Menuju berat badan ideal perempuan

Langkah Langkah Bayi Cara Menurunkan Berat Badan

Cara menurunkan berat badan : Pernah membaca “7 Habits for Highly Effective Teens”? Ini beda lho sama buku satunya lagi yang versi “dewasa”nya.

Kalau versi “for Highly Effective People” itu karangan Stephen Covey. Yang versi “abege”nya ditulis oleh sang anak, Sean Covey. Terjemahan bahasa Indonesianya bagus banget deh . Asyik banget dibacanya.

Nah, di tiap akhir bab, Sean memberikan yang namanya “Langkah-langkah Bayi”.Semacam step by step untuk melatih kebiasaan/habit biar benar-benar menancap dalam keseharian kita.

Langkah-langkah bayi = resolusi-resolusi kecil nan ringan-ringan dan tidak sulit.

Memiliki berat badan ideal –> salah satu resolusi paling populer dari tahun ke tahun hahaha. Apalagi buat perempuan. Makanya tips atau cara menurunkan berat badan menjadi salah satu keyword paling hits di Google :p.

Sering banget rasanya membaca kegagalan resolusi ini dari banyak teman-teman. Mereka sih biasa-biasa saja rata-rata. Malah jadi bahan becandaan.

Tapi dalam hati kecilnya pasti tetap penasaran. Ayoooo ngaku hahaha.

resolusi menuju berat badan ideal perempuan
Gambar : pixabay.com

1. First thing first ya, kita harus sepakat dulu bahwa kelebihan berat badan (yang diukur dengan standar kesehatan dong ya bukan standar peragawati profesional hahaha) berpotensi meningkatkan resiko penyakit buat tubuh kita .

Jadi berhentilah mencari pembenaran dengan, “Biar gendut yang penting sehat” . Namun, tidak selalu berarti kalau gendut pasti tidak sehat. Jangan logical fallacy yaaaaa .

2. “Saya sudah tua, enggak mungkin lah. Memang ini sudah nasib. Sudah potongannya memang begini. Takdir. Ngana dan nganu.” Wrong! Kebiasaan kalian (yang mungkin negatif) itulah yang kalian tuduh sebagai takdir .

Lebih baik mengaku saja, tidak perlu secara terbuka, dalam hati masing-masing saja, “Saya itu bisa kok untuk punya berat badan ideal. Tapi ya gitu deh .. anu… susah mengubah kebiasaan.”

Kalau sudah begini, harapan untuk berubah masih ada ketimbang berlindung di balik alasan, “Ya emang enggak bisa diapa-apain lagi.”

Berhenti membohongi diri sendiri, yes? 😉

3. Jadikan prioritas. Prioritas beneran. Kesehatan itu mahal sekali harganya. Memangnya ada ya yang jual “Jantung Baru”. Kalau kita punya masalah dengan ginjal, pencernaan, segala macam, ada ya toko online yang nawar-nawarin, “Ginjal barunya Sis. Model terbaru, nih.”

cara menurunkan berat badan
Gambar : pixabay.com

Transplantasi itu selain biayanya yang fantastis, ahlinya masih sangat sedikit, ya organnya juga suliiiiiiiit sekali mendapatkannya.

Btw, ini saran cara menurunkan berat badan dari saya BUKan versi ahli gizi dan semacamnya ya hahahaha. Jadi, kalian boleh tidak percaya dan di-skip saja hihihi. Ini murni pengalaman pribadi saja.

[Updated 2019 : ada versi vlognya juga nih soal cara menurunkan berat badan]

https://www.youtube.com/watch?v=b_X0xW8MRpg

Mitos bahwa kalau sudah punya anak ya pasti gendut. Atau ada orang yang ditakdirkan kurus sampai tua walau apa pun yang terjadi.

Kita enggak ngomongin bentuk badan, ya. Itu memang bagian dari takdir. Fokus ke KESEHATAN saja, yuk. Berat badan kurang apa iya jaminan sehat? Tuh suami saya terhitung langsing, tapi kolesterolnya dahsyat . Tapi sekarang sudah berada dalam penanganan “bu dokter” yang tepat hahaha .

Soal cara menurunkan berat badan, sederhananya begini, kalau dulu kalian pernah kurus terus tahu-tahu sekarang gendut jangan nyalahin anak melulu kelesssss . Kebiasaan kalian yang berubah, sayangnya menjadi lebih buruk, dikombinasikan dengan fungsi metabolisme yang menurun .

cara m enurunkan berat badan

Memang deh menyalahkan orang lain/lingkungan/atau siapa pun selain DIRI SENDIRI itu memang lebih asoy. Usaha/bisnis pribadi kita yang misalnya sedang redup pun kok yang salah ya Jokowi #eh hahaha :p.

Informasi penting lainnya, pola makan punya pengaruh yang jauh lebih besar terhadap kontrol berat badan ketimbang OLAH RAGA. Bukan berarti olahraga tidak penting sama sekali yaaaaaaa . Again, jangan logical fallacy melulu .

Pola makan pengaruhnya sekitar 70-80 persen. Olahraga 20-30 %. Apalagi jika usia sudah di atas 30 tahun. Intinya, kalian mau olahraga 10 jam seharii kalau makannya enggak dijaga ya efeknya 20-30% itu saja .

Kesalahan resolusi karena kita sering mengharapkan semua kejadian dalam satu momen luar biasa. Semacam “Booom”, bangun di pagi hari dan berkaca, “Ya ampuuuuun, itu yang di cermin gue apa Gwen Stefani, sih?” #eaaaa.

Mbak Gwen ini ya, saya baru tahu kalau umurnya sudah 46 tahun. Ya ampyun, 46 tahun!!! *pingsan*. Perutnya itu lho Kaaaaak .

SEring banget membuat resolusi cara menurunkan berat badan yang tidak masuk akal macam, “Saya bertekad tidak akan makan gorengan seumur hidup!!!” Hahaha. Kebiasaan makan gorengan bisa 3-5 x sehari mendadak bikin resolusi ajaib begini ya kemungkinan gagalnya tinggi .

“Saya bertekad tidak akan makan nasi putih selama sebulan penuh!” –> mungkin berhasil. Tapii bulan kedua, didera rasa lapar berlipat-lipat, makan nasi putihnya malah kayak orang gila. Berat badan pun naik lagi. Bahkan melebihi berat awal. Nangis kaaaaan hihihi.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Jangan memanipulasi rasa lapar . Selain menyiksa, justru efeknya negatif .

