Road Trip Jakarta – Yogyakarta (Day 4) : Borobudur – Drama Debt Collector – Kopdar dengan Seleb Bantul

Wisata Candi Borobudur tentu jadi tujuan utama pas ke Yogyakarta. Apalagi buat anak-anak, ya. Sudah merantau ke mana-mana kok ya belum nginjekin kaki di tempat wisata level dunia di negeri sendiri ;).

 

Saya sendiri sudah pernah ke Borobudur, via road trip juga waktu itu. Kelas 5 SD tahun 1991. Tim marching band sekolah kami (SD Islam Athirah) ikut lomba di Jakarta. Terus juara 2 jadi hadiahnya road trip dari Jakarta ke Surabaya.

Naik beberapa bus gede ramai-ramai. Mampir ke Tangkuban Perahu, ke Borobudur, nginep di Malioboro, ke Keraton Yogyakarta, dan transit Surabaya sebelum naik kapal laut ke Makassar.

Akhirnyaaaaa … balik ke Borobudur lagi, bareng suami + anak-anak ^_^.

 

Sarapan jam setengah 7 pagi di Royal Darmo. Walau kamarnya ngeselin karena baunya enggak enak, sarapannya lumayan banget. Tapi enggak seenak yang di Hotel Patra kemarin :D.

Setelah mandi langsung berangkat ke Borobudur. Tiba di Borobudur sekitar jam 9 pagi.

Baru keluar mobil udah dirubung sama pedagang kaki lima. Duh, enggak tega banget mau nawar-nawar ke nenek-nenek yang jualan topi lebar itu. Jadinya beli topi 60 ribu perak. Suami kesel banget tapi gimana dong, yang jual udah tua gitu :(.

Tapi melihat foto ini, kumerasa it’s worth the price lah ya hihihi *ngikikCentil*.

Tiket masuk dan sejarah Borobudur segala macam kalian googling sendiri aja, yaaaa. Udah banyak banget kan pasti itu. Saya setor foto-foto aja ya di postingan ini :D.

O ya, enggak boleh membawa makanan masuk ke dalam area Candi Borobudur. Ada pemeriksaan di pintu masuk. Makanan bisa dititipin di loket khusus nanti kalau mau keluar bisa diambil lagi. Bawa air minum boleh.

Buat yang mengenakan pakaian agak terbuka nanti dikasih kain buat nutupin bagian tubuh yang dianggap terlalu terbuka. Misalnya turis-turis asing yang menggunakan hot pants, kainnya bisa dijadikan rok.  Kedua aturan ini untuk menghormati candi sebagai tempat suci bagi umat Buddha.

Sebelum naik ke candi pemandangan candi dari jauh udah cantik banget. Foto-foto sepuasnya sebelum naik ke candi. Karena pas pulang, jalurnya beda dan susah dapat sudut foto yang bagus. Ini saran dari Kak Desan yang udah ke sini sehari sebelumnya.

Ini saya kok kalau ambil foto miring-miring mulu zzzzz -_-.

Kami juga menyewa fotografer yang wara wiri di sana buat difoto agak bagusan buat kenang-kenangan. Hasilnya hard copy, sih. Males scan-nya hehehehe. Ini jadi posting foto-foto dari hape saja. Suami  udah males motret-motret pakai DSLR.

A little selfie won’t hurt anyone, yes? :p

Buat yang bawa stroller/kereta bayi atau mengenakan kursi roda, naiknya pakai jalur samping yang enggak pakai tangga. Jalannya menanjak sampai ke atas.

Tapi pas udah naik ke candinya, stroller harus dilipat. Mau titip di bawah kok takut ilang ya hehehe :p. Lumayan juga gotong-gotong stroller ke atas. Saya enggak kuat gendong si bungsu, jadi suami yang gendong sambil naik tangga.

Untung datangnya enggak terlalu siang-siang banget, ya. Jam segitu juga sudah poooolllll teriknya. Cengdem nempel terus pokoknya :p. Habis berbotol-botol air minum juga.

Tentu saja sengatnya mentari tidak boleh menghalangi semangat selfie di tempat sekeren ini *benerinCengdem*.

Foto model road trip kita juga tetap semangat minta difotoin hahahaha. Nape jadi centilan dese :p.

Candinya bertingkat-tingkat banget. Enggak semua sempat dikelilingi. Saya juga naiknya enggak sampai ke puncak banget. Biarin deh, dulu kan sudah pernah hehehehe. Suami dan 2 anak yang gede-gede aja. Saya di bawah jagain yang bontot + strollernya.

Tapi sebelum pada manjat ke paling atas, mari foto-foto full team duyuuuuuuu :D.

Ini edisi boys only :D.

Tampang anak-anak udah bete males difoto berarti saatnya pulang! Hahahaha :p. Sekitar 2 jam lah total waktu buat keliling-keliling di Borobudur dari pintu masuk sampai keluar.

Harus buru-buru juga, sih. Belum check out soalnya di Royal Darmo. Pengin ganti hotel buat malam kedua di Yogyakarta.

Jalur keluarnya beda dengan jalur masuk. Jangan lupa mengambil barang titipan (makanan dll) sebelum meninggalkan area candi, ya. Di pintu keluar biasanya diingetin, sih. Ambil hasil foto juga di dekat pintu keluar.

Juga harus tabah menghadapi serbuan para PKL yang menjual aneka macam barang. Langsung kabur ke mobil saja hehehe.

Di hotel langsung mandi, laporan dulu ke resepsionis via telepon sebelum nyampe hotel untuk ngasih tahu bakal late-check-out. Untung bukan peak season sih. Jadi bisa check out jam 1.

Dari hotel keliling dulu nyari laundry kiloan. Gilak deh muacetnya Yogyaaaaa, kezeeeeelllll huhuhuhu -_-. Banyak salah belok karena rambu gak jelas, jalur yang dibatasi seenaknya pakai tali rafia jadi muter-muternya lamaaaaaa.

Akhirnya dapat laundry kiloan. Lagi kesel-keselnya tahu-tahu ada 2 laki-laki berbadan kekar menghadang suami depan lokasi laundry kiloan yang kami datangi. Katanya mobil kami bermasalah. Mobil sewaan dari Jakarta sih sebenarnya.

