To Impact NOT To Impress

Beberapa waktu lalu saya membujuk teman saya untuk aktif nge blog. Tertarik dengan anak sulungnya yang berkebutuhan khusus (autism) tapi bersekolah di sekolah publik sesuai umurnya. Iya sih, standar sekolah di Amerika Serikat (Texas) tentu beda dengan di Indonesia, ya.

cara menangani anak autis
Gambar : pixabay.com

 

Tapi pas ke apartemennya sekitar 2-3 minggu lalu, saya diceritakan sedikit soal betapa concernnya guru-guru di sekolah kepada anak sulungnya tersebut.  Wah, asyik juga, ya. Walau berkebutuhan khusus tetap bisa sekolah normal dan bergaul dengan anak-anak lainnya.

Teman saya juga banyak mendapat masukan dari guru-guru di sekolah ya pokoknya mereka bekerja samalah antara orang tua di rumah dan guru di sekolah. Saya kepengin dia bercerita lebih banyak soal ini. Mungkin saja banyak orang tua di Indonesia dengan kondisi anak yang sama sangat membutuhkan informasi seperti ini.

Tapi teman saya menolak. Dia enggan, takut dianggap mau pamer. Hmmm, iya juga ya.

Walau ini masalah niat personal tapi jujur saja, selama bertahun-tahun menjadi blogger, saya juga tidak bisa memastikan niat saya “lurus-lurus” saja hehehe. Manusia kan turun naik, ya. Niat dasarnya mah ingin berbagi. Macam kata-kata mutiara, “Sharing is caring.”

Tapi yaaaa, mungkin saja kaaaan, sekali dua kali atau bahkan sering, niatnya memang mau pamer hihihi. Ampuni aku ya Allah #benerinKudung.

Kalau soal pandangan orang lain, saya sih tidak terlalu peduli. Hal seperti ini di luar kuasa kita lah ya. Apa pandangan orang ke kita ya terserah dia saja. Masa kita yang mau ngatur, “Eh lo pokoknya harus nganggep gue inspiratif, yaaaa.” Mana bisa begituuuu :D.

Makanya, tidak usah kita pusingkan yang begini-begini. Kita enggak ngapa-ngapain pun ya mungkin ada saja orang yang tidak suka. Alasannya ya kadang enggak logis macam, “Gue kesel aja lihat mukanya.” Nah lo, terus kita kudu piyeeeee :p. Enggak mungkin tiba-tiba ganti muka gitu kan hehe.

Gambar : pixabay.com

 

Cara menangani anak autis mungkin masih menjadi pertanyaan besar buat sebagian orang tua yang memiliki anak autis di tanah air. Masalah awal tentu fase denial yang cukup berat, ya. Saya pribadi membayangkan pun rasanya sudah rumit banget :(. Apalagi bagi mereka yang benar-benar mengalami.

Sebagian orang tua ini pun, bila akhirnya selesai dengan fase denial dan mulai menerima kenyataan, mereka perlu panduan kan tentang cara menangani anak berkebutuhan khusus begini?

Dalam posisi begini pun, sekadar tahu bahwa ada orang di luar sana yang memiliki masalah serupa rasanya sudah lumayan terbantu beban kita. Iya gak, sih?

Apalagi kalau bisa saling berbagi tips-tips yang bermanfaat (y). Bayangkan ya, seberapa banyak pihak yang bisa terbantu :

  1. Para orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus
  2. Tenaga pendidik yang mungkin juga masih meraba-raba karena masih kurangnya sarana dan prasarana di tanah air. Yah, biar kata Ameriki ini konspirasi nganu-nganu, tetap saja mereka punya banyak kemajuan dan inovasi yang belum “nyampe” ke Indonesia hehehe.
  3. Pihak penyelenggara pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Baik pemerintah maupun swasta.
  4. Kerabat keluarga/sanak famili/teman dsb dari keluarga si anak ini. Saya sendiri punya keponakan yang juga berkebutuhan khusus (ADHD). Kepengin tahu juga kita itu harusnya bagaimana dalam bersikap gitu-gitulah. Kadang kan serba salah, ya :(.

