Human First

Saya tidak tahu dengan agama lain, tapi dalam Islam sendiri memang terasa ada yang menganggap (mudah-mudahan hanya sebagian kecil) bahwa “DUNIA SEDANG INGIN MENGHANCURKAN ISLAM” yadda-yadda-yadda.

Ide tentang khilafah itu mungkin lahir dari keinginan untuk bersatu melawan “musuh” itu. Tak paham juga siapa musuh yang dimaksud.

Yah pokoknya ada sebuah kekuatan di luar sana yang sedang menghancurkan Islam dan Islam gagal karena tidak bersatu. Akyu pun pernah join NII KW IX yang dulu ramai di kampus-kampus di tahun 2000 an *tutupMuka*.

Misalnya pelarangan cadar (which is alasan-alasannya cukup rasional sebenarnya) tetap saja dianggap ingin menghancurkan Islam. Padahal di Amerika Serikat, di Irlandia, negara-negara “kafir” (hahaha) yang pernah saya tinggali, pakai cadar mah okeh-okeh saja.

Itu kemarin saya melihat emak-emak bercadar mengobrol dengan sales toko (emak bule sebule bulenya which is definitely NOT A MOSLEM) di dalam toko baju. Terus mereka cekikikan berdua entah ngobrolin apa.

Yang jelas gue kesel karena gue ngincer baju yang dipegang si emak bercadar tapi dia duluan, dammit! Hahahahaha .

“Mereka” yang merasa Islam mau dihancurkan misalnya mencela DEMOKRASI, tidak suka kapitalisme, karena tidak ada dalam alquran dst dst.

Perjuangan di era sekarang terus menerus dicari benang merahnya dengan perjuangan Rasulullah di masa awal. Yang menjadikan mereka terus-terusan mencari musuh seperti Firaun, petinggi-petinggi Quraisy dst dst.

Maka hadirlah Kaum Yahudi yang katanya menjadi musuh utama kaum muslim sejak dulu kala sampai sekarang. Pemimpin-pemimpin negara-negara adidaya (yang so far non muslim semua) dianggap sebagai petinggi Quraisy. Pokoknya musuh semua dah!

Apa pernah ke Amerika Serikat? Dikiranya umat muslim dilempari batu dilarang beribadah ditekan pergerakannya seperti di masa Quraisy periode Nabi?

Di Eropa juga pakai sistem kapitalisme. Namun, Angela Merkel sangat kencang berteriak menyindir pemimpin-pemimpin Eropa yang enggak menerima pengungsi Suriah tempo hari.

Dengan percaya diri Angela Merkel meyakinkan Eropa bahwa mereka bisa menampung terjangan pengungsi Suriah saat beberapa negara Eropa lainnya malah merasa “gelisah”.

“We can do it” … Ucapan Merkel seperti membelah udara seketika itu juga dan menerbangkan sayap pengharapan bagi jutaan pengungsi.

Tidak hanya dari Suriah, tapi bersama Irak-Afghanistan-dan banyak negara lainnya, jutaan pengungsi berbaris mewujudkan mimpi di tanah baru, Jerman, di jantung Eropa yang berdenyut paling kuat. Mereka mengumandangkan pesan, “Angela said we could come!”

Gambar : pixabay.com

 

Angela berseru lantang, “Apakah kita ingin hidup di benua di mana martabat seluruh manusia bahkan mereka yang minoritas tetap ditegakkan? Ataukah kita ingin berada dalam dunia dimana nasionalisme digunakan untuk intoleransi dan membiarkan kegelapan sekali lagi mengalahkan kita?”

Kalian pikir pengungsi-pengungsi itu agamanya apaaaaaaa. Siapaaaaaa yang mau menghancurkan Islam. Siapaaaaaaaaaa –> tenang Mbak, tenang, santai, santaiiiii *pijetinMbaknya*.

We should really think about this. Apa tidak mungkin lagi ya pintu ijtihad terkait definisi-definisi tertentu dibuka kembali? Ini khusus agama Islam, ya Kalau agama lain akyu tyda berani mencampuri.

