Konflik Turki dan Suku Kurdi

When We Build Too Many “Walls”

Suku Kurdi, mungkin merupakan etnis terbesar di dunia yang tidak memiliki “negara sendiri”. Mereka tersebar di berbagai wilayah Timur Tengah/Asia Barat dan Eropa Timur. Mayoritas berada di Turki, Iran, Irak dan Suriah.

berita timur tengah terkini Konflik Turki dan suku Kurdi
Kurdistan-women (gambar : cabinet.gov.krd)

Etnis Kurdi beda lagi dengan Arab, Persia dan Turki. Di Teheran dulu saya norak, saya sangka banyak orang bule tinggal di Iran hahaha. Ternyata penampakan orang Persia beda dengan orang Arab. Bahasanya pun beda walau sama-sama menggunakan huruf Hijaiyah.

For info, Iran menggunakan bahasa Farsi sebagai bahasa nasional mereka. read more

Privilege

Barusan lihat iklan video ala India seliweran di timeline FB :D. Indian, in many ways, shared (almost) the same culture to us, Indonesian. Ini pendapat pribadi ya hehehe. Linknya ada di bawah tulisan ini ya ;). Kita ngobrol dululah sikit baru nonton videonya hehehe.

Tidak hanya India sih. Bangladesh, Pakistan, dan sekitarnya juga mirip-miriplah.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Satu hal yang saya perhatikan, some of them had changed as probably they’ve been living in here (Ireland, “western” society) for too long :p. But some stayed the same ;). read more

Perempuan Indonesia di Arab Saudi … Jangan Sensi! ;)

Kisah tentang perempuan Indonesia di Arab Saudi ini berdasarkan pengalaman pribadi tentu saja 😉. Macam kisah antara Arab Indonesia :D.

Indonesia di mata Saudi (mungkin juga di kebanyakan negara Timur Tengah yang membuka pintu gerbangnya buat TKI informal) = negara pembantu! Hehehe. Suka enggak suka ya kenyataannya begitu terus gimana dong? ;).

Sebenarnya sektor informal yang tersedia di Arab Saudi bukan cuma ranah domestik rumah tangga seperti pembantu rumah tangga dan supir pribadi (yang sedihnya memang didominasi oleh bangsa kita 🙁 huhu). Tapi ada juga penjaga/pelayan toko, pelayan restoran cepat saji, cleaning service di perkantoran, cleaning service di rumah sakit, supir ambulans, supir buat delivery services… hmm, apalagi ya? Pokonya banyak lah. read more

People We Haven’t Met Yet (7)

Sebelum baca yang ini, tengok yang bagian 6-nya dulu ya di sini biar enggak kejang-kejang duluan hahahaha.

***

Saya mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini di puncak musim panas tahun 2009. Namun, sisa-sisa musim dingin masih menyajikan pemandangan salju di puncak-puncak perbukitan yang mengelilingi Kota Teheran.

Waktu itu, Mbak kita yang satu ini masih bercita-cita melihat salju. Jadi, dari balik kaca besar yang memenuhi seluruh dinding ruang tengah apartemen, saya kerjaannya liatin salju melulu hahaha. read more

People We Haven’t Met Yet (6)

Tulisan ini merupakan salah satu bab dalam buku “Memoar of Jeddah : How Can I not Love Jeddah?” :D.

***

Saya ingat betul ucapan salah satu teman saya, “Waktu baru nyampe di Jeddah, pertama kali ke mal, ke Serafi Mall. Terus gue takut banget. Pegangan terus sama suami gue. Gue takut diculik!”

Kalimat tersebut tidak berlebihan. Saya juga begitu. Sewaktu masih di tanah air, cerita-cerita yang mendominasi tentang Saudi ya tentang penculikan perempuan, perkosaan TKW dan sejenisnya. Sebagian besar teman-teman saya di Jeddah punya kesan pertama yang tidak jauh berbeda. read more