Setelah berdebat akhirnya suami mau ikut ke sebuah kantor financing yang lokasinya agak-agak sepi. Sempat takut, sih. Tapi kami googling habis-habisan di jalan benar kok itu kantor Finance resmi.

Ternyata ya, pemilik mobil yang kami sewa menunggak cicilan beberapa bulan dan 2 laki-laki tadi tuh debt collector. Suami nelepon ke tempat penyewaan mobil di mana pemiliknya juga bingung karena mobil yang dia sewakan juga titipan anggota koperasi. Ribet dah. Keseeeeelllll mana lapeeeerrrrr -_-.

Sekitar sejam kami tertahan sementara pegawai Finance dan debt collector telpon-telponan dengan pemilik mobil. Pokoknya suami enggak mau terlibat. Kita kan gak ada urusan dengan cicilan mobil wong bayar sewa juga udah langsung lunas di Jakarta.

Akhirnya go-food Hokben sudah pada kelaperan. Rencana makan di mobil saja.

Akhirnya selesai entah gimana akhirnya. Saya, suami dan anak-anak parkir di luar nunggu di mobil. Gak jadi makan di mobil mau check-in aja langsung ke hotel.

Lagi bete bin laper tetep dipaksa foto-foto hahahaha.

Jam setengah 4 check-in di Hotel Crystal Lotus, daerah Sleman ya kalau gak salah. Iya gak, sih? Males googling lagi hihihihi.

Hotelnya keren. Jauuuuh lebih mendingan daripada Royal Darmo. Pada makan siang di lobi sambil nunggu Papa check-in. Sudah lapar banget.

Sebelum jam 4 akhirnya masuk kamar juga dan langsung tepar, ketiduran sih enggak. Mood sudah berantakan padahal janjian kopdar sama Kak Ochank sekeluarga plus satu teman lagi yang memang tinggal di Bantul, Yogyakarta.

Tapi ya kapan lagi bisa ketemuan, sudah jauh-jauh ke Yogya ye kaaaaaan. Akhirnya janjian di restoran Hotel Lokal, Yogyakarta.

Terus pada mandi, ganti baju dan cuuusss ke Hotel Lokal, tempat Kak Ochank sekeluarga menginap.

Akhirnyaaaa, setelah temenan di Facebook, komen-komenan, maki-makian, bully-bully an (hahahaha), sejak akhir 2014 kalau gak salah, ketemu juga dengan si Iqbal hehehe. Foto bertiga deh bareng Kak Ochank :D.

Iqbal Aji Daryono, selevel socmed influencer juga. Daerah jajahannya di Facebook :D. Ketemuan sekeluarga, Iqbal datang bareng istrinya (Mbak Nurul) dan anak-anak mereka.

Anak bungsu mereka juga laki-laki, umurnya belum setahun. Namanya Lantip. Anak-anak saya sudah haus darah gitu ngeliat Lantip *ngelapKeringat*.

Waktu ibunya Lantip numpang shalat di kamar Kak Desan, kan pada masuk sana semua. Daku setengah mati jagain Lantip biar enggak digempur sama anak-anak hahahaha. Anak bungsu saya gemes kalau lihat anak bayi. Lah situ sendiri kan masih ‘bayi’, sayaaaaanggggg zzzzz -_-.

Karena sering bully Iqbal di Facebook ketemu aslinya kok rada ganteng-an kan jadi salting, yes? :D. Yang gue bingung, gue yang sebenarnya grogi, kok si Iqbal yang nabrak kaca hahaha.

Kami mengobrol apalagi kalau bukan soal Jokowi dooooongggggg :D. Ngobrolin teman-teman di FB yang sebenarnya banyak yang belum pernah ketemu. Ngomongin akun-akun hater, akun-akun gaje dst dst dst.

Ada kali 2 jam kami berisik sendiri di restoran hotel. Mungkin pengunjung lain lega banget pas akhirnya kami semua pamit hahahaha.

Terima kasih traktirannya Kak Iqbal + Mbak Nurul <3.

Plus dikasih oleh-oleh berkardus-kardus bakpia pulak *yaaayyyy*. Thanks a lot yaaaaaa <3.

Pas Iqbal dan keluarga pulang, kami sempat curhat ke Kak Ochank + Kak Desan soal debt collector tadi. Kata Kak Ochank kemungkinan mereka itu pakai jasa “Matel” / Mata Elang jadi mobilnya bisa ketahuan lokasinya.  Matel ini biasanya banyak cabang lokal jadi bisa cepat tuker-tukeran informasi.

Yah, pelajaran deh ya kalau sewa mobil cari tempat penyewaan yang lebih bonafid jangan nyari asal murah #eh hihihihi :p.

Kami pun pamit juga karena Kak Ochank sekeluarga mau berangkat ke Jakarta subuh-subuh, sementara kami baliknya mau siangan aja. Akhirnya setelah bolak balik ketemu di Cirebon-Pekalongan dan Yogyakarta akhirnya pamit beneran ya sama Kak Ochank. Etapi terus ketemu lagi pas muktamar  Pattiro Deceng *jiaaaaah* :p.

Sebelum balik ke hotel, jajan es durian dulu. Bawa pulang ke hotel. Seperti biasa, anak-anak minta nonton TV dulu bareng-bareng sambil nyemil es duren. Mamaknya mah langsung tepar duluan kek biasa -_-.

Nanti vlognya menyusul yes? Hihihi. Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya di sini ya ;).

Selamat malam kembali, Yogyakarta!

Devoyage Bogor

DeVoyage Bogor : Miniatur Kampung Eropa Sebagai Tempat Wisata Murah Meriah untuk Keluarga

DeVoyage Bogor ini relatif masih baru.  Dibukanya sekitar bulan April tahun 2018 ini. Masih terhitung netijen terdepan lah kalau main ke sini terus pasang foto selfie-selfie hihihi. Eh iyaaaa, tempat ini juga dipromosikan sebagai sarana swafoto yang cucmey di hampir berbagai sudut ;).