Semua perselisihan besar di dunia buat sebagian muslim selalu dianggap sebagai “upaya MEREKA menghancurkan Islam.” MEREKA ki sopoooooo *pijetKeningUmat*.

Tempo hari pernah viral video embak-embak CIA yang ngomong secara garis besar soal kinerja intelijen “menggosok” isu tertentu untuk mengadu domba orang-orang .

Pesannya patut disimak, saya kutip di sini :

“Because as long as your enemy is a subhuman psychopath, that’s going to attack you no matter what you do, THIS NEVER ENDS.
But if your enemy is a policy, however complicated, THAT WE CAN WORK WITH.”

Demokrasi, kapitalisme, they’re just part of policies. Se-njelimet apa pun, uraikan dan bahas kelebihan dan kekurangan. Pasti ada solusi yang bisa digunakan sama-sama tanpa perlu ada satu agama yang menjadi superior diantara yang lainnya.

Dunia ini tidak sekejam yang kalian kira.

Pan katanye pemimpin-pemimpin non muslim itu ya tiada beda dengan Firaun?

Manalah ada Firaun yang membangun sekolah gratis dan infrastruktur kesehatan publik yang bisa DIAKSES oleh SIAPA SAJA yang ada di negara tersebut tanpa memandang etnis, agama dsb dsb? Situ kira dulu Piramida dibangun buat mal yang bisa diakses oleh seluruh rakyat? Zzzz .

“Firaun” yang di Amerika Serikat membebaskan pendirian masjid di berbagai negara bagian dan kegiatan-kegiatan agama terkait asal tidak mengganggu ketertiban umum dan patuh pada aturan yang ada.

Siapa bilang di Amerika Serikat tidak ada sekolah Islam? . Lebaran harus ngumpet-ngumpet? SALAH BESAR.

Nih, vlog lebaran tahun lalu di Texas. Di sebuah masjid yang berdiri megah di tengah-tengah pemukiman di sebuah kota industri yang bisa dibilang salah satu KOTA PALING TAJIR di Texas bagian utara : PLANO

Ada polisi yang mengatur arus lalu lintas dan berjaga kalo-kalo ada kenapa-kenapa.

Kalau pun ada yang ingin menghancurkan, semata adalah individu-individu yang takluk pada nafsu pribadinya dan menutup mata pada nilai-nilai kemanusiaan untuk memenuhi AMBISI NEGATIF mereka, APA PUN agama atau keyakinan yang dianut individu-individu tersebut.

Melawan hawa nafsu sendiri itu PERJUANGAN SEMUA ORANG, SETIAP HARI kita menghadapi pilihan-pilihan model begitu.

Merasa sudah dapat hidayah itu konsekuensinya lebih berat lho sebenarnya. Karena kalian akan menutup diri pada kemungkinan lain apa pun. You are the one who is right, others ARE WRONG no matter what.

Itulah kenapa dikit-dikit konspirasi, dikit-dikit “oh tydaaaaa, mereka ingin menghancurkan Islam” … it’s always something outside. You are going to miss the details. Fokus ke WHO and WHAT. WHY dan HOW nya luput. Padahal dari situ kemanusiaan kita bisa terasah dan teruji.

“Before becoming a Sikh, a Moslem, a Hindu, or a Christian, let’s become a human first.” -Sri Guru Nanak Dev Ji-

Cinderella, Feminisme, dan Royal Wedding

“In my dreams, I could be a Princess, and that’s what I was. Like most little girls, I believed nothing less than a Prince could make my dreams come true.” -Loretta Young-

Like (well, perhaps) most girls, we fantasized about being a princess, or some sort of that. I did .

Makanya, sebal juga pas tempo hari beredar buku-buku cerita anak-anak perempuan yang pas diiklankan kok ya mesti banget lho nyenggol-nyenggol Kakak Cinderella dan incess-incess kesayangan lainnya #gosokSepatuKaca.

Ya you know lah, macam Kue Salju eh…Putri Salju (duh, lebaran masih lama Neng! Hahaha), Putri Tidur, Ariel, Princess Jasmine, dkk.

