fotografer Dani Rosyadi

Hate The Sin, Love The Sinner

Setiap tanggal 5 November, ada perayaan khusus untuk masyarakat Inggris. Mereka merayakan saat lolosnya sang Raja dari percobaan pembunuhan oleh sekelompok pemberontak.

Tahun 1605, rencana besar untuk meledakkan gedung tempat raja sedang berada gagal total. Salah satu tokoh pemberontak yang terkenal karena peristiwa tersebut adalah Guy Fawkes.

Namanya kembali samar-samar teringat saat mengunjungi Tower of London dalam rangka jalan-jalan London tempo hari.

Jalan-Jalan London

“The Bloody Tower” adalah salah satu spot yang paling menarik perhatian saat mengunjungi Tower of London. Tempatnya kecil saja tapi isinya horor abis hihihihi *ngikikTegang*. Di ruangan ini dipamerkan berbagai alat-alat penyiksaan zaman dulu kepada para tawanan dalam penjara.

Tower of London memang pernah berfungsi sebagai penjara bagi para penjahat di masa lampau. Makanya langsung ingat pada sosok Guy Fawkes.

Jalan-Jalan London

Dengar-dengar si Guy Fawkes ini termasuk salah satu tawanan yang pernah mencicipi ruang penyiksaan tadi. CMIIW sih hihihi. Secara menara yang paling menarik perhatian turis ini memang punya sejarah yang super panjang dan multi fungsi dari abad ke abad.

Guy Fawkes lahir sebagai seorang Katolik. Tumbuh besar di Kerajaan Inggris saat kerajaan di bawah kekuasaan Ratu Elizabeth I yang berpaham Protestan. Zaman itu, perseteruan antara Katolik dan Protestan lagi sengit-sengitnya.

Jika yang berkuasa adalah rezim Protestan maka kaum Katolik akan dilarang beribadah. Kalau melawan akan dibunuh. Begitu pula sebaliknya. Walau Kerajaan Inggris lebih kental Protestan-nya, namun pernah juga berada di bawah kekuasaan Katolik.

Guy Fawkes adalah penganut Katolik yang taat. Kesedihannya akan tertindasnya kaum Katolik di bawah kepemimpinan Sang Ratu membawanya terlibat dalam beberapa aksi kekerasan. Hingga akhirnya saat diburu, Guy Fawkes lari ke Spanyol.

Saat itu, Spanyol justru sebaliknya. Spanyol tengah berada dalam kekuasaan Katolik dan tengah menghadapi pemberontakan-pemberontakan dari daerah Holland dan Belgia yang hendak melepaskan diri.

Untuk mengobarkan semangat perjuangan, isu agama mulai dimainkan. Kebetulan pula, para pemberontak mayoritas Protestan. Pihak Kerajaan Spanyol mulai menyewa tentara bayaran untuk menumpas para pemberontak. Guy Fawkes tentu langsung setuju.

Bagi pihak Kerajaan Spanyol, pertempuran murni untuk mempertahankan wilayah mereka. Sementara di mata Guy Fawkes, ini adalah semacam jihad untuk membela ajaran Katolik yang dijunjungnya.

Pertempuran yang sebenarnya hanya masalah perebutan kekuasaan dan keinginan untuk merdeka dari penjajahan disulap menjadi perang agama. How ironic . Ironis tapi manjur untuk mengobarkan semangat juang masing-masing pihak. Hm, sounds familiar, no? šŸ˜‰.

Jalan-Jalan London

Setelah cukup matang menimba pengalaman di Spanyol, Fawkes kembali ke Kerajaan Inggris. Di sinilah Fawkes mencoba mencari-cari kesempatan untuk membebaskan belenggu “penjajahan” dari rezim Protestan kepada para penganut Katolik. Bayangkan, mereka dilarang beribadah dan dipaksa menyembunyikan status “Katolik”nya di muka umum. Kalau ketahuan ya nyawa taruhannya.

Akhirnya Guy Fawkes dan kawan-kawannya terpikir untuk menyelundupkan bubuk mesiu ke ruang bawah tanah di Gedung Parlemen tempat raja dan tim penasihatnya berkumpul. Sayang sekali, rencana tersebut gagal total. Guy Fawkes ditangkap, dipenjara dan disiksa sampai mati.

Tapi…itu sejarah dulu . Pertumpahan darah luar biasa memang pernah mewarnai hampir seluruh penjuru Eropa kala ajaran Protestan yang dibawa oleh Marthin Luther di Jerman, mulai bersemi Sekarang sih, di Eropa sudah nyaris tak terdengar lagi indikasiĀ pertikaian antar agama hehehe.

Buktinya adalah Kerajaan Inggris yang mayoritas Protestan dan Republik Irlandia yang mayoritas Katolik adem-adem saja. Malah hubungannya sudah seperti kakak adik . Saya sempat terpikir, maraknya Atheisme di Eropa jangan-jangan adalah buah trauma mereka dari sejarah di masa lampau. Di mana perbedaan agama bisa mengorbankan sebegitu banyak nyawa. Well, bisa jadi sotoy aja saya-nya, sih. Hahahaha.

Jalan-Jalan London

Bukan hanya itu, lho, agama dulu selalu dipertentangkan dengan ilmu pengetahuan modern. Gereja berhak menghukum mati orang-orang yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan gereja. Kalau tidak salah, Copernicus si pencetus bahwa bumi itu bulat adalah salah satu korbannya. Karena dulu Gereja ngotot kalau bumi itu bentuknya kotak .

Penemuan-penemuan modern di Eropa kala itu malah menjadi momok bagi sang ilmuwan. Kalau ketahuan sama Gereja, tamatlah riwayat mereka. Tidak heran kalau sebagian masyarakat masih terbawa trauma kali ya dengan suasana ini maka memilih jadi atheis saja hihihihi.

Karena sudah sering melihat gereja-gereja di Irlandia, begitu ke London langsung terlihat jelas bedanya hehehe. Maaf kalau lagi-lagi sotoy nih. Sungkem dulu sama teman-teman Nasrani .

Gereja Katolik itu lebih ‘wah’, ya, sepertinya. Lebih banyak pernak pernik. Tapi kalau soal megah atau tidak kayaknya bangunan gereja zaman dulu memang keren-keren . Salah satu pembeda utama, di Gereja Katolik biasanya ada patung Bunda Maria yang menyolok. Sementara di gereja Protestan, patung Bunda Maria tidak begitu istimewa. Seringnya malah tidak ada hehehe.

Saat jalan-jalanĀ London di akhir Mei kemarin, cuaca sangat tidak bersahabat huhuhu. Kami basah kuyup saat berjalan dari Buckingham ke Westminster Abbey via tepian St. James Park. Sampai berteduh dalam Gereja St.Margareth. Ragu mau masuk soalnya pakai kerudung gini hehehe. Tapi begitu melihat orang-orang India juga ramai berkerumun di dalam jadi ikutan masuk, deh, sambil lihat-lihat.

Jalan-Jalan London

Di Tower of London juga diguyur hujan. Apes banget. Anak saya lagi tidur dalam stroller saat hujan turun deras. Ini nih yang bikin kesal dari tempat-tempat wisata di London. Tangga melulu! Enggak bebas berkeliaran nenteng stroller . Tidak semua tempat kami kunjungi. Itu pun jadinya bagi tugas. Anak sulung saya semangat kan melihat baju-baju besi dan miniatur pasukan berkuda. Jadilah saya berteduh di bawah pohon menemani yang kecil tidur, suami yang berkelana bareng yang sulung. Huhuhuhu.

