Kaum Madyan, dalam kisah nabi Syuaib, diceritakan gemar berbuat curang, licik, dan tidak adil. Salah satunya, melebihkan timbangan dalam urusan jual-beli.
Nabi Syuaib dikirimkan oleh Tuhan untuk memberi peringatan kepada kaum tersebut. Karena membangkang, hukuman keras pun dijatuhkan.
Kisah nyata atau bukan, sih? Fiksi kah? Rekaan semata? Atau memang benar adanya?
Pertanyaan saya, DOES IT MATTER ???
Gambar : pixabay.com
Apakah kisah tersebut diuraikan berulang-ulang dalam kitab suci agama-agama Samawi dengan alasan supaya kita :
1. Mencari di pasar mana itu kejadiannya saat Kaum Madyan melebihkan timbangan? Iyah dong, kalau bukan FIKSI ya pasti ada datanya.
2. Apa warna rambut Nabi Syuaib? Ganteng kah? Berapa tinggi badannya, ya? Cerita-cerita non fiksi pasti mudah membuktikan hal seperti ini.
3. Siapa saja nama-nama para pedagang yang suka curang itu?
SERIOUSLY???? ???
Coba diubah sedikit sudut pandangnya –> “Woowww, ngelebihin timbangan aja, itu juga paling jual-jual sembako di pasar, sampai dihukum segitu berat?”
Apa sih bahayanya melebihkan timbangan itu? Paling curang-curang 100-200 gram. Gak bakal bikin orang lain meninggal, lah.
OH, REALLY????
Mungkin, istilah melebihkan timbangan jadinya lebay untuk hukuman seberat itu. Geser dikit saja, melebihkan timbangan itu kira-kira sama tidak maksudnya dengan melebihkan anggaran?
Nah, kalau dengar kata ANGGARAN, mudah-mudahan segera siuman dan paham bahayanya tingkah laku yang kita anggap sesederhana MELEBIHKAN TIMBANGAN .
Teman-teman, melebihkan ANGGARAN merupakan salah satu praktik KORUPSI yang sangat-sangat lazim di berbagai negara. Berbagai negara itulah yang kini sangat terpuruk dan tertatih-tatih untuk berusaha bangkit.
Gambar : pixabay.com
Tidak perlu saya terangkan EFEK dan BAHAYAnya kaaaaaaannnn. Jangan yaaaaa, saya lagi datang bulan nih, lagi enggak bisa diajak becanda ha-ha-ha .
Efek korupsi sanggup melumpuhkan sosial-hukum-ekonomi suatu bangsa. Rendahnya tingkat pendidikan, terorisme, lingkungan tidak layak, adalah sebagian diantaranya.
Tidak usah kalian pusingkan kalau ada yang bilang fiksi lah anu lah itu lah. Karena bukan itu tujuan dan inti sari yang mungkin ingin disampaikan Tuhan melalui kisah-kisah, melalui ayat-ayat suciNya.
Renungkan hikmahnya. Tidak usah dipikirkan apa warna kapalnya Nabi Nuh atau seberapa gede itu kapal sehingga bisa mengangkut milyaran jenis hewan whatsoever .
Mungkin dari hikmah-hikmah yang ada bisa kita sarikan kepada bagaimana kita bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana pesan-pesan ini sungguh punya makna mendalam untuk menebar manfaat bagi kehidupan yang lebih baik bagi SELURUH UMAT MANUSIA.
Gambar : pixabay.com
Kemarin saya membaca tulisan Mbak Andri Ani mengenai peneliti yang membandingkan produktivitas seseorang berdasarkan keyakinannya beragama.
Ya itulah. Sudah seharusnya agama itu tidak membuat kita gampang sewot, meributkan hal-hal yang sungguh jauh dari intisari atau pesan yang ingin disampaikan.
Agama seharusnya meningkatkan produktivitas yang berbanding lurus dengan efek positif ke diri sendiri dan orang lain. Agama membawa kita menjadi orang-orang yang lebih bersemangat menjadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik UNTUK SEMUA MAKHLUK.
Jangan hanya “indah dan menyenangkan” buat orang-orang yang satu pandangan politik denganmu saja, yes? #eaaaaaa#ekorCebongnyaManaKak ha-ha-ha.
Keimanan, konon seharusnya mendekatkan kita kepada ketenangan.
“Wa man tabi’a hudayya falaa khaufun ‘alaihim walaahum yahzanuun.” –> Siapa yang mengikuti petunjuk, maka tak ada ketakutan padanya, tidak pula ada kesedihan.” –> nah saya juga kurang paham apakah ini fiksi apa bukan.
Tingkat keimanan tidak diukur berdasarkan seberapa sering kalian mengamuk kalau ada orang lain berkomentar “aneh-aneh” tentang kitab suci dan semacamnya, kan? Atau memang itu ukuran keimanan yang benar, ya? You tell me.
Kalau memang sungguh ingin membahas FIKSI, apa masih kurang banyak serial Marvel yang bisa kita bahas bareng-bareng? Hihihi. Ih coba deh, gue belum nonton Black Panther cobak *akuMerasaHina* huhuhu >_<.
Kegiatan super faedah sejam terakhir tadi. Eh, dua jam ding *tutupMuka*. Kembali mengudara di ForGos setelah beberapa bulan “insaf” hahahaha.
Aih, lagi ramai bahas selegram yak. Termasuk para selegram hijab. Capek kali tadi bolak balik searching nama-nama selegram yang dibahas. Ya ampyuuunnn, akyu benar-benar tertinggal ini dari dunia Instagram ck ck ck.
Ampe sepet mata dan sibuk cekikikan karena komentar-komentar setajam silet dari “punggawa-punggawa” Forgos .
