Olahraga di Rumah Bersama Blogilates dan FitnessBlender

Disiplin lagi olahraga di rumah yang super ketat mulai besok nih. Ceritanya mau serius ngurusin body-shape lagi.

Sisa-sisa lemak Texas masih bertaburan di mana-mana hahahaha. Well, mendingan dikit lah. Tapi belum balik ke berat badan dan bentuk badan tahun 2016 kemarin.

Tahun 2016, 6 bulan setelah melahirkan, berhubung si dedek sudah lepas ASI ekslusi

f jadi kepikiran untuk nurunin berat badan. Tidak optimis-optimis amat. Karena saya pikir, helooooo udah 36 tahun memang sudah saatnya gendita nan montika, yes? Hahaha :p.

Nih foto hamil tua pas anak ke-3. Si koneng melendung -_-. Masih hamil 7 bulan nih hahaha.

olahraga di rumah
Super gendita (Agustus 2015)

Waktu hamil tua anak ketiga itu saya takut nimbang pas hamil tua begitu terakhir nimbang sudah menyentuh 68 kg. Belum pernah berat badan separah itu. Jadi kemungkinan itu tembus 70 kg kali cuma gak ditimbang saja.

Sampai adek bayi umur 5 bulan itu stuck di 59 kg. Yah, pasrah sih. Toh kayaknya dengan tinggi badan 158 cm, berat segitu itungannya masih “acceptable”. Tapi tetap pengin turun ke 52 kg aja udah happy banget.

Turunnya pelan-pelan. Sebelum masuk bulan puasa nyampe 52 kg *sujudSyukur*. Eh 3 minggu puasa, turun ke 48 kg. Takjub sendiri, “Eh ternyata bukan hal yang mustahil, ya.” Makanya pas mudik ke Jakarta, Juni-Agustus 2016 itu lagi langsing-langsingnya hihihi.

Ini sudah langsing ecieeeeee :p (Juli 2016)

 

Balik ke Ireland, sampai Desember yah naik dikit ke 50-51 kg. Dan begitu ke Texas setahun sejak Januari 2017, tidak terkendalikan lagi hahahaha. We love Texas too much :D. Sampai gak mikirin gini-ginian lagi. Balik ke Irlandia, berat badan udah 57-58 kg lagi *nangis*.

Makanya ini mau serius lagi balikin ke 48 kg. Kali ini mau pakai olahraga super rutin. Kemarin-kemarin ya olahraga juga. Cuma terlalu santai, ah. Kalau gak bisa, banyakan tiduran di lantainya aja hahaha.

Olahraga di rumah jadi pilihan tepat buat beberapa kalangan ibu-ibu kayak saya ini nih. Kombinasi dari malas keluar rumah dari sononya :p, masih punya anak yang belum sekolah pula dan tidak ada tangan ketiga/ART/dll. Jadi masih harus full bareng anak.

Sebenarnya ikut kelas di tempat fitness atau di tempat olahraga yang sekarang lagi menjamur di Jakarta pasti seneng juga. Karena memang “asyiknya tuh rame-rame”, yes? Lebih semangat dan termotivasi.

Tapi masih banyak yang pakai alasan macet dan tidak punya waktu. Padahal dengan makin majunya teknologi alasan beginian bisa ditepis dengan mudah asal memang MOTIVASI dari dalam sudah kuat ;). Koneksi internet yang lancar tidak hanya untuk nonton streaming drakor kan yak hehehe.

Bolehlah dipakai buat mantengin Youtube juga.

Target saya kali ini memang ke PEMBENTUKAN, bukan hanya penurunan berat badan. Makanya, harus super duper serius olahraga di rumah *pijetPaha*. Target utama area perut dan sekitar serta paha.

Lengan aman. Karena memang rutin dilatih TIAP HARI selama setahun terakhir ini! Iyah, tiap hari hehehe. Walo makan suka ngasal, latihan lengan tidak pernah absen :D.

 

Buat yang mau olahraga di rumah dan kesulitan menemukan motivasi well, I couldn’t help you more. Karena motivasi itu memang harusnya datang dari dalam diri sendiri sih :). Kalau yang sudah termotivasi tapi bingung detailnya gimana, nah mungkin info ini bisa membantu.

Pastilah sekarang koneksi internet sudah canggih-canggih ya jadi bisa streaming di Youtube hehehe.

Sekarang sudah banyak banget workout channel di Youtube. Mulai dari latihan-latihan fitnes sederhana, yoga, pilates, yang ala-ala dance, pokoknya banyak banget, deh.

Favorit saya so far ada 2 :

  1. Blogilates

Channel Blogilates ini punyanya si Cassey Ho yang sudah bertahun-tahun upload video-video mengenai gerakan-gerakan olahraga di rumah. Modal karpet kecil doang. Hampir enggak pakai alat lain. Praktis. Tapi ngikutinnya bener-bener gempor hahahaha.

Cara mengecilkan lengan olahraga di rumah
Cassey Ho (gambar : plungedindebt.com)

 

Senengnya si Cassey ini dia punya macam-macam video buat fokus ke pembentukan area tubuh tertentu. Misalnya khusus paha, khusus perut, khusus lengan, khusus betis, banyaaaaaakkk ^_^. Udah ada ratusan video kayaknya. Untuk pembentukan paha saja misalnya bisa ada belasan video. Jadi, jangan takut bosan :D.

Gerakannya memang ada yang diulang-ulang di video berbeda. Tapi mayan lah, tetap terasa beda karena urutannya tidak sama.

Durasi video juga pendek-pendek. Rata-rata untuk latihan 5-10 menit lho untuk pembentukan ini. Tapi gilak, intens banget. Awal-awal susah banget ngikutinnya banyakan leyeh-leyeh di lantai aja hahahaha. Kalau dibiasakan insya Allah meningkat terus kok kemampuan kita (y).

Ini contoh videonya, untuk pembentukan paha nih, bener-bener mantap bikin paha kerja keras :D.