Setidaknya pas ke sana, rangorang sibuk pe-poto-an di mana-mana hahaha. Banyakan rombongan buibu atau adek-adek emesh beramai-ramai. Yang berpasangan juga banyaaaaaak. Yang keluarga kayaknya enggak banyak pas kami ke sana. Iya sih ke sananya bukan pas weekend :D.

Cusss kalau mau langsung lihat vlognya aja ^_^

(Subscribe ke Youtube Channel saya juga dong, ya ^_^)

Be prepared. Kalau akhir pekan/hari libur mungkin tempatnya akan lebih padat.

Devoyage Bogor ini dibuka pada bulan April tahun ini (2018). Masih relatif baru.

Lokasinya di dalam kompleks Bogor Nirwana Residence, Bogor. Dekat banget dengan tempat wisata satu lagi, The Jungle Water Adventure. Kami sempat salah mengira karena main belok aja hehehe.

Devoyage Bogor

Alasan pertama ke sini? Ya pastinya karena murceeeeee hahaha ??. Relatif murah lah buat ukuran anak Jakarte .

Uang masuknya sekitar 25 ribu rupiah per orang (akhir pekan/liburan 35 ribu rupiah per orang). 2 tahun ke bawah gratis.

Devoyage Bogor
Foto depan House of Games

 

Tempat wisata ini katanya sih buat selfie-selfie ala-ala suasana di Eropa. Ada beberapa bangunan khas Eropa di dalamnya. Begitu masuk kita sudah disambut oleh landmark paling cetar se-Eropa … apalagi kalau bukan … MENARA EIFFEL PARIS! Hihihihi.

Selain Eiffel, ada juga Bangunan Kincir Angin, kotak telepon warna merah khas kota London, dan perahu-perahuan bak kita lagi di Venesia. Seru deh pas naik perahu, sudah lihat di vlog di atas kaaaaan (klik dong klik dong klik dong hahaha). Saya enggak ikut naik perahu. Sudah kelebihan, maks 3 orang dewasa kayaknya. Suami berempat tapi sama anak-anak doang.

Saya mojok aja nunggu mereka selesai sambil ngemil pop corn :D.

DeVoyage Bogor
Kotak telepon terlalu mungil buat yang tingginya 180 cm hihihi

 

Ada beberapa wahana di dalam tempat ini yang bisa dinikmati dengan tiket tambahan tentunya alias kudu bayar lagi. Tapi kalau cuma mau duduk-duduk plus foto-foto ya bisa jugak. Banyak yang kayak gitu.

Namun, demi paripurnanya vlog jalan-jalan kali ini, tentu kami memutuskan untuk mencoba beberapa wahana utama *uhuk*. Pelit tapi eksis ???.

1. Wahana perahu ala Devoyage Bogor. Satu perahu 50 ribu rupiah, 2-3 orang dewasa. Kalau anak-anak bisa sampai berempat. Kayak yang di vlog nih hihihihi. Suami naik perahu sama para bocah berempat.
Kelilingnya mayan jauh lho dan dikayuh sendiri.

Devoyage Bogor
Ini perahu yang buat foto-foto doang hehe

 

2. House of Games. Ada 2 permainan : “Brotherhood Adventure “dan “Magic Kettle-House”/Labirin. Kalau ambil paket langsung 2 permainan 50 ribu rupiah per orang. Satuannya 30 ribu rupiah per orang. Tempatnya kayak apa? Di vlognya ada lhoooo. Tolong bantu traffic, yes? Hahaha.

3. Mainan-mainan standar kayak komidi putar dll gitu-gitu lah. Gak merhatiin harga tiket masuknya. Anak-anak udah males main gituan hehe.

4. Face painting dsb. Ini juga enggak nyobain, cuma numpang liat-liat doang. Lagi sepi jadi anak-anak juga enggak semangat.

Tempatnya tidak terlalu luas tapi lumayan banget buat menghabiskan waktu bareng keluarga. Ada restoran bagus dekat pintu masuk. Nampak pricey so tentunya kami tidak makan di situuuhhhh hahahaha #tepokDompet.

devoyage Bogor

 

Again ya, kami ke sana pas hari selasa jadi bukan akhir pekan makanya agak sepi tempatnya. Mungkin kalau weekend lumayan padat.

Paling isinya kumpulan emak-emak yang ribet foto-foto sana sini mumpung anak-anak lagi sekolah ya buibuuuuuu hihihi. Atau yang pacaran, pada mojok-mojok bisik-bisik sambil colek-colek sikiiiittt (hihihi) di kursi-kursi taman yang entah sengaja apa enggak ditaruhnya emang rada-rada ngumpet ?? .

devoyage Bogor

Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kebun Raya Bogor. Sekitar 5-6 km saja dari sana. Ingat ya, uang masuk 25 ribu rupiah di hari biasa (atau 35 ribu rupiah saat weekend/libur) TIDAK TERMASUK biaya untuk menikmati wahana-wahana yang saya sebutkan di atas.

Yok, ajak keluarga main ke sana biar enggak henpon-an mulu di rumah. Etapi di sana ya selfie-selfie pakek hape juga sih ya hahahaha. Yawdaaaa, have a nice holiday (with or without your gadget)  ;).

Ini foto-foto yang belum sempat disisipin di atas :p.

Devoyage Bogor

devoyage Bogor

devoyage bogor

devoyage Bogor

Road Trip Jakarta – Yogyakarta (Day 3) : Tempat Wisata di Semarang

Menjajal tempat wisata di Semarang adalah kegiatan utama di Day 3, tanggal 9 Juli 2018.

Day 1 nya baca di sini pas mampir ke Cirebon.

Sedangkan day 2 cerita dari Pekalongan dan Batang bisa dicek di sini.

Day 3 , sebelum jam 7 pagi sudah keluar kamar buat sarapan. Sarapannya enak, deh. Hotel Gatra menyediakan macam-macam kuliner lokal buat sarapan tamu hotel ^_^.

