balad jeddah arab saudi

Berbelanja di Balad Jeddah, Serasa Berbelanja di Indonesia

Jemaah umrah dan naik haji asal Indonesia, seharusnya sangat familiar dengan daerah Balad Jeddah ini. Belanja di Balad Jeddah Arab Saudi sepertinya sudah menjadi itinerary standar :D. Balad Jeddah ini sebenarnya bagian dari distrik Al Balad maksudnya, sedangkan tempat belanja yang terkenal itu adalah Corniche Commercial Center dan sekitarnya.

Ini agak mikir-mikir juga saat menulisnya, karena Mama Gober jarang benar belanja-belanja ke Balad Jeddah (dan tempat belanja lainnya hahaha). Tapi saya sempat ke Balad Jeddah juga saat menemani kerabat atau teman (yang kebetulan lagi umrah dan ketemuan di Jeddah) untuk belanja ke sana.

Kalau ke daerah Balad Jeddah ini akan sering banget berpapasan dengan orang Indonesia. Tapi sebenarnya lebih banyak lagi orang Filipina. Jangan heran kalo para penjual di sini tidak sedikit yang fasih berbahasa Indonesia walau asalnya bukan dari Indonesia. Ketahuan yaaa, yang sering berfoya-foya disini ya orang Indonesia hahaha *kibasDuit*.

Balad Jeddah
Corniche Commercial Center

Sebagain toko-toko di sana pun menggunakan nama-nama yang “provokatif” misalnya : “Toko Ali Murah”, “Toko Gani Murah”, “Toko Noor murah”, “Toko Kamal Murah”, dll.

Penjaga toko punya berbagai cara menarik perhatian calon pembeli. Saya pikir  mereka tahunya panggilan standar kepada pelanggan seperti, “Siti Rohmah, Siti Rohmah, ayo belanja.”

Terakhir saya ke Balad Jeddah , mereka sudah lebih kreatif : “Ayo Bunda Cantik, Bunda Cantik, mampir Bunda Cantik” *ihiiiyyy*. Jadi setiap ada jemaah umrah perempuan dengan ciri fisik ala orang Indonesia yang lewat (kelihatan biasanya dari seragam atau cara berpakaian), yang tua maupun yang muda, langsung kena rayuan ‘maut’ tadi. Bisa saja hahaha.

Tapi percayalah harga-harga yang ditawarkan si ‘Toko X Murah’ ini sama sekali enggak murah :p.

Balad Jeddah

Info yang cukup hits adalah belanja di sana bisa pake rupiah lho! Jadi enggak perlu ribet menukar ke riyal. Memang tidak di semua toko/gerai mau, tapi pada umumnya bisa kok ;).

Jualan apa aja sih di sini? Walah, rupa-rupa banget jualannya.

Mulai dari oleh-oleh khas Arab Saudi seperti : kurma, sajadah, coklat-coklat an, kue-kue an, dsb. Barang-barang elektronik juga mudah ditemukan. Segala emas dan aneka rupa perhiasan juga ada. Teman-teman saya juga mondar mandir ke wilayah sini untuk membeli abaya.

Parfum pun banyak, mulai dari yang asli sampe yang KW kesekian. Tas-tas pun juga sama. Tapi barang KW di sini enggak semeriah dan sebanyak kalau di Indonesia sih ya hehehe. Haram yaaaa ibu-ibu hukumnya pake barang KW :p.

Sampai dipisahin sampai berapa paragraf nih saking banyaknya jenis jualan di sini :D. Ada juga gerai-gerai original seperti Crocs, Giordano, Casio, dll yang ‘berani’ buka lapak di sini. Dijamin asli kalau toko-toko sepert ini (y).

Supermarket pun tidak ketinggalan. Termasuk favorit saya si Khaled Bawasir ada di Balad, cuma enggak sanggup kalau belanja di cabang yang sini, ruameeeeeeeee gak kira-kira *ngelapKeringat*. Terus ada juga swalayan-swalayan yang lain.

Jual beli pulsa juga komplit, jadi kayak mangga dua saja, ya. Beberapa orang mengasosiasikan tempat belanja di Balad dengan Tanah Abang. Tapi buat saya Balad ini lebih nyaman dan enggak terlalu banyak senggol-senggolan :D.