Idealnya jangan ngikutin satu video saja apalagi kalau durasinya di bawah 10 menit hehehe. Cassey sendiri menyarankan tiap hari, kalau lagi serius mau pembentukan + penurunan berat badan, selain jaga makan / semacam “clean eating”, pilih 4 video buat olahraga di rumah.

4 video kira-kira sama dengan 28 menit. Gak papa pilih video-video yang 5 menit sebanyak 4. Soalnya kalau 5 menit biasanya lebih gila emang gerakan-gerakannya hahahaha.

Contoh lain kombinasi untuk gerakan pembentukan paha dari video Blogilates :

2. Fitness Blender

Channel yang satu itu digawangi oleh pasangan suami istri Daniel and Kelli. Situsnya ada di FitnessBlender.com.

Video-video mereka di youtube juga banyak bangeeeeettt. Yang ini lebih detail. Sampai pembagian tingkat kesulitan juga ada. Jadi misalnya beginner bisa mengikuti gerakan-gerakan di video A. Video B untuk yang advanced dst. Komplit (y).

Saya pikir awalnya agak boring karena gak pakai musik dan ngomong-ngomong doang. Eh, ternyata oke juga dan jadi betah ngikutinnya hehehe.

Olahraga di rumah bersama fitnessblender
Gambar : fitnessblender.com

 

Durasi video-video FitnessBlender juga bervariasi. Mau yang 30-40 menit ada, yang durasi cuma 10 menit juga ada.

Ini nih salah satu video yang saya suka. Latihan abs tapi gak pake bobok-bobok hihihi. Kadang malas telentangan gitu apalagi kalau si bocah lagi wara wiri. Didudukinnya perut kita zzzzz -_-.

Ini latihan abs dengan posisi berdiri :D.

No worry, IT’S ALL FREE 😀 😀 :D.

Semangat ya teman-teman. Jangan mau kalah sama Dian Sastro dkk (hihihi), jangan kasih kendor, yes? ;).

Nanti saya update ya, hasil “perjuangan” saya hahaha. Saya reviewnya tiap minggu. Untuk minggu pertama ini target turun 2 kg dan paha kempisin dikit :p. Aamiin. Selamat berjuang! –> ngomong ke diri sendiri :D.

UPDATED –> inilah dia hasil di minggu pertama 😀

selegram hijab mega iskanti

Selegram Hijab dan Cetarnya Bisnis Hijab Online di Instagram

Kegiatan super faedah sejam terakhir tadi. Eh, dua jam ding *tutupMuka*. Kembali mengudara di ForGos setelah beberapa bulan “insaf” hahahaha.

Aih, lagi ramai bahas selegram yak. Termasuk para selegram hijab. Capek kali tadi bolak balik searching nama-nama selegram yang dibahas. Ya ampyuuunnn, akyu benar-benar tertinggal ini dari dunia Instagram ck ck ck.

Ampe sepet mata dan sibuk cekikikan karena komentar-komentar setajam silet dari “punggawa-punggawa” Forgos .

Jadi ketemu istilah “selegram hijrah” segala cobak. Tidak sedikit selegram hijaber yang kegiatannya enggak jauh-jauh dari jualan segala-segala yang dilabelin SYAR’I *elusKitabSuci. Entah endorse entah bikin label sendiri.

Salah satu komentar di forum yang patut di-hilite ,

“Pokoknya gimana caranya itu captionnya jualan syari-syari an. Seolah kalau belum beli berarti belum sah hijrah elu, Sis!”

Hahahahaha.

Kirain di politik saja lagi ramai-ramai “dagang-dagang ayat” . Ternyatah ya Sis, di Instagram merajalela segala macam OOTD dari para hijab-hijrah er, whatever it means . Tapi pinter ih . Saya juga jadi seneng intip-intip. INTIPnya aja yang rajin, beli mah enggak pernah hahahaha.

Tapi tadi nyasar di salah satu akun embak-embak yang ternyata juga jualan gamis gitu tapi dengan pedenya dia posting foto-fotonya yang tidak pakai jilbab. Salut cara dia menjawab dengan tenang segala tuduhan “Nyaranin orang masuk surga lo sendiri masuk neraka” (benar! ada yang komen begini lho hahahahaa).

Dia sih menjawab enteng saja, kira-kira gini cara dia menangkis nyinyir-nyinyiran di akun OL Shopnya, “Saya jualan baju-baju gamis karena memang pasarnya lagi bagus. Kemarin-kemarin saya jualan baju kaos dan kemeja juga, kok.”

Dia enggak marah dan blokir-blokir. Banyak juga yang belain. Dia jualannya profesional aja sih. Cuma kasih caption nama bahan dan model. Enggak ada embel-embel lain.

selegram hijab dwi handayani syah putri
Salah satu produk Heaven Lights, model : Dwi Handayani (gambar : akun Instagram Heaven_Lights

 

Karena tidak sedikit lho ol-shop syari-syari an yang kadang tega pasang foto semacam “siksa api neraka buat perempuan yang enggak pakai hijab atau hijabnya tidak syari” beserta segabruk ayat-ayat dan hadis-hadis. Ini mau jualan apa mau nakut-nakutin hihihi.

Atau pasang-pasang testimoni betapa tenangnya hidup setelah pakai jilbab atau switch ke yang model syari sambil … jualan tentunya! .

Gilak deh lapak-lapak olshop gamis syari. Harganya ngeri-ngeri jugak ya. Ngeri tapi laku keras .

Sebenarnya tidak sedikit juga selegram hijaber yang awalnya memang bukan model bukan artis. Salut, deh. Ada beberapa. Mereka bisa menginspirasi walau datang dari kalangan orang biasa . Misalnya Dwi Handayani Syah Putri dan Mega Iskanti.

