Human First

Saya tidak tahu dengan agama lain, tapi dalam Islam sendiri memang terasa ada yang menganggap (mudah-mudahan hanya sebagian kecil) bahwa “DUNIA SEDANG INGIN MENGHANCURKAN ISLAM” yadda-yadda-yadda.

Ide tentang khilafah itu mungkin lahir dari keinginan untuk bersatu melawan “musuh” itu. Tak paham juga siapa musuh yang dimaksud.

Yah pokoknya ada sebuah kekuatan di luar sana yang sedang menghancurkan Islam dan Islam gagal karena tidak bersatu. Akyu pun pernah join NII KW IX yang dulu ramai di kampus-kampus di tahun 2000 an *tutupMuka*.

Misalnya pelarangan cadar (which is alasan-alasannya cukup rasional sebenarnya) tetap saja dianggap ingin menghancurkan Islam. Padahal di Amerika Serikat, di Irlandia, negara-negara “kafir” (hahaha) yang pernah saya tinggali, pakai cadar mah okeh-okeh saja.

Itu kemarin saya melihat emak-emak bercadar mengobrol dengan sales toko (emak bule sebule bulenya which is definitely NOT A MOSLEM) di dalam toko baju. Terus mereka cekikikan berdua entah ngobrolin apa.

Yang jelas gue kesel karena gue ngincer baju yang dipegang si emak bercadar tapi dia duluan, dammit! Hahahahaha .

“Mereka” yang merasa Islam mau dihancurkan misalnya mencela DEMOKRASI, tidak suka kapitalisme, karena tidak ada dalam alquran dst dst.

Perjuangan di era sekarang terus menerus dicari benang merahnya dengan perjuangan Rasulullah di masa awal. Yang menjadikan mereka terus-terusan mencari musuh seperti Firaun, petinggi-petinggi Quraisy dst dst.

Maka hadirlah Kaum Yahudi yang katanya menjadi musuh utama kaum muslim sejak dulu kala sampai sekarang. Pemimpin-pemimpin negara-negara adidaya (yang so far non muslim semua) dianggap sebagai petinggi Quraisy. Pokoknya musuh semua dah!

Apa pernah ke Amerika Serikat? Dikiranya umat muslim dilempari batu dilarang beribadah ditekan pergerakannya seperti di masa Quraisy periode Nabi?

Di Eropa juga pakai sistem kapitalisme. Namun, Angela Merkel sangat kencang berteriak menyindir pemimpin-pemimpin Eropa yang enggak menerima pengungsi Suriah tempo hari.

Dengan percaya diri Angela Merkel meyakinkan Eropa bahwa mereka bisa menampung terjangan pengungsi Suriah saat beberapa negara Eropa lainnya malah merasa “gelisah”.

“We can do it” … Ucapan Merkel seperti membelah udara seketika itu juga dan menerbangkan sayap pengharapan bagi jutaan pengungsi.

Tidak hanya dari Suriah, tapi bersama Irak-Afghanistan-dan banyak negara lainnya, jutaan pengungsi berbaris mewujudkan mimpi di tanah baru, Jerman, di jantung Eropa yang berdenyut paling kuat. Mereka mengumandangkan pesan, “Angela said we could come!”

Gambar : pixabay.com

 

Angela berseru lantang, “Apakah kita ingin hidup di benua di mana martabat seluruh manusia bahkan mereka yang minoritas tetap ditegakkan? Ataukah kita ingin berada dalam dunia dimana nasionalisme digunakan untuk intoleransi dan membiarkan kegelapan sekali lagi mengalahkan kita?”

Kalian pikir pengungsi-pengungsi itu agamanya apaaaaaaa. Siapaaaaaa yang mau menghancurkan Islam. Siapaaaaaaaaaa –> tenang Mbak, tenang, santai, santaiiiii *pijetinMbaknya*.

We should really think about this. Apa tidak mungkin lagi ya pintu ijtihad terkait definisi-definisi tertentu dibuka kembali? Ini khusus agama Islam, ya Kalau agama lain akyu tyda berani mencampuri.

Semua perselisihan besar di dunia buat sebagian muslim selalu dianggap sebagai “upaya MEREKA menghancurkan Islam.” MEREKA ki sopoooooo *pijetKeningUmat*.