Tempat jajan Indonesia juga rame di Balad Jeddah. Ada Rumah Makan Rasela dengan berbagai macam menu nasi goreng, sop buntut, ikan/ayam bakar/goreng, gado-gado, mie ayam, bakso, aneka jus, dan di rak deket pintu depannya juga jualan snack khas lokal Indonesia. Ada juga rumah makan Garuda yang konon jualannya itu juaranya mie ayam.

Dan tentu saja si bakso Mang Oedin. Terkenal banget tempatnya. Saya pribadi sih enggak terlalu suka nongkrong di Mang Oedin. Tempatnya terbuka jadi berangin banget. Sangat enggak nyaman kalau datangnya bareng anak-anak kecil. Mana menurut saya baksonya terlalu berminyak dan kurang cocok dengan selera saya. Mang Oedin juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng. Tapi sumpe deeeh, rasanya juga kurang enak!

Minta ampun dulu sama yang punya ya hahahaha :p. Lagian makanan itu kan soal selera ya ;). Banyak juga kok yang ngefans dengan Mang Oedin ini (y).

Bakso mang oedin

Sebaiknya kalau mau mendapat harga yang oke saat belanja di Balad Jeddah sebaiknya seragam umrahnya tinggalin di hotel saja. Pinjam abaya hitam dari siapa gitu hehehe. Atau beli sendiri juga boleh lho :p.

Kemungkinan para penjual di sana menyangka kalau jemaah umrah kurang tahu harga dan biasanya memang enggak punya pilihan tempat lain buat belanja. Kadang karena keterbatasan waktu juga, kan?

Kelebihan Balad Jeddah ini karena penjualnya memang tidak sedikit yang fasih berbahasa Indonesia ;). Tempat lain banyak loh sebenarnya yang lebih murah  tapi ya gitu … lokasinya kurang terkenal dan dijamin enggak banyak bahkan tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia :D.

Cara Mengedit Video dengan Movie Maker : Membuat Video dari Kumpulan Foto

Cara mengedit video dengan movie maker enggak susah kok. Hanya saja, kadang-kadang, video tidak punya tapi koleksi foto kita segabruk-gabruk hehe. Nah, koleksi foto ini juga bisa dijadikan video :D. Kita bisa membuat video dari kumpulan foto menggunakan Windows Movie Maker . Aplikasi ini biasanya bawaan otomatis dari Windows.

Saya sendiri sudah keburu pewe dengan GoPro Studio hehe. Tapi sebenarnya fitur-fitur di Movie Maker juga sudah cukup mumpuni (y). Apalagi kalau cuma buat gabung-gabungin foto hehe.

Biasanya kalau video dari kumpulan foto juga bisa menggunakan suara latar + backsound musik. Nah, dua-duanya bisa diakomodasi oleh Windows Movie Maker ;). Animasi untuk pergerakan foto juga cukup variatif jadi kumpulan fotonya lebih hidup kayak video. Transisi antar frame juga bisa diatur per frame. Tidak harus seragam biar enggak monoton.

Langkah-langkahnya relatif mudah. Cara mengedit video dengan movie maker dari kumpulan foto jelas lebih ringkas dan tidak sulit sih harusnya. Karena hanya menyatukan gambar-gambar tidak bergerak. Kalau mengedit video kan adegan dan timing harus pas ya :D.

  1. Search aplikasi di Windows dengan mengetikkan “Windows Movie Maker”. Nanti keluar file .exe nya tinggal diklik saja. Di tab Home, klik  “Add Videos and photos”.
cara mengedit video dengan movie maker
Klik “Add Videos and Photos” pada tab “Home”

2. Nanti tinggal masuk ke folder kumpulan foto yang ingin dijadikan klip-klip dalam video. Sebaiknya foto-fotonya sudah ditaruh dalam satu folder yang sama ya biar enggak ribet bolak-balik “add”.

Setelah di-add, foto-foto tersebut akan muncul di sebelah kanan seperti contoh gambar di bawah. Yang harus diedit umumnya durasi waktu tiap foto. Bisa dibikin seragam berlaku buat “all pics” atau diedit per foto. Kan kadang kita pengin foto yang ada kita-nya misalnya munculnya lebih lama. 1 menit sendiri kalau perlu hahahaha :p.

cara mengedit video dengan movie maker

3. Setelah itu, masukkan musik sebagai latar belakang. Kalau ingin me-monetize video via youtube, pastikan musik latarnya tidak tergolong pelanggaran hak cipta ya. Silakan masuk ke audio library di situsnya Youtube buat nyari-nyari musik yang “gratis”. Banyak banget pilihannya ^_^.

