Sewa Apartemen di Jakarta

Sewa apartemen sudah mulai jadi tren nih buat para pemudik musiman di Jakarta. Setidaknya dari beberapa teman sesama diaspora di luar negeri.

Memangnya tidak punya rumah di Jakarta? Punya doooongggg *somboooong* hehehe.

Cuma kalau kasus saya dan suami tuh, rumah-rumah kami di Jakarta kami kontrakin semua. Alhamdulillah, jarang kosong. Sewanya juga sistem tahunan. Ya masa iya pas mau mudik yang mau ngontrak disuruh pergi ye kaaaaaan :p.

Dibiarkan kosong ya enggak mungkin lah. Takutnya mudik cuma bisa 2 tahun sekali hahaha. Kalau kosong kan pasti ngerepotin orang tua di sana :(. Mending dikontrakin deh. Biar semua seneng dapet duit pulak .

Banyak juga loh yang nyewa-nyewa apartemen untuk kota yang sama. Misalnya pemukim ibukota yang mau leyeh-leyeh ala liburan tapi ogah jauh-jauh sudah mulai banyak yang ikutan sewa apartemen di Jakarta.

Pernah nanya ke teman, “Gak sekalian di hotel aja, Bo’?”

Katanya sih, “Gimana ya, kalau apartemen itu kesannya di rumah sendiri. Tapi beda. Lebih nyaman gitu. Lagian kadang bawa anak-anak rempong kalau hotel. Mending sekalian apartemen.”

Hmmm…bener juga yak –> yang anak 3 mana suaranyaaaaa hahahaha. Mana lakik semua pula kalau saya mah.

Di kamar hotel gerak lebih terbatas. Kalau apartemen kan ya itu tadi, jadi semacam rumah mini saja. Kadang juga katanya biar hemat, bisa masak-masak sendiri. Lah, katanya mau leyeh-leyeh, tetep kudu masak toh? Huhuhu *nasibEmak*.

Kalau opsi mudik buat saya ya enggak mungkin lah nginep sebulanan di hotel hehehe. Mau numpang di mertua juga udah malu. Lagian repot. Mertua sudah berumur. Sudah bukan saatnya direpotin sama anak-anak kicik lagi. Sekadar berkunjung sih oke. Tapi kalau sampai tinggal sebulan lebih … malah ribet bagi kedua belah pihak ;).

 

 

sewa apartemen di jakarta
Apartemen di wilayah Jaksel (gambar : traveloka.com)

 

Buat kami sekeluarga kriteria sewa apartemen di Jakarta tuh kira-kira begini :

1- Harus di pusat kota. Biar enggak macet kalau mau ke mana-mana. Namanya mudik liburan pasti kegiatannya gak jauh-jauh dari hura-hura sana sini, yes? Hahahaha. Masa iya lagi liburan pun kudu terhempaskan oleh macetnya ibukota. No way!

Pengin rileeeekkkssss ^_^.

2- Mamak pengin nge-mall huhuhu.  Maklum sekarang mukim di dusun begini, jadi butuh akses ke tempat-tempat hiburan yang banyak orang. Lelah akutu liat sapi domba mulu hihihihi. Kebalik ya ama yang tinggal di kota metropolitan.

Si apartemen ya kudu deket-deket sama mal dkk pokoknya. Harus! :p

Etapi sekarang Jakarta sudah punya MRT, deng! Ah, banggaaaaaaaa <3.

3- Lokasi juga harus strategis ya biar dekat sama meeting point karena kalau mudik pasti penuh tuh agenda kumpul-kumpul, reuni-reuni, ngopi-ngopi cantik, rumpi-rumpi imut dst dst. Catching up hal-hal yang belum sempat dikepoin karena nun jauh dari tanah air.

Tapi yang ini harusnya udah ter-cover di poin nomor 2. Soalnya kalau janjian ketemu temen-temen pun biasanya ya di mal dan sekitarnya jugak hehehe.

4- Fasilitas kalau bisa yang lengkap, minimal fasilitasnya lumayan lah. Misalnya kalau sekadar untuk berenang gak perlu sampai ke luar kawasan apartemen lagi. Hemat waktu, juga kan? Anak-anak seneng bener maenan air. Emaknya mah gak bisa berenang hahaha.