Jalan-Jalan London

Gagal total syahwat banci eksis-nya hahahahaha :D. Apa harus diulang lagi kah jalan-jalan London ini? :p :p :p

***

Kata orang, kita memang tak bisa mengubah masa lalu. Disesali pun tak ada gunanya. Sudah kejadian. Tapi, kita selalu bisa belajar dari masa lalu dong, ya .

Melihat kondisi umat muslim secara menyeluruh di situasi terkini memang kadang membuat bingung. Saya ingat pernah komen-komenan sama teman dan dia bilang begini, “Sori Je, lo ngomongin agama melulu. Padahal ini gue lagi ngomong masalah kemanusiaan.”

Lah? Kemanusiaan itu adalah bagian terpenting dari ajaran Islam keleussss hehehehe. Nama rasulullah bergema tidak hanya di kalangan muslim tapi diakui sebagai orang berpengaruh nomor 1 karena kehebatannya mengubah wajah kaum Arab di masa itu. Dalam tempo sekitar 23 tahun bisa menegakkan ajaran Islam di muka bumi dan terus ada hingga kini.

Salah satu keutamaan dari beliau adalah…akhlaknya. Akidah yang baik terpancar dari akhlak yang keren šŸ˜‰.

Jalan-Jalan London

Saat abad kegelapan menguasai Eropa yang mempertentangkan ilmu modern vs ajaran agama, Islam sudah memunculkan banyak cendekiawan-cendekiawan modern sebelum abad ke-10.

Makanya suka heran sama yang nyinyir-nyinyir dengan kedokteran modern. Katanya enggak sesuai sunnah nabi. Gubrak dot com, deh. Coba cari tahu tentang salah satu Bapak Kedokteran Modern yang namanya masih disebut-sebut dalam literatur terkini, Avicenna. Avicenna itu ya Ibnu Sina . Muslim lho, Kakaaaaa ^_^.

Alquran malah jelas-jelas memberi poin plus bagi orang yang berilmu. Yang entah kenapa juga, ilmu tersebut disempitkan oleh sebagian orang menjadi ilmu ‘agama’ saja. Padahal jauh sebelum Eropa memasuki masa keemasannya dalam dunia sains, selain Ibnu Sina, dunia Islam sudah punya Al Farabi, Ibnu Khaldun, Ibnu Musa Al Khuwarizmi, dll.

Umat muslim kudu pinter-pinter . Mempelajari alquran itu kewajiban utama yang memang tidak bisa diganggu gugat. Namun tidak berarti menafikan ilmu-ilmu lainnya. Justru alquran mendorong kita untuk berilmu agar bermanfaat bagi orang banyak bukan hanya untuk bilang, “Kafir lo! Masuk neraka lo!” Hehehehe.

Akhlak, moral dan sebangsanya juga mengapa selalu dinomorduakan kan, ya? Hiks. Padahal biografi-biografi tentang Rasulullah yang ditulis oleh kalangan non muslim selalu memuji-muji moralitas Rasulullah. Kini, yang mencuri perhatian dunia soal akhlak malah Negeri Sakura! Memangnya ada berapa orang sono yang membaca alquran? *pijetPijetKening*.

Penindasan dan kesewenang-wenangan bukan ajaran Islam . Cukuplah perjalanan panjang masyarakat Eropa di masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk kita semua .

“Hate the sin, love the Sinner” -Gandhi-

Dengan catatan di kalangan muslim syarat dan ketentuan berlaku, ya. Berani berbuat berani bertanggungjawab. Hukumnya ada aturan sendiri .

Pening abis ngomong copras capres, baca ginian juga enggak kalah peningnya hahahahahha. Biar enggak pening, nih dikasih foto-foto deh šŸ˜€.

Semoga menjadi bahan renungan kita bersama (termasuk saya) untuk penyemangat diri sendiri menjadi agen-agen perubahan positif dalam dunia Islam . Rahmatan lil aalamiin lho harusnya šŸ™‚.

London memang keren tapi mahalnya itu gak nahan euy. Me, no likey! Hahahahahaha.

Jalan-Jalan London

 

Resensi Novel Arok Dedes

Dang Hyang Lohgawe untuk kedua kalinya mendehem, “Katakan apa yang kau ketahui, bukan pendapatmu tentangnya. Ayoh.”

“Ya Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat.”

“Baik, aku harus percaya kau telah mengetahui semua itu, dan kemudian berpendapat. Aku harus percaya bukan sebaliknya yang terjadi. Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.”

Demikian salah satu kutipan di dalam novel “Arok Dedes” yang paling menohok buat saya. Sejalan dengan keyakinan dalam agama saya, betapa orang yang memiliki ilmu/pengetahuan memang dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi šŸ˜‰.

Jadi, setop asbun (asal bunyi) dan asma (asal mangap) ya … untuk kita semua walau tak hendak menjadi sebijaksana seorang brahmana šŸ™‚.

Jangan suka latah share-share info enggak penting apalagi pakai dibumbui kebencian enggak jelas . Pastikan kita tahu latar belakang sedalam-dalamnya sebelum menceburkan diri ikut campur dalam masalah tertentu . Ingat, berpendapat tanpa berpengetahuan itu efeknya tidak sepele.

Novel 500 an halaman ini bukan karya penulis sembarangan. Pramoedya Ananta Toer, gitu lho šŸ˜€.

Ketertarikan pertama tentu saja karena sinopsis buku yang sudah menyebut-nyebut tentang sejarah kerajaan Jawa. Jadi makin pengin bikin resensi novel Arok Dedes. Ini kisah tentang sebuah kudeta penting yang menjadi awal berdirinya banyak kerajaan besar di abad-abad ke-13 hingga 15 di tanah Jawa.

Kisah Ken Arok yang menggulingkan Tunggul Ametung yang pernah saya tahu kayaknya diceritakan dengan ala-ala mistis. Sering dihubung-hubungkan dengan kutukan keris Mpu Gandring. Nah, novel ini menguraikan kejadian tersebut secara lebih menyeluruh dengan mengambil sudut pandang sekaligus dari 3 pelaku sejarahnya : Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

Arca Prajnaparamitha yang juga dikenal sebagai Ken Dedes (gambar : id.wikipedia.org)
Arca Prajnaparamitha yang juga dikenal sebagai Ken Dedes (gambar : id.wikipedia.org)

 

Tak hanya mengurai masa lalu Arok secara tuntas, menuliskan siapa sebenarnya Tunggul Ametung dan menceritakan latar belakang seorang Dedes saja, novel ini juga tidak mengabaikan asal muasal peristiwa jauh ke belakang. Pasca berdirinya Kerajaan Hindu yang dipimpin oleh Erlangga.

Erlangga diceritakan sebagai raja Hindu pertama yang berasal dari kasta Sudra. Raja yang sama yang menghapuskan kasta Waisya dan Paria. Erlangga hanya mengakui 3 kasta di bawah kepemimpinannya : Brahmana, Ksatria, dan Sudra.

