Negara Maju dan Negara Berkembang (2) : SISTEM

Ramai lagi kontroversi beberes sendiri di restoran. Adaaaaaa saja tuduhan-tuduhan “Dasar manja, dasar pemalas!”

Mental Indonesia katanya. Mental minta dilayani.

Itu bukan mental Indonesia. Lebih tepat dikatakan sebagai “mental yang ada di negara berkembang pada umumnya” .

Ini sebenarnya sudah dibahas di bagian pertama. Soal kesenjangan penghasilan.

Di Yurop tenaga manusia mahaaaaaaallll . That’s why di banyak negara Eropa Barat, toko-toko umumnya tutup di hari Minggu. Irlandia sih tetap buka. Durasinya yang dipangkas. read more

Resolusi Tahun Baru 2019 dan Pencapaian 2018 *tsaaaahhh* :p

2018-Yay ^_^ :

1. Yayyy, akhirnya bisa nyetir sendiri! Sudah pede nan berani masuk tol dan nyetir sampai kecepatan 120 km/h .

Menyetir itu resolusi bertahun-tahun sejak 2004 hahaha. Hingga akhirnya sebelum hamil anak ke-3 tahun 2014 mulai belajar nyetir lagi, suami saya bilang begini, “Udahlah, kayaknya kamu ditakdirkan buat nyetir mobil matic aja, gak bakal bisa nyetir mobil manual. Tipe-tipe Spongebob gitu.”

((TIPE-TIPE SPONGEBOB)) ??????

Terus pasrah beneran.

Tapi tahun 2018 ini, kok ya ngotot lagi. One last try. Langsung apply sim L dan latihan bareng suami. Tadinya mau via kursus tapi mau nyoba instruktur gratisan dulu. read more

Teori Bandul, Empati, dan Simpati

 Dua hari yang lalu membaca status tentang teori Bandul di wallnya Kak Accank :

“Hijrah adalah ajaran Islam. Tapi bisa lahirkan fenomena -born again- yang mendorong ayunan bandul dari 1 ekstrem ke ekstrem yang lain, bukan ke tengah. Nah, yang telanjur terlempar ke ekstrem lain, harus beringsut ke tengah lagi.

-Demikianlah kami jadikan kalian umat pertengahan- (QS 2 : 143)” *Haidar Bagir*.

Terayun-ayun ala bandul ini sepertinya terjadi pada banyak orang. Saya pun seperti bandul yang terdorong jauh ke sisi seberang pas kelas 1 SMA dengan kecepatan yang tidak kalah ekstremnya. read more

Intoleransi, Adaptasi, dan Inklusi

Saya punya teman yang sekarang bermukim di Finlandia, si Neng Aliva yang sebenarnya kalau menulis itu bagus-bagus banget dan sesuai keilmuannya di bidang sosiologi apa psikologi, ya.

Aliva baru-baru ini menulis soal INKLUSI. Jangan bayangin inklusi terkait khusus anak berkebutuhan khusus, ya. Sayang, tulisannya dibandrol “Friends Only”. Aliva bilang dia belum siap go public hahaha .  Ngeri ngadepin netizen kalau sudah beda pendapat menerjang-menerjang terjang hihihihi.

Comot dari Google : read more

negara maju dan negara berkembang

Negara Maju dan Negara Berkembang (1) : Perbedaan Kesenjangan

Kemarin lihat video ini seliweran di timeline Facebook.

Yang lebih menarik membaca komentar-komentarnya. Video ini tentang seorang Ayah yang sudah terpisah selama 3 TAHUN dengan anak-anaknya dan ingin memberi surprais … pertemuan tiba-tiba.

Tidak sedikit komentar yang justru mempertanyakan, “Lho kok bisa pergi ampe 3 tahun? Mana tanggung jawabnya sebagai Ayah?”

Bahkan sindiran yang lebih kasar, “Wah, si Ayah pasti sibuk foya-foya tuh di luar negeri lupa anak lupa istri. Benar-benar tidak menghargai pentingnya keluarga.” read more