Banyak pula toko-toko online yang menjual kostum-kostum hijab yang juga dimiliki oleh orang-orainng biasa. Pebisnis yang benar-benar mulai dari 0 gitu, lho. Tapi begitu buka PO dahsyat itu yang beli.

Selegram hijab mega iskanti heaven lights
Salah satu produk Heaven Lights, model : Mega Iskanti (gambar : akun instagram Heaven_lights)

 

Nah, orang-orang ini yang saya kira sangat menginspirasi ya, dari segi bisnis ini bahasnya bukan dari segi lain-lain hehehe. 

Misalnya akun @Heaven_Lights yang ternyata yang punya juga namanya JIHAN hehehe. Jihan, seorang ibu rumah tangga biasa yang awalnya coba-coba jualan jilbab dan akhirnya bisa kayak sekarang ini.

Follow saja akunnya @Heaven_Lights tuh. Jilbab yang dijual ada 2 jenis yang “general” sama yang premium. Saya penasaran terus akhirnya pengin beli. Alamaaaaaakkk, ternyata buka PO nya hanya di jam-jam tertentu saja. Biasanya jam 9 pagi. Paling sekali atau 2x seminggu baru mereka jualan.

Rebutan gilak hahaha. Akhirnya saya juga belinya dari re-seller. Nah ini juga tidak kalah cerdasnya. Re-seller dari akun-akun sejenis Heaven Lights ini lincah membeli barang-barang pas mereka buka PO. Barang-barang ini dijual kembali dengan menerapkan sistem jastip (jasa titip).

Harganya dinaikkan minimal 10 ribu rupiah dari harga aslinya. Tetap lho banyak yang ngincer. Saya ini salah satunya hihihihi.

Ah ya, saya tahu Dwi Handayani dan Mega Iskanti gara-gara mereka berdua juga sering menjadi model di akun Heaven Lights tadi. Tapi kedua selegram hijab ini juga sering menjadi model di brand-brand lainnya.

selegram hijab mega iskanti
Salah satu produk Heaven Lights, model : Mega Iskanti (gambar : akun instagram Heaven_lights)

 

Mungkin tiap open PO, Heaven Lights bisa menjual belasan ribu helai kain jilbab. Harganya yang tipe non-premium relatif murah, lho. Berkisar 50-70 ribu rupiah untuk kain jilbabnya. Kainnya juga baguuuussss <3. Saya beli 2 kemarin. Warna-warnanya juga cantik.

Ini bukan endorse, yes? ;). Berasa selegram hijab dah hahaha.

Saya bahas karena saya pengiiiiiiinnn ikutan jual-jualan ginian. Tapi pengin jadi reseller atau stok barang yang udah ada saja dari Tanah Abang atau Thamcit. Iiiiihhh, lebih murah lagi kalau mau beli langsung ke pasar-pasar tradisional macam Tanah Abang dkk ini :D.

Akun lain yang tidak kalah fenomenal adalah @VanillaHijab. Yang punya ternyata mahasiswi muda belia, Atina Maulina, yang terhadang penyakit serius yang akhirnya coba-coba berbisnis jilbab dan laku keras juga seperti Heaven Lights tadi. Cara jualannya mirip-mirip. Atina sudah sukses dengan Vanilla Hijabnya sebelum usianya mencapai 25 tahun.

Selegram hijab
Atina Maulina (baju dusty pink) bersama rekan bisnisnya yang juga kakaknya sendiri Intan Fauzia (gambar : antaranews.com)

 

Makanya era digital ini tidak selalu negatif, ya. Tengok deh tuh Jihan Heaven Lights, dari rumah sembari mengurus anak bisa mempekerjakan banyak pegawai dan punya bisnis sebesar Heaven Lights.

Kalau yang artis beneran jualan jilbabnya mahal-mahal banget euy hehehe. Vanilla dan Heaven Lights ya sekitaran yang saya bilang tadi, 50 – 70 ribu rupiah per piece. Mereka juga jualan baju-baju dan celana. Harganya seratusan ribu kalau tidak salah.

Beneran nih jadi terinspirasi banget dan pengin ikutan jualan. Ikutan jualan yaaaa bukan ikutan jadi selegram hijab nya hahahaha :p.

 

Perempuan, dari Masa ke Masa

Tiap zaman punya figur perempuan idola masing-masing. Konon, 2 abad sebelumnya, justru perempuan dengan bentuk tubuh “penuh berisi” adalah gambaran ideal di masanya.

Sekarang? Bahkan suplemen pelangsing ada yang sukses dijajakan lewat jalur MLM. Tidak sedikit perempuan yang mati-matian mencoba diet ini itu demi melangsingkan tubuh.

Gambar : pixabay.com

Lalu tahun 80 an, rambut super keriting megar ke mana-mana sempat menjadi tren. Padahal tahun 70 an, rambut lurus panjang belah tengah yang digila-gilai kaum perempuan.

“Ketetapan” atas gelar “perempuan terhormat” atau apalah-apalah juga datang dari ranah agama. Sebut saja, kewajiban menutup tubuh dari atas ke bawah. Berlindung atas perintah Tuhan. Jangankan modelnya, sampai-sampai ada yang berkeras bahwa warnanya pun konon “dibatasi”.

Tidak boleh yang menyolok. Menyolok menurut siapa? Ya suka-suka yang bikin aturan. Jangan yang merah jambu, jangan warna kuning, tanpa motif. Ya biar gampang, pakai hitam saja!

Kalau melanggar, bersiaplah kena “hukuman”. Hukumannya ya macam-macam. Bisa saja situ diperkosa. Itu salahmu sendiri. Siapa suruh pakai gincu merah menyala dengan atasan ungu menggoda pakai bawahan di atas lutut pula dengan warna oranye menggigit.

Pokoknya … perempuan yang salah! Huhuhu .

Karena laki-laki itu enggak bisa digituin. Pada dasarnya laki-laki ya laki-laki. Mereka memang diciptakan untuk “memperkosa” apa gimana ya enggak paham juga. Pokoknya mereka harus dijaga matanya, dijaga nafsunya. Siapa yang menjaga? Ya perempuan! Zzzzzz -_-.

