Perempuan, dari Masa ke Masa

Tiap zaman punya figur perempuan idola masing-masing. Konon, 2 abad sebelumnya, justru perempuan dengan bentuk tubuh “penuh berisi” adalah gambaran ideal di masanya.

Sekarang? Bahkan suplemen pelangsing ada yang sukses dijajakan lewat jalur MLM. Tidak sedikit perempuan yang mati-matian mencoba diet ini itu demi melangsingkan tubuh.

Gambar : pixabay.com

Lalu tahun 80 an, rambut super keriting megar ke mana-mana sempat menjadi tren. Padahal tahun 70 an, rambut lurus panjang belah tengah yang digila-gilai kaum perempuan.

“Ketetapan” atas gelar “perempuan terhormat” atau apalah-apalah juga datang dari ranah agama. Sebut saja, kewajiban menutup tubuh dari atas ke bawah. Berlindung atas perintah Tuhan. Jangankan modelnya, sampai-sampai ada yang berkeras bahwa warnanya pun konon “dibatasi”.

Tidak boleh yang menyolok. Menyolok menurut siapa? Ya suka-suka yang bikin aturan. Jangan yang merah jambu, jangan warna kuning, tanpa motif. Ya biar gampang, pakai hitam saja!

Kalau melanggar, bersiaplah kena “hukuman”. Hukumannya ya macam-macam. Bisa saja situ diperkosa. Itu salahmu sendiri. Siapa suruh pakai gincu merah menyala dengan atasan ungu menggoda pakai bawahan di atas lutut pula dengan warna oranye menggigit.

Pokoknya … perempuan yang salah! Huhuhu .

Karena laki-laki itu enggak bisa digituin. Pada dasarnya laki-laki ya laki-laki. Mereka memang diciptakan untuk “memperkosa” apa gimana ya enggak paham juga. Pokoknya mereka harus dijaga matanya, dijaga nafsunya. Siapa yang menjaga? Ya perempuan! Zzzzzz -_-.

Kata siapa? Eit, kata Tuhan lho ini, lalu buru-buru mengeluarkan dalil-dalil penuh ancaman dengan hentakan pamungkas, “Itulah mengapa perempuan banyak yang menjadi penghuni neraka.”

Anehnya, setiap zaman ngotot sekali figur perempuan idola harus SERAGAM dari masa ke masa.

Hingga kisruh beberapa waktu lalu terkait salah satu pahlawan perempuan dari Serambi Mekkah, “Ah, cilaka! Mengapa Cut Meutia, pahlawan muslimah itu, bisa-bisanya tampil tanpa penutup kepala di lembaran uang resmi Republik ini?”

Konspirasi apa ini? Lihatlah, umat Islam hendak dihancurkan! Saksikanlah, begitu keras “,ereka” berupaya melawan syariat!

Saya tidak pernah mengerti siapakah “mereka”, monster jahat yang entah mengapa selalu saja hendak menghancurkan Islam. Apa pun yang kita lakukan hanyalah kesia-siaan belaka karena mereka, PASTI akan menghancurkan Islam. Alasannya apa? Ya enggak tahu pokoknya jahat ajah. Titik. Siapa? Ya mbuh! Pokoknya mereka!

Sampai-sampai cicit dari Cut Meutia pun harus ikut bersuara menerangkan ini dan itu. Suara dan penjelasan pemerintah ya tentu hanya debu ditiup angin. Pemerintah kan bagian dari konspirasi *kunyahUangKertas*. Tetap saja perlawanan harus ditegakkan, katanya.

Gambar : pixabay.com

 

Kalau beliau paham agama ya PASTI beliau pakai jilbab. Anda paham logika kalimat ini?

Jika A maka B.
Jika A (“beliau paham agama”) MAKA B (“beliau pakai jilbab”)
Beliau ini mengacu ke perempuan, ya.

Dalam logika matematika :

A = benar, B = benar , DIANGGAP BENAR
Beliau paham agama dan beliau pakai jilbab

A = salah, B = benar, DIANGGAP BENAR
Beliau tidak paham agama dan beliau pakai jilab

A = salah, B = salah, DIANGGAP BENAR
Beliau tidak paham agama dan beliau tidak pakai jilbab

A = benar, B = salah, DIANGGAP SALAH
Beliau paham agama dan beliau tidak pakai jilbab

Kalimat terakhir dianggap SALAH.

Berarti satu-satunya kemungkinan yang bisa membenarkan logika tersebut manakala beliau tidak pakai jilbab adalah karena BELIAU TIDAK PAHAM AGAMA. Zzzzzz .

Makanya, orang-orang ini ngotot kalau Cut Meutia kudu pakai jilbab. Terserah deh ada bukti enggak ya pokoknya harus pakai jilbab.

Toh konon kesaksian dan bukti foto datangnya dari kompeni yang jelas-jelas kafir dan tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Tapi nanti kalau ada foto-foto lain yang pesannya “bagus” tidak apa-apa ya dijadikan bukti sejarah? Tidak perlu di-tabayyun-kan? *kunyahFotoAntik*.

Gambar : pixabay.com

 

Sebenarnya busana kan memang bagian dari budaya. Zaman dahulu ya terimalah kenyataan kalau busana muslimah ya memang bukan yang seperti sekarang yang ngotot kalian jadikan “ACUAN KEIMANAN” tunggal .

