FANATIK

Lagi heboh unfriend blokir terkait meninggalnya salah seorang tokoh di Indonesia. As silly as it sounds, nyata adanya –> sekadar mengucap belasungkawa bisa menimbulkan kehebohan.

Ada yang menganggap sebagai fanatisme kebablasan. Kalau senep sama seseorang ya wajarlah, tapi kalau sampai yang disebelin meninggal dan ada yang memposting ucapan duka cita dan ikutan “dibantai” apa ndak gimana gitu ya 😰😰😰.

Soal fanatismenya dari dulu juga adaaaaaaaaa. Tapi daya gaungnya terbatas waktu dan jarak. Simpel, dulu gak ada MEDSOS. read more

Jilbab di Sekolah, Now and Then


Pertengahan tahun 1984, sebuah sekolah swasta baru dibuka di Kota Makassar. Seorang kerabat sukses membujuk orang tua saya memasukkan saya ke sekolah tersebut walau biayanya tentu lebih mahal daripada TK negeri.

Wait, kalian udah lahir belom tahun 1984? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜­πŸ˜œ.

Kok almarhum bapak mau? Karena ada embel-embel sekolah Islaam 😝. Tapi kuncinya di nyokap.

Karena sebenernya almarhum Bapak pengin anak perempuan masuk sekolah agama. Tapi Mama enggak sreg dengan sekolah Islam yang umumnya berlabel Muhammadiyah di kala itu di kota kami. read more

Sekularisme, Kasus Citizenship di Jerman, dan Tragedi Pemenggalan di Perancis

Ada 2 kasus yang sedang saya ikuti di daratan Eropa.

Peristiwa gagalnya seorang imigran muslim mendapatkan kewarganegaraan Jerman gara-gara menolak berjabat tangan dengan ibu-ibu petugas imigrasi.

Ybs sudah lulus ujian dan tinggal belasan tahun di Jerman serta berprofesi sebagai seorang dokter. Hanya gara-gara menolak bersentuhan dengan ibu tadi, sertifikatnya ditahan. Sampai ke level pengadilan pun, si imigran ini ‘kalah’.

Alasannya, si imigran dianggap gagal berintegrasi dalam kehidupan sosial di Jerman. Lah, memangnya berjabat tangan adalah salah satu syarat wajib untuk mendapatkan status warga negara? read more

Kasus LGBT, Tragedi Reynhard, dan Latar Belakang Pelegalan Pernikahan Sejenis di Negara Maju

Kasus LGBT mencuat lagi dengan kasus Reynhard. Dari awal mencuatnya, sudah bisa ditebak opini massa di tanah air pasti ruwet membedakan ORIENTASI SEKSUAL vs KELAINAN SEKSUAL.

So that you know, pelaku pemerkosaan yang heteroseksual ya juga banyak. Bahwa misalnya pedofilia pun, juga bukan kejahatan khas untuk kasus LGBT doang.

Jika kalian anti LGBT ya itu urusannya lain lagi ;). Your life, your value, your choice πŸ‘Œ.

Yang gini-gini seringkali membawa ruang diskusi meluas sampai pembahasan tentang isu yang sama di negara-negara maju. read more

Film Netflix Terbaru Edisi Natal 2019 : THE TWO POPES, “When Noone is to Blame, Everyone is to Blame”

Film Netflix terbaru untuk edisi Natal 2019 ini : The Two Popes.

Sempat disangka film dokumenter beneran saking miripnya aktor pemeran Pope Francis dengan Pope aslinya hehehe. Iyah, mirip bangetΒ πŸ˜….

So that you know, film netflix terbaru yang ini kategori FIKSI. Kalau pun memang terinspirasi dari kisah Pope Benedictus dan Pope Francis, ternyata banyak juga penambalan yang tidak sesuai atau berat sebelah.

film netflix terbaru Natal 2019

Kritikan bertaburan tapi sebagai tontonan, film ini sangat menarik. Mengingat adegan-adegannya didominasi oleh percakapan one on one antara Pope dan Cardinal-nya (sebelum digantikan), TAPI TIDAK MEMBOSANKAN sama sekali. read more