negeri kita tercinta, Negara Kesatuan Repuplik Indonesia bisa dibawa ke arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan BAPAK JOKO WIDODO. Sudah kita cek hasil nyata-kinerja-rekam jejak beliau dibanding alternatif yang lainnya yang sudah ada. Entah kalau nanti ada kejutan ada calon lain ye kaaaannn .

Bukan karena takut sama ini itu .

So … “May your choices reflect your hopes, not your fears.” ― Nelson Mandela

Untuk prestasi-prestasi kerja Pak Jokowi jangan lupa LIKE dan SHARE (kalau mau) dari fanpage resmi beliau di Presiden Joko Widodo. Klik aja itu jangan sampai salah page, banyak yang abal-abal nan provokatif juga soalnya.

Insya Allah, dengan atau tanpa PAK JOKOWI, NKRI tidak akan hancur apalagi bubar . Karena doa-doa terbaik kita akan terus mengawal negeri ini, kan, kan, kaaaaaannn SIAPA PUN PRESIDENNYA .

Tapi jadi presiden memang berat sih, kamu belum tentu bisa. Pakde ajalah #dasarCebong ??????

Salam 2 periode! ✌️✌️

Gambar : foto resmi dari istana kepresidenan

Gerakan Mengecilkan Perut : Hasil “Clean Eating” Seminggu + Olahraga di Rumah

Seminggu terakhir ini memang gencar dengan kampanye gerakan mengecilkan perut hahaha. Yup, datang rajinnya diposting juga hasil selama seminggu terakhir. Enggak usah pakai foto-foto yak, maluuuuuu hihihi.

Masih ingat ya saya posting minggu lalu tentang niat untuk menurunkan berat badan kembali, tapi kali ini disertai dengan target-target pembentukan. Utamanya paha dan perut :D.

Dimulai per hari senin 16 April kemarin. Hasilnya dalam : tidak mencapai turun 2 kg huhu. Tapi lumayan mendekati, turun 1.8 kg. Not that bad lah ya.

Gerakan Mengecilkan Perut

Yang paling terasa tentu area paha dan perut. Lumayan banget hasilnya dalam 1 minggu, mungkin karena memang ini pahanya gembor-gembor dikit aja. Berat badan awal juga tergolong stabil tapi ya begitulah, pengin balik ke 48 kg lagiiiiii 😀 *aamiin*.

Dua proses penting dalam penurunan berat badan + pembentukan bagian tubuh :

  1. Menjaga pola makan

Kalau saya ya tinggal ngikutin Food Combining saja. Diperketat. Kalau lagi “santai” kan paginya saja makan buah. Siang dan malam kadang suka bablas. Makan karbo bisa siang dan malam, banyak pula hahahaha.

Untuk panduan makan food combining bisa dicek di sini, ya.

Tanpa menjaga pola makan dan serius menjalani “clean eating”, mau melakukan 1000 gerakan mengecilkan perut juga jadi sia-sia, deh.

Kalau misalnya harus memilih jaga pola makan SAJA vs Olahraga SAJA, pilihlah opsi pertama. Karena menjaga pola makan itu pengaruhnya 70-80%. Olahraga doang tanpa menjaga pola makan ya sama juga bohong.

Yang PALING BAGUS ya dikerjain DUA-DUANYA. Sambil menjaga pola makan, olahraga dengan rutin dan disiplin (y).

3 hari pertama benar-benar disiplin “clean eating”nya. Sampai-sampai enggak nyentuh nasi putih sama sekali *ecieeee*. Tapi ingat, clean eating bukan berarti NO CARBS at all, ya. Untuk karbo saya konsumsi oatmeal.

Cemilan juga selektif. Pilih biji-bijian/kacang-kacangan. Surprisingly, enak dan kenyaaaaaannggg ^_^. Ini ada yang jual cemilan sehat di supermarket. Tinggal beli. Sekotak gini, udah kenyang banget sekali makan cuma 89 sen lho *penting* hahaha.