5- Safety is a must! Biasanya sih kalau memenuhi 4 kriteria di atas, yang nomor 5 ini juga ngikut sendiri.

sewa apartemen di Jakarta
Apartemen di Jakarta (gambar : traveloka.com)

 

6- Harga jangan mahal-mahal! Hahahahaha. Minta ini itu, fasilitas keren, lokasi strategis tetep harga harus yang maknyus punyaaaaa. Maksudnya diantara yang memenuhi kriteria sebelumnya, ya pasti tetap dipilih yang paling ramah di kantong.

Inget dong prinsip ekonomi, “Harga semurah-murahnya untuk kenyamanan seoptimal-optimalnya!”

Sekarang sih enak serba online. Tinggal cussss pilih-pilih di situs-situs booking online. Beres, deh.

Kalian sendiri udah pernah staycation ala-ala tinggal di apartemen gitu gak, sih? Mayan sih ya untuk rileks sejenak keluar dari rutinitas harian. Apalagi kalau tinggal di kota-kota metropolitan semilitan Jakarta hehehe.

Pendukung Jokowi di Luar Negeri #irlandiaSATULag1

DARI IRLANDIA UNTUK INDONESIA

“Yam, tolongin ..,” kata si Kucing.

“Nape?” Jawab si Ayam ogah-ogahan.

“Jadi gini…”

Kucing mulai bercerita tentang masalah dalam rumah. Jadi, Pak Bolang, majikan mereka, diresahkan oleh banyaknya tikus-tikus berkeliaran dalam rumah. Berbagai cara dilakukan untuk mengusir para tikus, enggak mempan juga.

Kucing merasa kasihan tapi tidak berdaya. Jadi berinisiatif meminta bantuan Ayam.

“Ooo gitu. Waduh, gue punya kandang sendiri. Enggak tinggal dalam rumah. Gue telaten banget bersihin kandang gue. Gak mungkin tu tikus bakal ke sini.”’

Kucing pergi, menuju kandang sapi.

Kucing menyapa, “Pi, sibuk, gak?”

“Apaan?”

“Busyet. Galak amat.”

Sapi terkekeh sebentar, “Abis lu dateng-dateng ngagetin gue. Kaget, Cing. Pa an?”

Kucing pun menceritakan hal yang diutarakannya tadi kepada si Ayam. Sapi manggut-manggut, menjawab singkat, “Kandang gue gede. Lo mau tidur di sini saja? Sok aja atuh.”

“Bukan gitu, Pi. Kasihan sama Pak Bolang. Kita bantulah cari solusi.”

“Yaela, itu bukan urusan kite lah. Tikus kan kagak bakalan gangguin kita.”

“Tapi, Pi …”

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Sapi di Swiss :D, pics by : Dani Rosyadi

“Duh, kayak hidup kita masih kurang repot aje. Udahlah. Diemin aja. Entar tu tikus juga bakal pergi sendiri. Jaga diri sendiri aja baik-baik. Oke, Cing?”

Kucing masuk kembali ke dalam rumah.

Sebulan berlalu.

Kini, Kucing memandang sedih ke pekarangan di luar. Kandang ayam dan kandang sapi dibongkar oleh Pak Bolang. Kucing berguman pelan, “Andai saja dulu mereka …”

Ke mana Ayam dan Sapi?

Seminggu setelah Kucing mendapat jawaban berupa sikap cuek Ayam dan Sapi atas masalah dalam rumah Pak Bolang, majikan mereka, anak bungsu Pak Bolang jatuh sakit. Sakit tipes dikarenakan ulah tikus-tikus nakal tak terhalau yang wara wiri dalam rumah.

“Beri makanan bergizi biar cepat sembuh. Sup ayam juga boleh.” Begitu saran Pak Dokter. Ayam pun dipotong untuk dijadikan sup.

Si bungsu sembuh, ealah…yang sulung ikutan tipes. Pak Bolang bingung, ayam sudah tidak ada. Kata Pak Dokter,”It’s oke. Sup daging sapi juga tak masalah.”