Jadi ketemu istilah “selegram hijrah” segala cobak. Tidak sedikit selegram hijaber yang kegiatannya enggak jauh-jauh dari jualan segala-segala yang dilabelin SYAR’I *elusKitabSuci. Entah endorse entah bikin label sendiri.
Salah satu komentar di forum yang patut di-hilite ,
“Pokoknya gimana caranya itu captionnya jualan syari-syari an. Seolah kalau belum beli berarti belum sah hijrah elu, Sis!”
Hahahahaha.
Kirain di politik saja lagi ramai-ramai “dagang-dagang ayat” . Ternyatah ya Sis, di Instagram merajalela segala macam OOTD dari para hijab-hijrah er, whatever it means . Tapi pinter ih . Saya juga jadi seneng intip-intip. INTIPnya aja yang rajin, beli mah enggak pernah hahahaha.
Tapi tadi nyasar di salah satu akun embak-embak yang ternyata juga jualan gamis gitu tapi dengan pedenya dia posting foto-fotonya yang tidak pakai jilbab. Salut cara dia menjawab dengan tenang segala tuduhan “Nyaranin orang masuk surga lo sendiri masuk neraka” (benar! ada yang komen begini lho hahahahaa).
Dia sih menjawab enteng saja, kira-kira gini cara dia menangkis nyinyir-nyinyiran di akun OL Shopnya, “Saya jualan baju-baju gamis karena memang pasarnya lagi bagus. Kemarin-kemarin saya jualan baju kaos dan kemeja juga, kok.”
Dia enggak marah dan blokir-blokir. Banyak juga yang belain. Dia jualannya profesional aja sih. Cuma kasih caption nama bahan dan model. Enggak ada embel-embel lain.
Salah satu produk Heaven Lights, model : Dwi Handayani (gambar : akun Instagram Heaven_Lights
Karena tidak sedikit lho ol-shop syari-syari an yang kadang tega pasang foto semacam “siksa api neraka buat perempuan yang enggak pakai hijab atau hijabnya tidak syari” beserta segabruk ayat-ayat dan hadis-hadis. Ini mau jualan apa mau nakut-nakutin hihihi.
Atau pasang-pasang testimoni betapa tenangnya hidup setelah pakai jilbab atau switch ke yang model syari sambil … jualan tentunya! .
Gilak deh lapak-lapak olshop gamis syari. Harganya ngeri-ngeri jugak ya. Ngeri tapi laku keras .
Sebenarnya tidak sedikit juga selegram hijaber yang awalnya memang bukan model bukan artis. Salut, deh. Ada beberapa. Mereka bisa menginspirasi walau datang dari kalangan orang biasa . Misalnya Dwi Handayani Syah Putri dan Mega Iskanti.
Banyak pula toko-toko online yang menjual kostum-kostum hijab yang juga dimiliki oleh orang-orainng biasa. Pebisnis yang benar-benar mulai dari 0 gitu, lho. Tapi begitu buka PO dahsyat itu yang beli.
Salah satu produk Heaven Lights, model : Mega Iskanti (gambar : akun instagram Heaven_lights)
Misalnya akun @Heaven_Lights yang ternyata yang punya juga namanya JIHAN hehehe. Jihan, seorang ibu rumah tangga biasa yang awalnya coba-coba jualan jilbab dan akhirnya bisa kayak sekarang ini.
Follow saja akunnya @Heaven_Lights tuh. Jilbab yang dijual ada 2 jenis yang “general” sama yang premium. Saya penasaran terus akhirnya pengin beli. Alamaaaaaakkk, ternyata buka PO nya hanya di jam-jam tertentu saja. Biasanya jam 9 pagi. Paling sekali atau 2x seminggu baru mereka jualan.
Rebutan gilak hahaha. Akhirnya saya juga belinya dari re-seller. Nah ini juga tidak kalah cerdasnya. Re-seller dari akun-akun sejenis Heaven Lights ini lincah membeli barang-barang pas mereka buka PO. Barang-barang ini dijual kembali dengan menerapkan sistem jastip (jasa titip).
Harganya dinaikkan minimal 10 ribu rupiah dari harga aslinya. Tetap lho banyak yang ngincer. Saya ini salah satunya hihihihi.
Ah ya, saya tahu Dwi Handayani dan Mega Iskanti gara-gara mereka berdua juga sering menjadi model di akun Heaven Lights tadi. Tapi kedua selegram hijab ini juga sering menjadi model di brand-brand lainnya.
Salah satu produk Heaven Lights, model : Mega Iskanti (gambar : akun instagram Heaven_lights)
Mungkin tiap open PO, Heaven Lights bisa menjual belasan ribu helai kain jilbab. Harganya yang tipe non-premium relatif murah, lho. Berkisar 50-70 ribu rupiah untuk kain jilbabnya. Kainnya juga baguuuussss <3. Saya beli 2 kemarin. Warna-warnanya juga cantik.
Ini bukan endorse, yes? ;). Berasa selegram hijab dah hahaha.
Saya bahas karena saya pengiiiiiiinnn ikutan jual-jualan ginian. Tapi pengin jadi reseller atau stok barang yang udah ada saja dari Tanah Abang atau Thamcit. Iiiiihhh, lebih murah lagi kalau mau beli langsung ke pasar-pasar tradisional macam Tanah Abang dkk ini :D.
Akun lain yang tidak kalah fenomenal adalah @VanillaHijab. Yang punya ternyata mahasiswi muda belia, Atina Maulina, yang terhadang penyakit serius yang akhirnya coba-coba berbisnis jilbab dan laku keras juga seperti Heaven Lights tadi. Cara jualannya mirip-mirip. Atina sudah sukses dengan Vanilla Hijabnya sebelum usianya mencapai 25 tahun.