Cemilan sehat, biji-bijian/kacang-kacangan

Harusnya pagi hari, dari bangun tidur sampai jam 12 siang makan buah-buahan saja. Tapi saya sudah niat tidak mengkonsumsi karbohidrat untuk makan siang dan malam. Jadi, jam 9 pagi, saya makan oatmeal.

Oatmeal pakai madu + susu almond + kacang dan kismis. Pas di foto ini kacangnya lagi gak ada. Enak dan kenyang jugak :D.

Oatmeal + susu almond + kismis

Makan siang protein hewani + sayuran (ingat prinsip kombinasi makanan dalam Food Combining/FC, ya). Kalian tidak perlu FC kalau kurang sreg. Silakan diikuti panduan makan sehat yang lain yang dirasa lebih cocok ^_^.

Nah, kebetulan pas lagi bikin somay. Somay gak ideal-ideal amat sih karena masih ada tepungnya. Tapi saya kalau bikin somay, tepungnya dikit. Yang banyak ikan + ayamnya, somay belagu sok tajir hahahaha. Eh ada cheating karbo dikit juga dari kulitnya sih -_-.

Makan pakai sayur-sayuran segar. Gak pakai kuah kacang. Gak terlalu doyan.

Somay + sayuran segar

Makan malam juga protein hewani + sayuran segar. Gak kefoto. Kalau gak salah ikan kukus + sayuran segar.

Nah, 3 hari kayak gitu deh. Pas hari ke-4 jebooollll hahaha. Tapi pas ngemilnya aja yang nakal. Makanan utama tetap sama. Pagi buah + oatmeal. Makan siang dan malam juga protein hewani + sayuran segar. Cuma ngemilnya itu makan biskuit gandum + coklat hahahaha. Gak tahan deh sama yang manis-manis apalagi coklat-coklatan :p.

Kira-kira jadwalnya begini :

Sarapan buah pukul 7 pagi –> pukul 9 makan oatmeal –> pukul 12.30  makan siang –> pukul 15.30 ngemil –> pukul 17.30  makan malam

Beberapa tips penting dalam urusan pola makan selain “clean eating” dari segi jenis dan porsi makanan :

  • Usahakan makan di waktu tertentu SETIAP HARI. Jadi misalnya sarapan jam 7, besoknya tetap jam 7 dan besoknya lagi juga begitu. Sampai jam ngemil pun usahakan di waktu yang sama. Ngemil yang sehat, yes? :D.
  • Kosongkan perut 3-4 jam sebelum tidur! Ini juga pengaruhnya gede banget, lho. Kalau tidur pukul 10 malam, usahakan terakhir makan itu benar-benar pukul 6-7 malam. Setelah itu jangan MAKAN APA-APA lagi, kecuali minum air putih.
  • Jam tidur minimal 6 jam. Optimalnya 8 jam.

Ah ya, kalau makannya model begini, suami dan anak-anak gimana? Ya mereka sih makan tetap  kayak biasaaaaa hehehe. Saya masak Soto Daging tuh tempo hari tapi gak nyentuh sama sekali. Kalau  makan soto pasti pengin pakai nasi segentong soalnya hahaha. Kemarin tuh posting Resep Sop Saudara :p.

Jangan khawatir, kalau niat kuat, enggak akan ngaruh kok ;).

2. Olahraga

Olahraga sebanyak 3x sehari. Pagi-pagi jam 6, latihan lengan + squat. Latihan lengannya ngikutin salah satu video dari Blogilates. Kan macem-macem tuh. Tingal digonta-ganti aja biar gak bosen. Durasinya sekitar 20 menit an.

Pukul 12 siang, olahraga sesi 2. Fokus ke perut dan paha. Durasi sekitar 20-30 menit.

Gerakan paha juga banyak ngikutin video-video dari Blogilates untuk pembentukan paha. Gerakan mengecilkan perut kombinasi dari Blogilates dan FitnessBlender yang sudah dibahas minggu lalu.

Sebelum tidur, sekitar pukul 9 malam, olahraga lagi sesi terakhir di hari yang sama. Pas kan 3x olahraga ^_^. Durasinya sama kayak olga sesi ke-2 di siang hari, 20-30 menit.