Memangnya zaman dulu tidak ada ulama-ulama besar yang mengerti agama? Wah, ini tuduhan yang berat lho hehehe. Sejak abad ke-17, kaum alim ulama sudah mulai menyebarkan Islam di tanah air.

Kalau pakaiannya tidak seperti yang kalian mau ya mungkin lepaskan kacamata kuda kalian . Lihatlah dunia dari berbagai sudut pandang dari masa ke masa.

Biar tidak kaget kalau misalnya film mengenai Kesultanan Ottoman yang tempo hari diputar di salah satu televisi swasta menayangkan bahwa Sang Khalifah selirnya banyak. Karena memang begitulah adanya di masa itu :).

Isu poligami dan perbudakan memang bagian dari cara hidup masa lalu yang dulu-dulunya dianggap WAJAR . Yang tidak wajar itu adalah kalian yang tetap memaksakan keduanya harus ada hanya karena tercantum dalam kitab suci dan kitab suci itu sifatnya kekal.

Kalau pahamnya begini (ngotot mengusung poligami dan perbudakan) ya wajar pada takut sama Islam ya hehehe.

Gambar : pixabay.com

 

Soal perempuan memang tidak lepas dari pengaruh agama. Entah mengapa ya, agama itu kesannya memang misoginis, agama yang mana pun.

Makanya katanya ada poligami, kan kasihan para janda. Emangnya para janda sudah selesai hidupnya kalau tidak segera dikawini? Ya belum tentu juga kaaaaan. Zaman sudah berubah ^_^. Sudah banyak perempuan sanggup mandiri dan tetap bisa mengurus rumah tangga tanpa kehadiran suami.

Justru para duda yang kayaknya sulit melajang lama-lama, yes? Wajar. Kan sudah biasa diladeni segala macam ^_^. Coba saja dilihat di kehidupan sehari-hari. Duda vs Janda lebih “tahan” yang mana tanpa pasangan? :D.

Anehnya, janda yang suka kena cap macam-macam. Janda kembang lah, janda gatel lah. Kalau duda katanya duren, duda keren. Aiiiihhh :p.

Laki-laki, kalau bantu ngurus anak ya malah keren, suami sempurna. Kalau ogah ngurus anak bisa pakai alasan, “Kasihan, dia dari pagi sampai malam cari uang. Bagi tugas ajalah.”

Coba kalau perempuan! Hahahaha. Dia di rumah = oon, menyia-nyiakan ijazah. Dia kerja di luar rumah = durhaka, enggak mau ngurus anak dst dst dst.

Makanya, jadi laki-laki itu menjadi privilege tersendiri ya? Hehehe.

Gambar : pixabay.com

 

Laki-laki suka merasa perempuan ribet. Lah situ yang bikin ribet. Segala baju dan kegiatan sehari-hari diurusin. Soalnya katanya perempuan makhluk yang lemah. Wah ini tinggal balik lagi ke cerita tentang janda vs duda di atas hehehe.

Semoga makin ke sini, perempuan makin berani ya menunjukkan rasa percaya diri. Semoga hukum dan keadilan juga jangan terus-terusan mendiskreditkan perempuan. Di kasus-kasus perkosaan misalnya. Apalagi jika menimpa wanita dewasa, status janda dst. Itu bisa ke mana-mana dah komennya :(.

Benci banget sama istilah “kehilangan kehormatan” bagi perempuan yang diperkosa. Yang hilang kehormatan ya pelakuknya kali aaaaahhhhh -_-.  Duh, udah emosi. Udahan ah nulisnya >_<.

 

film 500 days of summer

There’s Always An Autumn After (500 Days of) Summer

Review ala-ala untuk film 500 days of Summer ceritanya :p. Ini film lawas yang enggak sengaja ketemu di semacam list 20 film komedi-romantis yang “layak tonton”. So-so aja sih ceritanya.

Yang bikin seru adalah perang komen di beberapa klip film 500 days of Summer yang ada di youtube hihihihi. Kirain di FB saja yang pada doyan berantem minim faedah hahaha. Ternyata, ada juga yang  punya waktu lebih untuk eyel-eyelan di Youtube :p.

Oiya, jangan lupa dong subscribe ke channel youtube saya di sini 😀 (tema channel : traveling, skincare review, resep masakan  Indonesia, suka duka tinggal di luar negeri).

Balik ke komen-komen tentang film 500 days of Summer tadi …

Sebagian besar membahas soal “pesan” apa sebenarnya yang pengin disampaikan oleh film ini. Ye kan tergantung yang nonton aja kaliiiiii. Lagian ini film ringan buat ditonton santai-santai sambil gegoleran. Ceritanya juga enggak rumit. Mayan ketebak alurnya.

Endingnya, walau cheesy tapi lumayan bikin geregetan. Endingnya ini nih yang bikin komen-komenan rameeeee :D.

Maaf nih, kayaknya bakal spoiler yak. Akyu bingung kalau ngomongin pilem tapi enggak bahas endingnya. Sungkem dulu. Kalau masih penasaran pengin nonton, tulisan ini dibaca entar-an ajah.

film 500 days of summer
Gambar : amazon.com

Ah ya, pemerannya juga cantik banget, si Zooey Deschanel. Berhubung saya penggemar berat Dr Temperance Brennan di Bones, baik karena karakternya yang pinter warbyasak juga karena tampangnya yang kece banget. Nah pemeran-pemerannya itu adek kakak, yang di Bones itu Emily Deschanel.