Atina Maulina (baju dusty pink) bersama rekan bisnisnya yang juga kakaknya sendiri Intan Fauzia (gambar : antaranews.com)
Makanya era digital ini tidak selalu negatif, ya. Tengok deh tuh Jihan Heaven Lights, dari rumah sembari mengurus anak bisa mempekerjakan banyak pegawai dan punya bisnis sebesar Heaven Lights.
Kalau yang artis beneran jualan jilbabnya mahal-mahal banget euy hehehe. Vanilla dan Heaven Lights ya sekitaran yang saya bilang tadi, 50 – 70 ribu rupiah per piece. Mereka juga jualan baju-baju dan celana. Harganya seratusan ribu kalau tidak salah.
Beneran nih jadi terinspirasi banget dan pengin ikutan jualan. Ikutan jualan yaaaa bukan ikutan jadi selegram hijab nya hahahaha :p.
“Jee, lo dulu pernah di Arab kan?”
“Iya di Saudi. Kota Jeddah.”
“Eh ini, bahasa Arabnya semoga cepat sembuh apa ya?”
“Kenapa emang?”
Gambar : pixabay.com
“Udah sih buruan apaan. Ini soalnya di grup sekarang gitu-gituannya pakai bahasa Arab terus.”
Saya pasang icon ngakak banyak-banyak, “Ya udah, lo pakai bahasa Indonesia ajalah. Atau bahasa Inggris kan lo juga bisa. Ribet amat kudu ikut-ikutan ngarab. Mending ngerti.”
Lagipula, kata ganti orang dalam bahasa Arab itu memang dahsyat. Ada 14, Cyin!
Dese ngambek hahaha.
Dalam komunikasi juga harus mempertimbangkan tren dan pola kehidupan masyarakat sih, ya. Kita harus paham mengapa membahas persoalan bahasa Arab itu JELAS lebih sensitif ketimbang benerin grammar dalam bahasa Inggris misalnya.
Kalau pengalaman saya yang dulu-dulu, misalnya membahas soal Arab Saudi memang akan lebih mengundang kerumunan ketimbang bahas negara Irlandia misalnya hehehe.
Kalau kebetulan tulisannya berisi kritikan … byuh-byuh-byuh bisa diterkam kita dari segala penjuru! *lariTunggangLanggang* Hahahaha.
Nah kasus yang sama juga untuk bahasa Arab 🙂. Di postingan seorang teman tentang penggunaan bahasa Arab sempat viral. Apalagi kondisi sekarang, if you know what I mean 😉.
Di postingan itu, saya paham sih maksudnya si TS mau mengajarkan soal penggunaan bahasa Arab yang benar. Tapi mungkin terasa ada beberapa diksi yang seperti menyindir.
Sekali lagi ingat ya, ini BAHASA ARAB! Belum tentu respons yang sama akan datang kalau misalnya yang dibahas bahasa Inggris, mungkin responsnya biasa-biasa saja :p.
Dari komentar-komentar di postingan viral itulah jadi kita bisa sedikit meraba-raba mengapa hal ini jadi sensitif banget?
1. Ada istilah bahasa Surga. Malah ada yang ngotot nanti kalau di Hari Akhir kita ditanya-tanya malaikat pakai bahasa Arab. Wah, ini saya belum pernah dengar sebelumnya.
Saya tahunya nanti konon mulut kita terkunci rapat, yang berbicara adalah amalan dan perbuatan yang diwakili oleh anggota-anggota badan selain mulut. CMIIW, ya.
Lagipula apa benar Tuhan dan para malaikat tidak tahu bahasa lain selain Arab? Waduh, jangan meremehkan gitu lah hehehe. Sudah lihat video viral gadis mungil usia 4 tahun yang lancar berbicara dalam 7 bahasa? 😉.
2. Menggunakan bahasa Arab pahalanya lebih besar. Apalagi dalam doa. Ada benarnya. Tapi apa berarti kalau pakai bahasa lain jadi terasa “kurang”? Harusnya enggak lah. Prinsip niat dan keikhlasan tetap berlaku. Dan yang bisa membaca gitu-gituan ya Tuhan saja. Jangan mendadak lebih Tuhan daripada Tuhan :p.
3. Ada yang membahas keutamaan menuntut ilmu bahasa surga ketimbang bahasa kafir. Emang ada bahasa yang kafir? Hahahaha :p. Jadi saya haluskan istilahnya di judul menjadi “Bahasa Dunia” 😀.
Ya semua bahasa itu juga ilmu doooong ;). Semua bahasa-bahasa ini jika dipergunakan untuk kebaikan dan membawa manfaat positif buat banyak orang (juga diri sendiri) ya insya Allah bisa menjadi bekal kita menuju surga. Aamiin <3.
Untuk urusan muamalah di dunia ya bahasa Inggris juga keutamaannya tinggi lho itu ^_^. Disepakati sebagai bahasa internasional. Apa manfaatnya? Ya masa harus saya terangkan sih 😉.
4. Bahasa Arab ada pahala lebih. Pahalanya tiap huruf. Ini apa benar begini? Setahu saya ini untuk bacaan alquran BUKAN bahasa Arab secara umum. Duh kemarin lupa nanya ke Pak Ustaz hehe.
***
Soal bahasa Arab ini teringat pengalaman tinggal di Jeddah dulu. Ada teman saya fasih sekali berbahasa Arab tapi tidak terlalu piawai berbahasa Inggris. Saat ada urusan di tempat publik, dia bungkam seribu bahasa.
Dia memilih memanggil teman yang jago berbahasa Inggris untuk menemaninya. Pasti kalian yang belum tinggal di Saudi bingung. Ribet amat, ya tinggal bahasa Arab saja pasti beres urusan.