Di sini nih pertama kali nyobain Brongkos, terus langsung pada doyan.

tempat wisata di semarang
Brongkos @Hotel Patra Semarang

 

Ada gudeg juga. Lain-lainnya kayak bubur ayam, beberapa macam soto juga tersedia. Salah satu sarapan terbaik nih pas road trip kemarin tuh pas di Hotel Patra ini. Terpancar dari wajah-wajah bahagia di bawah ini hihihi :

Setelah sarapan, mampir bentar ngeliatin pakde-pakde yang lagi main gamelan ^_^. Untuk menghibur tamu-tamu hotel yang lagi sarapan. Itu yang anak 2 napa duduknya manis begitu, mungkin dikira ambil foto :p.

Di lobi hotel ternyata ada beberapa spot yang sayang buat gak dipakai foto-foto. Suami langsung siaga jadi model zzzzz -_-. Ini napa jadi fotomu yang banyak, Bang! :p

Balik kamar, mandi. Papa bantuin anak-anak ganti baju, mama beres-beres koper.

Terus ngangkut segala macam tentengan ke mobil. Papa check out dulu, deng. Diantara semua hotel tempat menginap pas road trip kemarin, Hotel Patra ini deh yang paling menyenangkan ^_^. Kamar paling oke, sarapan sangat memuaskan. Ya pas dapat best deal karena banting harga juga sih hihihi *ngikikNgirit*.

tempat wisata di semarang

Cussss, menuju Kelenteng Sam Poo Kong, salah satu tempat wisata di Semarang yang paling hits. Yang mainstream aja dulu ya, pertama kali muter-muter Semarang soalnya.

Untuk masuk ke Kelenteng sampai ke dalam tiket masuknya sekitar 28 ribu rupiah per orang. Relatif murah, sih, karena banyak yang bisa dilihat-lihat di dalam.

Di tulisan ini garis-garis besarnya saja, ya. Kalau nulis sejarah segala macam itu minimal 1000 kata sendiri hahahaha. Jadi yah, di postingan ini kan mau merekam perjalanan road trip kami saja. Buat entar dibaca-baca, eh kemarin pas road trip ngapain aja, ya :D.

Intinya kelenteng ini dibuat sebagai monumen untuk Laksamana Cheng Ho yang mengelana ke Jawa dari Tiongkok. Nah ini masih agak kontroversi tentang agamanya dan apakah benar beliau punya salah satu tujuan khusus untuk menyebarkan Islam. Udahah, di postingan ini liatin foto-foto sama patungnya aja ya hihihihi.

Suami enggak mau kalah, kudu banget difotoin jugak -_-. Kok pas saya yang ngambil fotonya jadi kurang bagus ya komposisinya hihihihi. Sungkem sama suami :p. Maap Bang, biasa difoto aku mah *kibasKerudung*.

Di beberapa bangunan kelenteng yang didominasi warna merah-merah itu, enggak boleh sembarangan ambil foto-foto. Untuk  masuk juga harus melepas sandal.

Yak, kembali dengan foto model road trip kita kali ini hahahahaha :

tempat wisata di semarang

And more pics here :). Ini gue kenapa motonya miring-miring begini sih hahahahaha.

Banyakan foto papa + anak-anak karena emaknya ribet bikin vlog 😀

Sekitar jam setengah 11 siang, kami lanjut ke Lawang Sewu. Nah, pas di mobil googling-googling, kami belum tahu sebenarnya ini Lawang Sewu tempat apaan.

 

Sementara kalau kita googling keluarnya cerita-cerita angker semua. Sebelum sampai di sana, saya sudah bilang anak-anak kalau nanti tempatnya serem. Eh, anak-anak malah penasaran hihihi.

Tiba di sana, setelah bayar tiket masuk, kami menyewa pemandu wisata dekat pintu gerbang depan. Namanya Mas Andre.

Dan ternyataaaaaa … Lawang Sewu yang berarti Pintu Seribu, bukan tempat horor sama sekali! Nah ini juga perlu postingan khusus buat bahas Lawang Sewu ini. Sudah pernah saya tulis di Facebook, sih. Wall saya di-set public kok untuk postingan itu, jadi kalian tinggal klik linknya ya kalau mau baca :).

Entar dipindahin ke blog juga, deh.

Lebih seru tempat aslinya malah ketimbang cerita-cerita horornya. Tempat ini ternyata kantor pusat kereta api di masa Belanda masih berkuasa di wilayah tanah air kita. Baca lengkap di linknya, ya.

Untuk dapat pemandu yang asyik juga. Ceritanya menarik. Kalau ngomong penuh passion jadi kita ikutan semangat dengernya :

Lawang Sewu punya banyak spot menarik yang instagram-able banget. Selfie-able dst dst dst. Banyak juga pasangan yang akan menikah menjadikan tempat ini sebagai lokasi foto-foto pre-wedding.

Sebagai sarana promosi juga ya buat tempat ini.

Nah, kalau embak-embak ama mas-mas yang anaknya udah 3 ini sih, udah gak pantes foto-foto pre-wedding :p. Ya udah bikin family pic aja yang banyak mumpung ada Mas Andre, si pemandu wisata, yang motoin kita hehehe.

Tempat ini juga bertingkat-tingkat bangunannya. Bahkan bisa naik ke lantai paling atas. Kok bisa luas begitu ya lotengnya? Nah, kalau kalian baca link yang saya kasih di atas itu, pasti tahu deh gunanya apa ;).

Sebagai museum kereta api yang sebenarnya prestisius banget lho tempatnya, tentu enggak ketinggalan foto-foto dengan kereta api.

tempat wisata di semarang

Jam setengah 2 siang akhirnya selesai juga jalan-jalan di Lawang Sewunya. Bingung nyari tempat makan. Terus terang urusan kuliner, saya dan suami itu emang males-malesan. Ke mana pun perginya pengin cari yang murah-murah aja gitu hahahahaha :p.

Akhirnya dapat rekomendasi dari temannya suami. Dia ampe kirim-kirim pesan ke teman-teman SMAnya yang pernah atau sedang tinggal di Semarang hihihi. Saya lupa euy nama tempat makannya.

Pokoknya menunya enak-enak. Halal chinese food. Anak-anak seneng banget makan kwetiauw goreng atau semacamnya. Suami pesen steak kalau gak salah. Saya makan gado-gado, yang bungsu makan nasi + sop ayam.

