Postingan yang berisi curhat embak-embak soal larangan shalat di tempat umum di Xinjiang seperti biasa langsung membakar timeline hahahaha .
Si Embak konon ditangkap dan diinterogasi oleh petugas di Xinjiang karena melanggar aturan “tidak boleh shalat di tempat umum”.
Saya sudah membatin nih, ini kok ya si embak nyasarnya ke wilayah China ya, ke Xinjiang pula. Coba dia nyasarnya ke kota-kota lain yang tidak punya konflik lokal mungkin bisa lain ceritanya .
“Luka” akibat kampanye brutal Pilkada 2017 terkait isu-isu SARA kepada etnis Tionghoa belum juga usai. Langsung diberondong postingan model begini. Si embak TS juga melenceng ke mana-mana dalam komentarnya. Bawa-bawa komunisme segala. Emang niatnya mau ledakin mercon kali .
FAKTAnya memang ada represi terhadap etnis mayoritas Uyghur di wilayah Xinjiang. Sebagian besar etnis Uyghur kok ya agamanya Islam pula. Yang begini-begini memang enak banget digoreng-goreng oleh “kalangan intoleran” .
ADA fakta-fakta lain yang melatarbelakangi apa yang sebenarnya terjadi di Xinjiang. Dan potret kekerasan terhadap Uyghur-muslim di Xinjiang BUKANLAH sikap umum pemerintah China kepada umat muslim .
Ini yang harus dihindari, menanamkan semangat intoleran melalui pengalaman-pengalaman pribadi dalam konteks yang “sempit” . It won’t help at all .
Saya belum pernah ke China langsung kok berani klaim begitu ya? Karena suami saya sudah pernah assignment 3 BULAN ke kota Wuxi, di belahan barat Negeri Seribu Rakit ini .
Kota Wuxi salah satu kota favorit suami saya pas assignment. Makanannya enak-enak katanya hahaha. Yaiyalah, kita orang Indonesia sudah terbiasa dengan masakan mereka, ya . Waktu assignment ke Santiago (Chile), dia stress, Kak Emma! Hahahaha .
Makanya paling bener mah kalau assignment tuh bawa tukang masak eh …bawa bini! #benerinCelemek#kibasPanci
Jangan salah, warung makanan halal tidak sulit lho ditemukan di Wuxi dan sekitar . Masjid pun ada!
Foto : Dani Rosyadi
Suami saya sempat mengira masjid di Wuxi pasti jamaahnya akan didominasi oleh pendatang-pendatang muslim. Pas shalat jumat isinya membludak. Surprisingly, mayoritas jemaah ternyata orang muslim lokal .
Tahun 2010 diperkirakan ada sekitar 23 juta umat muslim di wilayah China. Tapi jangan lupa total penduduk China itu berapaaaaa hehehe. 23 juta orang ini hanya sekitar 2% dari total penduduk China saat itu.
Tetap saja jumlah 23 juta orang itu tidak sedikit kaaaaaaaannn .
Makanya jangan heran, kalau naik haji bakal sering ketemu jemaah dari Negeri Tirai Bambu ini . Arab Saudi saja di tahun 2010 jumlah penduduk muslimnya sekitar 26 juta saja .
Jemaah masjid di Wuxi, China
Balik ke kasus di Xinjiang tadi, yang postingannya rame di grup “Backpacker Dunia”.
Pepatah “Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung” direply oleh si embak TS, “Di mana tanah dipijak, di situ Tuhan disembah.”
Tidak salah. Benar itu .
Tapi ada fakta lain yang juga harus kita terima. Ada banyak sekali agama di dunia ini. Kalian tahu, ada RIBUAN agama dan kepercayaan yang terpencar di seluruh benua di bumi manusia .
Dari RIBUAN ini tentu juga ada RIBUAN cara untuk menyembah Tuhan yang bersesuaian dengan lokasi masing-masing dan aturan setempat . Negara punya kedaulatan masing-masing dan aturan yang harus dipatuhi pendatang, kan?
Kalau mau ke Iran ya harus mengenakan pakaian tertutup bagi seluruh perempuan dewasa termasuk yang non muslim. Jalan-jalan ke Republik Irlandia ya jangan panas melihat banyaknya rumah ibadah umat Katolik di mana-mana .
Eh tapi masjid juga ada lhoooo di Ireland . Yang segede-gede gereja juga ada. Di wilayah Clonskeagh, Dublin. Di Amerika Serikat nih, di area Dallas-Fort Worth, masjid-masjid tidak sulit ditemukan .
Sejak Trump menang pun, alhamdulillah masjid-masjid tersebut masih berdiri tegak dan menaungi komunitas muslim yang ada di sekitarnya .
Ah ya, di negara Arab Saudi tidak diizinkan mendirikan rumah-rumah ibadah apa pun selain MASJID di tempat-tempat umum, lho. Jadi buat teman-teman non muslim, ibadah agamanya hanya boleh dilakukan di ruang-ruang pribadi saja.
Kalau kalian ngotot, “Ya agamaku dong is the best. Paling benar. Yang lain agamanya salah pastinya. Jadi tolong pahamilah saya. Utamakanlah agama saya.”
Coba pikirkan jika dari ribuan agama dan kepercayaan ini juga berkoar-koar di depan umum PERSIS seperti itu? . Berapa banyak tragedi dan penderitaan yang akan terjadi?
Bukankah kita juga percaya perbedaan-perbedaan ini adalah keniscayaan? Tuhan yang menciptakan semua perbedaan ini. Lah terus mengapa kita sendiri yang bersikeras menyeragamkan apa-apa yang sudah dari sananya berbeda? *pijetKening*.
Muslimah di Xinjiang, China (gambar : pakistantoday.com.pk)
Jadi kalau jalan-jalan atau bermukim di negara lain, hindarilah menjadi provokator . Tentu provokasi beda dong ya sama bersikap kritis. Kalau mau kritis ya sertakan juga dong semua latar belakang sejarah pertikaian China vs Uyghur kan, kan, kan .
Yang terjadi di Xinjiang ya sebenarnya mirip-mirip juga dengan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar dan suku Kurdi yang bertebaran di banyak wilayah Timur Tengah. Ketidakmampuan kita mengolah dan menerima perbedaan .
Diperparah dengan campur tangan eksternal. Kalau baca dari artikel BBC tadi kan ada pengaruh kelompok luar terhadap gerakan-gerakan separatis di Xinjiang.