Sapi dipotong untuk dijadikan sup. Akhirnya Pak Bolang nekat pergi ke kota dan membeli lem tikus plus perangkapnya walaupun harganya sangat mahal.

Tikus-tikus pun bisa dienyahkan. Setelah terlebih dahulu mengorbankan nyawa Ayam dan Sapi.

Kalian familiar dong dengan kisah di atas .

Itulah kenapa, sejauh apa pun kalian merantau, tidak boleh cuek dengan kondisi negeri asal. Mungkin terpikir, “Halah, gue toh udah mau mati di sini. Ogah balik lagi mah. Doamat.”

Enggak boleh begituuuuuu. Kita ini tersambung dalam sebuah bulatan yang sama, ya planet BUMI ini .

Kalian tahu kan persoalan Suriah nun jauh di Timur Tengah pada akhirnya membuat pusing sampai ke Eropa dan Amerika Serikat .

Padahal mungkin yang terjadi di Suriah adalah buah “keangkuhan” dan “ulah” negara-negara di luar Suriah. If you know what I mean .

Where ignorance is our master,
there is no possibility of real peace.
-Dalai Lama-

KITA HARUS TETAP PEDULI.

Jauh-jauh di Republik Irlandia, kami, sebagian WNI yang tinggal di sini, mendeklarasikan dukungan kami untuk kesuksesan Pilpres dan Pileg di Indonesia April mendatang.

Dukungan kami buat Pak Jokowi untuk memimpin NKRI SATU kali lag1 ?.

Tentunya, kami yang bernaung di salah satu negara maju di belahan Eropa (coret) ini (hahaha), paham betul betapa pentingnya makna PEMERATAAN pembangunan di seluruh wilayah dan kalangan.

Infrastruktur transportasi bukan hanya tentang mobilitas orang per orang dari mana mau ke mana, tapi juga distribusi pangan dan pemerataan kesempatan dan kesejahteraan bagi semua kalangan dan wilayah .

COBLOS NOMOR SATU, JOKOW1 SEKAL1 LAG211

ps : nonton videonya doooonggg, eike begadaaaanggg nih ngeditnya. Mana jadi juru kamera, sutradara, penulis skenario segala macam dan gak ada akyu di videonya *nangis*.

Buat yang di Eropa  boleh join di grup Facebook “Eropa Tetap Jokowi” ^_^. Untuk yang di Dallas-FortWorth dan sekitar hadirilah deklarasi dukungan buat Pak Jokowi dari Texas tanggal 2 Maret 2019 besok, ya ;).

-Salam dari para pendukung Jokowi di luar negeri-

pendukung Jokowi di Luar negeri

Ketika Lawang Sewu Tak Lagi Identik dengan Hantu

Semarang adalah kota dengan sejuta pesona. Bukan hanya demi kuliner Lumpia, banyak traveler yang datang ke sana untuk merasakan bulu kuduk berdiri saat menjelajahi gedung yang ternyata milik PT KAI Indonesia, yaitu Lawang Sewu. Siapa yang tidak kenal dengan Lawang Sewu?

Gambar : heritage.kai.id

 

Sebuah ‘landmark’ yang menjadikan Semarang dikenal pecinta jalan-jalan Indonesia, atau bahkan dunia. Gedung bersejarah milik PT KAI Indonesia ini sejak awal memang dibangun untuk dunia perkeretaapian. Dulunya, gedung ini adalah kantor pusat perusahaan kereta api Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan mulai digunakan sejak tahun 1918. Nggak heran kalau sentuhan-sentuhan arsitektur khas Belanda begitu terasa di Lawang Sewu.

Sesuai dengan namanya, gedung ini diberi julukan Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu. Sempat tak terawat, Lawang Sewu dianggap angker. Bahkan beberapa tahun silam, gedung ini sering muncul di televisi sebagai tempat adu nyali sehingga makin menancapkan image bahwa Lawang Sewu itu nggak ramah terhadap wisatawan. Tapi kenyataannya, justru makin banyak traveler yang mampir ke sini. Baik yang sekadar ingin menikmati keindahannya, atau benar-benar ingin ikutan adu nyali juga.