Selain musik, kita juga bisa menambahkan suara sebagai narasi. Jadi video akan memiliki 2 suara : musik dan suara kita sebagai narasi misalnya. Bisa diatur setting volume biar enggak tabrakan :D. Misalnya kalau narasi muncul, suara musik dipelanin. Kalau tanpa narasi, musik latar bisa di volume normal.

Klik “Record Naration” (yang dilingkari biru) untuk menambahkan narasi. Klik “Add music” untuk musik latar belakang (yang dilingkari kuning). Keduanya ada di tab “Home”.

cara mengedit video dengan movie maker

4. Setelah itu baru deh edit-edit animasinya. Biar foto tidak monoton bisa diset biar fotonya bergerak. Tapi gerakannya satu arah. Kalau beleber ke sana kemari bingung nanti yang nonton hahaha :p.

Biar enggak bosan, tiap foto sebaiknya memiliki animasi gerakan yang berbeda-beda. MIsalnya, foto pertama, arahnya bergerak ke kiri. Foto kedua, dimulai dari tengah. Foto ketiga, arahnya bergerah ke atas, dst.

Nah, Windows Movie Maker sudah menyediakan berbagai alternatif animasi pergerakan foto.

Untuk setting animasi pergerakan foto, adanya di sebelah kanan layar di bawah, ya.

Selanjutnya setting untuk transisi. Adanya di sebelah kiri layar seperti gambar di bawah ini. Kedua settingan animasi pergerakan foto dan transisi antar frame ada di tab “Animations”.

Transisi tiap frame bisa dibikin seragam. Tapi biar enggak monoton, bisa dibuat beda-beda tiap perpindahan frame ;).

cara mengedit video dengan movie maker

 

Nah, segitu aja sebenarnya editing dasar untuk membuat video dari kumpulan foto menggunakan Windows Movie Maker. Sisanya bisa dieksplorasi sendiri ya hehehe. Pilihan-pilihannya masih banyak, sih. Kalau saya pribadi biasanya memang simpel begitu saja kalau bikin video dari kumpulan foto.

Mungkin nanti kalau sudah bisa teknik lain bisa dishare lagi. Atau kalian yang punya masukan juga boleh, lho hehehe. Saling berbagai ilmu ya ^_^.

Ini lagi contoh vlog saya yang saya buat dari susunan foto selain dari yang mejeng paling atas itu. Kebanyakan memang foto-foto dari Irlandia :

Waktu itu belum era GoPro hihihi. Masih males bikin video. Tapi kumpulan foto segambreng. Nanti yang dari Arab Saudi juga mau dikumpulin lagi. Di Saudi apalagi, belum kepikiran deh bikin-bikin video sibuk sama adek bayi hihihihi.

Video lain yang non traveling yang menerapkan metode membuat video dari kumpulan foto juga pernah saya buat. Yang ini tanpa narasi. Sekadar untuk melengkapi postingan di blog tentang tips-tips gitu-gitulah hehehe. Mudah-mudahan nanti bisa bikin yang lebih maknyus :D.

https://www.youtube.com/watch?v=7DXxIKEVn8c

Cara membuat gula kacang ampyang kacang gula merah

Cara Membuat Gula Kacang (Ampyang Kacang Gula Merah)

Cara membuat gula kacang (Ampyang kacang) ini ternyata tidak sulit sama sekali. Soalnya sering yaaaa, kalau sudah berlabel kue tradisional sudah jiper dulu mau bikinnya hehehe.

Gula kacang ini cemilan kegemaran sejak kecil :D. Emang anaknya sweet tooth banget, deh. Pas udah kekinian, cemilan favorit ya tidak jauh-jauh dari bolu manis, roti manis dan coklat-coklatan. Enggak doyan keju-kejuan.

Apalagi kalau sudah duet maut : coklat + kacang atau coklat + pisang, beeeeuuuhhh, habis disikat sendiri! :D. Terus terngiang-ngiang gambar ini huhuhu :

Cara Membuat Gula Kacang
Gambar : pixabay.com

 

 

Dulu sih beli di warung-warung dekat rumah banyak yang jualan. Mama saya tidak pernah sih bikin cemilan gula kacang ini. Ya karena mungkin mudah didapatkan dan harganya juga murah lah ya. Ngapain bikin hihihi.