Kata siapa? Eit, kata Tuhan lho ini, lalu buru-buru mengeluarkan dalil-dalil penuh ancaman dengan hentakan pamungkas, “Itulah mengapa perempuan banyak yang menjadi penghuni neraka.”

Anehnya, setiap zaman ngotot sekali figur perempuan idola harus SERAGAM dari masa ke masa.

Hingga kisruh beberapa waktu lalu terkait salah satu pahlawan perempuan dari Serambi Mekkah, “Ah, cilaka! Mengapa Cut Meutia, pahlawan muslimah itu, bisa-bisanya tampil tanpa penutup kepala di lembaran uang resmi Republik ini?”

Konspirasi apa ini? Lihatlah, umat Islam hendak dihancurkan! Saksikanlah, begitu keras “,ereka” berupaya melawan syariat!

Saya tidak pernah mengerti siapakah “mereka”, monster jahat yang entah mengapa selalu saja hendak menghancurkan Islam. Apa pun yang kita lakukan hanyalah kesia-siaan belaka karena mereka, PASTI akan menghancurkan Islam. Alasannya apa? Ya enggak tahu pokoknya jahat ajah. Titik. Siapa? Ya mbuh! Pokoknya mereka!

Sampai-sampai cicit dari Cut Meutia pun harus ikut bersuara menerangkan ini dan itu. Suara dan penjelasan pemerintah ya tentu hanya debu ditiup angin. Pemerintah kan bagian dari konspirasi *kunyahUangKertas*. Tetap saja perlawanan harus ditegakkan, katanya.

Gambar : pixabay.com

 

Kalau beliau paham agama ya PASTI beliau pakai jilbab. Anda paham logika kalimat ini?

Jika A maka B.
Jika A (“beliau paham agama”) MAKA B (“beliau pakai jilbab”)
Beliau ini mengacu ke perempuan, ya.

Dalam logika matematika :

A = benar, B = benar , DIANGGAP BENAR
Beliau paham agama dan beliau pakai jilbab

A = salah, B = benar, DIANGGAP BENAR
Beliau tidak paham agama dan beliau pakai jilab

A = salah, B = salah, DIANGGAP BENAR
Beliau tidak paham agama dan beliau tidak pakai jilbab

A = benar, B = salah, DIANGGAP SALAH
Beliau paham agama dan beliau tidak pakai jilbab

Kalimat terakhir dianggap SALAH.

Berarti satu-satunya kemungkinan yang bisa membenarkan logika tersebut manakala beliau tidak pakai jilbab adalah karena BELIAU TIDAK PAHAM AGAMA. Zzzzzz .

Makanya, orang-orang ini ngotot kalau Cut Meutia kudu pakai jilbab. Terserah deh ada bukti enggak ya pokoknya harus pakai jilbab.

Toh konon kesaksian dan bukti foto datangnya dari kompeni yang jelas-jelas kafir dan tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Tapi nanti kalau ada foto-foto lain yang pesannya “bagus” tidak apa-apa ya dijadikan bukti sejarah? Tidak perlu di-tabayyun-kan? *kunyahFotoAntik*.

Gambar : pixabay.com

 

Sebenarnya busana kan memang bagian dari budaya. Zaman dahulu ya terimalah kenyataan kalau busana muslimah ya memang bukan yang seperti sekarang yang ngotot kalian jadikan “ACUAN KEIMANAN” tunggal .

Memangnya zaman dulu tidak ada ulama-ulama besar yang mengerti agama? Wah, ini tuduhan yang berat lho hehehe. Sejak abad ke-17, kaum alim ulama sudah mulai menyebarkan Islam di tanah air.

Kalau pakaiannya tidak seperti yang kalian mau ya mungkin lepaskan kacamata kuda kalian . Lihatlah dunia dari berbagai sudut pandang dari masa ke masa.

Biar tidak kaget kalau misalnya film mengenai Kesultanan Ottoman yang tempo hari diputar di salah satu televisi swasta menayangkan bahwa Sang Khalifah selirnya banyak. Karena memang begitulah adanya di masa itu :).

Isu poligami dan perbudakan memang bagian dari cara hidup masa lalu yang dulu-dulunya dianggap WAJAR . Yang tidak wajar itu adalah kalian yang tetap memaksakan keduanya harus ada hanya karena tercantum dalam kitab suci dan kitab suci itu sifatnya kekal.

Kalau pahamnya begini (ngotot mengusung poligami dan perbudakan) ya wajar pada takut sama Islam ya hehehe.

Gambar : pixabay.com

 

Soal perempuan memang tidak lepas dari pengaruh agama. Entah mengapa ya, agama itu kesannya memang misoginis, agama yang mana pun.

Makanya katanya ada poligami, kan kasihan para janda. Emangnya para janda sudah selesai hidupnya kalau tidak segera dikawini? Ya belum tentu juga kaaaaan. Zaman sudah berubah ^_^. Sudah banyak perempuan sanggup mandiri dan tetap bisa mengurus rumah tangga tanpa kehadiran suami.

Justru para duda yang kayaknya sulit melajang lama-lama, yes? Wajar. Kan sudah biasa diladeni segala macam ^_^. Coba saja dilihat di kehidupan sehari-hari. Duda vs Janda lebih “tahan” yang mana tanpa pasangan? :D.

Anehnya, janda yang suka kena cap macam-macam. Janda kembang lah, janda gatel lah. Kalau duda katanya duren, duda keren. Aiiiihhh :p.

Laki-laki, kalau bantu ngurus anak ya malah keren, suami sempurna. Kalau ogah ngurus anak bisa pakai alasan, “Kasihan, dia dari pagi sampai malam cari uang. Bagi tugas ajalah.”