Gerakan mengecilkan perut kadang nyoba yang standing position kayak gini nih, salah satu video dari FitnessBlender :

Kalau yang posisi bobok-bobok an biasanya ngikutin video dari Blogilates :

Buat pemula atau yang sudah lama enggak terlalu rutin olahraga, walau durasinya pendek, video-video ini lumayan susah lho hehehe. Padahal rata-rata 10 menit aja. Ada yang kurang malah.

Don’t worry, yang penting ikutin seoptimal yang kita bisa. Kalau pun perlu jeda, jangan benar-benar berhenti. Jeda sebentar, tapi terus lanjutin lagi. Kalau pun tidak bisa benar-benar ngikutin gerakannya, coba ubah gerakannya untuk yang pemula. Kayla Itsines mencontohkan beberapa gerakan advanced yang bisa diubah untuk para pemula, cari deh videonya cobak.

Gerakan-gerakannya mirip-mirip kok, antara Blogilates-FitnessBlender maupun Kayla Itsines. Sayang, Kayla enggak gratisan sih hihihi *ngikikPelit*.

Makin hari atau makin sering ngikutin lama-lama makin mantep bahkan bisa ngikutin full mudah-mudahan (y).

Tetap semangat, yes? ^_^.

Minggu depan saya update lagi, yak. Saya tetap ON nih. Tetap lanjooooodddd. Sekalian persiapan bulan Ramadan, biar fit dan segar menyambut bulan suci ^_^. Aamiin.

Semangat !!!!

Updated : ini yah saya bikinin vlog secara garis besar soal menurunkan berat badan via olahraga + menjaga pola makan :

https://www.youtube.com/watch?v=b_X0xW8MRpg

Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya di sini, yak ^_^. Itu tinggal login pakai Google Account (gmail account) terus pencet tombol merah “subscribe”. Thanks in advance ;).

Kisah Nabi Syuaib

FIKSI dalam Kitab Suci?

Kaum Madyan, dalam kisah nabi Syuaib, diceritakan gemar berbuat curang, licik, dan tidak adil. Salah satunya, melebihkan timbangan dalam urusan jual-beli.

Nabi Syuaib dikirimkan oleh Tuhan untuk memberi peringatan kepada kaum tersebut. Karena membangkang, hukuman keras pun dijatuhkan.

Kisah nyata atau bukan, sih? Fiksi kah? Rekaan semata? Atau memang benar adanya?

Pertanyaan saya, DOES IT MATTER ???

Kisah Nabi Syuaib
Gambar : pixabay.com

 

Apakah kisah tersebut diuraikan berulang-ulang dalam kitab suci agama-agama Samawi dengan alasan supaya kita :

1. Mencari di pasar mana itu kejadiannya saat Kaum Madyan melebihkan timbangan? Iyah dong, kalau bukan FIKSI ya pasti ada datanya.
2. Apa warna rambut Nabi Syuaib? Ganteng kah? Berapa tinggi badannya, ya? Cerita-cerita non fiksi pasti mudah membuktikan hal seperti ini.
3. Siapa saja nama-nama para pedagang yang suka curang itu?

SERIOUSLY???? ???

Coba diubah sedikit sudut pandangnya –> “Woowww, ngelebihin timbangan aja, itu juga paling jual-jual sembako di pasar, sampai dihukum segitu berat?”

Apa sih bahayanya melebihkan timbangan itu? Paling curang-curang 100-200 gram. Gak bakal bikin orang lain meninggal, lah.

OH, REALLY????

Mungkin, istilah melebihkan timbangan jadinya lebay untuk hukuman seberat itu. Geser dikit saja, melebihkan timbangan itu kira-kira sama tidak maksudnya dengan melebihkan anggaran?

Nah, kalau dengar kata ANGGARAN, mudah-mudahan segera siuman dan paham bahayanya tingkah laku yang kita anggap sesederhana MELEBIHKAN TIMBANGAN .