Tapi kids zaman old mah sesekali kangen lah cemilan masa kecil. Apalagi kalau lagi hamil. Duh Gustiiiiii, lagi malas-malasnya masak tapi ini perut rewelnya minta makan macam-macam.

Untuk membuat gula kacang (ampyang kacang gula merah) yang endessss, pakailah gula merah kualitas bagus. Terus ya, pas masak gula merah, masukin kacangnya saat air rebusan gula merahnya sudah habis atau at least tinggal dikit banget.

Kalau masukin kacangnya terlalu cepat, hasilnya nanti lengket :(. Ini resepnya ya :

Cara Membuat Gula Kacang (Ampyang Kacang Gula Merah)

Bahan :
  • Kacang tanah kira-kira 300 gr. Sangrai di wajan atau bisa dibakar dalam oven. Disangrai saja deh yang lebih praktis :D.
  • Gula merah 200 gr
  • Jahe 2cm, iris tipis-tipis terus geprek
  • Air matang 50 ml
  • Garam sedikit
Cara Membuat :
  • Tuangkan air ke dalam wajan. Masukkan gula merah. Didihkan
  • Masukkan jahe dan garam. Aduk rata.
  • Tunggu sampai air mulai kering dan gula merahnya mengental. Matikan api.
  • Lalu masukkan kacang dan aduk-aduk rata. Jangan lama-lama ya ngaduknya nanti gulanya keburu keras lagi hehehe.
  • Ambil adonan sesendok demi sesendok taruh di atas wadah. Saya pakai aluminiun foil hihihi. Biasanya sih kertas roti ya. Enggak penah beli kertas roti sih :D.
  • Tunggu sampai kering. Siap dicemilin ;).

 

Cara membuat gula kacang ampyang kacang gula merah

Sekarang ini sudah agak jarang bikin-bikin cemilan gula kacang. Salah satu penyebabnya karena di rumah gak ada yang doyan kecuali saya :(. Orang rumah yang lain senengnya cemilan asin. Kalau pun doyan yang manis-manis ya biasanya karena ada coklatnya gitu.

Walau gak nyambung hihihihi, ini salah satu penganan yang disukai orang rumah. Ya gimana enggak melar ya sejak tinggal di Texas ini, ngunyah mulu *tutupMuka*. Masih ingat Food Combining, cuma dalam seminggu ya paling kuat 2-3 hari saja. Sisanya ya begitulah hahaha.

Ini ya, langsung vlognya saja, live dari Dapur Davincka nih, Brownies Pisang Coklat tapi versi dobel coklat :D.

Istiklal Street Istanbul jalan-jalan

Galata Tower dan Istiklal Street di Istanbul Turki

Ini sebenarnya cerita jalan-jalan dari Istanbul pas ke Galata Tower dan Istiklal Street. Tapi mau ngobrol dikit soal cerita lucu pas jalan-jalan ke Swiss tempo hari.

Dari dalam tram dari arah Bahnhof-Bern saya ngikik melihat salah satu plang di sebuah gedung yang kami lewati. Saya langsung cerita ke suami, “Masa di sini ada yang namanya Bank Eek.”

Hahaha. Bener kan, pas mau pulang kami sengaja jalan kaki menuju Bahnhof biar bisa foto-foto depan Bank Eek :p. Googling it yourself kalau gak percaya . Bank Eek salah satu nama bank di Swiss.

Bahnhof itu artinya stasiun kereta dalam bahasa Jerman .

Beda Swiss beda Turki. Di Turki kami berdua kembali cekikikan melihat salah satu nama restoran yang terpampang gede-gede di sebuah bangunan, “Konak Kebab”.

See it yourself in this vlog/video hahaha .

https://www.youtube.com/watch?v=Yz-ZKDv8dO0

Konak Kebab itu letaknya di salah satu sisi jalan Istiklal, Istanbul.

Istiklal Street, juga dikenal dengan Istiklal Avenue, salah satu nama jalan yang paling terkenal di Kota Istanbul Turki. Sepanjang 1.5 km, jalanan ini ramai dikunjungi oleh jutaan orang setiap hari. Baik oleh penduduk lokal maupun turis asing.

Istiklal Street terletak di Distrik Pera, salah satu wilayah bersejarah di Istanbul. Distrik Pera kini dikenal dengan nama Distrik Beyoglu.

Bangunan-bangunan lama dengan arsitektur khas Ottoman masih terlihat di sisi kiri dan kanan jalan. Walaupun bangunan tua tapi modelnya tetap dipertahankan.