Coba kalau perempuan! Hahahaha. Dia di rumah = oon, menyia-nyiakan ijazah. Dia kerja di luar rumah = durhaka, enggak mau ngurus anak dst dst dst.

Makanya, jadi laki-laki itu menjadi privilege tersendiri ya? Hehehe.

Gambar : pixabay.com

 

Laki-laki suka merasa perempuan ribet. Lah situ yang bikin ribet. Segala baju dan kegiatan sehari-hari diurusin. Soalnya katanya perempuan makhluk yang lemah. Wah ini tinggal balik lagi ke cerita tentang janda vs duda di atas hehehe.

Semoga makin ke sini, perempuan makin berani ya menunjukkan rasa percaya diri. Semoga hukum dan keadilan juga jangan terus-terusan mendiskreditkan perempuan. Di kasus-kasus perkosaan misalnya. Apalagi jika menimpa wanita dewasa, status janda dst. Itu bisa ke mana-mana dah komennya :(.

Benci banget sama istilah “kehilangan kehormatan” bagi perempuan yang diperkosa. Yang hilang kehormatan ya pelakuknya kali aaaaahhhhh -_-.  Duh, udah emosi. Udahan ah nulisnya >_<.

 

Melahirkan di Irlandia

Sudah terbiasa, melahirkan bak madam alias “Nyonya Besar” di Jakarta dan di Jeddah (hahaha), melahirkan di Irlandia tentu menjadi pengalaman tersendiri .

Hamil pertama di Jakarta, saya masih bekerja. Dobel Garda #ciyumSlipGaji. Suami punya asuransi, saya juga ditanggung oleh kantor tempat saya bekerja. Saat perawatan hamil pakai asuransi dari kantor suami. Saat melahirkan, pakai asuransi tempat saya bekerja.

Hamil 4 bulan anak ke-3. Lagi assignment ke Bern-Swiss 😀

Nikmaaaaat . Melahirkan di kamar Super VIP. Ihiiiiyyy . Saya pertama melahirkan di RS JMC di Buncit itu lho. Dulu masih cupu. Lahiran di situ karena paling dekat dari rumah. Kamar paling super itu pun harganya muraaaaaaah banget. Jauh di bawah batas maksimum yang ditanggung oleh kantor .

Fasilitasnya tidak usahlah dibahas. Nanti jadi pengin melahirkan lagi gimana tuh? Hahaha .

Butuh apa-apa tinggal pencet bel, datanglah ibu perawat tergopoh-gopoh membuka pintu dengan senyum semanis mungkin, “Ada yang bisa dibantu Ibu?”

“Anu Sus, ini bantalnya ada yang lain gak? Yang ini kurang tinggi…”#terhempasManjaaaaahhh .

Di Jeddah walau fasilitasnya lebih jadul dan kurang keren karena sengaja ngambil asuransi pas-pasan hahaha. Tetap saja kamarnya pilih yang sendiri dong, dong, dong! . Segala baju dan printilan sudah disiapkan. Senangnya, pulang ke rumah tidak perlu bawa baju kotor segala macam.

Di Irlandia? Duile, jadwal USG saja kudu nunggu disuratin. Kecuali emergency, apa pun jadwal kontrol harus menunggu panggilan. Saya pernah ada emergency sekali pas perut mules-mules di trimester pertama. Kalau UGDnya sih canggih, ya . Jangan khawatir, gratisan belum tentu murahan punya .

Kontrol Regular dan USG

Kontrol normalnya juga sebulan sekali. Tapi kontrol bulanan ini cukup ke GP (dokter umum) saja yang praktik di klinik terdekat di tempat kita tinggal. Dekat gedung apartemen saya kebetulan ada klinik yang bisa dijangkau dengan jalan kaki sajah.

Setiap datang, kita menjalani tes urine, dicek tekanan darah dan denyut bayi diperiksa pakai stetoskop gitu. Jangan harap bakal dapat USG hihihi. Boleh sih curhat-curhat. Kalau ada yang dirasa serius baru deh kita dapat rujukan ke dokter ahli kandungan.

Ketemu dokter kandungan normalnya saat usia kehamilan mencapai 3 bulan. Finally! :D. Ini juga belum tentu USG lho hahaha. Kalau dirasa belum perlu ya tidak akan di USG #pukPukBumilYangPenasaran.

Setelah itu lanjut kontrol bulanan ke GP (dokter umum). Usia 6 bulan ketemu dokter ahli kandungan lagi. Dokternya bisa saja beda-beda. Tidak harus sama.

Tapi jangan khawatir. Karena data-data kita tuh sudah terintegrasi di semua tempat. Jadi baik di klinik maupun di rumah sakit besar atau Primary Care, semuanya sudah terkoneksi ^_^.

Hamil 5 bulan anak ke-3, mejeng di Danau Zurich

Nah usia 6 bulan sudah bisa di-USG. Tapi di  Ireland itu enggak standar ya nanya-nanya jenis kelamin. Pas di USG kemarin saya kepo banget nanyain jenis kelaminnya. Ngotot-ngotot an sama Pak Dokter. Akhirnya beneran di USG intensif. Ealah ternyata belom kelihatan huhuhu.

USG 3 dimensi gimana? Ada dooooong. Tapi itu untuk kasus-kasus khusus bukan fasilitas umum. Boleh juga ngotot kalau mau, ada banyak klinik swasta yang menawarkan fasilitas USG 3 dimensi. Tapi ENGGAK GRATIS, kudu rogoh kocek dewe. Kemarin sempat lihat iklan di brosur, biayanya 150 euro per visit! Auooooo :p.

Sejak usia 7 bulan, kontrolnya menjadi per 2 minggu. Ketemu dokter kandungan tunggu surat panggilan, kali ini durasi ketemu dokter kandungan jadi sebulan sekali. Jelang usia kandungan 8 bulan, ketemu dokter kandungan menjadi 2  minggu sekali.