Tempo hari pernah viral video embak-embak CIA yang ngomong secara garis besar soal kinerja intelijen “menggosok” isu tertentu untuk mengadu domba orang-orang .

Pesannya patut disimak, saya kutip di sini :

“Because as long as your enemy is a subhuman psychopath, that’s going to attack you no matter what you do, THIS NEVER ENDS.
But if your enemy is a policy, however complicated, THAT WE CAN WORK WITH.”

Demokrasi, kapitalisme, they’re just part of policies. Se-njelimet apa pun, uraikan dan bahas kelebihan dan kekurangan. Pasti ada solusi yang bisa digunakan sama-sama tanpa perlu ada satu agama yang menjadi superior diantara yang lainnya.

Dunia ini tidak sekejam yang kalian kira.

Pan katanye pemimpin-pemimpin non muslim itu ya tiada beda dengan Firaun?

Manalah ada Firaun yang membangun sekolah gratis dan infrastruktur kesehatan publik yang bisa DIAKSES oleh SIAPA SAJA yang ada di negara tersebut tanpa memandang etnis, agama dsb dsb? Situ kira dulu Piramida dibangun buat mal yang bisa diakses oleh seluruh rakyat? Zzzz .

“Firaun” yang di Amerika Serikat membebaskan pendirian masjid di berbagai negara bagian dan kegiatan-kegiatan agama terkait asal tidak mengganggu ketertiban umum dan patuh pada aturan yang ada.

Siapa bilang di Amerika Serikat tidak ada sekolah Islam? . Lebaran harus ngumpet-ngumpet? SALAH BESAR.

Nih, vlog lebaran tahun lalu di Texas. Di sebuah masjid yang berdiri megah di tengah-tengah pemukiman di sebuah kota industri yang bisa dibilang salah satu KOTA PALING TAJIR di Texas bagian utara : PLANO

Ada polisi yang mengatur arus lalu lintas dan berjaga kalo-kalo ada kenapa-kenapa.

Kalau pun ada yang ingin menghancurkan, semata adalah individu-individu yang takluk pada nafsu pribadinya dan menutup mata pada nilai-nilai kemanusiaan untuk memenuhi AMBISI NEGATIF mereka, APA PUN agama atau keyakinan yang dianut individu-individu tersebut.

Melawan hawa nafsu sendiri itu PERJUANGAN SEMUA ORANG, SETIAP HARI kita menghadapi pilihan-pilihan model begitu.

Merasa sudah dapat hidayah itu konsekuensinya lebih berat lho sebenarnya. Karena kalian akan menutup diri pada kemungkinan lain apa pun. You are the one who is right, others ARE WRONG no matter what.

Itulah kenapa dikit-dikit konspirasi, dikit-dikit “oh tydaaaaa, mereka ingin menghancurkan Islam” … it’s always something outside. You are going to miss the details. Fokus ke WHO and WHAT. WHY dan HOW nya luput. Padahal dari situ kemanusiaan kita bisa terasah dan teruji.

“Before becoming a Sikh, a Moslem, a Hindu, or a Christian, let’s become a human first.” -Sri Guru Nanak Dev Ji-

People We Haven’t Met Yet (12)

“The Oscars are not so white this year” … Begitu kira-kira ungkapan yang menandai usainya “The Oscars 2018 : 90th Academy Awards”,  perhelatan akbar tahunan bagi para sineas dunia yang sudah berbulan-bulan lalu tapi baru dibahas sekarang hahaha.

Beberapa nama-nama latin mencuat sebagai pemenang, termasuk sutradara terbaik Guillermo del Toro sepaket dengan film terbaik garapannya, “The Shape of Water”. Not my kind of movie sih, zonk aja gitu pas nonton huhuhu.

Guillermo del Toro (gambar : youtube.com)

 

Lagu terbaik dimenangkan oleh film COCO, yaaaayyyyyy *tepukTangan*. Walau tidak sedikit penggemar The Greatest Showman, di mana film ini juga masuk nominasi yang sama melalui OST bertajuk “This is Me”, mengamuk via komentar-komentar di Youtube :p.

Di film COCO, pasti sudah terasa sekali ya pesan eksplisit dari film ini mengenai budaya orang Latin.