Mulai dengan kebiasaan ringan-ringan saja dulu. Tiap minggu bikin daftar yang isinya minimal 3 resolusi ringan-ringan. Pastikan kita MAMPU menjalaninya tanpa harus dipaksa dan membohongi diri sendiri .

Untuk 1 minggu/ 1 bulan pertama misalnya (contoh aja yaaaa, silakan dibikin sesuai kebutuhan masing-masing) :

1. Dalam satu hari hanya ngemil 3 potong gorengan secara total. Tidak boleh lebih! –> ini misalnya kalau sudah terlalu biasa ngemil gorengan pagi dan sore. Kalau ditotal-total bisa lebih dari 10 potong sehari hihihi.

2. Minum air putih 8 gelas sehari. Tidak boleh kurang. Percaya deh, banyak orang yang masih tidak sadar kalau jumlah konsumsi air putihnya kurang dari 8 gelas 🙂.

3. Makan sayuran segar (tanpa dimasak) MINIMAL satu kali sehari. Misalnya ditambahkan ke makan siang atau makan malam.

4. Kalau sudah biasa minum kopi/teh tiap hari. Kurangi menjadi 2 hari sekali. Ini memang masih menjadi perdebatan. Ada yang memang sakaw kopi dan merasa KOPI adalah segalanya (ada lho yang merasa tidak sanggup ngapa-ngapain kalau tidak minum kopi dalam sehari hehehe).

Cari langkah bayi lainnya kalau kalian merasa minum kopi segelas sehari tidak punya efek apa-apa .

Pilih minimal 3. Ringan, kan? Disiplin selama satu minggu. Enggak usah aneh-aneh dulu.

Kalau bisa dijalankan baru dilanjut lagi dengan yang lebih “berat”. SEkali kalian bisa melewati tantangan ringan ini, kalian jadi lebih percaya diri.

Rayakan “kemenangan kecil” ini tiap minggu . Tapi ingat ya sekali berhasil melewati langkah bayi, kalian tidak mundur lagi . Khilaf sesekali bolehlah. Sesekali yaaaaaa, bukan sekali sehari hahahaha.

Minggu ke-2 dan seterusnya, aturan minggu-minggu sebelumnya YA TETAP BERLAKU. Makin lama rulenya makin banyak tapi kita tetap santai karena menjalaninya sedikit-demi sedikit.

Ya disebut langkah bayi karena analoginya memang berasal dari anak bayi yang baru belajar berjalan. Mereka kan tidak ujug-ujug dari lahir eh tetiba lari-lari begitu saja hahahaha.

Tapi mulai dari menangis tiada  henti (hahahaha), belajar melihat, mengenali lingkungan dikit-dikit, tengkurap, duduk, merangkak … dan seterusnya. Tahu-tahu anaknya sudah besar dan tiba-tiba berkata kepada  kita, “Mah, aku rencananya pengin melamar seorang gadis. Menurut Mama gimana?” –> mamanya pingsan! Hahaha.

Btw, prinsip “langkah bayi” ini juga bisa berlaku buat resolusi-resolusi lainnya kok :). Anything.

Seperti pepatah Tiongkok zaman lampau yang satu ini :

“It is better to take many small steps in the right direction than to make a great leap forward only to stumble backward.”

Yuk, yuk,mumpung masih anget-anget nih hawa-hawa tahun baru. Challenge what your future holds, yes? ;).

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Muslim di Eropa : We Can Do It! :)

Muslim di Eropa : “We can do it!” Dengan percaya diri Angela Merkel meyakinkan Eropa bahwa mereka bisa menampung terjangan pengungsi Suriah saat beberapa negara Eropa lainnya malah merasa “gelisah”.

“We can do it” … Ucapan Merkel seperti membelah udara seketika itu juga dan menerbangkan sayap pengharapan bagi jutaan pengungsi.

Tidak hanya dari Suriah, tapi bersama Irak-Afghanistan-dan banyak negara lainnya, jutaan pengungsi berbaris mewujudkan mimpi di tanah baru, Jerman, di jantung Eropa yang berdenyut paling kuat. Mereka mengumandangkan pesan, “Angela said we could come!”

serba serbi Muslim di Eropa mutter-angela

Tak berapa lama, ucapan Merkel digunakan untuk menyerangnya. Siapa yang menduga, pengungsi membanjiri daratan Eropa bagaikan air bah. Mereka bahkan tidak berhenti di Turki. Yang dari Turki pun mati-matian mengorbankan apa saja agar mereka bisa merebut tempat di Eropa.

Berbagai cerita pilu dari kandasya impian pengungsi yang terhuyung ombak, terbawa arus di laut Turki, berbaur dengan kegelisahan dan kemarahan masyarakat Eropa.

Angela Merkel menjadi bulan-bulanan media. Ucapannya dianggap spontan tanpa pertimbangan. Menyebabkan banyak masalah baru di Eropa yang memang sudah lebih dari 10 tahun terakhir ini tertatih dalam berbagai masalah ekonomi internal.

Brexit, dianggap sebagai salah satu dampak pahit dari terjangan pengungsi dan ketidaksiapan Eropa sendiri diserbu jutaan pengungsi dari berbagai penjuru.

Sebuah majalah Jerman memuat fotonya yang berpakaian ala Bunda Theresa dengan olok-olokan, “Mutter Angela”.

Angela bergeming. Angela berseru lantang saat banyak pemimpin Eropa memilih diam atas kasus pengungsi Suriah, “Apakah kita ingin hidup di benua di mana martabat seluruh manusia bahkan mereka yang minoritas tetap ditegakkan? Ataukah kita ingin berada dalam dunia dimana nasionalisme digunakan untuk intoleransi dan membiarkan kegelapan sekali lagi mengalahkan kita?”

Ibu Angela, there must be a super strong reason why the parent named you that . Angela, an angel.

Dari Negeri Penjaga Dua Kota Suci, Pangeran Alwaleed bin Talal Bin Abdul Aziz menyerukan, “Let women drive!”