Mereka-mereka ini dianggap sebagai perempuan-perempuan lemah yang menggantungkan pengharapannya kepada sang pangeran tampan pewaris tahta. One day, he will come and “save” the girl’s future.

Pokoknya kalau gak ada pangeran, gelap dah hidup si Eneng #pukPukMahkota.

Sebenarnya tidak perlu feminis-feminis amat, toh Disney dkk juga sudah mulai menyuarakan perkembangan zaman dengan menghadirkan Mulan, Pocahontas, Tiana, Elsa dan … MOANA .

Jadi kritikan iklan buku-buku cerita anak perempuan kekinian tadi ditujukan kepada “lemah”nya figur-figur Cinderella dkk. Gitu amat deh . Padahal Cinderella dkk kan memang dibuatnya di masa-masa lalu.

Memang kalian kira perempuan di tahun-tahun segitu hidupnya seperti apa? . So that you know, memasuki abad ke-20 pun, di belahan Eropa, perempuan dianggap TABU mengenakan celana panjang di Eropa. Perlu beberapa perlawanan serius dari beberapa tokoh perempuan sehingga akhirnya diperbolehkan.

Negara seLIBERAL Amerika Serikat baru memberikan hak pilih secara politik kepada perempuan di tahun 1920.

Di tahun 1950 an, perempuan yang belum menikah saat menginjak usia 17 tahun atau selepas SMA dianggap “tidak laku” dan menerima tekanan sosial yang tidak ringan di berbagai belahan dunia.

Pelegalan alat kontrasepsi modern kepada kaum perempuan juga tidak lepas dari perjuangan kaum feminis.

Gambar : en.wikipedia.org

 

Makanyahhhh, suka pengin sodorin wikipedia kepada kaum laki-laki yang suka sotoy soal FEMINISME . Dikiranya perjuangan kaum feminis hanya sebatas meminta hak memakai bikini dan semacamnya.

Ngakunya kaum literalis, rajin membaca bla bla bla, tapi kalau ngomongin feminis masih picik tiada tara. Kenapa? Takut yaaaaaaaa, privilege kalian di dunia PATRIARKI makin menipis .

Back to topik awal tadi.

There’s nothing wrong with Kakak Cinderella dll kok ya . Tidak salah memimpikan hal-hal seperti itu. Toh pada akhirnya sebagian besar kita “terbangun” dari mimpi dan bekerja keras menjalani hidup.

Kita sadar kalau masa depan ya kita rebut sendiri dengan belajar keras, merantau ke tempat lain berpisah dari keluarga demi pendidikan yang lebih baik, bertarung di kerasnya ibukota untuk mendapat penghasilan dari hasil keringat sendiri, yes? Jangan curhat sih, Mbaknya hahahaha.

Kelamaan kalau nunggu pangeran datang, keburu jadi gelandangan kitahhh #bantingGaun.

We are so lucky to live in this era . Mama saya saja menjalani kawin paksa kok hehehe. Beliau mencoba lari dan bersembunyi tapi katanya pas sore-sore pulang lagi ke rumah karena … LAPAR! Hahahaha.

Youtube princess
Gambar : disneyprincess.wikia.com

 

Keberuntungan para perempuan di masa sekarang ya tidak lepas dari perjuangan kakak-kakak feminis kita di masa lalu . Walau sebagian memang kebablasan dan belakangan kaum perempuan saling menghina dan terjebak dalam peer pressure sesama perempuan ck ck ck.

When are we gonna learn? 

Tapi kemudian beberapa bulan terakhir ini kita terlempar kembali ke mimpi-mimpi kecil kita dengan berita-berita soal Kakak Meghan yang mau jadi Princess . Kan jadi kabita lagiiiiiiiiiiiiiii .

Walau Meghan tidak harus disiksa oleh ibu tiri atau kena kutuk tante sihir yang baper. Meghan bahkan berstatus BUKAN GADIS lagi. Sebelumnya sudah pernah menikah dan bercerai.

Pangeran Harry dan Meghan Markle (gambar : irishcentral.com)

 

Meghan lahir dari perpaduan 2 etnis berbeda. Di masa-masa lalu, anak-anak model begini juga punya tantangan sendiri dalam kehidupan sosialnya.