Cek Lab dan Seminar-seminar Persiapan Melahirkan dan Sekilas Parenting

Cek-cek lab tambahan juga gratis, lho. Misalnya karena di anak ketiga ini saya hamil di usia 35 tahun ke atas, jadi harus tes pemeriksaan diabetes kehamilan. Karena ceknya harus ke rumah sakit besar, which is letaknya di luar kota, saya naik bus sendiri pagi-pagi ke sana. Dianterin suami sampai ke halte bus doang.

Hamil 7 bulan, kali ini mejengnya di Slieve Bloom – Ireland 😀

Soalnya suami harus nganterin anak-anak ke sekolah plus nungguin di rumah. In case pemeriksaannya lama, ya. Maklum ala-ala “BPJS” nih, pasti ngantrinya ajib *ngelapKeringat*.

Karena di kota tinggal saya tidak ada rumah sakit. Jadi melahirkannya ke kota sebelah. Enggak jauh sih. Paling nyetir sekitar 35 menit. Sudah anak ke-3 ya, jadi sudah lumayan pengalaman. Coba kalau anak pertama, pasti heboh dah hahaha.

Mama saya juga diimpor dari Jakarta buat jagain si #boy1 dan #boy2 di rumah kalau saya dan suami di rumah sakit pas lahiran.

Sebelum melahirkan ada beberapa seminar dan pelatihan dari rumah sakit yang juga … GRATIS! #nyengirKikir.

Lumayan buat yang baru melahirkan pertama kali. Kalau buat saya ya semacam pengulangan ya karena sebenarnya gini-ginian dulu sudah sering dapat. Tapi dulunya baca-baca sendiri saja baik dari buku-buku dan googling. Persiapan melahirkan secara fisik dan mental, pentingnya menyusui dan ASI, serta beberapa petuah-petuah parenting dasar.

Hal yang baru adalah … persiapan menghadapi pasca-kelahiran, misalnya baby blues dan post partum depression. Wah, serius banget ya penanganannya. Ada perawat dan pertolongan khusus untuk hal-hal seperti ini yang menjadi bagian “resmi” dari fasilitas ibu hamil dan melahirkan.

Tahu sendiri di Indonesia, baby blues macam-macam masih disangka kutukan setan lah, kurang iman lah, ibunya mentalnya manja bla bla bla hehehe.

Proses Melahirkan di Rumah Sakit

Saya merasakan kontraksi hari sabtu malam sebelum shalat Isya. Tiba di rumah sakit hampir setengah 10 malam. Ruang bersalinnya ternyata bagus banget. Satu kamar satu orang. Kirain bakal rame-rame soalnya fasilitas gratisan :p.

Saya melahirkan dini hari jam 00.45, sudah masuk hari minggu. Cerita melahirkannya ada tuh di salah satu link di atas. Gak usah ceritain ulang yak.

Setelah itu baru masuk kamar perawatan/ruang inap. Ternyata sudah ada 4 orang yang berada dalam kamar yang akan saya tempati. Total ada 6 tempat tidur yang masing-masing disekat pakai gorden. Maaaakk, sempat kagok gitu pertama masuk, ini mau arisan apa mau lahiran? Rame amat hahaha.

Glendalough Upper Lake pic by Dani Rosyadi
Glendalough, full team! Pregnancy week 26 :D.

Waktu itu sudah pukul 3 dini hari sih. Laper banget. Kirain udah gak bakal dapat makan. Eh ternyata ditawarin roti isi tapi saya minta vegetarian food, rotinya cuma diisi selai jadinya plus teh susu. Suami sudah harus pulang karena enggak boleh nemenin. Lagian mau tidur di maneeee :p.

Ruangannya kecil. Hanya muat satu tempat tidur pas buat 1 orang, 1 tempat tidur bayi, dan satu lemari kecil serta 2 tempat duduk yang letaknya juga nempel sama tempat tidur.

Baru mau bobok cantik eh tahu-tahu adik bayinya datang! Gagal deh leyeh-leyeh imut karena sampai pagi gonta ganti adek bayi nangis sahut-sahutan. Begitulah kalau sekamar berasa mau kemping, satu bayi nangis, yang lain ikutan kompak. Onde mandeeeeee *gigitBantal*.

Makanan di rumah sakit lumayan sih. Tapi porsinya kurang puooolll buat ibu menyusui hihihi (ini sudah gratis bawel pulak). Mungkin karena saya pesan yang vegetarian jadi kadang suka laper ngeliat sebelah ngunyah roti isi daging, eike dapat roti isi telor dadar tawar.

Di Jakarta sih makanannya asoy berat. Dapat snack 3x sehari, menu utama 3x sehari. Di Jeddah lebih luar biasa lagi. Dapatnya nasi biryani sepiring gede. Makan berdua suami juga kenyang :D.

Kamar mandi letaknya di luar. Berasa masuk asrama, yes? Hihihihi. Dipakai ramai-ramai dengan emak-emak dari bangsal lainnya. Ada yang cuma berfungsi sebagai toilet saja sih (tempat buang air kecil dan buang air besar). Kamar mandinya jumlahnya lumayan soalnya enggak ngantri-ngantri amat.

Walau begitu bersihnya jangan ditanya ^_^. Kalau saya sih yang penting bersih dan rapi. Ukuran kamar mandi juga gede. Sempat norak gak tahu cara nyalain keran. Padahal sudah buka baju. Jadi panik jerit-jerit manggil perawat dari dalam hahahahaha.

Orang lalu lalang, saling menyapa dan ngobrol, dan suasananya memang lebih “santai” gitu, ya. Enggak kayak di rumah sakit. Ngurusin anak bayi ya sendiri-sendiri. Bisa sih minta bantuan perawat. Tapi seperlunya aja.

Ada kelas-kelas buat ngajarin mandiin anak juga. Jadi ngumpul di satu ruangan khusus dan diajarin sama perawat.  Terus ruang sebelahnya untuk belajar menyusui. Sebelahnya lagi untuk nimbang-nimbang bayi dan urusan terkait lainnya. Ruameeeeee :D. Udah kayak arisan beneran hahahaha.