Sepertinya PT KAI Indonesia semakin sadar dengan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Lawang Sewu. Perawatan pun dilakukan untuk melunturkan kesan angker yang selama ini melekat pada gedung tersebut, diubah menjadi tempat wisata yang asyik untuk dikunjungi.

Beberapa daya tarik wisata yang dimiliki oleh Lawang Sewu adalah sebagai berikut:

Museum Kereta Api

Gambar : heritage.kai.id

 

Jangan cuma cari hantu di Lawang Sewu. Tambah juga pengetahuan kamu dengan mengunjungi museum yang memamerkan berbagai koleksi tentang dunia kereta api Indonesia. Mulai dari mesin Edmonson, mesin ketik, mesin penghitung, replika lokomotif uap, berbagai surat berharga, buku-buku tentang kereta api, dan masih banyak lagi lainnya. Pelajari juga sejarahnya biar kamu makin mengenal PT KAI Indonesia.

Sudut-Sudut Fotogenik

foto:indjurnal.com

Buat pecinta selfie, jelajahi ruang-ruang di Lawang Sewu untuk menemukan sudut-sudut yang fotogenik. Jangan sampai teman-teman ketinggalan informasi terbarumu. Beritahu juga pada mereka tentang indahnya Lawang Sewu dengan foto-foto terbaikmu di media sosial. Nggak usah keburu pulang. Jalan santai saja sambil lemparkan pandangan di berbagai sudut Lawang Sewu. Bahkan Lawang Sewu juga sering disewa untuk pemotretan, lho.

Wisata Kuliner dan Musik Keroncong

foto:seputarsemarang.com

PT KAI Indonesia, sebagai pengelola, benar-benar total untuk menghapus image angker yang selama ini menggelayut pada Lawang Sewu. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan lokasi wisata kuliner di halaman tengah Lawang Sewu. Sambil menikmati menu-menu makanan khas Semarang, kamu juga bakal dihibur dengan musik-musik keroncong yang akan membuat hati jadi adem.

Andien Pernah Mampir ke Sini

foto:sindonews.com

Salah satu usaha PT KAI Indonesia ‘membersihkan’ Lawang Sewu dari kesan angker adalah dengan dobrakan konser musik. Tanggal 14 Juli 2018 lalu, penyanyi Andien sempat mampir ke sini untuk memeriahkan Argo Muria Festival. Selain menyanyikan karya-karyanya di album Metamorfosa, Andien juga melantunkan dua lagu daerah, yaitu “Jangkrik Genggong” dan “Gambang Semarang.” Uniknya, acara digelar di malam hari.

Tidak usah takut-takut lagi menjelajahi Lawang Sewu karena gedung yang angker itu kini telah berubah menjadi primadona Kota Semarang. Bakal lebih komplit lagi kalau liburanmu pakai kereta api. Biar temanya nyambung dengan Lawang Sewu. Jangan lupa pakai aplikasi KAI Access biar mudah temukan info tiket dan jadwal PT KAI Indonesia menuju Semarang.

Lawang Sewu Semarang : Seribu Pintu Dari Masa Lalu

Helo from Lawang Sewu Semarang ^_^. Judulnya sok-sok pakai rima tapi napah berasa mau ngomongin mantan iniiiiiiiii ???.

Anyway, tahu kata Mandor? Ternyata kata Mandor berasal dari kata “Man Door”, bahasa Belanda. Itu artinya mirip dengan bahasa Inggris, “Laki-laki pintu” gitu ya? Hihihi.

Literally, Man Door adalah orang yang berjaga mengawasi karyawan yang tugasnya semacam sidak dari pintu ke pintu. Makanya, namanya Man Door.

Lawang Sewu Semarang

Kalau kalian ke Lawang Sewu, di lantai 2 gedung B, ada selasar panjang yang menghubungkan semua ruangan di atas. Disekat oleh pintu-pintu yang berjajar. Dari pintu-pintu itulah, para Man Door akan sibuk memantau setiap karyawan di setiap ruangan.

Menurut si Mas Andre, kata mandor sering disalahartikan sebagai “pengawas/majikan”. Makanya, kata MANDOR juga digunakan di perkebunan-perkebunan padahal di kebon mah mana ada pintuuuuu :D.