Matanya itu lhoooooo ck ck ck. Itu karena pengaruh eye liner apa gimana sih? Hihihi. Tapi warna mata mereka juga cakep sih, ya. Hayoo yang kakak yang mana, yang adek yang maneeeeee.

Emily Deschanel & Zooey Deschanel

Mari kita fokus kembali ke film 500 days of Summer nya, sampai mana tadiiiiiii … beklah, dari awal dulu lah.

Storyline film berkisar soal seorang pria, Tom Hansen (Josep Gordon-Levitt) yang naksir berat dengan cewek imut, Summer (Zooey Deschanel). Summer muncul pertama kali sebagai seorang pegawai baru di kantor yang sama dengan Tom.  Saking imutnya, Tom macam jatuh hati pada pandangan pertama kepada Summer.

Tom ini percaya soal cinta sejati, takdir, bla bla bla, yadda yadda yadda. Sementara kayaknya si Summer tidak terlalu serius soal-soal beginian. Dese kayaknya lebih serius mikirin penampilan dan potongan rambut segala macam hehehe.

Enggak sinkron dari awal, tapi ya gimana, namanya kadung sudah jatuh cinta. Hajar teroooosssss :D.

Singkat cerita, mereka akhirnya jadi dekat. Walau kelihatan ya, Summer was doing it just for fun. Sementara Tom udah kayak Pangeran ketemu Cinderalla dah *pukPukTom*. Jadinya ketebak, bubar deh hubungannya.

Pas putus, Tom kayak yang hilang arah begitu. Mendadak dangdut dan seterusnya. Lalu akhirnya tidak percaya lagi deh sama yang namanya cinta sejati dan segala nganu-nganu nya tadi. Sampai akhirnya resign segala. Summer sudah resign duluan.

Terus Tom kan tadinya pengin jadi arsitek tapi enggak lanjutin kuliah dan malah bekerja menjadi copy writer di perusahaan produsen kartu, tempatnya ketemu Summer tadi. Biar bisa move on, Tom pun menghidupkan kembali cita-cita lamanya ini. Kembali mengejar impian menjadi seorang arsitek. Good boy :D.

Mulai down lagi gara-gara merintis jalan menjadi arsitek ternyata enggak mudah. Belum tembus juga lowongan kerja di mana-mana. Jadilah suatu hari Tom duduk-duduk di kursi taman di sebuah spot favoritnya di kota tersebut.

Tebak ketemu siapaaaaaaa? Ya masa ketemu “ibu di jendela” (ini apa sih meme-meme film pengabdi setan rame amat hahaha). Ya pastinya ketemu Summer dong, dong, dong :p.

Ternyataaaa, Summer sudah berstatus “istri orang”. Tom penasaran gitu kok si Summer tahu-tahu merit sementara dulu kok kayaknya kelihatan santai dan gak ada tanda-tanda kepengin jadi bini orang.

Maksudnya Tom semacam, “Ah dulu sama gue kok putus gak pengin pacaran-pacaran segala macam. Lah kok sekarang lu merit sama orang lain seeeehhhh…” #harapBersabarTomIniCobaan #siniYukGabungSamaGengPatahHatiPilkadaHahaha

film 500 days of summer
Gambar : storypick.com

Summer bilang, “It just happened.”

Tom ngotot, “Right, but that’s what I don’t understand. What just happened?”

“I just … I just woke up one day and I knew.”

Tom ngejar terus, “Knew what?”

“What I was never sure of with you.”

Ouch! Itu mungkin perutnya si Tom kayak ditonjok berapa karung goni ituhhhh. Pahit bener huhuhu.

Ya itu mah simpel aja sih, ya. Namanya bukan jodoooooooh :D. Saya ingat istilah sahabat saya dulu, “Enggak KLIK.” Jadi urusan “KLIK” apa enggak ini memang gimana ya … ya mungkin seperti yang dibilang sama Neng Summer tadi, “It just happened.”

Nah, angka 500 itu menggambarkan hari-hari si Tom sejak kenal sampai akhirnya pelan-pelan move on dari Summer.

Di hari ke-500 itulah, Tom datang ke sebuah interview dan kenalan dengan perempuan yang juga ingin melamar kerjaan yang sama. Ketemu di ruang tunggu nih ceritanya. Pas kenalan, namanya adalah … jeng jeeeeenggg … Autumn! 😀

Flirting-flirting an sampai akhirnya Tom ngajak ngupi bareng. Autumn tadinya nolak tapi akhirnya mau. Awww, awww, awwww :p. Di sini deh jadi ramai komentar soal si Mbak Autumn ini. Ada yang bilang halah, paling entar sama Autumn juga si Tom kena depak.

Autumn in Philadelphia (2016) –> foto ini hubungannya ama cerita pilem apaan! Mau riya’ aja kauuuuu hahaha.

Ya iya juga, sama Autumn pun ya belum tentu happy ending. Mungkin bikin sekuelnya dah biar gak pada berantem hahahaha. Enggak “KLIK” di Autumn, ya lanjut aja terus sampai Winter atau Spring. Atau ulang lagi dari awal. Jangan menyerah, Bang Tom! 😀

Ya, makanya pesan filmnya sih mungkin BUKAN tentang tipe-tipe perempuan. BUKAN tentang si Tom yang mukanya nelangsa semacam minta di-patah hati-in mulu hihihihi.