Jadi begini … saya sempat getol mau belajar bahasa Arab waktu masih di Jeddah. Saya ajak teman. Jawaban dia, “Ngapain lu belajar bahasa Arab. Entar disangka TKW lho!”
Ooooo karena itu hahahahaha.
Ternyata memang benar. Stereotip TKW Indonesia, yang sayangnya sebagian besar mengisi ranah “informal-domestik”, fasih berbahasa Arab tapi tidak bisa berbahasa Inggris.
Malasnya gitu sih kalau dianggap TKW. Ngeri aja kalau sampai kena razia zzzz -_-. Syukur-syukur kagak diculik disuruh kerja di rumah majikan hahahaha. Ditanya-tanya “Kerja di mana” saja kita ya pasti ada rasa gimana gitu kan?
Jenguk teman di rumah sakit mentereng, gue kagak dibukain pintu disangka TKW kali hahahaha. Sikat saja jelasin pakai bahasa Inggris panjang lebar dengan aksen se-Hollywood mungkin (hahaha), langsung terbirit-birit dese buka pintu! It was so hilarious! ????.
Saya tetap semangat pengin belajar bahasa Arab ^_^. Tapi belajar bahasa lain juga mau bangeeeeeetttttt <3. Sekarang jalannya masih lagi belajar bahasa Spanyol dulu 😀.
Sekarang ini, kalau di grup-grup WA, walau dari atas sampai bawah komentar berisi, “Barakallahu fii umrik” dst, saya tetap berkomentar dengan riang gembira, “Happy birthday, Sayaaaanggg. Many happy returns.” Hihihihi.
Saya nyaman pakai bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia juga nyaman cuma malas ngetik panjang-panjang hahahaha. Bahasa Inggris enak, biasanya lebih singkat (y).
Kalau bahasa Arab walau ada pernah nyangkut dikit, memang belum terlalu nyaman menggunakannya 🙂. Takut juga ada rasa ekslusif, ya. Apalagi kalau memang bukan bahasa sehari-hari kita.
Yah namanya di media sosial memang harus banyak-banyak pertimbangan. Saya sih setuju-setuju saya dari postingan teman-teman soal kehati-hatian berbahasa (secara umum) jadi sedikit ingat lagi dengan bahasa Arab dan kaidah-kaidahnya.
Tapi ya juga harus menerima konsekuensi yang menyertainya 😉. Singgung yang “arab-arab” ya harus siap diberondong peluru “benci banget sih sama Islam Mbak?” dst :p.
Ngomong-ngomong, saya sih percaya segala perbedaan bahasa -etnis-budaya di dunia ini ya memang DICIPTAKAN oleh Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dari kecil juga, guru mengaji saya pun tidak pernah ya rasanya ngajarin bahasa-bahasa surga apalah-apalah.
Bahasa surga yang saya pahami ya bahasa kasih sayang, bahasa keadilan, bahasa pemahaman, bahasa pengertian, bahasa keikhlasan … apa pun kata-kata yang diucapkan untuk mengungkapkannya <3.
“Love has no language barriers. Whatever words you speak, the heart will surely understand.” -anonymous-
Selamat berakhir pekan, have a nice weekend, ten un buen fin de semana <3.
Zionisme modern diyakini berkembang pesat sejak akhir abad ke-19. Tapi sebenarnya gerakan ini sudah muncul ratusan tahun sebelumnya.
Kaum zionis meyakini tentang “Land of Israel” yang tertulis dalam Taurat. Atau juga dikenal dengan nama Kanaan, yang diceritakan pula kisahnya dalam kitab suci Alquran.
Tanah ini sebagai tanah yang dijanjikan buat mereka. Lokasinya di Bukit Zion, salah satu wilayah di Palestina, Jerussalem.
Bukit Zion (gambar : allaboutjerusalem.com)
Saat itu Palestina merupakan nama wilayah biasa, BUKAN NAMA NEGARA/ KEDAULATAN. Nama Palestina sudah dilekatkan ke area ini sejak berabad-abad lalu.
Sejak Zionisme modern dicanangkan oleh kalangan SEKULER-Yahudi, beberapa kelompok Yahudi mulai eksodus ke wilayah Palestina, sejak masa Ottoman berkuasa di sana.
Ada keterkaitan yang kuat antara tekanan terhadap kaum Yahudi di Eropa (anti-Semit) dan makin ngototnya orang-orang Yahudi pengin mendirikan dan berdaulat di wilayah sendiri.
Orang-orang Yahudi yang mengalami diskriminasi yang parah bahkan sampai mengalami pembantaian di wilayah Eropa, dianjurkan mengungsi ke Bukit Zion dan sekitar. Jadi, gerakan ini tidak murni karena pengaruh keyakinan agama saja.
Diaspora Yahudi dari berbagai wilayah pelan-pelan membanjiri wilayah Palestina, puncaknya dari penghujung abad ke-19 hingga tahun 1940 an hingga menemukan momentumnya di tahun 1948.
Sebelum tahun 1948, penetrasi kalangan Yahudi ke wilayah ini sudah terjadi.
Tahanan anak-anak Yahudi di Kamp Konsentrasi Auschwitz (gambar : en.wikipedia.org)
2. Kekaisaran Ottoman, Gerakan Nasionalis Turki, dan Revolusi Arab
Sejak awal abad ke-16, wilayah Palestina yang sekarang “diperebutkan” itu merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Ottoman.
Ottoman membentang dari wilayah Afrika, Eropa, hingga Asia. Menaungi banyak etnis termasuk Turki, Arab, Armenia, Albania, Yunani dan Kurdi.
Pengaruh nasionalisme yang makin bersemi di Eropa meluas hingga ke Ottoman. Memunculkan gerakan-gerakan nasionalis dari generasi muda Turki. Pemerintahan yang sekuler (terbebas dari agama) dan mengukuhkan dominasi Turki dalam Kekaisaran Ottoman termasuk dalam hal-hal yang diperjuangkan gerakan ini.