Tuh kan, kulinernya standar banget mau di mana jugak makannya itu-itu juga hahahaha :p. Enak ya makan di kota-kota besar di luar Jakarta. Murah itungannya. Hidup Semarang! :D.

Ini yang dipesen suami :

Selesai makan sekitar jam 3. Terus masing-masing setoran dulu ke toilet sebelum lanjut perjalanan. Menuju destinasi terakhir : Yogyakarta!

Berangkat jam segitu padahal tadinya sudah kepikiran mau ke Boroboudur pas sore-sore. Tapi untunglah enggak jadi. Udah capek banget. Apalagi anak-anak.

Mampir sebentar di rest area lupa tepatnya di mana. Numpang shalat dan beli oleh-oleh mumpung ketemu toko penjual oleh-oleh yang lumayan gede.

Anak-anak tidur semua. Jadi shalatnya ganti-gantian sama suami.

Setelah selesai, isi bensin dulu. Lalu lanjut sampai Yogyakarta. Langsung nyobain jalan tol Bawen-Salatiga. Liburan yang sangat cebbie-cebbie an hahahaha :p.

Bagus bangeeeettt pemandangan di jalan tol menuju Salatiga iniiiiii <3. Sempat ngerekam dikit. Weits, cebbie teladan ya pasti langsung dipamerkan dong hasil kerja Pakde kuuuuuuuuu 😉 :

Anak-anak masih tidur selama di jalan tol. Jadi papa-mama nya fokus kampanye #ehGimana hahaha. Ngobrol ngalor ngidul aja, sih. Bahas kota-kota tempat suami tinggal dulu. Masa kecil sampai abege kan dihabiskan di Muntilan-Pamekasan-Nganjuk.

Ngobrolin Kota Makassar juga. Duh, kapan nih bisa road trip sampai ke Makassar gitu hahaha. Naik ferinya bisa semalaman sendiri yak :D.

Dari tol Bawen tadi, kami keluar di gerbang tol Salatiga.

Terus menuju Yogyakarta.

Sempat lewat Muntilan. Nah, sebenarnya Muntilan ini tempat tinggal suami dari lahir sampai usia sekitar 4 tahun ikut bapaknya yang dinas di Muntilan. Numpang lahir doang di Yogyakarta hehehe.

Akhirnya, jam 7 malam tiba juga di Yogyakarta dan disambut sama … macet! Zzzzzz -_-.

Googling-googling hotel sembari macet. Jam-jam segitu kan lagi diskon gede-gedean harga kamar di hari yang sama hihihihi. Soalnya sudah lewat jauh dari jam check-in standar. Daripada kosong, mending banting harga ye kaaaaan.

Dapat di Royal Darmo, sekitaran Malioboro. Ish, salah piih hotel kali ini :(. Harganya ya 500 an juga per malam karena kena diskon tapi ampun deh, kamar baunya enggak enak :(. Agak sempit juga. Tapi lebih kesel karena baunya itu, lho.

Sudah diniatin besok mau check out saja ganti hotel. Karena rencana memang menginap 2 malam di Yogyakarta.

Sempat jajan 2 bungkus nasi padang dulu sebelum check-in. Tapi enggak cukup. Gilak pada kelaparan hehehe. Jadi mesen pakai room service. Wah, murah juga lho untuk ukuran pesan makanan di hotel ;). Tau gitu beli makanan di hotel aja semua.

Emang nih Semarang dan Yogyakarta juara banget urusan harga, compare to Jakarta ya :D.

Habis makan, seperti biasa pada mau nonton TV dulu. Sebelum akhirnya bobok bareng-bareng. Eh, mamanya mah selalu duluan sih hahahaha.

Selamat malam, Yogya! 🙂

Batang Dolphin Center

Road Trip Jakarta – Yogyakarta (Day 2) : Pekalongan – Batang Dolphin Center – Simpang Lima Semarang

Selamat pagi, Pekalongan ^_^. Baca juga Road Trip yang sama di Day 1 ya biar komplit :D.

Bangun paginya agak santai. Terus wasap-an sama Kak Desan mau sarapan jam berapaaaaaaa hehehe. Kami sama-sama terdampar di Hotel Sidji Pekalongan setelah drama kepanikan nyaris enggak dapat hotel hihihihi.

Jam 7 akhirnya turun ke bawah. Anak-anak pada mau berenang. Yo wis, memang agenda pagi ini mau manja-manja agak lamaan di hotel.

Sarapan sambil nemenin anak-anak sambil ngobrol-ngobrol sama Kak Ochank + Kak Desan. Soalnya pas di Cirebon cuma sempat selfie buru-buru :D. Sekilas video nih hehe :

Kayaknya jam 10 baru kelar acara renang + sarapan + gosip-rumpi di pagi itu :p. Balik ke kamar masing-masing buat check out. Kak Ochank sekeluarga mau lanjut langsung ke Semarang. Sementara kami mau mampir Batang dulu.

Ternyata, tanggal 8 Juli 2018 itu ada semacam festival Barongsai di Pekalongan. Pantas saja, hotel-hotel di Pekalongan dan sekitar pada penuh. Festival yang lumayan ramai kayaknya. Mengingat di Jawa Tengah ini komunitas Tionghoa lumayan besar. Ini saja Hotel Sidji cuma nyisa pas-pasan 2 kamar yang mana ditempati oleh keluarga saya dan keluarga Kak Ochank hahahaha. What a coincidence :p.

Hotel Sidji – Pekalongan. Very cozy and recommended.

 

Karena ada festival dan bikin jalanan macet ke arah kota, kami yang tadinya mau coba muter-muter Pekalongan dulu, memutuskan langsung ke Batang saja. Selesai check out, masukin barang + manusia-manusia mini ini ke dalam mobil (hihihi), sekitar jam 11 siang kami mulai jalan dari Hotel Sidji. Babai, Pekalongan ^_^.

Menuju Batang Dolphin Center. Hasil googling aja, nih. Kurang tahu awalnya tempatnya kayak apa. Anak-anak kan senang banget kalau diajak ke kebun binatang atau semacamnya. So…let’s give it a try ^_^.