 

Gambar : pixabay.com

 

Teman yang saya ceritakan tadi juga punya keahlian yang cukup unik, lho. Melukis dengan wadah kue kering. Duh, blog-able banget gak sih hahaha. Idih, napa jadi gue yang heboh sendiri :p.

Tapi saya mengerti banget alasannya. Memang nih, era medsos bikin kita gagap sendiri kadang-kadang. Niatnya begini kok ya orang melihatnya begitu. Penginnya sharing kok jadi kesannya pamer. Padahal mungkin juga iya, ya *tunjukDiriSendiri* hahaha.

Konsep media sosialnya sendiri sih tidak ada masalah. Yang menjadi problem adalah cara kita menggunakannya. Interaksi yang kita lakukan. Kadang terjebak sendiri dengan pencapaian rancu macam jumlah like atau jumlah follower. Itu tuh yang bikin kita terbebani hal-hal yang tidak penting hehehe.

Foto-foto tempat liburan sih walau sering dinyinyiri sebagai ajang pamer sebenarnya kan bisa menjadi promosi buat tempat liburan itu sendiri. Efeknya 2 arah. Tempat wisata yang bersangkutan semacam dapat promo gratis dan orang lain yang tidak tahu akhirnya jadi tahu, kan? “Wah, tempatnya bagus. Ke sana ah.”

Nah, begitu itu kan sebenarnya positif (y).

Macam sebuah peribahasa terkenal, “Live to impact not to impress.”

Terminologi -LIVE- itu kan termasuk living in cyberspace macam kita-kita para blogger/vlogger/instagramer/dst ini, yes? ^_^.

Optimalkan IMPACT yang bisa kita lakukan (in a positive way for sure). Kalau pun nanti orang menjadi impress apa enggak ya itu urusan entar-entar ajah ;). Kecuali memang ingin serius “mencari nafkah” via medsos dan dunia maya ya memang harus ekstra tuh “carper”nya hahahaha. Don’t worry, kita selalu bisa kok mengontrol keseimbangannya ;).

Tetap semangat semuanya yaaaaaaa <3.

 

Film Wonder Woman 2017 : Wonder Beauty, Wonder Message

Duuuuh, abis nonton film Wonder Woman tuh bawaannya pengin sit up mulu, yes? Hahaha. Salim dulu sama Kakak Gal Gadot yang kecenya kebangetan.

Saya bukan penggemar film-film superhero begini. Yah, daku kan senengnya nonton pilem-pilem “kacang” macam Serendipity, The Notebook, Love Rosie, pokoknya yang nontonnya buat santai-santai gitu lah hihihi.

Tapi suami saya suka banget nonton gini-ginian. Segala superhero keluaran Marvel sama DC Comics diikutin sama suami saya.  Ini saya ikutan nonton semata-mata karena ngefans sama Kakak Gal Gadot idolakuh tersayang *benerinKorset*. Eiya sempet ngikutin X-Men juga karena kecentilan pengin lihat Cyclop doang cobak hahaha.

Film wonder woman 2017
Gambar : weliveentertainment.com

 

Back to film Wonder Woman, tadinya pesimis ya, ini ya paling film gitu-gituan doang. Orang baik ketemu orang jahat yadda yadda yadda. Enggak berharap cerita yang gimana-gimana. Yang penting bisa puas ngeliatin Kakak Gal Gadot –> ya diulang-ulang aja terus, ya kaliiii jadi sodara beneran hahahaha :p.

Film dibuka dengan setting tempat di era modern di mana Wonder Woman/Diana (yang pakai outfit kasual merah marun, ya ampun warna favorit kita sama, Kak! Cih, padahal bajunya item semua!) sedang memandangi sebuah foto. Foto hitam putih, setting perang.

Dalam foto ini, Diana (dalam kostum kemben Wonder Woman andalannya itu) berpose bersama 4 orang laki-laki. Yang mana dari kostum mas-mas dalam foto ini keliatan kalau situasinya sedang dalam suasana perang. Nah, dari sini flashback ke masa lalu. Nampak Diana mengenang kembali kejadian terkait foto tersebut.