Galata Tower dan Istiklal Street Istanbul
Istiklal Street, pic by Dani Rosyadi

Kini, gedung-gedung di sepanjang Jalan Istiklal ini berfungsi sebagai butik-butik pakaian ternama level dunia. Banyak juga toko yang menjual suvenir khas Turki, rumah makan, dan penjual karpet.

Setelah menyusuri Istiklal Street kita akan menemukan lokasi Galata Tower, salah satu landmark terkenal di Kota Istanbul Turki. Galata Tower didirikan pertama kali oleh Pemerintahan Genoa di pertengahan abad ke-14.

Awalnya berfungsi sebagai Tower of Christ sebelum akhirnya Galata Tower menjadi menara pengawas kebakaran di masa pemerintahan Ottoman.

Ternyata memang kebudayaan di dunia ini luasnya enggak kira-kira ya. Termasuk persoalan bahasa tadi. Banyak kata-kata dalam bahasa tertentu bisa berarti positif, tapi ternyata kata yang persis sama bisa berbalik 180 derajat dalam bahasa lain :D.

Dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia juga banyak kasus yang sama. Saya dan suami saya sendiri datang dari 2 suku yang berbeda. Saya Bugis dari Pulau Sulawesi. Suami saya asli Minang dari daratan Sumatera. Ada beberapa kata yang berbalik maknanya dalam bahasa daerah kami masing-masing.

Tahukah kalian kalau istilah “Iyo” dalam bahasa Minang dan bahasa Bugis sama-sama berarti “Iya”. Tetapi dalam adat Minang, “Iyo” itu artinya netral atau cukup halus jadi bisa digunakan kepada orang yang lebih tua.

Sementara dalam adat Sulawesi Selatan, kata “Iyo” maknanya agak kasar dan hanya boleh dipergunakan kepada teman sepergaulan. Kalau sampai berani bilang “iyo” kepada orang tua walaaaahhh…cilaka berat hahaha :p.

Selain itu, bahasa Indonesia sebenarnya juga banyak menyerap kata-kata dari bahasa lain. Bahasa Arab, Sansekerta, Melayu apalagi. Tapi ada beberapa kata dalam bahasa Spanyol yang arti dan pelafalannya serta penulisannya hampir persis lho dengan bahasa Indonesia. Seperti kata Bandera, artinya sama dengan Bendera cuma beda satu huruf doang.

Hati-hati juga dengan nama dalam bahasa Arab. Karena misalnya Jaml, atau disebut Jamal, itu artinya Unta lho hehehe. Mungkin yang dimaksudkan oleh orang tua yang memberi nama adalah Jamaalun, yang artinya cantik/bagus dan semacamnya. Sebaiknya diberikan nama Jamiila atau Jamaluddin sekalian hehe. Jangan Jamal-jamal aja :p.

Apalagi tuh contoh paling pertama, kata “Eek” hahaha. Gila banget kan beda artinya :p. Di Swiss dijadikan nama bank pula. Ya siapa yang mau nabung “Eek” di bank hayoooooo hahahaha :p.

Gosipnya kejauhan. Balik ke Istiklal Street lagi. Sayang nih, foto-foto tentang Istiklal Street adanya di laptop saya. Laptop saya rusak. Makanya nih, agak ngadat ngeblog dan ngevlognya huhuhu. Harus numpang di laptop suami sementara :(.

Kami ke Istiklal Street ini di akhir Juni hingga awal Juli tahun 2016 kemarin. Mampir sebentar sebelum mudik ke Jakarta untuk lebaran. Agak sepi saat kami melintasi Istiklal Street. Soalnya musim panas lagi hot-hotnya di sana dan kebetulan pas Ramadan pula :).

Suami saya yang pernah mengunjungi Istanbul di musim semi tahun 2013 bilang, saat musim semi jumlah wisatawan membludak gila-gilaan di Istanbul. Pas ke Istiklal Street, padetnya gak ketulungan hehe. Mungkin juga rangkain peristiwa terorisme di berbagai wilayah Turki membuat turisme di sana agak macet ya :(. Semoga segera membaik lagi. Aamiin <3.

Istanbul, salah satu pusat budaya dunia yang sayang kalau dilewatkan.