Penampakan hamil anak ke-3 :D. Hamil 5 bulan di Bern-Swiss.

Suasananya lebih kayak suasana training ketimbang suasana ribet abis lahiran :D.

Saya cuma 2 hari di rumah sakit. Tidak ada batasan tinggal lho. Ada yang sampai 4 hari. Soalnya fasilitasnya juga enggak standar saja, ya. Ada juga saya yang minta-minta keluar dari RS sejak sehari sebelumnya tapi harus nunggu dokter anak datang kontrol pertama. Waktu itu kan minggu. Praktiknya dimulai dari senin.

Pusing di rumah sakit kalau malam enggak bisa tidur tenang. Adek-adek bayi konser ganti-gantian sampai pagi :p.

Padahal waktu di Jakarta dan di Jeddah, inginnya tinggal  SEBULAN kalau perlu di RS hahaha.

Pelayanan Pasca Melahirkan

Fasilitas kontrol-melahirkan-dan perawatan pasca melahirkan di atas termasuk PELAYANAN PUBLIK  MELAHIRKAN GRATIS. Ditujukan bagi SEMUA pemukim di Republik Irlandia. Baik pendatang atau orang lokal, ras mana pun, tua maupun muda, kaya atau miskin, kece-gak kece, cebong atau hater #eh hahahaha.

Enggak perlu daftar asuransi ;). Kalau pakai asuransi publik dan jalur normal, SEMUA LAHIRAN DI BANGSAL. Ada kok kamar khusus sendiri kalau memang ada perawatan khusus tapi fasilitasnya sama. Cuma ranjangnya saja yang sendiri satu kamar. Melahirkan spontan atau SC, keputusan di tangan dokter.

Boleh kok melahirkan via SC di Ireland. Kan ada yang bilang kalau negara maju gak boleh SC. Dih, kate siapeeeee :p.

Hamil 5 bulan di Bern-Swiss

Pasca melahirkan tidak ada pendamping di rumah atau masih galau anak pertama? No worry! Fasilitas melahirkan tidak putus begitu saja saat kita meninggalkan rumah sakit. Ada bidan khusus yang akan datang secara regular tergantung permintaan.

Bisa minta tolong mandiin anak juga ^_^. Di negeri suhu 4 musim, anak bayinya emang mandinya lebih seret. Kadang cuma 2 hari sekali, bahkan seminggu sekali kalau kulitnya sensitif :). Beda sama Jakarta-Jeddah yang harus nangkring 2x sehari di bak mandi buat mandiin si adek bayi.

Ingat lho, bidannya yang DATANG KE RUMAH :D. Gratis kok enggak usah buru-buru ngeluarin kalkulator dulu hahaha :p. Kita tinggal duduk cantik nungguin di rumah, sambil nyusuin. Yang masak siapa? Ya pan sudah impor emak dari Jekardaaaaaaah hahahaha #gantungCelemek.

***

Overall, sistem kesehatan di Republik Irlandia belum se”digdaya” di Jerman dan Belanda, sih. Tapi yang khusus melahirkan ini lumayan banget.

Fasilitas imunisasi juga gratis di Irlandia. Enggak pakai asuransi-asuransi an hehehe.

Tetap saja ya, ada plus ada minusnya. Apalagi kalau anak pertama. Saya bersyukur banget anak pertama lahirnya di Jakarta dan dikelilingi tim support segabruk-gabruk hahaha. Eike kan panikan gitu, Cyin.

[Updated : Tahun 2019 ni, barusan bikin vlog soal cerita proses normal melahirkan anak pertama, kedua, dan ketiga, mudah-mudahan videonya bermanfaat, ya. Monggo disimak ^_^]

Tapi yang sangat penting dipelajari dari negara-negara welfare-state seperti Eropa Barat-Aussie-Kanada ini ya beginian-beginiannya, ya. Gak rugi dah bayar pajak gede-gede hehehe. Ah, kalau sudah nyangkut pajak, ketertiban, peran pemerintah bisa panjang urusan, yes?

Makanya, walau masih tak putus dirundung masalah dan “berdarah-darah” di sana sini, ada baiknya kita memberikan dukungan positif bagi itikad baik pemerintah bagi PELAYANAN BPJS :).

Agar fasilitas yang adil dan merata bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Jangan lagi ada yang sampai kudu lahiran tanpa pendampingan di rumah atau lari ke “dukun beranak” dan segala macam karena kekurangan biaya dan kesulitan akses apa pun :(.

Biarlah kita ramai-ramai lahiran di bangsal semua yang  penting bersih dan nyaman kaaaaaaan ^_^.

Soal BPJS,  kita diskusikan di topik postingan yang lain, yak. Kalau  saya tidak lupa hahaha :p.

Mari kita tutup dengan hamdalah dan quote-quote hasil googling seperti biasa :

Karena proses melahirkan itu bukan puncak  …. “A grand adventure is about to begin.” – Winnie the Pooh

So, stay strong, Moms! Masih panjang perjalanan euy ;). Makanya perbanyak foto-foto biar enggak tegang-tegang amat #ehGimana hahahahahaha :p.

“Dying Lion” @Luzern, Switzerland (Hamil 4 bulan anak ke-3 niiiiihhhh)
Cara mengecilkan lengan di rumah

Cara Mengecilkan Lengan Tanpa Barbel, Cukup dengan Gerakan Simpel Sehari-hari di Rumah

Cara mengecilkan lengan termasuk topik favorit mamak-mamak sejagad raya selain ribet mikirin gimana ngecilin paha, yes? Hahaha.

Dulu waktu masih gadis -ecieeeee masih gadis :p-, saya sempat mengalami kenaikan berat badan signifikan pas baru mulai kerja. Standarlah, dari yang setengah mati berusaha nyocok-nyocokin secuil uang bulanan vs pengeluaran, tetiba bergaji juta-juta :D.

