Atheisme dan Agama, Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada? (2)

Tan Malaka, tokoh komunis garis keras, lahir dan besar di Ranah Minang. Seperti layaknya pemuda-pemuda Minang, Tan Malaka juga tumbuh dalam dekapan agama Islam yang kental. Boleh dijabanin, Kakaaaaa, biografi beliau yang sudah mulai banyak menghiasi rak-rak toko buku setelah sekian lama rezim Orde Baru berusaha “menghilangkan” kiprah pentingnya dalam sejarah perjuangan bangsa di era sebelum kemerdekaan.

Tidak hanya Tan Malaka, tanah Minangkabau juga banyak melahirkan politikus/sosialis/budayawan yang pemikirannya berpaham kiri atau cenderung sosialis. Dimana sosialisme adalah akar utama dari pemikiran komunisme. read more

The True Legacy

“Prestasi orang lain itu harus terukur. Kita enggak bisa menilai dari apa yang baru/akan/hendak/sedang dilakukannya. Hasilnya yang penting. Kalau sudah ada hasil, baru bisa dibilang prestasi.” (Lupa baca di mana hihihi).

Ada benarnya. Tidak salah sama sekali.

Gambar : invertis.org
Gambar : invertis.org

Tapi mari kita menengok sedikit ke belakang. Saya ambil dua tokoh di dunia humanisme (biar netral) yang namanya masih bergema bahkan setelah bertahun-tahun wafatnya, Gandhi dan Bunda Theresa. Saya kebanyakan baca tentang India dan dengar cerita-cerita tentang India dari teman-teman di sini, nih, jadi ingatnya mereka terus hihihi. read more

Akidah atau Akhlak?

Saat Rasulullah pertama kali menyiarkan Islam di masa awal dulu, tentangan terbesar adalah dalam masalah akidah. Orang-orang lebih banyak mengkhawatirkan zona nyaman mereka yang terganggu dengan ajaran Nabi Muhammad.

Nabi-nabi lain sebelum Nabi Muhammad juga begitu. Umat yang diberi tahu masalah tauhid umumnya menolak dari segi akidah.

Lebih dari 1500 tahun setelah Nabi Muhammad wafat, keutamaan akhlaknya terus dipuja-puja oleh ilmuwan barat sekali pun.

Beberapa tahun lalu saya membaca biografi “Sang Nabi” karangan Karen Armstrong yang jelas-jelas bukan seorang muslim. Armstrong menekankan sekali kesuksesan Rasulullah tidak lepas dari akhlaknya yang tak pernah meresahkan “siapa pun”, termasuk “pihak musuh”. read more

Naik Haji, Antara Ibadah Horisontal dan Vertikal (Info Haji)

Sewaktu masih tinggal di Jeddah sempat ada kasak kusuk pro dan kontra mengenai beberapa rekan di sana yang naik haji saban tahun. Sebenarnya ada aturan di Saudi naik haji hanya boleh 5 tahun sekali. Tapi kan, kita-kita yang di Saudi punya satu keistimewaan khusus soal naik haji ini. Bisa haji koboi, Kakaaaaa 😉. Sekian sedikit info haji tentang hajian dari Jeddah :D.

Oh well, I’m against Haji Koboi actually . Definisi ‘haji koboi’ di sini adalah naik haji tanpa Tasrikh/surat izin resmi dari pemerintah Saudi untuk naik haji. Kalau haji backpacker tapi tetap dengan izin resmi monggo saja, asal bawa kantong plastik sampah sendiri pliiiiiiiisssssssssssssssss… -_-. read more

How Islamic are Islamic Countries? (Bagian 2)

Ah ya,  bagi yang baru membaca  How Islamic are Islamic Countries? (Bagian 2) ini , bagian-1 dari tulisan dengan judul yang sama cek di sini, ya.

Beberapa waktu lalu, penelitiannya ternyata di-update. Kini, juara 1 nya coba tebak dari negara mana? Irlandia, Kakaaaaaa. Hihihi.

How Islamic are Islamic Countries ? (Bagian 2)
Dublin – Irlandia

Salah satu teman saya di sini, ibu-ibu asal India, kaget sewaktu saya ceritakan hasil penelitian ini. Islam dari mananya?

Nah, sebelum banyak orang mengamuk-ngamuk tentang definisi “islamic” yang digunakan oleh sang peneliti, mending kalian googling dulu paper aslinya dan lihat baik-baik indeks yang digunakan sang peneliti untuk menjabarkan hasilnya :). read more