Teman-teman, melebihkan ANGGARAN merupakan salah satu praktik KORUPSI yang sangat-sangat lazim di berbagai negara. Berbagai negara itulah yang kini sangat terpuruk dan tertatih-tatih untuk berusaha bangkit.

Gambar : pixabay.com

 

Tidak perlu saya terangkan EFEK dan BAHAYAnya kaaaaaaannnn. Jangan yaaaaa, saya lagi datang bulan nih, lagi enggak bisa diajak becanda ha-ha-ha .

Sudah pernah baca artikel saya tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK) negara-negara di dunia belum? Berbanding cukup lurus antara IPK dan kesejahteraan masyarakat secara umum dalam negara yang sama.

Efek korupsi sanggup melumpuhkan sosial-hukum-ekonomi suatu bangsa. Rendahnya tingkat pendidikan, terorisme, lingkungan tidak layak, adalah sebagian diantaranya.

Tidak usah kalian pusingkan kalau ada yang bilang fiksi lah anu lah itu lah. Karena bukan itu tujuan dan inti sari yang mungkin ingin disampaikan Tuhan melalui kisah-kisah, melalui ayat-ayat suciNya.

Renungkan hikmahnya. Tidak usah dipikirkan apa warna kapalnya Nabi Nuh atau seberapa gede itu kapal sehingga bisa mengangkut milyaran jenis hewan whatsoever .

Mungkin dari hikmah-hikmah yang ada bisa kita sarikan kepada bagaimana kita bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana pesan-pesan ini sungguh punya makna mendalam untuk menebar manfaat bagi kehidupan yang lebih baik bagi SELURUH UMAT MANUSIA.

Kisah Nabi Syuaib
Gambar : pixabay.com

 

Kemarin saya membaca tulisan Mbak Andri Ani mengenai peneliti yang membandingkan produktivitas seseorang berdasarkan keyakinannya beragama.

Ya itulah. Sudah seharusnya agama itu tidak membuat kita gampang sewot, meributkan hal-hal yang sungguh jauh dari intisari atau pesan yang ingin disampaikan.

Agama seharusnya meningkatkan produktivitas yang berbanding lurus dengan efek positif ke diri sendiri dan orang lain. Agama membawa kita menjadi orang-orang yang lebih bersemangat menjadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik UNTUK SEMUA MAKHLUK.

Jangan hanya “indah dan menyenangkan” buat orang-orang yang satu pandangan politik denganmu saja, yes? #eaaaaaa#ekorCebongnyaManaKak ha-ha-ha.

Keimanan, konon seharusnya mendekatkan kita kepada ketenangan.

“Wa man tabi’a hudayya falaa khaufun ‘alaihim walaahum yahzanuun.” –> Siapa yang mengikuti petunjuk, maka tak ada ketakutan padanya, tidak pula ada kesedihan.”  –> nah saya juga kurang paham apakah ini fiksi apa bukan.

Tingkat keimanan tidak diukur berdasarkan seberapa sering kalian mengamuk kalau ada orang lain berkomentar “aneh-aneh” tentang kitab suci dan semacamnya, kan? Atau memang itu ukuran keimanan yang benar, ya? You tell me.

Kalau memang sungguh ingin membahas FIKSI, apa masih kurang banyak serial Marvel yang bisa kita bahas bareng-bareng? Hihihi. Ih coba deh, gue belum nonton Black Panther cobak *akuMerasaHina* huhuhu >_<.

“Bahasa Dunia” vs “Bahasa Surga”?

Belajar bahasa Arab emang lagi heiiiitttzzzz :D.

Pernah sampai dulu teman ada yang nyolek saya,

“Jee, lo dulu pernah di Arab kan?”
“Iya di Saudi. Kota Jeddah.”
“Eh ini, bahasa Arabnya semoga cepat sembuh apa ya?”
“Kenapa emang?”

belajar bahasa Arab
Gambar : pixabay.com

“Udah sih buruan apaan. Ini soalnya di grup sekarang gitu-gituannya pakai bahasa Arab terus.”

Saya pasang icon ngakak banyak-banyak, “Ya udah, lo pakai bahasa Indonesia ajalah. Atau bahasa Inggris kan lo juga bisa. Ribet amat kudu ikut-ikutan ngarab. Mending ngerti.”