Ini vlog yang lain tentang kota Istanbul ;).

https://www.youtube.com/watch?v=wgRA7WKLLeg

 

Singaparna, Toko Kelontong Khas Indonesia di Jeddah

Bernostalgia dengan Singaparna dulu, nih. Toko kelontong khas Indonesia di Jeddah yang letaknya di distrik Sharafiyah. Distrik ini, bersama dengan Distrik Bagdadiyah, memang terkenal sebagai “markas”nya orang-orang Indonesia hehehe. Pemukim asal Indonesia banyak yang tinggal di wilayah-wilayah ini.

Enggak heran kalau di Sharafiyah dan Bagdadiyah adalah lokasi paling tepat untuk menemukan toko-toko khas Indonesia. Termasuk si Singapurna nan hits :D.

Siapa sih para mama asal Indonesia yang bermukim di Jeddah yang tidak pernah mampir ke toko satu ini?Singaparna menjual bumbu-bumbu dapur khas Indonesia seperti lengkuas, kluwek, daun jeruk, jeruk limau, tahu-tempe, bakso, bumbu pecel, dsb.

Lengkap loh soal bumbu-bumbu an ini di Jeddah. Saking banyaknya pendatang asal Indonesia kali yah, sampai-sampai jengkol pun bukan barang langka di Jeddah :P. Pernah ditawarin oncom juga. Duh, saya enggak paham oncom dimasak apa, belum ngerti combro waktu itu hihihi.

Di Texas pun tidak sulit menemukan bumbu-bumbu khas Indonesia. Apalagi kalau ke Ranch Market 99 di kota Plano tuh. Lengkap banget rasanya ;). Yang agak challenging itu ya di Teheran sama di Ireland. Di ibukota Dublin pun belum tentu selengkap yang di Texas atau di Jeddah.

Toko Singaparna sendiri letaknya di distrik Sharafiyah. Malah Singaparna membuka 2 gerai sekaligus di satu ruas jalan yang sama di Sharafiyah ini. Maklum aja, seperti saya bilang di awal. Sharafiyah ini ibarat base-camp nya para warga asal Indonesia. Tidak sulit menemukan orang-orang Indonesia yang bermukim di distrik ini.

Malah saking terkenalnya, Singaparna sering menjadi meeting point buat ketemuan dengan sesama teman yang kebetulan lagi tinggal di Jeddah juga. Saya misalnya, waktu itu janjian dengan teman yang baru datang dari Jakarta.

Suami teman saya sudah datang duluan dan tinggal di Jeddah. Tempat yang sama-sama kita tahu persis cuma Singaparna itu. Jadinya janjian bertemu pertama kali di Jeddah ya di sana :D. Hai Ibun Dian, ingatkah pertemuan kita yang pertama itu? Hihihi.

Toko ini tidak hanya menjual bumbu-bumbu khas indonesia saja kok. Singaparna juga menjual aneka snack lokal khas Saudi, bumbu-bumbu dapur khas filipina juga ada, bumbu-bumbu dapur umum juga ada di sini.

Bisa pula  didapatkan barang-barang lain khas indonesia seperti minyak telon, lotion merk ‘Citra’, produk-produk lulur, shampoo merk lokal Indonesia, macem-macem deh, balsem cap kaki 3 pun ada :p.

Nemu booo foto singaparna di https://www.aksesdeplu.com hihihihi.

Nih kayak gini suasana di kasirnya, dulu waktu saya masih di sana pun masih persis kaya gini :D, termasuk si mas-mas penjaga kasirnya masih yg iniiii :D.

Kalau pagi biasanya jualan jajanan khas Indonesia juga loh, seperti aneka gorengan (tahu isi, risoles, dll), nasi kuning + lauk, nasi uduk, somay, ketoprak, martabak, dan lain-lain.

Biasanya konsumen di pagi hari rata-rata para bujang yang kebetulan enggak bawa istri maupun yang bujang beneran alias belum punya istri. Lumayan kan buat sarapan tanpa perlu repot.

Harganya pun oke punya. Contohnya : satu paket nasi kuning komplit (lauknya sepotong daging, setengah telor rebus, tahu balado) bisa didapatkan dengan harga 3 sr saja (sr = saudi riyal), kalau dirupiahkan kira-kira 7 rb perak! Enggak mahal-mahal amat kaaannnn ;). Ini harga tahun 2011 sih, entah sekarang sudah naik apa belum.

Tapi ya gitu deh, karena segala kemudahan itulah, jadi males banget masuk dapur pas di Jeddah hehehe.