Sikap otoritas China yang malah makin “sangar” ke etnis Uyghur justru mungkin memperparah pertikaian ya . Tapi ya itulah, saya juga kalau jadi pemimpin bingung juga harus gimana. Kalau lembek entar ada yang ambil kesempatan dan memberontak beneran. Kalau terlalu keras nanti malah makin ngamuk. Tengah-tengah, ya tengah-tengah itu yang kayak apaaaaaa .
Untunglah hanya ditakdirkan jadi emak-emak berdaster. Tukang komen aja bukan pengambil keputusan level negara hihihi. Semoga Tuhan menganugerahkan kebijaksaan dan kelembutan bagi seluruh pemimpin-pemimpin dunia. Aamiin .
Btw, sebaiknya sebelum traveling ke tempat-tempat lain periksa dulu aturan-aturan setempat. Kalau dirasa menyulitkan atau merusak akidah atau apalah-apalah ya enggak usah ke sana. Hidup ini pilihan, yes?
Soal aturan beribadah terkait gini-ginian ya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang bukan Maha Judgemental kok yaaaaa .
“You must understand the whole of life, not just one little part of it. That is why you must read, that is why you must look at the skies, that is why you must sing, and dance, and write poems, and suffer, and understand, for all that is life.”-Jiddu Krishnamurti
Mereka yang memilih jalan poligami seringnya berkilah, “Kami mengikuti tuntunan Rasul. Istri istri Nabi Muhammad kan memang banyak.” Iya benar, istri Rasulullah memang tidak hanya 1 :).
Topik poligami, selalu menjadi topik yang bikin uring-uringan buat mayoritas kalangan perempuan muslim hehehe. Saya rasa, kita ini hampir mirip-mirip saja ya sikapnya, “Pada dasarnya kita oke-oke saja kalau suami mau poligami. Suami orang lain ya, asal jangan suami sendiri!” Hahaha.
“Cara Kilat dapat Istri Empat?” begitu kata salah satu judul seminar poligami (gambar : pixabay.com)
Topik poligami juga kerap mengundang cemohan dari kalangan di luar Islam untuk mencemooh kehidupan pernikahan dan istri istri Nabi Muhammad. Jangan-jangan sebagian muslim sendiri juga tidak tahu nih :p. Baiklah, mari kita berbagi info ya.
Tolong dikoreksi kalau ada yang salah. Ini rangkuman dari berbagai sumber juga soalnya. Lebih kurangnya mohon dimaafkan *sungkemDuluan*.
Siapa saja para Bunda kaum muslim ini? Usia berapakah mereka dan apa status mereka saat bersanding dengan Rasulullah dalam ikatan pernikahan? Apa saja latar belakang alasan pernikahannya?
Perempuan istimewa ini berusia 40 tahun saat menikah dengan Rasulullah. Bunda Khadija sudah pernah menikah sebelumnya. Ayah dan suami sebelumnya yang telah wafat duluan termasuk dalam jajaran orang penting di suku asal mereka.
Bunda Khadijah menerima limpahan harta warisan yang cukup besar sepeninggal mereka berdua. Nabi Muhammad menjadi salah satu mitra dagangnya sampai ke tanah Syria. Melihat rekam jejak Nabi Muhammad yang cukup jempolan, Bunda Khadijah pun mengajukan lamaran untuknya.
Iyah, Bunda Khadijah yang melamar Rasulullah yang waktu itu masih berusia 25 tahun. Walau banyak petinggi-petinggi suku yang mengajukan diri, beliau mantap meminang Nabi Muhammad.
Dari pernikahan ini lahir 7 anak, 3 anak laki-laki (Qasim, Tayyib, dan Tahir) meninggal di usia balita. Sedangkan 4 anak perempuan (Zaynab, Ruqayya, Ummu Kalsum, dan Fatimah) bertahan hidup hingga dewasa.
Bunda Khadijah termasuk orang pertama yang spontan dan langsung percaya, tak ragu menyatakan keIslamannya selepas Rasulullah menerima wahyu. Beliau lah yang menemani Rasul melewati masa-masa sulit dakwah di masa pertama. Mengorbankan semua hartanya termasuk untuk membebaskan para budak yang memeluk Islam.
Dalam tekanan yang keras terhadap Rasulullah dan komunitas muslim di Mekkah, Bunda Khadijah meninggal karena sakit di usia 65 tahun. Tahun yang tidak mudah bagi Rasul. Sebelum ditinggalkan oleh perempuan terkasihnya, Paman Nabi yang tak putus melindunginya dari petinggi Quraisy (Abu Thalib) juga meninggal lebih dahulu beberapa bulan sebelumnya.
Tidak terbayang ya, pedihnya hati Rasulullah ditinggal orang-orang tercinta.
Hingga akhir hayatnya, hanya ada Bunda Khadijah dalam kehidupan pernikahan Rasulullah <3. Siapa bilang monogami bukan tuntunan hidup dari Rasulullah? ;).
Ilustrasi gambar : pixabay.com
2 ♥ Bunda Saudah binti Sam’a ♥
Kekasih hati yang sudah berpulang lebih dahulu tentu tidak boleh melemahkan semangat dakwah. Juga tidak melepaskan Rasul dari kewajiban mendidik dan membesarkan ke-4 putri tercintanya.
Sekitar 3 tahun selepas perginya Bunda Khadijah, salah satu kerabat menyarankan Rasulullah untuk menikah lagi khususnya untuk membantu urusan rumah tangga dan anak-anak. Rasul galau, siapakah yang layak menggantikan posisi Bunda Khadijah?”
Kerabat tersebut, Khawla, mengusulkan Aisyah binti Abu Bakar. Anak kandung dari sahabat terdekat Rasul. Tapi karena usianya yang masih sangat kecil dianggap belum cocok untuk mengurus rumah dan anak.
Khawla pun mengusulkan Bunda Saudah binti Sam’a, seorang janda berusia separuh baya yang tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat tua. Rasulullah langsung menyetujui. Rasulullah menikah untuk kedua kalinya di usia 53 tahun.
Usianya yang tidak muda dan parasnya yang menarik membuat orang-orang bertanya mengapa Rasulullah memilih Bunda Saudah? Sementara yang dikagumi Rasul adalah keberanian Bunda Saudah yang hijrah ke Abyssinia meninggalkan semua harta dan rumah serta sukses melintasi ganasnya padang pasir.
Bunda Saudah tak pernah bercerai hingga akhir hayat Rasulullah dan terus menyaksikan perkembangan Islam hingga akhir hayatnya di akhir kepemimpinan Umar bin Khatab.