Lagipula, kata ganti orang dalam bahasa Arab itu memang dahsyat. Ada 14, Cyin!

Dese ngambek hahaha.

Dalam komunikasi juga harus mempertimbangkan tren dan pola kehidupan masyarakat sih, ya. Kita harus paham mengapa membahas persoalan bahasa Arab itu JELAS lebih sensitif ketimbang benerin grammar dalam bahasa Inggris misalnya.

Kalau pengalaman saya yang dulu-dulu, misalnya membahas soal Arab Saudi memang akan lebih mengundang kerumunan ketimbang bahas negara Irlandia misalnya hehehe.

Kalau kebetulan tulisannya berisi kritikan … byuh-byuh-byuh bisa diterkam kita dari segala penjuru! *lariTunggangLanggang* Hahahaha.

Heran dah, eike lebih sering menulis yang “manis-manis” tentang Saudi, begitu ada kritikan langsung dituduh Anti Islam, Liberal, bla bla bla.

Nah kasus yang sama juga untuk bahasa Arab . Di postingan seorang teman tentang penggunaan bahasa Arab sempat viral. Apalagi kondisi sekarang, if you know what I mean .

Di postingan itu, saya paham sih maksudnya si TS mau mengajarkan soal penggunaan bahasa Arab yang benar. Tapi mungkin terasa ada beberapa diksi yang seperti menyindir.

Sekali lagi ingat ya, ini BAHASA ARAB! Belum tentu respons yang sama akan datang kalau misalnya yang dibahas bahasa Inggris, mungkin responsnya biasa-biasa saja .

Dari komentar-komentar di postingan viral itulah jadi kita bisa sedikit meraba-raba mengapa hal ini jadi sensitif banget?

1. Ada istilah bahasa Surga. Malah ada yang ngotot nanti kalau di Hari Akhir kita ditanya-tanya malaikat pakai bahasa Arab. Wah, ini saya belum pernah dengar sebelumnya.

Saya tahunya nanti konon mulut kita terkunci rapat, yang berbicara adalah amalan dan perbuatan yang diwakili oleh anggota-anggota badan selain mulut. CMIIW, ya.

Lagipula apa benar Tuhan dan para malaikat tidak tahu bahasa lain selain Arab? Waduh, jangan meremehkan gitu lah hehehe. Sudah lihat video viral gadis mungil usia 4 tahun yang lancar berbicara dalam 7 bahasa? .

2. Menggunakan bahasa Arab pahalanya lebih besar. Apalagi dalam doa. Ada benarnya. Tapi apa berarti kalau pakai bahasa lain jadi terasa “kurang”? Harusnya enggak lah. Prinsip niat dan keikhlasan tetap berlaku. Dan yang bisa membaca gitu-gituan ya Tuhan saja. Jangan mendadak lebih Tuhan daripada Tuhan :p.

3. Ada yang membahas keutamaan menuntut ilmu bahasa surga ketimbang bahasa kafir. Emang ada bahasa yang kafir? Hahahaha . Jadi saya haluskan istilahnya di judul menjadi “Bahasa Dunia” .

Ya semua bahasa itu juga ilmu doooong ;). Semua bahasa-bahasa ini jika dipergunakan untuk kebaikan dan membawa manfaat positif buat banyak orang (juga diri sendiri) ya insya Allah bisa menjadi bekal kita menuju surga. Aamiin .

Untuk urusan muamalah di dunia ya bahasa Inggris juga keutamaannya tinggi lho itu . Disepakati sebagai bahasa internasional. Apa manfaatnya? Ya masa harus saya terangkan sih .

4. Bahasa Arab ada pahala lebih. Pahalanya tiap huruf. Ini apa benar begini? Setahu saya ini untuk bacaan alquran BUKAN bahasa Arab secara umum. Duh kemarin lupa nanya ke Pak Ustaz hehe.