Batang Dolphin Center

Tiba di sana, ternyata Batang Dolphin Center ini isinya bukan atraksi lumba-lumba saja, lho. Banyak hewan-hewan lain. Semacam Kebun Binatang juga. Walau agak kecil.

Sudah ada vlognya segala lho ;). Langsung cussss ke video kalau mau lebih jelas melihat tempatnya kayak apa ^_^

Batang Dolphin Center merupakan unit dari Taman Safari (yang di Cisarua-Bogor). Lumayan banget tempatnya. Jauh melebihi ekspektasi kami. Cuma panasnya itu ya Kaaaaaakkkk #pupurBedak.

Batang Dolphin Center

Hewan-hewannya mulai dari rupa-rupa jenis burung, kuda nil, macam-macam kuda, ada Unta dan gajah segala, dan tentunya … atraksi lumba-lumba di dalam arena khusus. Ayok, ramaikan tempat wisata lokal ^_^. It’s really worth a try (y).

Tempatnya juga berbatasan dengan pantai. Cuma kami tidak sempat jalan-jalan ke pinggir pantainya. Mau ngejar nonton pertunjukan lumba-lumba. Sekilas video nih pas nonton lumba-lumba :

Anak kedua lagi agak kurang enak badan tapi dia tetap mau diajak keliling dan mayan hepi pas nonton lumba-lumba. Setelah selesai lanjut jalan-jalan dikit ke bagian kebun binatang yang belum sempat dilewati tadi.

Hayoooo…ini hewan apa ayooooo :p.

Tapi panasnya bikin si Mamah kambuh lagi ngamukannya hahahaha. Dikit-dikit ngamuk dikit-dikit ngamuk :p.  Walau kesal kepanasan, tetap senyum optimal pas difoto 😀

batang dolphin center

Makan siangnya ngemil-ngemil roti saja di kafetaria dekat tempat pertunjukan lumba-lumba.

Hampir jam 2 siang saat akhirnya kami meninggalkan Batang Dolphin Center. Cusssss, langsung ke Semarang. Pas banget. Anak-anak sudah kenyang + kecape’an. Pules semua dalam mobil. Mama kebagian tugas nemenin Pak Supir ngobrol kek biasa hehehe.

Kira-kira jam setengah 5 sore … selamat datang, Semarang!

Langsung ke arah Simpang Lima. Mau ke mal aja deh hihihi. Biar gampang nyari makan malam maksudnya. Soalnya tadi siang makannya kurang optimal. Mau makan malam agak cepetan.

Makan malam di Food Fair – Mal Ciputra, Simpang Lima Semarang. Saya mah kalau makan gitu-gitu doang. Males nyoba-nyoba hehehe. Padahal di Food Fair banyak masakan khas lokal. Tapi saya milih Bakso Malang aja. Anak-anak makan kwetiauw goreng, yang bungsu makan soto. Standar, ya. Suami makan apa gitu, lupa hehehe.

Terus muter-muter bentar dalam mal, ada yang kecentilan minta foto di booth satu ini :

Terus kita keluar mal. Di luar ternyata ruameeeeee. Sempat ada insiden, lagi nge-vlog, saya dilempar segenggam kerikil oleh seorang ibu-ibu. Ya ampun, dasar penakut, saya kaget banget. Langsung ngibrit ke samping suami. Ternyata, orang gila, euy.

Jadi serem mau lama-lama depan mal. Tapi tetap harus ada foto-foto dokumentasi walau tampang sebenarnya masih agak horor begitu huhuhu.

Kami pun menyeberang ke arah taman. Eh, ternyata ada kayak sepeda-sepedaan gitu yang ada lampu-lampunya. Bisa naik sekeluarga. Gowes sendiri, sih. Bayarnya sekitar 30-50 ribu rupiah untuk 2 putaran kalau gak salah, ya.

Pasti dong langsung ribut mau nyobain hihihihi. Suami yang gowes, kami berempat duduk pecicilan di belakang. Semangat, Pops! hahaha. Culik video dari IG story pas waktu itu :

Perut udah kenyang, udah puas mejeng di Simpang Lima, saatnya booking hotel hihihihi. Paling enak sebenarnya booking hotel jam-jam segitu (setelah jam 7 malam). Karena harga di hari yang sama langsung diskon besar-besaran, sudah melewati jam check-in di awal, ya. Jadi ya mungkin daripada kamar enggak laku, mending ditawarkan dengan harga murah.

Setelah cap cip cup kembang kuncup nyari yang semurah dan senyaman mungkin *GoberModeOn* pilihan jatuh ke Hotel Patra Semarang. Kalau lihat harganya sih dari 1.2 juta semalam terjun bebas ke 500 rebu rupiah. A very good deal, no? :p.

Hotelnya cukup memuaskan walau sempat bingung masuknya dari mana hihihihi. Dapat kamar yang tempat tidurnya segede gaban. Buat berlima soalnya hahaha. Kan buat bobok doang lah, gak osah yang aneh-aneh :D. Tapi hotelnya cakep. Kamar luas, wangi, sangat bersih with a very good price *tepoKDompet*.

Selamat malam, Semarang!

Foto dari teras kamar hotel

 

 

 

 

Road Trip Jakarta – Yogyakarta (Day 1) : Cirebon!

Why Yogyakarta? Kota kelahiran suami! Hehehe. Dari dulu dia kepengin banget ngajak anak-anak melihat kota kelahirannya. Kota-kota tujuan utama : Cirebon -> Semarang -> Yogyakarta.

Berangkat hari sabtu tanggal 7 Juli 2018. Lumayan sih, dari rencana awal berangkat abis shalat Subuh jam 5 an, akhirnya realisasi jam 5.45. Not bad at all :D.

Anak-anak masih setengah tidur saat diangkut ke mobil. Enggak sempat sarapan sama sekali. Saya dan suami ngemil buah saja. Untuk anak-anak udah dibungkusin buah + roti + kue-kue in case terjebak macet lama dan belum sempat mampir sarapan.

Kami sudah prediksi, Cikampek pasti parah banget no matter mau berangkat jam berapa. Tapi tetap dong, lebih cepat lebih baik :p.