Ilustrasi gambar : pixabay.com
3 ♥ Bunda Aisha Binti Abu Bakar ♥
Aisha dinikahi Rasulullah tak lama setelah hijrah ke Madinah. Usia Rasulullah sekitar 54 tahun saat itu. Jadi tak lama setelah menikah Bunda Saudah.
Ada pun usia Aisha sekitar 9 tahun. Nah, usia Aisha ini yang sering dijadikan olok-olokan oleh beberapa kalangan. Padahal mungkin di masa itu, perempuan yang menikah di usia semuda Bunda Aisha bukanlah hal yang ‘aneh’ ;).
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan muslim mengenai usia Bunda Aisha saat dipersunting Rasulullah. Ada juga yang mengklaim usia Bunda Aisha adalah 19 tahun saat menikah dengan Rasulullah.
Terlepas dari kontroversi ini, Bunda Aisha merupakan istri Rasulullah yang terkenal pandai, jiwa muda yang haus ilmu, cepat menangkap keterampilan dan pengetahuan baru, serta fasih berdiskusi dalam perdebatan.
Bersama Abu Hurairah, Abdullah Ibnu Umar, dan Anas Ibnu Malik, Bunda AIsha termasuk dalam 4 perawi hadis utama. Beliau pun merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang dinikah dengan status gadis.
Walau menikah sejak muda, Rasulullah dan Bunda Aisha tidak memiliki anak. Terkenal memiliki hubungan yang rapat dengan Bunda Saudah, Bunda Aisha menutup usia di tahun 58 Hijriyah.
Ilustrasi gambar : pixabay.com
4 ♥ Bunda Hafsah Binti Umar ♥
Bunda Hafsah adalah putri dari salah satu sahabat terdekat Rasulullah, Umar bin Khatab. Di usia 18 tahun, Hafsah sudah menjanda, suaminya gugur dalam Perang Badar.
Umar bin Khatab mencoba membujuk Abu Bakar agar mau menyunting putrinya. Abu Bakar menolak karena tahu bahwa Rasulullah sudah punya rencana menikahi Hafsah. Usman bin Affan juga menolak permintaan yang sama dari Umar. Usman baru ditinggal oleh istrinya Ruqayyah, salah satu putri dari Nabi Muhammad.
Akhirnya, Rasulullah yang menikahi Hafsah di usianya yang ke 56 tahun. Usman bin Affan menikah lagi dengan Ummu Kalsum, putri Rasulullah yang lainnya.
Pernikahan-pernikahan ini mempererat hubungan antara Rasulullah dan para sahabat. Rasulullah menikahi Aisha dan Hafsah, putri-putri dari Abu Bakar dan Umar. Usman menikahi 2 putri Rasulullah demikian pula Ali bin Abi Thalib yang menikahi Fatimah, putri bungsu Rasulullah.
Bunda Hafsah yang hampir seumur dengan Bunda Aisha secara manusiawi sering terlibat saling cemburu. Namun akhirnya, keduanya menjadi sahabat karib.
Bunda Hafsah meninggal di tahun 47 Hijriyah.
5 ♥ Bunda Zainab Binti Khuzayma ♥
Bunda Zainab dinikahi tak lama setelah Rasulullah mempersunting Bunda Hafsah. Di usia ke-56 tahun, Rasul menerima permintaan Zainab (30 tahun) untuk dinikahi yang diajukan setelah Zainab menjanda akibat suaminya yang juga gugur dalam Perang Badar.
Bunda Zainab dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim. Selain itu tak banyak hal yang diketahui tentang beliau yang wafat hanya dalam waktu delapan bulan setelah menikah dengan Rasulullah.
6 ♥ Bunda Hindun binti Abu Umayyah ♥
Bunda Hindun Lebih dikenal dengan Ummu Salamah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Ummu Salamah bersuamikan Abu Salamah bin Abdul Asad dan memiliki 4 orang anak. Abu Salamah meninggal akibat luka parah setelah ikut bertempur dalam Perang Uhud.
Ummu Salamah menolak pinangan Abu Bakar dan Umar sebelum menerima lamaran dari Rasulullah. Itu pun sebelumnya Ummu Salamah mengutarakan kepada Rasulullah tentang sifatnya yang pencemburu dan banyaknya anak yang telah dimilikinya.
Tapi Rasulullah tetap menginginkan untuk menikah dengan Ummu Salamah. Pernikahan pun berlangsung saat usia Rasul mencapai 57 tahun dan Ummu Salamah 29 tahun.
Ummu Salamah dikenal cerdas dan pemberani. Banyak pula merawi hadis walau tidak sedominan Bunda Aisha. Ummu Salamah juga kritis dan banyak bertanya kepada Rasulullah mengenai posisi perempuan dalam Islam termasuk hal warisan dan kewajiban ikut berperang.
Di usia yang tak lagi muda dan punya beberapa anak tidak menghentikan upayanya untuk terus menimba ilmu dan berjuang di jalan agama bersama Rasulullah. Panutan nih buat ibu-ibu yang sudah menikah dan punya anak :). Harus tetap semangat menimba ilmu ;).
Ummu Salamah meninggal di tahun 61 Hijiriyah.
Ilustrasi gambar : pixabay.com
7 ♥ Bunda Zainab binti Jahsy ♥
Perempuan cantik yang berasal dari keturunan Quraisy yang sangat terpandang ini awalnya menikah terlebih dahulu dengan Zaid bin Haritsah. Zaid adalah budak yang dibebaskan dan dianggap kerabat, bahkan dianggap sebagai anak oleh Rasulullah sejak kecil.
Pernikahan Bunda Zainab dan Zaid juga atas inisiatif Rasulullah. Zainab dan keluarga awalnya menolak karena latar belakang Zaid yang dianggap tidak sejajar dengan mereka. Namun, Rasulullah menekankan bahwa harga diri seseorang tidak terkait asal usul dan keturunan melainkan ketakwaan. Rasulullah bersaksi betapa saleh dan setianya Zaid selama ini kepada beliau.
Budaya kaum Quraisy yang ingin diminimalkan bahkan dihapuskan oleh Rasul adalah kebiasaan mereka membangga-banggakan garis keturunan secara berlebihan.
Walau Zainab akhirnya bersedia namunpernikahannya dengan Zaid tidak harmonis. Beberapa kali Rasulullah meminta Zaid untuk bertahan, akhirnya pasangan tersebut berakhir dengan perceraian.
Di usia 35 tahun, Bunda Zainab pun dinikahi oleh Rasulullah yang saat itu berusia 58 tahun.