***

Soal bahasa Arab ini teringat pengalaman tinggal di Jeddah dulu. Ada teman saya fasih sekali berbahasa Arab tapi tidak terlalu piawai berbahasa Inggris. Saat ada urusan di tempat publik, dia bungkam seribu bahasa.

Dia memilih memanggil teman yang jago berbahasa Inggris untuk menemaninya. Pasti kalian yang belum tinggal di Saudi bingung. Ribet amat, ya tinggal bahasa Arab saja pasti beres urusan.

Jadi begini … saya sempat getol mau belajar bahasa Arab waktu masih di Jeddah. Saya ajak teman. Jawaban dia, “Ngapain lu belajar bahasa Arab. Entar disangka TKW lho!”

Ooooo karena itu hahahahaha.

Ternyata memang benar. Stereotip TKW Indonesia, yang sayangnya sebagian besar mengisi ranah “informal-domestik”, fasih berbahasa Arab tapi tidak bisa berbahasa Inggris.

Malasnya gitu sih kalau dianggap TKW. Ngeri aja kalau sampai kena razia zzzz . Syukur-syukur kagak diculik disuruh kerja di rumah majikan hahahaha. Ditanya-tanya “Kerja di mana” saja kita ya pasti ada rasa gimana gitu kan?

Jenguk teman di rumah sakit mentereng, gue kagak dibukain pintu disangka TKW kali hahahaha. Sikat saja jelasin pakai bahasa Inggris panjang lebar dengan aksen se-Hollywood mungkin (hahaha), langsung terbirit-birit dese buka pintu! It was so hilarious! ????.

Saya tetap semangat pengin belajar bahasa Arab . Tapi belajar bahasa lain juga mau bangeeeeeetttttt . Sekarang jalannya masih lagi belajar bahasa Spanyol dulu .

Sekarang ini, kalau di grup-grup WA, walau dari atas sampai bawah komentar berisi, “Barakallahu fii umrik” dst, saya tetap berkomentar dengan riang gembira, “Happy birthday, Sayaaaanggg. Many happy returns.” Hihihihi.

Saya nyaman pakai bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia juga nyaman cuma malas ngetik panjang-panjang hahahaha. Bahasa Inggris enak, biasanya lebih singkat .

Kalau bahasa Arab walau ada pernah nyangkut dikit, memang belum terlalu nyaman menggunakannya . Takut juga ada rasa ekslusif, ya. Apalagi kalau memang bukan bahasa sehari-hari kita.

Yah namanya di media sosial memang harus banyak-banyak pertimbangan. Saya sih setuju-setuju saya dari postingan teman-teman soal kehati-hatian berbahasa (secara umum) jadi sedikit ingat lagi dengan bahasa Arab dan kaidah-kaidahnya.

Tapi ya juga harus menerima konsekuensi yang menyertainya . Singgung yang “arab-arab” ya harus siap diberondong peluru “benci banget sih sama Islam Mbak?” dst .

Ngomong-ngomong, saya sih percaya segala perbedaan bahasa -etnis-budaya di dunia ini ya memang DICIPTAKAN oleh Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dari kecil juga, guru mengaji saya pun tidak pernah ya rasanya ngajarin bahasa-bahasa surga apalah-apalah.

Bahasa surga yang saya pahami ya bahasa kasih sayang, bahasa keadilan, bahasa pemahaman, bahasa pengertian, bahasa keikhlasan … apa pun kata-kata yang diucapkan untuk mengungkapkannya .

“Love has no language barriers. Whatever words you speak, the heart will surely understand.” -anonymous-

Selamat berakhir pekan, have a nice weekend, ten un buen fin de semana .

Sinai Berdarah

Sinai memang spesial. Sejak tahun 1948, sudah bolak balik wilayah ini menjadi perebutan antara Israel dan negara-negara Arab di sekitarnya, termasuk Mesir.

HIngga akhirnya di tahun 1979-1982, dalam beberapa perundingan dan kesepakatan, Mesir menjadi “penguasa sah” atas Semenanjung Sinai. Wilayah ini menjadi bagian dari negara Mesir yang terletak di wilayah Asia. Mesir sendiri “resmi”nya masuk ke dalam jajaran negara di benua Afrika.