Begitulah … sejak masuk Cikarang sudah merayap. Tapi jauh lebih mendingan karena masih bisa jalan walau kecepatan 10 km / jam kali hihihi.

Tentunya, ini bukan di CIKAMPEK! hahahaha :p

 

Anak-anak masih tidur, kami berdua ngobrol biar enggak bete pas macet. Ngobrolin appaaahhhh??? Apalagi yang diobrolin oleh sepasang cebbie ini kalau bukan muji-muji Pakde! Hahaha #kibasEkor.

Tadinya pengin naik pesawat ke Malang, main ke Jatim Park. Terus naik kereta ke Yogyakarta. Tapi terus mupeng pengin menjajal jalan tol. Terbawa cerita-cerita indah para pemudik pas lebaran 2018 kemaren, tuh.

Suami saya memang senang menyetir. Setahun di US juga sudah bolak balik road trip ke berbagai state. Libur dikit langsung gatel pengin road trip. Sempat saya ingatkan kondisi jalanan di US vs Pulau Jawa ya pasti beda lah. Tapi dese tetap ngotot.

Pengin sampai Malang takut enggak kuat, karena targetnya memang cuma 6 hari dan mau mampir ke mana-mana. Sayang ah, kalau di Malang cuma numpang lewat.

Kami mengira jalan tolnya dibuka terus sampai Semarang. Ternyata … enggak! Huhuhu. Tetap harus Brexit :(. Lah, kok udah nyampe Brebes aja ini ceritanya hihihihi. Okeh, balik lagi.

Akhirnya setelah dua jam, lepas dari Cikampek. ((DUA JAM)) *nangis*. Lewat Karawang kalau gak salah baru bisa napas lega. Langsung ngebut mumpung anak-anak belum ada tanda-tanda minta sarapan. Masih pada ngulet-ngulet :D.

Harusnya sih bablas saja terus sampai masuk Cipali. Tapi khawatirnya enggak ketemu rest area yang “layak”. Newbie nih di Cipali hehe.

tempat wisata di cirebon
Masuk Palimanan (Tol Cipali)

 

Agak pilih-pilih tempat makan karena ya tau sendiri kan, perut anak-anak yang sehari-hari di “negara bule” agak-agak norak kalau dibawa mudik ke Indonesia. Kalau emak bapaknya mah biasa-biasa saja.

Daripada berurusan dengan rumah sakit pas pengin senang-senang begini mending hati-hati milih resto. Mahal sikit gak papa ketimbang rusak suasana liburan ngurusin anak mencret -_-.

Kami mampir sarapan di rest area penghabisan Cikampek.  Suami udah ngiler pengin makan somay abang-abang atau mampir di bubur ayam pinggir-pinggir jalan yang kebetulan juga mangkal di dekat-dekat jajaran restoran. Tapi dipelototin sama bini hahaha. Pokoknya no junk food, no “lesehan” :p. Better safe than sorry ;).

Akihrnya masuk ke restoran yang lumayan bersih. Masakan rumahan pula. Sop daging, ayam goreng, tahu-tempe goreng, lalapan sayur, gitu-gitu lah.

Sulung yang kelaperan hehehe (sarapan day 1 di rest area Cikampek)

 

tempat wisata di cirebon
Kok buncit iniiiiiii hihihi *tutupMuka* (sarapan day 1 di rest area Cikampek)

 

Setelah kenyang + leyeh-leyeh bentar + ke toilet, lanjut perjalanan sampai … Cirebon!

Oiya, malam sebelumnya sudah wasap-an sama Kak Ochank yang ternyata juga road trip ke Yogya, start di hari yang sama, yaaayyyy ^_^. Tapi beliau sekeluarga berangkatnya lebih belakangan. Udah janjian mau ketemuan di Cirebon, maksi bareng.

Sambil nunggu mereka yang masih mandek di Cikampek (hihihi) dan masih jam 11 juga, maka kami main-main ke beberapa tempat wisata di Cirebon dulu :

BATIK TRUSMI

Sepertinya ada beberapa sentra belanja Batik Trusmi ini, ya. Kami kayaknya mampir ke pasar yang sepi. Pantes beberapa kiosnya tampak tutup.

tempat wisata di cirebon batik trusmi

Sempat beli batik buat anak-anak. Jadi beli 3. Tapi batik cap ajah bukan batik tulis hehehe. Saya tuh paling tidak tega nawar-nawar ke pedagang apalagi kalau lihat tempatnya sepi. Jadi, suami yang maju! :p.

Akyu kan anak pedagang, ya. Kalau lihat mereka ya inget almarhum bapak *mulaiDrama*. Tapi ya memang harus nawar jugak kalau ke tempat kayak ginian karena kadang nembak harga awalnya mayan juga. Apalagi kalau tahu kita bukan orang sana. Dari logat kan kelihatan.

Memang manusia diciptakan berpasang-pasangan. Istri gak tegaan, suami yang tegaan hahaha :p.

tempat wisata di cirebon batik trusmi

Suami juga beli batik di sini. Dia nyari sendiri, nawar sendiri. Saya sibuk bikin vlog hihihi. Anak-anak lari-larian gak jelas. Yang bungsu masih bobok di stroller.

Enggak terlalu lama, sih, belanja-belanjanya. Tapi panasnya pooooollll. Jadi, sebelum lanjut perjalanan, tergoda nyicipin es teler di warung yang lumayan gede di sebelah pasar Batik Trusmi ini. Pas depan parkiran juga.

tempat wisata di cirebon batik trusmi
Puanaaaaassssssss

 

Tadinya mau beli jajan empal gentong. Tapi kan udah janjian makan siang sama Kak Ochank + Kak Desan jadi mentok di es campur saja. Es campurnya enggak kefoto, malah sibuk selfie hihihi *ngikikCentil*. Yang follow di IG, pasti pas road trip ini udah begah banget liat IG story saya sepanjang perjalanan :D.

Kira-kira jam setengah satu siang, lanjut perjalanan lagi. Karena Kak Ochank + Kak Desan belum nyampe Cirebon juga, kebetulan kami juga agak kenyang abis jajan, jadi lanjut ke tempat wisata di Cirebon berikutnya : Keraton Kasepuhan Cirebon!

tempat wisata di cirebon keraton kasepuhan cirebon

Ternyata, tempatnya luas juga. Di bagian luar, saat pertama masuk dari pintu gerbang, ada sisa-sisa bangunan yang dulu digunakan di masa keraton kasepuhan masih menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Cirebon.