Percintaan itu ya bagian perjalanan hidup saja lah. Muter-muter terus. Habis Summer ya ada Autumn dan seterusnya. Perpindahan musim juga tak terelakkan. Pastilah ada masa-masa gak bisa move on. Udah seneng sama Summer yang anget-anget hepi-hepi ealah harus siap-siap ngadepin udara dingin dan angin kencang ala Autumn.

It’s oke. In the end ya Autumn-nya datang jugaaaaaa :D. Eventually, kita pasti akan dan bisa menghadapi dan melewatinya (y). Cemungud eaaaaaa ^_^. Yang anak 3 mah dah beda omongannya hahahaha.

Ish, dulu-dulu pun ada dong kite punya masa-masa “Summer-Autumn” yang penuh drama dan air mata ini #eaaaaaa.

Yaela, udah kayak bahas apaan aje hahahaha. Dah ah, ya kira-kira begitulah kali yaoww maksud ending filmnya. Juga semacam kode-kode. Mengapa di film jadi pakai nama-nama Summer dan Autumn … bukan Mantili dan Lasmini #laaaaahhh hahaha :p.

Sejak ketemu Autumn di hari interview tadi, dimulai lagi deh itung-itungan harinya :D. Dari hari ke-500 “of Summer”, besoknya sudah ganti “musim”, mulai lagi cerita Day 1 “of Autum” ;). Kalian sudah nonton belom? Gimana? Punya kesimpulan lain kah? ^_^

Film 500 days of Summer review indonesia

Cara Memasak Sapo Tahu

Cara Memasak Sapo Tahu Sederhana Ala Masakan Rumahan

Cara memasak sapo tahu sekilas agak mirip dengan cara bikin capcay ya hihihi. Saya juga seringnya kalau bikin capcay ya pakai saos tiram + kecap ikan :D. Lah ini bumbunya mirip banget.

 

Cuma ya namanya juga sapo tahu, pakai tahu lah yaowww. Kalau bikin capcay saya enggak pakai tahu.

Ya anggap saja itu perbedaan cara memasak sapo tahu dan capcay, karena ada tahunya gitu ya hahahaha :p. Tapi resep bikin capcay memang variatif banget ya ^_^.

Cara Memasak Sapo Tahu

Sebenarnya di video yang saya lihat (sempat viral di newsfeed Facebook tempo hari), yang digunakan dalam cara membuat sapo tahunya itu adalah tahu telur yang modelnya bulat itu. Teksturnya juga beda, sih.

Saya pakai tahu putih biasa aja hihihihi. Makanya dikasih embel-embel “Ala Masakan Rumahan” ;).

Buat yang ingin melihat proses pembuatannya secara LIVE dari Dapur Davincka *ecieeeeee* :p, ini sudah saya bikin videonya bulan kemarin. Tenang saja ya, kalau kuota tiris, bisa dilewati saja, resepnya saya tulis di bagian bawah tulisan ini, kok.

Btw, videonya pendek kok. Kurang dari 1.5 menit malah ^_^.

Ah ya, di video aslinya, udangnya dimasukkan sejak awal. Ngggg..aneh gak sih? Udang kan biasanya dimasak cepat aja gitu, ya. Jangan ditumis/dimasak lama-lama. Jadi kalau di resep saya, udangnya masukin agak belakangan. CMIIW, ya.

Cara Memasak Sapo Tahu Sederhana ala Masakan Rumahan

150 gr daging ayam, potong dadu/sesuai selera
100 gr udang kupas
100 gr tahu putih potong dadu, biasanya kan pakai tahu bulat itu. Tapi saya pakai tahu putih yang standar saja.
3 siung bawang putih, cincang
1 siung bawang bombay, cincang
2 cm jahe, iris tipis
1 buah wortel
Brokoli atau kembang kol secukupnya
1 sdt merica bubuk
1 sdm saos tiram
1 sdt kecap ikan
1/2 sdt kaldu ayam
Garam + gula pasir secukupnya
150 ml air matang
1 sdt minyak wijen
1 sdt tepung jagung/maizena, cairkan dengan 3 sdm air matang hangat
Daun bawang, cincang kasar

Cara Membuat :

Tumis bawang putih sampai wangi. Masukkan bawang bombay dan jahe. Masukkan ayam cincang. Aduk sampai berubah warna.
Masukkan wortel dan kembang kol/brokoli. Masukkan air matang.
Masukkan kaldu ayam dan air matang serta saus tiram. Lalu aduk sampai merata.
Masukkan kecap ikan, aduk lagi.
Masukkan tahu, garam + gula pasir, merica, serta udang kupas.
Aduk sebentar sampai merata. Hati-hati jangan sampai tahunya hancur.
Masukkan tepung jagung/maizena yang sudah diencerkan dengan air matang tadi. Masukkan minyak wijen.
Aduk lagi sebentar sampai rata.
Matikan api. Taburkan daun bawang.
Siap dihidangkan.

Cara membuat sapo tahu ternyata relatif mudah kan? ;). Selamat mencoba, ya.