Selain cantik dan terdidik, Bunda Zainab juga sangat dermawan. Beliau adalah istri Rasul yang wafat paling awal setelah meninggalnya Rasulullah. Bunda Zainab meninggal di tahun 20 Hijriyah di masa kepemimpinan Umar Bin Khatab.
8 ♥ Bunda Juwairiyah binti Al Harits ♥
Nama aslinya adalah Barrah. Barrah adalah anak dari Al Harits, seorang pemimpin dari Bani Musthaliq yang dikalahkan oleh pasukan muslim dalam sebuah pertempuran. Barrah dan sebagian besar orang-orang dari Bani Musthaliq tertangkap dan menjadi tawanan perang.
Barrah takut jika pasukan muslim menyadari siapa dirinya mereka akan menolak untuk permintaannya untuk dibebaskan dengan sejumlah tebusan. Barrah memaksa untuk bertemu Rasulullah.
Barrah meminta Rasul untuk membantu pembebasan dirinya. Rasul malah melamarnya dan Barrah mengiyakan. Usia Rasul saat itu 58 tahun dan Barrah 20 tahun. Pernikahan ini berlangsung tak lama setelah Rasul menikahi Bunda Zainab. Barrah diberi nama baru, “Juwairiyah”.
Apa rencana Rasul? Ternyata pernikahan ini menyebar sampai ke pasukan muslim dan mereka segera menyadari posisi Bani Musthaliq setelah pernikahan tersebut. Para tawanan pun segera dibebaskan untuk menghormati posisi baru mereka sebagai keluarga besar besan Rasulullah.
Pernikahan ini tidak hanya membebaskan Bunda Juwairiyah tapi juga segenap keluarga besar Bani Musthaliq :). Pernikahan yang benar-benar membawa berkah bagi banyak orang.
Bunda Juwairiyah meninggal di tahun 50 Hijriyah.
Ilustrasi gambar : pixabay.com
9 ♥ Bunda Ramla binti Abu Sufyan ♥
Bunda Ramla lebih dikenal dengan nama Ummu Habiba. Ummu Habiba adalah putri dari Abu Sufyan, salah satu penguasa Kaum Quraisy yang cukup keras melakukan perlawanan terhadap Rasulullah dan kaum muslim.
Ummu Habiba menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy semasa di Mekkah. Setelah Rasul mulai berdakwah tentang Islam, Ubaidillah tertarik dan mengajak Ummu Habiba untuk memeluk Islam bersamanya.
Mereka berdua hijrah ke Habasyah. Di Habasyah, Ubaidillah meninggalkan Islam karena putus asa dengan perjuangan Rasul di Mekkah yang belum juga menunjukkan tanda-tanda kesuksesan.
Setelah Ubaidillah meninggal, Ummu Habiba sangat galau. Kini sebatang kara di negara asing sementara tak mungkin pulang ke Mekkah karena keluarga besarnyyang sangat anti Islam. Termasuk ayahnya sendiri.
Rasulullah melamar Ummu Habiba dan mereka dinikahkan via wali sejak Ummu Habiba masih berada di Habasyah di tahun 1 H. Ummu Habiba pindah ke Madinah di mana istri istri nabi yang lainnya juga berada sekitar tahun 7 H saat usianya 35 tahun dan Rasulullah berusia 60 tahun.
Ummu Habiba meninggal di tahun 44 Hijriyah.
10 ♥ Bunda Safiyya binti Huyayy ♥
Bunda Safiyya adalah anak dari Huyayy ibn Akhtab, salah satu pembesar Bani Nadir (keluarga Yahudi). Kelompok ini diusir dari Madinah karena mencoba membunuh Rasulullah. Di Perang Khaybar yang mempertemukan kubu muslim dan golongan Yahudi yang memberontak ini, Rasul dan pasukan berhasil memenangkan pertempuran.
Ayah dan suami dari Bunda Safiyya termasuk yang terbunuh dalam pertempuran.
Salah satu cara untuk menyelamatkan Bunda Safiyya dari perbudakan yang tentunya sulit setelah beliau mengenyam kehidupan sebagai putri petinggi suku adalah dengan dinikahi oleh Rasulullah. Bunda Safiyya menikah dengan Rasul (yang saat itu berusia 60 tahun) di usia 17 tahun.
Setelah menikah, statusnya sebagai putri Yahudi kerap dicemooh oleh istri istri nabi yang lainnya. Salah satunya Bunda Hafsah yang mendapat teguran langsung dari Rasulullah. Bunda Zainab juga enggan meminjamkan unta kepada Bunda Safiyya yang juga berakhir dengan hukuman dari Rasulullah.
Kehidupan para istri istri Nabi Muhammad pun tidak selalu harmonis 100%.
Bunda Safiyya masih hidup lama setelah Rasulullah wafat. Di saat perseteruan besar antar umat Islam pasca terbunuhnya Utsman bin Affan, Bunda Safiyya berada di “kubu Utsman”. Bunda Safiyya meninggal di tahun 50 Hijriyah di masa kekhalifahan Muawiyah.
Ilustrasi gambar : pixabay.com
11 ♥ Bunda Maymuna binti Al Harits ♥
Sama seperti istri istri Nabi Muhammad yang sebelum-sebelumnya (kecuali Bunda Aisha), Bunda Maymuna pun sudah menyandang status janda. Sebelumnya sudah menikah dua kali. Pertama sebelum memeluk Islam menikah dengan Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi. Berakhir dengan perceraian.
Kedua kalinya menikah dengan Abu Ruham bin Abdul Uzza yang kemudian meninggal lebih dahulu.
Bunda Maymuna mengajukan lamaran kepada Rasululla via kakak perempuannya, Ummu Fadhal. Rasulullah menyetujui penyerahan dirinya dan menikahi Bunda Maymuna di usianya yang ke-60 tahun. Saat itu Bunda Maymuna berusia 36 tahun.
Bunda Maymuna termasuk perempuan yang berperangai tenang dan sejuk sehingga tidak pernah ada konflik apa pun dengan istri istri rasul yang lainnya. Walau Bunda Maymuna termasuk pendatang yang paling akhir.
Turun ayat setelah pernikahannya dengan Bunda Maymuna untuk mencukupkan pernikahan bagi Rasulullah. Maka dari itu dalam beberapa sumber dikatakan Bunda Maymuna adalah istri Rasulullah yang terakhir.
Bunda Maymuna meninggal di tahun 61 Hijriyah. Termasuk salah satu istri yang meninggal paling akhir diantara istri istri Nabi Muhammad yang lainnya.