Prince Waleed Al Talal (gambar : www.forbes.com)
Prince Waleed Al Talal (gambar : www.forbes.com)

Sudah sejak lama Sang Pangeran memperjuangkan hak-hak kesetaraan bagi perempuan di Saudi. Gelar pangerannya tidak membuatnya tunduk seketika terhadap segala kebijakan Kerajaan Saudi.

Pangeran menggunakan pengaruhnya untuk terus meningkatkan taraf hidup perempuan di tanah Saudi. Namun, baru beberapa bulan lalu, Pangeran menyerukan secara terbuka keinginannya tersebut.

Tidak hanya asal bicara. Sejak lama, Pangeran Talal sudah melakukan sendiri banyak hal yang bisa dilakukannya tanpa persetujuan kerajaan. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan pilot kepada Hanadi, perempuan asli Saudi.

Setelah lulus, Hanadi menjadi salah satu supir pesawat jet pribadi Sang Pangeran . Ironisnya, Hanadi leluasa mengendalikan pesawat di udara tapi ketika berada di daratan, Hanadi harus menggunakan supir ke mana-mana .

Larangan menyetir hanya salah satu dari sekian banyak keterbatasan yang mengungkung kehidupan perempuan lokal di sana. Pernah bermukim di salah satu kota terbesar di Saudi, Jeddah, membuat saya melihat kehidupan perempuan sana yang mungkin cocok dengan analogi lawas, “hidup bagai dalam sangkar emas”.

Apakah itu emas, berlian, permata … sangkar ya tetap saja sangkar :(.

Dari daratan tinggi Tibet, Dalai Lama menegaskan bahwa pemimpin Myanmar mempunyai tanggung jawab moral untuk menyelesaikan ketegangan terhadap etnis minoritas Rohingya di sana.

Dari Negeri Seribu Dewa, Narendra Modi, sejauh ini membungkam ketakutan minoritas muslim saat dirinya mengajukan diri menjadi presiden di Pilpres 2014 silam di India.

Narendra Modi pernah terlibat dalam kekerasan terhadap umat muslim saat menjadi pejabat tinggi di wilayah Gujarat tahun 2002 silam. Sikapnya saat itu yang dianggap membiarkan kekerasan menimpa minoritas muslim di Gujarat membuat kaum muslim India resah menghadapi Pilpres 2014.

Gambar : Narendra Modi (independent.co.uk) muslim di eropa
Gambar : Narendra Modi (independent.co.uk)

Tapi kemenangan Modi, setidaknya dalam 2 tahun terakhir ini, dianggap cukup berhasil meredam ketakutan muslim India . Modi bahkan mampu membawa perekonomian India maju dengan cukup signifikan di bawah komandonya .

Angela Merkel, Alwaleed bin Talal, Dalai Lama, Narendra Modi, tentu punya kebijakan lain yang patut kita perdebatkan. Mereka manusia juga, tidak sempurna seperti kita semua.

Tapi lihatlah, mereka pun, dengan tampuk kekuasaan yang dimilikinya, tetap berusaha keras memperjuangkan banyak kebaikan bagi kemanusiaan.

Humanity beyond our differences, including religion .

Kita seharusnya bekerja lebih keras untuk menyiarkan kedamaian. Memperlihatkan bahwa kita itu bisa lho hidup damai dalam perbedaan. Menunjukkan kalau ada tempat-tempat di dunia ini di mana kalian bisa berjalan bebas tanpa mesti menyembunyikan identitas agama kalian dan kalian tetap mendapat kedamaian dan penghormatan dari orang lain.

Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai muslimah berjilbab di negara mayoritas Katolik di sini .

Gambar : geekclubbooks.com
Gambar : geekclubbooks.com

Makanya teman-teman, kita harus terus menghidupkan harapan tentang “dunia yang damai” itu ADA dan insya Allah bisa kita perjuangkan.

Semua manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk para pemimpin dunia atau siapa pun manusia di dunia ini. Tapi jangan biarkan ketidaksempurnaan itu terus menerus menggerogoti kemanusiaan kita.

Mari menjadi bagian dari mereka yang bekerja keras menyalakan cahaya perdamaian di tengah banyaknya perbedaan yang terasa makin meruncing ini .

Can we do it? Yes, we can. We can do it!

Selamat hari Natal bagi teman-teman yang merayakan . Damai di hati, damai di bumi .

Have a nice holiday for you all .

muslim di Eropa Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Islam, Identitas atau Karakter?

Kurang ya gemanya berita ini dalam negeri. Ketutupan sama berita politik Pilkada. Berita tentang “Indonesia Just Made a Huge Move to Protect The Climate”.

Btw, menjaga lingkungan adalah salah satu tugas terberat manusia yang sudah ditunjuk sebagai khalifah di muka bumi ini. Malaikat saja sempat keberatan kepada Tuhan, “Why?”

Iblis malah terang-terangan menolak pengukuhan ini.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Membela lingkungan pun bagian dari membela agama lho . Efeknya bukan hanya ke diri sendiri, ke ego kita sendiri, tapi kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini . Islam, rahmatan lil aalamiin .

Praktiknya membawa manfaat, ketenangan, kedamaian, keteraturan, ketertiban dan tentu saja … kesejahteraan BAGI SIAPA PUN.

 

Perhatian tentang lingkungan sudah menjadi jargon-jargon utama secara internal di negara-negara maju. Tentunya setelah kebutuhan dasar masyarakatnya sudah terpenuhi seperti pendidikan dan kesehatan serta fasilitas umum yang mumpuni dan mencapai seluruh kalangan. Pemerataan pembangunan secara umum sudah cukup berhasil.

Itulah mengapa penelitian “How Islamic are Islamic Countries?” memberikan hasil yang bertolak belakang dengan agama mayoritas penduduknya. Karena sejatinya, petunjuk hanya akan membawa hasil JIKA dan HANYA JIKA DIPRAKTIKKAN. Bukan jadi jargon semata .

akidah akhlak dalam islam identitas atau karakter
Gambar : pixabay.com

 

Masih mau menyama-nyamakan kepemimpinan negara-negara maju dengan Fir’aun dan siapa-siapalah itu yang lagi rame memenya tempo hari?

Mayoritas negara-negara maju memang punya peraturan disiplin tentang lingkungan, fokus pada penghematan energi, menyantuni anak yatim dan kaum perempuan (catatan : misalnya tunjangan child benefit yang hanya berhak diberikan kepada ibunya untuk SETIAP ANAK sejak anak lahir hingga usia 18 tahun di Irlandia).