“Marginalized people deserve to feel like they belong. Representation matters,”  kata sutradara film Coco, Lee Unkrich, di akhir pidatonya saat menerima piala kemenangan untuk kategori “Best Animated Feature.”

Tekanan terberat pasca masa kampanye dan kemenangan Trump di Amerika Serikat, dikatakan oleh banyak pihak, dialami oleh The Latinos ini. Para imigran latin yang membanjiri Amerika Serikat yang datang dari berbagai wilayah di Amerika Tengah dan Selatan. Negara Meksiko penyumbang terbesar, mengingat negara ini berbatasan darat langsung dengan wilayah Paman Sam.

Apalagi di negara-negara bagian wilayah-wilayah selatan seperti Texas dan New Mexico. Pengalaman pribadi saya setahun di Texas tempo hari, sangat mudah berpapasan dengan orang Latin di mana-mana ^_^.

Sementara di Florida, sebagian orang-orang latin yang ada di sana berasal dari negara Kuba yang secara lokasi memang cukup dekat dengan Florida walau terpisah oleh perairan Selat Florida.

Titip vlog pas main ke Bayside Market Miami Beach yak, maaf gak nyambung hahaha.

Adapun isu-isu kebencian terhadap kaum muslim dalam kehidupan sehari-hari tidak terlalu terasa, kok. Mungkin karena komunitasnya masih jauh lebih kecil dibanding pendatang dari negara-negara latin. Overall lebih ramai di media daripada kenyataan sehari-harinya. Apalagi media Indonesia hahaha :p.  Terlebih lagi di level medsos zzzzz -_-.

TAPI TEKANAN TERHADAP MUSLIM MEMANG ADA lho ya. Hanya intensitasnya BELUM selebay seliweran info dll. Mudah-mudahan jangan sampai meningkat.

Nah, kalau The Latinos ini isunya memang sudah ke mana-mana. Termasuk kekhawatiran terhadap berbagai lapangan kerja yang dibanjiri oleh mereka. Bahkan tidak sedikit pernyataan-pernyataan nyinyir dari pemerintahan baru yang bikin kuping pedas terkait kalangan Latin ini.

Silakan deh ya di-googling sendiri urusan politik dan ekonomi terkait ketegangan dengan orang-orang Latin di USA pasca Pilpres 2016 kemarin. Di tulisan ini kita ngobrol santai saja :D.

Ada beberapa komentar senada di wall Facebook saya waktu saya share sebuah scene dalam film Coco. Katanya, kok mirip banget beberapa kebiasaan orang-orang di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya bawa-bawa bunga ke pemakaman.

Bukan hanya fisik dan bahasa yang membuat orang Latin terlihat sangat berbeda dengan ras Kaukasian yang disebut-sebut “pemilik US”, padahal mah sama-sama pendatang sih ya hihihihi –> cobak sungkem dulu sama orang Indian sana.

Secara umum kehidupan sosial para Latinos ini memang lebih “dekat” dengan orang-orang Asia ketimbang orang-orang berkulit putih/ras Kaukasian yang sebagian besar akarnya berasal dari Eropa Barat. Yang paling nyata hobi ngumpul-ngumpul mereka, persis kek kita, yes? Makin ramai makin seruuuuuuuu ^_^.

Gambar : forbes.com

 

Pernah sebelahan dengan keluarga Latin waktu jalan-jalan ke Fort Worth Zoo di area water park. Anak kecilnya cuma 2 tapi mereka datang bergerombol. Saya sudah tidak tahu yang mana orang tua dari kedua anak tadi karena ada 2-3 pasang suami istri yang mengiringi. Ada kakek neneknya juga. Tidak ketinggalan 2-3 orang abege tanggung. Ruameeeeeeee hehehe.

Belum lagi pas mengobrol. Rebut-rebutan pengin ngomong. Sayang nih, belajar bahasa Spanyol nya masih level unyu-unyu, kalau dengar mereka ngomong secepat itu, saya mengertinya paling cuma 20% :p.

Secara fisik, bodi cewek-cewek latin itu bikin ngiri deh. Lekukannya benar-benar mantap. Dengan kulit coklat eksotis dan rambut yang rata-rata ikal atau keriting, mantap sensualnya hehehe.