Di tahun 1908, Young Turk Revolution berhasil membuat Sultan mengubah undang-undang dan mereformasi kabinet. Lebih dari 50% anggota kabinet diduduki oleh etnis Turki.
Gerakan Nasionalis Turki mendapat “respons” dari wilayah jazirah Arab. Sejak abad ke-18, solidaritas suku Arab sudah mulai berkembang. Kesadaran bahwa bangsa Arab dengan bahasa Arab yang menjadi bahasa Alquran seharusnya bisa menjadi bangsa yang lebih berjaya sudah mulai ditanamkan. Namun belum menyentuh ranah politik.
Di abad ke-19 sudah muncul suara-suara dari kalangan Arab meminta otonomi dan perubahan atas aturan wajib militer yang dirasa memberatkan dsb. Tapi yang diminta sebatas otonomi saja belum ke tahap memisahkan diri.
Dipicu oleh Gerakan Nasionalis Turki tadi, gerakan-gerakan separatis di semenanjung Arab mulai bermekaran. Salah satu pusatnya, di wilayah Hijaz. Wilayah Hijaz saat itu dikuasai oleh Bani Hasyim.
Sejak tahun 1913 mulai ada “pergerakan” berarti. Sementara di tahun 1914-1918, Perang Dunia 1 pecah dan menyeret Kesultanan Ottoman ke dalam kancah pertempuran.
Saat Ottoman menghadapi sekutu (Kerajaan Inggris and the gank), sekaligus harus membenahi masalah internal dari “gerakan Revolusi Arab”.
Ottoman Empire (gambar : bampfa.org)
Di sinilah konon Churchill, yang saat itu masih berstatus petinggi militer di Kerajaan Inggris, memanfaatkan situasi internal Ottoman untuk mendesak kubu Jerman dkk. Untuk mengalahkan Jerman, bisa dimulai dengan senggol-senggol “teman-teman”nya dulu, kan?
Rumor “Lawrence of Arabia” munculnya dari sini. Ini entah beneran apa enggak. Karena sebagian literatur mengklaim bahwa Lawrence of Arabia itu hanya tokoh khayalan. Juga diyakini bahwa Kerajaan Inggris membantu mempersatukan kekuatan Arab untuk menggoyang Ottoman.
Balasannya? Dijanjikan kemerdekaan dan kedaulatan bagi wilayah Arab.
Hingga akhirnya Perang Dunia 1 berakhir dengan kemenangan pihak sekutu. Melalui perjanjian pasca perang, Kesultanan Ottoman menyerahkan sebagian wilayahnya kepada sekutu. Selanjutnya, Kerajaan Inggris dan Perancis diberikan mandat untuk “mengurusi” wilayah-wilayah dari Ottoman ini.
Di tahun 1920, wilayah Palestina berada di bawah mandat Kerajaan Inggris.
3. Jewish-Settlement
Meningkatnya kekerasan terhadap kalangan Yahudi di Eropa membuat kalangan Zionis-modern mulai memperjuangkan secara serius berdirinya “Negara Yahudi” yang memiliki tanah dan kekuasaan sendiri.
Negara-negara di Eropa menyadari ambisi Zionisme dan menawarkan beberapa solusi wilayah sebagai alternatif bagi “Land of Israel”. Misalnya Uganda-State yang ditawarkan oleh Kerajaan Inggris di tahun 1900,
Kalangan sekuler-Yahudi sempat ingin menerima tawaran ini. Buat mereka sebenarnya tidak masalah tempatnya di mana. Yang penting para pengungsi Yahudi punya tempat yang aman untuk berlindung.
Namun, akhirnya Uganda-State ditolak karena ada juga pihak ngotot kalau “Land of Israel” ya adanya di Jerussalem dan sekitar tadi. Sesuai dengan yang tertera di Kitab Suci Yahudi, Taurat.
Tahun 1903 dibentuk organisasi khusus Jewish Territorial Organization untuk mengakomodasi tawaran akan lahan alternatif bagi kaum Yahudi.
Tahanan Yahudi, mengenakan lambang bintang, tiba di Kamp Konsentrasi di Auschwitz
Tidak pernah ada titik temu hingga akhirnya organisasi ini tidak kedengaran lagi kabarnya sejak tahun 1925.
4. Balfour Declaration 1917
Kerajaan Inggris mengeluarkan pernyataan terbuka kepada publik terkait Jewish-Settlement di wilayah Arab-Ottoman :
“His Majesty’s government view with favour the establishment in Palestine of a national home for the Jewish people, and will use their best endeavours to facilitate the achievement of this object, it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country.”
Kata-kata Palestina dalam pernyataan ini, sekali lagi, tidak merujuk ke NEGARA/ KEDAULATAN tertentu. Hanya nama tempat saja. Ingat, saat itu wilayahnya masih merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman.
Kerajaan Inggris ingin memfasilitasi wilayah ini sebagai negara bagi kaum Yahudi TAPI ada CATATAN JELAS bahwa yang diupayakan adalah asimilasi dan percampuran/penyatuan. Bukannya malah mengusir para penghuni asli wilayah Palestina setelah Israel dibentuk.
Masalahnya, di rentang periode yang sama, Kerajaan Inggris dan sekutu juga diyakini telah menjanjikan wilayah ini bagi bangsa Arab yang diinginkan bantuannya saat Perang Dunia 1 melawan Jerman-Ottoman dkk.
Kerajaan Inggris seperti “bermain di 2 kaki.” Kerancuan soal “tanah yang dijanjikan” inilah yang nanti menjadi pergolakan panjang sampai HARI INI. Termasuk wilayah Jerussalem yang diklaim sebagai “tanah suci” baik oleh kalangan Yahudi-Nasrani dan Islam.