Lenyapnya kasta Paria membuat kerajaan seharusnya terbebas dari perbudakan. Banyak juga diceritakan soal apa yang terjadi pada Kerajaan pasca Airlangga lengser. Peristiwa terpecahnya kerajaan menjadi Panjalu (Kediri) dan Jenggala hingga disatukan kembali menjadi Kerajaan Kediri.

Bukan hal yang mudah untuk menyatukan Jenggala dan Kediri. Nyawa seorang perempuan harus dikorbankan. Kedua belah pihak hendak menjodohkan putri mahkota Panjalu dan putra mahkota Jenggala. Apa daya, sang putra mahkota telah terlebih dahulu terpikat pada anak seorang patih Jenggala. Cerita selengkapnya lihat di novelnya saja.

Dramanya mantap, euy. Dasar ratu drama!! Hahahahaha šŸ˜€.

Kisah Arok dan Tunggul Ametung terjadi di masa pemerintahan Sri Kretajaya. Kretajaya kembali ‘melegalkan’ perbudakan. Secara umum, kepemimpinannya semakin menjauhkan diri dari kesejahteraan masyarakat yang dulu pernah dirintis dan disukseskan oleh Erlangga.

Tunggul Ametung yang menjadi akuwu di Tumapel berusaha diusik kepemimpinannya oleh kalangan brahmana yang akhirnya sepakat mengutus Arok. Arok sendiri adalah keturunan Sudra yang memiliki kemampuan Ksatria dan jiwa seorang brahmana.

Kalau lihat Arok udah semacam Catatan si Boy gitu lah. Tapi ganteng sih enggak hahahahaha. Ini terlihat dari deskripsi Dedes yang menggambarkan Arok sebagai “orang Sudra pada umumnya”. Yang kece-kece itu biasanya keturunan Brahmana soalnya :p.

Harap dicatat, saat mencocok-cocokkan dengan wikipedia, ternyata tokoh Arok dan Dedes ini nyaris dicap sebagai tokoh fiktif. Saya jadi berpikir, mungkin saja penggambaran Arok dalam novel ini adalah keinginan pribadi Pramoedya Ananta Toer akan image seorang pemimpin yang diidam-idamkan.

Akur deh sama Om Pramoedya. Ganteng memang tidak pernah menjadi indikator saya dalam memilih pemimpin . Dulu milih SBY lebih karena orangnya kelihatan tenang dan tidak grabak grubuk. Ini apa sih, mau nulis resensi apa copras capres lagi???? Hahahahahahahha .

Membaca buku ini membuat saya jadi bertanya-tanya, “selain enggak ganteng, kekurangannya Arok ini apa coba?”

Arok sangat-sangat cerdas sampai membuat 2 gurunya, Tantripala dan Lohgawe terpesona habis-habisan pada anak sudra ini . Latar belakangnya yang tidak jelas membuat Arok sampai diasuh oleh 2 keluarga. HIngga di kemudian hari, Arok tak pernah lupa pada jasa orang tua asuhnya. Good boy banget lah.

Arok pun terkenal pemberani dan sangat pandai merancang taktik penyerbuan. Hatinya lembut dan nyaris tanpa hawa nafsu. Walau memang akhirnya jatuh hati pada Dedes yang unyu, Arok sudah terlebih dahulu menikahi Umang, saudara angkatnya yang selalu sempat disesalinya mengapa tak berwajah rupawan. Tapi Arok tak pernah lupa ada kebaikan adik angkatnya ini šŸ™‚.

Arok sangat gemar melakukan pendekatan langsung kepada rakyat jelata hingga ke lapisan terbawah. Dia suka mencuri untuk membela orang-orang tak mampu ala-ala Robin Hood gitu. Iiiiihhh, Arok masa suka blusukan juga coba. Jangan-jangan Jokowi ini titisan Arok neh hahahahahahaha.

Apa novel ini juga novel pencitraan? Kan sekarang apa-apa pencitraan, dikit-dikit pencitraan . For info, novel ini selesai ditulis di penghujung tahun 1976 šŸ˜‰.

Saya sempat dibuat bingung dengan istilah-istilah Hindu Syiwa dan Hindu Wisynu. JUga ternyata ada dewa khusus bagi kaum Sudra yang namanya Hyang Pancagina.

Wah, ternyata kepercayaan Hindu pun tak lepas dari pertikaian internal . Macam Protestan vs Katolik atau di umat muslim juga ada perbedaan yang tidak kalah runcingnya antara Sunni vs Syiah. Tapi saya kurang tahu apakah Hindu Syiwa dan Hindu Wisynu ini masih ada sampai sekarang. CMIIW buat teman-teman yang beragama Hindu, ya. Maaf kalau saya nangkapnya salah.

Pertentangan antara penganut Syiwa dan Wisynu ini juga yang mewarnai perselisihan antara kaum Brahmana dan kepemimpinan Erlangga dan setelahnya.

Saya menangkapnya gini, mayoritas Brahmana itu adalah Syiwa. Sementara Sri Erlangga adalah seorang Wisynu. Kalau dibaca-baca lagi, Erlangga di mata kaum Brahmana-Syiwa ini pasti dicap liberal dah hahahahaha.

Erlangga memang dikenal sebagai raja dengan toleransi sangat tinggi. Erlangga melindungi Hindu Syiwa, HIndu Wisynu, dan juga Buddha :).

Sri Erlangga
Sri Erlangga


Arok sendiri mendapat kesempatan untuk belajar yoga dan beberapa kitab Buddha dari salah seorang gurunya, Tantripala. Sempat Arok terpikir Tantripala ini sebenarnya seorang brahmana yang sudah menganut Buddha. Maklum, buat kalangan brahmana Hindu, haram hukumnya mempelajari apa pun yang berbau Buddha.

Nah, kaum Brahmana Syiwa merasa Erlangga sudah melecehkan mereka saat Erlangga melarang penghancuran candi-candi Buddha dan mengizinkan kepercayaan lain hidup berdampingan dengan damai. Ya iya kaleeee, Erlangga pan katanya Hindu Wisynu toh ya? *garukGarukKepala*.

Tapi, kaum Brahmana tetap memuji-muji Erlangga yang menghapuskan perbudakan dan banyak membangun infrastruktrur layanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Banyak sistem irigasi positif dan masif yang dipelopori oleh pemerintahan Sri Erlangga . Mungkin tepatnya, terstruktur masif dan sistematis? Nyepet mulu kauuuuu hahahahahahaha .

Ah, sejarah selalu berulang. Maunya sejahtera tapi enggak mau kalau sejahteranya harus barengan sama orang kafir? . Puas dengan kepemimpinan tapi meributkan soal kepercayaan pribadi? Ahok mana Ahok? šŸ˜€.

Mpu Gandring juga memiliki porsi tersendiri dalam kisah ini. Jauh banget deh dari yang selama ini saya tahu hehehe. Tentu saja tokoh Kebo Ijo yang memang sering disebut-sebut dalam kisah Tunggul Ametung vs Arok juga tidak luput dari novel yang ini.

Penulis juga sangat rapi dan konsisten dalam menyampaikan pesan tersirat, betapa laki-laki tak pernah mudah mengalahkan 3 penakluk utamanya : harta, tahta, dan wanita. Yang merasa wanita, boleh *benerinPoni* ramai-ramai hihihihi .

Jangan terkecoh dengan embel-embel “roman” di sampul buku. Kisah cinta antara Arok dan Dedesnya ternyata sambil lalu saja, kok . Filsafat Hindu yang kental justru merupakan nafas utama dari isi novel.