 

Salah satu tetangga di apartemen saya dulu adalah seorang emak-emak asal Ekuador. Woowww, bodinya cihuy abis dengan usia sudah mencapai 43 tahun dan nomor jinsnya sama dengan saya! Nah ini juga asyiknya sama The  Latinos, kalau ngobrol tuh bener-bener Indonesia bangeeettt. Bebas nanya-nanya umur sampai nomor celana! Hahahaha. Percakapan standar ala mereka juga ;).

Secara kasat mata, The Latinos banyak mengisi pekerjaan level informal. Tapi entah nih statistik benerannya gimana. Kalau ke toko-toko, lazim banget penjaganya ya mereka-mereka dkk. Bisa jadi karena ini di Texas, yak. Yang memang pintu gerbang orang-orang Meksiko untuk menembus Amerika Serikat.

Maraknya The Latinos juga sangat menolong lidah Asia kita karena mereka juga makan nasi hihihi. Kalau India dan sekitar rata-rata dominasi menunya kan Biryani dan berbagai nasi berbumbu lainnya. Sementara orang Mexico terbiasa makan nasi putih kayak kita.

Menu-menunya juga kaya bumbu mirip masakan oriental khas Asia pada umumnya. Enggak kayak Eropa yang kontinental, rata-rata ngirit bumbu menuju tawar >_<. Saya suka berbagai varian menu Ayam Alpukatnya ^_^. Taco-taco an juga doyan. Banyak yang jual taco murce di supermarket. Tinggal kita mainkan saja isiannya, yes? ;).

Wilayah latin juga cenderung tergolong wilayah tropis. Sama kayak Indonesia. Jadi hasil alam berupa buah-buahannya banyak yang mirip dengan kita. Kalau di Irlandia, nangis darah nyari mangga (huhuhu), di Texas mah banyaaaaaakkkk. Aneka rupa pisang membanjiri supermarket. Bukan cuma Cavendish tok. Ada sejenis pisang kepok dan pisang raja jugak, entahlah apa namanya di mereka.

Harga-harganya juga relatif murah, mungkin karena impor dari tetangga sebelah langsung :D. Aneka rupa beras juga banyak. Bagus-bagus dengan harga cukup murah. Impor dari Mexico juga mungkin, ya. Tapi di Texas juga tergolong lumayan tropis. Karena banyak pendatang Mexico, bisa jadi pertanian ala Mexico juga sudah banyak di Texas jadi tidak perlu impor. Hidup The Latinos! *elusPerut*.

Enaknyooooo tinggal di Texas hehehe. Pak Bos, assignment lagi duuunnkkk, tapi di Texas yaaaa, gak mao negara bagian yang lain hahahaha :p.

Mereka juga cenderung punya anggota keluarga yang banyak hihihi. Kalau lagi belanja, sering tuh ketemu keluarga Latin yang anaknya bisa 4 atau 5 hahaha. Kehidupan mereka lebih guyub jadi wajar kalau senang punya segabruk anggota keluarga.

Miguel and Family (COCO) Gambar : disney.wikia.com

Sebenarnya pendatang di Texas sudah terasa pembaurannya antar satu sama lain. Di negara-negara bagian lain pun mungkin sama. Mengapa ya, kalau ada kegelisahan ekonomi begini-begini, kita cenderung saling menyalahkan bukannya bekerja sama? The Latinos mungkin sudah sangat banyak yang beranak pinak di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Toh Amerika Serikat punya jargon, “Land of freedom”. Negeri Jantung Dunia itu juga dibangun dengan jerih payah banyak pendatang. Yang dari Eropa kan juga itungannya pendatang, yes? Kenapa sekarang berasa Amerika Serikat hanya milik “kaum kulit putih”?

Sebal juga dengan politikus yang kok ya tega-teganya memainkan isu-isu seperti ini untuk meraih kekuasaan? >_<

Padahal sangat wajar jika orang-orang Latin membaur ke wilayah Amerika Serikat. Dan itu sudah berlangsung lamaaaaaaa, di Texas sendiri bahasa Spanyol sudah seperti bahasa ke-2. Kalau ke supermarket, petunjuk nama makanan dll disediakan dalam 2 bahasa : Inggris dan Spanyol.