Sebelum resmi dipinang oleh Sang Pangeran kemarin, Meghan hidup mandiri di apartemennya sendiri di wilayah Kanada dan berprofesi sebagai artis.

Yang enggak sempat menghadiri Royal Wedding, abis kita puasa sih ya, kan enggak enak nanti kalau ditawari makan kita nolak nanti dianggap kurang ajar #eaaaaaaa, ini ada video singkat yang merangkum jalannya acara.

Congratulation, Kakaaaaa . Happily ever after for you, semoga bahagia selalu . Thank you for bringing back those childhood memories to us .

Gambar : bbc.com

 

Motivasi Mencari Kerja : Ingat Kembali Visi Saat Memulai Karier

Bosan dan tidak ada motivasi kerja mungkin juga berarti kurang piknik. Produktivitas bisa menurun bila tidak ada motivasi. Lalu bagaimana mengatasinya?

1. Berpikir positif

Apa alasan kalian saat dulu memutuskan untuk bekerja? Coba ingat kembali visi dan fokus kerja saat memulai karier dulu. Selain mencari jodoh mungkin ya #eh hahaha :p.

Jika kalian melatih pola pikir untuk terus berpikir positif dan tidak membiarkan diri hanyut dalam arus negatif, maka kalian akan menemukan semangat baru untuk terus bergerak maju. Ingat-ingat saja apakah dulu memulai karier untuk membantu finansial keluarga misalnya.

Ingat, semua orang punya cerita masa lalu. Tapi masa depanmu bisa kamu persiapkan untuk menjadi lebih baik dibanding masa lalu.

motivasi mencari kerja

2. Berteman sehat

Bergabung dengan orang-orang yang memiliki motivasi kerja dapat membantu kalian untuk ikut termotivasi.

Hindari mereka yang mengajakmu beripikiran negatif tentang hidup. Tidak mudah, sih. Tapi hanya kalian yang bisa menghentikan pikiran negatif kalian sendiri. Remember? We are the master of our mind ;).

Banyak senyum, ikut tertawa dan usahakan untuk selalu memasang muka bahagia juga dapat membantu kalian untuk lebih berenergi menghadapi hari.

Selain itu, cara lain supaya kalian bisa lebih termotivasi dan bahagia di tempat kerja adalah dengan mengambil cuti untuk traveling.

Atau kalian juga bisa cari pekerjaan yang memungkinkan untuk travel sambil wisata.

Nah, untuk yang opsi terakhir apa saja pilihannya? Berikut ini adalah 3 lowongan untuk kalian yang suka traveling:

1. Blogger

Di jaman internet ini, bikin blog jadi semakin gampang. Mulailah cari tau bagaimana cara membuat blog, rajin update dan promosi agar banyak orang tau mengenai blog kalian. Tanya sama saya juga boleh hahahaha :p. Gak deng. Tinggal googling itu banyak banget infonya ;).

Coba dengan membiasakan untuk menulis ulasan produk dan layanan di blog atau dengan rajin menulis di platform media kolaboratif yang memungkinkan kalian untuk menulis apapun.

Kalau kalian sudah punya cukup banyak penggemar, kesempatanmu untuk bekeja sebagai blogger akan semakin mudah.

Gambar : positivewriter.com

2. Fotografer

Buat kalian yang suka fotografi, hobi itu bisa menjadi sumber penghasilan juga. Sambil wisata, kalian bisa menjual foto hasil karya di website stok foto yang semakin banyak tersedia.

Apalagi kalau kalian rajin menjalin koneksi untuk memperkenalkan hasil karya. Keahlian sebagai fotografer bisa menghasilkan bayaran untuk datang dan memotret di berbagai lokasi wisata.

3. Penulis

Sambil jalan-jalan, sambil menulis. Lalu kalian bisa mengirimkan tulisanmu ke majalah, koran, dan website yang membuka kesempatan menjadi kontributor atau penulis lepas.

Saat ini kesempatan untuk menulis dan mengirimkan kontribusi kalian semakin banyak dan gampang dengan terus melesatnya kehadiran media-media baru di Indonesia. Artinya, semakin terbuka pula kesempatan untuk bekerja sambil berwisata.