Awalnya agak kagok dengan gaya bahasa dan istilah-istilah HIndu yang digunakan. Tapi jadi senang soalnya jadi belajar dan mendapat harta baru. Hey, ilmu itu adalah harta yang paling menyenangkan, bukan? . Mudah didapatkan (kalau mau) dan mudah dibawa ke mana-mana serta tak pernah memberatkan pemiliknya ^_^.

Saya beri bintang 4.5 (out of 5) untuk novel ini. Semata karena saya kurang puas mengapa tokoh Arok kurang tajam pemaparan karakternya. Sotoy deh awwww, biasa nonton gosip artis, sok-sok pula mengkritisi karya pujangga besar. Hahahahahha.

Saya menikmati sekali falsafah-falsafah HIndu yang bertebaran di sepanjang cerita. Penokohan yang mendalam. Penceritaan yang lengkap yang membuat kita akhirnya merenung bahwa memang tak ada manusia yang sempurna. Yang paling jahat itu hawa nafsu. Manusia pada intinya narsis dan ingin diperhatikan. Merasa benar sendiri itu sudah penyakit kronis sejak dahulu kala.

Bahwa kejahatan kadang tak datang karena niat tapi karena ada kesempatan. Eh, jadi ingat Bang Napi! Hihihihi.

Tapi benar sih, sesuai lho dengan buku Tipping Point yang memaparkan bahwa tak adil jika kita menilai karakter seseorang dari tindak tanduknya semata. Kondisi lingkungan dan situasi saat itu dan latar belakang justru selalu menjadi hal penting untuk disajikan. Dan penulis berusaha keras untuk tidak menjatuhkan penghakiman pada tokoh mana pun tapi lebih memilih menyajikan data-data sebanyak mungkin. Yang ditarik jauh dari belakang hingga kini. Kesimpulan tentu terserah yang baca .

Soal teori menarik dari buku Tipping Point ini tak cukup satu paragraf. Kapan-kapan dibikinin tuilsan khusus mumpung bukunya udah ketemu.

Salut luar biasa untuk penulis novel ini . Wah, kayak apa itu yah observasinya bisa membuat novel yang begitu “hidup” mengingat setahu saya Pramoedya Ananta Toer bukan penganut Hindu kan, ya? Jadi penasaran mau baca buku-buku Pak Pram yang lain . Ke mana aja gue? Kebanyakan nonton infotainment sih hihihi *ngikikTukangGosip*,

Komentar pamungkas saya untuk novel ini, “Jagad Dewa! Jagad Pramudita! This novel is one the best!”

500 an halaman, Kakaaaaa šŸ˜€.  Selamat membaca ^_^.

Sampul buku "Arok Dedes"
Sampul buku “Arok Dedes”

Ya bisa dimulai dengan membaca resensi novel Arok Dedes nya dulu kali di sini hihihi.

Sejarah Israel : Only Light That Can Drive Out The Darkness

Sejarah Israel : Nabi Musa AS ditugaskan Tuhan untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada Firaun dan bangsa Mesir. Nabi Musa juga meminta agar Firaun melepaskan Bani Israil dari belenggu perbudakan oleh Bangsa Mesir.

Firaun menolak. Perlawanan pun terjadi. Akhirnya Bani Israil berhasil ā€˜diselamatkan’. Lalu, alquran meneruskan uraian kisah beratnya perjuangan Nabi Musa meyakinkan Bani Israil untuk terus bertakwa pada Tuhan.Ā 

Sejarah Israel
Kisah Musa vs Firaun di Laut Merah (gambar : laskarislam.com)

 

Setiap kali kisruh Israel vs Palestina merebak, kebencian tanpa arah selalu ikut mendampinginya. Masa sampai ada yang mendadak memuji-muji Hitler dan berharap saat itu Hitler menghabisi seluruh kaum Yahudi saat fasisme NAZI tengah berjaya di bawah kepemimpinannya. Konflik Palestina bisa nyasar sampai ke NAZI :D.

Sebenarnya NAZI tak hanya berusaha menyingkirkan orang-orang Yahudi. Tapi juga kaum-kaum lainnya yang dianggap bukan ras unggulan. Hitler kan narsis abis ya, Bo hehehe. Untuknya, bangsa Jerman adalah suku bangsa paling keren sejagad dan menolak percampuran antar berbagai ras. Selain mengucilkan kaum Yahudi, ada juga kaum Gipsi yang diperlakukan dengan sama kejamnya.

Jadi, benar-benar gagal paham jika paham fasis seperti ini bisa mendapat puji-pujian sekecil apa pun. Perbedaan diantara umat manusia adalah jaminan dan ketentuan dari Allah. Bodoh sekali jika sampai ada manusia yang berusaha menyeragamkan apa-apa yang sengaja dibuat berbeda. Mau mengalahkan aturan Tuhan, nih?

Perbedaan memang sengaja diciptakan sebagai ujian. Apakah kita akan narsis dan merasa penting sendiri ATAU akan seoptimal mungkin menghargai perbedaan dan berusaha menarik hikmah sebanyak-banyaknya? Choose wisely šŸ™‚.

Karena nyatanya diskriminasi antar kaum itu adalah cerita lama yang selalu berulang dan berulang. Macam lingkaran setan. Menimpa berbagai macam kaum, misalnya kaum Yahudi.

Isolasi terhadap kaum Yahudi itu bukan cerita baru. Dalam rentang waktu ratusan tahun di abad pertengahan Eropa, kaum Yahudi sudah mendapat tekanan besar. Kemungkinan setelah kaum Nasrani menguasai Eropa, sebuah kebencian mulai tertanam mengenai siapa dalang pembunuhan Yesus, Tuhan bagi kaum Nasrani. Kaum Yahudi tertuduh utama.

Di masa itu, Yahudi dikucilkan sedemikian rupa. Mereka terus didesak, dibatasi gerak langkahnya. Sejak dulu, perkampungan khusus Yahudi sudah mulai dipraktikkan. Di zaman Nazi, hal inilah yang diistilahkan dengan Ghetto.

Sejarah Israel
Warsawa Ghetto during Nazi-Rule in Poland (gambar : ivarfjeld.com)

 

Mendapat perlakuan sedemikian rupa memaksa kaum Yahudi berusaha survive dengan macam-macam cara. Saat kitab-kitab mereka dicuri dan dibakar, kaum Yahudi memaksa generasi mudanya untuk menghafalkan isi Taurat di luar kepala.

Kaum Yahudi berusaha berasimiliasi di mana pun mereka berada dan aktif mencari celah untuk mengasah kemampuan bertahan dalam berbagai tekanan. Itu dilakukan dari dulu secara turun temurun šŸ™‚. What doesn’t kill them makes them stronger.

Berbagai hal-hal baru dari lingkungan mereka serap dan tidak pernah menutup diri dari lingkungan. Begitu satu-satunya cara untuk menghadapi kerasnya dunia saat itu terhadap mereka. Termasuk dalam urusan mencari uang hihihi. Kan ada juga stereotip kalau kaum Yahudi itu sangat hemat alias pelit. Karena dulu mereka memang sangat dikekang dalam urusan ekonomi. Uniknya, kekangan tidak membuat mereka menyerah. Pelajaran dari para Yahudi, ā€œKeterbatasan seharusnya membuat kita menjadi kreatifā€ šŸ˜€.