Petunjuk bahasa Spanyol di Walmart Texas, gambar : alamy.com

 

Jangan bosan-bosan ya untuk berdoa semoga dilembutkan hati para pemimpin-pemimpin dunia untuk MENJAUH dari isu-isu perpecahan seperti ini hanya demi meraih kekuasaan. Ya, ya, ya, pasti pada skeptis, “Alah, namanya juga politik. Politik itu kotor.” Yadda-yadda-yadda.

Terus saya jadi ingat lirik lagu yang satu ini, “We Shall Overcome” :

We shall overcome
We shall overcome
We shall overcome, some day

Btw, inilah yang membuat film COCO terasa sangat istimewa. Bagaimana para sineas berusaha mengangkat kebudayaan Latin di tengah gencarnya isu-isu rasial terkait mereka dengan cara halus dan memikat. Alur cerita yang tidak cengeng dan tidak membahas isu panas. Hanya kisah keluarga sederhana yang cukup jelas menggambarkan budaya orang-orang Latin secara umum <3.

Representation does matter. Namun, kita bisa menunjukkan eksistensi dengan cara-cara yang lebih terpuji, bukan dengan menyerang balik dengan cemohan atau tindakan negatif lainnya. Bravo COCO dan segenap tim terkait (y).

Cinderella, Feminisme, dan Royal Wedding

“In my dreams, I could be a Princess, and that’s what I was. Like most little girls, I believed nothing less than a Prince could make my dreams come true.” -Loretta Young-

Like (well, perhaps) most girls, we fantasized about being a princess, or some sort of that. I did .

Makanya, sebal juga pas tempo hari beredar buku-buku cerita anak-anak perempuan yang pas diiklankan kok ya mesti banget lho nyenggol-nyenggol Kakak Cinderella dan incess-incess kesayangan lainnya #gosokSepatuKaca.

Ya you know lah, macam Kue Salju eh…Putri Salju (duh, lebaran masih lama Neng! Hahaha), Putri Tidur, Ariel, Princess Jasmine, dkk.

Mereka-mereka ini dianggap sebagai perempuan-perempuan lemah yang menggantungkan pengharapannya kepada sang pangeran tampan pewaris tahta. One day, he will come and “save” the girl’s future.

Pokoknya kalau gak ada pangeran, gelap dah hidup si Eneng #pukPukMahkota.

Sebenarnya tidak perlu feminis-feminis amat, toh Disney dkk juga sudah mulai menyuarakan perkembangan zaman dengan menghadirkan Mulan, Pocahontas, Tiana, Elsa dan … MOANA .

Jadi kritikan iklan buku-buku cerita anak perempuan kekinian tadi ditujukan kepada “lemah”nya figur-figur Cinderella dkk. Gitu amat deh . Padahal Cinderella dkk kan memang dibuatnya di masa-masa lalu.

Memang kalian kira perempuan di tahun-tahun segitu hidupnya seperti apa? . So that you know, memasuki abad ke-20 pun, di belahan Eropa, perempuan dianggap TABU mengenakan celana panjang di Eropa. Perlu beberapa perlawanan serius dari beberapa tokoh perempuan sehingga akhirnya diperbolehkan.

Negara seLIBERAL Amerika Serikat baru memberikan hak pilih secara politik kepada perempuan di tahun 1920.

Di tahun 1950 an, perempuan yang belum menikah saat menginjak usia 17 tahun atau selepas SMA dianggap “tidak laku” dan menerima tekanan sosial yang tidak ringan di berbagai belahan dunia.

Pelegalan alat kontrasepsi modern kepada kaum perempuan juga tidak lepas dari perjuangan kaum feminis.

Gambar : en.wikipedia.org

 

Makanyahhhh, suka pengin sodorin wikipedia kepada kaum laki-laki yang suka sotoy soal FEMINISME . Dikiranya perjuangan kaum feminis hanya sebatas meminta hak memakai bikini dan semacamnya.

Ngakunya kaum literalis, rajin membaca bla bla bla, tapi kalau ngomongin feminis masih picik tiada tara. Kenapa? Takut yaaaaaaaa, privilege kalian di dunia PATRIARKI makin menipis .

Back to topik awal tadi.

There’s nothing wrong with Kakak Cinderella dll kok ya . Tidak salah memimpikan hal-hal seperti itu. Toh pada akhirnya sebagian besar kita “terbangun” dari mimpi dan bekerja keras menjalani hidup.