Mereka juga sangat keras menghalau kemiskinan, membangun fasilitas kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat, fasilitas umum yang bisa dinikmati kaya-miskin-tua-muda-Islam-Kristen-atheis-agama lainnya-perempuan-lelaki.

Bahkan, penyandang cacat dan kaum berkebutuhan khusus diberi fasilitas spesial di banyak negara maju. Mereka bebas beraktivitas di luar rumah tanpa kendala berarti . Di sini biasa saja tuh melihat anak-anak down syndrome berangkat sekolah sendiri . Orang-orang berkursi roda jalan ke supermarket belanja sendiri .

Pemerintah punya program gratis buat para orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Pemerintah menjamin pengobatan dan perawatan untuk anak-anak ini.

Yang kayak begini kalian sebut sebagai kepemimpinan ala Fir’aun? .

Lantas, bagaimana dengan Afghanistan, Sudan, Somalia, Bangladesh, Libya, Irak, yang nyata-nyata mayoritas muslim tapi kondisi negara mereka seperti itu?

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Fir’aun memperbudak BANI ISRAIL. Saat Musa datang untuk memberinya peringatan dan meminta Fir’aun menyerahkan Bani Israil, dia membangkang dan merasa dirinya lebih berkuasa daripada Tuhan. ITU penyebab dia diazab. Bukan karena dia membangun bangunan-bangunan tinggi, menguasai teknologi bla bla bla .

Cobalah sekali-sekali menggunakan argumen yang lebih komplit dan terarah ketimbang menggunakan meme-meme sederhana dengan pesan dangkal. Sudahlah dangkal, digunakan pula untuk menyerang orang lain yang tidak sepaham.

 

Kalian toh lebih beriman, lebih saleh, tentunya lebih sering membaca alquran dibanding kami-kami yang konon munafik ini . Tentu kalian lebih fasih menguraikan betapa banyaknya amalan-amalan muamalah yang diurai dalam alquran yang bertujuan menaungi keselamatan dan kesejahteraan manusia di dunia .

Sebagai penuntun dan petunjuk bagi SELURUH umat manusia.

But look at you, sangat-sangat-sangat sensitif dengan fakta bahwa betapa kemiskinan menjadi wajah khas dari tidak sedikit negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Pertikaian internal dan korupsi menjadi salah satu penyebab utama di banyak negara-negara tersebut.

Kalian malah fokus ke wilayah “keimanan” yang sungguh saya tidak pernah paham bagaimana cara mengukurnya? Dari merek minumannya? Merek rotinya? Tontonan televisinya? Pilihannya pas Pilpres/Pilkada? Picik sekali.

equil-sari-roti

Keimanan itu bukan ranah manusia. Memangnya tahu dari mana seseorang itu salatnya khusyuk atau tidak. Orangnya rajin puasa atau tidak? Mau dipasangin CCTV di seluruh penjuru rumahnya? Memangnya CCTV bisa membaca hati manusia? .

Ujung-ujungnya lebih banyak berdebat akan hal-hal yang sifatnya batiniah . Hal-hal yang tidak bisa diukur dalam kapasitas kemanusiaan kita .

Kisah-kisah kaum Ad, Tsamud, Madyan, Fir’aun, Bani Israil, SELALU disikapi dengan retorika bahwa “Mereka dilaknat karena mereka menentang Tuhan. Menentang Tuhan = bukan Islam.” Definisi Islamnya ya berpegangan kepada hal-hal ritual saja .

Coba lihat perilaku mereka lebih mendalam. Kaum Madyan diperingatkan untuk tidak melebihkan timbangan, Kaum Tsamud sudah diperingatkan untuk tidak mengganggu seekor Unta betina yang dititipkan dan bersedia berbagi sumber air dengannya. Ealah, untanya disembelih.

Itu semua kan metafora yang bisa dipikirkan dengan kapasitas akal kita sebagai manusia. Melebihkan timbangan saja dalam berdagang yang mungkin sifatnya person to person sudah diperingatkan secara KERAS. YA GIMANA KALAU KORUPSI TRILYUNAN YANG MENYENGSARAKAN RAKYAT SEGINI BANYAAAAAAAKKKKK .

Berbagi sumber air dengan seekor Unta betina mungkin tertitip pesan bahwa BUKAN hanya manusia yang punya hak atas kehidupan di dunia ini. Coba lihat sekitar kita. Lingkungan dan makhluk hidup lainnya tetap harus dijaga haknya sesuai fitrah yang diturunkan Tuhan bagi setiap makhluk hidup di dunia.

Bani Israil yang serba ogah-ogahan dan culas setelah berhasil diselamatkan oleh Nabi Musa. Bukan karena IDENTITASnya sebagai BANI ISRAIL. Tapi karena SIFAT dan PERILAKU MEREKA SAAT ITU.

Karena masalah identitas inilah, tidak sedikit kaum muslim menentang kemaslahatan atas nama kemanusiaan jjika itu DATANG dari golongan di luar Islam. Logical fallacy terhadap Fir’aun yang dicocok-cocokkan dengan kehidupan di banyak negara maju yang faktanya memang mayoritas non muslim.

Kenapa begitu? Karena kalian menganggap ISLAM itu sebatas “bungkusan” saja. Isinya tidak penting. Bungkusnya dulu dah.

Pokoknya mau punya PEMIMPIN MUSLIM. Titik. Terserah deh gimana-gimananya, pokoknya MUSLIM DULU. Sisanya menyusul. Mau korupsi kek, mau nganu kek, mau nginu kek, bodo amat! Pokoknya kudu muslim, lim, lim.

Dimana definisi muslimnya ya itu aja kali … cek kolom agama di KTPnya. Sifat dan karakter kepemimpinan malah tidak pernah dijadikan patokan. Seolah kalau muslim sudah pasti selamat. Faktanya ternyata tidak. Sibuk lagi mencari alasan gimana biar identitas muslimnya tidak terganggu.

Jadikan ISLAM sebagai KARAKTER kita, teman-teman. Kita, termasuk saya dong, ya .