Sinai Mesir
Semenanjung Sinai (gambar : themuslimtimes.info)

 

Semenanjung Sinai, beberapa terakhir ini, telah mengalami banyak masalah yang serius. Puncaknya, 3 hari yang lalu. Kabar terakhir lebih dari 300 orang meninggal akibat serangan yang diarahkan ke Masjid Bir-Al-Abed, saat pelaksaan Shalat Jumat.

Dalam korban yang tewas, puluhan diantaranya adalah anak-anak .

Diskusi soal Sinai kurang tepat jika hanya dikaitkan dengan kelompok-kelompok militan yang ada di sana. Walau sejak lama wilayah ini memang menjadi basis bagi peredaran senjata dan “tempat ngumpul-ngumpul”nya kaum separatis di lokasi sekitar.

Mungkin kedengarannya klise ya, tapi jika dirunut-runut, akar utama berkembangnya militansi di wilayah ini justru dipicu oleh hal-hal sekuler.

Secara geografis, wilayah Sinai tergolong “berat”. Gurun tandus mendominasi wilayahnya. Ketimpangan pembangunan dan terbatasnya sumber daya yang dikembangkan di sana melahirkan kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam banyak hal . Situasi kondisi yang sangat memungkinkan atas suburnya militansi/paham-paham radikal.

Masyarakat Bedouin, mayoritas yang merupakan suku lokal setempat, sudah lama mengkritisi pemerintah pusat atas ketidakadilan di wilayah Sinai.

Tahun 2011, di masa-masa “Arab Spring”, Semenanjung Sinai makin ricuh. Warga Sinai seolah mendapat momentum dari bangkitnya gerakan-gerakan separatis di beberapa wilayah Arab , misalnya Libya.

Peredaran senjata di Sinai makin marak dan memberi jalan bagi Bedouin untuk menegaskan perlawanan mereka kepada otoritas Mesir. Jatuhnya Husni Mubarak membuat wilayah Sinai makin liar.

Kelompok separatis berbasis jihad (Islam) juga menemukan “jalan”nya di Sinai. Kelompok ini menjadikan Sinai sebagai benteng untuk menghardik Israel di perbatasan (khususnya di Gaza).

Dari konflik lokal yang diakibatkan rasa terasing dari pemerintahan pusat, kisruh di Sinai berkembang menjadi gerakan-gerakan jihad, hendak mendirikan Negara Islam.

Sinai mesir
Masjid yang diserang, menewaskan lebih dari 300 orang (gambar : cnn.com)

 

Otoritas Republik Mesir merespons dengan operasi-operasi militer. Membuat perlawanan makin menjadi.

Kudeta terhadap Mursi mengguncang stabilitas politik Mesir yang kembali dimanfaatkan oleh kelompok separatis. Pemerintahan baru di Mesir mengambil langkah militer yang lebih “keras” terhadap Sinai.

Sebuah kelompok di Sinai akhirnya mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISIL ( Islamic State of Iraq and the Levant).

Bentrokan-bentrokan fisik antara kelompok-kelompok separatis di Sinai yang ingin memerdekakan diri dan militer Mesir mewarnai perseteruan ini sejak tahun 2013 hingga kini.

Pemerintah Mesir terus menerus melancarkan operasi militer yang justru membuat warga Sinai makin marah. Korban pun berjatuhan dari pihak sipil.

Beoduin sendiri tidak pernah jelas berada di pihak yang mana. Apakah mendukung ISIL atau bergerak mandiri untuk melepaskan diri dari Mesir?

Awalnya, kelompok-kelompok sufi yang mendominasi wilayah ini sebelum para jihadis datang dan berkuasa. Konflik internal dalam segi kepercayaan juga terjadi.

Sinai mesir
Masjid di Bir-al-abed, Sinai (Gambar : nbcnews.com)

 

Sudah sejak lama, oleh beberapa kalangan muslim, kelompok Sufi ini dituduh”murtad” dan mempraktikkan hal-hal yang dianggap sesat seperti sihir dan semacamnya.