Padahal sih kalau dibaca benar-benar isi pernyataannya, maunya sih wilayah Palestina digunakan bersama-sama saja antara bangsa Arab dan bangsa Yahudi. Tidak ada yang mau mengalah.
Old CIty, Jerusalem (gambar : nationalgeographic.com)
5. Semenanjung Arab Pasca Perang Dunia 1, 1920 – 1948
Dalam rentang tahun 1920-1948, Kerajaan Inggris dan Perancis membantu wilayah-wilayah yang menjadi mandat mereka untuk merdeka dan berdaulat menjadi negara sendiri-sendiri.
Namun, keduanya MENOLAK KLAIM bahwa hal ini dilakukan sebagai “balas jasa” atas bantuan “Jazirah Arab” kepada sekutu di masa Perang Dunia 1 berlangsung.
Tahun 1921-1922, Bani Hasyim mendeklarasikan Emirates of Transjordan di bawah mandat Kerajaan Inggris. Kerajaan Inggris sudah menetapkan wilayah tertentu sebagai “Jewish-Territory” di tahun 1922.
Namun perseteruan antara kalangan Yahudi vs Arab di wilayah ini terus memanas sejak berada di bawah mandat Kerajaan Inggris. Apalagi sejak banyaknya diaspora Yahudi yang mulai membanjiri wilayah Palestina.
Para pendatang Yahudi ini mulai melakukan tindak kekerasan kepada orang-orang lokal yang sudah bermukim di Palestina sebelum mereka datang. Alasannya ? Ya Deklarasi Balfour tadi. Diaspora Yahudi meyakini tanah Palestina sudah diberikan untuk mereka.
Seperti lingkaran setan, ya . Kekerasan yang dialami oleh para diaspora Yahudi di wilayah Eropa, mereka balaskan kepada orang-orang lokal di wilayah Palestina .
Sementara bangsa Arab juga ngotot, kalau wilayah tersebut bagian dari “Arab State” yang dijanjikan oleh Kerajaan Inggris.
Kisruh-kisruh baik kecil maupun besar terus berlanjut di wilayah Palestina dari tahun 1920 an tadi.
Arab Revolt (gambar : iwm.org.uk)
Dalam internal suku-suku Arab sendiri ternyata ada pergolakan. Dari sinilah akhirnya, Bani Saud berhasil memperluas kekuasaannya di wilayah Riyadh hingga terus merangsek maju sampai Mekkah dan Madinah. Saudi Arabia menjadi negara dengan wilayah terluas di Timur Tengah-Jazirah Arab setelah Algeria.
Tahun 1932, Arab Saudi berdiri menjadi negara sendiri, di bawah kendali Bani Saud.
Wilayah Mesir didirikan sebagai Kerajaan Monarki di tahun 1922 oleh Kerajaan Inggris. Sisanya silakan dibaca sendiri ya detailnya di sumber lain .
Yordania berdiri sebagai negara merdeka di tahun 1946 dengan nama The Hashemite Kingdom of Transjordan. Di masa ini, wilayah Jerussalem adalah bagian dari Yordania.
6. Pembagian Wilayah Palestina di Tahun 1947 Oleh PBB
Mohon dipahami, sampai tahun 1947 ini, NEGARA PALESTINA belum ada, ya. Yang terjadi adalah berdirinya negara-negara Arab di wilayah Semenanjung Arab disertai konflik berkepanjangan antara kalangan Yahudi vs kalangan Arab di wilayah Palestina.
Wilayah Palestina terus menjadi “wilayah panas”.
Hingga akhirnya United Nations (PBB) turun tangan dan melakukan pembagian wilayah atas Palestina.
Pembagian oleh PBB di bulan November tahun 1947 sebagai berikut : Palestina terbagi atas 3 wilayah –>
a. Jewish-State b. Arab-State, dan c. Wilayah Khusus Jerussalem dengan ibukota Betlehem.
1947 Palestine-Partition-Plan by PBB (gambar : news.bbc.co.uk)
Arab-State itu MEWAKILI semua klan Arab yang ada di sana waktu itu. Negara-negara Arab bersatu untuk berusaha menghalau kaum Yahudi mendirikan negara.
7. Perang Palestina 1948
Peperangan pun pecah menyusul ketidakpuasan negara-negara Arab atas hasil pembagian ini.
Kaum Yahudi gerak cepat dan mendeklarasikan berdirinya Negara Israel di bulan Mei 1948.
Perang Sipil ini terbagi 2 tahap :
a. Sebelum Israel mendeklarasikan kemerdekaan. Perang berlangsung antara Yahudi vs Geng Arab di bawah supervisi Kerajaan Inggris yang saat itu masih dianggap memegang mandat di wilayah Palestina.
b. Setelah Israel merdeka, perangnya menjadi Israel vs negara-negara Arab di sekitarnya.
Perang berakhir di tahun 1949 di mana akhirnya Israel menguasai wilayah hasil partisi oleh PBB di tahun 1947 + lebih dari 50% wilayah yang seharusnya diperuntukkan bagi Arab-State.
Yordania (TransJordan) menguasai wilayah Palestina-Arab State sisanya. Sementara Mesir menguasai wilayah Gaza. Sampai tahun 1949, negara Palestina belum berdiri.
8. Perang 6 Hari di Tahun 1967
Sejak selesainya Perang Palestina, hubungan Israel dengan tetangga-tetangga Arabnya tidak pernah harmonis.
Dua-duanya sama-sama menyimpan bara.
Dari perseteruan terkait Terusan Suez, perang kembali pecah antara Israel vs persatuan negara-negara Arab di tahun 1967. Dengan maksud yang kurang lebih sama merebut tanah Palestina yang dikuasai oleh Israel.