Asyik, yes? Sukses ya dengan pencarian kerjanya (y).

Semoga info diatas bisa membuatmu lebih bahagia dan semangat kerja!

Sumber artikel : Situs Penyedia Lowongan Pekerjaan di Indonesia (JORA Indonesia)

So You Wanna Fly?

Pasca serangan bom dan aksi terorisme di Kota Surabaya minggu lalu, pemeriksaan mendadak ketat seharusnya dianggap wajar saja. Sayang kok bisa jadi ramai ya? :(.

Yang disesali juga banyak diantara teman yang sama-sama diaspora dan sudah pernah ke mana-mana kok juga ikut mengkritisi dengan ucapan misalnya, “Ih, gimana cobak perasaan kita kalau digituin?”

Laaaaah, kelian-kelian sudah pasti ke sana sini naik pesawat mampir bandara dulu toh yaaaaa. Masa iya di bandara mau naik pesawat enggak pernah mengalami pemeriksaan ketat begini? Apalagi di level bandara, tempat lalu lalang segala manusia dari mana-mana mau ke mana-mana .

Jadi kita ngobrol santai soal pengalaman di bandara saja ^_^.

Naik pesawat

Pasca bom di Brussel, malah bandaranya ditutup selama beberapa hari. Istanbul yang lebih “berani”.

Saya mendarat di Istanbul, 28 Juni 2016 itu sekitar 2-3 jam sebelum bom meledak di salah satu sudut bandara di wilayah kedatangan. Turki termasuk sigap karena penerbangan kayaknya cuma delay dalam waktu 24 jam. Selanjutnya kembali normal senormal-normalnya .

Saya pulang 3 hari setelahnya kondisi sudah sangat kondusif. Hanya saja di Bandara Turki memang pemeriksaannya ketat. Kalau kita di Soetta-Jakarta, ceknya kan sebelum check in, di Istanbul, SEBELUM MASUK GEDUNG bandara sudah kudu copot-copot jaket-sepatu segala macam.

Suami saya pas ke Istanbul 2013 juga gitu.

Topkapi Palace, Istanbul 2016

 

Tapi paling ketat memang imigrasi Amerika Serikat.

Waktu menuju New York dari Dublin, kita melewati imigrasi lebih awal. Di Bandara Dublin untuk penumpang menuju US, ada Imigration Pre-Clearance. Jadi diperiksanya di Dublin. Mendarat di New York tinggal lenggang kangkung.

Paspor suami dan anak-anak cuma diperiksa sekilas. Punya saya diserahkan ke petugas lain dan diteliti lebih lama. Enggak usah baper. Paling cuma random-check kata suami. Soalnya saya sempat sebal sebentar, nunggu agak lama, karena paspor saya dicek gonta ganti oleh beberapa petugas.

Saya juga diperiksa agak lama terkait jilbab/scarf/pashmina di kepala. Karena banyak instruksi yang harus dipenuhi TANPA kita perlu membuka. Makanya agak lama.

Setelah check in, Bandara Dublin juga termasuk ketat, sih. Ke mana pun tujuan, ribet lah itu disuruh lepas-lepas sepatu. Bongkar-bongkar tas untuk ngeluarin gadget, bahan-bahan liquid dan segala macam tergantung aturan bandara terkait.

Nah, pas kemarin Maret saya mudik ke Jakarta kebetulan pakai jaket tapi di dalamnya lengan pendek. Gak bisa dilepas.

Saya minta dispensasi langsung dikasih, kok . Gak pakai berantem. Saya tidak perlu lepas jaket.

Tapi sepatu tetap harus buka. Karena cuma berduaan sama si bontot, anak saya dijagain sama penjaga perempuan while emaknya ribet bongkar isi tas segala macam. Ngelipet stroller dibantuin .

Penumpang lain juga sigap membantu biasanya kalau melihat ada penumpang ibu-ibu sorangan bawa batita kayak saya .