Ceritanya seru juga buat saya yang jarang ngikutin film genre beginian. Walau memang agak-agak wakwaw karena  kelewatan fiksinya :p. Pas scene-scene awal setelah flashback dimulai, suami nonton serius, saya nanyaaaaaaaa mulu. Ini kok ada ya Island of Themyscira  apalah-apalah isinya perempuan semua.

Enggak kebayang itu rebutan lipen sama pensil alis tiap hari kaaaaaan hahaha. Eh suami eike booo serius nerangin versi buku komiknya zzzzzz -_-. Like I care! Hahaha.

Wah, ternyata embak-embak di pulau tersebut kegiatannya jauh lebih mulia selain mikirin skin care dan merek foundation yang murah tapi bisa bikin wajah tetap sehat dan flawless paripurna segala macam (ya Allah kalau beneran ada tolong infonya, Sis!).

Nah, di pulau inilah Diana diceritakan masa kecilnya dan seterusnya hingga bisa nyasar ke bumi dan menjadi superhero dan seterusnya. Yah, gitu doang? Iiiihhh, nonton sendiri sanaaaaaaaaaa *melet*.

Saat berada di dunia manusia, Diana, berbekal kisah-kisah dewa-dewa dari Ratu Hippolita, hendak menjalankan misinya, “to save the World”. Sang Ratu bercerita tentang Ares, Dewa Perang, yang jahat banget dan senang mengobarkan kebencian. Yah, semacam jaringan Saracen versi solo ala mitologi Yunani kali ya hahahaha.

Nah, si Diana yang hengkang ke dunia manusia bersama salah satu mas-mas yang ada di foto tadi (Steve), teruuus saja mengoceh tentang Dewa Ares.  Tentu saja, Steve yang “hanya” manusia biasa ini bengong-bengong saja dengerinnya. Siapa Steve kok bisa bareng Diana? Nonton dong, nontoooooon, jangan kek orang susah hahaha :p.

Singkat cerita, Steve ingin melanjutkan misinya untuk membantu menghentikan Perang Dunia I. Diana ngotot kalau dia biasa menemukan Ares dan membunuhnya maka kelar deh semua urusan.

Film Wonder Woman 2017
Gambar : ibtimes.com

 

Akhirnya Steve bersama 3 orang temannya akhirnya tahu soal kekuatan super Diana dan bekerja sama menghentikan sebuah misi yang ditengarai berniat jahat oleh pihak Jerman.

Endingnya lumayan sedih sih huhuhu. Didn’t see that part coming :(.

Tapi yang bikin males kenapa mesti ada dewa-nya beneran siiiiihhhh. Diana akhirnya bertempur dengan Ares dan berhasil menang. Sambil bertempur pun mereka mengobrol lah (asyik ya jadi superhero sambil ngerumpi tetep jagoan hahaha). Dari sini terkuak siapa sebenarnya Diana.

Diana yang selalu mengira bahwa segala perselisihan dan kebencian antar manusia disebabkan oleh Ares akhirnya sadar betapa cupunya pemikiran itu. Manusia adalah makhluk yang jauh lebih kompleks.

Perjalanan awalnya di dunia bersama Steve and the gank membuat Diana melihat banyak hal tentang manusia. Dari Steve, membuat Diana yakin bahwa Ares salah sudah menganggap manusia itu hanya sanggup melakukan hal-hal yang jahat-jahat saja.

Gambar : imdb.com

 

Pengalaman ini membuat Diana menyadari sesuatu yang menurut saya pesan yang sangat bagus dalam film ini yang dirangkum dalam monolog Diana di akhir film,

 

“I used to want to save the world. To end war and bring peace to mankind. But then, I glimpsed the darkness that lives within their light. I learned that inside every one of them, there will always be both. The choice each must make for themselves – something no hero will ever defeat. …

Seringkali, kita pun sebagai manusia suka berpikir ala-ala Diana, kan? Masalahnya ada di luar sana. Pokoknya ada satu solusi di luar sana yang kalau dikerjakan, beres semua urusan. All we have to do is … menghancurkan si ini, membuat anu, dst dst. Bunuh saja Aresnya! Kelar urusan!