Dari generasi ke generasi, kaum Yahudi mengajarkan kaumnya untuk mengoptimalkan fungsi otak daripada otot. Mereka sadar dengan jumlah mereka yang tidak akan mungkin bisa menyamai penduduk dunia. Kita cukup jarang menemukan atlet yang berasal dari bangsa Yahudi. Tapi kalau urusan inovasi, ilmu pengetahuan dan ekonomi, bangsa Yahudi terkenal sangat lihai.

Lebih dari 30% penerima hadiah Nobel adalah orang-orang Yahudi. Bandingkan dengan populasi mereka di seluruh dunia. Fantastis bukan? Tirani minoritas yang luar biasa . Industri-industri kreatif internasional tak terlepas dari sentuhan pemikiran kaum Yahudi. Sudah berlangsung turun temurun. Rahasia umum jika kaum Yahudi sudah terbiasa memaksimalkan potensi penerusnya sejak dalam kandungan šŸ™‚.

Ratusan tahun sejak Kerajaan Yahudi terakhir berdiri (zaman Nabi Daud dan Sulaiman), orang-orang Yahudi hidup terpencar di berbagai belahan dunia.

Sejak akhir abad ke-19, beberapa kaum Yahudi sudah mulai ā€˜lelah’ dengan ketidakadilan yang sering menimpa mereka. Tercetuslah ajaran zionisme. Zionisme adalah keinginan dari sebagian mereka, bukan semuanya! Mayoritas kaum zionis malah ditengarai sebagai Yahudi sekuler.

Para zionis ini mengajak para diaspora di seluruh penjuru bumi untuk membentuk tanah air khusus untuk kaum Yahudi. Mereka percaya pada sejarah bahwa tanah Israel adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka dan berhak mereka rebut. Beginilah asal mula konflik Palestina.

Gerakan ini seolah berjodoh dengan runtuhnya kekaisaran Ottoman dan wilayah Kerajaan Turki mulai terpecah. Termasuk wilayah Palestina yang berada di bawah ā€˜kendali’ Kerajaan Inggris.

Kala itu, Kerajaan Inggris berusaha ā€˜menengahi’ berbagai bentuk ā€˜permusuhan abadi’ antara Yahudi dan non Yahudi di Eropa. Belum lagi Perang Dunia 1 dan 2 di awal abad ke-20 yang benar-benar membuat Eropa super galau. Tahun 1948, Kerajaan Inggris ā€˜menghadiahkan’ wilayah Palestina kepada kaum Yahudi.

Saat itu, kaum Yahudi diharapkan untuk berasimilasi dengan penduduk setempat yang didominasi oleh bangsa Arab. Sebelum tahun 1948, perpindahan kaum Yahudi ke wilayah Palestina sudah mulai terjadi. Awalnya berlangsung damai dan mereka memang berbaur dengan penduduk asli sana.

Hingga akhirnya kaum Yahudi membesar dan sifat serakah mulai menghampiri. Mungkin juga terbawa dendam masa lampau, ratusan tahun harus berjuang mati-matian menghadapi penolakan masyarakat non Yahudi terhadap mereka, para zionis seolah mendapat restu untuk menguasai Palestina pasca ā€œ1948ā€.

Mereka mulai belagu. Seenaknya menduduki Palestina, menolak asimilasi dan malah mengusir penduduk Palestina yang ā€˜asli’. Konflik Palestina dan Israel tak terelakkan.

Sejarah Israel
1948 Palestinian Exodus (Gambar : en.wikipedia.org)

Dukungan dari Negara Adidaya Amerika Serikat bukan tanpa sebab. Saat Amerika masih menjadi benua baru di mata Eropa di abad ke 15 hingga 17, Amerika dijadikan ā€˜tempat pembuangan’ bagi kaum-kaum terkucilkan di Eropa, termasuk orang-orang Yahudi.

Terbiasa bertahan dalam ā€˜keras’nya hidup, orang-orang Yahudi mampu ā€˜menaklukkan’ sang benua baru.

Liga Arab pernah beberapa kali memerangi pendudukan Israel terhadap Palestina. Yang memerangi Israel saat itu justru pemimpin-pemimpin nasionalis Arab. Seperti Ghamal Abdul Nasser, Presiden Mesir, yang memimpin Pan-Arab untuk menghalau Israel yang terus berusaha mencaplok wilayah-wilayah di sekitar kependudukan awal mereka. Sayangnya tak berhasil.

Perang di tahun 1967 malah berakhir dengan jatuhnya Tepi Barat, jalur Gaza, Semenanjung Sinai dan dataran Tinggi Golan ke tangan Israel pasca gencatan senjata.

Israel mulai ā€˜balas dendam’. Di bawah kepemimpinan Yordania dahulu, kaum Yahudi dilarang memasuki kota suci Yerussalem. Saat wilayah dikuasai Israel, peraturan dibalik. Kaum muslim yang dibatasi kunjungannya ke Yerussalem.

Perang 6 hari di bawah kepemimpinan Nasser (Mesir) saat itu juga mencuatkan skandal serangan terhadap kapal intelijen Amerika Serikat, USS Liberty. Israel yang menyerang kapal ini dan meminta maaf kepada Amerika Serikat karena salah identifikasi.

Beredar rumor kuat kalau Amerika Serikat ditekan habis-habisan oleh Israel untuk menerima klaim ini dengan ā€˜lapang dada’. Saat itu rencana sebenarnya adalah Israel bermaksud menenggelamkan kapal tersebut dan menuduh Mesir sebagai pelakunya dan menggiring Amerika Serikat untuk menyerang Mesir secara terbuka.

Gamal Abdel Nasser (gambar : en.wikipedia.org)

 

Rencana gagal total. USS Liberty terlalu kuat untuk dihancurkan. Awak kapal juga keburu mengenali siapa penyerang mereka. Awak kapal yang selamat dibungkam oleh pemerintahan Lyndon Johnson yang mendapat ā€˜tekanan’ dari Mossad terkait pembunuhan Kennedy dan masalah cadangan minyak. ā€˜Kongkalikong’ ini konon terbongkar saat beredar rekaman percakapan sang Presiden yang tengah diancam oleh Israel untuk tidak membantu USS Liberty saat dihajar habis-habisan oleh pasukan Israel. Ini baru teori konspirasi ā€˜berkelas’ heheheĀ .

Dulunya Israel memang dianggap ancaman bagi Liga Arab. Hingga akhirnya PLO dibentuk dan seolah hal ini menjadi urusan Palestina seorang diri . Dunia politik dan berbagai kepentingan terus bergolak. Pesona cadangan minyak dunia terus menyedot perhatian negara-negara ā€˜besar’ kepada wilayah Timur Tengah.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga sangat pandai bermain di 2 kaki. Sudah rahasia umum, ya, negeri-negeri tajir Timur Tengah ā€˜berlindung’ di balik ā€˜hubungan intim’ dengan si Negeri Adidaya. Padahal tahu pasti jika Israel bisa sedemikian leluasa terhadap Palestina itu tak lepas dari dukungan kuat Negeri Paman Sam.