12 ♥ Bunda Maria Al Qibtiyya ♥
Sebagian sumber memasukkan nama Bunda Maria sebagai istri terakhir Nabi Muhammad. Tidak ada yang tahu pasti berapa usianya dan kapan tepatnya dinikah oleh Rasulullah.
Maria adalah budak dari keturunan Kristen Koptik yang diberikan oleh salah satu penguasa Mesir kepada Rasulullah.
Tahun 9 H, Bunda Maria melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim oleh Rasulullah. Hal ini menyebabkan istri istri Nabi yang lain cemburu. Karena diantara semua istri istri nabi, selain Bunda Khadijah, hanya Bunda Maria yang bisa memiliki anak dari Rasulullah.
Ibrahim meninggal saat usianya belum genap 2 tahun. Bunda Maria sendiri meninggal di tahun 16 Hijriyah.
***
Istri istri Nabi Muhammad dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah. Kecuali Bunda Khadijah yang dimakamkan di Mekkah dan Bunda Maymuna yang disemayamkan di Sarif. Semoga Allah merahmati mereka semua <3.
Pasti pada penasaran ya seperti apa kehidupan Islam di Amerika. Dengan maraknya pemberitaan akhir-akhir ini pasca Presiden Amerika Serikat terpilih 2016 kemarin :D.
Berbeda dengan saya yang sudah pernah merasakan rupa-rupa pengalaman lebaran jauh dari orang tua, suami saya agak-agak drama kalau lebarannya jauh dari keluarga inti .
Kalau lebaran tidak bersama orang tua dan saudara kandung ya pastinya terasa gimanaaa gitu ya. Pasti sama buat semua orang. Cuma saya lebih dulu saja melewatinya. Sejak SMA tepatnya. Karena tinggalnya sudah pisah-pisah. Kuliah pun jadi ajang merantau pertama kali.
Gambar : pixabay.com
Saya ingat waktu kuliah juga pindah ke Jakarta dan seumur-umur TIDAK PERNAH MERASAKAN yang namanya mudik ke tanah kelahiran saat lebaran tiba. Waktu masih kuliah dan bekerja, buat saya mudik itu terlalu melelahkan secara fisik dan finansial hahaha.
Tentu saja kalian boleh tidak setuju . Sungkem dulu sama #teamMudik.
Tapi pas awal-awal ya pasti drama juga lah yaoowww. Pertama lebaran di Jakarta, eh kerabat malah pada pulang ke acara pernikahan salah satu sepupu. Saya berdua adik perempuan jagain rumah Tante di Jakarta yang kosong ditinggal penghuninya mudik. Benar-benar cuma berdua.
Enggak bisa tidur saya pas malam takbiran. Tapi malu juga mau menangis depan adik. Gengsi dooong hahaha.
Adik kayaknya tahu kalau saya sedih, dia menghibur saya, “Tenang Jee, besok kita ke rumah Pak E yuk, nanti pasti dapat uang lebaran terus dikasih kue.”
Berdua adek di kawinan kakak no.3 tahun 2007 😀
Pak E itu rekan bisnis Om saya yang tinggalnya juga tetanggaan dekat situ. Saya sih malu, ya. Soalnya tidak begitu kenal. Adik saya sudah ke rumah Pak E sejak pagi. Kami memutuskan untuk tidak shalat Ied.
Beneran lho, pulangnya dia bawa 2 amplop dan setoples kue hahahaha.
Ya saya tegur dong, “Tida’ malumu pi minta-minta uang di rumahnya orang.”
“Yaelaaaaa, santai aja kaleeeee. Gue emang deket sama orang sana dari dulu. Lagian ngasih duit ke anak yatim pahalanya gede tauk!” Si Buntel emang paling bisa dah hahaha.
Akhirnya kita buka amplopnya dan ngitung bareng sambil ketawa-ketawa. Terus nyalain TV dan makan kue, mengobrol ngalor ngidul dan seterusnya.
Sejak saat itu saya ingat pesan adik saya, kalau gak mudik jangan sedih, tinggal hitung uang THR aja, yes? Hahahaha *mataDuitan*
Pokoknya selama bisa melihat sisi positif apa sih yang tidak bisa kita lewati . Hidup uang! #eh????. Ini kenapa pesan moralnya jadi jauh dari semangat spiritual beginiiiiiiii hahahaha.
Another time, kembali sendirian karena kakak dan adik saya memutuskan untuk mudik. Saya enggak mudik, sibuk nabung buat persiapan nikah tahun depannya hahaha.
Nah, seorang teman yang sempat satu kos di Depok ternyata baru ditinggal oleh ibunya. Ibunya baru saja meninggal dunia jadi dia memutuskan untuk tidak mudik lebaran. Saya ajak menginap di tempat saya. Lebaran berdua gitu maksudnya ketimbang dia sendirian di tempat kosan.
She was crying all night and I didn’t know what to do. Jadi, saya biarkan saja dia sesenggukan. Saya pura-pura tidur di sampingnya. I knew, no matter what I said, hanya waktu yang bisa membuat kesedihannya mereda.
Saya tahu pasti gimana banget ya rasanya. Lebaran pertama saya tanpa Bapak juga rasanya tidak enak banget saking sedihnya. Lebaran pertama jauh dari Mama juga duuuuuh, tercabik-cabik, Cyiiiiin .
Gambar : paradise4women.com
Besoknya pas lebaran karena dese kayaknya kuyu banget kita pun tidak salat Ied. Saya ajak bikin kue bolu dimana kuenya ternyata gagal! Makin stres deh anak orang lebaran sama gue hahahaha.
Sendirian di tempat kos juga sudah pernah. Mana warung-warung pada tutup huhuhu. Jadi ke mal saja jajan-jajan gitu.
Setelah menikah, pengalaman lebarannya nambah dari segi lokasi. Lebaran rasa internesyenel gitchu, mulai dari lebaran di Jeddah yang hampir enggak pernah masak saking banyaknya acara hahahaha.
Lebaran di Ireland yang enggak kayak lebaran karena ya gimana, udahlah muslimnya sedikit, keluarga Indonesia di kota tinggal saya cuma ada 2! Lebarannya nebeng sama teman-teman Malaysia deh hehe.
Eid Mubarak 1434, Irlandia 2013
And this year, another story from another place. Lebaran di Amerika Serikat yang lagi hangat-hangatnya kena isu kurang mengenakkan terkait isu SARA termasuk agama.
Alhamdulillah ya, shalat Ied terbilang lancar.
Ramadan tahun ini saya kena lampu merahnya 2x. Di awal dan di akhir Ramadan huhuhu. Tapi tetap pergi ke masjid, sih.