Tapi mungkin justru dari jalinan pribadi-pribadi orang per orang yang mungkin terjebak dari pilihan-pilihan yang ternyata kurang tepat inilah dimulai peristiwa-peristiwa besar macam perang dunia, kesengsaraan dll :(. Jadi bukan konspirasi ini itu dan kaum anu yang ingin menghancurkan dunia yaaaaaa hehehe.

Sebenarnya pertarungan paling besar itu ya dalam diri kita sendiri. Setiap manusia setiap hari, dari bangun tidur sampai tidur lagi ya itu sebenarnya yang kita hadapi sampai ajal nanti. Kadang pilihan-pilihannya sesimpel apakah harus menuangkan rasa kesal dengan ikut membully/menebarkan kebencian atau diam saja membiarkan sampai reda sendiri. Kelihatannya sepele tapi enggak kaaaaaaaannnn ;).

Dengan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia, pertarungan-pertarungan ini seringnya tidak mudah. Something no hero will ever defeat :).

Gambar : pixabay.com
Masjid di Negara Cina

Di Mana Tanah Dipijak, di Situ Langit Dijunjung

Postingan yang berisi curhat embak-embak soal larangan shalat di tempat umum di Xinjiang seperti biasa langsung membakar timeline hahahaha .

Si Embak konon ditangkap dan diinterogasi oleh petugas di Xinjiang karena melanggar aturan “tidak boleh shalat di tempat umum”.

Saya sudah membatin nih, ini kok ya si embak nyasarnya ke wilayah China ya, ke Xinjiang pula. Coba dia nyasarnya ke kota-kota lain yang tidak punya konflik lokal mungkin bisa lain ceritanya .

“Luka” akibat kampanye brutal Pilkada 2017 terkait isu-isu SARA kepada etnis Tionghoa belum juga usai. Langsung diberondong postingan model begini. Si embak TS juga melenceng ke mana-mana dalam komentarnya. Bawa-bawa komunisme segala. Emang niatnya mau ledakin mercon kali .

FAKTAnya memang ada represi terhadap etnis mayoritas Uyghur di wilayah Xinjiang. Sebagian besar etnis Uyghur kok ya agamanya Islam pula. Yang begini-begini memang enak banget digoreng-goreng oleh “kalangan intoleran” .

Boleh dilihat beritanya di sini ya, jangan lupa baca sub-sub artikel yang linknya bertaburan di artikel utamanya di sini : “Why is there tension between China and Uighurs?”

Tension in Xinjiang (pic : hudson.org)

 

ADA fakta-fakta lain yang melatarbelakangi apa yang sebenarnya terjadi di Xinjiang. Dan potret kekerasan terhadap Uyghur-muslim di Xinjiang BUKANLAH sikap umum pemerintah China kepada umat muslim .

Ini yang harus dihindari, menanamkan semangat intoleran melalui pengalaman-pengalaman pribadi dalam konteks yang “sempit” . It won’t help at all .

Saya belum pernah ke China langsung kok berani klaim begitu ya? Karena suami saya sudah pernah assignment 3 BULAN ke kota Wuxi, di belahan barat Negeri Seribu Rakit ini .

Kota Wuxi salah satu kota favorit suami saya pas assignment. Makanannya enak-enak katanya hahaha. Yaiyalah, kita orang Indonesia sudah terbiasa dengan masakan mereka, ya . Waktu assignment ke Santiago (Chile), dia stress, Kak Emma! Hahahaha .

Makanya paling bener mah kalau assignment tuh bawa tukang masak eh …bawa bini! #benerinCelemek #kibasPanci

Jangan salah, warung makanan halal tidak sulit lho ditemukan di Wuxi dan sekitar . Masjid pun ada!

Masjid di Negara Cina
Foto : Dani Rosyadi

 

Suami saya sempat mengira masjid di Wuxi pasti jamaahnya akan didominasi oleh pendatang-pendatang muslim. Pas shalat jumat isinya membludak. Surprisingly, mayoritas jemaah ternyata orang muslim lokal .

Tahun 2010 diperkirakan ada sekitar 23 juta umat muslim di wilayah China. Tapi jangan lupa total penduduk China itu berapaaaaa hehehe. 23 juta orang ini hanya sekitar 2% dari total penduduk China saat itu.

Tetap saja jumlah 23 juta orang itu tidak sedikit kaaaaaaaannn .

Makanya jangan heran, kalau naik haji bakal sering ketemu jemaah dari Negeri Tirai Bambu ini . Arab Saudi saja di tahun 2010 jumlah penduduk muslimnya sekitar 26 juta saja .

muslim di Cina
Jemaah masjid di Wuxi, China

 

Balik ke kasus di Xinjiang tadi, yang postingannya rame di grup “Backpacker Dunia”.

Pepatah “Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung” direply oleh si embak TS, “Di mana tanah dipijak, di situ Tuhan disembah.”

Tidak salah. Benar itu .

Tapi ada fakta lain yang juga harus kita terima. Ada banyak sekali agama di dunia ini. Kalian tahu, ada RIBUAN agama dan kepercayaan yang terpencar di seluruh benua di bumi manusia .

Dari RIBUAN ini tentu juga ada RIBUAN cara untuk menyembah Tuhan yang bersesuaian dengan lokasi masing-masing dan aturan setempat . Negara punya kedaulatan masing-masing dan aturan yang harus dipatuhi pendatang, kan?

Kalau mau ke Iran ya harus mengenakan pakaian tertutup bagi seluruh perempuan dewasa termasuk yang non muslim. Jalan-jalan ke Republik Irlandia ya jangan panas melihat banyaknya rumah ibadah umat Katolik di mana-mana .

Eh tapi masjid juga ada lhoooo di Ireland . Yang segede-gede gereja juga ada. Di wilayah Clonskeagh, Dublin. Di Amerika Serikat nih, di area Dallas-Fort Worth, masjid-masjid tidak sulit ditemukan .

Sejak Trump menang pun, alhamdulillah masjid-masjid tersebut masih berdiri tegak dan menaungi komunitas muslim yang ada di sekitarnya .

Ah ya, di negara Arab Saudi tidak diizinkan mendirikan rumah-rumah ibadah apa pun selain MASJID di tempat-tempat umum, lho. Jadi buat teman-teman non muslim, ibadah agamanya hanya boleh dilakukan di ruang-ruang pribadi saja.

Kalau kalian ngotot, “Ya agamaku dong is the best. Paling benar. Yang lain agamanya salah pastinya. Jadi tolong pahamilah saya. Utamakanlah agama saya.”

Coba pikirkan jika dari ribuan agama dan kepercayaan ini juga berkoar-koar di depan umum PERSIS seperti itu? . Berapa banyak tragedi dan penderitaan yang akan terjadi?

Bukankah kita juga percaya perbedaan-perbedaan ini adalah keniscayaan? Tuhan yang menciptakan semua perbedaan ini. Lah terus mengapa kita sendiri yang bersikeras menyeragamkan apa-apa yang sudah dari sananya berbeda? *pijetKening*.

Muslimah di Xinjiang, China (gambar : pakistantoday.com.pk)

 

Jadi kalau jalan-jalan atau bermukim di negara lain, hindarilah menjadi provokator . Tentu provokasi beda dong ya sama bersikap kritis. Kalau mau kritis ya sertakan juga dong semua latar belakang sejarah pertikaian China vs Uyghur kan, kan, kan .

Yang terjadi di Xinjiang ya sebenarnya mirip-mirip juga dengan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar dan suku Kurdi yang bertebaran di banyak wilayah Timur Tengah. Ketidakmampuan kita mengolah dan menerima perbedaan .

Diperparah dengan campur tangan eksternal. Kalau baca dari artikel BBC tadi kan ada pengaruh kelompok luar terhadap gerakan-gerakan separatis di Xinjiang.

Sikap otoritas China yang malah makin “sangar” ke etnis Uyghur justru mungkin memperparah pertikaian ya . Tapi ya itulah, saya juga kalau jadi pemimpin bingung juga harus gimana. Kalau lembek entar ada yang ambil kesempatan dan memberontak beneran. Kalau terlalu keras nanti malah makin ngamuk. Tengah-tengah, ya tengah-tengah itu yang kayak apaaaaaa .

Untunglah hanya ditakdirkan jadi emak-emak berdaster. Tukang komen aja bukan pengambil keputusan level negara hihihi. Semoga Tuhan menganugerahkan kebijaksaan dan kelembutan bagi seluruh pemimpin-pemimpin dunia. Aamiin .

Btw, sebaiknya sebelum traveling ke tempat-tempat lain periksa dulu aturan-aturan setempat. Kalau dirasa menyulitkan atau merusak akidah atau apalah-apalah ya enggak usah ke sana. Hidup ini pilihan, yes? 

Soal aturan beribadah terkait gini-ginian ya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang bukan Maha Judgemental kok yaaaaa .

“You must understand the whole of life, not just one little part of it. That is why you must read, that is why you must look at the skies, that is why you must sing, and dance, and write poems, and suffer, and understand, for all that is life.”-Jiddu Krishnamurti

Have a nice weekend .

Cara Membuat Nasi Bakar Teri Ayam

Cara Membuat Nasi Bakar Teri Ayam ala Ibu Fatmah Bahalwan (NCC)

Cara membuat nasi bakar teri ayam yang ini menggunakan resep asli dari Ibu Fatmah Bahalwan ya. Nama beliau sudah digdaya banget deh dalam urusan resep dan memasak (y). Kalau tidak salah beliau adalah pendiri grup NCC (Natural Cooking Club).

Saya kalau cari-cari resep tradisional atau khas Nusantara biasanya ke situs-situs NCC dulu hehehe.

 

Untuk resep cara membuat nasi bakar ini sebenarnya ada cara mudahnya. Yaitu menggunakan nasi yang sudah matang. Terus dicampur bumbu-bumbu campur santan baru dibakar. Ada juga yang masak nasinya pakai rice cooker.

Saya sparta banget deh kali ini. Nasinya masak khusus sesuai resep dan pakai 2 tahap, dimasak di panci biasa lalu dimasukin microwave (atau dikukus juga bisa). Dulu juga pernah memasak langsung pakai nasi putih yang sudah ada. Enak juga sih.

Saya mah semua juga enak, apalagi kalau tinggal makan ya enggak perlu masak hahahaha :p.

Waktu di Ireland, dikasih nasi bakar lho sama Neng Maya. Enak bangeeeeeet. Thanks ya, Sayang. Bentar lagi kita bersua lagi nih hehehe. Aamiin. Karena itu juga makin penasaran sama  nasi bakar iniiiiii.

Baca resep Nasi Bakar Teri Ayam punya Ibu Fatmah Bahalwan udah lama cobak. Cuma ya malas praktiknya hihihi. Baru deh setelah hasrat tak terbendung *tsaaah*, baru mulai gerak sendiri di dapur sendiri hihihihi.

Ini bukti penampakan videonya. Cara membuat nasi bakar versi vlog, live dari Dapur Davincka *benerinCelemek*. Saya vlognya walau live pendek-pendek kok hehehe. Boleh ya yang mau ceki-ceki langsung cara membuat nasi bakar ini :

Yang mau resepnya juga tenaaaaaang, so pasti dong ditulis di sini juga hehehe.  Langsung aja, yuk, ni dia resepnya ;).

Cara Membuat Nasi Bakar Teri Ayam

(Oleh : Ibu Fatmah Bahalwan – NCC)

Bahan Nasi :

  • 1/2 kg beras, cuci bersih. Sisihkan.
  • 1 siung bawang bombay atau
  • 6-7 siung bawang merah iris-iris
  • 2 batang sereh, geprek
  • 2-3 lembar daun salam
  • 600 ml santan encer
  • Garam dan gula pasir secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya
  • Daun pisang untuk membungkus
  • Bahan Tumisan Teri Ayam :
  • 200 gr ayam fillet, cincang kasar / potong dadu 100 gr teri, cuci bersih, tiriskan.
  • 3 siung bawang putih, iris-iris
  • Cabe rawit secukupnya bagi yang ingin pedas
  • Daun bawang, cincang kasar
  • Garam gula pasir secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya
  • 100 ml air matang

Cara Membuat Nasi:

Tumis bawang merah hingga wangi. Masukkan daun salam, sereh, garam, gula pasir, dan kaldu bubuk. Masukkan santan. Didihkan lalu masukkan beras. Aduk sampai merata. Masak hingga menjadi nasi menjadi aron.