Hasil perang, Israel kembali menang dan meluaskan wilayah hingga ke Semenanjung Sinai, Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat dan Gaza.
Di tahun 1979-1982, melalui perundingan, akhirnya Semenanjung Sinai kembali ke tangan Mesir.
PLO berdiri di tahun 1964. Awalnya dibentuk untuk menyatukan organisasi-organisasi yang bertujuan membebaskan tanah Palestina dari pendudukan Israel melalui pergerakan bersenjata.
Tahun 1974, organisasi ini diakui oleh PBB.
Berdirinya PLO lambat laun membuat campur tangan negara-negara Arab mulai berkurang. Perjuangan merebut kembali wilayah Palestina sebagian besar “diserahkan” kepada PLO.
Tahun 1979, perdamaian antara Mesir dan Israel (terkait Semenanjung Sinai) tidak juga mewujudkan negara Palestina yang merdeka dari Israel.
PLO sempat bermarkas di Lebanon. Sebelum akhirnya diserang dan dihancurkan di tahun 1982. PLO berpindah markas ke Aljazair.
Tahun 1988, PLO mendeklarasikan berdirinya Negara Palestina.
Secara internal sendiri, PLO/Negara Palestina menghadapi perpecahan.
a. Kubu yang menolak mengakui Israel sama sekali. Jadi, hanya boleh ada satu : Negara Israel atau Negara Palestina.
b. Kubu yang mengakui eksistensi Israel tapi sekaligus ingin Palestina merdeka. Hingga akhirnya nanti akan ada 2 negara : Israel dan Palestina.
Kubu A cenderung enggan menempuh jalan diplomasi sementara kubu B ingin mengurangi perlawanan dengan cara kekerasan.
10. Bumbu agama mewarnai peliknya perebutan tanah di wilayah Palestina. Apalagi terkait Jerussalem.
Buat Yahudi, Jerussalam adalah tanah yang dijanjikan buat mereka. Nasrani meyakini Betlehem (Jerussalem) sebagai tempat lahirnya Jesus Sang Penyelamat. Umat muslim mengklaim Masjidil Aqsha di Jerussalem sebagai masjid suci ke-3 setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Madinah.
Memperjuangkan Jerussalem sudah seperti panggilan perang suci / jihad di tiap agama. Padahal oleh PBB, Jerussalem di tahun 1947 sudah dianggap “wilayah istimewa” terlepas dari klaim masing-masing pihak. Begitu saja kan enak, ya. Enggak usah dikuasai. Jadi wilayah khusus saja. Semua boleh ziarah ke sana, tak perlu dimonopoli.
***
The rest of the story … pasti sudah pada tahu semua kan, ya. Begitulah akhirnya bolak balik bertempur dan saling menyerang. Saling menolak. Sampai sekarang.
Kesimpulan masing-masing saja, ya. Ini hanya mencoba menuliskan kolaborasi data sesingkat mungkin tapi mudah-mudahan tidak mengurangi maksud dan kejadian sebenarnya.
Sinai memang spesial. Sejak tahun 1948, sudah bolak balik wilayah ini menjadi perebutan antara Israel dan negara-negara Arab di sekitarnya, termasuk Mesir.
HIngga akhirnya di tahun 1979-1982, dalam beberapa perundingan dan kesepakatan, Mesir menjadi “penguasa sah” atas Semenanjung Sinai. Wilayah ini menjadi bagian dari negara Mesir yang terletak di wilayah Asia. Mesir sendiri “resmi”nya masuk ke dalam jajaran negara di benua Afrika.
Semenanjung Sinai (gambar : themuslimtimes.info)
Semenanjung Sinai, beberapa terakhir ini, telah mengalami banyak masalah yang serius. Puncaknya, 3 hari yang lalu. Kabar terakhir lebih dari 300 orang meninggal akibat serangan yang diarahkan ke Masjid Bir-Al-Abed, saat pelaksaan Shalat Jumat.
Dalam korban yang tewas, puluhan diantaranya adalah anak-anak .
Diskusi soal Sinai kurang tepat jika hanya dikaitkan dengan kelompok-kelompok militan yang ada di sana. Walau sejak lama wilayah ini memang menjadi basis bagi peredaran senjata dan “tempat ngumpul-ngumpul”nya kaum separatis di lokasi sekitar.
Mungkin kedengarannya klise ya, tapi jika dirunut-runut, akar utama berkembangnya militansi di wilayah ini justru dipicu oleh hal-hal sekuler.
Secara geografis, wilayah Sinai tergolong “berat”. Gurun tandus mendominasi wilayahnya. Ketimpangan pembangunan dan terbatasnya sumber daya yang dikembangkan di sana melahirkan kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam banyak hal 🙁. Situasi kondisi yang sangat memungkinkan atas suburnya militansi/paham-paham radikal.
Masyarakat Bedouin, mayoritas yang merupakan suku lokal setempat, sudah lama mengkritisi pemerintah pusat atas ketidakadilan di wilayah Sinai.
Tahun 2011, di masa-masa “Arab Spring”, Semenanjung Sinai makin ricuh. Warga Sinai seolah mendapat momentum dari bangkitnya gerakan-gerakan separatis di beberapa wilayah Arab , misalnya Libya.
Peredaran senjata di Sinai makin marak dan memberi jalan bagi Bedouin untuk menegaskan perlawanan mereka kepada otoritas Mesir. Jatuhnya Husni Mubarak membuat wilayah Sinai makin liar.
Kelompok separatis berbasis jihad (Islam) juga menemukan “jalan”nya di Sinai. Kelompok ini menjadikan Sinai sebagai benteng untuk menghardik Israel di perbatasan (khususnya di Gaza).