Maklum bawa anak kecil jadi banyak botol-botol an segala minyak-minyak an kan kudu bawa hihihihi. Itu harus dikeluarin dari tas. Kalau enggak nanti tas kita dibaliikin lagi untuk diperiksa ulang.

Salah satu petugas tahu-tahu bilang, “Assalamu alaikum”.

Saya tanya agak ragu, “Moslem?” (Soalnya dese laki-laki bule tanpa ada tanda-tanda campuran ras).

Transit di Bandara Abu Dhabi 2013, dari Jakarta menuju Dublin pertama kalinya :D. Anak masih 2 hahahaha.

 

Dia nyengir, “I’ve ever been in Malaysia for a while.” Dese pikir “Assalamu alaikum” itu “Hai, apa kabar” dalam bahasa Malaysia .

“Ooo I see. I’m from Indonesia anyway.”

“Wow Indonesia. Bandung, Bandung.”

Tuh enggak usah tegang. Tetap kita lakukan selama itu memang aturan setempat dan dilakukan sesuai juklak. Malah jadi mengobrol sambil promosi tipis-tipis soal Indonesia (kalau ada yang nanya ).

Di Abu Dhabi tergolong simpel. Biasanya tidak perlu buka sepatu malah. Saya lupa-lupa ingat yang dulu-dulu gimana. Maret kemarin tergolong rileks melewati imigrasi di Abu Dhabi.

Di Arab Saudi juga ketat. Pemeriksaan buat perempuan ada ruangan khusus. Jadi kita ke dalam nanti diperiksa lebih lanjut oleh petugas perempuan. Kondisi normal sekali pun pemeriksaannya tetap begini.

Kalau bareng suami, di Saudi saya santai saja. Dengan bentuk fisik suami yang mirip orang Arab, jarang lah dapat masalah berarti di tempat publik termasuk bandara. Paling banter yang bikin pedih karena eike sering disangka pembantunya hahahaha #remesAbaya.

Di Iran apalagi. Tapi waktu di Iran memang kami ada masalah dengan agen dan akhirnya suami sempat “diputihkan” karena melanggar aturan imigrasi terkait izin kerja. Ekstra tegang jadinya hahahaha.

Pengin sujud syukur rasanya waktu berhasil melewati imigrasi karena paspor dibolak balik agak lama huhuhu.

Bareng si sulung yang masih setahun hehehe (Teheran, 2009)

 

Tapi tetap tidak sebanding lah kerepotan yang harus kita hadapi sebelum benar-benar boarding dan “melihat dunia”, yes? . Anggap saja bersusah-susah dahulu, berpiknik-piknik kemudian. Apakah lantas benar kalau banyak terbang, banyak piknik, pola pikir bisa rileks?

Sayangnya, tidak begitu juga .

Intinya tetap sama, peace comes from within . Kalau pikiran banyak prasangka ya disuruh hal-hal simpel macam lepas sepatu saja mungkin bisa mendidih.

Kabar baiknya, we are the master of our mind .

So you wanna fly? Remember this,

““Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.” ― Ralph Waldo Emerson

 

I Google You

Jika banyak yang terganggu dengan “kepiawaian” Facebook yang konon bisa membaca isi hati *tsaaah*, saya justru tertolong dengan Sponsored Post yang muncul di timeline.

Urusan utama saya di FB –> update semua fanpage (hahaha) dan share link blog di wall sendiri.

Setelah itu, blusukan di newsfeed. 

Kalau padat, kepoin daftar “See First” saja. Banyak urusan ya Cyin, masak –> ngangon anak –> jemput anak jalan kaki yang sekarang jarak sekolahnya 1 km dari rumah *pijetBetis*, bikin aneka rupa vlog (hahaha) –> update blog dst.

Karena stres berat badan yang melonjak dalam tempo setahun di Texas (damn, tinggal di Texas emang melenakan), saya banyak browsing di Google : olah raga di rumah vs resep makanan sehat.

Di FB, tahu-tahu muncul sponsored post –> video-videonya Kayla Itsines! Yay, seneng bangeeeeet .

Si Neng Kayla aplikasinya berbayar. Hepi dapat sneak peek gratisan dari beliau .