Ujung-ujungnya Liga Arab hanya bisa memborbardir Palestina dengan roti-roti, selimut, kucuran dana untuk membangun perkampungan atau renovasi dsb. Pokoknya sebatas materi saja. Walau semua tahu, tindakan politik tegas kepada Israel-lah yang sebenarnya diperlukan untuk mengakhiri mimpi buruk rakyat PalestinaĀ .

***

Saya kurang paham mengapa kisah Musa dijadikan salah satu ā€˜tameng’ bagi sebagian mayoritas muslim terkini untuk membenci kaum Israil (bangsa Yahudi) secara permanen hehehe. Padahal kisah Nabi Musa juga menguraikan panjang lebar soal penolakan Firaun (dan sebagian bangsa Mesir) kepada ajaran tauhid.

Bagaimana jika tingkah laku (sebagian) Bani Israil pada saat itu dilakukan oleh orang-orang yang bukan Yahudi? Masalah yang ingin ditekankan dalam alquran itu adalah Yahudi-nya atau perbuatannya?

Apakah perilaku buruk yang dikisahkan dalam kitab suci tersebut mengajak kita untuk membenci (seluruh/siapa pun) kaum Yahudi hingga akhir zaman? Atau mengajak kita menghindari tingkah laku orang-orang di masa lampau (terlepas dari suku bangsa apa mereka) yang tidak disukai Allah?Ā 

Sebelum kisah para Bani Israil, ada Firaun (yang berasal dari bangsa Mesir) yang menyombongkan diri terhadap seruan Nabi Musa dan menolak untuk melepaskan perbudakan atas Bani Israil. Apa yang diceritakan alquran adalah kejadian di masa itu. Tak ada petunjuk bahwa kaum yahudi saat itu terkutuk 100% dan akan berlangsung sampai selama-lamanya.

Islam mengajarkan kita bahwa semua bayi terlahir tak berdosa. Penentuan apakah kita akan terlahir sebagai Yahudi atau sebagai orang bugis yang manis, imut nan menggemaskan juga bukan keputusan kita kan?Ā . Mutlak hak Tuhan.

Apakah kita berhak menuduh Tuhan sudah mengkotak-kotakkan kita sejak lahir sebagai kaum terkutuk atau tidak? Bukan keturunan bukan asal suku bangsa … tapi ketakwaan, amal, dan perbuatan setelah akil baligh yang akan menjadi pembeda bagi tiap insan manusiaĀ .

Ingat, bukan warna kulit, bukan suku bangsa …

Jadi, sebenarnya kurang tepat jika masalah Israel-Palestina ini dikait-kaitkan dengan isu akidah. Saya menolak jika ada yang bilang ā€œIni bukan masalah agama tapi masalah kemanusiaan.ā€

Ajaran Islam yang saya tahu berakar pada 2 hal, akidah dan muamalah (kemanusiaan). Saya keberatan jika masalah kemanusiaan dilepaskan dari kaidah agama. Karena saya percaya 100%, tak ada masalah kemanusiaan yang luput dari penerangan kitab suci alquran šŸ˜‰.

Gambar : elhooda.net

 

Mayoritas para zionis di masa awal suburnya Zionisme adalah kaum Yahudi sekuler. Masyarakat Arab yang memerangi mereka sepanjang tahun 1948 – 1970 an juga mayoritas kaum nasionalis Arab. Mengapa sekarang jadi pada sensi urusan akidah coba? Sebagian teman-teman Nasrani saya di timeline juga mengeluhkan mengapa masalah penyerangan terhadap jalur Gaza juga membawa-bawa kaum Nasrani.

Jadi, dalam menyikapi masalah Israel vs Palestina utamakan solusi bukan hujatan bernada kebencian tanpa arah, ya. Karena di berita-berita sudah mulai ramai penyerangan terhadap kaum Yahudi yang tinggal di luar wilayah Israel. Tak semua kaum Yahudi sepaham dengan ideologi Zionisme.

ā€œHate, it has caused a lot of problems in the world, but has not solved one yet.ā€ ―
Maya Angelou.

Kapan habisnya dong kalau kayak begitu? šŸ™. Putuskan lingkaran setannya.

Kita sudah tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak melawan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum apa pun. Ingat hukum Qisas yang datang untuk menegakkan keadilan kala saat itu kejahatan perorangan tiap suku dianggap sah untuk dibebankan kepada seluruh suku asal pelaku di masa Arab jahiliyah. Setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Bete sama si A jangan diteruskan kepada orang tua si A, sahabat-sahabat si A, kerabat-kerabat si A, anak cucu si A, dst. Don’t!Ā .

Benci sama kaum Yahudi hanya membuat kita luput untuk mengambil pelajaran kepada daya tahan mereka menghadapi kehidupan dunia. Kreatifitas dan kepatuhan mereka kepada ajaran Taurat dan usaha keras mereka menjalankan ajaran-ajaran Taurat dalam kehidupan sehari-hari.

Walau dalam urusan akidah, sebagian kaum Yahudi juga kayaknya sudah mulai tidak ambil pusingĀ . Mereka hanya mengambil ayat-ayat yang menguntungkan mereka secara duniawi saja. Padahal, percaya pada hari akhir itulah yang paling utama šŸ™‚.

Bila tak tahu harus membantu apa, bukankah selemah-lemah iman adalah doa? Jangan malah menambah masalah dengan ajakan-ajakan kebencian yang tidak perlu.

Embargo ekonomi terhadap Israel dan tekanan dunia yang diperlukan oleh Palestina sekarang ini. Hal yang sangat mungkin dilakukan oleh negeri-negeri tetangganya. Minimal usirlah itu dubes Israel di berbagai negara Arab. Kalau tak salah, Mesir-Turki-Qatar dll menjalin hubungan bilateral dengan Israel dengan hadirnya kedutaan Israel di negara masing-masing. Kita doakan negara-negara Arab di sana bisa bersatu kembali mengusir Israel.

 

Atas nama muamalah sebagai umat muslim yang taat, maka mari kita …

Putuskan lingkaran setannya šŸ™‚.

ā€œDarkness cannot drive out darkness: only light can do that. Hate cannot drive out hate: only love can do that.ā€
― Martin Luther King Jr

Sejarah Israel
Light up the dark šŸ™‚ (gambar : freeimages.com)

 

Sumber :

ā€œJerome Becomes a Genius.ā€ (Eran Katz)
ā€œPerang Suci.ā€ (Karen Armstrong)
ā€œPerang Eropa 1.ā€ (PK Ojong)

(dan banyak buku seputar perang Dunia 1 dan 2).

***

Pemahaman vs Pengalaman?

Dari artikel di link paling bawah, saya kutip sedikit :

“Seorang yang pernah mengalamii hidup sebagai minoritas, akan memiliki sense toleransi yang jauh lebih tinggi dari pada orang yang selalu hidup sebagai mayoritas.

Seorang siswa yang punya temanĀ dari berbagai suku, bangsa dan agama, akan lebih faham tentang makna menghargai. Pengalaman mengantarkan pada pemahaman yang lebih dalam.”

Benar juga. Jadi malu karena dulu dari TK sampai SD sekolah di sekolah Islam, begitu masuk SMP Negeri, kaget melihat teman-teman ada yang beragama non muslim. Ya abes, dulu tahunya di dunia ini hanya ada 2 : orang muslim dan orang kafir, surga vs neraka. Kalau melihat teman-teman kristiani berlatih menyanyi, saya sering kepikiran, “Ya ampyun, pada ngapain, sih? Enggak tahu apa kalau mereka nantinya bakal masuk neraka semua!” AstagfirullahĀ .