Perselisihan antara ISIL dan Tareket Sufi inilah yang mungkin menjadi penyebab serangan terhadap Bir-Al-Abed, yang dikuasai oleh Kelompok Sufi. Tetapi saat Shalat Jumat tiba, banyak pula muslim non sufi yang bersembahyang di tempat ini.

Ruwet, ya? .

Ditambah lagi kondisi Mesir secara ekonomi memang masih tergolong “negara dunia ketiga”. Indeks Persepsi Korupsi di Mesir juga tergolong rendah (34). Menempatkan Mesir berada di urutan ke-108 sebagai negara yang paling tidak korup.

Jumlah penduduknya pun tergolong banyak. Sekitar 95 juta penduduk Mesir yang harus diurus oleh pemerintahnya. Dengan luas wilayah yang tidak sedikit dan bentang alam yang tidak mudah, terutama di Semenanjung Sinai. Stabilitas politik dalam negeri yang turun naik berkali-kali turut menyumbang bagi rumitnya kondisi Mesir akibat perebutan kekuasaan oleh mereka-mereka yang haus kuasa.

Sinai Mesir
Gambar : worldatlas.com

 

Kelimpahan pula masalah-masalah dari negeri-negeri tetangganya termasuk kelompok-kelompok separatis yang sudah “nyaman” di Sinai selama bertahun-tahun.

Tambah runyam karena mereka berbaur dengan masyarakat sipil yang membuat Militer Mesir makin salah tingkah harus berbuat apa. Kalau dibiarkan ya makin menjadi, mau dilawan ya akan mengorbankan penduduk sipil.

Itulah mengapa konflik seperti ini seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh pemimpin dunia. Karena pada akhirnya semua akan kena “giliran” juga kalau dibiarkan dan tidak peduli.

Sungguh berat tugas seorang pemimpin. Dari sebuah ceramah yang pernah dikirim oleh seorang teman, seorang ustaz dari Malaysia menekankan bahwa syarat menjadi pemimpin politik (dalam kaitan birokrasi sebuah wilayah/negara) syaratnya cuma 2 : KUAT dan AMANAH.

Cuma DUA itu, Al Qowiy dan Al Amin, tapi kesulitannya sangat luar biasa.

Semoga kita semua terus diberi kemampuan untuk bisa memilih pemimpin yang tepat, ya. Agar kelak mereka mampu menjadi penyelenggara negara yang tidak hanya KUAT tapi juga amanah membangun seluruh pelosok negeri dengan seadil-adilnya. Rusaknya pondasi amanah yang membuat korupsi seperti tidak pernah menemukan jalan keluar.

Terkait agama yang saya yakini, mengutip pesan dari Buya Syafi’i Maarif bahwa keadilan sosial adalah hal yang paling keras diperintahkan dalam alquran. And now we should know why, though we learnt it the hard way.

Apa yang terjadi di Sinai, akar masalahnya ya tidak jauh-jauh dari pedihnya harga yang harus dibayar akan diskriminasi terhadap warga negeri sendiri. Ingatlah Rohingya, ingatlah Kurdi, ingatlah pertikaian lain di berbagai belahan dunia yang sebenarnya disebabkan oleh itu-itu juga .

Semoga Tuhan berkenan menganugerahkan kekuatan sekaligus kelembutan bagi seluruh pemimpin-pemimpin negeri di dunia ini.

Menghadapi kelompok-kelompok militan seperti ISIL/ISIS dkk ini mungkin tidak tepat lagi jika dikerasi dan ditekan atau dilawan dengan cara yang sama. Karena sudah berkali-kali terbuktikan bahwa :

“Darkness cannot drive out darkness; only light can do that. Hate cannot drive out hate; only love can do that.”
Martin Luther King, Jr.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya akan tragedi di Sinai, Mesir. As hard as it could be, semoga masih ada cinta yang tersisa di dalam kalbu para keluarga korban yang masih hidup. Ya Allah, bantu kami semua memutuskan lingkaran setan ini. Aamiin <3.

Gambar : geekclubbooks.com