Buat menu alternatif untuk konsumsi protein. Kalau protein melulu ngambilnya dari daging hewan/protein hewani, ya kurang bagus juga buat kesehatan. Tempe dan tahu bisa menjadi salah satu sumber protein nabati yang bisa kita konsumsi buat variasi perolehan protein.

Di Texas sini kebetulan harga tahu sih lumayan murah, lho. Kalau di tanah air/Indonesia lebih murah lagi dong, ya. Semoga resepnya membantu ya (y).

Melahirkan di Irlandia

Sudah terbiasa, melahirkan bak madam alias “Nyonya Besar” di Jakarta dan di Jeddah (hahaha), melahirkan di Irlandia tentu menjadi pengalaman tersendiri .

Hamil pertama di Jakarta, saya masih bekerja. Dobel Garda #ciyumSlipGaji. Suami punya asuransi, saya juga ditanggung oleh kantor tempat saya bekerja. Saat perawatan hamil pakai asuransi dari kantor suami. Saat melahirkan, pakai asuransi tempat saya bekerja.

Hamil 4 bulan anak ke-3. Lagi assignment ke Bern-Swiss 😀

Nikmaaaaat . Melahirkan di kamar Super VIP. Ihiiiiyyy . Saya pertama melahirkan di RS JMC di Buncit itu lho. Dulu masih cupu. Lahiran di situ karena paling dekat dari rumah. Kamar paling super itu pun harganya muraaaaaaah banget. Jauh di bawah batas maksimum yang ditanggung oleh kantor .

Fasilitasnya tidak usahlah dibahas. Nanti jadi pengin melahirkan lagi gimana tuh? Hahaha .

Butuh apa-apa tinggal pencet bel, datanglah ibu perawat tergopoh-gopoh membuka pintu dengan senyum semanis mungkin, “Ada yang bisa dibantu Ibu?”

“Anu Sus, ini bantalnya ada yang lain gak? Yang ini kurang tinggi…”#terhempasManjaaaaahhh .

Di Jeddah walau fasilitasnya lebih jadul dan kurang keren karena sengaja ngambil asuransi pas-pasan hahaha. Tetap saja kamarnya pilih yang sendiri dong, dong, dong! . Segala baju dan printilan sudah disiapkan. Senangnya, pulang ke rumah tidak perlu bawa baju kotor segala macam.

Di Irlandia? Duile, jadwal USG saja kudu nunggu disuratin. Kecuali emergency, apa pun jadwal kontrol harus menunggu panggilan. Saya pernah ada emergency sekali pas perut mules-mules di trimester pertama. Kalau UGDnya sih canggih, ya . Jangan khawatir, gratisan belum tentu murahan punya .

Kontrol Regular dan USG

Kontrol normalnya juga sebulan sekali. Tapi kontrol bulanan ini cukup ke GP (dokter umum) saja yang praktik di klinik terdekat di tempat kita tinggal. Dekat gedung apartemen saya kebetulan ada klinik yang bisa dijangkau dengan jalan kaki sajah.

Setiap datang, kita menjalani tes urine, dicek tekanan darah dan denyut bayi diperiksa pakai stetoskop gitu. Jangan harap bakal dapat USG hihihi. Boleh sih curhat-curhat. Kalau ada yang dirasa serius baru deh kita dapat rujukan ke dokter ahli kandungan.

Ketemu dokter kandungan normalnya saat usia kehamilan mencapai 3 bulan. Finally! :D. Ini juga belum tentu USG lho hahaha. Kalau dirasa belum perlu ya tidak akan di USG #pukPukBumilYangPenasaran.

Setelah itu lanjut kontrol bulanan ke GP (dokter umum). Usia 6 bulan ketemu dokter ahli kandungan lagi. Dokternya bisa saja beda-beda. Tidak harus sama.

Tapi jangan khawatir. Karena data-data kita tuh sudah terintegrasi di semua tempat. Jadi baik di klinik maupun di rumah sakit besar atau Primary Care, semuanya sudah terkoneksi ^_^.

Hamil 5 bulan anak ke-3, mejeng di Danau Zurich

Nah usia 6 bulan sudah bisa di-USG. Tapi di  Ireland itu enggak standar ya nanya-nanya jenis kelamin. Pas di USG kemarin saya kepo banget nanyain jenis kelaminnya. Ngotot-ngotot an sama Pak Dokter. Akhirnya beneran di USG intensif. Ealah ternyata belom kelihatan huhuhu.

USG 3 dimensi gimana? Ada dooooong. Tapi itu untuk kasus-kasus khusus bukan fasilitas umum. Boleh juga ngotot kalau mau, ada banyak klinik swasta yang menawarkan fasilitas USG 3 dimensi. Tapi ENGGAK GRATIS, kudu rogoh kocek dewe. Kemarin sempat lihat iklan di brosur, biayanya 150 euro per visit! Auooooo :p.

Sejak usia 7 bulan, kontrolnya menjadi per 2 minggu. Ketemu dokter kandungan tunggu surat panggilan, kali ini durasi ketemu dokter kandungan jadi sebulan sekali. Jelang usia kandungan 8 bulan, ketemu dokter kandungan menjadi 2  minggu sekali.

Cek Lab dan Seminar-seminar Persiapan Melahirkan dan Sekilas Parenting

Cek-cek lab tambahan juga gratis, lho. Misalnya karena di anak ketiga ini saya hamil di usia 35 tahun ke atas, jadi harus tes pemeriksaan diabetes kehamilan. Karena ceknya harus ke rumah sakit besar, which is letaknya di luar kota, saya naik bus sendiri pagi-pagi ke sana. Dianterin suami sampai ke halte bus doang.