Pindah ke Jawa setelah 18 tahun besar di Kota Makassar, bete banget mendapati lingkungan yang sarat basa basi hehehe. Kita orang bugis ini simpel. Iya artinya iya. Tidak artinya tidak. Mulut dan hati, biasanya kompak terusĀ . Makanya, sering dijuluki ‘mulut silet’ hahaha. Entah berapa banyak itu korbannya dulu -_-. Astagfirullah.

Ternyata, diberi rezeki untuk mencicipi belahan bumi yang lain. Dulu, suka bingung, mengapa diantara sekian banyak negara-negara Tim Teng, kenapa nancepnya mesti di Teheran sama Jeddah, siiiiihhhhhhhĀ . Luar biasa cara Allah mengajarkan umatnya, yaĀ . Fabi ayyi a alaa irabbikumaa tukadzdziban.

Dulu suka merasa kagum berlebihan sama yang lebih fasih membaca alquran dan pandai berbahasa Arab. Semacam emejing begitulah. Tapi untungnya, sebelum ke Jeddah, saya tidak terlalu mendewa-dewakan lagi. Syukurlah. Karena kalau berpikir begitu, baru sebulan di Jeddah mungkin sudah kepikiran murtad, kali, melihat ‘kelakuan sehari-hari’ orang-orang yang mungkin jauh lebih lancar membaca alquran dan mungkin hafal lebih banyak ayat-ayat suci. Astagfirullah.

Tapi ingat jangan buru-buru main stereotip. Walau yang menjengkelkan jumlahnya tidak sedikit, yang baik juga masih ada :). Sudah baca buku saya yang “Memoar of Jeddah : How Can I not Love Jeddah” kan? Bab “People We Haven’t Ā Met” khusus membahas mereka yang baik-baik itu :).

Benarlah kiranya, satu-satunya cara bagi kita sesama manusia untuk mendeteksi iman dan takwa adalah melalui amal dan perbuatanĀ . Sisanya, Allah Sang Mahatahu. Betapa muamalah jangan-jangan adalah setengah dari iman itu sendiri.

Dan kini, dilengkapi dengan merasakan sebagai minoritas muslim di belahan barat Eropa. Tak bisa membayangkan saya seandainya umat mayoritas non muslim di sini menyimpan pikiran yang sama seperti saya kepada rekan-rekan non muslim saya di masa abege dulu.

Pemahaman vs Pengalaman. Pilih yang mana? ;).

Semoga kita bisa memiliki pemahaman yang murni diimbangi dengan pengalaman yang mumpuni. Amin, amin ya rabbal aalamiin. Mampukan umatMu ya, Allah šŸ™‚.

https://islamindonesia.co.id/index.php/opini/1864-menjadi-radikal-karena-pemahaman-menjadi-toleran-karena-pengalaman

Gambar : eportfolio.lagcc.cuny.edu
Gambar : eportfolio.lagcc.cuny.edu

Brighter Than Tomorrow

Martin Luther menggugat Gereja Katolik Roma di awal abad ke-16. Rasa tidak sukanya kepada kekuasaan Gereja Katolik tidak muncul serta merta. Tapi dari yang sedikit demi sedikit itu makin membuncah ketika Martin melawat langsung ke Roma dan menyaksikan sendiri kemewahan duniawi para pendeta Gereja Katolik kala itu.

Di bulan Oktober 1517, Martin menempelkan selebaran berisi 95 dalil yang berisi penegasan sikapnya. Utamanya terhadap kemewahan para penguasa Gereja Katolik dan kritik tajamnya terhadap mekanisme pengampunan dosa.

Kala itu, Gereja Katolik memperjualbelikan ‘surat penghapusan dosa’ kepada umat Katolik yang hendak memohon pengampunan. Martin menganggap, sejatinya dosa hanya akan terhapus dengan kesadaran pribadi dari sang pelaku.

Sementara transaksi jual beli ‘pengakuan dosa’ oleh para pastur dianggap akan menyesatkan umat yang akan lupa pada pentingnya pertobatan sejati oleh pribadi yang bersangkutan.

Martin tidak hanya mengandalkan secarik kertas yang ditautkannya pada pintu gerbang Gereja Wittenberg, tapi beliau mencetak dan menyebarkan selebaran yang sama kepada orang banyak. Cara inilah yang membuatnya ajarannya merembet luas dengan cepat.

Sekali pun sejarah menunjukkan, pembawa ajaran ‘Protestan’ di masa lampau sebenarnya sudah ada namun gemanya terlalu kecil.

Kecerdasannya dalam memilih metode penyebaran membuatnya lolos dari jeratan hukuman gantung bagi dirinya yang akhirnya ditetapkan sebagai penganut aliran sesat oleh petinggi Gereja Katolik di Jerman.

Selebarannya ternyata sudah menyebar jauh dan mendapat dukungan yang tidak sedikit. Pihak Gereja Katolik menjadi enggan dan hanya memerintahkan pembuangan kepada Martin Luther.

One thing we can learn from him. Sebaik apa pun maksud/tujuan yang kita ingin sebarluaskan kepada orang banyak, kalau caranya kurang tepat, efeknya akan kurang mumpuni.

Zaman belum ada media sosial dan internet saja, seorang Martin Luther sudah kepikiran menyebarluaskan isi pikirannya dalam bentuk tulisan terstruktur. Bukan dengan ngamuk-ngamuk di jalan atau ngancam-ngancam demo ya, Kakaaa šŸ˜‰.

ucapan selamat natal
Clonmacnoise, Irlandia

***

Martin Luther lahir di Eisleben Jerman di tahun 1483. Sebenarnya, Martin tengah berusaha menuntaskan sekolah hukumnya ketika sebuah kejadian dramatis menimpanya. Martin lolos dari kematian ketika sebuah petir menyambar di sampingnya saat perjalanan pulang dari sekolah. Martin berseru dalam ketakutan dan berjanji akan menjadi biarawan.

Ditinggalkannya bangku sekolah hukum untuk memperdalam ilmu teologi. Saat inilah Martin memperdalam ilmu alkitabnya. Tak hanya sekadar mempelajari isi alkitab, Martin menerjemahkan isi alkitab ke dalam bahasa Jerman sesempurna mungkin sehingga memudahkan warga Jerman yang ingin mempelajari alkitab.

Tak berarti Martin Luther tak terlepas dari beberapa kesalahan penting. Diantaranya adalah sikapnya yang sangat ekstrim. Konon, karena sikap ekstrimnya inilah yang membuahkan terjebaknya Jerman dalam Perang 30 tahun (1618 – 1648) yang diwarnai perseteruan kental antara Protestan vs Katolik.

Perlawanan Martin Luther juga membawa angin segar bagi bangsawan Jerman yang ingin melepaskan diri dari Roma. Dan sikap anti semitnya yang berlebihan, kebenciannya yang amat sangat kepada kaum Yahudi, dianggap membuka jalan bagi Hitler untuk ‘memberantas Yahudi’ dengan NAZI-nya di masa Perang Dunia II.