Siapa Mas Andre? Mas Andre itu adalah TOUR-GUIDE kami waktu mengunjungi Lawang Sewu di Semarang pas liburan ke Indonesia bulan kemarin .

Lawang SEwu Semarang

Kalau ke tempat-tempat seperti ini baiknya memang pakai TOUR GUIDE. Karena ternyata LAWANG SEWU ini punya banyak cerita lalu yang menarik dan bikin terharu. Serius.

Jadiiiiiiiii….Lawang Sewu itu BUKAN TEMPAT ANGKER atau tempat keramat bla bla bla.

Imej tempat angker sebenarnya salah satu taktik marketing jadul untuk menarik wisatawan lokal untuk mau berkunjung. Biasalah, orang Indonesia katanya agak-agak nganu kalau diajak ngomongin sejarah, tapi kalau disodorin cerita hantu bisa heboh sendiri .

Daripada kurang laku dan tidak bisa membiayai pemeliharaan gedung, terpaksalah di-setan-setan kan biar orang-orang pada mau dateng liat-liat. Liat hantu tapi hahaha. Haiyaaa, sedih amat :(.

Sesungguhnya, LAWANG SEWU yang aslinya terdiri dari 929 pintu (tapi biar gampang dibulatkan jadi seribu biar gak susah pas terjemahin ke bahasa Jawa?), dulunya merupakan KANTOR PUSAT dari perusahaan swasta KERETA API BELANDA di Hindia Belanda.

Bukan STASIUN KERETA. Tapi KANTOR PUSAT. Tempat di mana semua pengelolaan per-keretaapi-an SE-HINDIA BELANDA dilakukan.

Lawang Sewu Semarang

Kita mungkin akan terkecoh dengan istilah PINTU. Karena nampaknya PINTU dan JENDELA jadi mirip-mirip gini di LAWUNG SEWU. Dibuatnya banyak pintu dan jendela segede-gede gaban untuk lalu lintas udara ke dalam gedung karena dulu blom ada AC, yes?

Karena mayoritas karyawan formal di kantor tersebut adalah aseng asing (manaaaaa Pak Jokowi, manaaaaaa ????).

Jangankan orang bule yang gede di sono, kite aja yang abis dari Yurop kalok balik ke tanah air suka merasa sumuk-sumuk gimana gitu mendadak gegar cuaca padahal kadang cuma sebulan aja di yurop dah berasa lahir di sono hahahaha #ehGimana.

Bangunan Lawang Sewu sebenarnya dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia, BUKAN punya hantu-hantu gentayangan dkk hehehe.

Mas Andre terlebih dahulu membawa kami ke gedung A yang hampir semua bahan baku bangunannya adalah bahan-bahan premium kelas satu impor langsung dari Eropa. Tidak heran, bangunannya masih mulus dan tegak sampai sekarang. Catnya saja yang agak rontok.

Lawang Sewu Semarang

Lantai bawah gedung A dijadikan museum kereta api. Di sini kita bisa berkelana ke masa lalu industri kereta api di tanah air yang ternyata SUDAH KEREN PUNYA.

Saya sempat ngobrol emang dulu-dulu sama suami pas kami sudah tinggal di Eropa, betapa beruntungnya para penjajah ini yang membangun infrastruktur transportasi mereka dari uang hasil “merampok” dan keringat dari “yang dirampok” huhuhu.

Kenapa sih they don’t do the same gitu lho sama negara-negara yang mereka jajah biar fair aja gituh enggak yang berat sebelah which is not fair gimana-gimana –> anak Jaksel mana suaranya? Hahahahahhaha.

TERNYATAAAAA … even di Pulau Sulawesi, rel-rel kereta api JUGA SUDAH DIBANGUN di masa itu. Malahan ada 2 rel yang dikembangkan lho. Rel yang lebarnya 1.4 m vs rel yang cuma semeter-an. Yang lebih lebar itu sudah pakai STANDAR INTERNASIONAL yang digunakan sekarang.

Bayangkan, dulu betapa majunya VISI perusahaan BELANDA terhadap infrastruktur transportasi kereta di tanah air.