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Sesuatu yang akan memancar dari dalam. Jadi tidak perlu kalian berkoar-koar, akhir-akhir ini doyan bener ngajak ngumpul-ngumpul untuk memamerkan kepada orang lain betapa banyaknya kalian??? Terus kalau banyak kenapa? Biar orang takut gitu?

Gimana caranya mau jadi rahmat buat orang lain, begitu muncul saja orang sudah terkencing-kencing pengin sembunyi. Begitu mau ngumpul, orang heboh siapin pengamanan bla bla bla. Berat di ongkos, euy *ngelapKeringat*.

Orang malah tidak suka dekat-dekat karena perangainya yang terkenal “beringas”.

Jilbab di kepalamu itu, wahai kaum muslimah, jangan kalian gunakan untuk bikin meme menakut-nakuti perempuan lain yang tidak pakai jilbab. Jilbab itu sebagai salah satu sarana bagi kita kaum perempuan untuk menundukkan diri dari kelemahan kita sebagai makhluk yang memang ribet penampilan dan senang pamer-pamer hehehe.

Jilbab itu lebih untuk menyederhanakan penampilan. Makanya tanya pada diri kalian sendiri, jangan-jangan sejak memutuskan untuk berhijab syar’i atau sebangsanya kok ya ongkosnya lebih gede? .

Enggak apa-apa katanya. Seperti kata salah satu penjual gamis syar’i online, “Memang surga harganya mahal.” Cucoooookkkk . Kalian pernah mendengar istilah, “Jangan menjual ayat dengan harga yang murah”? .

Demi identitas boleh doooong keluar duit lebih. Padahal kesederhanaan adalah karakter seorang muslim yang melekat kuat pada diri Rasulullah. Kalian justu menggunakannya sebagai IDENTITAS semata BUKAN sebagai KARAKTER .

Kesederhanaan menjadi pemicu rendah hati. Nah, jangan-jangan kalian sudahlah makin menor makin tinggi hati pula merasa diri lebih baik karena selembar pakaian di badan .

Sudah saatnya umat muslim menjadi bagian dari perbaikan kehidupan di dunia ini. Di banyak wilayah Afrika masih banyak sekali anak-anak yang hidup kelaparan. Afrika bukan wilayah miskin kalau kita berbicara soal sumber daya alam.

Tapi kerakusan para pemimpin dan mungkin ketidakpedulian kita yang membuat mereka terus menerus berkubang dalam duka .

Tahun lalu saya membuat tulisan tentang seorang anak muda di Amerika Serikat yang menemukan teknologi untuk membuat tangan buatan (robotik) yang bisa membantu meringankan hidup kaum tunadaksa. Selama ini, perlu biaya sekitar 80 ribu dollar untuk mengupayakan hal seperti ini.

Temuannya membuat ongkos pembuatannya bisa ditekan hingga hanya 250 dollar saja .

Hebatnya, anak muda itu melepaskan hak cipta atas temuannya menjadi “open source”. Bisa digunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh siapa pun tanpa perlu membayar hak cipta.

Di Inggris, juga tahun lalu, sebuah penelitian di bidang kesehatan tentang Baby 3 Parents untuk membantu pencegahan penyakit genetik yang sudah melahirkan banyak anak-anak cacat yang sungguh sulit untuk hidup normal sejak lahir hingga dewasa. Walau konsep ini masih sangat debatable.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Di blog juga sudah saya bahas hehehe.

Di banyak negara maju sudah muncul aturan untuk MEWAJIBKAN tiap perusahaan membolehkan orang-orang berkebutuhan khusus seperti down syndrome untuk menjadi karyawan tetap dan digaji SAMA dengan karyawan lainnya.

Sebulan lalu saya membawa anak saya kontrol perkembangan motorik rutin di sebuah klinik dekat rumah. Di halaman klinik ternyata ada pelatihan bagi orang-orang yang duduk di kursi roda untuk … menyetir mobil sendiri! Gratis oleh pemerintah.

Sudah sejauh itu mereka melangkah, teman-teman. Kita? Jangankan kesempatan menyetir untuk mereka di kursi roda, mau sekolah saja kadang gedungnya yang tidak ada .

Umat muslim HARUS menjadi bagian dari hal-hal BESAR seperti ini. Jangan hanya terus menerus meratap-ratap betapa orang lain ingin menghancurkan kita bla bla bla.

Sampai kapan mau menghadirkan musuh yang jangan-jangan hanya ada dalam imajinasi kalian sendiri? Penyakit hati kita sendiri jangan-jangan yang menjadi penghalang kemajuan kita?

Kesombongan kita terhadap identitas kita yang membuat kita lalai memperjuangkan karakter .

Iya gak sih, teman-teman?

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang mengenakkan.

Think about it, ya  .

Gambar : misacor.org
Gambar : misacor.org

Wisdom Knows When ;)

Tahu film Ben and Holly Little Kingdom, gak? Di salah satu episode, mereka berdua plus Nanny Plum playdate ke rumah Mrs.Witch. Duh, playdate kok ke tempat nenek sihir hihihi.

Nah, si Witch ini orangnya amburadul gitu lah. Barang-barang di rumahnya aneh-aneh, serem-serem dan menurut Ben-Holly-Nanny Plum… jorok! . Baunya kurang sedap.

Ben and Holly Little Kingdom review bahasa Indonesia
Mrs Witch

The Witch bertanya kepada mereka, “Apakah rumahku bagus?”

Ya Nanny Plum langsung nyolot, “Apaan nih! Rumah kotor dan bau begini.”

The Witch mulai sensi. Tapi dia terus bertanya tentang rak lemarinya, masakannya, dan lain-lain. Terakhir dese nanya, “Am I pretty?”

Nanny Plum menjawab tajam, “OF course you’re not!!!”

Ouch! Setajam silet .

The Witch emosinya sudah klimaks. Dia menyihir Nanny Plum menjadi batu. Entah terinspirasi dari kisah lokal Malin Kundang atau gimana hihihihi.

Ben dan Holly panik dan memanggil King Tistle (bokapnya Holly nih). King Tistle datang untuk menyelamatkan si Nanny Plum.

The Witch pun curhat ke King Tistle. Terakhir The Witch pun nanya-nanya, “Apakah rumah saya jelek, apakah wajah saya buruk?”