Walaupun pemeluk kepercayaan Kristen Protestan bukanlah terbanyak di dunia, tapi sejarah tetap menempatkan Martin Luther sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Meskipun ironisnya, di daratan Eropa, wilayah kelahiran Martin Luther, kepercayaan terhadap agama makin menciut.

Makin ke sini, hadirnya bibit-bibit atheisme makin tak terbendung. Sekalipun Protestan dan Katolik bisa dikatakan telah saling berdamai secara universalĀ .

Saya sudah bertemu satu diantaranya. Bertemu muka dan berdiskusi langsung secara tak sengaja di acara Morning Tea di rumah seorang teman beberapa bulan yang lalu. Teman saya, Clara, ini juga dari Indonesia, lho. Hanya ada 2 keluarga asal Indonesia di Athlone ini hihihi.

Di rumah Clara pagi itu, hadir 2 teman yang lain. Fatima yang berasal dari Arab Saudi dan Jean yang aslinya berasal dari daratan Cina tapi sudah berganti kewarganegaraan. Jean resmi memegang paspor Irlandia sejak tahun lalu. Maaf ya Mommie Clara, namanya disebut-sebut ini biar enggak disangka hoax hehe. Masih ingatkah dengan perbincangan kita di pagi itu?

Sebenarnya waktu itu saya lebih banyak diamnya. Clara juga. Sementara Fatima dan Jean berdebat soal agama, eike sibuk makan risoles dan bolu coklat buatan Mommie Clara hahaha. Mulut sibuk ngunyah tapi telinga saya siaga penuh mendengarkan mereka berdua asyik berdiskusi.

Uniknya, si Fatima dan Jean ini bersahabat karib, lho hihihi. Keren yah pertemanan mereka berdua. Saya sampai takjub, pas pulang, Jean yang mengantar Fatima pulang dan mereka cekikikan berdua lagiĀ . Padahal di meja makan tadi, keadaan sempat memanas.

“I don’t believe in any religion. As long as you’re being nice to other. We don’t hurt each other, that would be perfect. Well, for me at least. Because I don’t mind if others think different.”

Secara tersirat, Jean mengeluhkan kalau biasanya, menurut dia pribadi sih, orang yang punya agama akan selalu rusuh melihat orang yang beragama lain. Jadi menurutnya, apa pentingnya punya agama kalau penganutnya selalu kesulitan berdamai dengan kepercayaan orang lain.

Sebenarnya, itu sinyal yang salah. Karena sejatinya, tiap agama itu mengajarkan kasih sayang mutlak. Jangan salahkan orang-orang seperti Jean, yang jumlahnya mungkin sudah banyak di mana-mana.

Mari kita berkaca kepada diri sendiri, apa yang membuat mereka berpikir bahwa instead of membawa kedamaian, beragama hanya membuat penganutnya menjadi arogan dan sulit melihat kebaikan pada diri penganut agama lain.

Kata agama itu sendiri, secara harfiah artinya .. a = tidak, gama = kacau. Agama = tidak kacau. Justru pening kepala, hampir semua kekacauan besar yang melelahkan dan memakan korban jiwa tidak sedikit di berbagai belahan dunia justru karena perbedaan AGAMAĀ .

Jean, dan mungkin teman-teman atheisnya yang lain luput berkaca pada sosok Mahatma Gandhi. Saya sengaja tidak membawa Rasulullah, manusia favorit saya nomor satu. Dikarenakan saya muslim dan nanti disangka narsis hahaha. Tapi, saya pun kagum pada sosok sang MahatmaĀ .

Gandhi konon merupakan salah satu pihak yang berkeras jika India tidak harus terpecah. Dia yang meyakinkan umat Hindu bahwa Hindu dan Islam bisa hidup dalam satu pemerintahan. Tidak hanya gagal, Gandhi meregang nyawa di tangan umatnya sendiri. Umat fanatik yang menganggap Gandhi terlalu pilih kasih kepada umat muslim.

Gandhi yang Hindu, dengan gagah berani, datang ke Bengal, ikut menyelesaikan kerusuhan antar agama yang meledak di sana pasca kemerdekaan India dan Pakistan dari tangan Inggris.

Begitulah seharusnya cermin orang yang beragama dengan benar. Tak pernah merasa terusik terhadap kehadiran orang lain. Iman yang tinggi selalu akan disertai rasa kepercayaan diri yang tinggi. Tak pernah merasa susah dengan kepercayaan orang lainĀ . Berdakwahnya tidak dengan cara,”Lo kafir, lo kafir, lo kafir”Ā . Hehe.

Maka … sudah selayaknya kita kaum beragama mengembalikan kepercayaan Jean dan teman-temannyaĀ , bahwa agama tidak akan membuat penganutnya rusuh dan eyel-eyelan enggak jelas. Ibadah ritual kan memang urusan sendiri-sendiri.

Asal urusan korupsi pastinya kompak dong, yaaaaa. Ihiiyyy…bagi-bagiin pentungan buat nabokin koruptorĀ . Lah, malah ngajak rusuh! Hahaha.

Mengutip ucapan Gus Nuril dalam pidato kebangsaannya dalam perayaan Natal di Gereja Bithany Tayu beberapa waktu lalu, “Banyak orang mengira sedang mengabdi kepada Tuhan dan agama. Padahal sebenarnya, mereka hanya sedang melayani nafsunya sendiri.”

Saya pribadi tidak percaya semua agama sama. Karena kalau sama, ngapain pakai jilbab – salat 5 waktu – puasa belasan jam waktu ramadan kemarin? Kan mending milih ke gereja, cuma seminggu sekali, pakaian bebas, bisa pamer-pamer rambut Sunsilk-ku yang hitam lebat iniĀ *pinjemSisirDong* hihihi.

Yang saya tidak percaya, keimanan saya terhadap Islam harus ditingkatkan dengan penolakan saya terhadap kepercayaan ritual orang lain. Kalau soal muamalah sih harusnya banyak sekali yang mirip-mirip.

Prinsip-prinsip kebenaran universal macam kejujuran-kerja keras-kesederhanaan-keikhlasan-empati dsb – terukir jelas di kitab agama masing-masing. Tak terbantahkan. Absolut.

Damai terus bumi Indonesia tercinta. Tempat bersatunya berbagai macam agama dan kepercayaan, suku dan bangsa, bahasa dan ragam budaya.

Persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan kita sebagai bangsa Indonesia. Kalau kita bersatu, pihak mana pun hanya akan menemui kesia-siaan jika ingin mencoba mengail di air keruhĀ . Biarkan saja belahan dunia lain rusuh. Tugas kita mendoakan dan mendamaikan. Bukan ikut ribut ya, Cyiiiinnn. Bagi-bagiin handuk basah buat mendinginkan kepalaĀ .

ā€œWhen there is no enemy within, the enemies outside cannot hurt you.ā€ā€• Winston Churchill

Satu lagi dari Gus Nuril …

“Kalau sampeyan sudah mengakui Tuhan sebagai Yang Maha Kasih, menjadi anak-anak Tuhan, maka kewajiban anda semua mengaplikasikan makna Sang Pengasih itu dalam kehidupan sehari-hari.” -Gus Nuril-

Mari kita hadirkan Sang Maha Kasih, Ar Rahman Ar Rahiim, dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selamat merayakan Natal 2013 kepada saudara-saudariku yang merayakanĀ .

“There’s A Place InYour Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow…”

Heal The World – Michael Jackson