Dua orang polisi berjaga di jalanan depan masjid dari awal sampai akhir. Suasana sangat kondusif alhamdulillah .
Eid Mubarak 1438 H, Texas 2017
Masjid yang kami datangi : Islamic Association of Collin County di Kota Plano, Texas, Amerika Serikat. Masjidnya caem banget. Bisa menampung kurang lebih 4-5 ribu jemaah di satu waktu shalat.
Walau begitu, rata-rata masjid menggelar acara Shalat Ied sampai 3 sesi, lho. Kebayang kan jumlah muslimnya lumayan tuh .
Udah sih intinya ya gitu doang . Lebaran lancar di negeri orang. Gatal aja gitu kalau gak nulis-nulis padahal mau share vlog doang hahahaha.
Ini nih vlognya :D.
Selamat hari raya Idul Fitri 1438 ya buat teman-teman muslim di mana pun berada.
Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima semua amalan baik kita semua . Kapan-kapan kita ngobrolin lagi soal Islam di Amerika.
Empat tahun terakhir, lebih banyak menghabiskan bulan puasa di Irlandia. Puasa di Ireland itu benar-benar “sunyi”. Dibandingkan suasana Ramadan 3 tahun berturut-turut sebelumnya yang 100% saya habiskan di Kota Jeddah, Arab Saudi.
Waktu di Jeddah, selama 3 tahun itu tidak pernah mudik lebaran. Gimana mau mudik, justru menjelang dan pas hari raya Idul Fitri, suami kebagian “jaga kandang” melulu. Musim haji apalagi. Sibuk abis! . Hanya sempat off dari kerjaan pas kebagian jatah naik haji tahun 2012 kemarin .
Di Jeddah ramai banget komunitas Indonesianya. Jadi bulan puasa tuh pecicilan mulu karena undangan buka puasa hampir saban weekend (kamis-jumat).
Buka Puasa Bersama Pengajian Salehah, Jeddah – Arab Saudi 2012
Suhu panas enggak masalah. Di Jeddah mah, melipir ke warung depan gedung apartemen saja pasti naik mobil kok hahaha. Apartemen pun full AC semua rata-rata.
Di Ireland komunitas muslim ya ada juga. Tapi muslim Indonesia minim banget . Apalagi saya tinggalnya di dusun nan jauh di mato hehehe. Kota Athlone yang jaraknya sekitar 2 jam dari ibukota Dublin. Tenang, “Lone Ranger” kayak saya cukup menikmati “kesunyian” model begini .
Mungkin juga ribet karena bulan puasa sejak tahun 2014 itu jatuhnya di puncak musim panas semua. Yup, pernah ngerasain puasa 19 jam ala Eropa .
Sebenarnya enggak perlu lebay karena kondisi cuaca itu besar banget lho pengaruhnya ;). Musim panas pun, kadang cuaca di Ireland mentok di 14 derajat hahaha. Belum lagi anginnya. Kelembaban juga rendah di negara-negara 4 musim pada umumnya. Panas pun, susah untuk keringat.
Badan wangi melulu makanya malas mandi #eh hahaha.
Tahun lalu, saya puasa di Athlone sambil ngangon 3 anak. Suami sempat assginment ke Texas 2 minggu. Anak-anak belum libur. Jadi dari pagi sudah sibuk nganter bocah-bocah ke sekolah. Pulangnya baru belanja-belanja baik belanja buat kebutuhan dapur maupun buat iseng-iseng lihat diskon musim panas hahaha.
Siangnya pergi lagi jemput anak-anak pulang sekolah.
Semua acara wara wiri saya di Athlone kalau suami lagi tidak ada ditempuh dengan … jalan kaki! Itu juga masih aktif menyusui karena adek bayi tahun lalu umurnya baru 8-9 bulan pas Ramadan.
Puasa 19 jam alhamdulillah tidak ada masalah . Suhunya adeeeeeemmm . Kendala utama karena kurang tidur saja . Ngejar waktu berbuka puasa dan sahur yang jaraknya cuma 4-5 jam saja.
Berfoto di depan pintu masuk gedung apartemen, Athlone 2013 :D, anak masih 2 booo hihihi
Lucunya pas mudik beberapa hari sebelum lebaran, puasa pertama di Jakarta saya sama suami lemas gitu padahal cuma 13 jam. Keringetan booooo hihihihi. Jam 4 sore saya sudah rebahan tidak berdaya .
Sibuk ngejar-ngejar anak-anak yang sudah seperti bola ping pong kalau menginap di rumah Opa-Oma yang kata anak sulung saya, “It’s a mansion not a house.” Hahaha. Kebiasaan tinggal di apartemen imut-imut .
Tahun ini kembali merasakan suasan baru. Bulan puasa perdana di Negeri Paman Sam. Bulan puasanya juga di musim panas. Menurut prediksi, musim panas di Texas bisa mencapai 40 derajat.
Sudah bulan Juni tapi malah cukup sering hujan dan mendung di wilayah Texas bagian utara ini. Puasanya sekitar 15.5 jam. Lebih pendek daripada di Irlandia. Tapi ya itu, iklimnya secara umum panas dan lembab daripada wilayah-wilayah di Eropa Barat.
Komunitas muslim di Texas (sekitar Dallas-Fort Worth) juga lumayan banget. Termasuk muslim dari Asia Tenggara. Setidaknya pilihan toko daging halal dari lokasi apartemen saya bisa 4-5 toko, lho. Bumbu-bumbu Asia jauh lebih lengkap dan mudah ditemukan.
Texas, negara bagian yang memiliki jumlah muslim terbesar menurut data tahun 2010 dari Huffington Post. Dari total 25.2 juta jumlah penduduk di Texas, ada sekitar 422 ribu umat muslim. Secara persentase masih kalah dengan New York persentase umat muslimnya mencapai 2% dari total penduduk di New York.
Saya pernah ke masjid di Kota Plano, salah satu kota paling hits di seantero Dallas-Fort Worth Metropolitan. Plano ini kota industri yang cukup maju. Banyak perusahaan besar level internasional yang buka lapak di sini.
Masjidnya gede, rapi, dan bersih. Selain salat 5 waktu, masjid punya banyak kegiatan lain seperti Summer School buat anak-anak muslim, les bahasa Arab, ceramah-ceramah akhir pekan, dsb. Semacam Islamic Center begitu, ya.
Menurut data tahun 2012, ada lebih dari 2 ribu masjid yang berdiri di seantero Amerika Serikat. Sebanyak 166 masjid ada di Texas. Mungkin sekarang sudah banyak masjid baru berdiri .
