Biografi Soekarno : Yang Terbit, Tenggelam, dan Kembali Bersinar

by : Jihan Davincka

***

Rujukan tulisan, disarikan dari berbagai sumber. Lihat di akhir tulisan, ya ;).

***
Di pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, yang cukup sering diulas adalah peristiwa Gestapu. Peristiwa yang me’wajib’kan kita, terutama para belia di masa tahun 80 an, untuk menghujat PKI (organisasi busuk yang kerjanya membantai ustaz). Sekaligus menanamkan paham bahwa Soekarno, sang presiden kala itu, bertanggung jawab atas salah satu sejarah terkelam tersebut.

Kelam bukan karena ada 7 jenderal yang terbunuh di penghujung bulan september 1965. Tapi, justru ada ratusan ribu nyawa lain yang ikut melayang selepas peristiwa tersebut. read more

A Blast from Our Hajj-journey

Mabrook, Haji Dani Rosyadi ^_^. Thawaf qudum 1.5 jam, thawaf ifadah 2.5 jam. Semuanya non stop gendong Narda :). Tetap mampu khusyuk berdoa di tiap putaran. Thawaf wada nyaris 4 jam! Lucky us, I got my period in that morning. Can’t imagine if he did thawaf wada last night with me and our little boy hehehe.

Tercekat melihat Masjidil Haram dan sekitarnya sepanjang sore dan tadi malam. Akses ke lantai 1 ditutup rapat. Thawaf di lantai 2. Sesaknya juga minta ampun. Bis kami yang seharusnya meninggalkan Mekkah ke Jeddah pukul setengah 7 malam, mundur hingga jam 11 malam. Hampir semua rekan-rekan pulang dengan langkah tertatih-tatih dan wajah kelelahan. read more

fotografer Dani Rosyadi Masjid Apung

All That Comes Before

Tahun 2010, di bulan Juli melangkahkah kaki keluar dengan penuh keraguan dari bandara. Pertama kalinya menghirup udara kota Jeddah.

Baru saja menjejakkan kaki di Negeri Petro Dolar ini, saya sudah diberi rezeki. Hamil anak ke-2 di bulan ke-2 bermukim di kota (yang ternyata) cantik ini :).

Di tahun pertama itu, tetangga saya berangkat haji. One of my best friendsĀ  here who has left Jeddah at the beginning of this year.

Biarpun saya menggodanya sepanjang waktu, “Sepertiko mau pergi kemping, Rani. Coba kalau di Makassar, adami itu gandrang bulo antarko pergi Mekkah.” (Kayak mau kemping aja lu, ,Rani. Coba kalau di Makassar, sudah ada Gandrang Bulo yang mengiringi keberangkatan). read more

[Cerpen] “TITIPAN”

Oleh : Jihan Davincka

***

Nuril berusaha bangkit dari tempat tidur. Berjalan pelan ke arah jendela.

“Hm…enak juga dapat kamar yang viewnya bagus.” Nuril menggumam sendiri.

Hari masih pagi. Pukul setengah enam. Belum lama azan subuh berkumandang. Sisa hujan semalam masih menyisakan titik-titik embun di kaca jendela.

Wajar jam segini belum terdengar hiruk pikuk berarti di rumah sakit. Hanya sesekali suara langkah mendekat dan menjauh, beberapa obrolan dengan suara rendah dari luar pintu, dan selebihnya hanya kicau burung yang mengundang langkah Nuril mendekat ke arah jendela sekarang ini. read more

Mejeng di Republika (lagi)

Ini tulisan jalan-jalan ke-2 di Leisure – Jalan-jalan Religi. Muncul di edisi hari ini (selasa, 2 oktober 2012).

Kaget juga. Tak ada kabar apa pun dari redakturnya. Tiba-tiba saja tadi pagi, teman saya men-tag saya di sebuah foto. Pas dilihat itu foto artikel “Padang Pasir Badar” yang dimuat di Leisure selasa Republika. Hehehehe. Langsung seneng bertubi-tubi.

Agak kendor semangat menggempur media. Udah mengirim banyak tulisan, tapi tak ada satu pun yang tembus di bulan september kemarin :(. Makanya begitu di awal Oktober, ternyata keberuntungan belum pergi selamanya, langsung menggebu-gebu lagi pengin kirim tulisan ke media. Hehehehe. read more