King Tistle menjawab sambil tersenyum, “Of course your house is great. And you are beautiful. Very kind too. Maafkan Nanny Plum, ya. Boleh gak dia dibebaskan sekarang?”

Kartun Ben and Holly Little Kingdom
King Tistle

Akhirnya Nanny Plum dikembalikan ke rupa semula. Mereka berempat pulang ke istana.

Soal demo kemarin. Soal jumlah peserta nih, ya. Apakah 200 ribu, 1 juta, 2 juga, 3 juta, atau 7.7 juta?

Sebenarnya pendekatan perhitungan mah gampang. Kan tinggal lihat luas lahan dan dikira-kira jumlah tampung. Tidak susah sebenarnya hehehe. Nah bener kan, ternyata memang sudah ada teori hitung-hitungan beginian.

Walau mungkin tetap tidak bisa pas dengan hitungan nyata. Kurang lebih lah ya dan teori ini sudah sering digunakan dan dibuktikan paling mendekati angka sebenarnya.

Masalahnya begini, tidak semua hal bisa digempur pakai logika matematika hehehe. Ecieee yang alumni IT .

Kita kan tahu ya mengapa angka ini perlu dideklarasikan. Mengapa mereka “sensitif” jika jumlahnya diutak utik bahkan dianggap dikecilkan. It’s how they show how “big and excellent” they are.

Saya setuju lho, they are wonderful . Saya kagum dengan aksi demo kemarin. Jumlah besar dan tetap tertib (y).

Itu sebenarnya yang mereka inginkan kan. Pengakuan .

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Balik ke episode Ben and Holly tadi.

Di perjalanan Ben and Holly nanya ke King Tistle, “Why did you say that she is pretty? And her house is disgusting. You know that she’s ugly and smelly. You’re telling lie.”

King Tistle tersenyum, “There are times to say that someone is ugly and smelly. There are times to be just…nice. Saying nice things about people always goes a long way.”

Nah itu!

Ada saatnya kita harus menunjukkan fakta tapi ada saatnya juga kita … mengalah . Simply being nice ^_^.

Iya-in aja napa sih? Hihihihi. Enggak peduli seberapa gatal logika kalian tergaruk dengan jumlah 7 juta itu :p, Remember … knowledge knows what to say but WISDOM knows WHEN to say it .

Sudahlah, hari sabtu kita piknik aja, yuk .

Foto : Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi

Sayangnya, Westmeath-Ireland dilanda hari berkabut 2 hari penuh, nih. Dari pagi sampai malam. Suami pas pula ribet di kantor. Eike yang ketiban nganter jemput anak-anak. Enggak bisa nyetir terpaksa jalan kaki menembus kabut. Ceile udah kayak ngapain aja hahahaha .

Yang bikin deg-degan adalah mengawasi 2 anak tengil ini nih. Kalau adek bayi kan anteng dalam stroller. Anak 2 ini lari-larian di tengah kabut kan ngeri, Cuy. Kabutnya tebal. Takut ada mobil. Soalnya rute kami melewati perumahan kecil yang trotoarnya sempit dan lebar jalanan pas-pasan .

Kok Mbak Jihan tetap kurus anak 3? Ya situ kenalan dulu sama anak-anak gue! Hahahaha.

Sepertinya suhu sangat drop di musim dingin tahun ini. Biasanya Ireland mah paling banter 2-3 derajat. Tapi 2 hari terakhir suhu -3 derajat. Itu dingin banget buat ukuran Ireland.

Udara membeku jadi banyak remah-remah es di pagar-pagar, di atas rumput, di mobil-mobil yang terparkir. Tinggal dilelehin sirup merah tuh jadi es serut hihihi.

Sepertinya weekend ini bakal stay di rumah saja sambil packing-packing for our next “big plan”. Jangan kepo dulu . Nanti kalau JADI pasti gue ceritain deh asal kalian tahan saja baca tulisan gue yang ular naga panjangnya bukan kepalang itu hahahaha. Tumben sih yang ini kok pendek aja ya :p.

Anak-anak kalian suka Ben and Holly Little Kingdom juga gak, sih?

Have a nice weekend, Peeps!

Keep Swimming, Keep Swimming ^_^

Rasanya belum lama saya dibuat geleng-geleng kepala dengan ide kampanye salah satu cagub DKI untuk Pilkada 2017 nanti. Melompat dari panggung boooo, hahahaha. Untuk apa, pikir saya.

Untul lebih jelasnya kita berikan nama-nama julukan ya buat para cagub hehehe :

Cagub urut 1 : si Ganteng
Cagub urut 2 : si Berprestasi/petahana
Cagub urut 3 : si Pintar

Saat awal pencalonan, si Calon Ganteng menjadi bahan “bully-an” dan hanya dianggap penggembira. Baru 2 bulan berlalu, hasil survey elektabilitas membalikkan semua fakta : si Ganteng merajai di hampir semua survey.

Pendukung Ahok tidak usah denial hahahaha. Memang iya begitu kok hasilnya .

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Karena logika sederhana saya begini, si Berprestasi memang berkutat di isu yang sangat berat. Isu agama *ngelapKeringat*.

Tapi jika memang si Berprestasi kepopulerannya menurun, harusnya yang berjaya adalah si Pintar. Tet toooot… si Pintar melorot ke paling buncit. Sedangkan si Berprestasi selisih sedikit dengan si Ganteng.

Apa sih yang terjadi?

Then I have a super long discussion with my husband hahahaha. Maaf ya Bang. Sebenarnya suami saya bukan Ahoker cuma mungkin karena saya Ahoker banget jadinya dia kebawa-bawa hihihi.

Makanya saya senang berdiskusi soal Pilkada ke suami. Biar saya tidak terlalu gila sendiri hahaha. Ada penyeimbang.

Suami saya memberikan sudut pandang lain yang selama ini tidak terlalu saya pikirkan. Saya terlalu geer bahwa mayoritas pemegang KTP DKI ini terlalu rasional untuk diguncang dengan kampanye unyu-unyu hahaha.

Kalau isu agama ya bisa lah kita pahami ya . Tapi yang bikin bingung kenapa malah si Pintar tidak otomatis menyodok?

Ini dari sisi si Pintar dulu :

1. Si Pintar sepertinya menyasar kalangan pemilih yang mirip-mirip dengan si Berprestasi. Tet tot banget. Karena yang model-model “rasional” yang berpegangan pada prestasi kerja ya sudah pasti mayoritas akan lari ke si Berprestasi. Easy to see.

2. Bikin program-programnya mirip-mirip dengan si Berprestasi. Nothing really new. Kalau mengandalkan hal-hal seperti ini, sudah jelas si Berprestasi sudah “megang” banget. Prestasinya terang benderang. Terbukti dengan tingkat kepuasan masyarakat yang sangat tinggi.

Menjadi satu dilema baru, kepuasan masyarakat tinggi tapi elektabilitas melorot. Sungguh ujian rasionalitas yang luar biasa, ya, hehehe .

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

“Influencer” utamanya juga dari kalangan yang “sama”. Saya ingat postingan PP soal si Pintar yang justru komentarnya kebanyakan datang dari lingkaran pertemanannya yang pro si Berprestasi! Hahahaha :p.

Orang-orang yang berkomentar dengan “santun” dan bahasanya enak dengan tingkat pendidikan mumpuni, mirip dengan karakter PP juga. Komentar saya sampai ngegantung sampai sekarang karena PP memutuskan menutup kolom komentar di postingan yang itu hihihi.

Satunya lagi juga ada di FB. Bang FR. Saya pernah lihat beliau sewot karena jumlah like yang didapatkan oleh komentar pro si Berprestasi lebih banyak padahal dia lagi promo si Pintar hahaha.

PP dan FR sama-sama BUKAN “anti Ahok” dan itu makin membuat mereka sulit mencari celah 🙂. Bahkan FR malah ngefans juga dulu sama Ahok hehehe.

3. Tidak sinkron dengan wakilnya. Ini lumayan terlihat. Ya ini kan jawabannya gampang hehehe. Sebenarnya yang ngotot jadi cagub kan memang si wakil :p. Tapi karena elektabilitas mandek, dicarilah nama baru biar enggak mangkrak-mangkrak amat hahaha.

Mungkin juga dalam hatinya tidak rela-rela banget tapi ya gimana demi “kemenangan” ya mengalah dikit dululah. Sayangnya, mungkin dalam implementasi si wakil seringnya tidak kuasa menyembunyikan “siapa sebenarnya yang punya kuasa” 😉.

4. Ini juga banyak desas desus soal dana kampanye. Pendukung si Pintar dananya tidak secetar dua calon lainnya. CMIIW.

5. Somehow, si Pintar juga PERNAH menjadi bagian dari pemenang Pilpres 2014.

Jangan lupa ya, mereka yang mati-matian berkonfrontasi dengan si Berprestasi ada juga yang memang sudah dendam kesumat sejak lama hehehe. Walau tidak ada kasus Pulau Seribu, bisa dipastikan mereka juga bakal bersikap sama seperti sekarang 🙂.

6. Teman-teman yang mendukung si Pintar juga sepertinya mulai “lelah” dan lebih banyak menunjukkan sikap “asal bukan Ahok” dan lebih gencar berkampanye menentang petahana. Membuat si Pintar jarang disebut-sebut bahkan oleh pendukungnya sendiri.

Gambar : play.google.com
Gambar : play.google.com

***

Yang patut diacungi jempol adalah timses si Ganteng yang sungguh lihai mencari peluang (y).

1. Dana kampanye lebih besar daripada si Pintar hahaha . Jelas ini sih .

2. Berani tampil beda. As silly as it looks, harus diakui ya kampanye mereka sukses menarik perhatian . Timses dengan sadar diri menjauh dari jargon HASIL KERJA-KINERJA-REKAM JEJAK.

Sia-sia “melawan” dari sisi itu. Tingkat kepuasan masyarakat Jakarta stabil, hampir 70% puas dengan hasil kerja petahana.

Maka dipilihlah kampanye unik-unik macam tahu-tahu loncat dari panggung, tetiba berenang ke Pulau Anu sebelum mulai kampanye dst. Mungkin next time bisa menyanyi sambil bawa ular di panggung? Eh, menyanyinya udah deng hahaha.

Mungkin saya itu terlalu over-estimated dengan penduduk Indonesia termasuk DKI hahaha. Lupa kalau penampilan fisik dan tampilan gagah berani bak militer memang masih sanggup menarik perhatian masyarakat .

Samar-samar masih teringat kritikan beberapa teman di “kubu seberang” saat kampanye Pilpres 2014 silam, “Memangnya mau punya presiden yang badannya kurus, mukanya ngenes? Malu dong! Pemimpin tuh minimal gagah, syukur-syukur good looking.”

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Hebatnya, 2 calon lain sama sekali tidak bisa menyaingi si Ganteng dalam hal ini. Selain usia muda dan wajah menarik, si Ganteng memang alumni AKABRI hehehe.

3. Menyasar “komunitas alay”. Jangan lupa, pemilih muda di DKI juga ada. Mereka yang mungkin 4-5 tahun lalu masih berusia 12-13 tahun kini juga punya hak pilih.

Saya intip-intip instagram si Ganteng + bininya. Komentar yang lumayan cetar –> “Orang tua hebat membesarkan anak-anak yang hebat. Salam hormat buat Pepo dan Memo.”

Ganteng + cantik = anak-anak yang hebat .

Jangan ketawa. Lihat ulasan di poin nomor 1. Kalian mungkin sama seperti saya, mengira rakyat DKI sudah lepas dari hal-hal “kosmetik” semacam ini .

Mereka, yang belum terlalu ngeh politik tapi sukses disuguhkan dengan pasangan ala-ala sinetron yang mungkin tontonan sehari-hari mereka sejak kecil hihihihi. Ganteng-cantik, sama-sama berasal dari keluarga tajir. Punya banyak kelebihan dan terkenal santun dan tidak pernah macam-macam .

Walau rekam jejaknya bisa dibilang NOL, justru keuntungan khusus buat si Ganteng. Susah dicari salahnya hahaha.

4. Keuntungan fisik juga membuat publik tertarik membicarakan mereka. Jangan dikira yang ibu-ibu aja yang terlena hahahaha. Ibu-ibu sih wajar .

Persetan lah sama politik apalagi pening mikirin hasil kerja bla bla bla. Toh semua bisa sirna manakala duduk manis depan tivi nonton orang ganteng dan orang cantik di sinetron-sinetron korea .