Kita sadar kalau masa depan ya kita rebut sendiri dengan belajar keras, merantau ke tempat lain berpisah dari keluarga demi pendidikan yang lebih baik, bertarung di kerasnya ibukota untuk mendapat penghasilan dari hasil keringat sendiri, yes? Jangan curhat sih, Mbaknya hahahaha.

Kelamaan kalau nunggu pangeran datang, keburu jadi gelandangan kitahhh #bantingGaun.

We are so lucky to live in this era . Mama saya saja menjalani kawin paksa kok hehehe. Beliau mencoba lari dan bersembunyi tapi katanya pas sore-sore pulang lagi ke rumah karena … LAPAR! Hahahaha.

Youtube princess
Gambar : disneyprincess.wikia.com

 

Keberuntungan para perempuan di masa sekarang ya tidak lepas dari perjuangan kakak-kakak feminis kita di masa lalu . Walau sebagian memang kebablasan dan belakangan kaum perempuan saling menghina dan terjebak dalam peer pressure sesama perempuan ck ck ck.

When are we gonna learn? 

Tapi kemudian beberapa bulan terakhir ini kita terlempar kembali ke mimpi-mimpi kecil kita dengan berita-berita soal Kakak Meghan yang mau jadi Princess . Kan jadi kabita lagiiiiiiiiiiiiiii .

Walau Meghan tidak harus disiksa oleh ibu tiri atau kena kutuk tante sihir yang baper. Meghan bahkan berstatus BUKAN GADIS lagi. Sebelumnya sudah pernah menikah dan bercerai.

Pangeran Harry dan Meghan Markle (gambar : irishcentral.com)

 

Meghan lahir dari perpaduan 2 etnis berbeda. Di masa-masa lalu, anak-anak model begini juga punya tantangan sendiri dalam kehidupan sosialnya.

Sebelum resmi dipinang oleh Sang Pangeran kemarin, Meghan hidup mandiri di apartemennya sendiri di wilayah Kanada dan berprofesi sebagai artis.

Yang enggak sempat menghadiri Royal Wedding, abis kita puasa sih ya, kan enggak enak nanti kalau ditawari makan kita nolak nanti dianggap kurang ajar #eaaaaaaa, ini ada video singkat yang merangkum jalannya acara.

Congratulation, Kakaaaaa . Happily ever after for you, semoga bahagia selalu . Thank you for bringing back those childhood memories to us .

Gambar : bbc.com

 

Colorado Amerika Serikat : Jalan-jalan ke The Rocky Mountain National Park

Selamat datang di negara bagian Colorado, The Centennial State . Selama setahun di Texas tahun lalu, tempat ini salah satu cita-cita suami saya buat dikunjungi setelah Grand Canyon. Bolak balik merengek minta ke Rocky Mountain.

Sementara saya kan bawaannya pucat mulu ya kalau diajak ke tempat-tempat kayak gini hahaha.

The Rocky Mountain National Park dari Denver (ibukota Colorado) bisa ditempuh dengan 1.5 jam menyetir mobil.

Mau langsung lihat vlognya ajah? Boleeeeeeeh, sila diklik linknya :

If you don’t mind, please do subscribe ya ke channel youtube saya <3.

RMNP ini bukan satu-satunya national park yang sebaiknya dikunjungi saat berada di Colorado. Bentang alamnya yang spesial karena dikepung oleh barisan pegunungan di sisi barat wilayahnya, Colorado punya banyak tempat wisata yang pemandangan alamnya memang membuat kita kepengin takbir melulu.

Yang cukup terkenal sebenarnya Mesa Verde National Park. Tapi kita emang ngincernya yang femes secara mulut ke mulut saja hihihihi. Males mikir, males browsing hahaha.

Dari California, Colorado berjarak kira-kira 17 jam menyetir mobil non stop. Dari New York, jauuuhhh, bisa 28 jam menyetir tanpa transit. Sedangkan dari Florida lebih phewww lagi, 29 jam! Hehehe.

California, NY, Florida kan favorite statesnya turis-turis dari Indonesia, ya. Ketiga negara bagian ini letaknya di deket-deket laut semua. Satu di East Coast, satunya lagi di West Coast, sementara Florida di ujung tenggara .