Pelarian pertama ya ke … MAKANAN! Hahaha.

Nah, dulu ngotot tuh pengin ngecilin lengan biar bisa pakai kardigan ke kantor. Di mana kardigan yang hits pasti lengannya yang pas-pasan gitu, kan? Kalau lengannya gede, udah kayak tukang pukul dah, zzzz -_-.

Pikiran pertama saya ya pakai barbel. Beli yang ringan-ringan saja. Dulu punya yang 2 kg. Beli yang pink biar imut hihihi. Saya pakai tiap hari. Tiap pagi, sebelum ke kantor, dan pas abis mandi sepulang kantor. Benar-benar disiplin tiap hari. Hasilnya memang wokeeehh.

 

Jangan lupa juga subscribe ke youtube channel saya di sini, yak ^_^.

Lanjut ke topik tulisan ….

Terus pas pindah-pindah ke luar negeri juga jadi rajin beli barbel. Lama-lama kok ribet yaaaa. Apalagi pas punya anak kecil. Saya serampangan naro barbel gitu-gitu doang. Abis kalau ditaruh terlalu rapi nanti jadi alasan malas olahraga karena barbelnya entah taro di mana hahahaha.

Dari situ mulai serius ngikutin youtuber-youtuber “nge gym”. Istilah apa pula ini hahaha.

Maksudnya nonton video di youtube terus kita ikutin jadi berasa sambil nge-gym gitu lho ^_^. Channel “Blogilates” sendiri sih sudah kenal sejak di Jeddah :D. Dulu Blogilates (Cassey Ho) masih fokus banget sama pilates. Belakangan dia mulai bikin-bikin video singkat sekitar 5 menit an gitu.

Cara mengecilkan lengan
Cassey Ho (gambar : plungedindebt.com)

Dari video-video singkat ini dia memperkenalkan latihan-latihan rutin nan ringan yang fokus ke bagian tubuh tertentu. Mungkin sudah dari dulu ya. Cuma saya baru ngeh ya 2-3 tahun terakhir ini :D.

Macam-macam videonya. Termasuk cara mengecilkan lengan yang juga ada beberapa video. Gerakan-gerakannya sih ada yang mirip overall tiap video gerakannya bisa beda-beda juga.

Ini yang pertama saya praktikkan pasca melahirkan si anak bontot 2 tahun silam.

Kelihatannya sih ringan, ya. Saya ragu kok gini-gini doang. Begitu ngikutin, yassalam, pegel abissssss hahahaha.

Waktu itu saking desperatenya sama badan yang makin menggumpal pasca lahiran (hiks), saya lakukan 3x sehari. Eike rese emang anaknya soal berat badan :p.

Gerakan buat ngecilin lengan bisa dihafalin saja. Jadi enggak terus-terusan harus sambil nonton. Kan repot juga kudu nyalain laptop terus. Pakai hape juga bisa sih. Tapi biasanya saya lakukan di kamar mandi sebelum mandi. Atau pas sebelum tidur. Kan rempong kalau harus hape-an toh ya ;).

Gerakannya simpel-simpel aja kok. Kalian tonton sendiri videonya terus ingat-ingat gerakannya. Lakukan rutin tiap hari ;). Mungkin kita enggak bisa benar-benar 5 menit. 3 menit pun oke lah, tapi kayak saya tadi, awalnya bisa 3x sehari. Enggak kerasa.

Tapi hasilnya oke banget :D. Mungkin kelihatan hasilnya minimal rutin dilakukan selama SEBULAN. Intinya memang kontinuitas BUKAN durasi hariannya. Percuma juga olahraga satu jam non stop kalau dilakukannya cuma sebulan sekali.

Video untuk cara mengecilkan lainnya ala si Blogilates ini :

Video yang ini gerakannya lebih advanced dikit. Karena dilakukan sambil melantai. Enggak bisa kalau di kamar mandi ini mah hihihihi.

Kalau awal-awal enggak bisa ngikutin full, santai ajaaaaaaa ^_^. Yang penting lakukan semampunya. Besoknya coba lagi, besoknya coba terus. Lama-lama jadi terbiasa ngikutin “gila”nya si Cassey Ho ini :p.

Jangan lupa squatnya juga dong ya *pijetinPaha* :D.

Yang paling penting juga, jaga POLA MAKAN. Which is ini masalah terberat saya sekarang ini huhuhuhu. Agak-agak loose nih pola makan sekarang :(. Berat badan juga agak melonjak. Tapi jangan sampai benar-benar putus asa. Walau masih keteteran mengembalikan pola makan ke “jalan yang benar”, olahraga rutin tetap saya lakukan tiap hari.

Termasuk gerakan-gerakan simpel cara mengecilkan lengan ini ;). Gerakannya beneran simpel kan? Hafalinnya kacang banget lah. Praktiknya yang butuh kedisiplinan.

Do it for yourself ya, Girls! ;). Bukan karena tidak bersyukur dengan bentuk tubuh. Bukan biar kelihatan keren gimana-gimana. Bukan untuk selfie-selfie dengan bentuk bodi yang baru nanti. But simply do it for YOU. Because you want it. Because you want to be healthy ^_^.

Selamat mencobaaaaaa ;).

Ini versi gambarnya untuk gerakan-gerakan simpel sehari-hari cara mengecilkan lengan tadi. Bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa alat apa pun :

Cara mengecilkan lengan di rumah
Gambar : blogilates.com

Kalau yang gambar selanjutnya di bawah ini, gerakannya lebih “advanced” kudu nungging-nungging segala ya boooo hihihihi. Boleh dijajal juga buat variasi. Pasti bosan kalau gerakannya itu-itu terus setiap hari. Tuh, rutinitas ini HARUS DILAKUAN TIAP HARI untuk hasil yang paling optimal ;).

Cara mengecilkan lengan
Gambar : blogilates.com