Dari konflik lokal yang diakibatkan rasa terasing dari pemerintahan pusat, kisruh di Sinai berkembang menjadi gerakan-gerakan jihad, hendak mendirikan Negara Islam.
Masjid yang diserang, menewaskan lebih dari 300 orang (gambar : cnn.com)
Otoritas Republik Mesir merespons dengan operasi-operasi militer. Membuat perlawanan makin menjadi.
Kudeta terhadap Mursi mengguncang stabilitas politik Mesir yang kembali dimanfaatkan oleh kelompok separatis. Pemerintahan baru di Mesir mengambil langkah militer yang lebih “keras” terhadap Sinai.
Sebuah kelompok di Sinai akhirnya mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISIL ( Islamic State of Iraq and the Levant).
Bentrokan-bentrokan fisik antara kelompok-kelompok separatis di Sinai yang ingin memerdekakan diri dan militer Mesir mewarnai perseteruan ini sejak tahun 2013 hingga kini.
Pemerintah Mesir terus menerus melancarkan operasi militer yang justru membuat warga Sinai makin marah. Korban pun berjatuhan dari pihak sipil.
Beoduin sendiri tidak pernah jelas berada di pihak yang mana. Apakah mendukung ISIL atau bergerak mandiri untuk melepaskan diri dari Mesir?
Awalnya, kelompok-kelompok sufi yang mendominasi wilayah ini sebelum para jihadis datang dan berkuasa. Konflik internal dalam segi kepercayaan juga terjadi.
Masjid di Bir-al-abed, Sinai (Gambar : nbcnews.com)
Sudah sejak lama, oleh beberapa kalangan muslim, kelompok Sufi ini dituduh”murtad” dan mempraktikkan hal-hal yang dianggap sesat seperti sihir dan semacamnya.
Perselisihan antara ISIL dan Tareket Sufi inilah yang mungkin menjadi penyebab serangan terhadap Bir-Al-Abed, yang dikuasai oleh Kelompok Sufi. Tetapi saat Shalat Jumat tiba, banyak pula muslim non sufi yang bersembahyang di tempat ini.
Ruwet, ya? .
Ditambah lagi kondisi Mesir secara ekonomi memang masih tergolong “negara dunia ketiga”. Indeks Persepsi Korupsi di Mesir juga tergolong rendah (34). Menempatkan Mesir berada di urutan ke-108 sebagai negara yang paling tidak korup.
Jumlah penduduknya pun tergolong banyak. Sekitar 95 juta penduduk Mesir yang harus diurus oleh pemerintahnya. Dengan luas wilayah yang tidak sedikit dan bentang alam yang tidak mudah, terutama di Semenanjung Sinai. Stabilitas politik dalam negeri yang turun naik berkali-kali turut menyumbang bagi rumitnya kondisi Mesir akibat perebutan kekuasaan oleh mereka-mereka yang haus kuasa.
Gambar : worldatlas.com
Kelimpahan pula masalah-masalah dari negeri-negeri tetangganya termasuk kelompok-kelompok separatis yang sudah “nyaman” di Sinai selama bertahun-tahun.
Tambah runyam karena mereka berbaur dengan masyarakat sipil yang membuat Militer Mesir makin salah tingkah harus berbuat apa. Kalau dibiarkan ya makin menjadi, mau dilawan ya akan mengorbankan penduduk sipil.
Itulah mengapa konflik seperti ini seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh pemimpin dunia. Karena pada akhirnya semua akan kena “giliran” juga kalau dibiarkan dan tidak peduli.
Sungguh berat tugas seorang pemimpin. Dari sebuah ceramah yang pernah dikirim oleh seorang teman, seorang ustaz dari Malaysia menekankan bahwa syarat menjadi pemimpin politik (dalam kaitan birokrasi sebuah wilayah/negara) syaratnya cuma 2 : KUAT dan AMANAH.
Cuma DUA itu, Al Qowiy dan Al Amin, tapi kesulitannya sangat luar biasa.
Semoga kita semua terus diberi kemampuan untuk bisa memilih pemimpin yang tepat, ya. Agar kelak mereka mampu menjadi penyelenggara negara yang tidak hanya KUAT tapi juga amanah membangun seluruh pelosok negeri dengan seadil-adilnya. Rusaknya pondasi amanah yang membuat korupsi seperti tidak pernah menemukan jalan keluar.
Terkait agama yang saya yakini, mengutip pesan dari Buya Syafi’i Maarif bahwa keadilan sosial adalah hal yang paling keras diperintahkan dalam alquran. And now we should know why, though we learnt it the hard way.
Apa yang terjadi di Sinai, akar masalahnya ya tidak jauh-jauh dari pedihnya harga yang harus dibayar akan diskriminasi terhadap warga negeri sendiri. Ingatlah Rohingya, ingatlah Kurdi, ingatlah pertikaian lain di berbagai belahan dunia yang sebenarnya disebabkan oleh itu-itu juga .
Semoga Tuhan berkenan menganugerahkan kekuatan sekaligus kelembutan bagi seluruh pemimpin-pemimpin negeri di dunia ini.
Menghadapi kelompok-kelompok militan seperti ISIL/ISIS dkk ini mungkin tidak tepat lagi jika dikerasi dan ditekan atau dilawan dengan cara yang sama. Karena sudah berkali-kali terbuktikan bahwa :
“Darkness cannot drive out darkness; only light can do that. Hate cannot drive out hate; only love can do that.”
Martin Luther King, Jr.
Turut berduka cita sedalam-dalamnya akan tragedi di Sinai, Mesir. As hard as it could be, semoga masih ada cinta yang tersisa di dalam kalbu para keluarga korban yang masih hidup. Ya Allah, bantu kami semua memutuskan lingkaran setan ini. Aamiin <3.