Selain Indonesia, di masa itu negara-negara Asia yang mampu menyamai infrastruktur kereta api di wilayah Indonesia hanya INDIA. Itu juga masih belum sebagus di Indonesia.

Saat diambil alih oleh Jepang mulai kocar-kacir. Kata Mas Andre sih, rel-rel kita akhirnya juga banyak dijarah oleh pemerintah Jepang dibawa ke sana.

Lawang Sewu Semarang

Kalau infonya salah, marahnya ke Mas Andre yak hahahaha #malesGoogling.

Mungkin di masa awal pemerintahan RI, visi-misi para pemimpin masih terhalang oleh kebutuhan dasar yang masih timpang. Jadilah terbengkalai rel-rel yang pondasinya sudah cucmey banget dari dulu. Malah pemerintah fokus ke perluasan rel dengan ukuran semeter-an yang jadul itu. Rel yang lebih lebar malah “dimatikan”.

Sekarang, standar internasional sudah menggunakan ukuran rel yang lebih lebar. Dulu di Indonesia mayoritas sudah menggunakan rel ukuran lebar lho. Tapi ya begitulah … sekarang harus restrukturisasi lagi.

Bahwa keterbatasan kadang membuat kita jadi lebih kreatif sangat terbukti dari cara-cara arsitektur zaman dahulu memikirikan kenyamanan dan keamanan bangunan. Ku bukan anak arsitek, tapi mudah-mudahan ini gak asbun ya hahahaha.

Jadi begini, ruang bawah tanah di gedung B itu BUKAN TEMPAT KUNTILANAK segala macam ??. Untuk mengantisipasi gempa dan apa pun tekanan yang bisa menggeser bangunan, dibuatlah ruang bawah tanah untuk menjaga agar gedung tetap tegar saat badai menyapa *tsaaaahhhh*.

Lawang Sewu Semarang

Ruang bawah tanah itu gosipnya dipakai untuk menyiksa tawanan segala macam. ITU RUMOR! TIdak pernah ada buktinya. Kini, ruangan itu sudah ditutup buat publik karena masalah keamanan semata.

Ada jendela-jendela terbuka yang memungkinkan ular dan binatang-binatang lain masuk ke dalam sehingga kurang aman buat pengunjung kalau selilweran ke bawah tanah.

Untuk mengatasi udara tropis dan membuat sirkulasi udara lebih nyaman, ada ruangan super lebar di atap gedung untuk mengatur pergantian udara. Nah, pas ke atas, akyu disuruh jaga si bontot di stroller jadi gak tahu itu mekanismenya gimana .

Lawang Sewu Semarang
Foto suami dan anak-anak di loteng tersebut

 

Pokoknya arsitektur gedung LAWANG SEWU ini sangat menarik untuk ukuran modern yang serba tergantung dengan energi buatan. Keren ya orang zaman dulu . Selain hemat energi dan biaya, juga lebih ramah lingkungan tips-tips memelihara kenyamanan tanpa harus menyakiti lingkungan sekitar ???.

Biayanya gede di awal sih karena nampak ribet kali pembangunannya butuh space yang super luas jugak. Jadi yah, begitulah hidup, you just can’t have it all ??.

Banyak tempat yang instagram-able dan super selfie-able di kawasan Lawang Sewu ini . Foto-foto gih ampe pegel .

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu bukan satu-satunya tempat di Semarang yang wajib dikunjungi. Ada Museum Sam Po Kong, berbagai macam kuliner, dan jangan lupa hura-hura syantiek di Simpang Lima .

Pasti masih banyak yang lain cuma kemaren ngejar road trip sampai ke Yogya jadi sempatnya ke sini-sini aja .

Ingin bernostalgia dengan kejayaan kereta api Indonesia yang mudah-mudahan makin ke sini bisa “mari Bung rebut kembali” :D.

 

tempat makan enak di jogja TOEAN WATIMAN

Road Trip Jakarta – Yogyakarta (Day 5) : Tempat Makan Enak di Jogja + Lanjut ke Purwokerto

Tempat makan enak di Jogya pastinya ada banyak. Tapi pas day 5 ini kami sempat makan di kafe yang enak banget. Tempatnya bersih dan nyaman, rasa makanannya cukup enak, harganya juga sedep hehehe.

