Cerita Naik Haji, ‘Kesibukan’ di Bulan-bulan Haji

Sudah masuk Dzulhijjah, jadi ingat rempongnya pas dulu masih tinggal di Jeddah pas bulan-bulan haji. Hehehe. Biasa, siap-siap jadi tuan rumah bagi teman-teman/kenalan yang datang hajian. Tiap tahun, adaaaaaa aja kerabat yang hajian. Alhamdulillah.

Bareng Tante Nel di Masjid Apung, Corniche Road

Bareng Tante Nel di Masjid Apung, Corniche Road (2012)

Nah, tahun lalu giliran kita deh yang hajian. Tapi tetap menjamu tante dan kakak sepupu suami yang juga hajian di tahun yang sama. Capek tapi senang ^_^.

Bulan-bulan haji yang dimaksud adalah bulan Syawal hinggal Dzulhijah. Selepas Ramadhan, biasanya Saudi mulai ‘lengang’ :) .

Mulailah warga Jeddah berkeliaran ke Mekkah dan Madinah. Termasuk saya dan teman-teman disini. Kalau ke Ka’bah setelah Idul Fitri, sepiiiii banget. Nyaman bener kalau bawa anak-anak.

Ke Madinah juga biasanya jadi pilihan. Karena tentu saja…harga hotel murah, Cyyiinnnn! Hahaha.

Mungkin sekitar beberapa minggu setelah Idul Fitri, Saudi kembali dibanjiri umat muslim dari segala penjuru dunia. Yap, musim haji telah tiba kembali :) . Kalau enggak salah, di tahun ini, jemaah dari Indonesia mulai mendarat sejak tanggal 11 september kemarin, ya. Ahlan, ahlan :) .

Mulai tuh kasak kusuk saudara-saudara/teman/kerabat siapa saja yang bakal datang. Kami kompakan menyerbu ke Bab Shareef dan Balad mumpung masih sepi. Kala jemaah haji sudah mulai ramai, harga juga bisa ikut-ikutan ‘ramai’. Hehehe.

Biasanya kami berburu buat oleh-oleh atau sekedar ngasih buah tangan buat saudara-saudara, kerabat, atau teman yang sedang berhaji. Kan pada janjian ketemu, tuh. Ada yang disambangi hingga ke Madinah. Atau disamperin ke Mekkah. Tapi kalau saya senengnya ketemuan di Jeddah saja … *ngiriiitttt :P *.

Bareng keluarga Bang Man dan istri di COrniche Road (2012)

Bareng keluarga Bang Man dan istri di COrniche Road (2012)

Tahun 2011, saya sempat ketemu Ibu Hajjah cantik di bawah ini. Indhira, temen SD yang pas hajian kemarin nyempetin nelepon dan akhirnya ketemuan di Jeddah. Makan malam di Pattaya terus jalan-jalan bentar di Aziz Mall. Sayang, rata-rata cuma transit sehari ya di Jeddah :( .

Pemukim di Jeddah yang akan hajian pun mulai sibuk mencari hamla (biro haji). Hamlanya sendiri ada beberapa macam. Ada yang daftarnya via Islamic Center (yang tersebar di berbagai tempat), ada juga yang mendaftar ke hamla pilihannya secara langsung.

Biaya hajian via hamla dari Jeddah ini macam-macam. Kalau menggunakan tasrikh (semacam surat izin buat haji) minimal 2000 SR. Harganya bisa melonjak hingga 10 ribu bahkan belasan ribu (malah ada yang puluhan ribu) untuk fasilitas yang lebih yahud :D . Rata-ratanya sekitar 4000-5000 SR.

Tapi tahun ini, karena kisruh amnesti pekerja ilegal, Saudi kekurangan tenaga musiman yang biasanya direkrut dadakan di bulan-bulan haji. Hamla lokal kini menawarkan harga gila-gilaan. Menurut teman-teman di Jeddah, naiknya bisa 2 sampai 3 kali lipat *ngelapKeringat*. Untung dah hajian tahun lalu *fiuh* :D.

Ada juga istilah “haji koboi”, lho. Hajian pakai kuda dan topi koboi gitu? Hahaha. Bukan kaleeeee :P . Haji koboi sih katanya istilah buat haji ‘ilegal’. Masuk ke Mekkah tanpa tasrikh, dan biasanya lebih mudah dilakukan pas di hari wukuf. Konon, pas hari wukuf pemeriksaan di checkpoint kota Mekkah lebih ‘longgar’.

Para “koboi” ini ada yang betul-betul mandiri. Bawa tenda atau kantong tidur sendiri. Dan nginep dimana aja sedapatnya. Ada juga “koboi’ yang rombongan. Jadi, pakai pemandu segala dan ramai-ramai dengan sesama koboi lainnya hehehe. Ini biasanya agak mahal dikit biayanya. Hati-hati sajalah. Kalau ketahuan, bisa kena deportasi katanya.

Tahun ini juga peraturan jauh lebih diperketat. Sudah ada mobil penjaga di checkpoint. Pengumuman larangan haji ilegal sudah ditempel jauh-jauh hari. Tahun-tahun kemarin, kan, cuma dalam bentuk rumor saja. Padahal aturannya memang ada dan tertulis, lho.

Selamat datang buat para jemaah haji asal Indonesia :) . Enjoy Mekkah-Madinah-Jeddah ;) . Jaga kesehatan dan semoga menjadi haji yang mabrur. Amiiiiiiiinnn.

Berikut kenang-kenangan foto waktu hajian kemarin :D. Jilbab pink booooo hahaha.

Bergaya dulu sebelum naik kereta di stasiun Mina 1

3 thoughts on “Cerita Naik Haji, ‘Kesibukan’ di Bulan-bulan Haji

  1. Udah baca dong, detail haji kalian, pasangan gober.. haha… *bangga*
    Dan aku masih heraaaannn, loh. Wajah seketje dirimu, kok ya masih ada aja orang yg nganggap dirimu TKW ya, mbak? Orang Indo pula, kan..? Hihi…

    • Iya tuh. Padahal di waktu di Indo, rasanya 11-12 sama artis2 sinetron hahahahaha –> disambitPisau :P. Btw, yang dilihat bukan tampang, cyin, di Jeddah. Tapi penampakan keseluruhan hehe. Eike pan malas yak beli abaya mahal-mahal, enggak bakal kepake juga nanti kalau udah gak di Jeddah :D. Di Jeddah TKWnya juga banyak yang mukanya manis, lho ;). Pernah ketemu office girl asal di rumah sakit tempat lahiran. Imut bangeeeettt, mukanya mulus, kulitnya putih banget, umurnya masih 20 tahun, dari Ciamis, tahu dong urang sunda emang kece-kece hehe. Pdhl nenteng-nenteng sapu dan kain pel di rumah sakit :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *