So You Wanna Fly?

Pasca serangan bom dan aksi terorisme di Kota Surabaya minggu lalu, pemeriksaan mendadak ketat seharusnya dianggap wajar saja. Sayang kok bisa jadi ramai ya? :(.

Yang disesali juga banyak diantara teman yang sama-sama diaspora dan sudah pernah ke mana-mana kok juga ikut mengkritisi dengan ucapan misalnya, “Ih, gimana cobak perasaan kita kalau digituin?”

Laaaaah, kelian-kelian sudah pasti ke sana sini naik pesawat mampir bandara dulu toh yaaaaa. Masa iya di bandara mau naik pesawat enggak pernah mengalami pemeriksaan ketat begini? Apalagi di level bandara, tempat lalu lalang segala manusia dari mana-mana mau ke mana-mana .

Jadi kita ngobrol santai soal pengalaman di bandara saja ^_^.

Naik pesawat

Pasca bom di Brussel, malah bandaranya ditutup selama beberapa hari. Istanbul yang lebih “berani”.

Saya mendarat di Istanbul, 28 Juni 2016 itu sekitar 2-3 jam sebelum bom meledak di salah satu sudut bandara di wilayah kedatangan. Turki termasuk sigap karena penerbangan kayaknya cuma delay dalam waktu 24 jam. Selanjutnya kembali normal senormal-normalnya .

Saya pulang 3 hari setelahnya kondisi sudah sangat kondusif. Hanya saja di Bandara Turki memang pemeriksaannya ketat. Kalau kita di Soetta-Jakarta, ceknya kan sebelum check in, di Istanbul, SEBELUM MASUK GEDUNG bandara sudah kudu copot-copot jaket-sepatu segala macam.

Suami saya pas ke Istanbul 2013 juga gitu.

Topkapi Palace, Istanbul 2016

 

Tapi paling ketat memang imigrasi Amerika Serikat.

Waktu menuju New York dari Dublin, kita melewati imigrasi lebih awal. Di Bandara Dublin untuk penumpang menuju US, ada Imigration Pre-Clearance. Jadi diperiksanya di Dublin. Mendarat di New York tinggal lenggang kangkung.

Paspor suami dan anak-anak cuma diperiksa sekilas. Punya saya diserahkan ke petugas lain dan diteliti lebih lama. Enggak usah baper. Paling cuma random-check kata suami. Soalnya saya sempat sebal sebentar, nunggu agak lama, karena paspor saya dicek gonta ganti oleh beberapa petugas.

Saya juga diperiksa agak lama terkait jilbab/scarf/pashmina di kepala. Karena banyak instruksi yang harus dipenuhi TANPA kita perlu membuka. Makanya agak lama.

Setelah check in, Bandara Dublin juga termasuk ketat, sih. Ke mana pun tujuan, ribet lah itu disuruh lepas-lepas sepatu. Bongkar-bongkar tas untuk ngeluarin gadget, bahan-bahan liquid dan segala macam tergantung aturan bandara terkait.

Nah, pas kemarin Maret saya mudik ke Jakarta kebetulan pakai jaket tapi di dalamnya lengan pendek. Gak bisa dilepas.

Saya minta dispensasi langsung dikasih, kok . Gak pakai berantem. Saya tidak perlu lepas jaket.

Tapi sepatu tetap harus buka. Karena cuma berduaan sama si bontot, anak saya dijagain sama penjaga perempuan while emaknya ribet bongkar isi tas segala macam. Ngelipet stroller dibantuin .

Penumpang lain juga sigap membantu biasanya kalau melihat ada penumpang ibu-ibu sorangan bawa batita kayak saya .

Maklum bawa anak kecil jadi banyak botol-botol an segala minyak-minyak an kan kudu bawa hihihihi. Itu harus dikeluarin dari tas. Kalau enggak nanti tas kita dibaliikin lagi untuk diperiksa ulang.

Salah satu petugas tahu-tahu bilang, “Assalamu alaikum”.

Saya tanya agak ragu, “Moslem?” (Soalnya dese laki-laki bule tanpa ada tanda-tanda campuran ras).

Transit di Bandara Abu Dhabi 2013, dari Jakarta menuju Dublin pertama kalinya :D. Anak masih 2 hahahaha.

 

Dia nyengir, “I’ve ever been in Malaysia for a while.” Dese pikir “Assalamu alaikum” itu “Hai, apa kabar” dalam bahasa Malaysia .

“Ooo I see. I’m from Indonesia anyway.”

“Wow Indonesia. Bandung, Bandung.”

Tuh enggak usah tegang. Tetap kita lakukan selama itu memang aturan setempat dan dilakukan sesuai juklak. Malah jadi mengobrol sambil promosi tipis-tipis soal Indonesia (kalau ada yang nanya ).

Di Abu Dhabi tergolong simpel. Biasanya tidak perlu buka sepatu malah. Saya lupa-lupa ingat yang dulu-dulu gimana. Maret kemarin tergolong rileks melewati imigrasi di Abu Dhabi.

Di Arab Saudi juga ketat. Pemeriksaan buat perempuan ada ruangan khusus. Jadi kita ke dalam nanti diperiksa lebih lanjut oleh petugas perempuan. Kondisi normal sekali pun pemeriksaannya tetap begini.

Kalau bareng suami, di Saudi saya santai saja. Dengan bentuk fisik suami yang mirip orang Arab, jarang lah dapat masalah berarti di tempat publik termasuk bandara. Paling banter yang bikin pedih karena eike sering disangka pembantunya hahahaha #remesAbaya.

Di Iran apalagi. Tapi waktu di Iran memang kami ada masalah dengan agen dan akhirnya suami sempat “diputihkan” karena melanggar aturan imigrasi terkait izin kerja. Ekstra tegang jadinya hahahaha.

Pengin sujud syukur rasanya waktu berhasil melewati imigrasi karena paspor dibolak balik agak lama huhuhu.

Bareng si sulung yang masih setahun hehehe (Teheran, 2009)

 

Tapi tetap tidak sebanding lah kerepotan yang harus kita hadapi sebelum benar-benar boarding dan “melihat dunia”, yes? . Anggap saja bersusah-susah dahulu, berpiknik-piknik kemudian. Apakah lantas benar kalau banyak terbang, banyak piknik, pola pikir bisa rileks?

Sayangnya, tidak begitu juga .

Intinya tetap sama, peace comes from within . Kalau pikiran banyak prasangka ya disuruh hal-hal simpel macam lepas sepatu saja mungkin bisa mendidih.

Kabar baiknya, we are the master of our mind .

So you wanna fly? Remember this,

““Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.” ― Ralph Waldo Emerson

 

I Google You

Jika banyak yang terganggu dengan “kepiawaian” Facebook yang konon bisa membaca isi hati *tsaaah*, saya justru tertolong dengan Sponsored Post yang muncul di timeline.

Urusan utama saya di FB –> update semua fanpage (hahaha) dan share link blog di wall sendiri.

Setelah itu, blusukan di newsfeed. 

Kalau padat, kepoin daftar “See First” saja. Banyak urusan ya Cyin, masak –> ngangon anak –> jemput anak jalan kaki yang sekarang jarak sekolahnya 1 km dari rumah *pijetBetis*, bikin aneka rupa vlog (hahaha) –> update blog dst.

Karena stres berat badan yang melonjak dalam tempo setahun di Texas (damn, tinggal di Texas emang melenakan), saya banyak browsing di Google : olah raga di rumah vs resep makanan sehat.

Di FB, tahu-tahu muncul sponsored post –> video-videonya Kayla Itsines! Yay, seneng bangeeeeet .

Si Neng Kayla aplikasinya berbayar. Hepi dapat sneak peek gratisan dari beliau .

Kayla Itsines olahraga di rumah
KAYLA ITSINES Gambar : womenshealthmag.co.uk

 

Simpan di folder SAVED. Tahu tidak, ada mekanisme SAVED instead of share di wall .

Aneka fanpage resep masakan sehat juga ada .

Terima kasih, Bro Mark! *sungkem*.

Algoritma “membaca pikiran” ini memudahkan pengiklan berjodoh dengan “viewer”nya. Saya pernah memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan traffic blog/vlog.

Benar, bukan masalah KUANTITAS yang penting. Tapi sejauh mana kita bisa meneropong siapa yang membutuhkan info terkait link/ produk kita. Mending 100 tapi fokus daripada 1000 tapi mental semua.

Facebook berusaha meningkatkannya biar pengiklan makin kesengsem dan puas. Lah ya Facebook dapat duitnya dari mereka, yes? Kita mah tinggal pakai gratis hahaha.

Kalau konten iklan hanya berupa jasa trainer olahraga, resep-resep, destinasi wisata, tips ini itu, rekam jejak politisi yang berupa info bukan hasutan, ya OKE lah.

Namun, yang pikirannya korslet kan adaaaaa saja. Ada yang berusaha meneropong pikiran para pengguna media sosial untuk KEPENTINGAN POLITIK misalnya.

Dengan memantau inbox, status (diset ONLY ME pun pasti ada di database), mereka mencoba menebak KECENDERUNGAN KITA. Dunia psikologi sekarang makin berkembang.

Mereka pun menemukan profil-profil yang cocok untuk mereka GEMPUR dengan link, foto, video, atau media apa pun yang bisa ditampilkan di news feed yang bersangkutan yang bisa MENDORONG/MENGHASUT/MENGARAHKAN profil-profil tadi sesuai kepentingan mereka.

Harapannya, minimal si profil-profil incaran ini akan nge KLIK / MEMBUKA link/foto/video tersebut. Syukur-syukur kemudian MEMBAGIKANNYA di wall mereka sendiri. Nanti ada akun lain yang lihat dan ikut membagikan dst.

Tidak bisa lagi kita remehkan kekuatan informasi dunia maya.

Brexit dan Kemenangan Trump cukup mengejutkan buat “dunia barat”. Kalau yang Trump ya gimana. Lawannya, Hillary Clinton. Sejak memang di Demokrat sudah banyak pakar politik di sana yang ngomel, “Kalau gini sih, Trump bisa menang beneran!”

Tapi Brexit yang bikin terguncang. Especially because I live next door to them. How come?

Karena isu-isu yang berkembang, pemicu utama adanya polling
bukan sekadar isu ekonomi terkait rivalitas UK vs Jerman dsb.

Yang lebih hangat di masyarakat justru sentimen negatif. Misalnya antipati terhadap pendatang. Bukan hanya terhadap pendatang sesama Eropa –> orang-orang dari negara berkembang di Eropa Timur banyak menyerbu negara-negara maju di Eropa Barat.

Antipati ini meluas ke isu bombardir pengungsi Suriah dan wilayah Tim Teng dll yang mengarah ke satu keyakinan tertentu . Jadi morat-marit isunya.

Di Ireland, so far aman sentosa. Berkahi kami semua di mana pun kami berada ya Tuhan .

Isu-isu SARA yang membuat saya SEREM .

Kalau sekadar Facebook bisa tahu kita abis googling apa buat saya malah membantu.

Black Friday tahun lalu, berhari-hari saya nyari diskonan brand skin care tertentu.

Kata teman, ada brand yang menawarkan diskon gila-gilaan sebelum Black Friday. Akhirnya bosan, diskon tak kunjung datang. Eeeh, ternyata brand bersangkutan diskon adidayanya dilakukan beberapa hari setelah Black Friday!

Saya enggak ngeh. Saya DIINGATKAN oleh Facebook via Sponsored Post yang muncul di newsfeed saya. 70%, Sis! Langsung borong hahaha.

Mungkin tergantung aktivitas masing-masing di dinding Facebook pribadi. Saya hampir SELALU posting setting PUBLIC. Yang dishare paling isi blog, tulisan politik yang menunjukkan dukungan (sebisa mungkin tanpa hoax, tunjukkan selalu jalan yang lurus ya Allah).

Males eike ikut kuis iseng. Lebih karena waktu sempit. Andai sehari 100 jam, gue sikat tuh semua kuis gituan.

Dari like-like juga bisa “terbaca”. Saya kalau lagi males gak ada yang diLIKE. Tapi kalau lagi rajin, SEMUA saya LIKE hahaha. Jadi LIKE GAK LIKE = senggang atau tidak .

Isi blog saya bukan hal sehari-hari yang up to date. Kisah jalan-jalan 2 tahun lalu baru ditulis sekarang . Karena terlalu random, ada yang nanya, “Mbak, sekarang tinggal di mana? Kemarin rasanya di Texas sekarang posting Arab Saudi?”

Padahal mah lagi di Ireland, yes? Hahaha.

Berhentilah menganggap media sosial (Facebook dkk) sebagai DIARI pribadi. Pakai setting ONLY ME pun, sesungguhnya kalian sudah MENITIPKAN DATA kepada pihak lain. Diari konvensional, diumpetin dan enggak ketahuan yang bisa baca ya kita sendiri.

BEDA dengan mekanisme internet di DUNIA MAYA .

Percayalah, Facebook dll TIDAK AKAN MAMPU MENJANGKAU APA PUN yang TIDAK KALIAN BAGIKAN SECARA SUKARELA .

Tipe manusia macam-macam. Ada teman yang kurang suka kalau orang lain googling tentang dirinya. Akyu mah pengin bangeeeettt di-googling hahaha.

Biar mereka nyasar di blog, baca-baca, terus aku dapat adsense terus mampir ke link youtube saya.

Kalau berkenan subscribe dunk di youtube channel “Jihan Davincka” –> apa ini, apa iniiiii hahaha.

Di dunia nyata yang majemuk, kehadiran dunia maya harusnya memampukan kita saling mengenal dengan lebih mudah. Misal, tanpa berkunjung ke negeri A kita bisa temenan sama siapalah yang tinggal di negeri A yang bisa share info atau foto ke kita.

Dulu, BUKU adalah jendela dunia. Maka INTERNET itu JENDELA yang lebih canggih lagi. Tak terbayang indahnya dunia jika dalam perbedaan ini bisa saling mengerti dan memahami tanpa banyak sekat lagi.

Ini malah dipakai buat share hoax dan hasutan kebencian .

Dengan medsos, dunia bisnis tidak lagi dikuasai oleh mereka yang bermodal besar. DUNIA MAYA membuka jalan untuk berbisnis dengan modal koneksi internet dan kreativitas saja .

Ada teman yang sanggup berdagang tanpa modal. Punya akun IG. Dia datang ke Tanah Abang / Thamrin City, potret sana sini dan menawarkan jasa titip. Hanya modal ongkos Trans Jakarta. Keuntungan lumayan karena banyak customer dari daerah yang belinya kodi-kodian.

Customer dari daerah juga pedagang lokal. Dulunya mereka kudu modal gede datang ke ibukota dan beli langsung tanpa kepastian laku atau tidak. Kini, mereka juga tinggal pasang foto dan nunggu PO.

Sekarang, modal tidak terlalu penting. KEMAUAN dan kerja keras lebih utama.

Media sosial banyak juga efek positifnya.

Tapi begitulah manusia, tempat salah dan lupa. Oportunis yang motifnya jahat ya ada saja.

The least we can do ya memastikan diri sendiri agar tidak terpancing hal-hal provokatif nan negatif. APALAGI IKUT MEMBAGIKANNYA.

Terutama buat teman-teman yang tergolong akun-akun “influencer” semoga bisa lebih selektif dalam menanggapi isu-isu terkini. Lebih berat beban kalian karena efek yang ditimbulkan relatif lebih “spesial” dibanding akun biasa. Mohon belas kasihannya *sungkem*.

Mari saling menjaga yak .

Biar afdol, kita tutup dengan sepotong quote dari hasil googling barusan (hihihi) :

Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around. -Leo Buscaglia-

Gambar : pixabay.com

Cara Mengecilkan Paha dengan Gerakan Sederhana di Rumah

Masih lanjutan “clean eating + weight training” dalam rangka balik ke 48 kg lagi :p. Sekarang mau bahas cara mengecilkan paha. Kite kan anak jins banget yak. Kalau paha gombyor ya males aja gitu kudu beli jins baru lagi.

Ini sudah 2 minggu berarti. Minggu pertama kemarin turunnya sekitar 1.8 kg karena lumayan ketat clean eating-nya. Di minggu ke-2 ini agak-agak bandel makannya. Turunnya cuma 200 gram ajah hahaha. Tetap harus disyukuri :p.

Okelah berat badan agak stuck. Tapi bisa jadi karena ada weight training jadi massa otot lebih berat, kan? *menghiburDiri* hahahaha. Karena berat badan sekarang juga cenderung sudah sedang, sekitar 53 kg.

Walau clean eating agak tersendat, weight training makin mantap. Banyak gerakan yang tadinya saya pakai “versi ringan”nya, masuk minggu ke-2 eh tahu-tahu pas nyobain versi original kok ya udah kuat, ya. Repetisi juga ditambah.

Sekarang juga sudah tidak terlalu bergantung ke video-video youtube. Yuk, kita buat Exercise-Routine versi kita sendiri.

Saya hafalkan saja beberapa, kombinasi dari beberapa video, lalu saya cobain sendiri tanpa panduan video. Total waktu untuk sekali latihan sekitar 20-25 menit. Saya lakukan 2x sehari.

Weight-training routine, di mana sekarang saya fokus ke perut dan cara mengecilkan paha, sudah ada gerakan-gerakan standarnya. Ada juga saya selipkan beberapa gerakan yang juga berhubungan dengan bokong, sih. Walau tetap fokusnya ke paha juga.

Berikut detailnya ya :

Gerakan 1

Saya ambil dari gerakan pertama di video Blogilates yang ini. Kelihatannya simpel tapi hari-hari pertama saya ngerjainnya lambat karena pegel hihihi. Sekitar 3-4 hari sih lancar juga ^_^. Di kaki kanan dan kiri masing-masing saya lakukan 4×8. Itu ada 2 gerakan sih sebenarnya (lihat posisi telapak kakinya si Cassey, masing-masing gerakan itu saya lakukan 4×8).

Gerakan ini termasuk cara mengecilkan paha yang paling ampuh ;). Monggo dicoba.

Gerakan 2

Gerakan 2 dari weight training routine harian saya juga saya ambil dari video di atas. Gerakan ke-2 dari video. Saya lakukan sebanyak 2 x 8. Masih fokus ke cara mengecilkan paha.

Gerakan 3

Yang ini saya ambil dari video Blogilates yang lain. Sama-sama gerakan ke-3 di video ini. Repetisi 2 x 8. Ini  videonya ya, cek yang gerakan ke-3, ini juga masih fokus ke paha  :

Gerakan 4 

Gerakan ke-4 mulai masuk ke exercise buat perut. Lihat gambar di bawah. Gerakan ke-4 saya adalah : HIP RAISE. Saya lakukan sebanyak 20 KALI. Pernah coba 4 x 8 kok ya gimana gitu, belum kuat hehehe. Jadi 20 KALI saja, pakai angka 20 biar tetap genap.

Gambar : mikaelsyding.com

 

Gerakan 5

Gerakan ke-5, lihat gambar di atas juga, ya. Saya pilih Bycycle Crunch. Tadinya saya agak kesulitan di gerakan ini di minggu pertama. Jadi saat melakukan di awal-awal, kaki saya menyentuh lantai hehehe. Tapi karena dilakukan tiap hari, eh lama-lama bisa melakukan gerakan aslinya seperti di gambar. Repetisi 4 x 8.

Gerakan ini fokus ke area perut.

Gerakan 6

Yang ini masih fokus di perut. Gerakannya kembali mencontoh dari video Blogilates. Lihat video di bawah, gerakan ke-2 : ANKLE REACHES. Repetisi 2 x 8. Ini termasuk susah nih. Penginnya 4 x 8 tapi belum bisa-bisa.

Gerakan 7

Gerakan ke-7 tetap fokus perut. Lihat GAMBAR di atas tadi (yang judulnya ABS EXERCISE), saya pilih gerakan LEG RAISE. Jadi tungkai bawah turun naik dengan mengandalkan kekuatan otot perut. Minimal 1 x 8 lah. Terus terang belum pernah bisa 2 x 8 hahaha.

Gerakan 8

Gerakan yang ini selain untuk paha juga untuk bokong. Namanya LEG SWING. Kira-kira kayak gini gerakannya, lihat di gambar bawah ini. Boleh cari videonya kalau mau ketik saja “LEG SWING” di youtube banyak tuh entar keluar contohnya. Itu kakinya diangkat naik turun berulang-ulang.

Untuk masing-masing kaki kiri dan kanan saya lakukan 2 x 8.

Gambar : fitnessblender.com

 

Gerakan 9 sampai 11 ngambil dari pilates. Gerakan  9 dan 12 fokusnya untuk mengatasi bahu bungkuk, iya nih saya bungkuk huhuhu. Gerakan 10 dan 11 untuk lengan. Nanti ya kita bahas di postingan terpisah. Ini mau ngasih tahu cara mengecilkan paha dan exercise buat perut dulu, yes? ;).

Anyway :

  1. Jangan gentar kalau awal-awal kok ya susah dan cuma bisa ngikutin sebentar udah gak sanggup. Keep it coming. Lakukan rutin tiap hari. Lama-lama jadi terbiasa.
  2. Soal repetisi juga jangan khawatir. Mungkin awal-awal 1 x 8 aja udah tepar. Ulang terus tiap hari (y). Nanti repetisinya lama-lama bisa naik.
  3. Konsistensi itu penting banget. Jadi jangan angin-anginan. Sejak awal tetap lakukan tiap hari walau durasinya mungkin cuma pendek.
  4. Biar enggak bosen, bikin playlist di ponsel jadi bisa kita putar sambil melakukan exercise. Saya punya playlist untuk latihan siang dan latihan malam yang berbeda. Kalau pagi atau siang pakai musik yang beatnya kenceng. Untuk malam hari pakai playlist lagu-lagu slow hehehe.

 

Hasilnya oke banget lho ;). Dua minggu saja sudah lumayan terasa asalkan rutin dan pantang menyerah. Gak percaya? Monggo dicoba!

Reflect Your HOPE, NOT Your FEAR (3)

Yak, kondisi terkini di dunia maya mengulang keseruan 5 tahun lalu jelang Pilpres 2014. Keseruan? Ketegangan jangan-jangan kata yang lebih tepat huhuhu.

Unfortunately, pasca isu Cambridge Analytica, kita tak bisa lagi meremehkan hal-hal yang terjadi di dunia maya. Dunia nyata pun bisa terseret secara signifikan.

Acara CFD di DKI Jakarta yang terkini misalnya. Acara yang setahu saya memang ajang kumpul-kumpul sekeluarga, jalan-jalan santai, sambil jajan-jajan, sudah lazim bawa anak-anak. Mengapa menjadi ajang bully-bully an?

Sebenarnya ada juga foto-foto atau BUKTI yang menunjukkan bahwa perselisihan 2 kelompok tersebut TIDAK mewarnai sepanjang acara. Tidak bisa dikatakan sebagai penggambaran KESELURUHAN ACARA CFD di hari itu.

Ada juga tuh foto yang menampilkan kedua pihak jalan bersama sambil cengar-cengir enggak saling ngapa-ngapain.

CFD 29 April juga berlangsung damai (sumber : akun Facebook Zulfan Syahnsyah)

 

Beberapa teman yang sepandangan politik dengan saya mempertanyakan, “Itu kok yang kubu sono bisa sampai segitunya ya? Udah kayak mau perang beneran?”

Nah iniiiiiiii. Pahami juga psikologi / alasan tiap kelompok. Dari kedua belah pihak.

Yang hampir selalu saya temui, pendukung kelompok “Ganti Presiden” ini sedang merasa “membela agama”. Ini “perang” mereka terhadap “kezaliman” atau apalah itu yang bertentangan dengan ajaran agama.

Makanya sering membawa-bawa istilah Firaun segala. Tahu kan ya meme-memenya pan udah banyak ituh. Kenapa Firaun? Bukan yang lain? Karena Firaun ini digambarkan langsung dalam kitab suci sebagai “musuh agama”.

Bayangkanlah kondisi psikologis mereka yang turun ke jalan buat kampanye dengan semangat seperti itu.

Tentu lebih gegap gempita karena hal ini SEOLAH titah langsung dari TUHAN. Mereka (merasa) sedang menjalankan amanah dari TUHAN yang maha penting melawan SI LAKNATULLAH FIRAUN …. bersama segenap pengikutnya atau pendukungnya! 

Gambar : pixabay.com

 

Sementara yang kubu “Tetap Pakde”, ya paling banter alasannya karena hasil kerjanya bagus misalnya. Atau tidak menemukan calon lain yang lebih baik dibandingkan beliau. Hanya memandang persoalan ini sekadar Pilpres. Tidak merujuk ke urusan surga sama neraka misalnya.

Makanya itu para Jokower atau Cebonger BERHENTILAH berusaha melakukan perlawanan dengan cara-cara model beginian. Sana bikin kaos, situ ribut juga bikin kaos. Okelah bikin kaos mah FUN, yak.

Tapi jelas kelian akan kalah dalam urusan “mengobarkan semangat juang” di area publik.

Yang di “sana” SEOLAH “MAJU PERANG” demi pengabdian terhadap TUHAN. Yah situ mungkin sekadar pengin negeri kita menjadi lebih baik pembangunannya di tangan Pak Jokowi. Ya jelas KALAH! Hahaha.

On the other hand, pihak Jokower pun ada yang sering menyebarkan ketakutan-ketakutan instead of HARAPAN. Kalau yang “sana” ya sudahlah ya. Kita juga bingung mereka mau menebarkan harapan apa karena dari awal slogannya adalah “ASAL BUKAN ANU”.

Pemicunya adalah KETIDAKSUKAAN pada ANU, bukan karena MENDUKUNG LAWANNYA ANU. Ke Ahok juga “mereka” begitu, ke Pak Jokowi pun sama.

Then why do we have to do the same thing? Pathetic itu mah kalau kalian juga sok-sok menebarkan ketakutan. Don’t!

Kalau yang sana suka mengancam-ancam dan menakuti-nakuti tentang PKI lah, serbuan tenaga kerja asing lah, China mau menguasai Indonesia lah, Islam mau dihancurkan, dan berbagai imajinasi-imajinasi liar yang sangat minim bukti .

Di kubu Jokower juga ada yang model begini. Sok-sok ngancem, Jakarta akan hancur kalau bukan Ahok yang menang! Set dah! Hahahaha. Heloooooo, santai aja maleeeeehhhh.

Buktinya sekarang fine-fine saja kan di Jakarta. Ya mungkin ada beberapa hal yang BERUBAH tapi lebay kali pun sampai bilang HANCUR yadda-yadda-yadda .

Percaya sama saya, orang Jekardah mah setrong! Saya ngalamin banjir besar tahun 2007 tuh. Meeting di customer di Tangerang, kena macet 5 jam ke Pancoran. Bareng teman saya yang lagi hamil muda. Kita ketawa-ketawa saja di mobil. And we STILL ALIVE years after that! Hahaha.

Kalau urusan Pilpres pada ngancem, katanya kalau bukan Pak Jokowi yang menang, nanti korupsi merajalela, pembangunan mangkrak dan seterusnya dan seterusnya!

Benar-benar pendukung stres semua dah hahaha.

Jangan begituuuuuuuu .

Walaupun mungkin sudah bosan dan ternyata kemarin pas di Ahok kita kalah sih (hahaha), KITA TETAP HARUS menebarkan HARAPAN instead of FEAR. Mengapa? Simply because it’s THE RIGHT THING TO DO! 

Jangan bosan share hasil kerja beliau. Jangan patah semangat menunjukkan bukti nyata di sekitar kalian yang membuat kalian tetap mendukung beliau. Jangan gentar terus menghujani timeline dengan hal-hal yang KITA anggap sebagai prestasi-prestasi positif beliau. Walau mungkin yang “sono” so pasti ngamuk dan tidak setuju hahaha.

Kalau sudah begitu mereka tetap baper, itu sudah bukan tanggung jawab kita lagi yes? Masa kita share kebaikan orang lain, mereka marah! Itu sih jatuhnya sudah DENGKI .

Tahu film Monster Inc. gak? Nah ini salah satu film animasi kesayangan saya.

Monster Inc (gambar : disney.wikia.com)

 

Saat akhirnya Sullivan mengambil alih Monster Incorporated dari tangan Waternoose, Waternoose sempat bilang, ““I hope you’re happy, Sullivan. You destroyed this company. Monsters Incorporated is dead! Where will everyone get their scream now? The energy crisis will only get worse, because of you!”

Monster Inc. mengambil energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Negeri Monster dengan cara menakut-nakuti anak-anak manusia dalam mimpi-mimpi mereka di malam hari.

Somehow para monster punya akses untuk memasuki kamar anak-anak ini di malam hari untuk menakut-nakuti mereka. Makin menakutkan para monster, makin takut si anak-anak ini, dan makin kencang pula teriakannya, makin banyak energi yang terserap.

Anak-anak makin stres, energi makin cespleng.

Tapi Sullivan sudah menghancurkan metode ini. Namun, apa benar Monster Inc. remuk di tangan Sullivan?

Despite using the kid’s fear, Sullivan punya ide LAIN untuk meraup energi bagi Negeri Monster.

Mike – Sullivan – Boo (gambar : cinelinx.com)

 

Jika dulu para monster berusaha keras menakuti dan mengancam anak-anak, kini mereka bekerja giat memainkan berbagai macam lelucon, mengisahkan cerita-cerita kocak untuk membuat ANAK-ANAK TERTAWA.

Yup, instead of, memanfaatkan jeritan mereka sebagai sumber energi, Sullivan menemukan cara berbeda untuk mendapatkan energi yang 10 x lipat lebih besar. Para monster tetap memasuki pintu anak-anak secara rutin, tapi yang diincar kini bukan teriakan ketakutan mereka lagi. Tapi tawa mereka.

Hubungan monster dengan anak-anak malah harmonis. “Scare Floor” yang tadinya selalu bernuansa tegang dan ‘dingin’ kini hiruk pikuk penuh balon-balon dan tawa ceria para monster .

Pesan moralnya sangat INDAH, bukan? Did you get it?

Jeritan anak-anak itu identik dengan ketakutan, kebencian dan banyak hal negatif lainnya. Sementara tawa anak-anak selalu diasosiakan dengan kegembiraan, keceriaan dan banyak hal positif lainnya.

Sullivan mengajarkan kepada kita, “Kegembiraan itu efeknya 10 kali lipat lebih dahsyat daripada ketakutan.”

Sullivan and Boo (gambar : weheartit.com)

 

Menebar HARAPAN dan hal positif itu kekuatannya lebih besar daripada menghasut untuk membenci.

Dari kisah FIKSI pun kita bisa belajar banyak hal-hal untuk kebaikan kita di dunia yang NON FIKSI ini, yes? 

Seems like too good to be true, yak hehehehe. But I’m a believer! Aren’t you? 

Yuk yaaaaa, putuskan lingkaran setannya. Sampai kapan ini saban ada kampanye berantem meluluuuuuuu .

Kita memilih atau mendukung dengan harapan agar negeri kita tercinta, Negara Kesatuan Repuplik Indonesia bisa dibawa ke arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan BAPAK JOKO WIDODO. Sudah kita cek hasil nyata-kinerja-rekam jejak beliau dibanding alternatif yang lainnya yang sudah ada. Entah kalau nanti ada kejutan ada calon lain ye kaaaannn .

Bukan karena takut sama ini itu .

So … “May your choices reflect your hopes, not your fears.” ― Nelson Mandela

Untuk prestasi-prestasi kerja Pak Jokowi jangan lupa LIKE dan SHARE (kalau mau) dari fanpage resmi beliau di Presiden Joko Widodo. Klik aja itu jangan sampai salah page, banyak yang abal-abal nan provokatif juga soalnya.

Insya Allah, dengan atau tanpa PAK JOKOWI, NKRI tidak akan hancur apalagi bubar . Karena doa-doa terbaik kita akan terus mengawal negeri ini, kan, kan, kaaaaaannn SIAPA PUN PRESIDENNYA .

Tapi jadi presiden memang berat sih, kamu belum tentu bisa. Pakde ajalah #dasarCebong ??????

Salam 2 periode! ✌️✌️

Gambar : foto resmi dari istana kepresidenan

connemara national park

Jalan-jalan ke Kylemore Abbey, Irlandia

Yang follow di Instagram saya mungkin sudah lihat banyak titik-titik di Insta Story pas sabtu kemarin hahaha. Puas-puasin deh bikin Insta Story mumpung ada kesempatan jalan-jalan di saat udara lagi cerah dan membahagiakan.

Updated  2021 : akhirnya yak, segala insta story dikumpulin + video2 dari hape dan voila! Jadilah vlog jalan-jalan ke Kylemore Abbey inih hehehe, cuuusss) :

Makluuuum, sudah berminggu-minggu bernaung di bawah mendung dan hujan huhuhu. Gloomy dan basah :(. Kata teman bikin depressing. Ya enggak segitunya juga lah hehehehe.

Sejak seminggu lalu sudah intip-intip prediksi cuaca dan weekend barusan diramalkan super cerah di hari Sabtu. Jadi, mari kita cuuuussss. Kali ini mau ke Connemara National Park. Pengin hiking dan lihat-lihat kastil yang keren banget di area Connemara itu.

Dari Athlone menuju Connemara sekitar 2.5 jam menyetir. Connemara ini terletak di County Galway. Tapi agak ke barat lagi. Kalau ke Galway City sih cuma perlu sejam.

Nah, ini dari Insta Story sayang kalau kebuang percuma dalam 24 jam, kita angkut ke blog aja, yes? 😀

Video tadi sedikit pemandangan sepanjang perjalanan.

Nyetir 2.5 jam apa enggak capek? Weits, daku mah sampai sekarang belum bisa menyetir hahaha. Jadi, suami yang senantiasa mengemban tugas mulia ini :p. Maap yak Bang.

Ini ceritanya udah mau ngambil SIM. Tapi harus tes teori dulu. Mau belajar ealah CD buat latihannya rusak :(.

Terus kalau nyetir lama gitu kan pasti ngantuk. Udahlah gak bisa nyetir, anaknya gampang ngantuk, duuuuhhh benar-benar tiada guna dah hahahaha. Mana pemandangannya adem manjain mata makin kriyep-kriyep.

Tapi enggak enak mau bobok, entar suami bete, jadi mari kita Insta Story ajaaaahhhh #eaaaaa

Pemberhentian pertama di sekitaran area Connemara National Park adalah Kylemore Abbey, kastil kece yang terletak di hadapan sebuah danau. Bener-bener bagus.

Tapi kita cuma numpang foto aja di tepian danaunya. Bayarnya mihil juga. Sekitar 13 euro per orang untuk yang gede. Kalau gak salah anak-anak juga bayar 7 uero per orang.

Pemandangannya emang ciamik punya. Di dalam kastil ada taman bunga gitu katanya. Tapi ya sudahlah, kita nikmati saja pemandangan di area gratisannya. Ini videonya ^_^. Nyomot dari archivenya Insta Story kayak video-video lain di atas tuh :D.

Anak-anak cranky turun dari mobil. Mungkin efek lapar juga. Sudah sekitar pukul 1 siang tiba di Kylemore Abbey. Akhirnya ngajak mereka makan di kafe di sana. Kafenya enak, sih. Tapi sebelum ngafe, kita putu-putu duyuuuuuu…

Boy1 dan Boy2 kayaknya udah kesel banget kelamaan di mobil jadi tampangnya sengit bener mau diajak foto-foto hahaha. Yawdaaah, Mama foto solo (kek biasa yes? Hahaha), Papa foto berdua si Boy3.

connemara national park

Enggak lama sih pecicilan di pinggir danau. Selain anginnya kenceng banget (salah kostum! huhuhu, gara-gara prakiraan cuaca katanya super cerah … cerah mbahmu! :p), anak-anak juga kayaknya sudah bete maksimal.

Masuk kafe, terus pesen-pesen. Padahal Papa masak Ghulas lho pagi itu dan kita bawa sebagai bekal makan siang juga. Terus akhirnya tetap beli-beli menu-menu di sana. Ada beberapa pilihan vegetarian, akhirnya makan Salmon Spinach Pie & Egg-Goat Cheese Pie. Enyaaaakkk (y).

Terus udah gitu… HUJAN! Huaaaaa … zzzz -_-

Akhirnya anak-anak main-main di pojok khusus yang dilengkapi dengan buku-buku cerita dan mainan buat anak-anak. Pas nih kita milih tempat duduknya memang di sudut belakang. Biar gak ketahuan bawa makanan dari luar hahahaha :p.

Sampai setengah jam membiarkan anak-anak main dulu sambil kita pening mau lanjut apa enggak ke Connemara National Park buat hiking. Suhunya sih masih belasan tapi males kan kalau hujan. Hujannya lamaaaa.

Saya pikir ya udahlah mending nyetir ke sana, we’ve come so far ya masa iya cuma mamam di kafe terus balik lagi. Kasihan yang udah nyetir 2 jam :p.

Kita cuussss lanjut ke areal utama Connemara Park. Di jalan hujan akhirnya agak reda. Tapi ya tetap lumayan bukan sekadar gerimis-gerimis cimik-cimik. Anak-anak hanya pakai jaket tipis. Yang sulung malah pakai jaket yang tidak ada hoodie-nya.

Yah sudah tahu di Ireland rentan hujan ya :(. Lupa ngingetin saking semangatnya gara-gara prakiraan cuaca tumben-tumbennya cerah. Prakiraan memang bisa saja salah. Jadi yang salah siapaaaaaaa … tunjuk diri sendiri! >_<

Tiba di Connemara National Park Visitor Center, setelah parkir, masuk ke gedung Visitor Centernya. Waaahh, ada museum bagus ^_^. Kebanyakan membahas tentang era manusia di Irlandia waktu di zaman Bog, semacam lahan gambut. Nanti deh kalau ada vlog lengkapnya posting di sini juga. Males mindahin dari GoPro. Entar-entar, ya.

Dipaksain juga hiking sebentar. Tadinya cuma mau satu rute pendek. Tapi kayaknya anak-anak masih kuat, lanjut lagi satu rute lain.

Ada beberapa jalur yang disediakan buat hiking. Pemandangannya bagus-baguuuusss. Gak sempat foto-foto, hanya pakai GoPro waktu itu.

Ini cuma ada Insta Story sedikiiiiit :D.

Gak lama-lama di sana. Anginnya lumayan, hujannya enggak berhenti juga. Pukul 4 sore sudah jalan menuju pulang.

Eeeeeeh, pas masuk Galway City cuaca super cerah terang benderang, awan saja tidak ada. Karena belum ikhlas mau pulang, kita belok deh ke Salt Hill Beach, Galway City.

Soal Galway City sendiri sudah pernah ditulis di 2 postingan, tentang pantai dan tentang City Centernya jadi gak perlu diulang lagi, yes? 😉