Hamil 7 bulan, kali ini mejengnya di Slieve Bloom – Ireland 😀

Soalnya suami harus nganterin anak-anak ke sekolah plus nungguin di rumah. In case pemeriksaannya lama, ya. Maklum ala-ala “BPJS” nih, pasti ngantrinya ajib *ngelapKeringat*.

Karena di kota tinggal saya tidak ada rumah sakit. Jadi melahirkannya ke kota sebelah. Enggak jauh sih. Paling nyetir sekitar 35 menit. Sudah anak ke-3 ya, jadi sudah lumayan pengalaman. Coba kalau anak pertama, pasti heboh dah hahaha.

Mama saya juga diimpor dari Jakarta buat jagain si #boy1 dan #boy2 di rumah kalau saya dan suami di rumah sakit pas lahiran.

Sebelum melahirkan ada beberapa seminar dan pelatihan dari rumah sakit yang juga … GRATIS! #nyengirKikir.

Lumayan buat yang baru melahirkan pertama kali. Kalau buat saya ya semacam pengulangan ya karena sebenarnya gini-ginian dulu sudah sering dapat. Tapi dulunya baca-baca sendiri saja baik dari buku-buku dan googling. Persiapan melahirkan secara fisik dan mental, pentingnya menyusui dan ASI, serta beberapa petuah-petuah parenting dasar.

Hal yang baru adalah … persiapan menghadapi pasca-kelahiran, misalnya baby blues dan post partum depression. Wah, serius banget ya penanganannya. Ada perawat dan pertolongan khusus untuk hal-hal seperti ini yang menjadi bagian “resmi” dari fasilitas ibu hamil dan melahirkan.

Tahu sendiri di Indonesia, baby blues macam-macam masih disangka kutukan setan lah, kurang iman lah, ibunya mentalnya manja bla bla bla hehehe.

Proses Melahirkan di Rumah Sakit

Saya merasakan kontraksi hari sabtu malam sebelum shalat Isya. Tiba di rumah sakit hampir setengah 10 malam. Ruang bersalinnya ternyata bagus banget. Satu kamar satu orang. Kirain bakal rame-rame soalnya fasilitas gratisan :p.

Saya melahirkan dini hari jam 00.45, sudah masuk hari minggu. Cerita melahirkannya ada tuh di salah satu link di atas. Gak usah ceritain ulang yak.

Setelah itu baru masuk kamar perawatan/ruang inap. Ternyata sudah ada 4 orang yang berada dalam kamar yang akan saya tempati. Total ada 6 tempat tidur yang masing-masing disekat pakai gorden. Maaaakk, sempat kagok gitu pertama masuk, ini mau arisan apa mau lahiran? Rame amat hahaha.

Glendalough Upper Lake pic by Dani Rosyadi
Glendalough, full team! Pregnancy week 26 :D.

Waktu itu sudah pukul 3 dini hari sih. Laper banget. Kirain udah gak bakal dapat makan. Eh ternyata ditawarin roti isi tapi saya minta vegetarian food, rotinya cuma diisi selai jadinya plus teh susu. Suami sudah harus pulang karena enggak boleh nemenin. Lagian mau tidur di maneeee :p.

Ruangannya kecil. Hanya muat satu tempat tidur pas buat 1 orang, 1 tempat tidur bayi, dan satu lemari kecil serta 2 tempat duduk yang letaknya juga nempel sama tempat tidur.

Baru mau bobok cantik eh tahu-tahu adik bayinya datang! Gagal deh leyeh-leyeh imut karena sampai pagi gonta ganti adek bayi nangis sahut-sahutan. Begitulah kalau sekamar berasa mau kemping, satu bayi nangis, yang lain ikutan kompak. Onde mandeeeeee *gigitBantal*.

Makanan di rumah sakit lumayan sih. Tapi porsinya kurang puooolll buat ibu menyusui hihihi (ini sudah gratis bawel pulak). Mungkin karena saya pesan yang vegetarian jadi kadang suka laper ngeliat sebelah ngunyah roti isi daging, eike dapat roti isi telor dadar tawar.

Di Jakarta sih makanannya asoy berat. Dapat snack 3x sehari, menu utama 3x sehari. Di Jeddah lebih luar biasa lagi. Dapatnya nasi biryani sepiring gede. Makan berdua suami juga kenyang :D.

Kamar mandi letaknya di luar. Berasa masuk asrama, yes? Hihihihi. Dipakai ramai-ramai dengan emak-emak dari bangsal lainnya. Ada yang cuma berfungsi sebagai toilet saja sih (tempat buang air kecil dan buang air besar). Kamar mandinya jumlahnya lumayan soalnya enggak ngantri-ngantri amat.

Walau begitu bersihnya jangan ditanya ^_^. Kalau saya sih yang penting bersih dan rapi. Ukuran kamar mandi juga gede. Sempat norak gak tahu cara nyalain keran. Padahal sudah buka baju. Jadi panik jerit-jerit manggil perawat dari dalam hahahahaha.