Umat muslim benar-benar menggeliat di wilayah selatan Amerika Serikat ini. Termasuk komunitas muslim Indonesia. Wah, komunitas orang Indonesianya rame bangeeeeeet .
Selalu senang ya ketemu teman-teman baru . Ada bahan gosip baru dan bisa kepo-kepo sana sini lagi hahaha. Di luar bulan Ramadan, ada pengajian mingguan, pengajian bulanan, pengajian komunitas A, pengajian komunitas B, dst, dst.
Termasuk acara semalam, nih. Buka puasa bersama komunitas muslim Indonesia-Malaysia yang di luar bulan Ramadan memang punya acara pengajian keluarga tiap bulannya.
Semalam saya ingin mengobrol dengan teman-teman yang aktif di kepengurusan. Ingin tanya ini itu bla bla bla, situ wartawan? Hahahaha. Apa daya, mayoritas waktu saya habis buat ngejar-ngejar si Baby3, zzzz . Salat Isya saja tidak sempat .
Yang menghadiri acara, jika ditotal jumlahnya mungkin hampir 200 orang. Tapi menurut teman, yang hadir tadi malam jauh lebih banyak daripada tahun lalu. Tenang saja, makanannya tetap banyak kok hahaha.
Btw, ini bukan satu-satunya komunitas muslim Indonesia-Malaysia di Texas bagian utara (Dallas-Fort Worth dan kota-kota satelit di sekitarnya).
Umat muslim terbanyak di wilayah Texas berada di Kota Houston dan sekitarnya. Ini di wilayah selatan Texas. Dallas-Houston bisa ditempuh sekitar 4 jam.
Diperkirakan total umat muslim di Amerika Serikat mencapai 3.3 juta orang di tahun 2015. Bandingkan dengan penduduk Irlandia yang hanya 4-5 juta orang saja . Cukup banyak tapi sangat minoritas dibanding 325 juta total penduduk US.
Teman-teman muslim di Texas, so far merasa nyaman tinggal di sini . Tidak sedikit yang sudah beranak pinak dan bahkan sudah berpaspor hitam . Lingkungan enak, pendidikan bagus, dan nyaris tidak ada represi dalam urusan keagamaan .
Sekolah Islam saja ada lhooo . Ini kita keep di topik “Sekolah Anak di Texas”, ya .
Central Park, Frisco, Texas 2017
Tapi belum berani mengambil kesimpulan apa-apa karena pendatang baru ya Cyin hehehe. Takut salah ngomong . Sekarang situasi lagi hot-hot pasca ganti presiden, ya, hehe. Kapan-kapan kita ngobrolin ini lagi deh . Entah kapan maksudnya hahaha.
Video semalam kualitasnya kurang bagus. Cuma pakai ponsel. Mau bawa GoPro kok ya takut gimanaaaa gitu. Maklum masih newbie, entar disangka ini emak-emak norak kali mau ngapain sih hahaha. Itu juga ngerekamnya sambil ngangon bocah jadi gambar goyang-goyang .
Terus enggak enak hati sama yang lagi salat. Bukannya ikut salat hihihi. Padahal salat telat juga karena jagain anak bungsu.
Acara berlangsung di sebuah aula publik di Kota Euless. Pintu masuknya ada 4. Nah, semalam anak bungsu saya tawaf dari satu pintu ke pintu yang lain di hampir sepanjang acara, duh Gustiiiii *pijetBetis*.
But overall, kehidupan muslim secara umum di The Lone Star State sini nyaris tidak menemui kendala apa-apa . Tidak susah menemukan masjid dan toko halal maupun komunitas muslim. Insya Allah tetap begitu selamanya, ya. Aamiin.
Walau tentu harus diakui, ada saja kejadian yang kurang menyenangkan dalam menghadapi perbedaan di dalam kehidupan sehari-hari. Tensinya pun jelas meningkat pasca Pilpres US 2016 silam.
Like I’ve always said, hidup di dunia memang tidak akan pernah sempurna. Tapi selalu ingat, KITA SEMUA adalah bagian dari ketidaksempurnaan tersebut .
Kita seharusnya bekerja lebih keras untuk menyiarkan kedamaian. Memperlihatkan bahwa kita itu bisa lho hidup damai dalam perbedaan. Menunjukkan kalau ada tempat-tempat di dunia ini di mana kalian bisa berjalan bebas tanpa mesti menyembunyikan identitas agama kalian dan kalian tetap mendapat kedamaian dan penghormatan dari orang lain.
Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai muslimah berjilbab di negara mayoritas Katolik di Irlandia dan so far…tetap saya rasakan selama 5 bulan tinggal di Amerika Serikat .
Kita harus terus menghidupkan harapan tentang “dunia yang damai” itu ADA dan insya Allah bisa kita perjuangkan.
Setop adu domba, yuk! . Setop menyebarkan kebencian untuk hal-hal yang bahkan kita sendiri tidak tahu .
(Alquran 49:13] “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku SUPAYA KAMU SALING KENAL MENGENAL. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Itulah salah satu gunanya merantau bukan? .
Spread love not hate ♥.
Selamat melanjutkan ibadah puasanya ya teman-teman.
“Pulang, Bang! Gila ini, sih. Sudah kacau banget. Pulang aja mendingan.” Saya ngomong di telepon ke suami sambil melotot melihat tayangan berita di televisi.
“Apaan sih? Baru jam segini. Iya, entar pulang. Jam 5 kayak biasa.”
Terus saya menonton berita lagi dengan khusyuk. Kerusuhan di beberapa tempat sampai ada korbann tembak segala. Makin tidak tenang karena suami kagak pulang juga *pijetKening*.
Saya telepon lagi.
Karena jengkel suami ngomongnya mulai ketus, “Hadeeeeeh, mending sana jalan-jalan ke luar gih. Kayak orang gila aja. Atau intipin di jendela ada ribut-ribut, gak?”
Oiyaaa, kenapa enggak kepikiran ya? Hahahaha.
Gambar : pixabay.com
Pertengahan tahun 2009, saat tensi ketegangan Iran dengan US dkk lagi hot-hotnya, saya menyusul suami ke Teheran, Iran. Saya sendiri sudah berantem duluan dengan suami di telepon hahaha. Maklum waktu itu masih cupu soal gini-ginian.
Beberapa hari setelah saya mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Pilpres Iran 2009 berlangsung tanggal 12 Juni 2009. Pertama kali merantau kena tipu agen pula (hahaha), masalah politik internal Iran membuat situasi kami makin tidak terbayang .