Kukus sampai nasi matang atau masukkan ke dalam microwave kira-kira selama 20 menit hingga matang. Sisihkan.

(Boleh juga menggunakan rice cooker. Tumisan dan beras dicampur dulu baru dimasukkan ke dalam rice cooker lalu dimasak sampai matang).

Cara Membuat Tumisan Teri Ayam :

Tumis bawang putih hingga layu dan wangi. Masukkan ayam. Masukkan cabe rawit. Aduk rata, biarkan daging matang dan berubah warna. Tambahkan air. Didihkan hingga air meresap. Masukkan garam+gula+kaldu ayam. Lalu masukkan teri, daun bawang. Aduk rata sebentar. Angkat.

Ambil selembar daun pisang, tata nasi matang secukupnya dan tambahkan tumisan di tengahnya. Bungkus rapi dan bakar/panggang di atas skillet / panggangan/ wajan teflon. hingga harum dan daun kecoklatan. Siap dihidangkan.

Cara Membuat Nasi Bakar Teri Ayam

***

Hasilnya ya sudah terbayang ya. Ada santan segala. Pasti gurihnya edan hihihihi. Suami doyan, anak-anak juga suka. Emaknya apalagi hahaha :p. Anak bungsu saya juga senang makanan kaya bumbu khas Indonesia. Alhamdulillah, kagak nyusahin emaknya :D.

Yuk yaaa, jangan dibaca doang. Praktik sendiri di rumah. Enaaaaaaakkkk (y). Resep Nasi Bakar Teri Ayam dari Ibu Fatmah Bahalwan ini coba aja di googling pasti testimoninya mantap semua ;). Mari memasaaaaaakkk ^_^.

 

Wisata Grand Canyon

Road Trip To Vegas From Dallas (Part 2) : The Grand Canyon

Wisata Grand Canyon versi USA nya nih. Abisnya kalau searching di Google, yang sering muncul The Green Canyon Pangandaran ya :D. Dua-duanya patut banget didatangi ;).

The best times to visit the Grand Canyon are not Summer, hahahaha . Perhaps they are March through May and September through November. At those times, daytime temperatures begin to cool and the crowds was pretty great.

Tapi ya dapat cuti agak lebihannya pas musim panas ya sudahlah kita ke Grand Canyon pas awal Juli, puncak musim panas #kipasinKetek.

Ini lanjutan dari bagian 1 yang memang postingannya sudah lamaaaaa banget hahaha. Flashback dikit, berangkat dari Dallas hari minggu, terus malamnya nginep di Albuquerque, New Mexico.

 

Senin siang cabut ke Grand Canyon. Kami memutuskan menginap di Flagstaff, kota yang letaknya sekitar sejam dari The Grand Canyon National Park.

Flagstaff ini termasuk kota wisata banget juga. Rata-rata pada mampir ke sini, entah memang niatnya ke sini doang atau mau lanjut ke Grand Canyon. Udaranya sejuk jadi ingat sama wilayah Puncak.

Kota wisata, rate hotel di atas rata-rata.

Besok paginya muter-muter flagstaff dulu. Keluarnya agak telat … susah dapat parkiran di mana-mana . Jadi kita langsung cusss ke Grand Canyon.

Wisata Grand Canyon
Puanaaaaasssssss 😀

 

Tiba di Grand Canyon sekitar jam 11 siang. Panasnya puoooollllll. Tapi rame banget lho turis-turis yang datang. Mungkin karena bertepatan sama libur panjang musim panas juga, ya.

Biaya masuk 35 dolar (USD) per kendaraan. Nanti di dalam ada fasilitas bus gratis buat muter-muter. Disediakan pula tempat penyewaan sepeda. Mau jalan kaki juga boleh. Banyak lho yang jalan kaki.