Orang lalu lalang, saling menyapa dan ngobrol, dan suasananya memang lebih “santai” gitu, ya. Enggak kayak di rumah sakit. Ngurusin anak bayi ya sendiri-sendiri. Bisa sih minta bantuan perawat. Tapi seperlunya aja.

Ada kelas-kelas buat ngajarin mandiin anak juga. Jadi ngumpul di satu ruangan khusus dan diajarin sama perawat.  Terus ruang sebelahnya untuk belajar menyusui. Sebelahnya lagi untuk nimbang-nimbang bayi dan urusan terkait lainnya. Ruameeeeee :D. Udah kayak arisan beneran hahahaha.

Penampakan hamil anak ke-3 :D. Hamil 5 bulan di Bern-Swiss.

Suasananya lebih kayak suasana training ketimbang suasana ribet abis lahiran :D.

Saya cuma 2 hari di rumah sakit. Tidak ada batasan tinggal lho. Ada yang sampai 4 hari. Soalnya fasilitasnya juga enggak standar saja, ya. Ada juga saya yang minta-minta keluar dari RS sejak sehari sebelumnya tapi harus nunggu dokter anak datang kontrol pertama. Waktu itu kan minggu. Praktiknya dimulai dari senin.

Pusing di rumah sakit kalau malam enggak bisa tidur tenang. Adek-adek bayi konser ganti-gantian sampai pagi :p.

Padahal waktu di Jakarta dan di Jeddah, inginnya tinggal  SEBULAN kalau perlu di RS hahaha.

Pelayanan Pasca Melahirkan

Fasilitas kontrol-melahirkan-dan perawatan pasca melahirkan di atas termasuk PELAYANAN PUBLIK  MELAHIRKAN GRATIS. Ditujukan bagi SEMUA pemukim di Republik Irlandia. Baik pendatang atau orang lokal, ras mana pun, tua maupun muda, kaya atau miskin, kece-gak kece, cebong atau hater #eh hahahaha.

Enggak perlu daftar asuransi ;). Kalau pakai asuransi publik dan jalur normal, SEMUA LAHIRAN DI BANGSAL. Ada kok kamar khusus sendiri kalau memang ada perawatan khusus tapi fasilitasnya sama. Cuma ranjangnya saja yang sendiri satu kamar. Melahirkan spontan atau SC, keputusan di tangan dokter.

Boleh kok melahirkan via SC di Ireland. Kan ada yang bilang kalau negara maju gak boleh SC. Dih, kate siapeeeee :p.

Hamil 5 bulan di Bern-Swiss

Pasca melahirkan tidak ada pendamping di rumah atau masih galau anak pertama? No worry! Fasilitas melahirkan tidak putus begitu saja saat kita meninggalkan rumah sakit. Ada bidan khusus yang akan datang secara regular tergantung permintaan.

Bisa minta tolong mandiin anak juga ^_^. Di negeri suhu 4 musim, anak bayinya emang mandinya lebih seret. Kadang cuma 2 hari sekali, bahkan seminggu sekali kalau kulitnya sensitif :). Beda sama Jakarta-Jeddah yang harus nangkring 2x sehari di bak mandi buat mandiin si adek bayi.

Ingat lho, bidannya yang DATANG KE RUMAH :D. Gratis kok enggak usah buru-buru ngeluarin kalkulator dulu hahaha :p. Kita tinggal duduk cantik nungguin di rumah, sambil nyusuin. Yang masak siapa? Ya pan sudah impor emak dari Jekardaaaaaaah hahahaha #gantungCelemek.

***

Overall, sistem kesehatan di Republik Irlandia belum se”digdaya” di Jerman dan Belanda, sih. Tapi yang khusus melahirkan ini lumayan banget.

Fasilitas imunisasi juga gratis di Irlandia. Enggak pakai asuransi-asuransi an hehehe.

Tetap saja ya, ada plus ada minusnya. Apalagi kalau anak pertama. Saya bersyukur banget anak pertama lahirnya di Jakarta dan dikelilingi tim support segabruk-gabruk hahaha. Eike kan panikan gitu, Cyin.

[Updated : Tahun 2019 ni, barusan bikin vlog soal cerita proses normal melahirkan anak pertama, kedua, dan ketiga, mudah-mudahan videonya bermanfaat, ya. Monggo disimak ^_^]

Tapi yang sangat penting dipelajari dari negara-negara welfare-state seperti Eropa Barat-Aussie-Kanada ini ya beginian-beginiannya, ya. Gak rugi dah bayar pajak gede-gede hehehe. Ah, kalau sudah nyangkut pajak, ketertiban, peran pemerintah bisa panjang urusan, yes?

Makanya, walau masih tak putus dirundung masalah dan “berdarah-darah” di sana sini, ada baiknya kita memberikan dukungan positif bagi itikad baik pemerintah bagi PELAYANAN BPJS :).

Agar fasilitas yang adil dan merata bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Jangan lagi ada yang sampai kudu lahiran tanpa pendampingan di rumah atau lari ke “dukun beranak” dan segala macam karena kekurangan biaya dan kesulitan akses apa pun :(.

Biarlah kita ramai-ramai lahiran di bangsal semua yang  penting bersih dan nyaman kaaaaaaan ^_^.

Soal BPJS,  kita diskusikan di topik postingan yang lain, yak. Kalau  saya tidak lupa hahaha :p.