Kemenangan Ahmadinejad memang memicu ketegangan dari pihak lawan. Ada demo-demo memang. Tapi yaela, di Al Jazeera-BBC-CNN beritainnya di Teheran udah kayak perang!
Tololnya, SAYA tuh ya, yang jelas-jelas tinggal di apartemen di salah satu area jantung kota Teheran, bisa-bisanya lebih percaya berita ketimbang mata saya sendiri! Hahahaha *toyorKepalaSendiri*.
Ketika saya sudah berhasil menguasai ketakutan, akal sehat mulai mengalir kembali. Barulah saya membuka jendela kaca yang menguasai seluruh dinding ruang tengah yang mengarah ke arah jalan raya.
Krik, krik, krik, kerusuhan apaan cobak. Kehidupan berlangsung dengan normal. Saya melongokkan kepala dengan takut-takut. Soalnya kami tinggalnya di lantai 4 apa 5 gitu. Melihat jauh ke arah jalanan besar di perempatan sana, Vanaak Street. Ya memang enggak ada apa-apa, sih.
Mana reporternya berbicara dengan suara terengah-engah gimanaaaaaa gitu. Jadi pengin nyodorin air putih hahaha. Iya, sekarang ketawa lo! Padahal waktu nonton juga ketakutan setengah mati minta segera pulang ke Jakarta saat itu juga! Zzz -_-.
Bareng si sulung yang masih setahun hehehe (Teheran, 2009)
Akhirnya saya bertahan di Disney-Channel aja nemenin anak sulung saya yang waktu itu usianya masih setahun nonton Barney dan Thomas hihihi.
Sambil sibuk menenangkan keluarga dan teman-teman yang terus memborbardir kami dengan email dan pesan, “Eh, gimana di sana? Baik-baik aja, kan? Udah ngeri gitu.”
Tempo hari membaca tulisan Kang Maulana, saya fokus pada beliau yang khawatir dengan salah satu kerabatnya yang memiliki tingkat pendidikan mumpuni yang terjebak dengan berita-berita hoaks.
Lucunya, kerabat tersebut punya grup WA yang isinya kalangan akademisi semua. Mereka asyik saling memposting berita-berita hoaks penuh kebencian terhadap orang/kalangan tertentu.
Benarkah pengaruh HOAX tergantung tingkat pendidikan dan kecerdasan bahkan pergaulan?
Tet toooooooooot.
Tidak ada hubungannya!
Saya juga baru sadar kok setelah mengingat-ingat KETOLOLAN saya pas di Teheran tahun 2009 silam itu hahahaha.
Kurang bodoh apa, ada orang yang bercerita betapa hancurnya kota X terus kita terpengaruh begitu saja. Padahal kita TINGGAL di KOTA X!! *tutupMuka*.
Kita paling sering dimanipulasi oleh ketakutan kita sendiri. Sejak awal, saya sudah memelihara penyakit hati masalah Iran ini.
Sebelum berangkat, saya sudah mules-mules membaca berita soal Iran. Makanya pas mendarat dan naik taksi ke apartemen saya benar-benar kaget pas melihat betapa cantiknya Kota Teheran. Padahal suami saya sudah sering cerita via telepon .
Saya kurang menyimak. Karena ya itu, fokus pada prasangka buruk yang berujung ketakutan. Dari takut jadi marah, marah jadi benci. Begitu seterusnya. Persis seperti kata Yoda, dia lagi dia lagi hahaha. Gak ada quote lain apa, Ceu? .
Gambar : pixabay.com
Padahal sudah diperingatkan ya kita oleh ayat-ayat suci. Jangan dipelihara itu penyakit hati. Makin dipiara makin ditambahkan kadarnya. Terus bertumbuh. Hingga akhirnya kita sendiri yang menjadi korban, bahkan lebih jauh, mengorbankan orang lain karena kita dengan giatnya menyebarkan kebencian itu.
Sebenarnya membenci sesuatu ya wajar. Memangnya situ malaikat yang hatinya seputih kapas hihihi.
Cuma kontrolnya yang harus kita jaga. Karena membenci vs menyebarkan kebencian JELAS 2 hal yang BERBEDA.
Jadi kalau mau jujur, produsen/pembuat/penggiat/atau siapa pun yang hobinya bikin hoax (hihihi) BUKAN satu-satunya penyebab penyebaran berita hoax.
Ibarat kata, bensinnya sudah tercecer duluan. Sisa-sisa bensin yang tidak pernah bersih ya tinggal dipercikkan api sedikit ya langsung membesar apinya.
Coba saja, kalau kita tidak memelihara penyakit hati, mau dikasih berita apa saja, akal sehat kita seharusnya akan “bekerja” dengan baik.
Taman Sai di Teheran, Iran (gambar : panoramio.com, by Behrooz Rezvani)
Kalau sudah ada benih-benihnya -terus menerus dipiara- pula, dapat berita paling konyol sekali pun, jika itu memuaskan pohon kebencian/kecurigaan yang dipupuk dalam hati ya pasti kita otomatis percaya. Refleks aja gitu .
Memang susah dilawan. Mungkin bisa dimulai dari langkah kecil ini, kalau tidak suka sama orang/sesuatu/apa pun, hindari! That’s the best way, hindari saja dulu. Mau berita bagus berita jelek, cuekin!
Jangan berusaha mencari-cari kesalahan apalagi sengaja nge-like akun/fanpage yang hobi menyebarkan kesalahan orang/sesuatu/apa pun yang kita tidak suka.
Bertahan saja. Coba beberapa bulan. Lama-lama kita jadi sadar, tanpa kita ngapa-ngapain pun ya dunia tidak akan hancur kok hahaha. Kita sering merasa kita harus ikut share/membagikan pesan atas nama kebaikan/rasa waspada bla bla bla.
Itu kamuflase saja. Sebenarnya kalau melakukan hal itu, kita ya sedang menyuapi ego kita sendiri. Beuh, apalagi kalau pakai alasan bela agama. Padahal yang kita turuti ya hawa nafsu sendiri saja.
Don’t worry, kita bisa kok menyembuhkan penyakit hati ini. Penyakit beginian kontrolnya 100% ADA PADA DIRI SENDIRI ;).
Omong kosong kalau terasa diri lebih bahagia kalau amarah dan kebencian terus dipelihara dalam hati. Mau pakai alasan agama? Tuhan mana itu yang memerintahkan hal-hal begitu?
Plesetin sedikit judul lagu lawas, “Please be careful with your heart” <3. Jadi hati-hati menjaga hati, ya :).