Kite mah yang bawa gembolan 3 balita tentu memilih duduk manis dalam bus hihihihi.

Karena saya penakutnya luar biasa (hahaha), banyak spot-spot bagus yang enggak sempat kerekam. Suami saya sibuk foto-foto. Ngeri euy ngeliat turis-turis nekat yang berfoto di tempat-tempat “terlarang”.

Wisata Grand Canyon Amerika Serikat

Tempat-tempat yang keren justru yang serem-serem gitu. Pagar pembatasnya juga bukan yang beton gitu. Kadang cuma pagar kayu. Duh, udah lemes duluan deh akyu. Bagusnya pakai drone kali ya, baru mantep tuh pemandangannya dalam video.

Ribetnya lagi, tempat ini sangat tidak balita-able. Si #boy3 yang lagi seneng-senengnya jalan dan lari-larian bikin emaknya senewen secara ini dekat-dekat jurang yang curamnya enggak kira-kira.

Sedikit banget yang sempat kerekam. Karena perasaan kemarin tuh sibuk bener sama anak-anak. Suami udah entah ngibrit ke mana ngejar foto-foto.

Selailn sibuk jejeritan biar #boy1 dan #boy2 jangan terlalu liar mainnya. Sudah tahu tempatnya kayak gitu mereka malah kejar-kejaran, tanduk dan taring mamaknya keluar semua! Hahahaha. Terus adeknya juga enggak mau mingkem di stroller.

Untung akhirnya pada ketiduran saking capek dan panasnya kali, ya. Begitu mereka tidur, saya juga sudah kecapean, jadi deh di bus terakhir semua pada tidur kecuali suami dan si sulung. Sibuk aja ngoceh berdua.

Wisata Grand Canyon

Turisnya rame beneeeerrr. Mulai dari yang pakai cadar sampai yang wajah oriental. Dari yang kulitnya gelap sampai yang matanya sipit. Sempat nyengir melihat embak-embak berduaan (entah dari Jepang-Cina-Korea) itu sampai pakai ponco lho hihihi. Plus payung! Hahaha.

Terus dalam bus sibuk oles-oles segala macam ke kulit wajah dan tangan.

Suami saya bingung panas-panas kok serba tertutup. Duh suami belom paham jugalah. Biasalah yaoowww, perempuan Asia ya takut gosong hihihi *tossDuluCeu*.

Bagi yang suka pemandangan alam, The Grand Canyon National Park tentu akan terasa bagai surga dunia hehehe.

Ini ada vlognya kalau punya kuota lebih :

Grand Canyon, Ngarai/Lembah Besar, merupakan fenomena alam sebagai pengaruh pengikisan Sungai Colorado. Mungkin butuh waktu seharian untuk berjalan-jalan mengelilingi national park ini.

Untuk detail lengkapnya bisa langsung ke situs Grand-Canyon di sini.

Overall ya senenglah ke sini. Kapan lagiiiiiiiiiii . Tempat ini juga merupakan 7 Keajaiban Dunia versi modern. No wonder, tempatnya dikelola dengan sangat profesional.

Infrastrukturnya juara . Hampir semua rute disediakan bus gratis. Mau sepedaan juga jalurnya ada. Jalan kaki juga dibuat senyaman mungkin. Ini jangan-jangan dulu Pak Jokowi magang di sini, ingat infrastruktur, ingat Pakde, yes? #cebongMulaiKumat hahhaha.

Mau tempatnya sekeren apa pun, kalau infrastrukturnya bapuk ya gimana orang mau ke sana cobak . Bentar lagi kampanye dah gue hahaha. Dah ah, have a nice sundayyyyyy .

Di Pangandaran juga ada lho tempat wisata yang mengandalkan fenomena ngarai seperti ini. Namanya The Green Canyon ya kalau gak salah.

Kami meninggalkan Grand Canyon sekitar pukul 7 sore. Masih terang. Kalau musim panas mah, gelapnya jam 9 atau 10. Sempat mampir makan malam di jalan sebelum lanjut terus menuju final destination : Las Vegas!

(to be continued )