Colorado ini letaknya di tengah-tengah. Kalau dari Texas-Dallas mah deket itugannya. Walau kemarin juga suami saya kudu nyetir 11 jam untuk tiba di Colorado. Eike mah bagian ngoroknya aja hahaha.

Btw, back to RMNP tadi, bukannya saya tidak suka tempat wisata outdoor, toh waktu di Swiss akyu termehek-mehek dan masih baper kalau lihat foto-foto waktu lagi tinggal di sana, especially area Interlaken .

Walau sama-sama perbukitan dan pemandangan alam seputar dataran tinggi, Swiss vs Colorado ya jelas beda bangeeeeetttt .

Swiss cucok buat halan-halan cantik, sementara Colorado lebih pas buat yang adventurous, yes? Which is definitely NOT me  #pupurBedak.

Waktu di Grand Canyon juga suka lemes lututnya apalagi kalau ada turis nekat yang foto di atas batu-batu curam yang sebenarnya tidak boleh dimasuki sembarang orang. Suami saya juga pengin, tapi saya takut motoinnyaaaaa *mintaAmpun* .

 

Tapi RMNP ini enggak tergolong seram secara umum. Kalau saya kan kategorinya penakut jadi ya sudahlah yaaaa hahahaha.

Mengitari RMNP bisa dengan hiking atau naik mobil. Satu kendaraan pribadi cukup membayar 20 dolar saja, berapa pun isi penumpangnya. Kalau bus kurang nyimak deh kemarin.

Tempatnya seluas kira-kira 1000 km persegi. Ada beberapa jalur yang ditawarkan buat pengunjung yang berkendara. Hampir semua jalur punya scenic view yang super mantap. Bagus bangeeeetttt ?.

Susah deskripsinya, lihat saja ya di vlognya kalau mau ;).

Di 2 menit pertama video khusus saya pilihkan potongan-potongan pemandangan yang kece-kece menurut saya . Itu juga sebenarnya banyak yang di”buang” karena belum jago memanfaatkan durasi hehehe.

Enggak serem kooook . Di tempat wisata dunia selevel Rocky Mountain, urusan safety sudah tergolong mantap .

Buat anak-anak juga asyik dan seru. Apalagi di bagian atas-atas sudah berlumur salju. Makin semangat deh anak-anak .

Walau masih bulan September, karena letaknya di dataran tinggi, sekitar 80% area puncak di pegunungan Rocky Mountain sudah memutih. Tapi cuacanya tidak terlalu dingin. Itu saya cuma pakai jaket tipis saja. Eh, tapi ini untuk ukuran orang Indoensia yang sudah tahunan menetap di Eropa ya .

Kami pikir masih lumayan stabil cuaca, jadi saya enggak pakai sepatu hahaha. Panik pas ndlosor di salju. Norak kauuuuu .

Sambil nyetir boleh mampir-mampir di beberapa tempat yang memang sudah rutin menjadi incaran para turis. Sudah dilengkapi dengan tempat parkir yang nyaman dan aman .

Kami hanya mencoba satu jalur saja. Memang tidak terlalu ambisius mau lihat ini itu. Muter santai saja. Kami tiba di RMNP sekitar pukul 10.30 siang. Pas turun dari atas sekitar jam 5 sore. Lumayan lah.

Muter-muter, mampir sana sini, makan siang di mobil, foto-foto, dst dst.

Pas pulang, muaceeeetttt gilak. Jadi itinerary agak berantakan. Delay dari rencana awal sekitar 3 jam. Tapi ya sudahlah bobok di mobil ajah .

Duh, kangen sama US yak . Road trip bisa sampai belasan jam di jalan. Kadang juga nanggung, suami ngotot nyetir sampai tengah malam. Karena pas mau berhenti kok ya di kota-kota yang penginapannya mahal hahaha.

 

Kapan-kapan mau review budget-hotel di USA ah. Kite fleksibel aja yak. Nginep di Hilton oke (pas dibayarin kantor maksudnya hahaha), bermalam di hotel-hotel murce juga seneng . Jangan salah, budget-hotel di USA itu bagus-bagus. Sama Eropa memang agak beda.