 

Emang sih kalau dibandingkan dengan harga Jakarta, Semarang dan Yogyakarta benar-benar tempat impian.

Setelah day 4 yang mixed antara seru + bete karena drama debt collector, day 5 sudah mulai rada capek. Sudah saatnya balik ke Jakarta juga. Hari terakhir di Yogyakarta.

Sarapan jam 7 pagi. Sarapannya lengkap dan enaaaaaakkk. Saingan sama sarapan di Hotel Patra Semarang ^_^. Sukak deh kalau banyak menu tradisional. Apalagi kue-kue yang manis-manis. Anak-anak lagi doyan soto ayam. Maunya itu doang. Tapi nambah beberapa kali.

Setelah sarapan, mandi + rapiin koper + check out. Masih ragu mau ke mana. Antara Taman Pintar dan Kaliurang.

Demi anak-anak, mending ke Taman Pintar dulu. Rencananya enggak mau lama-lama jadi bisa ke Kaliurang dulu sebelum balik ke Jakarta.

Ternyataaaaa, hampir 2 jam kali di Taman Pintar.  Kirain menggambar kaos + belajar batik bentaran doang. Ternyata lumayan lama.

Setelah selesai pun, anak-anak mau naik perahu-perahuan. Ngantrinya yang lama. Akhirnya enggak keburu ke Kaliurang :(.

Dari Taman Pintar langsung menuru arah pulang ke Jakarta. Pengin lewat Pansela. Cari tempat makan ya sesuai arah pulang saja.

Ketemu deh sama Kafe Toean Watiman. Tempat + menu + harga okeh. Memang milih tempat ini karena reviewnya ada lebih dari 1000 dan dengan rating yang bagus.

Kalau ditanya tempat makan enak di Jogja salah satunya saya rekomendasikan Toean Watiman ini.

Menu-menunya ada yang di bawah 20 ribu rupiah, lho. Steak aja cuma sekitar 28 ribu rupiah kalau gak salah. Rasanya enak juga. Sayang makanan enggak ada yang kefoto. Memang bukan kebiasaan kami motret-motret makanan yang kayak di IG gitu-gitu hehehe.

Yang kepotret malah muka-muka hepi kekenyangan hihihihi.

tempat makan enak di jogja TOEAN WATIMAN

Setelah beres, langsung lanjut menuju Pansela. Ternyata jalurnya masih ada yang lagi ditutup huhuhu. Gagal, deh. Akhirnya balik ke Pantura dan sudah niat mau menginap di Purwokerto.

Tiba di Purwokerto pas banget jam makan malam. Makan dulu sebelum check in di hotel. Biar entar tinggal merem hehehe.

Pilih tempat makan yah pokoknya jangan yang aneh-aneh tapi gak mau terlalu mahal juga. Biasanya kami pilih berdasarkan banyak-banyakan review di Google :D. Ketemulah si Oemah Daun. Yang ternyata memang nyaman tapi enggak semurah yang kami bayangkan. Tapi untuk ukuran Jakarta, bolehlah dibilang murce –> lagunye yang anak Jakarte :p.

Pas ke sana enggak ramai. Memang kayaknya jam-nya masih nanggung. Paling cuma 2 meja yang terisi selain kami. Tempatnya memang gede karena dipakai buat booking resepsi dll juga sepertinya.

Ada live music segala. Ada tamu yang ikutan nyanyi terus suami nyuruh saya ikutan nyanyi. Gile apa, mau bikin rumah makannya bangkrut? Hahahaha :p.

Itu tulisan Oemah Daun nya cukup foto-able apalagi buat ala-ala foto keluarga :D.

Dari Oemah Daun menuju Hotel Santika Purwokerto. Tentu dapat harga spesial kalau check-innya sudah lewat jam 5 an biasanya hihihihi. Cuma bintang 3 tapi keren euy hotelnya (y).

Yawdaaaa, bobok duyuuuuu :D.

Selamat malam, Purwokerto <3.