Mari kita tutup dengan hamdalah dan quote-quote hasil googling seperti biasa :

Karena proses melahirkan itu bukan puncak  …. “A grand adventure is about to begin.” – Winnie the Pooh

So, stay strong, Moms! Masih panjang perjalanan euy ;). Makanya perbanyak foto-foto biar enggak tegang-tegang amat #ehGimana hahahahahaha :p.

“Dying Lion” @Luzern, Switzerland (Hamil 4 bulan anak ke-3 niiiiihhhh)

Tempat Wisata di Subang : Yuk, Berendam di 4 Pemandian Air Panas Alam

Tempat wisata di Subang konon “dikuasai” oleh pemandian air panasnya. Subang, satu kabupaten di Jawa Barat, yang juga dijuluki Kota Nenas. Duh, jadi pengin nastar hahaha :p. 

 

Traveling ke Subang belum sahih kalau belum berendam di pemandian air panas. Pemandian air panasnya benar-benar alami, tentu beda sensasinya. Tidak heran kalau pengunjung gabrukannya ya lokasi-lokasi pemandian air panas ini, baik dari lokal maupun mancanegara. Setelah booking hotel di Ciater, coba cari tahu sendiri macam mana sensasi berendam di pemandian air panas alam yang dimaksud.

tempat wisata di subang

Source: commons.wikimedia.org

  1. Sari Ater Spa Spring Resort

Sari Ater Spa Spring Resort menjadi pemandian air panas alam yang paling terkenal di Subang. Malah kebanyakan orang hanya mengetahui Sari Ater Spa Spring Resort sebagai satu-satunya pemandian air panas alam di Subang. Padahal, di Subang masih ada beberapa pemandian air panas alam lain.

Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Sari Ater Spa Spring Resort merupakan pemandian air panas alam pertama yang dikelola oleh Subang, jadi memang tempat ini sudah cukup lama eksis.

Reputasi positif tersebut tentunya juga didukung dengan fasilitas yang cukup lengkap. Menawarkan konsep bertema “one stop adventure”, Sari Ater Spa Spring Resort tak hanya menyediakan pemandian air panas alami, tetapi juga berbagai wahana petualangan seperti flying fox, paint ball, go kart, berkuda, off road, dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan berbagai jenis penginapan, mulai dari hotel di Ciater dengan fasilitas mewah hingga camping park.

2.Ciater Spa

Mengingat namanya yang cukup mirip dengan Sari Ater Spa, kamu benar kalau menebak bahwa dua pemandian air panas alam ini masih berhubungan. Bisa dikatakan kalau Ciater Spa merupakan “adik” dari Sari Ater Spa.

Bedanya ada di fasilitas yang dimiliki. Selain pemandian air panas alam, Ciater Spa juga menyediakan fasilitas terapi terpadu kesehatan dan kecantikan menggunakan air panas alami. Ada pula wahana favorit yang kerap dicoba pengunjung untuk menguji adrenalin, yaitu arung jeram.

Sungai yang diarungi untuk arung jeram tidaklah besar sehingga aktivitas ini relatif aman dilakukan oleh semua kalangan. Lelah mengarungi sungai, kamu bisa beristirahat di salah satu hotel di Ciater yang tersedia di sana.

Source: commons.wikimedia.org

3.Batu Kapur

Kalau beralih ke kawasan Sagalaherang, ada pemandian air panas alam bernama Batu Kapur, yang masih merupakan bagian dari Curug Agung. Konon, kandungan air panas yang ada di tempat ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, misalnya seperti gatal-gatal.

Selain pemandian air panas alam, Batu Kapur juga menyediakan fasilitas lain berupa arena perkemahan, tempat pondokan, tempat rekreasi anak, dan rumah makan.

Nah, jika ingin mengunjungi Curug Agung sebelum atau setelah berendam air panas di Batu Kapur, kita harus siap-siap melewati rute menanjak. Jangan khawatir akan tersesat karena di sepanjang jalan sudah terdapat petunjuk mengenai arahnya.

Rasa lelah pasti akan terbayar setelah melihat pemandangan menyegarkan air terjun yang ada di Curug Agung. Untuk bisa masuk ke Curug Agung, ada tiket seharga Rp 10.000 per orang.

Gracia Spa

Dibandingkan dengan pemandian air panas alam yang lain, Gracia Spa terletak di lokasi paling selatan. Jika ingin berendam di tempat ini, kamu harus terlebih dulu melewati jalanan kampung sejauh 1,5 km. Tenang saja, di jalan raya Subang-Bandung, ada plang bertuliskan Gracia Spa, kok.

Dengan dikelilingi rimbunan pohon, Gracia Spa terasa lebih privat dibandingkan pemandian air panas alam lainnya. Kita juga bisa lebih leluasa karena ada tiga kolam pemandian berukuran besar di sini.

Bahkan Gracia Spa juga menyediakan kolam pemandian kecil khusus anak-anak. Tidak hanya itu, Gracia Spa juga dilengkapi dengan fasilitas restoran dan villa.

 Kecuali kalian hanya ingin melihat suasana pemandian air panas alam tanpa benar-benar berendam, rasanya tidak cukup hanya traveling menyambangi tempat wisata di Subang. Sebaiknya sih pesan hotel di Ciater atau lokasi lain di dekat pemandian air panas alam yang ingin didatangi.

Coba gunakan layanan online booking seperti Traveloka untuk memudahkan ^_^.