Langsung lihat foto-fotonya saja.

 

Sempat juga bikin beberapa video buat vlog nanti, yang entah kapan sempat ngeditnya hihihihi. Ya sudah, sedikit sneak peek dulu nih 😀

Terus, masuk ke dalam lagi ada MUSEUM PUSAKAN Keraton Kasepuhan.

Masuk ke dalam harus bayar. Biayanya sekitar 25 ribu rupiah per orang. Yang masuk hanya saya dan boy1 – boy2. Suami milih nunggu di luar bareng si bontot.

Gak sempat foto-foto dalam museum, cuma ngambil beberapa video. Ini salah satunya, buat lihat-lihat kira-kira isi museumnya apaan :

Museum ini relatif baru, lho. Diresmikan sama siapa… sama siapaaaaaaa … silakan dilihat di foto di bawah ini #eaaaa. Tetap #cebbieOnDuty mah walo liburan jugak. Warbyasak sepasang cebong fanatik ini hahahahaha.

Di dalam area Keraton Kasepuhan Cirebon juga masih ada Keputren yang merupakan tempat tinggal dari keturunan raja-raja Cirebon di masa lalu. Yang terkini itu adalah : Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat. Ada fotonya depan museum.

Marilah berfoto bersama (foto) Pak Sultan :D.

Terus dihubungi oleh Kak Ochank + Kak Desan yang sudah nyampe Cirebon. Tapi nanggung nih, jadi kita tetap masuk ke dalam lagi buat lihat bagian terakhir dari Keraton Kasepuhan Cirebon ini.

Semacam replika tempat tinggal masa lalu keluarga Sultan di era kerajaan masih berkuasa dan beberapa monumen penting seperti 2 macan putih yang ini :

Sebagian interior istana di masa lampau :

Tampak depan dari bagian keraton, selfie-able banget, sih. Cuma gak keburu mau foto-foto di situ. Ngantri dan anak-anak susah bener ya Allah disuruh baris rapi kalau mau foto *pijetKening*.

Paling ujung banget … toko suvenir! Liat-liat + foto-foto doang gak beli apa-apa hihihi *ngikikNgirit*.

tempat wisata di cirebon

Dari sini langsung tergopoh-gopoh balik ke gerbang depan, jalan tergesa-gesa ke tempat parkiran.

Kami janjian dengan Kak Desan sekeluarga di Nasi Jamblang Mang Doel. Hasil googling, katanya sih Pak SBY dulu pernah makan di sini. Terus kenapa? Hihihihi. Entah dah itu suami yang ngusulin tempat ini.

Ternyata … macet!!! Huhuhu. Jadi enggak enak hati. Soalnya mereka sudah selesai makan kita masih di jalan :(. Sungkem ya Kak Ochank dan Kak Desan. Akhirnya, keburu juga lari-lari buat foto-foto bertiga hihihi. Ngobrol bentar banget karena mereka buru-buru mau lanjut.

Selfie buru-buru hehehehe

 

Kak Ochank + Kak Desan sekeluarga cabut, kami pun makan. Sebelahan sama eneng-eneng Cirebon yang geulis-geulis dan kulitnya cerah-cerah. Pantes suami saya melirik mulu hahahaha. Paling gak tahan dese kalau liat ciwi-ciwi yang kulitnya cerah, rasis lo Bang! Hihihihi.

Waaaahh, makannya itungannya murah banget yaaaaa :D. Selain makan nasi jamblang juga nyobain empal gentong yang memang makanan khas Cirebon ini. Enaaaaaakkkkkk. Entar mau nyoba bikin ah, googling resep kapan-kapan :D.

Abis itu, melesat lagi, mau lanjut ke Semarang. Di tol, keluar di Brebes. Dan mulailah nyetir di jalur Pantura non-tol yang bikin eike enggak bisa tidur sepanjang perjalanan. Biasanya mah kalau road trip ngorok mulu hahahaha.

Sereeeeemmm, banyak truk. Walau rumah penduduk berjejalan di pinggir jalan, ada sepeda motor dan sepeda biasa juga lalu lalang bareng mobil-mobil dan truk-truk yang sering ngebut. Duuuuhhh gimana bisa merem cobak huhuhu.

Sempat mampir shalat + ngelurusin kaki di salah satu rest area sebelum keluar di Brebes.

Kepanikan berlanjut karena pas nyari-nyari hotel buat nginep … penuh di mana-mana! Sudah coba di Kendal, di Batang, di Pekalongan, enggak dapat-dapat. Panik, panik, panik.

Wasap-an sama Kak Desan juga karena ternyata mereka juga enggak kuat lanjut sampai Semarang.

Akhirnya nemu di Sidji Hotel, Pekalongan. Duh, leganyaaaaaaa. Soalnya sempat adu mulut juga sama suami di mobil. Saya nih sifat jeleknya kalau stres bawaannya ngamuk :p. Nyalah-nyalahin suami kenapa gak antisipasi booking duluan. Lah embaknya sendiri ngapain???? *toyorKepalaSEndiri* hahahaha.

Happy ending. Karena Kak Desan juga akhirnya nginep di hotel yang sama. Ketemu lagi kitaaaaaaaaa :D.

Sebelum check-in, mampir makan malam di warung bakso deket-deket situ. Anak-anak rewel enggak mau nyobain makanan aneh-aneh. Padahal suami pengin banget nyoba-nyoba menul lokal. Saya ogah makan di KFC dll. Tapi akhirnya nyasar ke warung bakso, laaaahhhh hihihihi.

Gak kepikiran mau foto-foto. Dah capek, bete karena drama nyari hotel. Abis makan langsung capcus ke hotel, check in dan tepar di kamar. Belum malam-malam banget, sih. Jadi sempat nonton-nonton TV sebelum bobok sampai pagi.

Good nite, Pekalongan :).

Lanjut Day 2 -nya di sini ^_^.