Kayla Itsines olahraga di rumah
KAYLA ITSINES Gambar : womenshealthmag.co.uk

 

Simpan di folder SAVED. Tahu tidak, ada mekanisme SAVED instead of share di wall .

Aneka fanpage resep masakan sehat juga ada .

Terima kasih, Bro Mark! *sungkem*.

Algoritma “membaca pikiran” ini memudahkan pengiklan berjodoh dengan “viewer”nya. Saya pernah memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan traffic blog/vlog.

Benar, bukan masalah KUANTITAS yang penting. Tapi sejauh mana kita bisa meneropong siapa yang membutuhkan info terkait link/ produk kita. Mending 100 tapi fokus daripada 1000 tapi mental semua.

Facebook berusaha meningkatkannya biar pengiklan makin kesengsem dan puas. Lah ya Facebook dapat duitnya dari mereka, yes? Kita mah tinggal pakai gratis hahaha.

Kalau konten iklan hanya berupa jasa trainer olahraga, resep-resep, destinasi wisata, tips ini itu, rekam jejak politisi yang berupa info bukan hasutan, ya OKE lah.

Namun, yang pikirannya korslet kan adaaaaa saja. Ada yang berusaha meneropong pikiran para pengguna media sosial untuk KEPENTINGAN POLITIK misalnya.

Dengan memantau inbox, status (diset ONLY ME pun pasti ada di database), mereka mencoba menebak KECENDERUNGAN KITA. Dunia psikologi sekarang makin berkembang.

Mereka pun menemukan profil-profil yang cocok untuk mereka GEMPUR dengan link, foto, video, atau media apa pun yang bisa ditampilkan di news feed yang bersangkutan yang bisa MENDORONG/MENGHASUT/MENGARAHKAN profil-profil tadi sesuai kepentingan mereka.

Harapannya, minimal si profil-profil incaran ini akan nge KLIK / MEMBUKA link/foto/video tersebut. Syukur-syukur kemudian MEMBAGIKANNYA di wall mereka sendiri. Nanti ada akun lain yang lihat dan ikut membagikan dst.

Tidak bisa lagi kita remehkan kekuatan informasi dunia maya.

Brexit dan Kemenangan Trump cukup mengejutkan buat “dunia barat”. Kalau yang Trump ya gimana. Lawannya, Hillary Clinton. Sejak memang di Demokrat sudah banyak pakar politik di sana yang ngomel, “Kalau gini sih, Trump bisa menang beneran!”

Tapi Brexit yang bikin terguncang. Especially because I live next door to them. How come?

Karena isu-isu yang berkembang, pemicu utama adanya polling
bukan sekadar isu ekonomi terkait rivalitas UK vs Jerman dsb.

Yang lebih hangat di masyarakat justru sentimen negatif. Misalnya antipati terhadap pendatang. Bukan hanya terhadap pendatang sesama Eropa –> orang-orang dari negara berkembang di Eropa Timur banyak menyerbu negara-negara maju di Eropa Barat.

Antipati ini meluas ke isu bombardir pengungsi Suriah dan wilayah Tim Teng dll yang mengarah ke satu keyakinan tertentu . Jadi morat-marit isunya.

Di Ireland, so far aman sentosa. Berkahi kami semua di mana pun kami berada ya Tuhan .

Isu-isu SARA yang membuat saya SEREM .

Kalau sekadar Facebook bisa tahu kita abis googling apa buat saya malah membantu.

Black Friday tahun lalu, berhari-hari saya nyari diskonan brand skin care tertentu.

Kata teman, ada brand yang menawarkan diskon gila-gilaan sebelum Black Friday. Akhirnya bosan, diskon tak kunjung datang. Eeeh, ternyata brand bersangkutan diskon adidayanya dilakukan beberapa hari setelah Black Friday!

Saya enggak ngeh. Saya DIINGATKAN oleh Facebook via Sponsored Post yang muncul di newsfeed saya. 70%, Sis! Langsung borong hahaha.

Mungkin tergantung aktivitas masing-masing di dinding Facebook pribadi. Saya hampir SELALU posting setting PUBLIC. Yang dishare paling isi blog, tulisan politik yang menunjukkan dukungan (sebisa mungkin tanpa hoax, tunjukkan selalu jalan yang lurus ya Allah).