Di Yurop tah etah, bintang 3 di Indonesia masih lebih bagus daripada bintang 4 di Eropa. Kalau di US, Hilton bintang 2 nya saja cakep gilak . Tapi banyak yang lebih murah lagi, bersih dan nyaman pulak . Enggak perlu gengsian, mobil-mobil mahal juga banyak yang parkir di hostel-hostel murmer kok .

Ih, kangeeeeen . Until we meet again, USA ???

Motivasi Mencari Kerja : Ingat Kembali Visi Saat Memulai Karier

Bosan dan tidak ada motivasi kerja mungkin juga berarti kurang piknik. Produktivitas bisa menurun bila tidak ada motivasi. Lalu bagaimana mengatasinya?

1. Berpikir positif

Apa alasan kalian saat dulu memutuskan untuk bekerja? Coba ingat kembali visi dan fokus kerja saat memulai karier dulu. Selain mencari jodoh mungkin ya #eh hahaha :p.

Jika kalian melatih pola pikir untuk terus berpikir positif dan tidak membiarkan diri hanyut dalam arus negatif, maka kalian akan menemukan semangat baru untuk terus bergerak maju. Ingat-ingat saja apakah dulu memulai karier untuk membantu finansial keluarga misalnya.

Ingat, semua orang punya cerita masa lalu. Tapi masa depanmu bisa kamu persiapkan untuk menjadi lebih baik dibanding masa lalu.

motivasi mencari kerja

2. Berteman sehat

Bergabung dengan orang-orang yang memiliki motivasi kerja dapat membantu kalian untuk ikut termotivasi.

Hindari mereka yang mengajakmu beripikiran negatif tentang hidup. Tidak mudah, sih. Tapi hanya kalian yang bisa menghentikan pikiran negatif kalian sendiri. Remember? We are the master of our mind ;).

Banyak senyum, ikut tertawa dan usahakan untuk selalu memasang muka bahagia juga dapat membantu kalian untuk lebih berenergi menghadapi hari.

Selain itu, cara lain supaya kalian bisa lebih termotivasi dan bahagia di tempat kerja adalah dengan mengambil cuti untuk traveling.

Atau kalian juga bisa cari pekerjaan yang memungkinkan untuk travel sambil wisata.

Nah, untuk yang opsi terakhir apa saja pilihannya? Berikut ini adalah 3 lowongan untuk kalian yang suka traveling:

1. Blogger

Di jaman internet ini, bikin blog jadi semakin gampang. Mulailah cari tau bagaimana cara membuat blog, rajin update dan promosi agar banyak orang tau mengenai blog kalian. Tanya sama saya juga boleh hahahaha :p. Gak deng. Tinggal googling itu banyak banget infonya ;).

Coba dengan membiasakan untuk menulis ulasan produk dan layanan di blog atau dengan rajin menulis di platform media kolaboratif yang memungkinkan kalian untuk menulis apapun.

Kalau kalian sudah punya cukup banyak penggemar, kesempatanmu untuk bekeja sebagai blogger akan semakin mudah.

Gambar : positivewriter.com

2. Fotografer

Buat kalian yang suka fotografi, hobi itu bisa menjadi sumber penghasilan juga. Sambil wisata, kalian bisa menjual foto hasil karya di website stok foto yang semakin banyak tersedia.

Apalagi kalau kalian rajin menjalin koneksi untuk memperkenalkan hasil karya. Keahlian sebagai fotografer bisa menghasilkan bayaran untuk datang dan memotret di berbagai lokasi wisata.

3. Penulis

Sambil jalan-jalan, sambil menulis. Lalu kalian bisa mengirimkan tulisanmu ke majalah, koran, dan website yang membuka kesempatan menjadi kontributor atau penulis lepas.

Saat ini kesempatan untuk menulis dan mengirimkan kontribusi kalian semakin banyak dan gampang dengan terus melesatnya kehadiran media-media baru di Indonesia. Artinya, semakin terbuka pula kesempatan untuk bekerja sambil berwisata.

Asyik, yes? Sukses ya dengan pencarian kerjanya (y).

Semoga info diatas bisa membuatmu lebih bahagia dan semangat kerja!

Sumber artikel : Situs Penyedia Lowongan Pekerjaan di Indonesia (JORA Indonesia)