Istri si Ganteng yang notabene mantan model masih kece sampai sekarang .

Siapalah yang peduli bapaknya dulu adalah terpidana korupsi .

***

Tapi memang faktor terbesar masih dipegang oleh isu “Asal Bukan Ahok” hehehe.

Musim kampanye yang cukup unik. Karena sering melihat pendukung si Pintar membela si Ganteng yang dibully oleh pendukung si Berprestasi. Sebaliknya pun, pendukung si Ganteng membela si Pintar di situasi yang sama :p.

Jelas kan, buat mereka, mana-mana ajalah, yang penting jangan si ITU hehehe 😉.

Yang lebih banyak wara-wiri justru pendukung si Berprestasi vs pembenci si Berprestasi. Dari sini anomali yang sudah saya sebut tadi muncul, “Rakyat sangat puas dengan kinerja tapi ogah buat memilih.” Rasionalitas entah ke mana .

Memprihatinkan. Karena dua calon lainnya tidak punya rekam jejakk yang cukup untuk dipersandingkan dengan petahana. Jangankan setengahnya, seperempatnya saja tidak ada mungkin .

Banyak argumen, “Berikan kesempatan.” Kalau mau kesempatan ya coba dulu dong dari wilayah-wilayah yang lebih kecil. Masa ujug-ujug mau jadi pemimpin daerah di jantung negeri di ibukota -_-.

Ibarat fresh grad yang apply jadi direktur tertinggi. Jika sungguh ingin mengabdi, ya coba dulu dari daerah . Buktikan di sana lalu silakan datang kembali menguji diri di ibukota .

Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org
Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org

Makanya, timses si Berprestasi mungkin saatnya mengubah metode kampanye. Saya pun dulu berpikir begitu. Sederhana. Sodorkan prestasi kerja yang memang nyata memberikan hasil.

Tingkat kepuasan tidak menurun. Tapi elektabilitas terus tergerus jatuh .

Mungkin memang perubahan itu belum setajam yang kita perkirakan. Kita sering mengira, heloooo ini DKI lho yang masyarakatnya mungkin sudah didominasi oleh orang-orang rasional yang percaya kepada hasil kerja dan semacamnya. Ternyata mungkin belum .

Mungkin juga ini jawaban mengapa politik dinasti masih sangat sulit diberantas di Indonesia . Saya baru ngeh kalau di Tangsel, ibu walikota cantik yang suaminya terjerat kasus korupsi yang juga merupakan bagian terdekat dari dinasti korup di provinsi Banten masih terpilih di Pilkada terakhir.

Kata teman di sana, ya pilihannya memang ribet. Calon penantang juga enggak jelas. Kita selalu mengira kalau di daerah ya wajar, masyarakatnya masih gampang “dikatrol”. Jakarta beda, dong.

Ternyata … hasil survey terakhir tidak menunjukkan bahwa rakyat DKI Jakarta sudah naik kelas dibanding daerah lain .

Di Sulawesi Selatan, daerah asal saya juga seru. Keluarga-keluarga dekat orang nomor satu di sana juga tidak sedikit yang menjadi kepala-kepala daerah walau usia sangat muda dan tidak pernah kedengeran hasil kerjanya .

Kecewa dengan hasil survey? Jangan dong. Jadikan bahan introspeksi .

Terima kenyataan bahwa mungkin memang masyarakat ya memang masih begitu hehehe. Gencar melawan tayangan sinetron lokal tapi diam-diam terhibur dengan drama jenis sama versi impor dari negara lain hahaha.

Kondisi sehari-hari dalam sosial-ekonomi-budaya tentu punya pengaruh besar dalam sikap mereka dalam berpolitik . Itu faktanya.

Kelamaan tinggal di luar negeri, saya mungkin tidak sadar memasang standar terlalu tinggi bagi rasionalitas penduduk DKI. Jangan-jangan timses si petahana juga begitu. Nah, itu yang bahaya . Semoga cepat-cepat diubah metode kampanyenya ya .

Tidak berarti saya menuduh masyarakat masyarakat DKI “rendah” atau semacamnya. No, no. Sungkem dulu hehehe.

Cuma mungkin di mata mayoritas masyarakat Indonesia, kemajuan pembangunan belum sepenuhnya terfokus kepada disiplin dan kecakapan penguasa.

Masih dibayang-bayangi faktor lain yang memang sering menjadi khas negara berkembang : agama, penampilan, kondisi fisik, kesantunan (yang sudah sering berbanding terbalik dengan hasil kerja hehehe), etnis, isu mayoritas minoritas dan sebagainya.

Hasil survey jangan malah dijadikan pelemah semangat atau khawatir berlebihan. I always say, “Mengkhawatirkan masa depan sama sia-sianya dengan menyesali masa lalu.”

Jadikan bahan berkaca buat kita. Mencari cara untuk terus menjadi bagian dari perubahan dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Bukannya takluk dan malah menyalahkan lingkungan. Salah banget itu . Jangan malah menghina mereka yang berbeda dengan kita apalagi jika mereka mayoritas.

Bahkan kalau justru mereka yang menghina kita, you don’t do the same!!!!

Saya sudah puas deh nerima curhat dikata-katain “munafik” karena dukung si Berprestasi hahaha. Sabaaaaaaarrrrr . Ingat ya teman-teman, darkness cannot drive out darkness. Only LIGHT can do that . Pertemanan tetap nomor satu, gubernurnya nomor 2 ajah #eh hahaha.

Soal berhasil atau tidak ya itu urusan nanti dong, ya.

Seperti pesan Bunda Theresa, “God never requires us to succeed, He only requires that WE TRY.”

Try, try, try. Try first. Garis finish masih jauh, cemen amat sudah mau gantungn sepatu hahahaha.

Nonton Finding Nemo dan Finding Dory kan. Ingat jargon, “Keep swimming, keep swimming.”

Exactly. Buat teman-teman pendukung si Berprestasi, itu yang harus kalian lakukan. Keep Swimming . Tapi sadari, mungkin kini kita harus mencoba gaya berenang yang lain dengan mempelajari taktik lawan-lawan hehehe .

Yuk yaaa, senyumnya manaaaaaa .

Terus berbenah Jakarta-ku .

#tetapAhok

Gambar : temanahok.com
Gambar : temanahok.com