Males eike ikut kuis iseng. Lebih karena waktu sempit. Andai sehari 100 jam, gue sikat tuh semua kuis gituan.

Dari like-like juga bisa “terbaca”. Saya kalau lagi males gak ada yang diLIKE. Tapi kalau lagi rajin, SEMUA saya LIKE hahaha. Jadi LIKE GAK LIKE = senggang atau tidak .

Isi blog saya bukan hal sehari-hari yang up to date. Kisah jalan-jalan 2 tahun lalu baru ditulis sekarang . Karena terlalu random, ada yang nanya, “Mbak, sekarang tinggal di mana? Kemarin rasanya di Texas sekarang posting Arab Saudi?”

Padahal mah lagi di Ireland, yes? Hahaha.

Berhentilah menganggap media sosial (Facebook dkk) sebagai DIARI pribadi. Pakai setting ONLY ME pun, sesungguhnya kalian sudah MENITIPKAN DATA kepada pihak lain. Diari konvensional, diumpetin dan enggak ketahuan yang bisa baca ya kita sendiri.

BEDA dengan mekanisme internet di DUNIA MAYA .

Percayalah, Facebook dll TIDAK AKAN MAMPU MENJANGKAU APA PUN yang TIDAK KALIAN BAGIKAN SECARA SUKARELA .

Tipe manusia macam-macam. Ada teman yang kurang suka kalau orang lain googling tentang dirinya. Akyu mah pengin bangeeeettt di-googling hahaha.

Biar mereka nyasar di blog, baca-baca, terus aku dapat adsense terus mampir ke link youtube saya.

Kalau berkenan subscribe dunk di youtube channel “Jihan Davincka” –> apa ini, apa iniiiii hahaha.

Di dunia nyata yang majemuk, kehadiran dunia maya harusnya memampukan kita saling mengenal dengan lebih mudah. Misal, tanpa berkunjung ke negeri A kita bisa temenan sama siapalah yang tinggal di negeri A yang bisa share info atau foto ke kita.

Dulu, BUKU adalah jendela dunia. Maka INTERNET itu JENDELA yang lebih canggih lagi. Tak terbayang indahnya dunia jika dalam perbedaan ini bisa saling mengerti dan memahami tanpa banyak sekat lagi.

Ini malah dipakai buat share hoax dan hasutan kebencian .

Dengan medsos, dunia bisnis tidak lagi dikuasai oleh mereka yang bermodal besar. DUNIA MAYA membuka jalan untuk berbisnis dengan modal koneksi internet dan kreativitas saja .

Ada teman yang sanggup berdagang tanpa modal. Punya akun IG. Dia datang ke Tanah Abang / Thamrin City, potret sana sini dan menawarkan jasa titip. Hanya modal ongkos Trans Jakarta. Keuntungan lumayan karena banyak customer dari daerah yang belinya kodi-kodian.

Customer dari daerah juga pedagang lokal. Dulunya mereka kudu modal gede datang ke ibukota dan beli langsung tanpa kepastian laku atau tidak. Kini, mereka juga tinggal pasang foto dan nunggu PO.

Sekarang, modal tidak terlalu penting. KEMAUAN dan kerja keras lebih utama.

Media sosial banyak juga efek positifnya.

Tapi begitulah manusia, tempat salah dan lupa. Oportunis yang motifnya jahat ya ada saja.

The least we can do ya memastikan diri sendiri agar tidak terpancing hal-hal provokatif nan negatif. APALAGI IKUT MEMBAGIKANNYA.

Terutama buat teman-teman yang tergolong akun-akun “influencer” semoga bisa lebih selektif dalam menanggapi isu-isu terkini. Lebih berat beban kalian karena efek yang ditimbulkan relatif lebih “spesial” dibanding akun biasa. Mohon belas kasihannya *sungkem*.

Mari saling menjaga yak .

Biar afdol, kita tutup dengan sepotong quote dari hasil googling barusan (hihihi) :

Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around. -Leo Buscaglia-

Gambar : pixabay.com